Collateral Beauty

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Jumat, 26 Mei 2017

Harga Dinar per 6 jam

Harga Dinar

Harga Dinar
  • Harga Dinar Emas per Sat, 27 May 2017 06:30:00 +0700 Jual Rp. 2,193,836 Beli Rp. 2,106,083

  • Harga Dinar Emas per Sat, 27 May 2017 00:30:00 +0700 Jual Rp. 2,196,761 Beli Rp. 2,108,891

  • Harga Dinar Emas per Fri, 26 May 2017 18:30:00 +0700 Jual Rp. 2,196,384 Beli Rp. 2,108,529

  • Harga Dinar Emas per Fri, 26 May 2017 12:30:00 +0700 Jual Rp. 2,179,043 Beli Rp. 2,091,881

  • Harga Dinar Emas per Fri, 26 May 2017 06:30:00 +0700 Jual Rp. 2,176,154 Beli Rp. 2,089,108

Collateral Beauty

Alkisah ada petani miskin tetapi memiliki kuda putih yang bagus, semua tetangganya menyarankan untuk menjualnya agar dia bisa memenuhi kebutuhannya. Selain itu kuda yang bagus juga mengundang orang lain yang berniat jahat untuk mengambilnya, tetapi si petani tidak menghiraukan saran para tetangga. Suatu hari kudanya bener-bener hilang dicuri orang, maka tetangganya pada berdatangan dan kebanyakan malah pada menyalahkan si petani. Si petani sendiri tidak bersedih ataupun berduka dengan kehilangan ini, karena dia melihat apa yang tidak dilihat oleh tetangganya – dia melihat collateral beauty !

 

Ketika para tetangga pada berucap “…bukankah sudah kami beritahu…, …seandainya saja…., I told you so…., kamu tidak akan mendapatkan musibah ini dlsb”, si petani malah menjawab “dari mana Anda tahu kalau ini musibah ?”.

 

Selang beberapa lama kuda putih si petani yang hilang ternyata balik, bahkan kali ini kepulangannya tidak sendirian, dia membawa rombongan kuda-kuda liar yang menyertainya. Melihat si petani yang kini mempunyai kuda yang banyak, robongan tetangganya berdatangan kembali.

 

Mereka menyampaikan : “alangkah beruntungnya kamu…, betapa berbahagianya kamu…, betapa banyak kebaikan untukmu…dlsb”, si petani sendiri  tidak menampakkan kegembiraannya yang berlebihan. Malah kepada para tetangganya yang menyampaikan pujian dia balik bertanya : “dari mana kalian tahu kalau ini keberuntungan dan kebaikan untuk saya ?

 

Tidak berselang lama, anak laki-laki satu-satunya si petani karena kegembiraannya dengan kuda-kudanya yang banyak, gemar berlatih berkuda termasuk dengan kuda-kuda liar yang kini dimilikinya. Suatu saat dia tidak bisa mengendalikan kuda liar yang ditungganginya dan terjatuh, kakinya patah dan tidak bisa disembuhkan.

 

Sekali lagi tetangganya berdatangan untuk ikut mengungkapkan kesedihan dan simpatinya atas musibah yang menimpa keluarga si petani. Si petani sendiri tetap tidak besedih maupun berduka, dia malah menyampaikan ke para tetangganya : “ Dari mana Anda tahu kalau ini adalah musibah...?

 

Tidak lama kemudian utusan kerajaan datang ke desa si petani, negeri dalam keadaan genting karena sedang diserang oleh musuh yang sangat kuat dan bengis – seluruh laki-laki dan pemuda harus berangkat perang membela kerajaan – dan hampir seluruhnya terunuh. Tetapi tidak dengan si anak petani, ia malah tidak boleh ikut berperang karena cacat pada kakinya.

 

Dalam bahasa Inggris ada ungkapan untuk menggambarkan apa yang dialami oleh si petani dalam kisah tersebut diatas, yaitu collateral beauty atau dalam bahasa kita malah ada kata yang lebih tepat dan memiliki arti yang jauh lebih luas dari collateral beauty – yaitu hikmah !

 

Cerita diatas banyak diungkap dalam kisah-kisah  hikmah, untuk menggambarkan betapa banyak manusia – yang direpresentasikan oleh para tetangga si petani – yang melihat segala sesuatu hanya dhohirnya saja, tanpa berusaha memahami apa yang ada di balik itu semua, tanpa berusaha mengambil pelajarannya.

 

Maka Allah memuji orang yang bisa memahami ayat-ayatNya di balik setiap peristiwa sebagai ulil albab, orang yang berakal, orang yang menguasai inti persoalan. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kekuasanNya) bagi orang yang berakal (ulil albab)” (QS 3:190).

 

Di ayat lain Allah juga memuji orang yang seperti ini sebagai ulil abshar, orang yang dapat melihat : “ Allah mempergantikan malam dengan siang, sungguh pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang yang berpenglihatan (ulil abshar)” (QS 24:44).

 

Untuk mengungkapkan bahwa pada setiap peristiwa pasti ada hikmahnya, pasti ada pelajarannya, pasti ada tanda-tanda kekuasaanNya , Allah menggunakan batasan langit dan bumi, siang dan malam. Apa artinya ?

 

Untuk ukuran dimensi ruang – tidak ada yang tidak tercakup dan tidak ada yang berada di luar langit dan bumi – semua berada pada dan diantara keduanya. Demikian pula dari sisi dimensi waktu – tidak ada waktu yang berada di luar batasan silih bergantinya malam dan siang, semua pasti berada pada dan diantara dua batasan waktu ini.

 

Jadi pelajaran, tanda-tanda kekuasanNya , hikmah dan dalam arti sempit collateral beauty itu selalu ada pada setiap peristiwa apapun dalam dimensi ruang dan waktu. Kita selalu bisa mengambil pelajaran dan hikmah dari peristiwa dimanapun dan kapan-pun !

 

Sebagai contoh, bentuk dukungan saya atas terpilihnya saudara kita untuk memimpin Jakarta, saya menulis tentang “Rumah Murah Gubernur Baru”, Alhamdulillah melalui salah satu pembaca situs ini – tulisan tersebut telah sampai beliau – dan beliau meresponnya dengan baik.

 

Maka pada kesempatan ini, saya juga ingin mengajak pembaca situs ini – untuk mengambil pelajaran yang lebih baik dari collateral beauty yang sedang terjadi di Balai Kota DKI beberapa hari terakhir. Entah ide siapa, apa tujuannya – sehingga menumpuk karangan bunga di Balai Kota DKI. Apa hikmah yang bisa kita ambil dari peristiwa ini ?

 

Kita tidak perlu bersaing dengan mengirimkan bunga yang lebih banyak kepada gubernur terpilih – karena kita tahu itu pemborosan dan sia-sia , tidak perlu pula berkomentar yang penuh praduga dan sakwa sangka kepada yang lain – karena itu juga tidak ada gunanya.  

 

Yang kita perlukan adalah masukan-masukan yang konstruktif dan dukungan-dukungan apapun yang bisa kita berikan sehingga nantinya beliau yang terpilih bisa bener-bener memimpin Jakarta dengan lebih baik dari gubernur-gubernur sebelumnya. Menjadi pemimpin yang lebih dicintai rakyatnya dari pemimpin-pemimpin yang ada sebelumnya.

 

Insyaallah ini bisa terwujud bila sebagai rakyat kita peduli, dan yang sedang diberi amanah memimpin juga bener-bener mendengarkannya. Dan kita hanya akan bisa lebih baik bila kita bisa mengambil pelajaran dari setiap peristiwa dimanapun dan kapan-pun ! InsyaAllah.