Kenaikan Harga-Harga dan Kelangkaan...
Pagi ini ketika artikel saya tulis, harga minyak mentah internasional berada pada angka US$ 110/ barrel. Oleh karenanya Harga Dinar ikut tertarik keatas. Tapi kali ini saya ingin menulis sesuatu yang lain yaitu masalah kelangkaan.
Kelangkaan selalu menjadi dalih para ekonom konvensional untuk menjustifikasi kenaikan harga yang terus menerus. Kalau selepas perang dunia kedua harga minyak mentah dunia hanya kurang lebih US$ 1.5/ barrel dan pagi ini US$ 110/barrel - maka kelangkaan sumber daya alam berupa minyak-lah yang dikambing hitamkan.
Konsep ekonomi Islam berdasarkan Kemaha-kayaan Allah dan Keluasan IlmuNya. Allah menyediakan kebutuhan kita secara cukup sampai hari kiamat, tugas kita-lah untuk mencari karuniaNya tersebut. Untuk mencari karuniaNya tersebut, kita tidak boleh berhenti mencari ilmu dan terus membaca ayat-ayatNya baik yang qauliyah maupun yang qauniyah. Keterbatasan ilmu-lah yang membuat para ekonom konvensional mengkambing hitamkan kelangkaan dalam menjelaskan fenomena kenaikan harga-harga. Ilmu seluruh profesor ekonomi ditambah ilmuwan dari seluruh bidang - hanya setitik air dilautan bila diabandingkan ilmu Allah.
Dalam bidang energi misalnya, keterbatasan ilmu manusia sering mengakibatkan krisis energi yang seolah tidak terpecahkan pada zamannya. Baru setelah dilihat sekian puluh tahun atau ratus tahun kemudian manusia bisa belajar betapa konyolnya krisis tersebut. Di Inggris antara tahun 1500-1650 harga kayu bakar dan produk turunannya (maksudnya arang !) mengalami kenaikan sampai 8 kali karena ilmu pengetahuan mengenai energi saat itu di Inggris baru sampai pada kayu bakar dan produk turunannya. Ketika hutan-hutan di Inggris dibabat habis untuk kayu bakar, maka mulailah mereka mengimpor kayu bakar dari negara lain yang berakibat meroketnya harga kayu bakar. Energi dalam bentuk lain belum sampai ilmunya kepada mereka waktu itu.
Manusia di zaman inipun mengalami krisis energi yang serius. Harga minyak mentah yang naik lebih dari 70 kali lipat sejak enam puluh tahun terakhir -sejak berakhirnya perang dunia kedua- dari sekitar US$ 1.5 /barrel menjadi diatas US$ 110/barrel. Berapa harga minyak mentah dalam sepuluh tahun mendatang ? 10 kali dari harga sekarang ? mungkin-mungkin saja.
Dalam beberapa tahun kedepan yang lebih mendasar sebenarnya bukan masalah harga minyak ini, tetapi adalah apakah minyak masih tersedia sebagai sumber energi utama saat itu ? kalau minyak sudah tidak ada, lantas apa yang kita gunakan sebagai energi utama saat itu ?.
Ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu sudah beberapa puluh tahun terakhir ini melakukan berbagai riset dan pengembangan untuk memberikan sumber energi alternatif bagi kelangsungan peradaban manusia kedepan. Meskipun demikian sampai sekarang ilmuwan-ilmuwan diseluruh dunia belum bersepakat sehingga belum memiliki arah yang pasti kemana pengembangan sumber energi alternatif dikembangkan.
Begitu banyak sumber daya dikerahkan untuk mencari sumber energi alternatif mulai dari sinar matahari, gelombang laut, angin, panas bumi, bio disel sampai minyak jelantah, semuanya dicoba untuk dikembangkan – namun adakah cara pencarian yang lebih baik dan lebih efisien dari sekedar mengandalkan ilmu pengetahuan semata ?.
Disinilah letak pentingnya petunjuk itu, kita tidak akan menemukan jawaban yang kita cari kecuali bila Allah menghendaki. Berarti selain berusaha kita harus mohon petunjuk itu. Dan petunjuk inipun sebenarnya bukan sesuatu misteri yang hanya diberikan kepada orang-orang tertentu, petunjuk ini diberikan kepada siapa saja yang bertakwa dan ber sungguh-sungguh berusaha mencarinya. Lantas dimanakah petunjuk itu ? dimana lagi kalau bukan di Al-Quran !, bahkan Allah sendiri yang memperkenalkannya bahwa “Al Qur’an ini tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa” (QS 2:2).
Sebagai petunjuk bagi umat akhir zaman, maka kita yakini seyakin-yakinnya bahwa kebenaran Al-Qur’an adalah berlaku sampai akhir zaman. Dengan demikian maka petunjuk yang ada di dalamnya tentu juga berlaku sampai akhir zaman. Segala sesuatu yang disebut di dalam Al-Qur’an tidak akan pernah out of date sampai akhir zaman. Kemudian karena Al-Qur’an adalah petunjuk bagi manusia maka tidak ada satu arusan-pun yang lepas dari petunjuknnya, apalagi untuk urusan besar yang memenuhi hajat hidup umat seperti urusan energi ini.
Sekarang mudah-mudahan kita sudah yakin bahwa petunjuk itu ada di Al-Qur’an, petunjuk itu pasti benarnya sampai akhir zaman, petunjuk itu tersedia untuk seluruh urusan kehidupan manusia; maka sekarang saatnya kita mencari petunjuk Allah dibidang energi ini. Dari penelusuran saya di ayat-ayat Al-Qur’an; nampaknya energi angin di beberapa ayat secara sangat dominan diindikasikan sebagai sumber Energi. Berikut adalah ayat-ayat tersebut :
• Tuhan-mu adalah yang melayarkan kapal-Kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu.(QS 17:66)
• Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya; mudah-mudahan kamu bersyukur. (QS 30:46)
• Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) -Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur. (QS 31:31)
• Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (QS 54:15)
• Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS 21:81)
• Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. (QS 34:12)
• Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, (QS 25:48)
• Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira. (30:48)
• Dan Allah, Dialah Yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu. (QS 35:9)
• Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya, (QS 38:36)
• Jika Dia menghendaki Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan) -Nya bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur, (QS 42:33)
• Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal. (QS 45:5)
• Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS 2:164)
• Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. (7:57)
Nah dengan begitu banyaknya ayat Allah tentang angin yang mengindikasikannya sebagai sumber energi (yang menggerakkan kapal dlsb), apakah kiranya ayat-ayat tersebut hanya berlaku saat Al-Qur’an diturunkan dimana saat itu kapal memang digerakkan dengan layar/angin ? pasti bukan ini pengertiannya. Karena kebenaran Al-Quran adalah abadi sampai akhir zaman, maka angin sebagai penggerak kapal (bisa berarti pesawat terbang, mobil dlsb) juga akan dapat terus berlaku sampai akhir zaman. Setelah kita yakin dengan petunjuk ini, maka ilmu pengetahuan umat zaman ini dan yang akan datang dapat terus dikembangkan searah dengan petunjuk ini.
Kaidahnya adalah apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi dan sebaliknya yang tidak dikehendaki pasti tidak terjadi, maka akan sangat efisien apabila penggalian ilmu pengetahuan ini sejalan dengan kehendak Allah tersebut. Sebaliknya akan sia-sia lah pencarian ilmu yang tidak dikendaki Allah. Atas dasar keyakinan akan petunjuk ini, maka berikut adalah inti sari ilmu pengetahuan tentang sumber energi alternatif dari angin yang telah diteliti dan dikembangkan umat manusia sampai saat ini :
• Angin dihasilkan melalui proses yang kompleks, namun secara sederhana dapat dijelaskan bahwa angin terjadi karena adanya pergerakan udara yang berbeda suhu. Perbedaan suhu ini akan terus terjadi karena sinar matahari yang mengenai bumi selalu berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya. Karena sinar matahari yang menjangkaunya berbeda, di daerah equator suhu udara akan selalu berbeda dengan suhu udara di daerah kutub, bahkan sama-sama di derah equator sinar matahari yang menyinari wilayah daratan akan menghasilkan suhu udara yang berbeda dengan yang menyinari daerah lautan. Karena suhu di seluruh permukaan bumi akan selalu berbeda, maka angin akan selalu ada sepanjang zaman.
• Para peneliti energi angin telah mengidentifikasi secara kasar bahwa potensi sumber energi dari angin ini 5 kali dari kebutuhan energi dunia dan 40 kali kebutuhan listrik dunia saat ini, jadi sangat memadai untuk kelangsungan peradapan manusia.
• Beberapa negara bahkan telah menggunakan energi angin untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi dari minyak. Tiga negara yang menonjol dalam hal ini adalah Denmark, Jerman dan Spanyol yang masing-masing telah menggunakan energi angin sebesar 20%, 9% dan 7% dari kebutuhan energinya.
• Majalah ilmiah Science yang terbit 24 Juni 2005 telah mengungkapkan bahwa berdasarkan kajian ilmiah yang dilakukan oleh M.Z. Jacobson et al , hydrogen yang dihasilkan melalui proses elektrolisa dengan listrik yang dihasilkan oleh kincir angin (windmills) sudah dapat dilakukan secara ekonomis dengan teknologi yang ada saat ini. Berdasarkan kajian inipula di Amerika serikat tahun 2005 apabila hydrogen dari energi angin digunakan untuk mobil maka biaya bahan bakarnya akan setara dengan US$ $1.12 sampai US$3.2 per gallon gasoline atau diesel, sementara apabila menggunakan gasoline atau diesel mereka membayar sekitar US $ 3.0 per galon (tergantung lokasi). Artinya sejak tahun 2005 tersebut sebenarnya penggunaan tenaga angin untuk menghasilkan listrik, kemudian listriknya digunakan untuk proses elektrolisa untuk kemudian menghasilkan hydrogen telah secara ekonomis layak untuk digunakan menggantikan bahan bakar dari minyak. Setelah hydrogen yang dihasilkan dari tenaga angin ini ekonomis untuk dipakai sebagai bahan bakar mobil, maka tinggal masalah waktu untuk menggunakan bahan bakar ini sebagai bahan bakar pesawat terbang, kapal dlsb.
• Dalam dua puluh lima tahun terakhir biaya produksi Energi dari angin telah turun menjadi seperlimanya sedangkan harga minyak naik hampir tiga puluh kali-nya, artinya dalam tahun-tahun mendatang sumber energi dari angin ini akan menjadi semakin kompetitif.
Dari temuan-temuan ilmiah dibidang energi dari angin yang sejalan dengan ayat-ayat Al-Qur’an tersebut, maka tentu akan sangat efektif sekarang apabila arah pengembangan energi alternatif di negeri ini juga diselaraskan dengan ayat-ayat Allah tersebut diatas. Bukan berarti energi alternatif dari sumber lain tidak boleh dikembangkan, tetapi alangkah baik dan efisiennya apabila kalangan ilmuwan (terutama ilmuwan muslim) mengkaji dan mencari rujukannya dahulu di Al-Qur’an tentang apa-apa yang mereka akan kembangkan setelah itu baru mereka melangkah dengan riset dan pengembangannya dengan selalu menjadikan Al-Qur’an sebagai tuntunannya.
Lantas apa kaitannya dengan harga-harga dijudul tulisan ini ?. Sumber energy dan segala kebutuhan hidup manusia sampai akhir zaman tersedia dengan cukup apabila kita mencarinya dengan petunjuk langsung dari pencipta alam dan sisinya ini yaitu Allah SWT. Jadi tidak ada alasan kelangkaan untuk menjustifikasi kenaikan harga-harga. Wallahu A'lam.
Kelangkaan selalu menjadi dalih para ekonom konvensional untuk menjustifikasi kenaikan harga yang terus menerus. Kalau selepas perang dunia kedua harga minyak mentah dunia hanya kurang lebih US$ 1.5/ barrel dan pagi ini US$ 110/barrel - maka kelangkaan sumber daya alam berupa minyak-lah yang dikambing hitamkan.
Konsep ekonomi Islam berdasarkan Kemaha-kayaan Allah dan Keluasan IlmuNya. Allah menyediakan kebutuhan kita secara cukup sampai hari kiamat, tugas kita-lah untuk mencari karuniaNya tersebut. Untuk mencari karuniaNya tersebut, kita tidak boleh berhenti mencari ilmu dan terus membaca ayat-ayatNya baik yang qauliyah maupun yang qauniyah. Keterbatasan ilmu-lah yang membuat para ekonom konvensional mengkambing hitamkan kelangkaan dalam menjelaskan fenomena kenaikan harga-harga. Ilmu seluruh profesor ekonomi ditambah ilmuwan dari seluruh bidang - hanya setitik air dilautan bila diabandingkan ilmu Allah.
Dalam bidang energi misalnya, keterbatasan ilmu manusia sering mengakibatkan krisis energi yang seolah tidak terpecahkan pada zamannya. Baru setelah dilihat sekian puluh tahun atau ratus tahun kemudian manusia bisa belajar betapa konyolnya krisis tersebut. Di Inggris antara tahun 1500-1650 harga kayu bakar dan produk turunannya (maksudnya arang !) mengalami kenaikan sampai 8 kali karena ilmu pengetahuan mengenai energi saat itu di Inggris baru sampai pada kayu bakar dan produk turunannya. Ketika hutan-hutan di Inggris dibabat habis untuk kayu bakar, maka mulailah mereka mengimpor kayu bakar dari negara lain yang berakibat meroketnya harga kayu bakar. Energi dalam bentuk lain belum sampai ilmunya kepada mereka waktu itu.
Manusia di zaman inipun mengalami krisis energi yang serius. Harga minyak mentah yang naik lebih dari 70 kali lipat sejak enam puluh tahun terakhir -sejak berakhirnya perang dunia kedua- dari sekitar US$ 1.5 /barrel menjadi diatas US$ 110/barrel. Berapa harga minyak mentah dalam sepuluh tahun mendatang ? 10 kali dari harga sekarang ? mungkin-mungkin saja.
Dalam beberapa tahun kedepan yang lebih mendasar sebenarnya bukan masalah harga minyak ini, tetapi adalah apakah minyak masih tersedia sebagai sumber energi utama saat itu ? kalau minyak sudah tidak ada, lantas apa yang kita gunakan sebagai energi utama saat itu ?.
Ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu sudah beberapa puluh tahun terakhir ini melakukan berbagai riset dan pengembangan untuk memberikan sumber energi alternatif bagi kelangsungan peradaban manusia kedepan. Meskipun demikian sampai sekarang ilmuwan-ilmuwan diseluruh dunia belum bersepakat sehingga belum memiliki arah yang pasti kemana pengembangan sumber energi alternatif dikembangkan.
Begitu banyak sumber daya dikerahkan untuk mencari sumber energi alternatif mulai dari sinar matahari, gelombang laut, angin, panas bumi, bio disel sampai minyak jelantah, semuanya dicoba untuk dikembangkan – namun adakah cara pencarian yang lebih baik dan lebih efisien dari sekedar mengandalkan ilmu pengetahuan semata ?.
Disinilah letak pentingnya petunjuk itu, kita tidak akan menemukan jawaban yang kita cari kecuali bila Allah menghendaki. Berarti selain berusaha kita harus mohon petunjuk itu. Dan petunjuk inipun sebenarnya bukan sesuatu misteri yang hanya diberikan kepada orang-orang tertentu, petunjuk ini diberikan kepada siapa saja yang bertakwa dan ber sungguh-sungguh berusaha mencarinya. Lantas dimanakah petunjuk itu ? dimana lagi kalau bukan di Al-Quran !, bahkan Allah sendiri yang memperkenalkannya bahwa “Al Qur’an ini tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa” (QS 2:2).
Sebagai petunjuk bagi umat akhir zaman, maka kita yakini seyakin-yakinnya bahwa kebenaran Al-Qur’an adalah berlaku sampai akhir zaman. Dengan demikian maka petunjuk yang ada di dalamnya tentu juga berlaku sampai akhir zaman. Segala sesuatu yang disebut di dalam Al-Qur’an tidak akan pernah out of date sampai akhir zaman. Kemudian karena Al-Qur’an adalah petunjuk bagi manusia maka tidak ada satu arusan-pun yang lepas dari petunjuknnya, apalagi untuk urusan besar yang memenuhi hajat hidup umat seperti urusan energi ini.
Sekarang mudah-mudahan kita sudah yakin bahwa petunjuk itu ada di Al-Qur’an, petunjuk itu pasti benarnya sampai akhir zaman, petunjuk itu tersedia untuk seluruh urusan kehidupan manusia; maka sekarang saatnya kita mencari petunjuk Allah dibidang energi ini. Dari penelusuran saya di ayat-ayat Al-Qur’an; nampaknya energi angin di beberapa ayat secara sangat dominan diindikasikan sebagai sumber Energi. Berikut adalah ayat-ayat tersebut :
• Tuhan-mu adalah yang melayarkan kapal-Kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu.(QS 17:66)
• Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya; mudah-mudahan kamu bersyukur. (QS 30:46)
• Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) -Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur. (QS 31:31)
• Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (QS 54:15)
• Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS 21:81)
• Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. (QS 34:12)
• Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, (QS 25:48)
• Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira. (30:48)
• Dan Allah, Dialah Yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerakkan awan, maka Kami halau awan itu ke suatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu. (QS 35:9)
• Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya, (QS 38:36)
• Jika Dia menghendaki Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan) -Nya bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur, (QS 42:33)
• Dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal. (QS 45:5)
• Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS 2:164)
• Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. (7:57)
Nah dengan begitu banyaknya ayat Allah tentang angin yang mengindikasikannya sebagai sumber energi (yang menggerakkan kapal dlsb), apakah kiranya ayat-ayat tersebut hanya berlaku saat Al-Qur’an diturunkan dimana saat itu kapal memang digerakkan dengan layar/angin ? pasti bukan ini pengertiannya. Karena kebenaran Al-Quran adalah abadi sampai akhir zaman, maka angin sebagai penggerak kapal (bisa berarti pesawat terbang, mobil dlsb) juga akan dapat terus berlaku sampai akhir zaman. Setelah kita yakin dengan petunjuk ini, maka ilmu pengetahuan umat zaman ini dan yang akan datang dapat terus dikembangkan searah dengan petunjuk ini.
Kaidahnya adalah apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi dan sebaliknya yang tidak dikehendaki pasti tidak terjadi, maka akan sangat efisien apabila penggalian ilmu pengetahuan ini sejalan dengan kehendak Allah tersebut. Sebaliknya akan sia-sia lah pencarian ilmu yang tidak dikendaki Allah. Atas dasar keyakinan akan petunjuk ini, maka berikut adalah inti sari ilmu pengetahuan tentang sumber energi alternatif dari angin yang telah diteliti dan dikembangkan umat manusia sampai saat ini :
• Angin dihasilkan melalui proses yang kompleks, namun secara sederhana dapat dijelaskan bahwa angin terjadi karena adanya pergerakan udara yang berbeda suhu. Perbedaan suhu ini akan terus terjadi karena sinar matahari yang mengenai bumi selalu berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya. Karena sinar matahari yang menjangkaunya berbeda, di daerah equator suhu udara akan selalu berbeda dengan suhu udara di daerah kutub, bahkan sama-sama di derah equator sinar matahari yang menyinari wilayah daratan akan menghasilkan suhu udara yang berbeda dengan yang menyinari daerah lautan. Karena suhu di seluruh permukaan bumi akan selalu berbeda, maka angin akan selalu ada sepanjang zaman.
• Para peneliti energi angin telah mengidentifikasi secara kasar bahwa potensi sumber energi dari angin ini 5 kali dari kebutuhan energi dunia dan 40 kali kebutuhan listrik dunia saat ini, jadi sangat memadai untuk kelangsungan peradapan manusia.
• Beberapa negara bahkan telah menggunakan energi angin untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi dari minyak. Tiga negara yang menonjol dalam hal ini adalah Denmark, Jerman dan Spanyol yang masing-masing telah menggunakan energi angin sebesar 20%, 9% dan 7% dari kebutuhan energinya.
• Majalah ilmiah Science yang terbit 24 Juni 2005 telah mengungkapkan bahwa berdasarkan kajian ilmiah yang dilakukan oleh M.Z. Jacobson et al , hydrogen yang dihasilkan melalui proses elektrolisa dengan listrik yang dihasilkan oleh kincir angin (windmills) sudah dapat dilakukan secara ekonomis dengan teknologi yang ada saat ini. Berdasarkan kajian inipula di Amerika serikat tahun 2005 apabila hydrogen dari energi angin digunakan untuk mobil maka biaya bahan bakarnya akan setara dengan US$ $1.12 sampai US$3.2 per gallon gasoline atau diesel, sementara apabila menggunakan gasoline atau diesel mereka membayar sekitar US $ 3.0 per galon (tergantung lokasi). Artinya sejak tahun 2005 tersebut sebenarnya penggunaan tenaga angin untuk menghasilkan listrik, kemudian listriknya digunakan untuk proses elektrolisa untuk kemudian menghasilkan hydrogen telah secara ekonomis layak untuk digunakan menggantikan bahan bakar dari minyak. Setelah hydrogen yang dihasilkan dari tenaga angin ini ekonomis untuk dipakai sebagai bahan bakar mobil, maka tinggal masalah waktu untuk menggunakan bahan bakar ini sebagai bahan bakar pesawat terbang, kapal dlsb.
• Dalam dua puluh lima tahun terakhir biaya produksi Energi dari angin telah turun menjadi seperlimanya sedangkan harga minyak naik hampir tiga puluh kali-nya, artinya dalam tahun-tahun mendatang sumber energi dari angin ini akan menjadi semakin kompetitif.
Dari temuan-temuan ilmiah dibidang energi dari angin yang sejalan dengan ayat-ayat Al-Qur’an tersebut, maka tentu akan sangat efektif sekarang apabila arah pengembangan energi alternatif di negeri ini juga diselaraskan dengan ayat-ayat Allah tersebut diatas. Bukan berarti energi alternatif dari sumber lain tidak boleh dikembangkan, tetapi alangkah baik dan efisiennya apabila kalangan ilmuwan (terutama ilmuwan muslim) mengkaji dan mencari rujukannya dahulu di Al-Qur’an tentang apa-apa yang mereka akan kembangkan setelah itu baru mereka melangkah dengan riset dan pengembangannya dengan selalu menjadikan Al-Qur’an sebagai tuntunannya.
Lantas apa kaitannya dengan harga-harga dijudul tulisan ini ?. Sumber energy dan segala kebutuhan hidup manusia sampai akhir zaman tersedia dengan cukup apabila kita mencarinya dengan petunjuk langsung dari pencipta alam dan sisinya ini yaitu Allah SWT. Jadi tidak ada alasan kelangkaan untuk menjustifikasi kenaikan harga-harga. Wallahu A'lam.
Labels: Al-Qur'an, Angin, energy alternatif, Harga Minyak, petunjuk














