Langkah Darurat Itu Terpaksa Diambil : Federal Reserve Amerika Serikat Memotong Suku Bunga Terbesar Sepanjang 24 Tahun Terakhir...
Penurunan yang sangat siginificant diluar jadwal ini tentu saja sempat membuat kepanikan yang luar biasa di bursa saham seluruh dunia yang sedang beroperasi, dampaknya terhadap Bursa Efek Indonesia kemungkinan besar baru akan terjadi pagi ini ketika pasar mulai beroperasi.
Langkah darurat ini nampaknya didorong oleh kekawatiran menyeluruh di pasar, bahwa resesi sedang di ambang pintu. Hal ini ditandai dengan bergugurannya bursa-bursa saham di seluruh dunia selama hari-hari sebelumnya.
Apakah terapi darurat ini efektif ? reaksi pasar nanti yang akan menjawabnya.
Untuk sementara terapi yang dilakukan oleh The Fed untuk melawan gejala resesi tersebut ternyata malah menimbulkan kesan yang sebaliknya di pasar. Pasar melihatnya justru situasi sudah begitu buruknya sehingga pemotongan suku bunga yang sangat besar tersebut tidak sabar lagi menunggu satu minggu lagi, yaitu waktu yang sudah dijadwalkan untuk pertemuan rutin mereka.
Dampaknya sampai penutupan tadi malam, pasar masih melemah bukan menguat seperti yang diharapkan. Di Amerika sendiri The Dow Jones Industrial Average (INDU) turun 1 % dan Nasdaq Composite (COMP) malah turun 2 %.
Terapi yang sesungguhnya dan dijamin keampuhannya tentu ada , yaitu menggunakan Dinar dan Dirham sebagai uang yang adil. Riba sudah barang tentu harus dihilangkan sama sekali, bukan hanya diturunkan.
Karena solusi ke Dinar/Emas dan Dirham/Perak ini adalah solusi yang fitrah, maka kebenarannya tidak hanya di claim oleh orang Islam saja. Di Amerika sendiri sudah ada sekelompok orang yang sadar akan hal ini. Bahkan GATA sudah secara berkelakar menyiapkan draft Pidato Presiden Amerika Serikat untuk Pembubaran Dollar dalam revolusi semalam, kemudian menggantikannya dengan Emas dan Perak.
Lantas apa pengaruhnya ini semua dengan harga emas hari ini ?. tentu saja setiap saat terjadi kekacauan ekonomi orang akan kembali ke emas dan perak – inilah fitrahnya. Orang akan mencari keadilan setiap saat merasa di dholimi. Sedangkan mata uang yang adil ya hanya Emas dan Perak itu tadi. Harga emas internasional tadi malam meningkat sangat tajam. Setelah pagi hari sempat menyentuh angka terendah US$ 855 / troy oz harga emas di New York ditutup pada angka US$ 889.80 troy oz.
Karena melonjaknya harga emas ini, harga Dinar di Gerai Dinar pagi ini melonjak Rp 37,000/ Dinar dari angka kemarin sore yang Rp 1,135,400 ke angka Rp 1,172,400. Insyaallah harga ini akan kita lihat kembali waktu Dhuhur nanti setelah pasar Sydney dan Hongkong menyelesaikan sessi perdagangan paginya.
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi, tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. Supaya kamu jangan berduka cita terhadap yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS 57 :23)
Labels: Dharurat, dinar, dirham, emas, perak, suku bunga, the Fed

















