<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482</atom:id><lastBuildDate>Tue, 26 Jan 2010 07:42:22 +0000</lastBuildDate><title>Gerai Dinar</title><description>Informasi Terkini Tentang Dinar Emas (Gold Dinar) &amp; Penggunaannya Dalam Investasi dan Proteksi Nilai</description><link>http://geraidinar.com/old.php</link><managingEditor>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>203</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-7148967250069337135</guid><pubDate>Sat, 22 Nov 2008 14:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-22T21:50:11.603+07:00</atom:updated><title>Perubahan System Penanganan Gerai Dinar</title><description>Untuk kemudahan dan efisiensi dalam pengelolaan maka per hari ini Sabtu 22 November, artikel-artikel baru GeraiDinar akan ditaruh di halaman utama GeraiDinar.Com yang baru yaitu &lt;a href="http://www.geraidinar.com/index.php"&gt;www.geraidinar.com/index.php &lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://www.geraidinar.com/"&gt;www.geraidinar.com &lt;/a&gt; saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang lebih suka meng-akses via blog, maka keberadaan blog ini tetap juga dipertahankan dengan alamatnya yang baru yaitu &lt;a href="http://www.geraidinar.com/old.php"&gt;www.geraidinar.com/old.php &lt;/a&gt; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbaikan terus menerus ini sebagai bentuk layanan kami terhadap pembaca rutin GeraiDinar.Com dan berbagai masukan yang telah diberikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf apabila ada kekurang nyamanan atas perubahan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-7148967250069337135?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/11/perubahan-system-penanganan-gerai-dinar.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-662937904037381160</guid><pubDate>Thu, 20 Nov 2008 01:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-20T08:13:08.136+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>al dain</category><title>Ghalabati Al-Dain : Pangkal Dari Krisis Finansial Dunia Saat Ini…</title><description>&lt;a href="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/burden.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px;" src="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/burden.jpg" border="0" alt="US$ Index vs Gold Price" /&gt;&lt;/a&gt; Salah satu doa yang  &lt;I&gt; ma’tsur &lt;/I&gt; atau dicontohkan untuk kita baca setiap hari pagi dan petang adalah berlindung diri dari &lt;I&gt;Ghalabati Al-Dain &lt;/I&gt;atau hutang yang melilit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini saya kurang menghayati makna dari do’a ini, namun karena ini dianjurkan oleh Rasullullah SAW , ya sering-sering saja saya baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimasa krisis financial global ini, ternyata do’a inilah yang mestinya sangat relevan untuk kita baca rame-rame setiap hari oleh seluruh elemen bangsa ini – sampai kita bener-bener menjiwai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu setelah kita menjiwai, ini juga harus mewarnai segala tindak tanduk kita dalam menjalankan kehidupan kita sendiri maupun – yang jadi pemimpin – ya menjalankan negara ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu pangkal dari segala krisis ini adalah gaya hidup ngutang, yang dilakukan individu secara rame-rame maupun yang dilakukan oleh pemerintah. Kita telah keliru mengambil contoh!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi bangsa ini, gaya hidup bangsa ini mencontoh ekonomi barat khususnya Amerika yang sebenarnya sama sekali tidak bisa kita contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal gaya hidup ngutang yang dilakukan oleh pemerintah misalnya; Pemerintahan Amerika bulan ini mengajukan ijin ke Konggres untuk menaikkan batas atas hutang negaranya. Dengan batas atas yang baru ini hutang Amerika akan mencapai US$ 9.8 trillion. Hal ini berarti setiap wara negara AS dari yang tua sampai yang baru lahir langsung punya hutang sekitar US$ 33,000 atau sekitar Rp 396,000,000,- !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ‘beruntung’ jadi WNI; negara kita konon ‘hanya’ punya hutang Rp 1,320 trilyun. Atau kalau dibagi rata kepada seluruh warga negara yang tua maupun yang baru lahir ; masing-masing kita kebagian sekitar Rp 5,280,000 atau  US$ 440. (Untuk rekan-rekan wartawan jangan quote angka ini ya, saya nggak terlalu yakin karena sulitnya cari data yang pasti di Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengerikan sebenarnya bukan ukuran dari hutang tersebut, melainkan trend kenaikannya. Karena AS sebagai gurunya juga terus menerus manambah hutang – nilai hutang mereka ‘baru’ mencapai US$ 8.0 trilyun tiga tahun lalu; demikian pula Indonesia, pada saat yang sama tiga tahun lalu hutang kita ‘baru’ Rp 1,282 trilyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah musibah itu; lilitan hutang diatas hutang yang membuat seluruh dunia kalang kabut didera krisis finansial yang seperti sumur tanpa dasar - belum kelihatan ujungnya sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia finansial; ada dua jenis hutang  yaitu yang disebut &lt;I&gt;Self-Liquidating Debt &lt;/I&gt; saya  sebut saja SLD dan yang satunya tentu sebaliknya yaitu &lt;I&gt;Non-Self-Liquidating-Debt &lt;/I&gt; atau N-SLD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SLD adalah hutang yang produktif yang bisa membayar dirinya sendiri. Contoh kita berhutang 100 untuk kegiatan produksi barang atau jasa yang hasilnya bisa kita jual 130. Dari penjualan ini, 10 kita pakai untuk biaya, 20 kita bagi 50%-nya ke pemberi hutang. Kita bisa berproduksi dan pemberi hutang juga mendapatkan hasil dari dananya. Hutang semacam ini banyak-banyak tidak masalah karena akan mendorong produktifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya N-SLD adalah hutang yang tidak bisa membayar dirinya sendiri. Contoh pegawai dengan penghasilan Rp 10 juta/bulan mengambil kredit Kijang baru dengan cicilan Rp 5 juta/bulan. Maka setiap bulan dia akan kesulitan mencicilnya karena penghasilannya nggak cukup; untuk menutupi ketidak cukupannya dia berbelanja bulanan dengan &lt;I&gt;credit card&lt;/I&gt;. Maka menumpuklah hutang tersebut dari waktu ke waktu semakin besar.  Inilah &lt;I&gt;Ghalabati Al-Dain &lt;/I&gt; itu …yang kita diajarkan untuk berlindung terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara juga demikian; mereka berhutang bukan hanya untuk kegiatan produktif tetapi lebih banyak untuk kegiatan konsumtif.  Di Amerika kegiatan konsumtif yang sangat besar adalah untuk membiayai perang Irak dan aksi-aksi yang tidak membawa manfaat bagi penduduk mereka sendiri seperti kegiatan mereka di Afganistan dslb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri seperti Indonesia, hutang-hutang kita tersebut dipakai untuk nambal APBN, untuk ‘hidup sehari-hari’- nya negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi negeri-negeri seperti Amerika, Indonesia dan seluruh negara di dunia saat ini – sama dengan rakyatnya – hidup rutinnya ditambal dari kartu kredit. Ketika beban kartu kredit terus membengkak – maka bangkrutlah negera-negara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara kebangkrutan ini tidak nampak karena berbeda dengan individu, negara bisa mencetak uang. Anak cucu kitalah nantinya yang harus membayari kartu-kartu kredit yang dipakai negara-negara ini sampai sekian generasi yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari sekarang kita rajin-rajinlah lafadzkan do’a pelepas hutang ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Allahumma innii a’udzubika minal hammi wal khazan, wa a’udzubika minal ‘adzji wal kasal,  wa a’udzubika minal jubni wal bukhl, wa a’udzubika min ghalabati al-daini wa khohri al rijaal. &lt;/I&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt;“Ya Allah saya bersungguh-sungguh berlindung kepadaMu dari rasa susah dan sedih,  dan aku berlindung kepadaMu dari rasa lemah dan malas, dan aku berlindung kepadamu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepadamu dari lilitan hutang dan tekanan orang lain.”&lt;/B&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-662937904037381160?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/11/ghalabati-al-dain-pangkal-dari-krisis.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-7839074629552229162</guid><pubDate>Tue, 18 Nov 2008 10:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-18T17:21:25.611+07:00</atom:updated><title>Saatnya Membeli Kambing...?</title><description>&lt;a href="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/kambing.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px;" src="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/kambing.png" border="0" alt="US$ Index vs Gold Price" /&gt;&lt;/a&gt;Tiga pekan lagi kita akan merayakan Idul Adha sekaligus kesempatan untuk menambah pahala dengan menyembelih hewan Qurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama saya tidak mengurusi harga kambing, terakhir ngurusi ketika menjadi ketua DKM di Masjid komplek dan ikut memantau harga-harga kambing yang ditawarkan supplier. Saat itu (2002-2003) harga kambing masih dikisaran Rp 500 ribu-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari ini pedagang kambing mulai ramai menjajakan kambingnya di pinggir-pinggir jalan; saya perhatikan kambing-kambing yang sedang harganya sudah diatas Rp 1 juta-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kok cepat amat ya naiknya ?. Inilah realita daya beli uang kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga kambing-kambing tersebut sesungguhnya tidak berubah selama 1400 tahun lebih. Di zaman Rasulullah SAW harga kambing pada kisaran 1 Dinar; maka satu Dinar sekarang (Rp 1,215,000 pada saat artikel ini saya tulis) tetap dapat untuk membeli kambing dengan ukuran sedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak demikian halnya dengan uang kertas baik itu Rupiah, US$ maupun uang kertas dari negeri manapun – belum ada yang terbukti &lt;I&gt;survive &lt;/I&gt; dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila trend kenaikan harga kambing (sama dengan kenaikan harga Dinar) tetap seperti rata-rata trend 40 tahun terakhir yaitu naik 23.30 %/tahun; maka kambing Qurban yang sekarang harganya Rp 1.2 juta; 5 tahun lagi akan menjadi Rp 3.4 juta dan 40 tahun lagi akan menjadi Rp 5.22 Milyar ! Wow nggak masuk akal kah ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi inilah realita uang kita. Gunakan rumus finansial dasar FV=PV*(1+i)^t  maka Anda akan ketemu angka-angka tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap tidak masuk akal membeli seekor kambing seharga Rp 5.22 Milyar ?; Waktu saya berusia 5 tahun tahun harga kambing cuma Rp 1,600 perak. Saat itu (kalau toh saya sudah bisa berpikir) tentu nggak kebayang kalau 40 tahun kemudian harga kambing menjadi Rp 1.2 juta !, tetapi ini sekarang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum harga kambing menjadi Rp 5.22 milyar; sangat banyak yang bisa terjadi terhadap uang fiat kita. Oleh karenanya pemahaman dampak inflasi terhadap daya beli uang kita dalam rentang waktu yang panjang ini perlu kita kuasai agar kita tidak menjadi korban inflasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak-bapak kita, kakak-kakak kita yang lebih dahulu memasuki usia pensiun banyak sekali yang sekarang menderita secara finansial – karena mereka menjadi korban inflasi yang tidak pernah mereka sadari – apalagi lagi meng-antisipasi-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan grafik diatas contohnya. Kalau Anda memiliki saudara tua yang mulai bekerja tahun 60-an; kemudian pensiun tahun 90-an; apa yang terjadi sekarang ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang pensiun yang dikumpulkan dari jerih payah mereka selama 30-an tahun bekerja; nilainya menjadi sangat tidak berarti karena harga kambingpun sudah naik 720 kali dibandingkan dengan harga kambing pada saat mereka mulai bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apakah kita harus rame-rame memindahkan dana pensiun kita pada kambing ? &lt;I&gt;Why not ? &lt;/I&gt; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kambing hanyalah representasi asset riil yang memiliki nilai terjaga; selain ke kambing tentu bisa ke asset riil lainnya berupa Dinar Emas, perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan dan berjibun pilihan investasi benda riil lainnya. Produktif dan insyaallah tidak tergerus inflasi. Wallahu A’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-7839074629552229162?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/11/saatnya-membeli-kambing.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-843370950246352892</guid><pubDate>Sun, 16 Nov 2008 23:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-17T07:04:06.513+07:00</atom:updated><title>Muzara’ah : Revolusi Hijau Yang Insyaallah Segera Bisa Kita Mulai…</title><description>&lt;a href="http://www.dinarworld.com"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px;" src="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/bumikuhijau.jpg" border="0" alt="Bumiku Hijau" /&gt;&lt;/a&gt; Sejak krisis finansial global memuncak pertengahan Ramadhan lalu, saya sibuk mencari buku-buku yang ditulis penulis barat tentang situasi yang sedang terjadi. Penasaran saja, saya ingin tahu apa yang mereka pikirkan tentang ekonomi dunia yang selama ini mereka agung-agungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum banyak memang buku yang keluar semenjak puncak krisis meletus tersebut, mungkin mereka lagi mulai nulis atau bisa jadi lagi bengong melihat apa yang sedang terjadi yang ternyata tidak sesuai dengan teori mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang cukup relevan dan &lt;I&gt;up-to-date&lt;/I&gt; dengan situasi yang ada adalah buku yang ditulis oleh Thomas L. Friedman dengan judul  &lt;I&gt;Hot, Flat, and Crowded &lt;/I&gt;. Penulis ini sangat terkenal karena sebagai &lt;I&gt;columnist&lt;/I&gt; di  &lt;I&gt;The New York Time&lt;/I&gt; , tiga kali dia mendapatkan &lt;I&gt;Pulitzer Price&lt;/I&gt;. Tiga bukunya terdahulu selalu menjadi &lt;I&gt;best seller &lt;/I&gt; dunia, diantaranya buku yang berjudul &lt;I&gt;The World is Flat &lt;/I&gt; (2005). Nampaknya buku yang terakhir ini merupakan semacam lanjutan dari buku sebelumnya, &lt;I&gt;The World is Flat &lt;/I&gt; tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menarik tentang isi buku ini ?; Friedman menggambarkan dunia ini sekarang sebagai dunia yang panas, datar dan penuh sesak.  Dunia yang panas , datar dan penuh sesak ini akan menggerakkan lima masalah besar berikutnya yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ketidak seimbangan antara &lt;I&gt;supply &amp; demand &lt;/I&gt;dibidang energy.&lt;br /&gt;• &lt;I&gt;Petrodictatorship&lt;/I&gt; yaitu diktator-diktator baru yang memperoleh kekuasaannya melalui kekayaan energy minyak.&lt;br /&gt;• Perubahan iklim.&lt;br /&gt;• Kemiskinan energy, semakin banyak penduduk dunia yang tidak mampu membeli energy yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;• Hilangnya &lt;I&gt;biodiversity &lt;/I&gt; yaitu punahnya berbagai jenis tanaman dan hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kembali memimpin dunia menurut Friedman;  Amerika yang sejak peristiwa 9/11 digambarkannya sebagai bangsa yang kehilangan arah yang pembawaannya dia sebut sebagai &lt;I&gt;Code Red&lt;/I&gt; yaitu inginnya perang melulu dan menganggap semua orang sebagai ancaman; sekarang harus menjadi Amerika yang membawakan &lt;I&gt; Code Green &lt;/I&gt; yaitu memimpin dunia dengan revolusi hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi hijau ini tidak terbatas pada pengembalian &lt;I&gt;biodiversity&lt;/I&gt; tanaman-tanaman dan hewan, tetapi juga pada arah implementasi &lt;I&gt;clean energy, efficiency energy &lt;/I&gt;dan konservasi. Hanya melalui revolusi hijau inilah menurut Friedman Amerika akan bisa berjaya kembali memimpin dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Friedman adalah orang yang anti Islam dan tidak segan-segan menunjukkan kebenciannya pada Islam. Dalam bukunya yang terakhir ini misalnya dia menyebut Islam sebagai agama yang akarnya berasal pada jaman pra-modern dan tidak bisa mengikuti perkembangan jaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah salah besarnya Friedman dan para pemikir barat lainnya; juga para pemikir negeri ini yang kebarat-baratan.  Karena pikiran mereka terkunci oleh dogma mereka sendiri yang menganggap Islam terbelakang; mereka tidak bisa mengambil manfaat dari lautan sumber ilmu yang tidak akan habis-habisnya yaitu Al-Qur’an dan Al-hadits itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang mereka sebut sebagai Revolusi Hijau dalam mengantisipasi krisis berikutnya misalnya; Islam punya konsep Muzara’ah yang sudah pernah saya tulis &lt;a href=http://geraidinar.com/2008/07/muzaraah-cara-islami-untuk.php&gt; 17 Juli 2008 &lt;/a&gt; lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga tuntunan Islam yang sangat jelas dari Al-Qur’an bagaimana mengantisipasi krisis yang akan datang dengan konsep nabi Yusuf dalam Surut Yusuf 43-48 yang sudah saya uraiakan pada tulisan saya tentang &lt;a href=http://geraidinar.com/2008/11/manhaj-islam-dalam-mentantisipasi.php&gt; Manhaj Islam dalam Mengantisipasi Krisis &lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat ini memiliki sumber Ilmu yang bisa digali tanpa habisnya, yaitu Al-Quran dan Al Hadits. Sebagai agama akhir zaman, sumber Ilmu tersebut juga kita yakini akan selalu valid dan up-to-date sampai kapanpun. Dengan sumber ilmu yang begitu agung dan komprehensive tersebut, tidak seharusnya umat ini menjadi jajahan dunia barat - paling tidak di bidang ekonomi dan pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangannya adalah bagaimana mengamalkan ilmu yang kita gali dari sumber-sumber yang agung tersebut; jangan sampai justru umat lain - yang membenci Islam - yang duluan mengamalkan apa yang seharusnya kita amalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi hijau lebih pantas kita duluan yang mengembangkan dan mengaplikasikannya karena kita punya konsep Muzara’ah yang sudah sangat detil ditulis ilmunya oleh para ulama kita terdahulu. Perintah untuk bercocok tanam secara sungguh-sungguh-pun sudah ada di surat Yusf tesebut diatas. Lantas yang kurang apa ?, ya amal itu lagi yang kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita sungguh-sungguh mengamalkan ajaran kita, maka bukan Amerika yang akan memimpin dunia; tetapi kitalah yang akan memimpin dunia – mungkin bukan pada zaman kita, tetapi janji Allah pasti benarnya.  Tinggal kita memilih peran kita, ikut sebagai sebab atau puas hanya sebagai akibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. &lt;/I&gt; (QS 3:139).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika masih akan sibuk merumuskan &lt;I&gt;Code Green&lt;/I&gt; atau Revolusi Hijau mereka; Untuk kita hal ini sudah tamat dibuat; blue-printnya, aturan mainnya dlsb. sudah sangat jelas ditulis para ulama dengan mengikuti Al-Qir’an dan al Hadits; kita tinggal mengamalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya menulis tulisan pertama saya tentang Muzara’ah bulan Juli lalu, saya banyak menerima ‘tantangan’ dari para pembaca untuk mewujudkannya. Sama dengan gerakan Dinar yang awalnya pemikiran dan sekarang kita alhamdulillah sudah dalam proses implementasinya; maka gerakan Muzara’ah untuk menhgijaukan bumi ini juga insyaallah akan segera mulai.&lt;br /&gt;Bahkan bagi yang berminat ikut terjun menaman pohon; baik untuk investasi maupun untuk amal jariyah sudah dapat mulai mendaftarkan diri di &lt;a href="http://www.dinarworld.com"&gt; DinarWorld.Com.&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda belum  perlu membayar apapun sekarang, karena kami masih menegosiasikan tanah pertama yang akan kami jadikan proyek percontohan untuk Muzara’ah ini. Tetapi dengan Anda mendaftar (hanya bagi yang berminat), kami akan dapat memperkirakan – berapa luas lahan yang akan kita ambil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon do’a restunya agar niat baik ini dapat terlaksana; agar juga kita mendapatkan ladang amal baru yang tidak hentinya mengalir pahalanya sebagaimana hadits berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt; “Tidak ada bagi seorang muslim yang menanam tanaman, kemudian ada burung atau manusia, atau binatang ternak memakannya, kecuali baginya sedekah” &lt;/I&gt; HR. Bukhari Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan kalau kita masing-masing kita bisa menaman 1000 pohon di tanah 1 ha, yang &lt;I&gt;overall investment cost&lt;/I&gt;-nya ‘hanya’ sekitar 50 – 80 Dinar – berapa banyak burung, hewan dan manusia bisa mengambil manfaatnya ? Selain kita sendiri juga mendapat manfaat tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah memudahkan kita merealisasikan niat yang sungguh-sungguh ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-843370950246352892?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/11/muzaraah-revolusi-hijau-yang-insyaallah.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-7469722529377638323</guid><pubDate>Sat, 15 Nov 2008 14:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-16T06:17:10.575+07:00</atom:updated><title>Belajar dari Rupiah, Dollar dan Emas Dalam Empat Dasawarsa…</title><description>Ada kalanya saya terpaksa melanggar aturan saya sendiri untuk tidak menulis di waktu liburan, ini karena godaan untuk menulis begitu tinggi terutama untuk meresponse pertanyaan-pertanyaan kritis dari pembaca blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya ingin meresponse secara umum, pendapat-pendapat yang masih beranggapan bahwa US$ lebih baik dari pada emas atau Dinar. Untuk saat yang pendek seperti yang kita alami beberapa minggu terakhir, bisa saja ini terjadi – tetapi jelas tidak demikian apabila kita bandingkan dalam rentang waktu yang cukup panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/gold40.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px;" src="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/gold40.png" border="0" alt="Rupiah, US$ dan Gold" /&gt;&lt;/a&gt;Perhatikan grafik disamping yang datanya saya ambilkan dari dua sumber yaitu Kitco dan Pacific Exchange Rate Services.  Grafik tersebut menunjukkan nilai tukar US$ terhadap Rupiah dibandingkan dengan harga emas per gram juga dalam Rupiah selama rentang waktu 40 tahun terakhir yaitu tahun 1968-2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mulai tahun 1968; saat itu nilai  tukar US$ terhadap Rupiah adalah Rp 296/US$ dan harga emas berada pada angka Rp 369/gram. Apa yang terjadi 10 tahun kemudian yaitu tahun 1978 ?. Nilai tukar US$ menjadi Rp 442/US$  dan emas menjadi Rp2,746/gr. Artinya selama rentang waktu 10 tahun 1968-1978; Dollar mengalami kenaikan 49 % terhadap Rupiah; sementara emas pada rentang waktu yang sama naik sebesar 645%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan emas yang menyolok terhadap US$ juga terjadi pada 10 dasawarsa berikut-berikutnya. Hanya sekali terjadi US$ lebih baik dari emas kenaikannya dalam Rupiah yaitu pada rentang waktu 1988-1998; inipun hanya karena anomali 1 tahun yaitu 1998 (lihat grafik ) – bukan suatu kecenderungan atau trend dalam dasawarsa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan yang jauh lebih menyolok lagi kalau kita rentangkan 40 tahun sekaligus. Nilai tukar US$ saat ini yang berada pada kisaran Rp 11,150 ,- ‘hanya’ mengalami kenaikan 3,663 % dibandingkan Dollar 40 tahun silam. Coba bandingkan dengan harga emas yang sekarang, pada kisaran harga Rp 266,477/gram – emas telah mengalami kenaikan sebesar 72,202 % terhadap harga emas dalam Rupiah empat puluh tahun silam.!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan emasnya yang mengalami kenaikan harga luar biasa; tetapi Rupiah dan Dollar-nyalah yang memang tidak bisa diandalkan dalam rentang waktu yang panjang. Inilah sebabnya uang dalam Islam adalah benda riil yang memiliki nilai riil seperti emas (Dinar), dan perak (Dirham).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak lagi sebenarnya pelajaran yang bisa diambil dari grafik diatas; misalnya kecenderungan adanya koreksi yang tajam terhadap daya beli Rupiah (dan juga Dollar) di setiap dasawarsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasawarsa 70-an, terjadi di tahun 1979 ketika Rupiah didevaluasi lebih dari 40 % dari Rp 442/US$ menjadi Rp 623/US$. Pada dasawarsa 80-an terjadi pada tahun 1984, ketika Rupiah di devaluasi lagi 13% dari Rp 909/US$ menjadi Rp 1,026/US$.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling parah kita tahu semua yaitu dasawarsa 90-an; tepatnya 1998 ketika  Rupiah terdevaluasi sekitar 70% dari nilai tahun sebelumnya yaitu dari Rp 2,909/US$ (2007) menjadi Rp 10,014/US$ (2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dasarawsa 2000-an; kita dapat melihat tahun ini Rupiah telah mengalami penurunan nilai sekitar 19% dibandingkan dengan rupiah tahun lalu – yaitu dari Rp 9,349/US$ (2007) menjadi Rp 11.150/US$ (2008). Dasawarsa ini masih akan berlangsung 2 tahun lebih; mudah-mudahan dasawarsa ini tidak semakin memburuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya ingin menulis lebih panjang untuk mengantisipasi siklus 10 tahunan berikutnya…; tetapi karena ini hari libur insyaallah saya tulis lain waktu saja. Wallahu A’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-7469722529377638323?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/11/belajar-dari-rupiah-dollar-dan-emas.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-6374595362029289349</guid><pubDate>Thu, 13 Nov 2008 23:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-14T06:22:14.436+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Dinar Solution</category><title>Buku Baru : Dinar Solution !.</title><description>&lt;a href="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/DINARSOL.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px;" src="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/DINARSOL.gif" border="0" alt="Dinar Solution" /&gt;&lt;/a&gt;Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah SWT atas perkenan dan bimbinganNya buku saya yang ke 5 sudah terbut dan mulai hari ini diedarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini diterbitkan oleh Gema Insani Press (GIP), dan insyallah akan segera ada di toko-toko buku besar di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya tulis buku ini semula berjudul PERENCANAAN FINANSIAL BERBASIS DINAR, namun karena isi di dalamnya sangat relevan dengan bagaimana kita mengantisipasi situasi krisis finansial seperti yang melanda dunia dewasa ini – saya sepakat dengan usulan penerbit untuk menerbitkannya dengan judul DINAR SOLUTION atau Dinar Sebagi Solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa bayangkan apabila saat ini Kita berusia 40-an tahun dan sedang berada di puncak karir,  belasan tahun yang akan datang Kita akan ’pensiun’ dari pekerjaan Kita yang sekarang. Berapa biaya hidup Kita saat itu ?, berapa biaya kesehatan Kita ? bagaimana Kita membiayai hidup Kita dan keluarga saat itu ? dan berbagai pertanyaan lain yang kemungkinan Kita tidak siap menjawabnya sekarang. Menjadi semakin sulit di jaman dimana uang kertas tidak menentu nilainya seperti yang kita alami sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah masalahnya, karena mayoritas kita kaum pekerja, kaum eksekutif dan professional tidak siap menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti tersebut diatas pada saat kita masih berjaya di puncak karir, pada saatnya nanti kita ’pensiun’, sangat sedikit dari kita yang bisa mempertahankan kwalitas hidup kita.  Selain kurangnya perencanaan, hal ini juga diperburuk dengan realita mayoritas asset kita  saat itu berupa uang fiat (dalam bentuk pencairan dana pensiun, jaminan hari tua, pesangon dlsb.) yang nilainya terus mengalami penurunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan kwalitas kehidupan di akhir usia ini tidak sejalan dengan ajaran Islam, karena Islam mengajarkan kita untuk mencapai akhir usia yang paling baik, akhir amal yang paling baik dan hari terbaik ketika bertemu Allah SWT sebagaimana do’a yang dicontohkan berikut &lt;I&gt;: “Allhummaj’al khaira ‘umry aakhirahu wa khaira ‘amaly  khawaatimahu wa khaira ayyaami yauma alqooka fiih” &lt;/I&gt;  yang artinya &lt;B&gt;, “Ya Allah jadikanlah yang terbaik dari umurku adalah akhirnya, dan yang terbaik dari amal perbuatanku adalah penutupnya, dan  yang terbaik dari hariku  adalah hari ketika aku bertemu denganMu.”&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya buku ini saya tulis sebagai panduan bagaimana merencanakan dan mengelola urusan finansial jangka panjang, lebih dari itu perencanaan tersebut juga kami buat dalam bentuk Dinar yaitu uang emas Islam yang sudah terbukti lebih dari 1400 tahun berhasil mempertahankan daya belinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena harta bagi seorang muslim hanyalah sebagai alat untuk menunjang tujuan hidupnya yang lebih utama yaitu mencari Ridla Allah semata, maka dalam mencari dan mengelola kekayaan finansial tersebut tidak boleh keluar dari aturan yang syar’i. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta juga berguna bagi muslim bukan hanya untuk kehidupan di dunia tetapi juga berguna untuk kehidupannya yang abadi di akhirat kelak, apabila selama di dunia pemiliknya bisa memanfaatkan harta tersebut di jalanNya. Apabila tidak, maka harta justru akan menjadi beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perspektif manfaat harta yang tidak terbatas pada kehidupan duniawi membuat perencanaan finansial bagi seorang muslim juga harus mencakup hal-hal yang terkait dengan hidup sesudah mati tersebut. Oleh karena alasan ini, maka bagian yang tidak terpisahkan dari perencanaan finansial bagi seorang muslim juga mencakup masalah-masalah yang terkait dengan sadaqah, zakat, wakaf, hibah, wasiat dan tidak kalah pentingnya adalah masalah warisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bisa mencakup seluruh aspek tersebut diatas, susunan buku ini saya tulis sejalan dengan garis waktu (timeline) dari kehidupan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggap sebelum ini kita belum membuat perencanaan finansial yang Islami, maka buku ini mulai dari Bab I menjelaskan pentingnya membuat perencanaan keuangan yang Islami ini. Kemudian menuntun kita memasuki proses pembuatan perencanaan finansial di Bab II. Bab III sampai dengan Bab VI membahas detil perencanaan finansial itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab VII khusus membahas masalah pilihan usaha yang bisa kita persiapkan dan bangun sedini mungkin, agar secara ekonomi kita tetap berjaya sampai akhir hayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan asumsi insya Allah sukses dalam mengimplementasikan rencana finansial kita, maka Bab VIII mulai kita bahas pemanfaatan harta untuk akhirat kita dalam bentuk Zakat. Di Bab IX dibahas hal-hal yang sangat penting dalam kaitan pemanfaatan harta untuk tujuan yang abadi yaitu dalam bentuk wakaf, hibah dan wasiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab I sampai Bab IX menyangkut apa yang kita bisa lakukan dengan harta kita selama kita masih hidup, sesudah wafat tentu juga kita tidak ingin harta yang kita tinggalkan menjadi musibah bagi ahli waris, disinilah pentingnya ilmu waris yang kami bahas secara khusus di Bab X.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan target pembahasan yang begitu luas, rasanya tidak mungkin pula bisa membuatnya terlalu detail dalam satu buku ini. Oleh karenanya kami prioritaskan pembahasan hal-hal yang menurut kami essensial seperti masalah Dinar dan perencanaan finansial itu sendiri, sedangkan hal lain yang sangat penting tetapi banyak sudah buku yang bisa dijadikan referensi seperti zakat dlsb. kami hanya bahas pokok-pokoknya. Kami sangat menganjurkan pembaca buku ini juga mendalami masalah-masalah yang terkait dengan zakat, wakaf, hibah, wasiat dan ilmu waris dari perbagai literatur yang mudah diperoleh di toko-toko buku Islam.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Semoga Allah selalu membimbing hambaNya yang bodoh dan fakir ini; semoga pula buku ini bisa menjadi bagian dari Ilmu yang bermanfaat bagi penulisnya sendiri maupun pembacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Per hari ini buku ini sudah bisa dibeli di &lt;a href="http://www.dinarworld.com"&gt;DinarWorld.Com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-6374595362029289349?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/11/buku-baru-dinar-solution.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-2244873823049431588</guid><pubDate>Thu, 13 Nov 2008 00:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-13T07:40:23.296+07:00</atom:updated><title>Orang Sakit Parah Yang Makannya Banyak…</title><description>&lt;a href="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/gold121108.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px;" src="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/gold121108.gif" border="0" alt="Gold Price at 12/11/08" /&gt;&lt;/a&gt;Kalau kita perhatikan pergerakan grafik harga emas harian dalam US$ dan dalam Rupiah di blog ini selama 6 minggu terakhir, banyak sekali kita lihat keanehan –keanehannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grafik hijau dan kuning yang seharusnya berimpit, sering tidak berimpit atau bahkan berlawanan arah. Ambil contoh grafik yang nampak di layar Anda pagi ini (13/11/07 jam 7 pagi), harga emas dunia dalam US$ menukik tajam – tetapi justru naik dalam Rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terjadi tidak lain karena nilai uangnya yang bergerak berlawanan. US $ semakin perkasa, sementara Rupiahnya semakin melemah. Daya beli emasnya sendiri tetap seperti yang sering saya ungkapkan di blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan awamnya adalah mengapa US$ terus menanjak nilainya ? padahal katanya Amerika-lah pangkal krisis keuangan global ini bermula ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amerika memang sedang krisis berat, bukan hanya sector keuangannya yang luluh lantak tetapi juga sector riilnya yang antri minta pertolongan pemerintah. Justru karena begitu banyaknya yang membutuhkan pertolongan likuiditas, maka begitu banyak pula US$ dibutuhkan di dalam negeri AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang Dollar dari perbagai penjuru dunia disedot balik ke negaranya memalui obligasi pemerintah dan sejenisnya. Maka kembali pada hukum &lt;I&gt;supply &amp; demand&lt;/I&gt; , kalau supply US$ yang ada diperebutkan begitu banyak yang membutuhkan, maka pastilah US$-nya naik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara uang Rupiah yang dipakai untuk membeli US$ menjadi kedodoran, pagi ini ketika menulis artikel ini saya sempatkan menoleh ke US$ gauge yang ada di sidebar blog ini; angka menunjukkan US$ 1= Rp 12,025. Wow !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda nggak perlu cemas, dari yang saya amati setiap Rupiah jatuh pada perdagangan internasional yang terjadi malam hari waktu Indonesia – besuk paginya otoritas moneter negeri ini  akan berjibaku menyelamatkannya. Jadi siang atau sore ini Rupiah insyaallah akan membaik. Lagian siapa yang butuh US Dollar ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena naiknya terus menerus nilai US$ terhadap mata uang lainnya di saat puncak krisis ini,  sulit dicerna oleh oleh kebanyakan oran awam kayak kita. Oleh karenanya setiap mendapatkan pertanyaan masalah ini, saya berusaha membuat analogi yang lebih mudah diterima si penanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini analogi saya yang saya jelaskan kepada orang jawa yang menanyakannya kepada saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masyarakat tradisional jawa, ada anggapan bahwa kalau ada orang yang lagi sakit parah – biasanya sulit makan tentunya; tetapi kali ini tiba –tiba dia minta makanan tertentu dan makannya sangat banyak. Orang-orang yang melihat ini di jawa akan mulai berfikir bahwa si sakit akan meninggal dunia. Konon orang sakit parah yang makan banyak adalah salah satu pertanda dia akan meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Ekonomi Amerika, mereka lagi sakit parah dan saat ini sedang makan makanan kesukaannya (US$ ) dengan sangat banyak – sampai menyulitkan orang lain yang membutuhkannya (US$). Konon mereka juga akan ‘meninggal dunia’.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena akan 'mati'-nya ekonomi Amerika ini terungkap juga dalam &lt;I&gt;The Deal's M&amp;A Outlook 2009 conference &lt;/I&gt; di New York kemarin. Salah satu pembicaranya mengungkapkan bahwa dalam 12-18 bulan kedepan, prioritas industri keuangan Amerika bukan lagi urusan strategis atau pertumbuhan - urusan utamanya adalah berjuang dari hari ke hari agar tetap bisa hidup!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam, hanya Allah yang mengetahui ilmu masa depan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-2244873823049431588?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/11/orang-sakit-parah-yang-makannya-banyak.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-1468542218621287633</guid><pubDate>Wed, 12 Nov 2008 00:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-12T07:19:46.804+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Barack Obama</category><title>Obama Dan Harga Emas Dunia…</title><description>Saya pernah menulis tentang calon presiden AS dari Demokrat ini pada masa kampanyenya &lt;a href=http://geraidinar.com/2008/06/pemilihan-presiden-amerika-serikat.php&gt;bulan Juni lalu &lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Obama akhirnya bener-bener terpilih dalam pemilu pekan lalu, dunia – paling tidak dari sisi ekonomi – sudah sangat banyak berubah. Borok-borok kapitalisme dan industri keuangan yang spekulatif ribawi bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari ini pemerintah dan para Ekonom Amerika sibuk mencari solusi menyelamatkan ekonomi negeri itu. Setelah industri keuangannya luluh lantak, sekarang sector riil mulai berguguran dan antri untuk tindakan &lt;I&gt;bailout&lt;/I&gt; pemerintahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin perusaahaan kebanggaan Amerika Ford dan General Motor harga sahamnya jatuh di bursa, masing-masing turun sebesar 6.79% dan 13.1 %. Penyebabnya adalah disinyalir kuat umur mereka tinggal enam bulan kalau tidak ada injeksi dana segar dari pemerintahnya atau dari sumber lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana muramnya ekonomi AS ini juga tercermin dari pengumuman DHL yang akan menutup operasi domestiknya di Amerika yang berdampak pada 9,500 orang kehilangan pekerjaan. Dittupnya operasi DHL ini mengindikasikan menurunnya jumlah barang/perdagangan yang bergerak di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa yang akan dapat dilakukan oleh presiden termilih AS Barack Obama ?; Dapat dipastikan Obama akan habis-habisan berusaha menyelamatkan ekonomi AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berarti Obama akan berusaha menyelamatkan tidak hanya  sector finansial tetapi juga sector riil, terutama untuk menyelamatkan lapangan kerja – sebagai pemenuhan  janji dia pada rakyat pemilih di AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya akan dapat dilakukan apabila likuiditas cukup tersedia dan nilai US$ tidak terlalu tinggi dibandingkan mata uang kuat lainnya. Kalau mata uang Amerika terlalu kuat seperti hari-hari ini, ekspor mereka tidak dapat bersaing dan banyak industri mereka yang harus ditutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau US$ yang sekarang sangat tinggi dan akan berbalik menurun kedepan, maka harga emas dunia akan bergerak sebaliknya yaitu dari posisi sangat rendah sekarang berbalik naik secara significant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan emas dalam kaitan dengan siapa yang berkuasa di Amerika ini dapat dilihat di grafik dibawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga emas pernah naik sangat tajam ketika yang berkuasa Demokrat, yaitu antara 1977-1980 ketika presiden Amerika di pegang Jimmy Carter. Namun juga pernah mengalami penurunan yaitu tahun 1993-2000 ketika presiden Amerika di pegang Bill Clinton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya cenderung berpendapat harga emas akan mengulangi sejarah jamannya Jimmy Carter. Yaitu harga emas akan kembali melonjak di jaman Obama ini. Mengapa demikian ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/gp1.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px;" src="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/gp1.png" border="0" alt="US$ Index vs Gold Price" /&gt;&lt;/a&gt; Selain bisa dilihat statistik trend beberapa tahun yang mendahuluinya, juga alasan yang ada  dibelakangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Jimmy Carter berkuasa, beberapa tahun sebelumnya berkuasa pemerintahan republik yang sangat ceroboh yaitu presiden Nixon yang pada tahun 1971 membawa dunia meninggalkan &lt;I&gt;Bretton Wood Agreement &lt;/I&gt;, yang dampaknya seluruh uang di dunia tidak lagi dikaitkan dengan cadangan emas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang kertas yang bisa dicetak semaunya inilah yang melonjakkan harga emas dan puncaknya (bom waktunya) meledak pada saat pemerintahan dijalankan oleh partai lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mendahului Obama ini juga demikian, presiden republik yang ceroboh George Bush  mengumbar ‘pencetakan uang’ dengan berbagai program penyelamatan ekonominya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ditinggalkan Bush sebenarnya hanyalah bom waktu – yang akan meledak dengan hancurnya US$ pada saat pemerintahan sudah di tangan partai lain yaitu Obama yang dari parta Demokrat. Apabila ini terjadi, nggak kebayang tingginya harga emas saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja saya keliru, hanya ditanganNyalah segala Ilmu untuk masa depan. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt;Disclaimer : &lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun  yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya. &lt;/I&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-1468542218621287633?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/11/obama-dan-harga-emas-dunia.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-771573304061148910</guid><pubDate>Mon, 10 Nov 2008 23:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-11T06:51:06.520+07:00</atom:updated><title>Solusi Dari Dunia Dinar…</title><description>&lt;a href="http://www.dinarworld.com"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px;" src="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/dwlogo2.gif" border="0" alt="US$ Index vs Gold Price" /&gt;&lt;/a&gt; Sepuluh tahun lalu ketika krisis moneter melanda Indonesia, sama dengan warga negara lainnya, saya menjadi korban bertubi-tubi dari berbagai segi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabungan saya dalam Rupiah nilainya tinggal seperempatnya, investasi saya di saham hancur lebur dan rumah saya yang saya beli dengan kredit saat itu tiba-tiba bunganya melonjak – bahkan akhirnya bank-nya harus di likwidasi dan bertahun-tahun kemudian saya baru berhasil melacak dan memperoleh kembali sertifikat rumah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari ini krisis sejenis yang lebih mengglobal terjadi, teman-teman saya yang masih punya cicilan rumah di bank masih mengalami hal yang sama. Yang investasi di saham juga mengalami hal yang sama. Hanya Rupiah alhamdulillah masih bernasib lebih baik dari krisis 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ekonomi ribawi yang &lt;I&gt;inherent&lt;/I&gt; dalam uang kertas memang lebih banyak mudharatnya dari manfaatnya; sehingga setiap saat melihat iklan yang mengandung ‘bunga’, saya sangat ingin menulis dibawahnya peringatan yang sejenis dengan peringatan di iklan Rokok “BUNGA BANK ADALAH RIBA MENURUT FATWA MUI 1/2004. SANGAT BERBAHAYA BAGI KEHIDUPAN DUNIA DAN AKHIRAT ANDA”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, kalau Anda karyawan muda - seperti saya dua puluh tahun lalu dan ingin memiliki rumah; (Asumsinya Anda tidak memiliki bekal warisan yang menumpuk) maka pilihan Anda hanya dua. Menabung atau mengambil kredit dari Bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menabung dalam Rupiah untuk membeli rumah bukanlah pilihan yang cerdas, mengapa ?. Tabungan Anda memberikan hasil bersih sekitar 6 % sekarang ; sementara harga rumah mengalami inflasi rata-rata diatas 10 % (11.5% tahun ini). Jadi hasil tabungan Anda hanya separuh dari inflasi. Akumulasi tabungan Anda akan kalah cepat dengan kenaikan harga rumah yang hendak Anda beli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan kedua mengambil kredit dari bank, bank (konvensional) akan memasang klausul bahwa mereka berhak ‘menyesuaikan’ tingkat bunga sewaktu-waktu. Lha kalau lagi krisis seperti ini, kantor Anda mungkin juga lagi sulit – boro-boro naik gaji; lantas bagaimana Anda mengatasi cicilan rumah yang tiba-tiba melejit ?. Inilah jatuh ketimpa tangganya karyawan pada umumya ketika krisis melanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa solusinya ? sederhana , kembali ke mata uang yang adil yang sudah saya buktikan di tulisan sebelumnya dengan formula FV=PV (1+i)^t bahwa  harga barang ketika dibeli dengan Dinar memiliki rata-rata inflasi 0% sepanjang lebih dari 1400 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau anda ingin membeli rumah, menabunglah – tetapi jangan dalam Rupiah karena akumulasi nilainya tergerus oleh inflasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi-solusi berbasis Dinar semacam inilah yang secara riil setahap demi setahap akan mulai kami tawarkan dalam Dunia Dinar secara global melalui situs &lt;a href="http://www.dinarworld.com"&gt;DinarWorld.Com&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situsnya sudah mulai bisa Anda akses, namun barang yang ditawarkan baru sekedar contoh (tapi bisa dibeli beneran). Kalau GeraiDinar.Com focus pada membangun &lt;I&gt;know how&lt;/I&gt; pada aplikasi Dinar; DinarWorld.Com focus pada aplikasinya pada perdagangan yang nyata dan solusi-solusi financial berbasis Dinar lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di DinarWorld.Com nantinya Anda dapat jumpai antara lain hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Barang dan jasa yang dapat dibeli dengan uang dinar Anda; saat ini kami bukan hanya menerima Dinar dari Logam Mulia yang dipasarkan oleh GeraiDinar maupun yang dipasarkan oleh saudara-saudara saya di jaringan Wakalah; tetapi juga Dinar yang diterbitkan di Malaysia maupun Dubai.&lt;br /&gt;• Solusi finansial berbasis Dinar, seperti perencanaan pendidikan, biaya perawatan kesehatan jangka panjang (Long Term Care), pembiayaan perumahan, perencanaan biaya haji dlsb. Untuk produk-produk ini kami mengundang mitra dari Industri asuransi, biro perjalanan haji dan yang sudah intensif bicara dengan kami adalah jaringan BMT.&lt;br /&gt;• Kami juga  akan menjembatani transaksi dari mata uang kertas ke Dinar. Sebagai contoh kalau Anda punya rumah ngganggur tetapi kawatir kalau menjualnya dengan rupiah nilainya terus menyusut; maka Anda dapat menjualnya dalam Dinar – pembeli tetap dapat membeli dalam Rupiah atau dalam Dinar, kalau pembelinya ingin membeli dalam Rupiah – maka kami yang akan mengkonversinya ke Dinar untuk Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/gdstat1.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px;" src="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/gdstat1.png" border="0" alt="US$ Index vs Gold Price" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk rencana-rencana besar tersebut, tentu kami tidak lagi bisa sendirian. Kami mengundang pembaca-pembaca blog ini dapat menjadi supplier atau vendor dari produk barang dan jasa yang akan kita pasarkan melalui DinarWorld.Com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pertumbuhan pengunjung seperti grafik disamping; Insyaallah kita akan tumbuh bersama dalam dunia yang bebas inflasi dan deflasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-771573304061148910?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/11/solusi-dari-dunia-dinar.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>8</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-5453065038409543683</guid><pubDate>Mon, 10 Nov 2008 00:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-10T07:55:52.500+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>BMT</category><title>Satu Langkah  Lagi Dari Gerai Dinar…</title><description>&lt;a href="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/bmt.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px;" src="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/bmt.gif" border="0" alt="MOU With BMT" /&gt;&lt;/a&gt; Pembaca-pembaca blog ini selalau men-&lt;I&gt;challenge&lt;/I&gt; saya dengan hal-hal yang sebagian sudah ada di rencana saya tetapi belum bisa merealisasikannya, atau bahkan sebagian lain memang belum kepikir oleh saya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini tantangan terberat dalam gerakan Dinar ini adalah bagaimana menyebar luaskannya secara ekonomis,  keseluruh masyarakat muslim yang membutuhkan Dinar sampai ke seluruh pelosok nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan kearah sana sudah mulai terang sekarang, alhamdulillah kemarin 09/11/08 pengelola GeraiDinar.Com menanda tangani nota kesepahaman dengan pimpinan BMT Berkah Madani di Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanda tanganan MOU yang disaksikan oleh Wali Kota Depok Bpk. Dr. Ir. H. Nurmahmudi Ismail tersebut juga dihadiri oleh  Ketua Umum Asosiasi BMT Seluruh Indonesia (ABSINDO), Bpk. Aries Muftie dan Ketua I. Bpk Andi Estetiono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah penanda tanganan MOU ini sangat strategis karena lebih dari 3000 BMT di seluruh Indonesia akan dapat menjadi &lt;I&gt;distribution channel &lt;/I&gt; baru dalam penyebaran Dinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi BMT-BMT yang ingin ikut menyalurkan Dinar emas ini, mereka dapat mencontoh model kerjasama GeraiDinar.Com dengan Pusat Kios Dinar di BMT Berkah Madani ; Jl. Akses UI  No 9 Depok  yang resmi beroperasi bersamaan dengan ditandatanganinya MOU tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat di seluruh nusantara yang selama ini kesulitan untuk memperoleh Dinar, dapat mulai menghubungi BMT terdekat. Namun mohon dipahami bahwa bisa jadi BMT yang Anda hubungi juga belum bisa menyediakan Dinar saat itu, tetapi dengan adanya permintaan Anda – BMT tersebut dapat mulai menghubungi kantor asosiasinya di Jakarta atau melaui Pusat Kios Dinar di BMT Berkah Madani – untuk diatur mekanismenya lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama dengan BMT sangat bernilai strategis karena ini bukan hanya masyalah distribusi, tetapi juga penggunaan Dinar sebagai alat produksi bagi usaha kecil dan menengah. Para pemegang Dinar dapat menggunakan Dinarnya sebagai agunan untuk pinjaman di BMT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga akan dimungkinkan muamalah yang difasilitasi BMT seperti produk-produk pinjaman (Qard Hasan), produk bagi hasil (Mudharabah) dlsb. dilakukan dengan menggunakan nilai Dinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga langkah-langkah ini selalu mendapatkan bimbingan dan RidlaNya. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-5453065038409543683?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/11/satu-langkah-lagi-dari-gerai-dinar.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>7</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-621003452845010153</guid><pubDate>Wed, 05 Nov 2008 01:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-05T08:42:00.719+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Manhaj Kenabian</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>resesi</category><title>Manhaj Islam Dalam Mentantisipasi Resesi…</title><description>Kemarin (14/11/08) di Brussels &lt;I&gt;European Commission&lt;/I&gt; memberikan peringatan bahwa secara teknis 15 negara yang menggunakan mata uang Euro telah jatuh kedalam resesi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para ekonom definisi resesi ini adalah pertumbuhan yang minus selama dua kwartal atau lebih secara berturut-turut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan definisi tersebut, Indonesia secara teknis belum (dan mudah-mudahan tidak) mengalami resesi ini. Data BPS terakhir yang saya lihat melalui situsnya menunjukkan PDB kita tumbuh 2.4 % pada triwulan ke 2 (Quarter to Quarter) tahun ini; meningkat dari 2.1 % pada triwulan sebelumnya. Saya belum peroleh data PDB untuk triwulan ke 3, mudah-mudahan juga baik kalau keluar nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mungkin yang menjadi alasan otoritas negeri ini nampak tenang-tenang saja menghadapi krisis finansial global yang mulai membawa resesi ke negara-negara ekonomi kuat seperti Uni Eropa tersebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan mereka tahu apa yang kita tidak tahu, dan mudah-mudahan pula apa yang mereka ketahui (yang kita tidak tahu tersebut) adalah hal yang menyenangkan dan membawa kebaikan pada negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang awam seperti saya (mungkin karena ketidak tahuan saya) hanya bertanya-tanya; apa iya sih negara-negara ekonomi kuat seperti Uni Eropa saja pada berjatuhan ke lembah resesi – sedangkan kita yang lebih banyak berhutang &amp; lebih banyak membutuhkan investor dari luar  – aman-aman saja ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kita juga tahu sebagian pemberi hutang dan investor kita juga datang dari negara-negara yang mengalami resesi tersebut !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, resesi atau tidak – tidak perlu kita permasalahkan. Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana mempersiapkan diri agar kita  siap mengahadapi situasi ekonomi yang buruk kedepan – kalau ini harus terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah kita punya tuntunan yang sempurna, yang kesempurnaannya dinyatakan sendiri oleh Pencipta kita dalam firmanNya  &lt;I&gt; “…… Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu….”&lt;/I&gt; (QS 5:3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tuntunan yang sempurna, agama ini bukan hanya mengatur dengan hukum (syariat)-nya; tetapi juga memberi jalan atau metode (manhaj) dalam segala urusan.&lt;br /&gt;Dalam menghadapi paceklik modern – krisis finansial global misalnya, kita bisa mengikuti manhaj nabi Yusuf yang diceritakan dengan sangat Indah dalam Al-Quran; petikannya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt; “Yusuf berkata: "Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.”&lt;/I&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci mengantisipasi paceklik menurut ayat tersebut adalah gandum yang disimpan dan dibiarkan dibulirnya. Mengapa demikian ?; karena gandum yang dibiarkan dalam bulirnya akan awet tersimpan, tidak busuk dan ketika ditanam lagi sebagai bibit – dia tidak kehilangan daya tumbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panenan umat jaman ini bukan gandum, tetapi bagi yang bekerja bisa saja berupa gaji, bonus, tantiem dlsb. Bagi negara panenan ini bisa berupa minyak bumi, hasil hutan, hasil tambang, hasil laut dlsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi individu mengatisipasi krisis dapat dilakukan dengan mengkonsumsi sebagian yang kita hasilkan, menggunakan uang kertas untuk konsumsi jangka pendek, dan menyimpan sebagiannya di ‘bulirnya’ – yaitu asset lain yang tidak mengalami penurunan nilai. Dinar emas adalah salah satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi negara, mengantisipasi krisis dapat dilakukan dengan mengerem konsumsi sumber daya alam – meningkatkan kemampuan mengolah hasil bumi, hasil laut , hasil hutan, hasil pertanian dlsb. Sampai kebutuhan sandang, pangan dan papan semaksimal mungkin tercukupi dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi negara juga jangan menukar asset riil yang sebenarnya tidak mengalami penurunan nilai ( minyak , gas dan hasil tambang lainnya misalnya), dengan asset yang mudah busuk nilainya seperti US$ dan berbagai mata uang asing lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah kah ini diimplementasikan di jaman sekarang ?. Mungkin tidak mudah memang kalau kita berpikir secara sekuler; tetapi kalau kita sudah berniat sungguh-sungguh untuk mengambil jalan yang sesuai kehendakNya dan dicontohkanNya – maka insyaallah semua akan dimudahkanNya. Wallahu A’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-621003452845010153?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/11/manhaj-islam-dalam-mentantisipasi.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-4400009080863709528</guid><pubDate>Tue, 04 Nov 2008 00:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-04T07:53:18.289+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Liquidity Trap</category><title>Waspadai Perangkap Likuiditas…</title><description>&lt;a href="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/ComIndex.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 270px;" src="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/ComIndex.gif " border="0" alt="Commodity Index" /&gt;&lt;/a&gt;Hari-hari ini harga komoditi dunia lagi rendah-rendahnya.. Minyak mentah tinggal US$ 63/barrel atau tinggal hanya 45 % dari harga tertingginya beberapa bulan lalu, bahkan disbanding harga setahun lalu harga minyak mentah ini telah mengalami penurunan hampir 30%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga komoditi lain demikian juga seperti bahan pangan, metal dan tentu saja juga harga emas. Lihat tabel disamping posisinya per minggu lalu yang saya ambilkan dari harian &lt;I&gt;The Economist.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak penurunan harga komoditi setahun terakhir, kita bisa lihat bahwa penurunan harga emas adalah yang paling kecil.  Hal ini menambah satu lagi bukti bahwa emas tidak pernah kehilangan daya belinya terhadap barang-barang kebutuhan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika harga-harga komoditi dunia rendah seperti sekarang ini, bukankah ini baik untuk kita semua ?.  Sesaat bisa jadi demikian, tetapi karena rendahnya harga-haraga ini terjadi pada saat puncak krisis likuiditas melanda dunia – kita perlu waspadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan saya pertengahan bulan lalu &lt;a href=http://geraidinar.com/2008/10/tahapan-dalam-krisis-dan-pengaruhnya.php&gt; Tahapan Dalam Krisis dan Pengaruhnya Terhadap harga Emas &lt;/a&gt;, saya memberi ilustrasi grafis bagaimana harga emas justru rendah di puncak krisis – maka demikian pula-lah perilaku harga komoditi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun harga adalah fungsi &lt;I&gt;supply &amp; demand &lt;/I&gt;, ketika &lt;I&gt;supply&lt;/I&gt;-nya tetap sedangkan &lt;I&gt;demand&lt;/I&gt;-nya menurun – maka harga pasti turun.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum &lt;I&gt;demand&lt;/I&gt; terhadap komoditi-komoditi global turun karena likuiditas untuk membelinya yang menyusut. Tentang penyusutan likuiditas ini pernah saya tulis bulan lalu juga pada artikel &lt;a href=http://geraidinar.com/2008/10/kemana-menghilangnya-likwiditas-uang.php&gt; Kemana Menghilangnya Likuiditas &lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusutnya likuiditas inilah yang kita perlu waspadai. Dalam tulisan saya bulan lalu tersebut saya menjelaskan bagaimana bank menggandakan likuiditas berpuluh kali lipat melalui proses &lt;I&gt;money creation &lt;/I&gt; dalam system &lt;I&gt; fractional reserve banking &lt;/I&gt;. Penggandaan uang ini terjadi ketika uang yang sama diputar sekian kali melalui pinjaman antar bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya kalau proses pinjam-meminjam antar banknya ini terganggu ? likuiditas akan drastis menyusut. Ketika otoritas moneter negara-negara besar berusaha meningkatkan likuiditas ini dengan meningkatkan &lt;I&gt;base money &lt;/I&gt;  M1, tetapi kemudian bank-bank takut memberikan kredit ke bank atau institusi lain – maka peningkatan &lt;I&gt;base money &lt;/I&gt;  M1 ini tidak menambah likuiditas di pasar secara berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi ini dalam ilmu ekonomi moneter disebut &lt;I&gt; liquidity trap &lt;/I&gt; atau saya alih bahasakan menjadi Perangkap Likuiditas. Uang terjebak dalam pundi-pundi bank karena mereka enggan meminjamkannya keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keengganan mereka mengedarkan uang ini bisa jadi karena dua alasan. Pertama mereka kawatir akan kesehatan dan kemampuan mengembalikan dari si peminjam. Kedua sangat bisa jadi bank-nya sendiri yang lagi kawatir terhadap kesehatannya sendiri – mereka sendiri butuh &lt;I&gt;ngekepi&lt;/I&gt; sejumlah besar likuiditas agar tidak oleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi sesudah itu ?; segera setelah kekawatiran mereda – mereka sadar serentak bahwa likuiditas yang ada di pundi-pundi mereka sudah terlalu banyak (karena &lt;I&gt;base money &lt;/I&gt;  M1 yang dicetak berlebih semasa krisis), maka mereka rame-rame akan bingung menyalurkan likuiditas yanga ada. Saat itulah daya beli uang kertas jatuh, dan harga komoditi akan meroket bahkan lebih tinggi dari harga-harga tertinggi sebelumnya. Grafik di tulisan saya bulan Oktober tersebut diatas menjelaskan  hal ini secara visual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa yang bisa kita lakukan secara individu atau keluarga dalam mengantisipasi Perangkap Likuiditas tersebut ?. Perthankan likuiditas jangka pendek Anda misalnya cukup untuk kebutuhan enam bulan sampai setahun mendatang; selebihnya investasikan ke barang-barang yang memiliki nilai riil dan sedapat mungkin berputar (agar tidak menimbun). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinar dan Program Qirad dari Gerai Dinar adalah salah satu saja dari berbagai alternatif yang ada di lapangan. Asal Anda investasi di sector riil dan bukan pada produk-produk keuangan atau pasar modal, insyaallah baik. Wallhu A’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-4400009080863709528?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/11/waspadai-perangkap-likuiditas_3743.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-5441148548671588668</guid><pubDate>Fri, 31 Oct 2008 15:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-31T22:25:07.825+07:00</atom:updated><title>Kembang Gula IMF, Jangan Lagi…</title><description>Saya lahir di salah satu masa krisis multi dimensi di Indonesia awal tahun 60-an; bahkan ingatan saya paling jauh yang selalu jadi mimpi buruk saya dalam berbagai versi adalah ketika berusia 2 tahun (1965). Saat itu saya harus diajak lari oleh kakak perempuan saya karena  pesantren kami yang sangat kecil dikabarkan akan diserbu PKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah kami yang juga kyai di pesantren kecil tersebut bersama para muridnya, setiap saat harus siap berperang – dalam arti harfiah /dengan pedang - untuk bisa mempertahankan eksitensi pesantren dan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang dibidang lain juga terjadi sampai bertahun-tahun kemudian yaitu perang pemikiran di sekolah-sekolah. Ketika saya mulai sekolah-pun ayah kami membekali kami dengan benteng aqidah, untuk bisa melawan pemikiran para atheis kambuhan – yang kemudian disebut bahaya laten PKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang masih saya ingat adalah bekal untuk berjaga-jaga kalau ada guru tk/sd yang punya ajaran nyleneh.  Misalnya untuk merusak aqidah anak-anak dari kecil, anak-anak tersebut diminta berdoa’a kepada tuhannya untuk meminta kembang gula. Kemudia si guru akan membuktikan bahwa dengan meminta kepada tuhannya – anak –anak tersebut ternyata tidak mendapatkan kembang gula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian si guru akan meminta anak-anak berdoa minta tolong kepada Bapak/ibu guru untuk meminta kembang gula; maka saat itu pula kembang gula diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bapak/ibu guru akan mengarahkan bahwa ternyata Tuhan itu tidak ada karena terbukti tidak dapat memberi kembang gula. Sebaliknya bapak ibu guru-lah yang ada – yang bisa memberi kembang gula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa bekal yang diberikan bapak kami ?, sederhana sekali tetapi sangat relevan sampai sekarang sekalipun; yaitu pemahaman bahwa bapak/ibu guru tersebut hanya bisa memberi kita kembang gula – tidak lebih dari itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita minta yang lain misalnya, baju , apalagi minta sepeda (yang saat itu masih barang mewah), minta hujan (karena kampung kami panas) dan minta apa saja kebutuhan kita – tidak ada yang bisa diberikan oleh bapak /ibu guru yang nyleneh tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Allah-lah sebaik-baik penolong; hanya Dia-lah yang melapangkan rizki dan menyempitkannya. Allah pula-lah yang maha tahu apa yang baik diberikan kepada kita pada waktu terbaiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu indahnya ajaran mempertahankan aqidah tersebut, sehingga sampai sekarang-pun tetap relevan untuk menyikapi krisis yang sedang terjadi secara global ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu bahwa sejak krisis finansial global mewabah 7 minggu belakangan ini, sudah enam negara di Eropa Timur yang meminta uluran tangan Dana Moneter Internasional (IMF), yaitu Hongaria, Eslandia, Rusia, Ukraina, Turki, dan Belarus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib sama dialami emerging market di Amerika Latin, dengan Argentina berpotensi terpuruk dalam krisis utang lagi. Di Asia, Pakistan-lah yang mengawali permintaan dana darurat dari IMF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir seluruh Negara yang masuk kategori emerging market tersebut, nilai mata uangnya terpangkas sangat significant – beberapa bahkan mengalami penurunan sampai 80% - mirip yang dialami oleh Indonesia tahun 1997/1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Indonesia kini ?.  Menurut Kompas (31/10) dalam empat minggu terakhir cadangan devisa RI sudah tergerus US$ 4.1 Milyar. Bahkan masih menurut harian yang sama yang mengutip perkiraan salah satu pengamat ekonomi, bahwa BI telah mengeluarkan sekitar US$ 15 Milyar – US$ 20 Milyar untuk menyelamatkan Rupiah !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau krisis financial global ini berlanjut – mudah-mudahan tidak – akankah Indonesia ikut ngantri minta tolong lagi ke IMF seperti cerita 10 tahun lalu ?. Ini yang harus di waspadai bangsa ini, jangan sampai pengalaman pahit tersebut terulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah kepada siapa kita minta tolong ini yang ingin saya fokuskan pada tulisan ini. Jangan sampai kita minta tolong kepada pihak yang bahkan tidak bisa menolong dirinya sendiri….bisa syirik jatuhnya !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankan sama apa yang dilakukan oleh guru-guru nyleneh tahun 60-an yang saya contohkan tersebut diatas,  dengan para ekonom barat atau didikan barat yang mencuci otak kita kita bahwa IMF-lah penolong krisis tersebut ? kepada IMF-lah kita minta tolong saat menghadapi krisis ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga sudah mengalami 10 tahun lalu, bahwa betul  IMF dapat memberi negeri ini pinjaman sekian milyar dollar ke kita waktu itu – tetapi ini tidak lebih dari ‘kembang gula’ yang sama dengan yang diberikan oleh ajaran guru nyleneh tahun 60-an tersebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya pinjamannya yang tidak jelas manfaatnya untuk kita; yang mereka ambil dari kita ternyata jauh lebih banyak. Kawan-kawan yang bekerja di industri telekomunikasi. perbank-an dlsb. tahu betul rasanya bagaimana rasanya perusahaan tempat mereka bekerja lepas ke tangan asing buah dari ‘kembang gula’ IMF  tahun 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis masih mungkin menghinggapi negeri ini dalam hari-hari kedepan; tetapi kalau toh ini terjadi jangan sampai kita rugi dua kali – hilangnya kekayaan negeri ini bersama dengan hilangnya aqidah penduduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kepada Allah-lah kita minta pertolongan; Dan Dia-lah sebaik-baik penolong. Yang dapat diberikan olehNya jauh lebih banyak dan lebih luas dari ‘kembang gula’ bantuan IMF. Tinggal kita meyakiniNya, kemudian menggali segala rahmatNya yang dilimpahkan disekitar kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-5441148548671588668?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/10/kembang-gula-imf-jangan-lagi.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-3521908156351387190</guid><pubDate>Thu, 30 Oct 2008 01:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-30T09:02:51.142+07:00</atom:updated><title>Krisis Finansial di Amerika, Mengapa Kita Ikut jadi Korban…?</title><description>Waktu krismon melanda Indonesia tahun 1997/1998; saya masih punya ibu di Kampung untuk dikunjungi setiap saat.  Kunjungan-kunjungan tersebut selalu menyenangkan karena seperti mengulang masa kecil yang indah-indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya kecil orang-orang di kampung saya bisa hidup nyaris tanpa uang, karena  hampir semua yang kita butuhkan ada di situ. Padi dari sawah kita, sayur tinggal memetik, minyak goreng buat sendiri, memasak dengan kayu bakar dlsb.dlsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika krisis 1997/1998 melanda orang kampung saya sudah mulai kena dampaknya karena mereka makan mie dari terigu yang bahannya diimpor, mereka membeli minyak goreng yang bersaing dengan pasar ekspor, mereka harus memasak dengan minyak tanah (saat itu) yang harganya terus naik, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai-sampai ketika pulang kampung semasa krismon tersebut saya sering mendapat pertanyaan dari orang kampung : &lt;I&gt;“….krismon ki opo to le ? kok urip dadi angel tenan…?.”&lt;/I&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang mirip berulang di sekitar kita sekarang; bukan lagi hanya dari orang kampung nun jauh disana tetapi juga dari orang-orang yang hidup di kota besar seperti Jakarta ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para karyawan yang terancam tidak mendapatkan bonus tahun ini; para buruh pabrik yang pabriknya terancam berhenti, para pedagang yang mulai kesulitan memasarkan barang tertentu….mereka semua punya pertanyaan yang mirip…Mengapa Kita Ikut Jadi Korban ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan detail ekonomi makronya biarlah dijelaskan oleh para pakarnya. Saya hanya berusaha menjelaskannya dengan apa yang saya tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tulisan saya tangggal &lt;a href=http://geraidinar.com/2008/10/kemana-menghilangnya-likwiditas-uang.php&gt;7 Oktober 2008 &lt;/a&gt; lalu saya menjelaskan bagaimana likuiditas semu yang tadinya memang nggak ada, kemudian kembali menjadi nggak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah penciptaan likuiditas semu tersebut dilakukan bersama-sama antara bank satu dengan bank yang lain. Tentu dalam skala masyarakat global di jaman modern ini, penciptaan likuiditas semu juga terjadi antara bank-bank besar dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Lehman Brothers gagal dan harus di likuidasi 15 september 2008; maka dampak menghilangnya likuiditas global tidak bisa dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau uang semu (uang bank) yang di pasar menghilang; apa yang dilakukan pemerintah ?; Agar tidak menyinggung siapa-siapa, saya kasih contoh yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika – tetapi ingat pepatah waktu kita SD…Guru…Berdiri…Murid ….Berlari..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah AS berusaha menyediakan likuiditas di pasaran dengan menurunkan suku bunga supaya kredit berjalan…dan juga mencetak uang; namun karena likuiditas yang menghilang besarnya rata-rata 10-12 kali dari supply uang (M1); maka likuiditas tetep seret – tidak terkejar oleh bertambahnya uang yang dicetak pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka seluruh dunia sekarang masuk dalam jebakan likuiditas atau &lt;I&gt;liquidity trap- &lt;/I&gt;nya Amerika. Meskipun mereka mencetak uang US$ banyak-banyak saat ini, untuk sementara tidak menimbulkan inflasi bahkan cenderung deflasi karena bank-bank mereka mengerem pinjaman. Inilah sebabnya mengapa US$ saat ini nilainya tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahalnya US$ kemudian berdampak pada turunnya nilai tukar berbagai mata uang lain di dunia, termasuk Indonesia tentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mata uang kita nilainya turun, otomatis berbagai kebutuhan kita yang sekian banyak tergantung barang ekspor menjadi lebih mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana kita bisa terlepas pusaran krisis ini ?; maksimalkan kembali penggunaan sumber daya yang ada di sekitar kita, kurangi impor, kurangi hutang. Kalau anda berniat hutang ke bank saat ini saran saya batalkan niat tersebut, bahkan kalau bisa hutang yang ada di lunasi. Wallahu A'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-3521908156351387190?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/10/krisis-finansial-la-amerika-mengapa.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-1724207270740530674</guid><pubDate>Mon, 27 Oct 2008 23:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-28T06:34:50.822+07:00</atom:updated><title>Seandainya Saya Pegang Authoritas Moneter &amp; Bursa Saham Dunia...</title><description>Kita semua tahu bahwa situasi sekarang tidaklah mudah bagi siapapun yang lagi pegang authoritas moneter maupun bursa saham. Saya tidak ngiri dengan mereka yang lagi pegang authoritas tersebut; karena kalau toh saya yang pegang -saya yang bodoh ini belum tentu bisa menjalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sekeadr berandai-andai, justru karena kebodohan saya saya tidak mau berpikir sendiri, saya akan gunakan pemikiran orang lain yang mungkin sangat relevan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya mencari berbagai referensi di internet untuk bahan buku Dinar pertama saya MENGEMBALIKAN KEMAKMURAN ISLAM DENGAN DINAR DAN DIRHAM, ada tulisan menarik dari situs http://www.gold-eagle.com/.  begitu menariknya tulisan tersebut sehingga saya menterjemahkan sebagian besar isinya dan menjadikannya lampiran di buku saya tersebut, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ditulis dengan cara imaginasi, apa yang disampaikan oleh penulis pada tahun 2001 tersebut sangat masuk akal dan dapat menjabarkan solusi yang sangat kompleks menjadi solusi yang menghibur.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis tersebut bukanlah seorang Muslim, namun pemikirannya mirip sekali dengan pemikiran utama di blog ini – hanya tentu di pemikiran Islam aspek-aspek yang masih ribawi harus dihilangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut terjemahan bebas  sebagian besar isi dari tulisan yang menarik tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt; ALTERNATIF MASA DEPAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggilan Untuk Revolusi Semalam &lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kolomnya di Midas bulan 16 Juni, 2001. Chairman dari Gold Anti Trust Action Committee (GATA – Organisasi yang mempromosikan uang emas dan menentang upaya manipulasi harga emas di Amerika –penj.) menulis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;“Sudah beberapa tahun saya ditanya oleh teman-teman dari delegasi GATA - apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah emas; Saya tahu bahwa GATA benar dan saya sudah memanggil Howes dan Venerosos, untuk dimintai pendapatnya mengenai cara terbaik untuk mengurai kekacauan emas yang diorkestrasikan oleh pemerintaahan Clinton.”&lt;br /&gt;“Sebagian besar teman-teman saya pada umumnya datang dengan sikap ‘saya tidak tahu’”. Untuk menggambarkan betapa rumitnya masalah emas ini, keahlian Frank Venoroso dalam menangani krisis dimasa lalu, membuat dia diundang oleh menteri keuangan Mexico dan Chile untuk mengatasi krisis ekonomi yang sangat serius di kedua negara tersebut, ia tahu apa yang harus disarankan kepada mereka, tapi mengenai emas Frank sama sekali tidak tahu.”  &lt;/I&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terhormat Bapak Presiden,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda masih duduk di ruang oval  Gedung Putih dan masih mau mendengar saran untuk menghentikan upaya manipulasi harga emas, berikut adalah saran yang Anda harus lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Anda mungkin akan langsung menolak usul ini mentah-mentah karena dianggap ini terlalu radikal, kalau tidak sungguh revolusioner.  Hanya setelah Anda pikir panjang, Anda akan menyadari bahwa saran ini adalah solusi rasional yang sempurna – tidak ada alternative lain yang se rasional ini. Ini adalah usulan yang sederhana berdasarkan kenyataan bahwa tidak ada alternative lain yang bisa dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua solusi untuk masalah ini, Bapak Presiden.&lt;br /&gt;Solusi permanen, yang secara harfiah benar-benar dapat dilakukan dalam waktu semalam, atau…&lt;br /&gt;Solusi sementara, yang pelaksanaannnya akan berlarut-larut sampai tahun-tahun berikutnya – sementara hasilnya adalah kerusakan lebih lanjut dan melahirkan krisis baru demi krisis baru .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi permanen akan mengatasi masalah demi kepentingan rakyat, atau…&lt;br /&gt;Solusi sementara yang hanya memoles masalah untuk kepentingan para banker.&lt;br /&gt;Tentu saja, saya berasumsi bahwa Anda ingin mendengar tentang solusi permanen tersebut, dan biarlah para banker mencemaskan solusi sementara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mulai dari pengumuman di televisi di seluruh negeri selama satu menit di hari Jum’at sore yang isinya mengumumkan bahwa seluruh perdagangan akan dihentikan pada hari Senen berikutnya, karena hari Ahadnya akan ada pengumuman sangat penting bagi bangsa Amerika yang akan mengubah seluruh cara hidup bangsa ini. Pengumuman singkat yang Anda sampaikan ini harus diulang terus menerus setiap jam sampai Ahad sore, dan menjadi headline  di seluruh media masa hari Sabtu dan hari Ahad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Ahad sore, Anda harus mengumumkan reformasi Anda secara relaks, business-like, tidak dengan mendramatisir situasi. Berikut adalah draft dari pidato Anda.&lt;br /&gt;&lt;I&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Selamat sore :&lt;br /&gt;Jika Anda lagi berdiri, silahkan duduk.&lt;br /&gt;(kenyataannya para pemirsa televisi akan justru langsung berdiri mendekati layer TV mereka masing-masing).&lt;br /&gt;Ketika harus mengambil keputusan antara mengangkat yang jahat dan menekan yang baik, tentu tidak ada pilihan lain kecuali membuang jauh yang jahat dan mengangkat yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlaku secepatnya, Federal Reserve Notes, atau lebih Anda kenal sebagai uang kertas Dollar, dinyatakan tidak berlaku dan bernilai nol, dan tidak lagi menjadi mata uang resmi negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena nilai seluruh mata uang kertas Dollar yang beredar di Amerika Serikat adalah sepuluh kali dari total uang logam, uang kertas Dollar dapat langsung digantikan dengan uang koin yang ada asal nilai uang koin disepakati naik menjadi sepuluh kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana hal ini akan dilaksanakan ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengubah seluruh harga, upah buruh dan catatan akuntansi menjadi dalam sen, dan membaginya dengan angka sepuluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga, teman-temanku warga Amerika, semua harga dibagi sepuluh dan dibayar dalam sen saja.&lt;br /&gt;Semua upah buruh dan gaji pegawai dibagi sepuluh dan dibayar dengan sen saja.&lt;br /&gt;Semua account di bank dibagi dengan sepuluh dan dibayar dalam sen saja.&lt;br /&gt;Semua hutang dibagi dengan sepuluh dan dibayar dalam sen saja.&lt;br /&gt;Semua pajak dibagi dengan sepuluh dan dibayar dalam sen saja.&lt;br /&gt;Semua uang pension dibagi dengan sepuluh dan dibayar dengan sen saja.&lt;br /&gt;Semuanya dan segala sesuatu yang bernilai Dollar atau ada Dollarnya dibagi dengan sepuluh dan dibayar dalam sen saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan mengganti uang Dollar hijau Federal Reserve dengan Dollar merah yang baru dengan nilai tukar satu Dollar baru sama dengan sepuluh Dollar lama, semua harga dan catatan akuntansi juga berkurang dengan factor pembagi sepuluh. Kalau kita gunakan koin yang sudah ada sebagai uang kita yang baru, ini akan memberikan effect yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertukaran uang lama (Dollar kertas) dan uang baru (Dollar baru atau Koin dalam sen) berlangsung otomatis, masa transisi akan berakhir pas tengah malam hari Senin jam 24.00. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama masa transisi sehari ini,  uang Dollar kertas dan Koin dalam sen keduanya berlaku dengan nilai yang baru dan bisa dipertukarkan satu sama lain. Contoh, koran New York Time dapat dibeli dengan uang kertas 1 Dollar atau uang koin 10 sen pada hari Senin – hari transisi tersebut. Tetapi mulai hari Selasa jam 00.00. hanya uang koin 10 sen yang dapat dipakai untuk membayar koran yang sama. Seluruh uang kertas Dollar yang tidak diserahkan ke bank sampai batas akhir Senin tengah malam untuk ditukar dengan uang koin dengan nilai tukar 10 sen untuk setiap Dollar, tidak lagi bisa dipakai sebagai alat pembayaran mulai hari Selasa dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai saat ini sampai Senin tengah malam, seluruh perbatasan pintu masuk ke negeri ini ditutup, semua transfer antar bank secara elektronik dihentikan, dan tidak boleh ada penerbangan internasional menuju negeri ini kecuali yang saat ini masih di udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sedikit alasan sementara kita membubarkan uang Dollar kertas Federal Reserve tetapi mempertahankan Federal Reserve Systems yaitu hanya untuk memproduksi uang koin dalam sen sebagai pengganti uang kertas Dollar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor-kantor The Federal Reserve Bank  dengan ini dinyatakan diliburkan sampai waktu yang tidak terbatas, dan pihak Secret Service, yang memiliki yurisdiksi untuk investigasi pemalsuan uang diinstruksikan untuk menyegel seluruh kantor Federal Reserve dengan segel resmi Presiden Amerika Serikat. Usulan untuk pencabutan  Federal Reserve Act akan disampaikan ke kongres pada kesempatan pertama besuk pagi.  Dengan pencabutan ini, seluruh kepemilikan The Fed akan dipindahkan ke the US Department of the Treasury, yang terakhir ini sekarang mempunyai tugas utama untuk mengawasi agar uang kertas Dollar yang belum diserahkan untuk tidak pernah digunakan lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada alasan pula meskipun uang kertas Dollar dan Federal reserve yang memproduksinya telah tidak berfungsi lagi, tetapi Credit Card Anda tetap dapat berfungsi (dengan mengikuti aturan yang baru).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terhadap seluruh tagihan Credit Card dinyatakan moratorium untuk waktu yang tidak terbatas. Peraturan baru juga akan disampaikan ke Konggres besuk pagi  untuk mengatur bahwa pembelian segala sesuatu yang tidak didukung dengan adanya dana yang memadai dianggap sama dengan membeli barang dengan cek kosong (terlarang). Apabila Anda ingin menggunakan kartu Visa atau Master Card Anda tersebut, pertama Anda dapat mengajukan pinjaman ke bank Anda, kemudian uang hasil pinjaman ini Anda taruh sebagai dana Anda di bank tersebut, lalu gunakan Visa atau Master Card Anda sebagai debit card, setiap pembelian dibebankan langsung ke dana yang memang ada di account Anda tersebut. Menciptakan uang dari langit seperti yang selama ini terjadi dengan Credit Card dinyatakan tidak akan ada lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kabar baik untuk Anda semua bahwa peraturan baru mengenai Credit/Debit Card akhirnya akan membebaskan semua hutang Credit Card Anda. Apapun yang telah Anda beli dengan Credit Card Anda tetap milik Anda dan Anda tidak perlu membayar apapun ke sisa tagihan Credit Card Anda.  Tetapi berhenti hanya sampai disini (tidak ada pembelian baru dengan Credit Card Anda tersebut sejak saat ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua hutang Anda yang lain seperti pinjaman rumah, hipotik, dan pinjaman lainnya tetap syah dan berkekuatan hukum.&lt;br /&gt;Membubarkan uang kertas Dollar,  Federal Reserve System yang terkait uang kertas dan mengatur ulang Credit Cards belum akan cukup untuk menghentikan rejim uang kertas, apabila hutang Federal dalam bentuk Treasury bills, Treasury notes dan Treasury bonds tidak dinyatakan bernilai nol dan tidak berlaku juga. Semua bills, notes dan bonds  adalah sama palsunya dengan uang fiat Dollar yang menghasilkan bunga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya, hasil adalah fungsi dari likwiditas. Apabila Anda lebih suka memegang harta Anda dalam bentuk yang paling liquid, Anda bisa memegangnya dalam bentuk tunai dan ini tidak memberikan hasil. Untuk dapat memberikan hasil uang tunai Anda harus ditukar dengan asset yang kurang liquid, semakin tidak liquid akan semakin tinggi hasil atas uang Anda. Di dalam rejim uang fiat Dollar, Treasury bills, notes dan bonds memungkinkan seseorang memegang tunai dan masih menerima hasil yang baik – yaitu berupa bunga yang dibayar oleh pembayar pajak Amerika. Dan lebih menyakitkan lagi, pembayaran bunga oleh pembayar pajak Amerika tersebut bukan terhadap penguasaan uang tunai yang sesungguhnya – melainkan ‘uang palsu’ yang diciptakan dari langit melalui beberapa ketikan di computer Alan Greenspan's.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah esaynya yang terkenal, Gold and Economic Freedom, Alan Greenspan mengakui :&lt;br /&gt;“Meninggalkan gold standard adalah hal yang dimungkinkan untuk  menciptakan kemakmuran semu dengan menggunakan system perbankan untuk ekspansi kredit secara tidak terbatas. Mereka telah membuat cadangan hanya berupa kertas dalam bentuk government bond melalui serangkaian proses yang rumit – kemudian dunia perbankan menerimanya dan memperlakukannya seolah-olah ini cadangan yang sesungguhnya, yaitu cadangan yang dahulunya berupa emas. Pemegang government bond atau sertifikat deposito yang dihasilkan dari kertas yang tidak ada harganya percaya bahwa ia memiliki hak atas claim yang syah berupa asset yang riil (dahulu standarnya emas), faktanya sekarang sangat jauh lebih besar claim yang akan masuk dibandingkan dengan asset riil yang ada”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita telah mendapatkan jawaban dari yang berwenang bahwa Treasury securities memang sudah seharusnya dinyatakan bernilai nol dan tidak berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang pertanyaannya adalah apakah boleh kita menahan semua kemakmuran yang palsu dengan tidak melanggar konstitusi Amerika Serikat, yang di dalam amendemen ke 5 berbunyi “Tidak ada seorangpun boleh…diganggu hidupnya, kebebasannya atau kepemilikannya tanpa melalui proses hukum yang benar, juga tidak boleh kepemilikan pribadi diambil untuk kepentingan umum tanpa kompensasi yang adil”. Jawabannya adalah: Ya kita boleh melakukannya. Karena semua kemakmuran tersebut (uang kertas, surat-surat berharga dlsb. – terj.) adalah sebenarnya ‘palsu’ (tidak ada nilai yang sesunggguhnya dari kemakmuran tersebut). Sama halnya kalau Anda menemukan uang kertas 100 Dollar yang palsu – uang palsu itu harus diserahkan ke Negara tanpa kompensasi, meskipun Anda menerima uang palsu tersebut melalui perdagangan yang normal dan tanpa Anda mengetahui bahwa uang tersebut adalah palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bursa saham akan ditutup untuk selamanya. Peraturan baru akan disampaikan ke Kongres besuk pagi untuk penutupan bursa saham ini. Mulai saat ini akan dibuat aturan bahwa saham perusahaan hanya bisa dibeli langsung dari perusahaan yang menjual sahamnya, dengan aturan dan jaminan tertulis bahwa nilai saham tersebut sesuai nilai bukunya. Dengan bantuan teknologi hal ini bisa dilaksanakn secara instant. Rumah judi raksasa yang bernama bursa saham tidak akan pernah dibuka lagi. Bursa saham tinggal sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besuk pagi juga akan diajukan kepada Kongres untuk Amendemen terhadap konstitusi Amerika Serikat yang antara lain menyangkut penghapusan pajak individu, tanah dan hibah. Juga Pemerintah Amerika dilarang melakukan usaha komersial dan bersaing dengan warga negaranya sendiri.&lt;br /&gt;Untuk menjamin daya beli tabungan masyarakat tidak akan lagi mengalami penurunan,  transisi yang terencana menuju uang emas dan perak akan segera dipersiapkan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu gram uang perak dengan kadar 0.900 akan menjadi unit mata uang baru yang diedarkan secara parallel dengan uang logam sen yang ada. Percetakan uang Amerika harus segera memproduksi uang koin perak baru dengan berat 5 gram dan 10 gram, dan uang koin perak yang lama tetap dapat diakui sebagai pembayaran dengan memperhitungkan nilai gram perak yang terkandung didalamnya sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang perak  1 Dime = 2.50 gram&lt;br /&gt;Uang perak  1 Quarter = 6.25 gram&lt;br /&gt;Uang perak 1 Half = 12.50 gram&lt;br /&gt;Uang perak 1 Dollar = 26.73 gram&lt;br /&gt;Uang perak baru (Silver Eagle) 1 = 34.56 gram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas senilai berapa sen dalam setiap gram uang perak ? ini akan ditentukan dari waktu ke waktu oleh mekanisme pasar (mengikuti harga perak di pasar internasional).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percetakan uang Amerika juga harus memproduksi uang emas 5 gram dan 10 gram emas dengan kemurnian 0.900 dalam bentuk koin. Nilai uang emas ini dalam sen dan nilai konversi ke uang perak juga mengikuti perkembangan harga emas di pasar. Seluruh uang emas yang sudah ada baik dari dalam negeri maupun luar negeri otomatis diakui dan diterima berdasarkan berat dan kadar emasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan ultimate-nya adalah tercapainya keseragaman system moneter di seluruh dunia dimana 1 gram uang perak menjadi unit satuan transaksi belanja retail sehari-hari, sedangkan 1 gram emas menjadi standar untuk transaksi yang nilainya besar dan untuk perdagangan internasional .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, Anda akan memiliki banyak waktu untuk berfikir malam ini. Untuk mereka yang belum mendengar pengumuman ini, atau perlu klarifikasi lebih lanjut, pengumuman ini akan ditayang ulangkan di seluruh media elektronik malam ini dan besuk. Reformasi ini sepintas mungkin kelihatan berlebihan dan mengguncangkan, namun dalam kenyatannya ini sederhana, dan perubahan ini akan membawa perubahan yang sangat baik untuk kehidupan Anda semua.&lt;br /&gt;Terima kasih atas perhatiannya, dan selamat malam.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian inti dari apa yang harus dilakukan Bapak Presiden. Bila Anda minta pendapat lain seperti ke Ludwig von Mises Institute, mereka akan memberikan pendapat yang sama hanya mereka akan melakukannya dengan esay panjang dan analisa detil tentang apa yang Anda jangan lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bukan ide baru bapak Presiden, Bila Anda sempat membaca tulisan saya  "Don't Delay EURO”, pada situs  http://www.gold-eagle.com/ , Anda akan tahu tulisan tersebut dimuat di Usenet tanggal 16 July 16, 1997. Ada yang memberi tahu saya gara-gara tulisan "Don't Delay EURO" tersebut  membuat  Warren Buffett  yang legendaries memborong stok perak pada tanggal 25 July, 1997. Meskipun awalnya mereka menganggap usulan saya untuk menyatakan uang kertas Dollar atau  Federal Reserve notes bernilai nol dan tidak berlaku sebagai konsep yang anarkis, akhirnya mereka menulis kepada saya bahwa semakin mereka pikirkan semakin mereka menyukai konsep ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkan hal ini Bapak Presiden, pada waktunya Anda akan setuju bahwa inilah satu-satunya jalan bagi kita untuk lepas dari kerusakan katastropik yang ada di depan mata. Inilah cara kita kembali ke rezim uang yang jujur  dan mencegah kerusakan katastropik terulang di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proposal ini tidak ditulis diatas batu. Ini terbuka untuk kritik dan proposal tandingan. Maksudnya agar membuka debat konstruktif bagaimana kita bergerak dari situasi sekarang ke situasi yang akan datang yang lebih baik.&lt;/I&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J.N. Tlaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memuat kutipan ini, saya bukan bermaksud pesimistis terhadap system yang ada sekarang; justru sebaliknya saya ingin memberi contoh pemikiran yang tidak biasanya-barangkali dengan pemikiran yang tidak biasa inilah solusi krisis financial (yang juga tidak biasanya) ini bisa diselesaikan. Wallahu A'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-1724207270740530674?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/10/seandainya-saya-pegang-authoritas.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-195196931350212491</guid><pubDate>Mon, 27 Oct 2008 01:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-27T08:41:25.662+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Lowongan Kerja</category><title>Kesempatan Berkarir dan Tumbuh Besar Bersama GeraiDinar.Com…….</title><description>Kalau diibaratkan bayi; GeraiDinar.Com saat ini berusia 10 bulan dan lagi lucu-lucunya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bayi, ia tumbuh dengan sangat sehat dengan jumlah hits melebihi 1.5 juta…lihat grafik pertumbuhannya di samping…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/gdstat1.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px;" src="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/gdstat1.png" border="0" alt="Gerai Dinar Statistic" /&gt;&lt;/a&gt; Sebagai bayi, dia juga harus berhadapan dengan gejolak finansial dunia yang sangat dasyat…alhamdulillah dia terbukti survive dan malah menunjukkan keperkasaannya , lihat grafik pada posisi pengunjung dlsb bulan Oktober 08…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana bayi, dia saat ini juga memerlukan pengasuh yang telaten, teliti,amanah, jujur, sabar, hati-hati, kreatif dan memiliki kompetensi yang memadai…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andakah pengasuh GeraiDinar.Com ini ?...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama yang akan kami ajak untuk mengasuh GeraiDinar.Com selain memiliki kriteria tersebut diatas, juga harus memiliki kwalifikasi berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) D3/S1/Mahasiswa S1 Tingkat Akhir dengan Jurusan Akuntansi&lt;br /&gt;2) Mahir dengan seluk beluk komputer dan internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda tertarik silahkan kirim email ke saya dengan menyertakan CV, Phasphoto, Transkrip D3/S1 (sampai semester 6 atau 7 bagi yang belum lulus) dan menyebutkan gaji yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GeraiDinar.Com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-195196931350212491?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/10/kesempatan-berkarir-dan-tumbuh-besar.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-1415128313497306366</guid><pubDate>Sun, 26 Oct 2008 08:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-26T15:19:03.779+07:00</atom:updated><title>Korelasi Antara Harga Minyak Dengan Harga Emas…</title><description>Dalam tulisan saya tentang &lt;a href=http://geraidinar.com/2008/10/dunia-tanpa-inflasi-deflasi-mungkinkah.php&gt; Dunia Tanpa Inflasi/ Deflasi &lt;/a&gt; saya memberi bukti perhitungan bahwa hanya dengan inflasi rat-rata 0% -lah yang memungkinkan harga kambing sekarang dalam Dinar sama dengan harga kambing di jaman Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa berarti kalau uang kita Dinar harga-harga tidak pernah naik ?; pernah juga cuma penyebabnya bukan karena menurunnya nilai uang yang dicetak terus – melainkan karena effect &lt;I&gt;supply &amp; demand &lt;/i&gt; saja. Penjelasan masalah ini ada di tulisan saya tentang&lt;a href=http://geraidinar.com/2008/01/perbedaan-inflasi-yang-dhalim-dengan.php&gt;Perbedaan Antara Inflasi yang Dhalim dengan naik-Turunnya Harga yang Fitrah &lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya membuktikan nilai inflasi Dinar rata-rata selama 1400 tahun adalah nol dengan perhitungan harga kambing; argumen ini seting tidak acceptable bagi kawan-kawan saya yang ekonom. Banyak alasannya, tetapi yang paling sering diajukan adalah kambing tidak merepresentasikan harga barang-barang dan jasa – apalagi di jaman modern ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya dalam beberapa tulisan, saya ambil juga komoditi yang sifatnya universal – yang naik turunnya menyebabkan naik turunnya komoditi lainnya – yaitu minyak. Data harga minyak dan harga emas real time bahkan selalu dapat diikuti pembaca di salah satu gauge yang ada di blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/gor1008.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px;" src="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/gor1008.png" border="0" alt="Gold Oil Ratio" /&gt;&lt;/a&gt; Kalau data harga minyak rata-rata tahunan (US$/barrel) dan harga Emas rata-rata tahunan (US$/Oz) sejak selesainya Perang Dunia II kita sandingkan, maka kita akan dapat melihat hasilnya seperti grafik disamping. (Grafik ini merupakan update dari grafik sebelumnya dengan data 2008 per 24/10/08)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal yang bisa diceritakan tentang grafik tersebut; antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Harga Emas terbukti berkorelasi positif dengan harga minyak selama lebih dari 60 tahun terakhir; kalau dihitung secara statistic &lt;I&gt; Coeffcient of Correlation &lt;/I&gt;-nya bahkan lebih dari 90 %.&lt;br /&gt;2. Karena minyak merepresentasikan harga-harga dari barang dan jasa lainnya, maka grafik tersebut juga membuktikan emas tidak pernah kehilangan daya belinya.&lt;br /&gt;3. Selama lebih dari 25 tahun (1945-1971) ketika emas dijadikan standar bagi mata uang melalui Bretton Woods Agreement; ternyata harga  minyak relatif stabil karena hanya naik dari US$ 1.6/barrel(1945) menjadi US$ 3.6/barrel (1971) saja. Seandainya Amerika Serikat tidak mengingkari Bretton Woods Agreement maka harga minyak mentah dunia saat ini hanya sekitar US$ 7/barrel. &lt;br /&gt;4. Ketika gold standard ditinggalkan, berupa pengingkaran Bretton Woods Agreement oleh pemrakarsanya sendiri – Amerika Serikat; maka mulai saat itulah harga minyak dan harga emas bergejolak tidak terkendali sampai sekarang.&lt;br /&gt;5. Ternyata uang kertas hanya memiliki daya beli yang relatif stabil apabila dikaitkan dengan emas. Lantas mengapa bersusah payah membuat uang kertas kalau &lt;I&gt;reliability &lt;/I&gt; -nya harus dikaitkan dengan emas ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau toh data yang 60 tahun lebih ini yang kita pakai (saya sendiri sebenarnya prefer yang 1400 tahun harga kambing sebagai bukti ! ), maka terbukti bahwa emas-lah uang yang sesungguhnya itu; bukan US$ , Rupiah atau mata uang kertas lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari ini harga emas lagi rendah, namun harga minyak juga rendah, harga saham juga sangat rendah, yang tinggi hanya harga US$...jadi Anda bisa simpulkan sendiri mana yang sebenarnya lagi tidak bener. Ingat timbangan badan di kamar hotel yang saya ceritakan di tulisan sebelumnya. Wallahu A’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-1415128313497306366?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/10/korelasi-antara-harga-minyak-dengan.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-8315906749512610199</guid><pubDate>Fri, 24 Oct 2008 02:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-24T09:24:29.407+07:00</atom:updated><title>Ketika Do'a Tidak Terkabul…</title><description>Pagi ini saya tidak menulis tentang Dinar, juga istirahat tidak mengajak orang beli Dinar karena sejak krisis financial  pembeli Dinar membludak sampai diluar kapasitas unit produksi mitra kita Logam Mulia…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mumpung hari ini adalah hari terbaik yaitu hari Jum’at, saya ingin mengajak ke hal lain yang lebih besar, yaitu nahi mungkar terhadap Riba…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu media nasional ternama pagi ini menulis berita utamanya …Kepercayaan Pasar Belum Pulih….dan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 51.04% sejak Januari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah sekitar satu bulan ini krisis financial melanda dunia dan sampai pagi ini belum nampak gejala-gelaja pemulihannya; mudah-mudahan kali ini kita bisa diselamatkan olehNya sehingga tidak perlu menjadi korban-korban berikutnya dari krisis financial global ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya diselamatkan dari bencana finansial, tetapi juga bencana-bencana lain yang marak di negeri ini seperti Lumpur Lapindo, suhu udara yang tiba-tiba memanas secara drastis, padi unggulan yang malah kopong dlsb.dlsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita berharap diselamatkan, hati kecil kita semua (baik yang di swasta seperti saya, yang di BI, yang di DepKeu, maupun yang di Bursa Efek)  hanya bermohon kepada Allah – karena tiada kekuatan selain Dia untuk menyelamatkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sampai sekarang do’a tersebut belum dikabulkan; mudah-mudahan ini hanya penundaan dari terkabulnya do’a.  Pada saat yang bersamaan kita juga perlu instrospeksi secara nasional, jangan-jangan kita sudah berdo’a tetapi tidak dikabulkan olehNya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri kawatir kalau-kalau yang kedua yang terjadi; maka saya cari referensi apa yang kiranya bisa menjadi penyebab do’a bangsa ini tidak dikabulkan olehNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang besar kemungkinannya menjadi penyebab adalah apa yang saya peroleh dari Kitab Riyadhush Shalihin karya Imam Nawawi berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan Dari Abu Hudzaifah r.a. dari Nabi SAW. Beliau bersabda &lt;I&gt;“ Demi  Dia yang jiwaku di tanganNya, hendaklah kamu memerintahkan kebajikan, dan melarang kemungkaran. Bila tidak, maka Allah akan mengirimkan siksaan padamu, kemudian kamu berdo’a, lantas tidak dikabulkan “.&lt;/I&gt; (HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa kiranya kemungkaran besar yang bangsa ini tidak melakukan pelarangan terhadapnya ?. Salah satunya yang terbesar adalah Riba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ulama-ulama kita telah memfatwakan bahwa bunga bank adalah Riba (Keputusan Fatwa MUI No 1 th 2004) , tetapi tetap saja belum nampak ada yang melakukan nahi mungkar terhadap kemungkaran yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan bukan hanya nahi mungkar yang ada, malah ‘amar mungkar’ yaitu mengajak kemungkaran yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, pernahkan Anda melihat restaurant atau toko makanan yang berani mengiklankan bahwa makanannya mengandung babi ?; Insyaallah tidak pernah. Karena masyarakat akan menentangnya dengan keras; bumbu masak saja baru diisukan mengandung babi sudah tamat riwayatnya di pasar – apa lagi diiklankan mengandung babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak demikian halnya dengan bunga bank (dalam fatwa tersebut diatas termasuk yang dilakukan asuransi, pasar modal, pegadaian dlsb), meskipun dosa terkecilnya lebih berat dari menzinahi ibu sendiri , diancam dihancurkan oleh Allah , kemudian Allah dan RasulNya juga menyatakan perang terhadapnya – industri keuangan kita masih terang-terangan mengiklankan besar-besaran bunga di berbagai media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang sudah melakukan nahi mungkar terhadapnya ? wallahu A’alm, lidah kita semua kelu menghadapi kemungkaran yang sangat besar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui media ini, minimal saya berniat mengajak para ulama dan pemimpin-pemimpin negeri ini untuk mulai berani dan mau melakukan nahi mungkar terhadap kemungkaran yang sangat besar ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa kita harus melakukan ini ?...agar sesuai hadits tersebut diatas, siksaan dicabut dari kita dan do’a kita mulai dikabulkan olehNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konkritnya apa yang bisa mulai kita lakukan ?; kita bisa mencontoh industri periklanan yang sudah berhasil mewajibkan iklan rokok untuk menuliskan dalam setiap iklannya bahwa rokok berbahaya untuk kesehatan bla..bla..bla…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah saya mengusulkan kepada setiap iklan bank , asuransi, pasar modal  dlsb. yang dalam iklannya mengandung unsur bunga; diiklannya harus disebutkan peringatan sejenis di iklan rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya berbunyi : “Berdasarkan fatwa MUI no 1 tahun 2004 Bunga adalah Riba; Riba adalah haram bagi umat Islam dan sangat berbahaya bagi kehidupan dunia dan akhirat Anda”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo siapa yang mau dukung saya untuk Gerakan Anti Riba ini …?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saudara-saudara ku yang kerja di bank konvensional nggak usah risau.., yang dilarang dalam Fatwa MUI tersebut adalah produk yang mengandung Bunga /Riba. Banyak produk Anda yang bagus-bagus yang bermanfaat untuk umat seperti layanan pengiriman uang lewat internet, SMS dlsb. Asal nggak dibumbui bunga, insyaallah barakah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Yusuf Qaradhawi dalam fatwanya yang panjang tentang seorang muslim yang bekerja di bank, beliau juga tidak mengharuskan muslim tersebut serta-merta meninggalkan pekerjaannya – meninggalkan riba iya harus secepatnya; tetapi karena ada nya produk perbankan yang tidak berbau Riba – ya silahkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja menurut beliau bagi muslim yang bekerja di institusi yang mengandung riba,; dia harus menanamkan niat bahwa dia akan menggunakan seluruh pengetahuan dan pengalamannya untuk memberi alternatif yang bebas riba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternatif bebas riba inilah yang kita semua harus upayakan sekarang;   kalau kita lakukan bersama secara besar insyaallah bisa terwujud…yang penting harus ada niat dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun depan akan ada pemilu legislative maupun eksekutif; sampai sekarang saya belum ketemu partai ataupun calon presiden yang memiliki visi ekonomi bebas riba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun pemimpin kita kalau dia tidak mengajak rakyat menjauhkan diri dari riba, maka dia masih akan membawa bangsa ini dihancurkan dan diperangi Allah dan rasulNya (QS 2 : 276 &amp; 279) , artinnya  belum mengajak kita menjadi Hizbullah – yang berarti masih mengajak kita menjadi Hizbussyaiton…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada menjadi hizbussyaiton lebih baik golput; sebaliknya kalau kita ketemu ada partai atau calon presiden yang mau memancangkan niat membawa negeri ini bebas riba; maka itulah partai dan calon pemimpan kita…adakah yang demikian ? saya belum ketemu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kalau diantara pembaca yakin ada partai atau calon pemimpin yang bisa kita andalkan untuk membawa negeri ini ke partainya Allah, partai yang akan membawa ekonomi kita bebas riba – tolong saya dikasih tahu konkritnya program dia apa, biar saya bisa ikut menyebar luaskannya…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-8315906749512610199?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/10/ketika-doa-tidak-terkabul.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-4828715338263747323</guid><pubDate>Wed, 22 Oct 2008 02:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-22T09:29:38.623+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>inflasi</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Deflasi</category><title>Dunia Tanpa Inflasi &amp; Deflasi, Mungkinkah ?</title><description>Krisis financial global yang sedang terjadi ini bagaikan sandwich. Dibawahnya inflasi dan diatasnya deflasi, kita  berada ditengahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berawal dari sumber malapetaka dunia – Amerika Serikat. Mulanya kasus  Bear Stearns yang menjadi pemicu bertambahnya supply uang US$ 150 milyar. Kemudian Fannie Mae &amp; Freddy Mac US$ 200 Milyar ( berpotensi US$ 500 milyar). Kemudin lagi kasus-kasus Lehman Brothers, Mery Lynch, AIG yng semuanya mendorong penambahan jumlah uang hingga US$ 700 milyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan para ekonom sepakat ini belum berakhir, final bailout nanti bisa berkisar antara US$ 2 trilyun – US$ 5 trilyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mary Anne &amp; Pamela Aden dari Aden Forecast (www.adenforecast.com) akan ada jeda waktu sekitar 1 tahun antara proses &lt;I&gt;money creation&lt;/I&gt; dan inflasi; jadi menurut mereka sekitar satu tahun dari sekarang akan terjadi Hyperinflasi yang luar biasa di Amerika yang dipicu oleh &lt;I&gt;money creation&lt;/I&gt; dari serangkaian bail-out tersebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mimpi buruk hyperinflasi tersebut tidak terjadi maka masih menurut Aden Forecast deflasi-lah yang akan terjadi. Ini akan terjadi bila ketakutan bank-bank di Amerika untuk menyalurkan kredit berlangsung terus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau yang kedua ini yang terjadi, maka dunia akan kesulitan likuiditas, industri bisa macet, lapangan kerja semakin menghilang dan berbagi mimpi buruk lainnya juga menjelma menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya Bush ingin memperbaiki rapotnya sekarang dengan meninggalkan bom waktu bagi siapapun penggantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana saja dari kedua hal tersebut terjadi, dampaknya akan sampai ke Indonesia seperti yang kita alami selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa yang bisa kita lakukan ?. Pertama istigfar seperti tulisan saya &lt;a href=http://geraidinar.com/2008/09/menyelesaikan-masyalah-dengan-istighfar.php&gt; bulan lalu, &lt;/a&gt; kemudian mengikuti tuntunan Al-Quran dalam mengantisipasi paceklik global yang antara lain dicontohkan di Surat Yusuf 47-48.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah konkrit berikutnya adalah hijrah dari mata uang yang tidak adil ke mata uang yang adil dan stabil sepanjang jaman yaitu Dinar dan Dirham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa benar dengan mata uang Dinar, mimpi buruk sperti Inflasi dan Deflasi tersebut tidak terjadi ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Inflasi, sejarah telah membuktikannya. Seandainya uang Dinar mengalami inflasi 1 % saja pertahun, maka harga kambing sekarang akan setara dengan 1 Dinar x (1+0.01)^1400 = 1,121,820 Dinar !, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi karena realitanya harga kambing sekarang adalah sama dengan harga kambing di jaman Rasulullah SAW yaitu 1 Dinar, maka inflasi Dinar selama 1400 tahun adalah 0.00%  yaitu 1 Dinar (1+0.00)^1400 = 1 Dinar !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan deflasi ?; penggunaan Dinar harus dipahami dan dijalankan mengikuti syariah Islam; khususnya yang terkait erat dengan supply uang ini adalah larangan menimbun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emas tersedia cukup untuk seluruh umat manusia karena laju pertumbuhannya berkisar 1.5% - 4.0% pertahun; sementara pertambahan jumlah penduduk dunia hanya sekitar 1.2% pertahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emas menjadi tidak cukup digunakan sebagai uang apabila ada yang menimbunnya – inilah mengapa Allah sangat mengancam orang-orang yang menimbun emas (yang berarti juga menimbun harta lainnya). (QS 9 :34-35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sangat mungkin (bahkan sudah seharusnya) kita bisa hidup di jaman yang bebas Inflasi dan Deflasi -  kalau mau kembali ke tuntunan kita yaitu Al-Quran dan Sunnah RasulNya. Bahkan ada jaminan kita tidak akan tersesat selamanya selama kita berpegang pada Al-Quran dan Sunnah RasulNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih kah kita akan berpegang pada pegangan yang lain yang akan menjepit kita bagaikan sandwich ?. Masihkah kita percayai system keuangan spekulatif ribawi yang diperkenalkan dunia barat – yang di negaranya sendiri menjadi pangkal bencana ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah aku sampaikan Ya Allah..., sesungguhnya Engkau maha menyaksikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-4828715338263747323?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/10/dunia-tanpa-inflasi-deflasi-mungkinkah.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-214224223219960533</guid><pubDate>Tue, 21 Oct 2008 00:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-21T07:18:21.195+07:00</atom:updated><title>Kekuatan US$ Yang Meragukan; Rupiah Jangan Panik...</title><description>Pagi ini sebelum saya menulis artikel ini saya sempatkan nengok blog saya sendiri GeraiDinar.Com ini. Bukan hanya bagi pembaca, blog ini juga alat kerja saya untuk bisa mengetahui segala informasi yang saya butuhkan yang terkait dengan perkembangan ekonomi dunia dan harga emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengejutkan saya pagi ini yaitu kekuatasn US$ yang terbaca dari panel US$ Index. Angkanya menunjukkan 83.11 – menurut saya ini angka yang luar biasa tinggi, atau US$ nampak luar biasa perkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung sehari sebelumnya gauge US$ Index telah saya sesuaikan scalenya, kalau tidak maka angka 83.11 tersebut akan melewati batas maximum gauge (mentok) sehingga tidak kelihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah US$ demikian perkasanya hari-hari ini ?. Saya sendiri meragukannya. Bukan gauge saya yang salah karena kalau anda cari informasi tentang US$ Index pada detik yang sama dengan saya nulis ini – maka angkanya dimana-mana menunjukkan angka 83.11 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa kira-kira yang salah ?. Nampaknya ada rekayasa yang luar biasa canggih sehingga para ekonom akan terkelabuhi dengan berbagai indikator atau data yang biasa mereka olah dan cerna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon di salah satu institusi keamanan Amerika ada departemen yang namanya &lt;I&gt;Misinformation Department&lt;/I&gt;, sesuai namanya fungsinya adalah memanipulasi informasi ke publik – sehingga publik mendapatkan informasi yang dimau pemerintah, dan tidak harus informasi yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/usdeath.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px;" src="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/usdeath.gif" border="0" alt="US$ Index vs Gold Price" /&gt;&lt;/a&gt; Keraguan saya akan kekuatan US$ yang sesungguhnya ini bertambah setelah data Money Supply di Amerika sebulan terakhir saya peroleh – sehingga bisa  saya &lt;I&gt;crosscheck&lt;/I&gt; .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di beberapa tulisan saya sebelumnya pernah beberapa kali saya tulis tentang Teori Kwantitas uang yaitu &lt;B&gt;M x V = P x Q&lt;/B&gt; ; M = Jumlah uang beredar’ V = kecepatn uang berputar; P = harga-harga dan Q = Jumlah produk barang dan jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau M bertambah besar, V relatif tetap atau bahkan menurun, Q juga menurun (karena krisis yang sedang terjadi) maka P yang akan mengikuti kenaikan M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau P naik berarti harga-harga barang naik, artinya daya beli US$ seharusnya turun. Kalau US$ turun maka mata uang lainnya harusnya naik – termasuk Rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menurut saya kalau tolok ukur Rupiah kita adalah US$, maka kita tidak perlu terlalu risau dengan nilai tukar – timbangan yang tidak bener jangan terlalu digubris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita yang lagi diet – jangan menimbang badan di kamar Hotel; mengapa ?. karena timbangan badan di kamar hotel akan cenderung memberikan informasi berat badan kita yang lebih rendah.  Mengapa ?; agar kita tidak segan-segan memesan makanan. Dari pesanan makanan inilah hotel memperoleh profit marginnya yang significant. Begitulah nampaknya Amerika mengelola ekonominya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita ingin diet kita sukses, kita perlu timbangan kita sendiri yang kita yakini keakuratan dan kestabilannya. Demikian pula dalam hal mata uang, mata uang apa lagi yang akurat dan stabil sepanjang zaman selain emas (Dinar) dan perak (Dirham) ?. Wallahu A'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-214224223219960533?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/10/kekuatan-us-yang-meragukan-rupiah.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-5228526395195772199</guid><pubDate>Thu, 16 Oct 2008 17:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-17T00:08:27.533+07:00</atom:updated><title>Tahapan Dalam Krisis Dan Pengaruhnya Terhadap Harga Emas…</title><description>Krisis likuiditas dunia rupanya belum menuju perbaikan, bisa jadi sekarang dunia masih sedang menuju puncak krisis. Indikatornya adalah institusi-institusi besar dunia mulai membabi buta menjual assetnya yang berharga – termasuk cadangan emas. – untuk berusaha mengatasi likuiditasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;European Central Bank&lt;/I&gt;(ECB) misalnya , baru ketahuan oleh pasar kalau ternyata mereka telah terpaksa menjual sebagian emasnya  7.6 ton sepanjang pekan lalu.  Menurut &lt;I&gt; MarketWatch &lt;/I&gt;  institusi-institusi besar semacam ECB ini tidak menjual emasnya kecuali karena &lt;I&gt;kepepet &lt;/I&gt;– ya butuh likuiditas tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena situasi &lt;I&gt;kepepet &lt;/I&gt; likuiditas ini menggejala secara luas, maka tidak dapat dihindarkan harga emas dunia jatuh kemarin. Meskipun demikian turunnya harga emas dunia belum tentu sejalan dengan pasar emas lokal; pasar emas fisik khususnya di Indonesia bisa jadi tidak serta merta turun setajam harga emas dunia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama karena emas belum menjadi komponen investasi yang significant bagi investor institusional Indonesia, sehingga tidak banyak yang menjual emas karena memang tidak banyak yang memilikinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua karena bisa jadi problem likuiditas di Indonesia belum separah yang dialami negara-negara lain – mudah-mudahan saja memang demikian, sehingga bagi sebagian besar masyarakat investor belum dalam posisi  &lt;I&gt;kepepet &lt;/I&gt; untuk menjual assetnya yang berharga tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/crisis.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px;" src="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/crisis.png" border="0" alt="crisis stage &amp; gold price" /&gt;&lt;/a&gt;Lantas perlukah sekarang kita memperbanyak komposisi emas atau Dinar dalam investasi kita  - mumpung harga lagi murah-murahnya ?. Jawabannya tergantung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Illustrasi disamping barangkali bisa membantu Anda merencanakan investasi dan proteksi nilai Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sekiranya dana yang kita miliki tersebut akan kita butuhkan dalam waktu dekat  – kurang dari enam bulan ini misalnya – maka menukarnya ke emas/Dinar belum tentu menjadi pilihan yang tepat. Saat Anda butuhkan harga emas/Dinar tersebut bisa jadi masih relative rendah dalam enam bulan kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya bila dana yang Anda miliki akan Anda gunakan untuk keperluan jangka panjang seperti biaya sekolah anak dan naik haji misalnya, maka mengamankannya dalam bentuk asset fisik seperti emas atau Dinar ini bisa jadi kesempatan terbaik Anda saat ini….mumpung uang kertas Anda masih berharga sangat baik sekarang. Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt;Disclaimer : &lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.&lt;/I&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-5228526395195772199?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/10/tahapan-dalam-krisis-dan-pengaruhnya.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-1486990311842136689</guid><pubDate>Thu, 16 Oct 2008 09:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-16T16:53:28.360+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Sunatullah</category><title>Memahami Sunatullah Produk Investasi Anda...</title><description>&lt;B&gt;Sunatullah &lt;/B&gt; dalam bahasa sekulernya kurang lebih adalah apa yang akan berjalan dengan sendirinya  apabila tidak ada upaya manusia untuk merekayasanya. Dalam bahasa keimanan sebenarnya tidak ada yang berjalan dengan sendirinya ini, semua terjadi sesuai kehendak Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih mudah memahami saya ambilkan contoh balon gas yang biasa diikat dengan benang dan menjadi mainan anak-anak kita. Kalau benangnya dilepas dari pegangan kita, apa yang terjadi ? – dengan sendirinya balon akan naik tanpa batas – atas Ijin Allah. Sunatullah balon gas adalah naik karena masa jenis isi balon tersebut lebih rendah dari udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya kalau kita pegang batu bata dan coba kita lepas pegangan kita, apa yang terjadi ? dengan sendirinya batu bata akan jatuh....awas hati-hati kalau mencobanya karena bisa kena kaki !. Sunatullah batu bata dan benda-benda lainnya yang memiliki masa jenis lebih tinggi dari udara akan jatuh bila dilepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari ini nilai Rupiah jatuh, bursa saham di seluruh dunia juga jatuh meskipun berbagai upaya untuk mengangkatnya telah diupayakan oleh otoritas yang canggih-canggih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian ? Uang kertas, kertas saham, bond dlsb. asalnya bernilai sangat rendah mendekati nol (seharga kertas). Kemudian ada pihak yang menjanjikan nilai pada kertas yang asalnya hampir tidak bernilai tersebut. Untuk uang kertas yang menjanjikan nilai tersebut adalah pemerintah; untuk kertas saham dan sejenisnya bisa perusahaan swasta.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi kalau pihak yang berjanji tersebut dikawatirkan tidak atau kurang mampu memenuhi janjinya ? uang, saham , bond dan sejenisnya akan dengan sendirinya berjatuhan nilainya. Jadi dapat kita katakan sunatullah uang kertas, saham dan sejenisnya adalah jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya emas; dalam peradaban manusia manapun – emas selalu memiliki nilai yang tinggi. Tidak ada peradaban manapun dimana manusia menganggap emas tidak berharga. Bahkan emas juga termasuk jenis barang yang akan ada di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai emas hanya turun apabila ada rekayasa untuk menekannya. Lho kok ada pihak yang menghendaki nilai emas turun ?. Menurut para pelaku perdagangan emas di Amerika manusia semacam ini ada dan mereka menyebutnya  &lt;I&gt;the Nice Government Men &lt;/I&gt; mungkin sejenis juga dengan  &lt;I&gt; Men in Black &lt;/I&gt; kali ya :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon menurut mereka kalau harga emas dapat ditekan rendah, US$ akan tetap kelihatan perkasa. Sebaliknya kalau harga emas kembali ke sunatullah-nya, maka dengan sendirinya uang US$ meluncur menjadi tidak berharga. Kalau tertarik Anda bisa elaborate analisa mereka ini antara lain di www.gata.org atau www.goldprice.org.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memahami Sunatullah produk-produk investasi yang ada di pasaran...insyaallah kita tidak akan terkaget-kaget dengan trend-trend jangka pendek, karena kita akan paham betul akan kemana hasil investasi kita dalam jangka panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berinvestasi (dan juga dalam segala aspek kehidupan kita) insyaallah semuanya akan menjadi mudah kalau bisa kita selaraskan dengan kehendak Allah. Kehendak Allah pasti terjadi, jadi kita tinggal ‘menumpang’ pada scenario Allah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya semua akan menjadi sulit kalau kita melawan kehendak Allah, apapun yang kita lakukan akan hancur karena tidak akan ada yang kuasa melawan kehendakNya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt; Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. &lt;/I&gt; (QS 2 : 276 &amp; 279)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha benar Allah dengan segala firmanNya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-1486990311842136689?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/10/memahami-sunatullah-produk-investasi.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-5154458177396387880</guid><pubDate>Wed, 15 Oct 2008 09:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-15T16:40:34.501+07:00</atom:updated><title>Bagimana Menangani Transaksi Mega Dengan Alat Tukar Dinar...?</title><description>Karena getolnya mempromosikan Dinar sebagai solusi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan ekonomi abad ini; Oleh guru saya ekonom syariah kondang negeri ini - bulan puasa lalu saya diberi sejumlah soal untuk bisa dijawab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan ini penting karena pada waktunya kita memperkenalkan solusi Dinar ini kemasyarakat luas, kita akan dihujani pertanyaan-pertanyaan dari berbagai segi dan dari perbagai disiplin Ilmu. Saya akan berusaha menjawab soal-soal rumit tersebut satu per satu dalam sejumlah tulisan insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya pertama begini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Bagaimana Dinar bisa digunakan sebagai alat bayar untuk transaksi-transaksi Mega, misalnya untuk membayar pembelian pesawat Airbus A380 yang harganya sekitar US$ 300 juta ?; harus kah Dinar/Emasnya disediakan secara fisik sejumlah barang yang dibeli ?. Padahal transaksi tentu bukan hanya satu ini, banyak transaksi lainnya. Lantas bagaimana menyediakan begitu banyak emas/Dinar yang dibutuhkan ? &lt;/I&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban saya dari tiga sisi; pertama dari sisi ke-Imanan, kedua dari sisi prinsip dasar ekonomi syariah dan ketiga atas dasar bukti sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama dari sisi ke-Imanan. Islam dan syariatnya kita yakini kebenarannya pada saat diturunkannya, pada saat sekarang dan benar kapanpun sampai akhir zaman. Sebagian kebenaran tersebut bisa kita buktikan langsung, sebagian lain karena kelemahan kita bisa jadi belum bisa kita buktikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita belum bisa membuktikan kebenarannya, bukan berarti syariat agama ini yang salah, melainkan kitanya saja yang belum sampai ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua dari sisi prinsip dasar ekonomi syariah yang sering saya kutip disini adalah penggalan surat Al Hasyr ayat 7 &lt;I&gt; “....supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu.....”&lt;/I&gt;.  Harta berputar- inilah inti dari ekonomi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinar atau uang dalam Islam haruslah selalu berputar, maka dari itu ada larangan keras menimbun harta dalam bentuk apapun (uang kertas, uang Dinar , dan harta-harta lainnya..). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang antara lain berfungsi sebagai ‘timbangan’ untuk menentukan nilai barang-barang dan jasa. Sebaik-baik timbangan tentu timbangan yang adil yang nilainya stabil sepanjang zaman. maka menurut Ghazali hanya emas (Dinar) dan perak (Dirham) – lah yang bisa menjadi timbangan yang adil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai timbangan, tentu jumlahnya tidak perlu sebesar atau sebanyak barang yang ditimbang. Semakin kecil timbangan relatif terhadap barang yang ditimbang – semakin sering timbangan harus dipakai/berputar. Inilah esensinya mengapa harta harus berputar. Agar semakin banyak ‘barang bisa ditimbang’ atau dengan kata lain agar ekonomi berputar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh kita memiliki stok beras 1 Gudang; bagaimana menimbangnya ? tentu kita tidak butuh timbangan sebesar satu gudang beras. Kita bisa timbang dengan timbangan kiloan yang baru akan selesai bertahun-tahun menimbangnya. Kita bisa timbang dengan timbangan kwintal, maka akan selesai beberapa minggu. Kita juga bisa timbang dengan jembatan timbang yang akan selesai dalam beberapa jam saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula kalau kita menangani transaksi Airbus A 380 sebesar US$ 300,000,000,- tersebut diatas; Kalau transaksi tersebut misalnya akan ditangani oleh Gerai Dinar yang kemampuannya baru sampai sekitar 5,000 Dinar (setara sekitar US$ 625,000) per transaksi, maka akan dibutuhkan 480 kali transaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak insyaallah akan terwujud scale-up dari Gerai Dinar menjadi semacam Dinar House (Clearing House-nya Dinar) yang mampu memproses transaksi jutaan Dinar – maka transaksi mega tersebut akan bisa ditangani dalam beberapa kali transaksi saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Dinar dalam jumlah besar tersebut akan ada ?; Sekali lagi tidak harus sebesar/sebanyak barang dan jasa yang ditransaksikan karena prinsip harus berputarnya Dinar, Namun bukan hal yang tidak mungkin bahwa Dinar dalam jumlah yang   besar tersebut akan ada kembali di bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat dari sisi ketiga yaitu sejarah. Ketika Abdurrachman bin Auf wafat beliau meninggalkan warisan Dinar masing-masing 80,000 Dinar untuk setiap seorang istri. Beliau memiliki 4 orang istri. hak seorang istri dari empat istri apabila suami meninggal memiliki anak hanya 1/32 bagian. Artinya Dinar yang ditinggalkan Abdur-Rahman bi Auf saat itu ada sebanyak 2,560,000 Dinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Dinar yang dimiliki Abdurrachman bin Auf tersebut, dan diputarnya dengan benar (karena beliau termasuk satu dari sepukuh sahabat yang dijamin masuk surga) – maka tidak heran seluruh penduduk Madinah saat itu bersekutu dengan beliau dalam hal muamalahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Dinar Abdurrachman bin Auf tersebut ada saat ini, nilainya setara dengan sekitar US$ 320,000,000,-. Artinya harta sebesar Airbus A 380 bisa ditangani transaksinya dengan harta beliau hanya dengan sekali transaksi.saja !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dengan niat yang lurus, kemudian mulai dari apa yang kita tahu dan bisa kita lakukan – maka Insyallah Allah akan memberitahu kita apa yang kita belum tahu. Wallahu A’lam..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-5154458177396387880?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/10/bagimana-menangani-transaksi-mega.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-4168950503121549419</guid><pubDate>Sat, 11 Oct 2008 23:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-12T06:28:37.527+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Musibah</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Riba</category><title>Sikap Dalam Menghadapi Musibah : Tidak Mencari Kambing Hitam…</title><description>&lt;I&gt;Dan apa musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). &lt;/I&gt; (QS 42:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya sedih saya membaca di berbagai media dengan apa yang dilakukan oleh para pemimpin dan authoritas financial negeri ini dalam menyikapi krisis financial global yang sedang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau toh harus ditutupnya bursa dua hari ini musibah, kalau toh jatuhnya Rupiah diatas Rp 10,000,-/ US$ juga musibah – tidak nampak sama sekali di media akan adanya upaya untuk instrospeksi kedalam system itu sendiri. Baik itu system di bursa saham maupun system moneter yang kita anut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ada adalah upaya untuk mencari siapa yang salah dalam kejatuhan IHSG di Indonesia Stock Exchange; siapa yang telah bermain curang, siapa yang meniupkan sentimen negatif, dan siapa yang mengambil manfaat. &lt;I&gt;While&lt;/I&gt; yang jahat memang perlu ditindak, tetapi bukankah kita juga perlu melihat ke system itu sendiri ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh misalnya kita kecurian di rumah kita, pencuri memang perlu kita kejar, laporkan polisi, ditangkap dan dihukum. Tetapi instrospeksi untuk mengevaluasi mengapa kita kecurian juga perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi ita kecurian karena kesombongan kita yang suka pamer kekayaan sehingga mengundang minat pencuri, bisa jadi karena kecerobohan kita karena pengaman di rumah kita yang tidak memadai, bisa jadi pula oleh berbagai penyebab lain yang adanya di kita – bukan menyalahkan pencurinya semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah penyebab kejatuhan bursa misalnya; mungkin memang ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dalam krisis ini. Tetapi mengapa system perdagangan saham di bursa sampai demikian mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ? Saya yakin sebagian besar penyebabnya ada di bursa itu sendiri – bukan dipihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kita sadar bahwa praktek di bursa secara global selama ini telah menyerupai &lt;I&gt;Casino&lt;/I&gt; raksasa, sehingga &lt;I&gt;maisir&lt;/I&gt; dan &lt;I&gt;gharar&lt;/I&gt; atau perjudian dan spekulasi telah merajalela di dalamnya dan bahkan diberikan sarananya seperti transaksi &lt;I&gt;short&lt;/I&gt; dlsb. ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai jatuhnya Rupiah juga demikian, bukankah kita sadar bahwa uang yang kita pegang – uang kertas- memang nilainya sangat relatif ?. Ketika US$ menjadi sangat perkasa dengan US$ Index mencapai 83 akhir pekan ini, mata uang kita yang biasa-biasa saja – pasti jatuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas ketika uang kita jatuh kita malah mencari solusi berlawanan dengan ajaran Agama yang seharusnya menjadi tuntunan kita dalam setiap keputusan ?. Kita menaikkan bunga (menaikkan riba) yang berarti semakin membenamkan negeri ini kedalam  riba yang lebih dalam – bukan meninggalkannya.&lt;br /&gt;Lantas , tidak takutkah kita dengan ayat Allah berikut ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. &lt;/I&gt; (QS 2 : 276 &amp; 279)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kita telah menjadi orang-orang sekuler yang memahami agama sekedar memahaminya. Kemudian ketika kita berada di bursa, ketika kita berada di BI, ketika kita berada di Departemen Keuangan kita lupakan ayat-ayat Al-Quran. Tidak kah terbetik sedikitpun dalam hati menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan kita dalam setiap persoalan khidupan ini ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau barangkali kita lebih percaya kepada ajaran-ajaran textbook ekonomi ribawi yang kita pelajari dari barat – yang ternyata juga tidak berhasil menyelamatkan negerinya dari krisis ini – bahkan menjadi penyebab dari krisis ini ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’alm, saya buka ekonom – dan saya juga bukan ustadz; tetapi  alhamdulillah saya memiliki keyakinan yang kuat bahwa kalau kita kembali ke ajaran Agama kita dengan sungguh-sungguh – insyaallah kita bisa benar-benar keluar dari krisis ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-4168950503121549419?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/10/sikap-dalam-menghadapi-musibah-tidak.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-4200319583859124482.post-195947622157827875</guid><pubDate>Thu, 09 Oct 2008 16:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-09T23:14:23.702+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Gold Price</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>US$ Index</category><title>Dinar Emas Dan Financial Crisis...</title><description>Hampir satu tahun saya menangani blog ini, tidak pernah sesibuk dua hari terakhir. Kemarin saya sampai masuk angin karena tidak sempat makan, hari ini saya baru sempat menulis artikel ini jam 10 malam yang biasanya saya tulis pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemicu kesibukan yang luar biasa ini adalah banyaknya telepon, email dan tamu yang datang yang rata-rata menanyakan tentang Dinar dari A sampai Z. Rata-rata yang kirim email, telepon dan datang mengaku sendiri sebagai ‘pemain baru’ dalam Dinar ini sehingga perlu waktu agak lama bagi saya untuk bisa semaksimal mungkin menjelaskannya. Jadi mohon maaf sekali kalau email atau coment Anda belum mendapat giliran di response.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa diduga yang memicu peminat baru dalam Dinar ini adalah krisis yang sedang melanda dunia saat ini. Ketika nilai saham hancur – bahkan bursannya sempat di skors, dan ketika nilai daya beli uang kertas menurun – salah satu ‘pelarian’ yang fitrah bagi para pemilik uang adalah ke emas yang berarti juga Dinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang hampir selalu saya sampikan adalah dalam berinvestasi, kita harus selalu melihat jangka yang cukup panjang.  Jadi jangan terlalu panik dengan gonjang-ganjing sesaat. Emas/Dinar-pun apabila dilihat dalam jangka pendek juga terus bergejolak, bisa naik dan tentu juga bisa turun. Jadi yang berniat untuk mendapatkn keuntungan cepat dengan berspekulasi di emas, siap-siaplah kecewa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan saya sendiri (saya bisa keliru) dalam beberapa bulan kedepan harga emas akan cenderung tertekan turun dahulu sebelum naik kembali. Mengapa ? karena di Amerika akan ada pemimpin baru. Ada semacam &lt;I&gt;euphoria&lt;/I&gt; di negara yang pemimpinnya baru – sesaat masyarakat akan mempunyai pengharapan yang luar biasa, seolah pemimpin barunya akan dapat mengatasi seluruh masyalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka sadar, bahwa pemimpinnya bukanlah seorang superman – saat itu masyalah yang sebelumnya dihadapi telah menjadi lebih parah kondisinya. Saat itulah emas akan kembali diburu dan tentu naik harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan itu terjadi ?, saya nggak berani memperkirakan waktunya karena saya tidak merasa punya ilmu masa depan. Namun ada yang berani memperkirakan sampai angka harga emas dan waktu kenaikannya seperti kata Donald Luskin, &lt;I&gt;CIO of Trend Macrolytics &lt;/I&gt; seperti disiarkan CNBC malam ini sbb.: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;“Invest in gold as it may hit $2,000 a troy ounce in the next 6 months. Stores of value, long-term stores bedrock of value, like gold, are going to be the best performing assets over the next couple of years". &lt;/I&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/usgold.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px;" src="http://i244.photobucket.com/albums/gg5/geraidinar/usgold.png" border="0" alt="US$ Index vs Gold Price" /&gt;&lt;/a&gt; Luskin mungkin tidak mengada-ada dalam perkiraannya karena berbeda dengan tingginya harga emas Maret lalu  yang disebabkan oleh rendahnya nilai US$; saat ini harga emas tinggi pada saat yang bersamaan nilai US$ juga tinggi yang ditunjukkan oleh tingginya US$ Index.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan US$ Index lebih berpeluang turun (setelah melewati masa euphoria pemimpin baru) oleh berbagi sebab, seperti dampak dari &lt;I&gt;bailout&lt;/I&gt; yang mereka lakukan baru-baru ini, pemotongan suku bungan &lt;I&gt;the fed&lt;/I&gt; dan berbagai penyebab lainnya. Ketika US$ Index turun statistik selalu menunjukkan harga emas naik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya sepaham juga dengan Luskin adalah Dinar/Emas berbeda dengan berbagi bentuk investasi lainnya karena faktor &lt;I&gt;stores of value&lt;/I&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinar/Emas tidak pernah kehilangan daya belinya. Ketika 1 Dinar cukup untuk membeli kambing di jaman Rasulullah SAW lebih dari 1400 tahun lalu, satu Dinar-pun cukup untuk membeli kambing yang besar sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah prediksi Luskin keliru tentang harga emas dan  besuk Dinar harganya turun secara significant dari Rp 1.2 juta ke Rp 1.1 juta, Anda tetap dapat membeli kambing yang besar besuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya beli inilah yang sangat penting kita pertahankan dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ketika kita hijrah dari saham dan berbagai produk turunannya, juga dari deposito ke Dinar/Emas  faktor proteksi nilai (daya beli) yang menjadi pertimbngan utama – bukan keuntungan sesaat yang bersifat semu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ada hal lain yang perlu sangat dipahami dalam mengelolaa kekayaan dalam bentuk apapun – tidak harus Dinar/Emas – yaitu larangan menimbun. Karena panjangnya bahasan ini saya akan tulis terpisah – insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;B&gt;Disclaimer : &lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;I&gt;Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun  yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya. &lt;/I&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4200319583859124482-195947622157827875?l=geraidinar.com%2Fold.php' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://geraidinar.com/2008/10/dinar-emas-dan-financial-crisis.php</link><author>iqbal@geraidinar.com (M. Iqbal)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item></channel></rss>