24 hours international gold price to understand gold Dinar price trend
Current Gold & Silver Price to Calculate Dinar and Dirham Price
Harga Dinar emas Sekarang - Current Gold Dinar Price ENGLISH VERSION

Dinar Islam adalah Emas 22 Karat seberat 4.25 gram.

Dirham Islam adalah Perak Murni seberat 2.975 gram.
Harga Dinar Sebulan Terakhir - Gold Dinar Price in the Last 30 days Trend harga Dinar 1 bulan terakhir.

Mengenal Dinar dan Dirham Islam

Peluang Investasi Dengan Dinar Anda
Harga Dinar Islam 2 Bulan Terakhir - The Last 60 days gold Dinar Price Qirad/Mudharabah Untuk Dinar Anda

Trend harga Dinar 2 bulan terakhir.

Dinar di Kota-Kota Besar Indonesia

Friday, March 14, 2008

Terapi Terhadap US Dollar Gagal – Emas Nyaris Menembus Angka US$ 1,000/troy oz !

Dalam tulisan saya dua hari yang lalu saya meragukan terapi dosis tinggi yang dilakukan oleh the Fed untuk menyelamatkan US Dollar. Keraguan saya tersebut terjawab tadi malam – bahwa terapi yang dilakukan oleh the Fed bersama empat bank sentral negara maju lainnya – gagal menyelamatkan US Dollar.

kegagalan US Dollar - US $ failureIndikasi kegagalan ini akan sangat jelas terlihat apabila kita gunakan kaca mata daya beli yang stabil dan timbangan muamalah yang adil sepanjang zaman yaitu emas atau Dinar. Harga emas di pasar internasional nyaris mencapai angka US$ 1,000/troy oz semalam. Lihat grafik disamping yang memotret perdaganmgan emas dunia sejak the Fed melakukan program penyelamatan ekonomi Amerika Serikat – yang juga berarti US Dollar. Lihat titik yang saya beri tanda panah di garis angka 1000.

Kegagalan terhadap US Dollar juga berarti kegagalan seluruh mata uang fiat lainnya termasuk Rupiah. Betapa tidak karena kita menggunakan US dollar untuk mengukur kekuatan mata uang Rupiah kita. Kalau ukurannya anjlog – maka nilai uang kita ikut anjlog.

Bersamaan anjlognya nilai Rupiah yang mengikuti anjlognya US Dollar, ikut anjlog pula-lah nilai kekayaan negeri ini. Coba Anda bayangkan berapa besar penyusutan nilai (daya beli riil) kekayaan negeri ini yang sebagian berupa cadangan devisa yang nilainya mencapai US$ 57.125 Milyar akhir bulan lalu.

Penyusutan daya beli ini tidak akan dapat kita lihat apabila kacamata yang kita gunakan adalah uang fiat seperti US$ , Rupiah atau mata uang lainnya. Penyusutan daya beli hanya akan bisa kita lihat dengan membandingkannya dengan harga-harga komoditi riil seperti minyak bumi, beras, gandum dan yang paling universal adalah emas.

Saya mencoba memahami, mengapa IMF dalam Article of Agreement-nya (Article IV section 2) mengijinkan negara-negara anggotanya mengkaitkan mata uangnya terhadap mata uang manapun di dunia – tetapi melarangnya untuk mengkaitkan dengan emas. Rupanya ternyata hanya dengan ukuran emas-lah kerusakan system keuangan dunia disa dilihat dengan sangat jelas.

Kegagalan mata uang US Dollar kemarin ( yang juga berarti Rupiah), sekali lagi menjadi bukti kebenaran kehancuran mata uang kertas seperti yang saya tulis akhir tahun lalu dalam Teori Fibonacci.

Beruntunglah Anda yang mempercayai tulisan saya 2.5 bulan lalu tersebut kemudian menyelamatkan hasil jerih payah Anda bertahun-tahun dengan mengkonversi kekayaan uang kertas Anda menjadi kekayaan riil Dinar.

Pada saat saya menulis Teori Fibonacci tersebut 1 Dinar setara dengan Rp 1,090,100,-. Pagi ini 1 Dinar setara dengan Rp 1,272,600,-. Artinya dari kacamata uang Rupiah, Anda mengalami keuntungan 16.74% dalam 2.5 bulan !.

Dari kacamata uang Dinar, Anda telah menyelamatkan kekayaan Anda dari penyusutan nilai sebesar 14.34 % ! dalam 2.5 bulan terakhir !. Kok berbeda angkanya ? Iya, karena matematika sederhana (a/b-1)% berbeda dengan (b/a-1)%..

Teori dan tulisan saya bisa salah dan semoga Allah mengampuni dosa saya apabila ada yang salah dalam memahami ilmuNya, yang Maha Benar hanya Allah semata.

Labels: , , , ,

Wednesday, January 30, 2008

Persiapan Menghadapi Yang Pasti Terjadi....

Semua umat manusia di dunia percaya bahwa mati itu pasti terjadi, bahkan bagian dari keimanan seorang muslim – kita juga yakin seyakin-yakinnya bahwa hari kiamat pasti terjadi. Yang kita tidak tahu adalah waktunya - kapan hal-hal yang pasti tersebut terjadi.

Demikian pula keyakinan kita bahwa uang kertas yang tidak bisa dipisahkan dari riba pasti hancur karena Allah sendiri yang berjanji akan memusnahkannya (QS 2 : 276). Yang kita juga tidak tahu adalah kapan uang kertas ini akan musnah. Bahkan spekulan masa kini George Soros dan juga futorolog masa kini kini seperti John Naisbitt -pun meyakini akan berakhirnya dominasi mata uang kertas ini.

Bukti-bukti kehancuran uang kertas ini sudah begitu banyak, namun kita sering mengabaikan. Bukti paling mutakhir yang kini sedang terjadi adalah harga emas per-pagi ini dalam Dollar yang melonjak 43.70 % dibandingkan harga emas setahun yang lalu.

Di Indonesia uang kita pernah dipotong tiga angka nolnya tahun 1965 – namun tiga angka nol tersebut kembali lagi dalam 30 tahun kemudian. Saat ini tidak ada diantara kita yang menaruh uang Rupiah dengan angka nol kurang dari tiga di dompet !. Tahun 1998 kekayaan umat Islam Indonesia dalam Rupiah jatuh nilinya tinggal 1/4 dari nilai sebelumnya hanya dalam hitungan hari...

Foto disamping menunjukkan betapa tragisnya nasib uang kertas di Jerman tahun 1923. Seorang ibu lebih suka membakar uang untuk menghangatkan ruangan daripada membeli kayu bakar – karena harganya sama !. Pada tahun itu juga orang yang membeli roti harus membawa kereta dorong, bukan untuk mengangkut roti – tetapi untuk mengangkut uangnya.

Melihat ini semua, sikap kebanyakan kita adalah seperti melihat kematian. Kita yakin kita juga akan mengalami – tetapi sangat sedikit dari kita yang mempersiapkan diri untuk menghadapinya.

Lantas bagaimana kita menghadapinya ? Bangun ketahanan ekonomi rumah tangga kita berbasis Dinar (Yukhsinun), namun jangan sampai menimbun (Yaknizun). Lihat antara lain tulisan saya sebelumnya Bangun Ketahanan Ekonomi...; dan banyak lagi tulisan lainnya baik yang sudah maupun yang akan saya tulis kemudian – insyaallah apabila Allah memberi usia saya dan memberi kesehatan, memberi kelapangan rizky, waktu dan berbagai kurnia lain yang tidak bisa kita sebut satu per satu. Wallahu A’lam bis Showab.

Labels: , , , , ,

Sunday, January 27, 2008

Berapa Penghasilan Dalam Dinar Yang Kita Butuhkan Setelah Pensiun...?

Ahad lalu saya sudah mulai menulis bagaimana menentukan kebutuhan Dinar kita untuk memenuhi kebutuhan masa depan. Pada tulisan saya yang pertama tersebut saya menulis cara
menghitung kebutuhan Dinar tunai
seperti untuk biaya pendidikan, biaya naik haji dlsb.

Kali ini saya ingin menulis bagaimana menghitung kebutuhan penghasilan atau biaya rutin dalam Dinar sekian tahun yang akan datang ( masa pensiun), dengan struktur penghasilan dan biaya yang kita rencanakan dari sekarang. Prinsip dasar bahwa Dinar tidak terpengaruh inflasi akan sangat memudahkan kita membuat perencanaan kebutuhan jangka panjang ini.

Secara garis besar misalnya saat ini kita hidup cukup longgar dengan biaya 10 Dinar sebulan, maka selama pensiun nanti belasan tahun yang akan datang kita insyaallah tetap akan dapat menikmati kwalitas hidup yang sama dengan 10 Dinar per bulan ini – hal yang sama tidak akan pernah bisa apabila uang kita Rupiah, US$ ataupun mata uang kertas lainnya.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa elemen-elemen penghasilan dan biaya saat itu kemungkinan besar berubah. Perubahan –perubahan inilah yang harus kita antisipasi dan kita gunakan untuk melakukan adjutment dari kebutuhan biaya kita sekarang. Berikut adalah butir-butir yang perlu dipersiapkan dari sekarang :

1) Pada saat pensiun, dari mana penghasilan rutin kita. dari tabungan ?, dari dana pensiun tempat kerja kita ? atau dari usaha yang kita sudah rintis ? . Apabila penghasilan tersebut dari tabungan atau dari dana pensiun, maka lebih cepat Anda menukarnya dengan Dinar akan lebih baik – karena apabila tetap tersimpan dalam mata uang kertas nilainya akan terus menyusut – lihat tulisan saya mengenai Inflasi yang Menghanguskan.... Beruntunglah Anda apabila saat ini telah merintis usaha, karena investasi terbaik – bahkan lebih baik dari Dinar – adalah usaha riil yang berjalan baik. Untuk yang terakhir ini lihat tulisan saya mengenai Sebagai Instrumen Investasi, Dinar Hanya Peringkat Kedua...
2) Semakin tua tentu kita ingin semakin banyak beramal, bukan sebaliknya. jadi dana untuk beramal dalam bentuk apapun juga harus kita rencanakan. Idealnya kalau kita bisa sampai mengalokasikan sepertiga dari penghasilan/kekayaan kita untuk infaq/sedeqah. Lihat pula Prinsip 1/3 dari tulisan saya sebelumnya.
3) Sedapat mungkin tidak ada pinjaman yang harus dibayar/dicicil selama kita pensiun. Usahakan seluruh hutang jangka panjang untuk beli rumah misalnya – tidak melewati usia pensiun.
4) Akan ada biaya yang turun setelah kita pensiun, misalnya biaya telepon, kendaraan, pakaian, perjalanan dslb.
5) Sebaliknya ada biaya yang pasti naik setelah kita berangkat tua yaitu biaya kesehatan. Secara umum biaya kesehatan bagi kita semua mengalami kenaikan karena tiga faktor yaitu faktor usia (makin tua makin sering sakit), faktor memburuknya lingkungan (penyakit-penyakit baru bermunculan), dan faktor inflasi – yang terakhir ini tidak berlaku karena yang kita gunakan Dinar.

Dari faktor-faktor tersebut, kita bisa perkirakan berapa dana dalam Dinar yang kita butuhkan selama kita pensiun misalnya dari usia 55 – 71 tahun (usia harapan hidup orang Indonesia). Pendekatan kasarnya tinggal dikalikan kebutuhan Dinar per bulan kali jumlah tahun.

Perhitungan detilnya perlu rumus-rumus finansial Future Value, Annuity, Morbidity untuk menhitung biaya kesehatan dlsb. Agak terlalu teknis – tetapi akan saya tulis juga Insyaallah di lain waktu apabila pembaca membutuhkan jabaran yang lebih teknis.

Labels: , , , , ,