SELAMAT DATANG SEKOLAH KEHIDUPAN

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Sabtu, 7 Desember 2019

SELAMAT DATANG SEKOLAH KEHIDUPAN

Alhamdulillah Sabtu 16 November kemarin telah terlahir dan dimulai sekolah kehidupan yang kami beri nama ALHAYA SCHOOL OF LIFE berkantor pusat yang sekaligus juga menjadi kelas pertamanya di Indonesia Startup Center, Jalan Juanda no 43 Depok. Mengapa sekolah ini kami beri nama sekolah kehidupan ?

 

 

Karena kehidupan ini diumpamakan oleh Allah seperti permainan dan senda gurau, namun bagi orang yang beriman dan bertaqwa, akan diberi pahala terbaik di dunia dan di akhirat (QS 47:36). Bahkan lebih lanjut dari itu, dijadikannya kita hidup dari mati kita juga untuk menguji siapa diantara kita yang paling baik amal (permainannya) (QS 67:2).

 

Jadi seperti para pemain bola dan para penontonya semua terjun ke lapangan bermain tetapi hanya para pemain terbaik yang mendapatkan hadiah. Sedangkan para penonton hanya ikut bergembira sesaat, bahkan tidak jarang para penonton ini yang babak belur karena berantem satu sama lain.

 

Jadi, ibarat di arena sepak bola tersebut, apakah kita puas sebagai penonton, pemain cadangan, pemain pendukung, atau pemain bintang yang mampu mencetak gol demi gol ? tentu kita semua sedapat mungkin ingin menjadi pencetak gol dan menjadi pemain terbaik. Maka demikianlah pemain sepak bola terbaik tentu tidak cukup hanya belajar berteori tentang sepak bola, tetapi dia harus berlatih terus menerus dan mengasah keahlian dan ketajamannya memahami lapangan sepak bola sehingga dia selalu bisa tampil terbaik memenangkan pertandingan.

 

Demikian pula dalam hidup, kita tidak cukup berteori mengumpulkan kredit prestasi dan gelar akademis dan mungkin bahkan juga paten, tetapi kita butuh amal nyata menyelesaikan persoalan - persoalan kehidupan ummat manusia pada zamannya. Maka seperti inilah sekolah kehidupan itu, segala ilmu pengetahuan dan teknik-teknik yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah tentu harus dipelajari, tetapi lebih dari itu, harus banyak banyak dilatihkan dalam bentuk proyek-proyek amal nyata dalam kehidupan.

 

Untuk kelas perdana, 3 masalah ummat yang akan menjadi target pembelajaran kita, yaitu masalah pangan, energi, dan lingkungan. Untuk mengasah keterampilan di bidang 3 hal ini, kami gunakan satu komoditi yang bisa mengatasi ketiganya atau yang dalam peribahasa disebut, sekali merangkuh dayung, dua, tiga pulau terlewati.

 

Kami mengumpulkan segala keahlian dan teknologi yang terkait dengan mikroalga yang menjadi nenek moyang seluruh tanaman di muka bumi untuk menjadi solusi 3 masalah tersebut diatas sekaligus. Silabus dari pembelajaran untuk angkatan pertama ini garis baesarnya ada di gambar di bawah, dan pada waktunya akan kita buka untuk umum segala materi maupun hasil kerja praktek dari para peserta ini melalui situs www.alhaya.id

 

Karena masalah kehidupan ini adalah untuk semua ummat manusia yang ada di bumi, maka demikian pula ilmu, teknologi dan segala skills yang terlahir dari ALHAYA SCHOOL OF LIFE ini akan dibuat open source sehingga bisa diakses oleh seluruh ummat manusia.

 

Visi kami sederhana, yaitu "FEW Few for All", yaitu agar Food, Energy dan Water tersedia untuk semua manusia karena ketika diturunkan oleh Allah dari langit semestinya rezeki ini untuk semua makhluknya, mengapa ketika tiba di bumi hanya dikuasai segelintir orang sementara yang lain sampai harus mengalami kelaparan.

 

Mengapa pula microalgae bisa jadi harapan untuk tercapainya visi tersebut ? karena untuk menumbuhkan microalgae hanya dibutuhkan 4 hal yang semua manusia dibelahan bumi manapun seharusnya memiliki akses yang sama, yaitu sinar matahari, CO2, air, dan nutrisi dasar.

 

Sejauh Anda bisa mengakses sinar matahari, udara yang mengandung CO2, air hujan ataupun air laut dan nutrisi dasar yang bisa dibuat dari sisa-sisa makanan atau buah-buahan maupun pepohonan, maka Anda sudah seharusnya bisa menumbuhkan tanaman paling primitif di bumi yang bersel tunggal yang disebut microalgae ini.

 

Karena ada ratusan ribu microalgae dan setiap pepohonan dan tanaman di bumi ada versi microalgaenya, maka apa pun yang dibutuhkan manusia dari jenis pepohonan apa pun saat ini bisa dicari penggantinya dari microalgae.

 

Misalnya di bumi ada tanaman padi penghasil karbohidrat, ada kedelai penghasil protein, ada sawit penghasil minyak, maka di versi microalgae ada yang dominan menghasilkan karbohidrat, yang dominan menghasilkan protein, maupun yang dominan menghasilkan minyak.

 

Bedanya bila menanam padi, kedelai, dan sawit Anda butuh lahan yang luas dan subur yang sesuai untuk menanam masing-masing jenis tanaman ini, di microalgae yang Anda butuhkan hanya 4 hal tersebut diatas, yaitu matahari, udara (CO2), air, dan nutrisi dasar. Anda tidak harus memiliki lahan yang luas untuk ini.

 

Walhasil dengan prinsip yang sangat mendasar ini, karena seluruh sumberdaya yang dimiliki manusia yang hidup di muka bumi berupa akses terhadap matahari, udara, air, dan nutrisi dasar seharusnya relatif sama, maka pemenuhan terhadap kebutuhan-kebutuhan dasar manusia yang kita sebut FEW atau Food, Energy, Water tersebut diatas seharusnya juga sama.

 

Visi inilah yang kami akan wujudkan dalam kelas-kelas ALHAYA SCHOOL OF LIFE melalui proses belajar mengajar yang kami sebut Project Base Active Learning. Peserta harus ikut aktif berlatih untuk bisa menjadi "pemain bola" terbaik seperti dalam ilustrasi tersebut diatas. Diantara proyek ini misalnya, peserta kami latih untuk membuat apa yang kami sebut solar and carbon harvester atau pemanen sinar matahari dan karbon, yaitu berupa tabung-tabung sederhana yang bisa dipakai untuk menumbuhkan microalgae sekaligus bisa untuk memperosesnya menjadi bahan-bahan dasar kebutuhan kita berupa Food, Energy, and Water tersebut diatas.

 

Anda bisa melihat sekarang betapa dekatnya sebenarnya antara visi itu dengan apa yang bisa kita lakukan secara  nyata dalam projek-proyek latihan yang kami siapkan ini.  Tetapi tentu saja sama dengan Anda melihat pemain sepak bola, teorinya sederhana, tendang bola terus sampai gol, tetapi realitanya tidak semua pemain bola bisa membuahkan gol.

Yang pasti adalah para pemain bola berpeluang untuk mencetak gol, sedangkan para penonton tidak mungkin mencetak gol. Maka, inti sekolah ini adalah untuk menjadikan para pesertanya adalah sebagai pemain dan tidak puas hanya sebagai penonton.

 

Bila Anda terlewat belum sempat mengikuti angkatan pertama, jangan khawatir karena insyaallah akan ada angkatan-angkatan berikutnya. Bahkan bila Anda tidak sempat ikut pelatihan yang kami gratiskan ini sekali pun, Anda tetap bisa mempraktekannya sendiri proyek-proyek yang insyaallah nantinya akan dipublikasikan satu persatu melalui www.alhaya.id. Insyaallah.