Pengumuman Quiz V : Tentang Lapar dan Hubungannya Dengan Takwa…

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Rabu, 18 Juli 2018

Pengumuman Quiz V : Tentang Lapar dan Hubungannya Dengan Takwa…

Alhamdulillah banyak sekali yang semangat menjawab Quiz V “Tentang Lapar dan Hubungannya Dengan Takwa” yang saya lontarkan pekan lalu. Beberapa jawaban bahkan dilengkapi dengan grafik, daftar pustaka dlsb. Semua jawaban rata-rata betul dari kajiannya masing-masing, maka tidak mudah bagi bagi saya untuk memilih tiga pemenang diantaranya. Saya sarikan kombinasi dari jawaban-jawaban tersebut kurang lebih menjadi sebagai berikut :

 

Rasa lapar timbul setidaknya oleh dua penyebab yaitu aktifitas biologis dan aktifitas otak/pikiran yang keduanya saling berhubungan. Aktifitas biologis adalah menurunnya glukosa dalam darah dan kosongnya lambung, kekosongan ini yang kemudian meningkatkan hormon tertentu (ghrelin) yang memberi informasi rasa lapar ke otak. Ketika perut sudah diisi kembali, hormon ghrelin turun dan yang naik adalah hormon kolesistokinin yang memberi informasi  rasa kenyang ke otak.

 

Komunikasi antara kondisi biologis lambung dengan otak melalui hormon-hormon ghrelin dan kolesistokinin ini tidak selamanya lancar, bisa terganggu oleh berbagai sebab. Orang yang pikirannya kacau, otaknya bisa mengabaikan pesan-pesan lapar yang dibawa ghrelin – sehingga seolah-olah tidak merasa lapar.

 

Sebaliknya nafsu makan yang tidak dikendalikan (oleh otak), informasi-informasi rasa kenyang yang disampaikan melalui hormon kolesistokinin juga diabaikan sehingga seolah-olah tidak merasa kenyang meskipun lambung sudah terisi penuh oleh makanan yang sangat banyak.

 

Puasa intinya adalah pengendalian nafsu rasa lapar, komunikasi biologis tubuh dengan otak dijaga kelancarannya. Otak bisa mengendalikan arus informasi melalui hormon-hormon tersebut diatas, lambung yang kosong-pun tidak harus merasa lapar.  Informasi antara kondisi biologis tubuh dengan otak bukan diabaikan tetapi dikendalikan.

 

Orang yang bisa mengendalikan nafsu inilah orang-orang bertakwa itu – tentu bukan hanya nafsu lapar, tetapi bila nafsu lapar ini bisa dikendalikan insyaAllah nafsu-nafsu yang lain juga mudah dikendalikan. Ayat-ayatnya antara lain adalah :

 

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?” (QS 25 : 43)

 

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya).” (QS 79 : 40 - 41).

 

Karena rata-rata jawabannya baik dan benar, saya akhirnya memilih pemenangnya berdasarkan kelengkapan jawabannya yang mencerminkan keseriusan dalam mempersiapkannya. Yang bekerja paling serius, wajar mendapatkan penghargaan yang paling baik. Untuk ini pemenangnya adalah :

 

1)    A Saeful Nugraha ( 1 Dinar)

2)    Ichwanuddin ( 5 Dirham/1 Khamsa)

3)    Pupon Artiono (1 Dirham)

 

Selamat bagi para pemenang, silhkan meng-klaim hadiah Anda dengan berkirim email ke kami menggunakan alamat email yang sama dengan yang Anda gunakan untuk mengirimkan jawaban Quiz V tersebut.