24 hours international gold price to understand gold Dinar price trend
Current Gold & Silver Price to Calculate Dinar and Dirham Price
Harga Dinar emas Sekarang - Current Gold Dinar Price ENGLISH VERSION

Dinar Islam adalah Emas 22 Karat seberat 4.25 gram.

Dirham Islam adalah Perak Murni seberat 2.975 gram.
Harga Dinar Sebulan Terakhir - Gold Dinar Price in the Last 30 days Trend harga Dinar 1 bulan terakhir.

Mengenal Dinar dan Dirham Islam

Peluang Investasi Dengan Dinar Anda
Harga Dinar Islam 2 Bulan Terakhir - The Last 60 days gold Dinar Price Qirad/Mudharabah Untuk Dinar Anda

Trend harga Dinar 2 bulan terakhir.

Dinar di Kota-Kota Besar Indonesia

Wednesday, March 19, 2008

Untuk Sementara Terapi Kali Ini Cukup Efektif...

Sepanjang tahun ini Federal Reserve Amerika Serikat telah berulang kali berusaha untuk membangkitkan ekonomi dan menjaga nilai uangnya (US$), lihat antara lain beberapa tulisan saya tanggal 23/1/08, 26/2/08 dan 12/3/08 .

Upaya penyelamatan yang bertubi tubi ini bisa dilihat dari dua sisi, pertama kita bisa melihat betapa seriusnya problem yang dihadapi Dollar sehingga perlu upaya begitu rupa untuk menyelamatkannya. Kedua bisa juga dilihat bahwa pemerintah Amerika Serikat sangat serius berupaya menyelamatkan uangnya.

Pandangan pertama yang nampaknya banyak dilihat pasar dalam upaya-upaya penyelamatan sebelumnya sehingga upaya the Fed tidak efektif; sedangkan tadi malam berbeda, pandangan kedua yang diambil banyak pelaku pasar sehingga penurunan suku bunga the Fed sebesar 0.75 basis points berhasil mengangkat US Dollar dan bursa saham sekaligus.

Di pasar uang, US$ menguat terhadap mata uang dari 15 negera eropa yaitu Euro dari 1 Euro setara US$1.5831 hari sebelumnya membaik menjadi US$ 1.5640 penutupan kemarin. Di bursa saham langkah terakhir the Fed juga berhasil mendongkrak saham-saham yang di perdagangkan di pasar secara significant. Dow Jones Industrial Average berhasil naik 3.51% dari hari sebelumnya, sedangkan NYSE Composite Index berhasil naik 3.97% dari hari sebelumnya.

Lantas apa artinya ini semua pada harga emas dan Dinar ?. Menariknya pasar saham sehari kemarin membuat pasar emas sementara memiliki pesaingnya. Bagi sebagian pelaku, harga emas yang sudah kelewat tinggi membuat mereka mengambil untung dan menggunakan dananya untuk membeli saham. Akibatnya harga emas turun menjadi tinggal US$ 985.0/ troy oz pagi ini.

Dampak dari penurunan harga emas dunia ini, tentu Dinar di GeraiDinar juga trurun cukup significant yaitu turun 2.25% dari harga kemarin sore sebesar Rp 1,289,200 menjadi Rp 1,260, 200.- pagi ini.

Dalam setiap penurunan harga baik itu saham maupun emas, pelaku pasar selalu bisa punya dua pandangan. Untuk penurunan emas misalnya, pelaku pasar bisa melihat bahwa penurunan ini akan terus berlanjut atau bisa juga penurunan ini bersifat sementara untuk kemudian naik lagi.

Yang melihat penurunan ini terus berlanjut mendasarkan realita bahwa harga emas ini menurut mereka sudah terlalu tinggi, karena per pagi ini saja harga emas dunia dalam US$ masih 51% lebih tinggi dari harga emas setahun yang lalu. Harga yang terlalu tinggi akan akan cenderung turun – ini pendapat mereka.

Sebaliknya saya melihat harga sekarang masih terlalu rendah. Dasar perhitungan saya adalah daya beli riil Dinar terhadap komoditi seperti minyak dlsb. Sejarah yang membuktikan bahwa daya beli Dinar tetap sepanjang zaman; jadi kalau dipakai untuk membeli minyak mentah misalnya – daya beli emas ini harusnya akan tetap pula.

Langkah-langkah yang ditempuh oleh the Fed semalam ternyata hanya mempengaruhi pasar uang dan pasar saham tetapi US$ tidak membaik daya belinya terhadap mayoritas komoditi baik itu minyak mentah, tembaga maupun hasil pertanian. Harga minyak mentah misalnya masih bertengger pada angka US$ 108.57/barrel pagi ini.

Jadi menurut saya sendiri cepat atau lambat harga emas akan naik kembali yang berarti juga Dinar. Namun sekali lagi ini hanya pendapat saya, bisa saja saya keliru dan pendapat saya tidak harus diikuti. Hanya Allah-lah yang Maha Tahu.

Labels: , , , ,

Saturday, March 15, 2008

Kesempatan Untuk Berperan Lebih Dalam Mengembalikan Kemakmuran Islam...

Ketika saya menulis buku “Mengembalikan Kemakmuran Islam Dengan Dinar dan Dirham” sekitar setahun yang lalu, jujur saat itu saya lebih banyak mengandalkan studi literatur dari berbagai sumber – sedangkan aplikasi lapangannya boleh dibilang masih nol besar.

Alhamdulillah setelah setahun berjalan, mulai nampak jelas bagaimana Dinar ini insyaallah akan kembali menjadi alat untuk memakmurkan Islam. Indikasi mikro-nyapun sudah jelas. Waktu buku tersebut terbit 1 Dinar setara dengan Rp 877,000,-; pembaca yang langsung mengaplikasikan isi buku tersebut telah mendapatkan keuntungan 46 % sampai sekarang kalau dilihat dari kaca mata uang Rupiah, karena pagi ini harga Dinar telah mencapai Rp 1,282,600,-.

Atau dari sudut pandang lain, pembaca yang hijrah ke Dinar telah menyelamatkan hartanya dari penurunan nilai sebesar 32 % dalam setahun terakhir.

Namun Dinar harusnya menjadi mata uang yang hakiki bagi seluruh umat, bukan hanya yang bekesempatan membaca buku-buku Dinar dan tentu juga bukan hanya untuk kita yang bisa mengakses internet setiap hari sehingga selalu ter – update dengan berbagai peluang investasi.

Dinar harus dan bisa meluas ke seluruh umat agar kemakmuran ini merata, oleh karenanya upaya mengembalikan Dinar ini sudah harus menjadi program besar yang melibatkan sebanyak mungkin umat yang peduli terhadap kemakmuran umat kedepan.

Untuk tujuan inilah saya ingin mengajak pembaca yang berkelonggaran waktu ataupun dana, untuk dapat mulai ikut membantu menyebarluaskan Dinar di masyarakat. Berikut adalah beberapa yang antara lain bisa kita lakukan bersama :

• Seperti yang sudah kita kita lakukan di beberapa Masjid dan Perkantoran di Jakarta, ceramah-ceramah terntang Dinar mestinya bisa juga dilakukan di kota-kota lain di Indonesia.
• Mahasiswa-mahsiswa S1, S2 dan S3 terutama yang tertarik mendalami ekonomi Islam dapat mulai mendalami masalah Dinar ini secara serius untuk skripsi atau thesisnya.
• Perlu banyak buku-buku yang diterbitkan yang menjelaskan masalah penggunaan Dinar sehari-hari di masyarakat.
• Perlu dikembangkan terus teknologi yang memungkinkan penggunaan Dinar secara praktis dan modern namun tidak menginggalkan prinsip dasar muamalah sesuai ketentuan syariah.
• Perlu dididik dan dilatih pengusaha-pengusaha muslim yang amanah dan professional; merekalah yang akan menjadi para mudharib masa depan dimana para shahibul mal bisa meng-qirad-kan Dinarnya pada sektor ekonomi dan perdagangan yang riil.
• Ekonomi Islam umumnya, dan tentang Dinar khususnya perlu juga mulai dikenalkan ke siswa-siwa SMP dan SMA agar generasi akan yang datang mengenal uangnya yang Adil dan menjauhi riba.

Agar program-program tersebut berjalan secara luas yang diluar kemampuan kami untuk melakukannya sendiri, kami membuka partisipasi pembaca yang ingin berkontribusi dalam pengembangan Dinar di Indonesia. Apabila sumbangan tersebut berupa tenaga, silahkan hubungi kami via email. Apabila berupa Dana, di sisi kanan blog ini telah kita buka donasi Dana Penelitian, Pengembangan dan Pendidikan Dinar melalui berbagi kartu kredit maupun paypal.

Dengan adanya kontribusi dari para pembaca tersebut, pengenalan Dinar ke daerah-daerah misalnya dapat kami lakukan secara lebih sering tanpa harus membebani daerah yang mengundang kami.

Semoga langkah ini dapat menambah berat catatan amal kita bersama di akhirat kelak.

Wassalam.

Labels: , , , ,

Wednesday, February 27, 2008

Hantu Baru Bernama Stagflation...

Masyarakat kita mungkin sedang sakit....,begitu banyaknya film horor diiklankan di jalan-jalan, konon film-film horor tersebut lagi nge-trend sekarang sehingga produser rajin berlomba memproduksinya.

Dari kacamata ekonomi sebenarnya ada yang lebih mengerikan dari film-film horor tersebut yaitu hantu yang bernama Stagflation. Stagflation berasal dari kata Stagnation dan Inflation.

Stagnation berarti kondisi stagnan (bahasa Indonesia baku-nya apa ya ?) yang dicirikan oleh rendahnya pertumbuhan ekonomi, tingginya pengangguran, dan kemungkinan ancaman resesi.

Inflation adalah kenaikan harga-haraga secara umum untuk produk dan jasa, atau dari sudut pandang lain berarti rendahnya daya beli uang kita.

Kata stagflation yang digunakan pertama kali di oleh McLeod di parlemen Inggris tahun 1965 tersebut seperti penampakan hantu di siang bolong yang tiba-tiba muncul di pasar uang internasional sepanjang hari kemarin.

Pemicunya adalah data Producer Price Index (PPI) di Amerika yang menunjukkan kenaikan yang tajam diatas perkiraan pasar. Pada year-over- year basis kenaikan PPI ini mencapai 7.4% yang merupakan kenaikan tertinggi sejak tahun 1981 !.

Data ini kemudian memicu turunnya nilai Dollar ke tingkat terendah terhadap Euro. Kemarin Euro diperdagangkan pada harga $1.4985, jauh lebih tinggi dari nilai tertinggi yang pernah tercapai sebelumnya yaitu $1.4966 yang terjadi pada 23 November 2007 lalu.

Apa ini artinya pada Rupiah kita ?. Rupiah sudah seharusnya hari-hari ini menguat secara significant terhadap US$ - bukan karena prestasi team ekonomi kita – tetapi karena alat ukurnya (US$) yang memang lagi menyusut.

Dan bagaimana dengan Dinar ?, tentu saja Dinar nilainya naik lebih tinggi dari menguatnya Rupiah terhadap US$. Apabila kemarin siang sampai sore harga Dinar di Gerai Dinar sempat turun pada angka Rp 1,185,000. Pagi ini harga Dinar kembali harus kita naikkan mendekati angka Rp 1.2 juta atau tepatnya Rp 1,198,400 untuk menyesuaikan dengan harga emas dunia.

Satu hal yang pasti di masyarakat yang menggunakan ‘mata uang’ Dinar; Sebagaimana muslim yang kuat keimanannya yang tidak akan pernah takut terhadap hantu apapun namanya – karena dia hanya takut kepada Allah semata. Maka Dinar juga tidak akan pernah takut terhadap stagflation karena tidak mungkin terjadi di Dinar.

Bukti-bukti yang saya sajikan sebelumnya menunjukkan bahwa daya beli Dinar tetap sepanjang masa – artinya Dinar tidak mengalami inflasi.. Artinya lagi separo dari kata pembentuk stagflation yaitu inflation-nya sudah tidak mungkin terjadi.

Kemudian sebagaimana yang saya tulis sebelumnya ‘Agar harta Tidak Hanya berputar Di Golongan Yang Kaya Saja...’, Apabila tuntunan agama yang Indah ini kita benar-benar jalankan – insyaallah ekonomi juga akan terus berputar sehingga stagnation juga tidak terjadi.

Kesimpulannya...kita tidak perlu pemburu hantu untuk mengusir hantu – cukuplah keimanan kita yang melawannya; dalam hal hantu stagflation ; cukuplah Dinar dan sistem ekonomi yang digali dari syariah yang akan melawannya. Wallahu A’lam.

Labels: , , , , , , ,

Monday, February 18, 2008

Dinar Sebagai Pengaman Dari Scenario Masa Depan Ekonomi Yang Sengaja Dikaburkan…

Ada artikel menarik di Gold Price Organization akhir pekan lalu yang antara lain mengungkap keanehan bahwa sudah sejak satu setengah tahun ini Federal Reserve Amerika menghentikan publikasi mengenai supply uang M3. Masyarakat di Amerika sengaja dibikin gelap tidak tahu berapa jumlah uang US Dollar yang beredar.

Masalahnya adalah bukan hanya masyarakat Amerika yang jadi korban. Seluruh dunia (yang menggunakan US$) berada dalam kegelapan finansial yang nyata. Betapa tidak, cadangan devisa kita akhir bulan lalu mencapai US$ 55,999.00 milyar . Apa jadinya kalau kita tahu – dan cepat atau lambat – akhirnya kita akan tahu kalau cadangan tersebut menjadi tidak bernilai sejalan dengan terus menurunnya nilai US$.

Mengukur nilai kekayaan yang berupa uang harus terhadap daya beli riilnya- bukan terhadap nilai mata uang lain, karena mata uang lain nilainya juga bergerak menyusut. Kekayaan dalam uang kertas yang meningkat, tidak ada artinya apabila beban hidup kita menjadi semakin berat – karena harga barang-barang kebutuhan yang terus semakin tidak terbeli.

Ternyata tidak hanya data supply uang M3 yang menghilang, data-data berikut juga akan menghilang dari akses publik per tanggal 1 Maret 2008 yang akan datang :

• Advance Monthly Sales for Retail and Food Services
• Advance Report on Durable Goods
• Construction Put in Place
• Gross Domestic Product
• Manufacturers' Shipments, Inventories, and Orders
• Manufacturing and Trade: Inventories and Sales
• Monthly Wholesale Trade
• New Residential Construction
• New Residential Sales
• Personal Income and Outlays
• Quarterly Financial Report
• Quarterly Services
• Retail E-Commerce Sales
• U.S. International Trade in Goods and Services
• U.S. International Transactions


Situs resmi pemerintah Amerika Serikat mengungkapkan bahwa alasan menghilangnya data-data penting yang menjadi indicator ekonomi tersebut adalah budget constraint. Pertanyaannya apa iya ? Negara yang menganggap dirinya adikuasa – mengalami kendala dalam mengumpulkan dan menyajikan data-data perekonomian yang sangat penting ?.

Sesuatu yang sangat besar sedang terjadi di perekonomian global, tetapi kita punya solusi – asal kita dapat bergerak cepat dan menyadarkan sebanyak mungkin umat. Kembali ke Dinar dan Dirham. Wallahu A’lam.

Labels: , , , ,

Friday, February 15, 2008

Alhamdulillah, Mulai Hari Ini Insyaallah Dinar Sudah Bisa Menyebar Ke Seluruh Kota-Kota Besar Di Indonesia....

Insyaallah ini menjadi jawaban bagi permintaan pengunjung blog ini baik dari kota-kota besar seluruh Indonesia maupun juga dari manca negara. Bekerja sama dengan perusahaan logistik terkemuka dunia RPX Holding / Federal Express , Insyaallah pengiriman Dinar akan dapat dilakukan dengan aman cepat dan cukup ekonomis.

Kota-kota besar yang dapat langsung dilayani adalah Balikpapan, Bandung, Batam, Cirebon, Denpasar, Jakarta (Jabodetabek), Medan, Palembang, Pekanbaru, Pontianak,Semarang, Solo, Surabaya, Ujung Pandand dan Jogjakarta. . Di kota-kota besar ini, tanpa menunggu keberadaan agen Gerai Dinar setempat, Dinar bisa diperoleh melalui pesanan ke kantor pusat kami.

Biaya pengiriman saat ini berkisar antara Rp 50,000 – Rp 65,000 tergantung kota tujuan. Biaya tersebut berlaku untuk pengiriman Dinar maksimal 1 kg atau 235 Dinar namun perlindungan asuransi-nya hanya sampai senilai Rp 20 juta. Untuk perlindungan asuransi diatas Rp 20 juta akan ada tambahan biaya sekitar 0.5% dari nilai Dinar yang dikirim. Biaya pengiriman dan asuransi menjadi tanggungan pembeli.

Prosedur pembelian dari luar kota adalah sebagai berikut :

1. Calon pembeli menghubungi kami lewat telepon, sms atau email ke nomor-nomor yang ada di blog ini dengan memberikan data nama lengkap, identitas diri dan alamat yang jelas. (Data hanya diperuntukkan untuk pembeli pertama. Bagi yang sudah pernah mendaftar di sms server kami – asal sudah mengisi secara lengkap- cukup memberi tahu no HP-nya).
2. Calon membeli menginformasikan kepada kami berapa Dinar yang akan di beli dan kapan akan dilakukan pembelian. Harga Dinar hanya berlaku kurang lebih selama enam jam; harga pagi berlaku sampai jam 1 siang; harga siang berlaku sampai jam 6 sore pada hari yang sama.
3. Kami akan memberi tahu pembeli ketersediaan barang. Apabila barang ada maka transaksi jual beli bisa dilaksanakan saat itu juga – harga yang berlaku adalah harga pada saat transfer pembayaran dilakukan. Untuk mencapai ketepatan waktu ini untuk sementara disarankna membayar di Kantor Bank Mandiri ke rekening kami di Bank Mandiri, atau Kantor BCA untuk rekening kami di BCA.
4. Saat ini karena animo masyarakat yang besar diluar kapasitas produksi rutin Dinar Logam Mulia, maka kemungkin stok tidak selalu tersedia – terutama untuk pembelian partai besar. Apabila ini yang terjadi, kepada calon pembeli akan kami tawarkan apakah mau membeli secara pesanan (Dalam Islam disebut ‘Istisna’ , dalam bahasa sehari-hari kita sebut inden). Pembelian Dinar secara pesanan, menggunakan harga yang berlaku pada saat transaksi(transfer pembayaran) dan penyerahan Dinar setelah Dinar selesai di produksi. Proses produksi pesanan ini saat ini berkisar antara 2-3 minggu.
5. Setelah Dinar ada dan pembayaran sudah kami terima termasuk biaya pengiriman dan asuransi, kami akan kirimkan Dinar melalui paket RPX dalam amplop standar RPX yang insyaallah aman dan terproteksi asuransi.

6. Setelah barang kami kirimkan, Kepada pembeli akan kami beritahukan bahwa barang telah terkirim dengan menginformasikan detail nomor AWB pengiriman.
7. Pembeli Dinar dapat memonitor perjalanan Dinar-nya melalui layanan SMS ke nomor : 0811 1111 779 ( 0811 1111 RPX) dengan isi pesan : STAT (spasi) AWB.

Dengan kemudahan ini, Insyaallah Dinar akan segera memasyarakat tidak hanya di Jakarta tetapi juga di berbagai kota tersebut diatas. Meskipun layanan semacam ini tersedia, kami tetap membuka kesempatan bagi yang ingin membuka kantor keagenan Gerai Dinar di seluruh Indonesia.

Labels: , , , ,

Thursday, February 14, 2008

Investasi Emas : Koin Dinar, Emas Lantakan Atau Emas Perhiasan ?

Pertanyaan ini sering sekali sampai ke saya dalam berbagai keempatan, Baik lewat email, kesempatan tanya jawab dalam ceramah atau bahkan banyak sekali pembeli Dinar sebelum mereka mulai membeli – mereka menanyakan dahulu masalah ini.

Ketiga-tiganya tentu memiliki kesamaan karena bahannya memang sama. Kesamaan tersebut terletak pada keunggulan investasi tiga bentuk emas ini yaitu semuanya memiliki nilai nyata (tangible), senilai benda fisiknya (intrinsic) dan dan nilai yang melekat/bawaan pada benda itu (innate). Ketiga keunggulan nilai ini tdak dimiliki oleh investasi bentuk lain seperti saham, surat berharga dan uang kertas.

Default value (nilai asal) dari investasi emas tinggi – kalau tidak ada campur tangan berbagai pihak dengan kepentingannya sendiri-sendiri otomatis nilai emas akan kembali ke nilai yang sesungguhnya – yang memang tinggi.

Sebaliknya default value (nilai) uang kertas, saham, surat berharga mendekati nol , karena kalau ada kegagalan dari pihak yang mengeluarkannya untuk menunaikan kewajibannya –uang kertas, saham dan surat berharga menjadi hanya senilai kayu bakar.

Nah sekarang sama-sama investasi emas, mana yang kita pilih ? Koin Emas, Emas Lantakan atau Perhiasan ? Disini saya berikan perbandingannya saja yang semoga objektif sehingga pembaca bisa memilih sendiri - Agar keputusan Anda tidak terpengaruh oleh pendapat saya – karena kalau pendapat saya tentu ke Dinar karena inilah yang saya masyarakatkan.

Kelebihan Dinar :
1. Memiliki sifat unit account ; mudah dijumlahkan dan dibagi. Kalau kita punya 100 Dinar – hari ini mau kita pakai 5 Dinar maka tinggal dilepas yang 5 Dinar dan di simpan yang 95 Dinar.
2. Sangat liquid untuk diperjual belikan karena kemudahan dibagi dan dijumlahkan di atas.
3. Memiliki nilai da’wah tinggi karena sosialisasi Dinar akan mendorong sosialisasi syariat Islam itu sendiri. Nishab Zakat misalnya ditentukan dengan Dinar atau Dirham - umat akan sulit menghitung zakat dengan benar apabila tidak mengetahui Dinar dan Dirham ini.
4. Nilai Jual kembali tinggi, mengikuti perkembangan harga emas internasional; hanya dengan dikurangkan biaya administrasi dan penjualan sekitar 4% dari harga pasar. Jadi kalau sepanjang tahun lalu Dinar mengalami kenaikan 31 %, maka setelah dipotong biaya 4 % tersebut hasil investasi kita masih sekitar 27%.
5. Mudah diperjual belikan sesama pengguna karena tidak ada kendala model dan ukuran.

Kelemahan Dinar :
1. Di Indonesia masih dianggap perhiasan, penjual terkena PPN 10% (Sesuai KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83/KMK.03/2002 bisa diperhitungkan secara netto antara pajak keluaran dan pajak masukan toko emas maka yang harus dibayar ‘toko emas’ penjual Dinar adalah 2%).
2. Ongkos cetak masih relatif tinggi yaitu berkisar antara 3% - 5 % dari nilai barang tergantung dari jumlah pesanan.

Kelebihan Emas Lantakan :
1. Tidak terkena PPN
2. Apabila yang kita beli dalam unit 1 kiloan – tidak terkena biaya cetak.
3. Nilai jual kembali tinggi.

Kelemahan Emas Lantakan :
1. Tidak fleksibel; kalau kita simpan emas 1 kg, kemudian kita butuhkan 10 gram untuk keperluan tunai – tidak mudah untuk dipotong. Artinya harus dijual dahulu yang 1 kg, digunakan sebagian tunai – sebagian dibelikan lagi dalam unit yang lebih kecil – maka akan ada kehilangan biaya penjualan/adiminstrasi yang beberapa kali.
2. Kalau yang kita simpan unit kecil seperti unit 1 gram, 5 gram, 10 gram – maka biaya cetaknya akan cukup tinggi.
3. Tidak mudah diperjual belikan sesama pengguna karena adanya kendala ukuran. Pengguna yang butuh 100 gram, dia tidak akan tertarik membeli dari pengguna lain yang mempunyai kumpulan 10 gram-an. Pengguna yang akan menjual 100 gram tidak bisa menjual ke dua orang yang masing-masing butuh 50 gram dst.

Kelebihan Emas Perhiasan :
1. Selain untuk investasi, dapat digunakan untuk keperluan lain – dipakai sebagai perhiasan.

Kelemahan Perhaiasn :
1. Biaya produksi tinggi
2. Terkena PPN
3. Tidak mudah diperjual belikan sesama pengguna karena kendala model dan ukuran.

Dari perbandingan-perbandingan tersebut, kita bisa memilih sendiri bentuk investasi emas yang mana yang paling tepat untuk kita. Wallahu A'lam.

Labels: , , ,

Sunday, January 27, 2008

Tanpa Sadar Kita Sempat Kaya Tetapi Kemudian Tanpa Sadar Pula Kita Menjadi Miskin Kembali...

Hari ini sampai 7 hari kedepan negeri ini dinyatakan berkabung secara nasional, alasannya adalah mantan pemimpin negeri ini yang dipandang berjasa telah berpulang ke hadapan Allah Yang Maha Pencipta.

Terlepas dari berbagai kontroversi baik buruk yang telah dia lakukan; dari kaca mata Dinar saya ingin memahami – apa yang telah beliau lakukan selama masih hidupnya.

Lagi-lagi saya menggunakan tolok ukur Dinar – karena ini tolok ukur yang baku sepanjang zaman. Uang kertas Rupiah maupun Dollar tidak bisa menjadi alat ukur yang adil karena nilainya yang terus menyusut.

Awal pemerintahan H.M Soeharto, negeri ini amat sangat terpuruk dengan inflasi yang sampai 680%. dan pendapatan per kapita saat itu saya duga hanya berkisar 1- 2 Dinar . Akhir lima tahun pertama pemerintahannya pendapatan per kapita dalam Dinar telah mencapai 5 Dinar.

Dua puluh lima tahun berikutnya, sebelum negeri ini kembali terpuruk yang sampai berakibat H.M. Soeharto harus kehilangan jabatan kepresidenannya, negeri ini sebenarnya pernah mencapai pendapatan perkapita 21.41 Dinar yaitu pada tahun 1997 – pas sebelum krisis.

Angka pendapatan per kapita diatas 20 Dinar ini sangat penting bagi Islam, karena kita tahu bahwa batas seorang dinyatakan kaya dalam Islam adalah ketika dia wajib membayar Zakat Mal-nya yaitu ditentukan dengan nishab 20 Dinar. Jadi pada suatu saat di tahun 1997 – sesaat sebelum krisis – rata-rata penduduk negeri ini sempat masuk kategori kaya !. Hal ini bisa dilihat dari dua sisi, sisi yang mendukung Soeharto tentu bisa menggunakan ini sebagai suatu cerita keberhasilan Soeharto dalam membawa negeri ini dari tingkat kemiskinan yang sangat menjadi bangsa yang 'pernah kaya'. Bagi yang kecewa dengan Soeharto dapat membuktikan kekecewaannya, bahwa ternyata selama 32 tahun memerintah - dengan modal sumber daya alam yang melimpah - hanya sesaat saja Soeharto membawa kemakmuran di negeri ini.

Bagaimanapun orang menilai masa lalu, yang lebih penting sekarang adalah mengingatkan tugas yang masih hidup, khususnya yang mengemban amanat pemerintahan – sebenarnya adalah mengembangkan atau minimal mempertahankan kekayaan umat tersebut.

Sekarang kita lihat apa yang terjadi sesudahnya; semasa krisis – hancur leburlah negeri ini sehingga pendapatan per kapita penduduknya pernah anjlog menjadi hanya 3 Dinar pada tahun 1998 dan posisi ini naik turun selama satu periode pemerintahan berikutnya.

Tahun 2004 ketika terjadi pergantian pemerintahan kembali, sekali lagi negeri ini dalam posisi rata-rata penduduknya kaya dengan pendapatan perkapita diatas 20 Dinar. Namun inipun tidak juga bertahan lama karena setelah sempat mencapai puncak kekayaan tersebut dengan pendapatan per kapita kita diatas 23 Dinar (2005), dua tahun berikutnya pendapatan per kapita kita terus mengalami penurunan. Perkiraan saya saat ini pendapatan per kapita kita tinggal sekitar 14 Dinar saja.

Memang angka saya ini bisa diperdebatkan kebenarnannya, karena ketersediaan dan konsitensi data statistik adalah barang yang langka di negeri ini. Saya coba gali statistik pendapatan per kapita dalam Rupiah dan Dalam Dollar saja hasilnya simpang siur. Tahun 2006 menurut ketua BPS yang kemudian juga di quote oleh Wapres, pendapatan per kapita negeri ini mencapai US$ 1,500. Tidak sampai setahun kemudian Prof Boediono mengungkapkan bahwa pendapatan per kapita kita telah mencapai US$ 4,000 – begitu cepatkah kemajuan kita ? Wallhu A’lam mungkin masing-masing mempunyai sumber perhitungan yang berbeda.

Dari angka yang sangat berbeda tersebut saya gunakan angka yang konservatif saja yaitu angkanya BPS. Kebetulan angka BPS ini tidak jauh berbeda dari angkanya Bank Dunia untuk dua tahun sebelumnya – jadi lebih masuk akal.

Keakuratan data bisa diperdebatkan, namun pelajaran yang kita ingin ambil adalah bahwa meskipun pendapatan per kapita kita dalam US Dollar naik terus dalam beberapa tahun terakhir seperti yang ditunjukkan di garis hijau dari grafik diatas; ini tidak berarti kita tambah kaya - karena alat ukur yang namanya US Dollar inipun menyusut nilainya secara sangat drastis 7 tahun terakhir. Dengan alat ukur yang stabil daya belinya sepanjang zaman, yaitu Dinar yang direpresentasikan dengan garis emas di grafik diatas -dua tahun terakhir ternyata kita kembali jatuh miskin dengan pendapatan per kapita dalam Dinar yang terus menurun.

Saya sendiri berharap analisa saya ini keliru, lho kok begitu ? – Iya , karena lebih baik tidak sadar kita tambah kaya– daripada tambah miskin, juga tidak sadar...

Labels: , , ,

Berapa Penghasilan Dalam Dinar Yang Kita Butuhkan Setelah Pensiun...?

Ahad lalu saya sudah mulai menulis bagaimana menentukan kebutuhan Dinar kita untuk memenuhi kebutuhan masa depan. Pada tulisan saya yang pertama tersebut saya menulis cara
menghitung kebutuhan Dinar tunai
seperti untuk biaya pendidikan, biaya naik haji dlsb.

Kali ini saya ingin menulis bagaimana menghitung kebutuhan penghasilan atau biaya rutin dalam Dinar sekian tahun yang akan datang ( masa pensiun), dengan struktur penghasilan dan biaya yang kita rencanakan dari sekarang. Prinsip dasar bahwa Dinar tidak terpengaruh inflasi akan sangat memudahkan kita membuat perencanaan kebutuhan jangka panjang ini.

Secara garis besar misalnya saat ini kita hidup cukup longgar dengan biaya 10 Dinar sebulan, maka selama pensiun nanti belasan tahun yang akan datang kita insyaallah tetap akan dapat menikmati kwalitas hidup yang sama dengan 10 Dinar per bulan ini – hal yang sama tidak akan pernah bisa apabila uang kita Rupiah, US$ ataupun mata uang kertas lainnya.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa elemen-elemen penghasilan dan biaya saat itu kemungkinan besar berubah. Perubahan –perubahan inilah yang harus kita antisipasi dan kita gunakan untuk melakukan adjutment dari kebutuhan biaya kita sekarang. Berikut adalah butir-butir yang perlu dipersiapkan dari sekarang :

1) Pada saat pensiun, dari mana penghasilan rutin kita. dari tabungan ?, dari dana pensiun tempat kerja kita ? atau dari usaha yang kita sudah rintis ? . Apabila penghasilan tersebut dari tabungan atau dari dana pensiun, maka lebih cepat Anda menukarnya dengan Dinar akan lebih baik – karena apabila tetap tersimpan dalam mata uang kertas nilainya akan terus menyusut – lihat tulisan saya mengenai Inflasi yang Menghanguskan.... Beruntunglah Anda apabila saat ini telah merintis usaha, karena investasi terbaik – bahkan lebih baik dari Dinar – adalah usaha riil yang berjalan baik. Untuk yang terakhir ini lihat tulisan saya mengenai Sebagai Instrumen Investasi, Dinar Hanya Peringkat Kedua...
2) Semakin tua tentu kita ingin semakin banyak beramal, bukan sebaliknya. jadi dana untuk beramal dalam bentuk apapun juga harus kita rencanakan. Idealnya kalau kita bisa sampai mengalokasikan sepertiga dari penghasilan/kekayaan kita untuk infaq/sedeqah. Lihat pula Prinsip 1/3 dari tulisan saya sebelumnya.
3) Sedapat mungkin tidak ada pinjaman yang harus dibayar/dicicil selama kita pensiun. Usahakan seluruh hutang jangka panjang untuk beli rumah misalnya – tidak melewati usia pensiun.
4) Akan ada biaya yang turun setelah kita pensiun, misalnya biaya telepon, kendaraan, pakaian, perjalanan dslb.
5) Sebaliknya ada biaya yang pasti naik setelah kita berangkat tua yaitu biaya kesehatan. Secara umum biaya kesehatan bagi kita semua mengalami kenaikan karena tiga faktor yaitu faktor usia (makin tua makin sering sakit), faktor memburuknya lingkungan (penyakit-penyakit baru bermunculan), dan faktor inflasi – yang terakhir ini tidak berlaku karena yang kita gunakan Dinar.

Dari faktor-faktor tersebut, kita bisa perkirakan berapa dana dalam Dinar yang kita butuhkan selama kita pensiun misalnya dari usia 55 – 71 tahun (usia harapan hidup orang Indonesia). Pendekatan kasarnya tinggal dikalikan kebutuhan Dinar per bulan kali jumlah tahun.

Perhitungan detilnya perlu rumus-rumus finansial Future Value, Annuity, Morbidity untuk menhitung biaya kesehatan dlsb. Agak terlalu teknis – tetapi akan saya tulis juga Insyaallah di lain waktu apabila pembaca membutuhkan jabaran yang lebih teknis.

Labels: , , , , ,

Wednesday, January 23, 2008

Langkah Darurat Itu Terpaksa Diambil : Federal Reserve Amerika Serikat Memotong Suku Bunga Terbesar Sepanjang 24 Tahun Terakhir...

Diluar jadwal yang resmi yang mestinya baru seminggu lagi mereka mengadakan pertemuan rutin dua harinya, kemarin pagi waktu setempat atau tadi malam waktu Jakarta Federal Reserve Amerika Serikat memotong suku bunga kreditnya sebesar ¾ point yaitu turun dari 4.25% ke 3.5%. Penurunan ini merupakan yang terbesar sejak October 1984.

Penurunan yang sangat siginificant diluar jadwal ini tentu saja sempat membuat kepanikan yang luar biasa di bursa saham seluruh dunia yang sedang beroperasi, dampaknya terhadap Bursa Efek Indonesia kemungkinan besar baru akan terjadi pagi ini ketika pasar mulai beroperasi.

Langkah darurat ini nampaknya didorong oleh kekawatiran menyeluruh di pasar, bahwa resesi sedang di ambang pintu. Hal ini ditandai dengan bergugurannya bursa-bursa saham di seluruh dunia selama hari-hari sebelumnya.

Apakah terapi darurat ini efektif ? reaksi pasar nanti yang akan menjawabnya.

Untuk sementara terapi yang dilakukan oleh The Fed untuk melawan gejala resesi tersebut ternyata malah menimbulkan kesan yang sebaliknya di pasar. Pasar melihatnya justru situasi sudah begitu buruknya sehingga pemotongan suku bunga yang sangat besar tersebut tidak sabar lagi menunggu satu minggu lagi, yaitu waktu yang sudah dijadwalkan untuk pertemuan rutin mereka.

Dampaknya sampai penutupan tadi malam, pasar masih melemah bukan menguat seperti yang diharapkan. Di Amerika sendiri The Dow Jones Industrial Average (INDU) turun 1 % dan Nasdaq Composite (COMP) malah turun 2 %.

Terapi yang sesungguhnya dan dijamin keampuhannya tentu ada , yaitu menggunakan Dinar dan Dirham sebagai uang yang adil. Riba sudah barang tentu harus dihilangkan sama sekali, bukan hanya diturunkan.

Karena solusi ke Dinar/Emas dan Dirham/Perak ini adalah solusi yang fitrah, maka kebenarannya tidak hanya di claim oleh orang Islam saja. Di Amerika sendiri sudah ada sekelompok orang yang sadar akan hal ini. Bahkan GATA sudah secara berkelakar menyiapkan draft Pidato Presiden Amerika Serikat untuk Pembubaran Dollar dalam revolusi semalam, kemudian menggantikannya dengan Emas dan Perak.

Lantas apa pengaruhnya ini semua dengan harga emas hari ini ?. tentu saja setiap saat terjadi kekacauan ekonomi orang akan kembali ke emas dan perak – inilah fitrahnya. Orang akan mencari keadilan setiap saat merasa di dholimi. Sedangkan mata uang yang adil ya hanya Emas dan Perak itu tadi. Harga emas internasional tadi malam meningkat sangat tajam. Setelah pagi hari sempat menyentuh angka terendah US$ 855 / troy oz harga emas di New York ditutup pada angka US$ 889.80 troy oz.

Karena melonjaknya harga emas ini, harga Dinar di Gerai Dinar pagi ini melonjak Rp 37,000/ Dinar dari angka kemarin sore yang Rp 1,135,400 ke angka Rp 1,172,400. Insyaallah harga ini akan kita lihat kembali waktu Dhuhur nanti setelah pasar Sydney dan Hongkong menyelesaikan sessi perdagangan paginya.

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi, tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. Supaya kamu jangan berduka cita terhadap yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS 57 :23)

Labels: , , , , , ,

Thursday, January 17, 2008

Harga Dinar Turun Lebih Dari Rp 20,000 Hari Ini....

Seperti yang saya sampaikan kemarin sore bahwa apabila trend penurunan harga emas dunia berlanjut hingga penutupan pasar New York, maka harga Dinar pagi ini akan turun secara significant.

Ternyata betul, pasar New York yang ditutup beberapa jam lalu menunjukkan trend menurun. Ini hari kedua harga emas mengalami penurunan setelah hampir sebulan penuh naik.

Penyebab penurunan ini tidak lain karena US$ Index yang merefleksikan nilai US$ terhadap sekumpulan mata uang besar dunia mengalamai kenaikan 1% menjadi 76.3. US$ Index naik karena data perekonomian terakhir yang dikeluarkan pemerintah Amerika menunjukkan hasil yang lebih baik dari yang diduga pasar.

Informasi-informasi mengenai naik turunnya harga Emas/Dinar yang saya sajikan, tidak bermaksud mengukur kinerja Dinar dengan US$ atau bahkan menspekulasikannya. Ini hanya informasi pasar yang kita ada di dalamnya, lebih baik kita tahu medannya - agar kita tahu bagaimana mensikapinya. Seluruh grafik-grafik yang saya sajikan disamping mulai dari satistik 1 bulan, 2 bulan, sampau 40 tahun adalah agar kita tahu medan tersebut - sehingga ketika kita masuk di dalamnya, kita menyadari betul apa yang sedang kita hadapi.

Lebih banyak umat ini memegang asset riil berupa emas, perak, hasil tambang, hasil bumi dan sumber daya alam lainnya akan lebih baik dibandingkan memegang 'janji' berupa uang kertas, surat utang dan sejenisnya. Kesempatan baik untuk menukar 'janji' tersebut ke asset riil adalah ketika 'janji' tersebut masih bernilai baik seperti sekarang.....cepat atau lambat nilai 'janji' tersebut akan terus berkurang atau bahkan hancur , lihat uraian saya tentang Deret Fibonacci.... Saat itu tentu 'janji-janji' tersebut tidak lagi bernilai untuk ditukar dengan asset riil. Wallahu A'lam bis showab.

Labels: , , , ,

Wednesday, January 16, 2008

....Agar Harta Itu Jangan Hanya Berputar Diantara Orang-orang Kaya...

Kali ini saya ingin mengingatkan diri saya sendiri dan mudah-mudahan juga berguna untuk para pembaca blog ini. Dengan gigihnya kita memperjuangkan mata uang yang Adil dari Emas dan Perak, kita juga jangan sampai terjebak dalam perilaku menimbun emas. Di tulisan saya sebelumnya, saya juga mengingatkan jangan sampai harta kita justru menjadi liability di akhirat....

Dalam Islam harta kita harus bergerak sehingga memberi manfaat bagi kita sendiri maupun orang lain yang juga mempunyai hak atas harta kita. Manfaat berputarnya harta ini saya coba jelaskan dengan persamaan pertukaran atau equation of exchange yang juga sudah saya singgung sebelumnya. Persamaan tersebut adalah M x V = P x Q dimana M = jumlah uang, V= Perputaran uang ; P = Tingkat Harga dan Q = jumlah barang dan jasa. Saya ingin menggunakan persamaan ini untuk menjelaskan sistem ekonomi yang berbasis Dinar dan Dirham dan dimana bunga bank dianggap haram (dan memang haram !).

Dalam ekonomi yang berbasis Dinar, M akan cenderung tetap karena tidak seperti uang kertas yang bisa dicetak kapan saja dan berapa saja. Untuk mencetak Dinar diperlukan emas asli yang tentu jumlahnya tidak banyak. Diperkirakan hanya ada sekitar 150 ribu ton emas diseluruh dunia saat ini dan setiap tahunnya diperkirakan hanya bertambah sekitar 1.5% dari penambangan emas di seluruh dunia. Perak memang jumlahnya tentu lebih besar dari emas, namun juga terbatas.

Dengan scenario Allah yang telah membuat emas dan perak yang jumlahnya terbatas dan tersebar relatif merata di seluruh dunia – bahkan Amerika Serikat pun yang menganggap dirinya negara adikuasa hanya menguasai sekitar 8,000 ton emas saja atau 5.3 % dari emas dunia – maka seharusnya kemakmuran-pun merata.

Dengan tidak naiknya M, sementara Q atau output harus naik secara gradual sejalan dengan pertumbuhan penduduk dunia dan P relatif tetap (harga barang-banrang apabila dibeli dengan emas akan cenderung tetap dalam jangka panjang), maka harus ada yang bergerak mengimbangi gerakan Q atau output tersebut. Tinggal satu faktor yang belum bergerak yaitu V, disinilah rahasianya ekonomi Islam, mengapa Islam sangat mendorong perputaran uang yang cepat dari satu tangan ke tangan lainnya. Lebih jauh lagi perputaran ini harus luas tidak hanya berputar di golongan tertentu saja sesuai Ayat Al-Quran 59:7 “….agar harta itu jangan hanya beredar diantara orang-orang kaya diantara kamu…”.

Segala kebutuhan manusia, termasuk jumlah emas di seluruh dunia untuk memenuhi kebutuhan mata uang penduduknya, ternyata juga sudah diatur sedemikian rupa sesuai scenario Allah SWT sehingga akan selalu mencukupi. Diungkapkan oleh Allah dalam Al-Qur’an QS 54: 49 “ Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran”. Hal ini juga bisa dibuktikan dari satitistik jumlah penduduk dunia dibandingkan dengan jumlah emas yang tersedia sebagaimana ditunjukkan di grafik berikut :

Emas di permukaan bumi Sumber : Gold Sheet Mining Directory .Trend Jumlah Penduduk Dunia dan Kumulatif Jumlah Emas Yang Ada Di Permukaan Bumi.

Dari grafik tersebut kita bisa lihat bahwa ternyata emas memang tersedia cukup bagi umat manusia sepanjang zaman; hanya keserakahanlah yang membuatnya bisa tidak mencukupi.

Cepatnya perputaran uang dalam ekonomi Islam ini juga digambarkan dalam suatu Hadits dimana Rasulullah SAW suatu pagi selesai sholat subuh buru-buru pulang kemudian balik lagi ke Masjid untuk melanjutkan dzikir dan doa’nya. Ketika sahabat ada yang bertanya, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ia tadi buru-buru karena ingat ada uang tiga Dirham yang belum disedekahkan.

Pada hadits lain dari Abu Huraira : Rasulullah SAW bersabda , “ Jika saya memiliki emas sebesar gunung Uhud, saya tidak akan suka kecuali setelah tiga hari tidak tersisa satu Dinar pun yang ada pada ku apabila ada orang lain yang berhak menerimanya dariku, kecuali sejumlah yang akan aku pakai untuk membayar utangku”. (HR. Bukhari)

Dua contoh diatas menggambarkan seberapa cepat uang seyogyanya berputar diantara kaum muslimin. Apabila uang tersebut uang kecil putaran ini ukurannya satu hari, apabila uang besar atau kekayaan yang banyak maka putarannya tiga hari. Artinya uang bagi kaum muslimin hendaklah terus bergerak, baik itu untuk konsumsi, di sedekahkan/diinfakkan ataupun diinvestasikan untuk kegiatan produktif.

Jadi menggunakan Dinar sebagai alat investasi dan alat mempertahankan nilai, tidak boleh berarti menimbunnya. Batasan yang boleh dan yang tidak sudah saya jelaskan pada tulisan sebelumnya .

Dari sini kita tahu bahwa tugas berikutnya setelah Dinar dan Dirham ini berada ditangan masyarakat secara luas, kita harus mulai benar-benar menggunakannya dalam bermuamalah sehari-hari....kita pikirkan caranya...yang penting kita mulai saja yang kita tahu, nanti biarlah Allah akan memberi tahu apa yang kita belum tahu.
Wallahu A’lam bis Showab.

Labels: , , ,

Tuesday, January 15, 2008

Perdagangan Dibuka Kembali Pagi Ini...

Kemarin sore sempat kita himbau para agen dan member DinarClub untuk tidak mengadakan transaksi Dinar karena peningkatan harga emas Dunia yang sangat tajam.

Pagi ini ketika tulisan ini saya buat, pasar New York baru ditutup beberapa jam lalu dan alhamdullah tidak setinggi harga emas kemarin sore di Hongkong – meskipun menurut saya sendiri tetap sangat tinggi, tetapi menunjukkan trend menurun.

Jadi, tugas kita membantu masyarakat yang ingin peroleh Dinar-nya bisa jalan kembali dengan harga yang lebih wajar. Insyaallah nanti siang sebelum jam 13.00 kita tinjau kembali harga ini setelah memperhatikan dengan seksama apa yang akan terjadi di pasar Hongkong sampai tengah hari nanti.

Fluktuasi harga emas yang significant sepanjang hari kemarin antara lain dipicu oleh melemahnya Dollar dan antisipasi pasar akan kemungkinan penurunan suku bunga The Fed.

Karena FOMC (Federal Open Market Committee) yaitu komponen penting dalam system Federal Reserve Amerika Serikat yang menentukan kebijakan moneter baru akan melaksanakan rapat dua hari-nya akhir bulan ini, maka sentimen negatif terhadap Dollar mi kemungkinan akan berlangsung panjang setidaknya sampai dua pekan kedepan.

Analisa saya bisa saja keliru, oleh karenanya saya juga menganjurkan kepada pembaca blog ini untuk membaca tulisan saya tentang Kehancuran Mata Uang Kertas.... Mengapa ini penting ? Karena meskipun dalam jangka panjang kita sangat yakin bahwa harga Dinar insyaallah akan terus naik, dalam jangka pendek mungkin-mungkin saja untuk turun dahulu beberapa lama sebelum balik lagi ke deret Fibonacci berikutnya.

Jadi janganlah naiknya harga Dinar ini terlalu menggembirakan kita atau sebaliknya terlalu kita pikirin ketika turun untuk beberapa lama. Setelah kita hijrah ke timbangan yang adil Dinar-Dirham...,kinerja timbangan yang tidak adil (uang kertas) tidak lagi menjadi ukuran keberhasilan atau kegagalan investasi kita.

Labels: , , , , ,

Saturday, January 12, 2008

Bukti Stabilitas Daya Beli Dinar (Emas) dan Dirham (Perak) dari Al-Qur'an dan Al- Hadits

Mungkin Anda bertanya apakah ada uang atau unit of account di zaman ini yang tidak terpengaruh oleh inflasi ?, jawabnya ada yaitu mata uang yang memiliki nilai intrinsik yang sama dengan nilai nominalnya yaitu mata uang yang berupa emas dan perak atau dalam khasanah Islam disebut sebagai Dinar dan Dirham.

Mungkin pertanyaan Anda selanjutnya adalah apa benar emas dan perak atau Dinar dan Dirham tidak terpengaruh oleh inflasi atau daya belinya memang tetap sepanjang zaman ?, untuk menjawab pertanyaan ini diperlukan uraian yang agak panjang sebagi berikut :

Beberapa bukti sejarah yang sangat bisa diandalkan karena diungkapkan dalam al-Qur’an dan Hadits dapat kita pakai untuk menguatkan teori bahwa harga emas (Dinar) dan perak (Dirham) yang tetap, sedangkan mata uang lain yang tidak memiliki nilai intrinsik terus mengalami penurunan daya beli (terjadi inflasi).

Dalam Al-Qur'an yang agung, Allah berfirman :"Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: ”Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab: “Kita tinggal (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu tinggal (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seseorang pun". (Al-Kahf 019)

Di ayat tersebut diatas diungkapkan bahwa mereka meminta salah satu rekannya untuk membeli makanan di kota dengan uang peraknya. Tidak dijelaskan jumlahnya, tetapi yang jelas uang perak. Kalau kita asumsikan para pemuda tersebut membawa 2-3 keping uang perak saja, maka ini konversinya ke nilai Rupiah sekarang akan berkisar Rp 100,000. Dengan uang perak yang sama sekarang (1 Dirham sekarang sekitar Rp 33,900) kita dapat membeli makanan untuk beberapa orang. Jadi setelah lebih kurang 18 abad, daya beli uang perak relatif sama. Coba bandingkan dengan Rupiah, tahun 70-an akhir sebagai anak SMA yang kos saya bisa makan satu bulan dengan uang Rp 10,000,-. Apakah sekarang ada anak kos yang bisa makan satu bulan dengan uang hanya Rp 10,000 ? jawabannya tentu tidak. Jadi hanya dalam tempo kurang dari 30 tahun saja uang kertas kita sudah amat sangat jauh perbedaan nilai atau kemampuan daya belinya.

Mengenai daya beli uang emas Dinar dapat kita lihat dari Hadits berikut :

”Ali bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan kepada kami, ia berkata : saya mendengar penduduk bercerita tentang ’Urwah, bahwa Nabi S.A.W memberikan uang satu Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau; lalu dengan uang tersebut ia membeli dua ekor kambing, kemudian ia jual satu ekor dengan harga satu Dinar. Ia pulang membawa satu Dinar dan satu ekor kambing. Nabi S.A.W. mendoakannya dengan keberkatan dalam jual belinya. Seandainya ‘Urwah membeli debupun, ia pasti beruntung” (H.R.Bukhari)

Dari hadits tersebut kita bisa tahu bahwa harga pasaran kambing yang wajar di zaman Rasulullah, SAW adalah satu Dinar. Kesimpulan ini diambil dari fakta bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang sangat adil, tentu beliau tidak akan menyuruh ‘Urwah membeli kambing dengan uang yang kurang atau berlebihan. Fakta kedua adalah ketika ‘Urwah menjual salah satu kambing yang dibelinya, ia pun menjual dengan harga satu Dinar. Memang sebelumnya ‘Urwah berhasil membeli dua kambing dengan harga satu Dinar, ini karena kepandaian beliau berdagang sehingga ia dalam hadits tersebut didoakan secara khusus oleh Rasulullah, SAW. Diriwayat lain ada yang mengungkapkan harga kambing sampai 2 Dinar, hal ini mungkin-mungkin saja karena di pasar kambing manapun selalu ada kambing yang kecil, sedang dan besar. Nah kalau kita anggap harga kambing yang sedang adalah satu Dinar, yang kecil setengah Dinar dan yang besar dua Dinar pada zaman Rasulullah SAW maka sekarangpun dengan ½ sampai 2 Dinar (1 Dinar pada saat saya menulis artikel ini = Rp 1,171,725) kita bisa membeli kambing dimanapun di seluruh dunia – artinya setelah lebih dari 14 abad daya beli Dinar tetap. Coba bandingkan dengan Rupiah kita. Pada waktu saya SD (awal 70-an) bapak saya membelikan saya kambing untuk digembala sepulang sekolah, harga kambing saat itu berkisar Rp 8,000. Nah sekarang setelah 35 tahun apakah kita bisa membeli kambing yang terkecil sekalipunpun dengan Rp 8,000 ? tentu tidak. Bahkan ayam-pun tidak bisa dibeli dengan harga Rp 8,000 !. Wallahu A'lam bi showab.

Labels: , , , ,

Tuesday, January 8, 2008

Prinsip 1/3 Dalam Pengelolaan Harta

Ada sebuah nasihat yang sangat Indah kepada diri saya sendiri yang juga insyaallah bermanfaat bagi pembaca. Nasihat ini saya ambilkan dari kitab Riyadus –Shalihin yang ditulis oleh orang sholeh zaman dahulu yang terkenal keikhlasannya. Saking ikhlasnya Imam Nawawi, konon kitab asli dari Riyadus Shalihin tersebut tidak bisa dibakar oleh api.

Nasihat ini sendiri berasal dari hadits Rasulullah SAW yang panjang sebagai berikut : Dari Abu Hurairah RA, dari nabi SAW, beliau bersabda, “ Pada suatu hari seorang laki-laki berjalan-jalan di tanah lapang, lantas mendengar suara dari awan :” Hujanilah kebun Fulan.” (suara tersebut bukan dari suara jin atau manusia, tapi dari sebagian malaikat). Lantas awan itu berjalan di ufuk langit, lantas menuangkan airnya di tanah yang berbatu hitam. Tiba-tiba parit itu penuh dengan air. Laki-laki itu meneliti air (dia ikuti ke mana air itu berjalan). Lantas dia melihat laki-laki yang sedang berdiri di kebunnya. Dia memindahkan air dengan sekopnya. Laki-laki (yang berjalan tadi) bertanya kepada pemilik kebun : “wahai Abdullah (hamba Allah), siapakah namamu ?”, pemilik kebun menjawab: “Fulan- yaitu nama yang dia dengar di awan tadi”. Pemilik kebun bertanya: “Wahai hambah Allah, mengapa engkau bertanya tentang namaku ?”. Dia menjawab, “ Sesungguhnya aku mendengar suara di awan yang inilah airnya. Suara itu menyatakan : Siramlah kebun Fulan – namamu-. Apa yang engkau lakukan terhadap kebun ini ?”. Pemilik kebun menjawab :”Bila kemu berkata demikian, sesungguhnya aku menggunakan hasilnya untuk bersedekah sepertiganya. Aku dan keluargaku memakan daripadanya sepertiganya, dan yang sepertiganya kukembalikan ke sini (sebagai modal penanamannya)”. (HR. Muslim).

Bayangkan, bila Allah mengirimkan awan khusus untuk menyirami kebun kita. Di kala orang lain kekeringan, lahan kita tetap subur. Di kala usaha lain pada bangkrut usaha kita tetap maju, dikala krisis moneter menghantam negeri ini – kita tetap survive. Dan ketika usaha kita berjalan baik sementara saudara-sauadara kita kesulitan. sepertiga hasil usaha kita untuk mereka – alangkah indahnya sedeqah ini.

Bagaimana kita bisa memperoleh pertolongan Allah dengan awan khusus tersebut ?, kuncinya ya yang di hadits itu : kita bersama keluarga kita hanya mengkonsumsi sepertiga dari hasil kerja kita. Sepertiganya lagi kita investasikan kembali, dan yang sepertiga kita sedeqahkan ke sekeliling kita yang membutuhkannya.

Karena janji Allah dan rasulNya pasti benar, maka kalau tiga hal tersebut kita lakukan – Insyaallah pastilah awan khusus tersebut mendatangi kita. Namun jangan dibayangkan bahwa awan khusus tersebut harus benar-benar berupa awan yang mendatangi kita. Bisa saja awan khusus tersebut berupa teman –teman kita yang jujur yang memudahkan kita dalam berusaha, atasan kita yang adil yang memperjuangkan hak-hak kita, atau karyawan kita yang hati-hati yang menjaga asset usaha kita, dan berbagai bentuk ‘awan khusus’ lainnya. Wallahu A’lam bis showab.

Labels: , , ,

Monday, January 7, 2008

Metode Islami Dalam Perencanaan Keuangan

Untuk mengawali serangkaian tulisan saya yang akan menjadi tema sentral di Blog ini, pagi ini saya ingin memperkenalkan Metode atau cara Islami yang diajarkan Allah dan RasulNya tentang harta dan konsep membangun ketahanan ekonomi umat.

Dalam sebuah hadits, Sa’ad bin Abi Waqqash menyampaikan, “ Pada saat Haji Wada’, Rasulullah SAW mengunjungiku yang lagi sakit keras. Aku bertanya kepadanya, “Wahai Rasulullah, aku adalah orang yang memiliki harta yang banyak dan tidak ada yang mewarisi hartaku, kecuali anak perempuanku satu-satunya. Jika demikian, bolehkah aku menyedekahkan dua per tiga (2/3) dari hartaku ?” Nabi SAW menjawab, “Tidak Boleh”. Aku bertanya lagi, “bagaimana kalau aku sedekahkan separuh (1/2) dari hartaku, ya Rasululah ?”, Nabi SAW, menjawab, “Juga tidak boleh”. Aku kembali bertanya, “Kalau sepertiga (1/3) ?” , Mendengar itu Nabi SAW bersabda, “kalau sepertiga (1/3) boleh, dan itupun sudah banyak. Sebab, seandainya kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya, itu lebih baik daripada kamu meninggalkan mereka dalam keadaan papa, meminta-minta kepada manusia…”(HR.Bukhari).

Pelajaran yang sangat berharga dari hadits tersebut diatas adalah, seorang muslim haruslah menjadikan akhirat sebagai orientasi hidupnya sehingga amalan-amalan yang bisa membawanya kepada kehidupan yang baik di akhirat menjadi prioritas yang diusahakan secara maksimal. Sa’ad bin Abi Waqash awalnya ingin menyedekahkan dua pertiga (2/3) dari hartanya yang banyak tentu karena ia berharap kebaikan akhirat ini.

Namun demikian, Rasulullah SAW yang setiap kata dan perbuatannya mendapatkan bimbingan langsung dari Allah SWT (“Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya”, Al-Qur’an 53:4) , tentu dapat melihat aspek yang lebih luas bagi kehidupan umatnya. Dalam upaya mengejar kebaikan kehidupan akhirat, kita juga tidak harus meninggalkan kebaikan kehidupan di dunia bagi diri kita sendiri maupun anak-anak keturunan kita.

Dalam konteks mencari kebaikan kehidupan di dunia dan kebaikan di akhirat yang seimbang inilah seorang muslim harus memiliki rencana yang baik dalam hal apapun, termasuk dalam hal pengelolaan finansial bagi pribadi pribadi maupun keluarganya.

Bagi umat Islam, perencanaan finansial ini juga bagian dari ajaran agama ini yang antara lain langsung diberi contoh yang Indah langsung dari Al-Qur’an dalam surat Yusuf 43-48 berikut :


Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya), “Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering. Hai orang-orang yang terkemuka, terangkanlah kepadaku tentang takwil mimpiku itu, jika kamu dapat menakwilkan mimpi.”

Mereka menjawab, “(Itu) adalah mimpi-mimpi yang kosong dan kami sekali-kali tidak tahu menakwilkan mimpi itu.”

Dan berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) sesudah beberapa waktu lamanya, “Aku akan memberitakan kepadamu tentang orang yang pandai mentakwilkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya).”

(Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf, dia berseru), “Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami(takwil mimpi) tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya.”

Yusuf berkata: “Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di bulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan.”

Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. (Yusuf 12:43-48).


Implementasinya dalam bentuk konsep ekonomi di Zaman modern ini ada di tulisan saya yang lain seperti yang sudah saya mulai di tulisan tentang Bangun Ketahanan Ekonomi... dan insyaallah kalau diberi usia panjang akan ada tulisan berikutnya....

Labels: , , , , ,