Career 2.0

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Rabu, 18 Oktober 2017

Harga Dinar per 6 jam

Harga Dinar

Harga Dinar
  • Harga Dinar Emas per Thu, 19 Oct 2017 06:30:00 +0700 Jual Rp. 2,167,272 Beli Rp. 2,080,581

  • Harga Dinar Emas per Thu, 19 Oct 2017 00:30:00 +0700 Jual Rp. 2,165,195 Beli Rp. 2,078,587

  • Harga Dinar Emas per Wed, 18 Oct 2017 18:30:00 +0700 Jual Rp. 2,166,305 Beli Rp. 2,079,653

  • Harga Dinar Emas per Wed, 18 Oct 2017 12:30:00 +0700 Jual Rp. 2,174,031 Beli Rp. 2,087,070

  • Harga Dinar Emas per Wed, 18 Oct 2017 06:30:00 +0700 Jual Rp. 2,173,914 Beli Rp. 2,086,957

Career 2.0

Banyak orang merasa karier-nya berakhir ketika memasuki usia pensiun, padahal usia pensiun rata-rata di kisaran 55-60 tahun itu justru puncak kematangan dan wisdom seseorang. Bahkan yang memilih untuk berkarier yang kedua sekalipun, banyak yang memilih irama kerja yang lebih ringan menyesuaikan dengan faktor usia. Seperti pelari marathon yang telah berlari – berkarya -  selama puluhan tahun, di usia emas Anda mestinya menjadi kesempatan untuk ‘berlari’ secara maksimal. Ada contohnya untuk ini, jadi kita tidak perlu reinvent the wheel.

 

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mulai memimpin perang pertama tahun 2 H atau pada usia sekitar 55 tahun, sampai beliau wafat 8 tahun kemudian – ada 27 peperangan yang dipimpin langsung beliau. Artinya rata-rata lebih dari tiga kali peperangan dalam setiap tahunnya – setalah usia 55 tahun – bisa dibayangkan irama kerja Nabi seperti apa di 8 atau 9 tahun terakhir hidup beliau.

 

Maka menjelang pensiun di usia 55 tahun – justru menjadi waktu terbaik untuk merencanakan rangkian perang-perang besar Anda sendiri. Karena daya Tarik ini pulalah sebagian orang bahkan memilih dengan pilihan sendiri untuk switch gear di usia yang lebih dini.

 

Apa yang perlu dipertimbangkan bila Anda – di usia berapapun kini – sedang ancang-ancang untuk switch gear, untuk memimpin ‘perang besar’ Anda sendiri ? Berikut Adalah hal-hal yang perlu dipertimbangkan.

 

Pertama, ketika Anda mulai bekerja – sebagai pegawai junior Anda sering diperintah untuk melakukan ini dan itu oleh atasan Anda, saat itu Anda melakukan pekerjaan karena diperintah. Ketika Anda mencapai puncak karier yang pertama – sebagai direktur atau eksekutif, tidak ada yang memerintah Anda, tetapi Anda harus mempertanggung jawabkan hasil usaha  Anda – jadi Anda bekerja karena harus.

 

Pada karier Anda yang kedua, tidak ada lagi yang memerintah Anda untuk bekerja – atau mengharuskan Anda untuk bekerja – tabungan Anda mungkin juga sudah cukup, maka inilah kesempatan Anda untuk mewujudkan passion Anda. Dengan passion inilah Anda bisa bekerja bukan karena diperintah oleh atasan atau suatu keharusan, tetapi bekerja karena kecintaan untuk berkarya secara maksimal.

 

Kedua menjadi amat sangat penting untuk make sure Anda bisa menemukan passion Anda sendiri di karier yang kedua ini. Jangan lagi bekerja karena keterpaksaan dan keharusan, tetapi kesempatan untuk Anda bekerja karena memang Anda mencintai pekerjaan yang kedua ini.

 

Karena sifatnya kecintaan bukan keharusan, maka tidak aneh bila pilihan karier kedua ini sangat berbeda dengan pilihan karier pertama. Sebagai contoh, amat sangat sedikit sarjana baru – termasuk sarjana pertanian sekalipun – yang tertarik untuk bertani maupun beternak sebagai pilihan kariernya yang pertama.

 

Tetapi coba tanyakan kepada orang-orang yang sukses di pencapaiannya masing-masing. Eksekutif-eksekutif perusahaan besar, para birokrat, anggota dewan, menteri sampai presiden – apa yang hendak mereka lakukan setelah memasuki pensiun ? yang paling banyak jawabannya akan bertani, beternak dan sejenisnya.

 

Mengapa demikian ? Ya karena secara fitrah manusia, dia antara lain mencintai hal-hal yang terkait dengan pertanian dan peternakan. Tidak percaya ? coba tadaburi Surat Ali Imran ayat 14 untuk ini, maka Anda tidak akan susah untuk menemukan passion Anda sebenarnya – yaitu sesuatu yang secara fitrah Anda cintai ini !

 

Ketiga, selain yang sifatnya fitrah tersebut – sangat banyak kemungkinan kesenangan Anda yang lain yang bisa jadi Anda ingin mengejarnya di karier Anda yang kedua. Ada yang secara normatif mengungkapkan ingin lebih banyak beribadah – tentu ini juga betul, tetapi bukankah seluruh hidup dan mati kita memang hanya untuk ini ? jadi semua yang kita lakukan memang harus dalam kontkes beribadah kepadaNya semata.

 

Ada yang ingin memuas-muaskan hobinya – yang ketika masih aktif di kariernya yang pertama tidak banyak yang bisa dia lakukan. Hobi juga merupakan kekuatan tersendiri untuk menghadirkan passion, tinggal pilih yang mana hobi Anda yang bisa menjadi basis karier Anda yang kedua.

 

Ada yang ingin banyak membaca dan menulis – sesuatu yang sering dicita-citakan orang tetapi sangat sedikit yang bisa merealisasikannya – ya karena di karier pertama orang disibukkan oleh pekerjaan-pekerjaan yang diperintahkan kepadanya atau yang diharuskan untuk dikerjakan olehnya.

 

Yang tidak kalah banyak adalah keinginan orang untuk bepergian atau berwisata keliling dunia. Kegemaran wisata bagi orang-orang di golden age – usia emas atau usia pensiun ini – bahkan menjadi segmen tersendiri di industri pariwisata dunia.

 

Keempat adalah ada yang perlu disadari bahwa bagaimanapun karier kedua –pun ada batasannya, dan batasan ini berbeda dengan karier yang pertama. Bila karier yang pertama batasannya adalah kebutuhan atau keharusan bekerja – sehingga orang rela bekerja untuk hal yang tidak disukai sekalipun, di karier yang kedua batasan itu utamanya adalah waktu !

 

Waktu Nabi tinggal 8-9 tahun untuk menyelesaikan 27 peperangan sejak usia sekitar 55 tahun, hingga misi yang dibawanya tuntas – mewariskan Agama yang sempurna dan menyeluruh yang menjadi nikmat bagi kita pengikutnya hingga kini.

 

Sedangkan Anda – berapa waktu yang Anda miliki ? Anda tidak pernah tahu. Anda ingin ini – itu banyak sekali, tetapi yang jelas waktu Anda terbatas – so many things to do so little time ! Maka kuncinya ada di poin ke 5 ini.

 

Poin kelima adalah integrasi dari perbagai keinginan Anda yang fitrah maupun keinginan Anda yang lain – untuk secara optimal bisa dicapai bareng-bareng.

 

Anda bisa kok menekuni dunia pertanian, peternakan sambil juga banyak beribadah dalam arti khusus maupun arti umum yang luas. Masih juga Anda punya waktu untuk menikmati hobi, banyak membaca dan menulis – termasuk banyak jalan-jalan keliling dunia !

 

Khusus untuk yang terakhir ini, sering diasosiasikan dengan sesuatu yang sia-sia – pemborosan dan sejenisnya. Tidak harus juga demikian, tergantung niat dan caranya. Bila bepergian Anda untuk mencari ilmu atau menyebarkan ilmu – maka insyaAllah ini juga menjadi ibadah tersendiri.

 

Bahkan bepergian ke segala penjuru dunia juga diperintahkan langsung di banyak ayat, di antaranya di surat 62:10 ; 12:109; 16:36 ; 30:42 ; 35:44; 40:21; 40:82 ; 47:10. Selain mencari karuniaNya, bertebaran dimuka bumi adalah untuk mengambil pelajaran dari kesudahan umat-umat terdahulu.

 

Bagaimana dengan biayanya ? bukankah perjalanan-perjalanan ini umumnya mahal, apalagi ke luar negeri ? Lagi-lagi tidak harus mahal bila diintegrasikan dengan passion Anda lainnya. Passion Anda membaca, menulis ataupun bahkan bertani – bisa menjadi tiket perjalanan kel luar negeri yang tidak habis-habisnya.

 

Bila Anda meluangkan waktu satu jam per hari saja untuk subject tertentu yang Anda ada passion di dalamnya, maka standarnya Anda sudah bisa  menjadi expert di tingkat national pada bidang yang Anda tekuni tersebut. Bila ini Anda lanjutkan sampai tujuh tahun, insyaAllah  Anda sudah expert di bidang tersebut untuk ukuran internasional.

 

Dengan expertise Anda inilah , Anda insyaAllah dengan mudah memperoleh tiket gratis ke segala penjuru dunia. Ketika Anda diundang untuk berbicara di forum-forum global, panitia yang mengundang pasti tidak keberatan membayari tiket Anda.

 

Bagaimana dengan persaingan di bidang-bidang yang Anda tekuni tersebut ? Tidak banyak yang bisa istiqomah mendalami suatu bidang secara terus menerus dalam waktu lebih dari 3 apalagi 7 tahun. Jadi peluang Anda cukup bagus insyaAllah.

 

Apalagi kalau Anda bisa mengintegrasikan sejumlah discipline ilmu – maka ramuan atau formula khusus ini akan menambah tajam segment yang Anda tekuni, semakin langka lagi persaingannya di dunia.

 

Ambil contoh misalnya begini, Anda tertarik untuk menekuni Halal Tourism Industry – maka ini segmen yang focus sebenarnya, lebih focus dari Tourism Industry. Tetapi kalau hanya Halal Tourism Industry secara umum , maka Anda masih akan bersaing habis-habisan dengan para pemain dari sejumlah negara – baik yang penduduk mayoritasnya muslim mapun yang tidak.

 

Baru kalau Anda mau pertajam focus Anda  di bidang yang sangat spesifik  - misalnya sampai menjadi expert di bidang Halal Pool, yaitu ahli yang bisa merancang kolam renang yang memenuhi standar halal, merancang SOP-nya agar penggunaannya juga terjaga kehalalalnya dlsb . maka sangat bisa jadi Anda adalah satu-satunya expert di bidang ini di seluruh dunia !

 

Hanya saja untuk Anda bisa menjadi expert di bidang ini Anda kudu bisa mengintegrasikan sejumlah ilmu seperti design, teknologi, syariat, manajemen, jaringan dlsb. Bila Anda tidak seluruhnya menguasai-pun, paling tidak Anda harus tahu siapa yang menguasainya sehingga bisa menjadi bagian dari team Anda.

 

Ketika Anda menjadi satu-satunya expert di bidang ini, siapapun pemain Halal Tourism Industry di luar sana – bukan lagi menjadi pesaing bagi Anda tetapi justru sebaliknya, mereka menjadi mitra Anda untuk bersama-sama menggarap Halal Tourism Industry. Anda akan memiliki karier kedua yang menarik, bepergian ke seluruh tempat-tempat menarik di seluruh penjuru dunia untuk mendakwahkan ilmu Anda yang baru – yaitu bahkan di kolam renang-pun berlaku syariat yang indah!

 

Demikian pula di bidang pertanian dan peternakan, sudah seabrek ahli di bidang ini sebenarnya – baik di kalangan akademisi, birokrasi sampai juga praktisi. Tetapi mengapa team dari iGrow masih bisa terus memperoleh berbagai tiket gratis dari kalangan-kalangan swasta sekelas Google  sampai badan dunia sekelas PBB yang mengundang untuk hadir di kantornya ? kuncinya ada pada integrasi discipline ilmu itu. Di iGrow kita mengintegrasikan ilmu pertanian dengan teknologi informasi, finanance sampai juga ilmu tentang lingkungan.

 

Persiapan Career 2.0 inilah yang antara lain akan kami share dalam serangkian acara Ramadhan Camp 1438 mulai akhir pekan ini. insyaAllah.