24 hours international gold price to understand gold Dinar price trend
Current Gold & Silver Price to Calculate Dinar and Dirham Price
Harga Dinar emas Sekarang - Current Gold Dinar Price ENGLISH VERSION

Dinar Islam adalah Emas 22 Karat seberat 4.25 gram.

Dirham Islam adalah Perak Murni seberat 2.975 gram.
Harga Dinar Sebulan Terakhir - Gold Dinar Price in the Last 30 days Trend harga Dinar 1 bulan terakhir.

Mengenal Dinar dan Dirham Islam

Peluang Investasi Dengan Dinar Anda
Harga Dinar Islam 2 Bulan Terakhir - The Last 60 days gold Dinar Price Qirad/Mudharabah Untuk Dinar Anda

Trend harga Dinar 2 bulan terakhir.

Dinar di Kota-Kota Besar Indonesia

Wednesday, March 19, 2008

Untuk Sementara Terapi Kali Ini Cukup Efektif...

Sepanjang tahun ini Federal Reserve Amerika Serikat telah berulang kali berusaha untuk membangkitkan ekonomi dan menjaga nilai uangnya (US$), lihat antara lain beberapa tulisan saya tanggal 23/1/08, 26/2/08 dan 12/3/08 .

Upaya penyelamatan yang bertubi tubi ini bisa dilihat dari dua sisi, pertama kita bisa melihat betapa seriusnya problem yang dihadapi Dollar sehingga perlu upaya begitu rupa untuk menyelamatkannya. Kedua bisa juga dilihat bahwa pemerintah Amerika Serikat sangat serius berupaya menyelamatkan uangnya.

Pandangan pertama yang nampaknya banyak dilihat pasar dalam upaya-upaya penyelamatan sebelumnya sehingga upaya the Fed tidak efektif; sedangkan tadi malam berbeda, pandangan kedua yang diambil banyak pelaku pasar sehingga penurunan suku bunga the Fed sebesar 0.75 basis points berhasil mengangkat US Dollar dan bursa saham sekaligus.

Di pasar uang, US$ menguat terhadap mata uang dari 15 negera eropa yaitu Euro dari 1 Euro setara US$1.5831 hari sebelumnya membaik menjadi US$ 1.5640 penutupan kemarin. Di bursa saham langkah terakhir the Fed juga berhasil mendongkrak saham-saham yang di perdagangkan di pasar secara significant. Dow Jones Industrial Average berhasil naik 3.51% dari hari sebelumnya, sedangkan NYSE Composite Index berhasil naik 3.97% dari hari sebelumnya.

Lantas apa artinya ini semua pada harga emas dan Dinar ?. Menariknya pasar saham sehari kemarin membuat pasar emas sementara memiliki pesaingnya. Bagi sebagian pelaku, harga emas yang sudah kelewat tinggi membuat mereka mengambil untung dan menggunakan dananya untuk membeli saham. Akibatnya harga emas turun menjadi tinggal US$ 985.0/ troy oz pagi ini.

Dampak dari penurunan harga emas dunia ini, tentu Dinar di GeraiDinar juga trurun cukup significant yaitu turun 2.25% dari harga kemarin sore sebesar Rp 1,289,200 menjadi Rp 1,260, 200.- pagi ini.

Dalam setiap penurunan harga baik itu saham maupun emas, pelaku pasar selalu bisa punya dua pandangan. Untuk penurunan emas misalnya, pelaku pasar bisa melihat bahwa penurunan ini akan terus berlanjut atau bisa juga penurunan ini bersifat sementara untuk kemudian naik lagi.

Yang melihat penurunan ini terus berlanjut mendasarkan realita bahwa harga emas ini menurut mereka sudah terlalu tinggi, karena per pagi ini saja harga emas dunia dalam US$ masih 51% lebih tinggi dari harga emas setahun yang lalu. Harga yang terlalu tinggi akan akan cenderung turun – ini pendapat mereka.

Sebaliknya saya melihat harga sekarang masih terlalu rendah. Dasar perhitungan saya adalah daya beli riil Dinar terhadap komoditi seperti minyak dlsb. Sejarah yang membuktikan bahwa daya beli Dinar tetap sepanjang zaman; jadi kalau dipakai untuk membeli minyak mentah misalnya – daya beli emas ini harusnya akan tetap pula.

Langkah-langkah yang ditempuh oleh the Fed semalam ternyata hanya mempengaruhi pasar uang dan pasar saham tetapi US$ tidak membaik daya belinya terhadap mayoritas komoditi baik itu minyak mentah, tembaga maupun hasil pertanian. Harga minyak mentah misalnya masih bertengger pada angka US$ 108.57/barrel pagi ini.

Jadi menurut saya sendiri cepat atau lambat harga emas akan naik kembali yang berarti juga Dinar. Namun sekali lagi ini hanya pendapat saya, bisa saja saya keliru dan pendapat saya tidak harus diikuti. Hanya Allah-lah yang Maha Tahu.

Labels: , , , ,

Tuesday, February 26, 2008

Kembali IMF dan Pemerintah Amerika Serikat Bermain Dalam Harga Emas...

Harga emas internasional tadi malam sempat jatuh ke sekitar angka US$ 933/troy oz sebelum akhirnya merangkak naik kembali mencapai sekitar US$ 939/ troy oz pagi ini. Pemicu turunnya harga emas tersebut masih merupakan kelanjutan tulisan saya tanggal 11 Februari 2008 yaitu rencana IMF melepaskan sebagian emasnya .

Issue tersebut kembali mempengaruhi pasar karena adanya pengumuman dari pejabat keuangan senior Amerika Serikat bahwa kali ini Amerika Serikat akan mendukung rencana penjualan emas IMF tersebut. Dukungan dari pemerintah AS ini sebenarnya bukan yang pertama kali karena dukungan sejenis pernah diberikan ke IMF tahun 1999 dan 2005, bedanya dua dukungan sebelumnya tidak mendapatkan support dari kongres mereka. Kali ini nampaknya pemerintah AS yakin bahwa kongress mereka akan menyetujui dukungan tersebut.

IMF sendiri belum jelas kapan akan menjual sebagian emasnya – kemungkinan akan terjadi tahun ini juga setelah dukungan pemerintah AS dperoleh. Pada saat itu akan ada tambahan supply emas sekitar 400 ton di pasar – jadi harga emas bisa turun.

Tarik ulur dalam rencana penjualan emas IMF ini – yang merupakan pemilik cadangan emas terbesar ketiga setelah Federal Reserve AS dan BundesBank . Jerman – tentu akan menjadi permainan yang dinikmati oleh para pihak yang berkepentingan dalam menjaga citra mata uangnya.

Hanya dengan mengumumkan bahwa pemerintahannya akan mendukung upaya IMF menjual emas misalnya, semalam harga US$ Dollar sudah naik beberapa poin dibandingkan dengan mata uang kuat lainnya di dunia.

Bagi kita yang berupaya mengembalikan emas dalam bentuk Dinar sebagai timbangan yang adil (‘mata uang’) untuk bermuamalah sepanjang zaman, juga dapat menikmati hal ini. Kapan saja IMF dan Amerika Serikat melepas emasnya – belilah !.

Saat ini emas sudah sangat underpriced , lihat tulisan saya tanggal 8 Februari 2008 dan akan lebih underpriced lagi setelah IMF melepas emasnya.

Semakin cepat IMF melepas emasnya, semakin cepat pula IMF dan Amerika Serikat kehilangan kontrol terhadap perekonomian dunia. Emas mereka sudah menipis, dan akan terus semakin menipis. Lihat tulisan saya tanggal 4 Februari 2008.

Di sisi lain supply emas ke pasar internasional juga akan terus berkurang karena produsen emas no 2 terbesar dunia yaitu Afrika Selatan masih berkutat di problem energy-nya. Salah satu pertambangan emas terbesar negeri itu kemarin bahkan sudah mengumumkan untuk merumahkan 6,900 karyawannya karena krisis energy ini. Dampak krisis energy ini akan mengurangi produksi emas negara tersebut antara 20% - 25% dari produksi normal tahunannya.

Pada saat yang bersamaan produsen emas no 1 dunia saat ini yaitu China, kemungkinan besar tetap tidak akan mengekspor emasnya ke pasar internasional karena kebutuhan negeri itu sendiri yang sangat tinggi.

Jadi turunnya harga emas dari hasil permainan IMF dan Amerika Serikat ini tidak akan lama, cepat atau lambat harga emas akan kembali ke harga yang adil dan semestinya - karena itulah emas khususnya Dinar dijadikan alat muamalah atau timbangan yang Adil dalam Islam. Wallahu A’lam bis showab.

Labels: , , , ,

Thursday, February 14, 2008

Investasi Emas : Koin Dinar, Emas Lantakan Atau Emas Perhiasan ?

Pertanyaan ini sering sekali sampai ke saya dalam berbagai keempatan, Baik lewat email, kesempatan tanya jawab dalam ceramah atau bahkan banyak sekali pembeli Dinar sebelum mereka mulai membeli – mereka menanyakan dahulu masalah ini.

Ketiga-tiganya tentu memiliki kesamaan karena bahannya memang sama. Kesamaan tersebut terletak pada keunggulan investasi tiga bentuk emas ini yaitu semuanya memiliki nilai nyata (tangible), senilai benda fisiknya (intrinsic) dan dan nilai yang melekat/bawaan pada benda itu (innate). Ketiga keunggulan nilai ini tdak dimiliki oleh investasi bentuk lain seperti saham, surat berharga dan uang kertas.

Default value (nilai asal) dari investasi emas tinggi – kalau tidak ada campur tangan berbagai pihak dengan kepentingannya sendiri-sendiri otomatis nilai emas akan kembali ke nilai yang sesungguhnya – yang memang tinggi.

Sebaliknya default value (nilai) uang kertas, saham, surat berharga mendekati nol , karena kalau ada kegagalan dari pihak yang mengeluarkannya untuk menunaikan kewajibannya –uang kertas, saham dan surat berharga menjadi hanya senilai kayu bakar.

Nah sekarang sama-sama investasi emas, mana yang kita pilih ? Koin Emas, Emas Lantakan atau Perhiasan ? Disini saya berikan perbandingannya saja yang semoga objektif sehingga pembaca bisa memilih sendiri - Agar keputusan Anda tidak terpengaruh oleh pendapat saya – karena kalau pendapat saya tentu ke Dinar karena inilah yang saya masyarakatkan.

Kelebihan Dinar :
1. Memiliki sifat unit account ; mudah dijumlahkan dan dibagi. Kalau kita punya 100 Dinar – hari ini mau kita pakai 5 Dinar maka tinggal dilepas yang 5 Dinar dan di simpan yang 95 Dinar.
2. Sangat liquid untuk diperjual belikan karena kemudahan dibagi dan dijumlahkan di atas.
3. Memiliki nilai da’wah tinggi karena sosialisasi Dinar akan mendorong sosialisasi syariat Islam itu sendiri. Nishab Zakat misalnya ditentukan dengan Dinar atau Dirham - umat akan sulit menghitung zakat dengan benar apabila tidak mengetahui Dinar dan Dirham ini.
4. Nilai Jual kembali tinggi, mengikuti perkembangan harga emas internasional; hanya dengan dikurangkan biaya administrasi dan penjualan sekitar 4% dari harga pasar. Jadi kalau sepanjang tahun lalu Dinar mengalami kenaikan 31 %, maka setelah dipotong biaya 4 % tersebut hasil investasi kita masih sekitar 27%.
5. Mudah diperjual belikan sesama pengguna karena tidak ada kendala model dan ukuran.

Kelemahan Dinar :
1. Di Indonesia masih dianggap perhiasan, penjual terkena PPN 10% (Sesuai KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 83/KMK.03/2002 bisa diperhitungkan secara netto antara pajak keluaran dan pajak masukan toko emas maka yang harus dibayar ‘toko emas’ penjual Dinar adalah 2%).
2. Ongkos cetak masih relatif tinggi yaitu berkisar antara 3% - 5 % dari nilai barang tergantung dari jumlah pesanan.

Kelebihan Emas Lantakan :
1. Tidak terkena PPN
2. Apabila yang kita beli dalam unit 1 kiloan – tidak terkena biaya cetak.
3. Nilai jual kembali tinggi.

Kelemahan Emas Lantakan :
1. Tidak fleksibel; kalau kita simpan emas 1 kg, kemudian kita butuhkan 10 gram untuk keperluan tunai – tidak mudah untuk dipotong. Artinya harus dijual dahulu yang 1 kg, digunakan sebagian tunai – sebagian dibelikan lagi dalam unit yang lebih kecil – maka akan ada kehilangan biaya penjualan/adiminstrasi yang beberapa kali.
2. Kalau yang kita simpan unit kecil seperti unit 1 gram, 5 gram, 10 gram – maka biaya cetaknya akan cukup tinggi.
3. Tidak mudah diperjual belikan sesama pengguna karena adanya kendala ukuran. Pengguna yang butuh 100 gram, dia tidak akan tertarik membeli dari pengguna lain yang mempunyai kumpulan 10 gram-an. Pengguna yang akan menjual 100 gram tidak bisa menjual ke dua orang yang masing-masing butuh 50 gram dst.

Kelebihan Emas Perhiasan :
1. Selain untuk investasi, dapat digunakan untuk keperluan lain – dipakai sebagai perhiasan.

Kelemahan Perhaiasn :
1. Biaya produksi tinggi
2. Terkena PPN
3. Tidak mudah diperjual belikan sesama pengguna karena kendala model dan ukuran.

Dari perbandingan-perbandingan tersebut, kita bisa memilih sendiri bentuk investasi emas yang mana yang paling tepat untuk kita. Wallahu A'lam.

Labels: , , ,

Monday, February 4, 2008

Waktu Yang Paling Baik Untuk Pindah Ke Dinar...

Cadangan Emas, Gold Reserve 1980-2005Dalam berbagai tulisan saya di blog ini, saya berulang kali menjelaskan bahwa tidak ada waktu yang tidak baik – artinya kapan saja baik - bagi yang ingin pindah dari mata uang yang tidak adil, tidak memiliki daya beli tetap – ke mata uang yang adil, yang memiliki daya beli tetap sepanjang zaman.

Namun diantara waktu yang baik tersebut, terdapat waktu yang paling baik – kapan itu ? yaitu pada saat uang kertas nilainya masih baik, masih memiliki daya beli yang lumayan baik. Seperti analisa yang saya buat minggu lalu, minggu ini harga emas dunia turun – demikian pula dengan Dinar. Saat inilah waktu yang paling baik itu untuk pindah ke Dinar.

Turunnya harga emas dunia minggu ini, seperti juga yang sudah dimulai pada akhir perdagangan emas dunia Jum’at lalu - didorong oleh naiknya nilai tukar Dollar terhadap sekelompok mata uang kuat lainnya di dunia. Kondisi ini mungkin tidak lama, saya pribadi memperkirakan antara 1 sampai 6 minggu kedepan – karena setelah itu kembali pasar akan berspekulasi tentang suku bunga The Fed.

Kita perlu pindah ke Dinar karena selain untuk membangun ketahanan ekonomi keluarga kita, kita juga secara bersama-sama membangun ketahanan ekonomi umat. Karena ketidak tahuan atau ketidak pedulian sebagain besar dari umat ini, membuat kekayaan sebagian umat islam terkuras habis – tanpa kita sadari.

Tiga grafik disamping menggambarkan indikasi kekayaan riil umat Islam dunia apabila diukur dari cadangan emas yang dimiliki oleh bank sentral-nya masing-masing.

Cadangan Emas, Gold Reserve 1980Negara-negara yang penduduknya mayoritas Islam, secara keseluruhan cadangan emasnya relatif tetap (kecil) sejak tahun 1980; tetapi kita harus berterima kasih sama Lybia dan Pakistan yang keduanya berhasil mengimbangi penurunan cadangan emas lebih lanjut yang dilakukan oleh negara berpenduduk mayoritas muslim lainnya seperti Malaysia, Qatar, Oman, United Arab Emirat – tiga negara yang disebut terakhir bahkan emasnya sudah hampir habis sama sekali.

Negara seperti Indonesia, Arab Saudi. dan Mesir seolah tidak peduli dengan cadangan emas di bank sentralnya – karena angkanya relatif tetap selama 25 tahun terakhir.

Di luar Islam, negara yang paham dan memiliki kemampuan untuk membangun kekuatan ekonomi yang sesungguhnya adalah India dan China – dua negara ini yang di Asia berhasil mendongkrak cadangan emas bank sentralnya secara sangat significant.

Cadangan Emas - Gold Reserve 1990Negara seperti Amerika, Eropa dan Kroni-kroninya sebenarnya juga tidak bertambah kuat perannya dibandingkan dengan negara- negara seperti India dan China; Ini tantangan bagi kita semua di negeri yang berpenduduk mayoritas Muslim – mengapa India dan China bisa secara bertahap merebut dominasi ekonomi dari Amerika dan Eropa sedangkan kita tidak atau belum bisa ?. India dan China berhasil membuat sektor usaha riilnya berjalan dengan baik, sementara kita hanya berpuas diri pada penampilan di sektor keuangan dan pasar modal.

Sebenarnya emas juga bukan hal yang utama untuk membangun kekuatan ekonomi, ekonomi sektor riil-lah yang utama. Ketika sektor riil tumbuh dan hasil panen dari pertumbuhan tersebut perlu diamankan dalam’tangkainya’ – maka disinilah emas berperan untuk membangun ketahanan ekonomi tersebut dan menjadi alat ukur, alat timbang dan alat bermuamalah yang adil lainnya.

Cadangan Emas, Gold Reserve 2005Ketika mata uang kertas dunia runtuh - maka selain asset dari sektor riil - emaslah salah satunya yang akan bertahan sebagai kekayaan riil bangsa-bangsa di dunia. Jadi selagi mata uang kertas tersebut masih bernilai, maka inilah saat terbaik untuk menukar kekayaan berupa uang kertas dengan kekayaan yang riil tersebut. Namun kalau asset kita sudah dalam bentuk benda riil lainnya seperti usaha yang sudah jalan - ya jangan kita tukar dengan emas; insyaallah usaha kita akan memberi hasil yang lebih baik dari emas.

Labels: , , ,