FEW Asia Initiative

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Selasa, 7 Juli 2020

FEW Asia Initiative

Terlepas bahwa saat ini negeri Asia dan juga negara-negara lain dunia lagi digoncang oleh wabah Korona yang bisa berdampak serius sekali pada ekonominya bila kondisi ini berkepanjangan, ada masalah laten yang dihadapi oleh negeri negeri Asia yang mewakili 60% penduduk dunia ini.

  

Asia adalah benua terpadat yang dihuni oleh sekitar 4.5 miliyar orang dari 7.7 miliyar yang ada di dunia. Maka tidak heran bila di Asia, masalah masalah yang terkait kebutuhan pokok seperti pangan, energi dan air jauh lebih nyata masalahnya dibandingkan dengan penduduk penduduk benua lainnya.

 

Maka dibutuhkan kerjasama regional bukan hanya antar negara, tetapi juga dibutuhkan hubungan yang lebih intens antara para pelaku usaha, penggiat sosial, para peneliti, dan seluruh stake holder yang terkait di region ini agar lebih terbangun sinergitas yang lebih permanen untuk mengatasi 3 hal mendasar tersebut, yaitu pangan, energi dan air atau disebut FEW (Food, Energy, and Water).

 

Untuk memberikan gambaran masalahnya, kita di Asia misalnya 75% penduduknya makan nasi, padahal produksi beras sangat banyak membutuhkan air. Sedangkan saat ini saja, 30% penduduk Asia mengalami kekurangan air. Dan pada tahun 2050 diperkirakan sekitar 74-86% penduduk Asia akan mengalami kekurangan air. Berarti mengatasi pangan pun harus juga berfikir dampaknya pada ketersediaan air bersih.

 

DI Jawa misalnya, masalah itu juga sangat nyata. Jawa yang merupakan produksi padi nasional indonesia juga merupakan pulau yang paling padat dihuni penduduk di Asia. Di Jawalah tinggal 60% penduduk Indonesia, sedangkan sumber air bersihnya hanya sekitar 4% yang dimiliki oleh Indonesia. Jadi bisa dibayangkan bahwa pada tahun 2025 sudah diperkirakan beberapa daerah di Jawa bahkan juga Bali dan Lombok akan mengalami krisis air permanen.

 

Di bidang energi, Indonesia akan kehabisan sumber bahan bakar fosilnya sebelum tahun 2030, padahal pada tahun 2025 secara kumulatif seluruh negara negara Asia akan bersama sama mengalami defisit bahan bakar yang diperkirakan mencapai 60 juta barrel per hari. Jadi ketika kita sangat mengharapkan bahan bakar dari negara lain di Asia, saat itu negara negara tetangga kita juga amat sangat membutuhkannya.

 

Maka kami bersama sejumlah praktisi di beberapa negara Asia melahirkan apa yang kami sebut FEW Asia Initiative. Visinya sederhana saja yaitu Food Energy and Water sustainability di negara negara Asia. Untuk mencapai visi ini, misi kami adalah memperlancar arus perputaran sumberdaya baik yang bersifat ilmu, teknologi, skills, base practice, sampai juga termasuk permodalan/pembiayaan yang terkait dengan Food, Energy, and Water baik pada tingkat research and development maupun tingkat komersial.  

 

Maka bila perusahaan atau institusi Anda, komersial maupun non komersial, terkait dengan hal-hal tersebut diatas, kami dorong Anda untuk bergabung dengan mendaftarkan diri dan perusahaan Anda di http://bit.ly/FEWASIA dari sanalah nantinya segala komunikasi akan dijalin secara intensif antar anggota. Atau bila Anda masih membutuhkan informasi langsung dari kami, silahkan menghubungi This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. .