|
Emphaty dan La Défense a la Indonesia... |
|
|
|
|
Oleh Muhaimin Iqbal
|
|
Selasa, 31 August 2010 08:29 |
|
Emphaty berasal dari bahasa Yunani Empatheia yang artinya secara ringkas adalah kemampuan untuk dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain – secara emosi, pengalaman maupun perasaan. Bulan puasa sebenarnya adalah bulan yang tepat bagi kita semua untuk melatih diri kita masing-masing, agar kita mampu ber-emphaty terhadap apa yang dialami orang-orang lain yang tidak seberuntung kita-kita yang terbiasa mengakses internet ini. |
|
Lanjutnya...
|
|
|
Dan Nabi-pun Mendirikan Pasar... |
|
|
|
|
Oleh Muhaimin Iqbal
|
|
Senin, 06 September 2010 04:11 |
|
Salah satu yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ke Medinah yang kemudian membuat perubahan besar dalam penguasaan ekonomi adalah konsep bahwa bekerja adalah Ibadah. Melalui konsep inilah kaum Muhajirin yang berhijrah mengikuti Rasulullah SAW tanpa membawa harta -pun segera menjadi asset bagi umat dan bukannya liability - karena mereka dapat mengoptimalkan kemampuannya baik dalam kegiatan produksi maupun kegiatan perdagangan. |
|
Di-update pada Senin, 06 September 2010 08:47 |
|
Lanjutnya...
|
|
Ketika Ayat Qauliyah Disandingkan Dengan Ayat Kauniyah… |
|
|
|
|
Oleh Muhaimin Iqbal
|
|
Minggu, 30 May 2010 08:20 |
|
“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka.” (QS 47 :12). |
|
Di-update pada Minggu, 30 May 2010 08:23 |
|
Lanjutnya...
|
|
|
Rupiah Index (RIX) : Mengukur Kekuatan Rupiah Kita… |
|
|
|
|
Oleh Muhaimin Iqbal
|
|
Minggu, 13 December 2009 18:56 |
 Dunia finansial selama ini sudah sangat familiar dalam menggunakan nilai tukar mata uang satu terhadap yang lain sebagai tolok ukur untuk menilai kekuatan mata uang tertentu. Rupiah misalnya, hampir selalu disandingkan dengan Dollar Amerika untuk menilai apakah Rupiah sedang menguat atau sedang melemah. Ketika tahun lalu nilai tukar US$ 1 sempat mendekati Rp 12,000,- orang mengatakan bahwa Rupiah sedang terpuruk, nilai Rupiah anjlog dan lain sebagainya. Ketika akhir-akhir ini Rupiah kembali mendekati Rp 9,300/US$ orang mengatakan bahwa Rupiah sedang menguat dst. Yang jadi masalah adalah tolok ukur yang digunakan dalam menilai kekuatan Rupiah yaitu dalam contoh tersebut diatas US$ - nilainya sendiri terus bergerak. Dapatkah benda bergerak yang satu untuk mengukur benda bergerak lainnya ?; ini pelajaran waktu kita SMP. Kecepatan mutlak mobil yang sedang melaju, tidak bisa diukur dengan kecepatan mobil lainnya yang juga sedang melaju – hasilnya akan relatif. Demikian pula mata uang yang satu terhadap mata uang lainnya; kekuatannya hanya akan bersifat relatif satu sama lain. Kekuatan yang mutlak hanya bisa dibandingkan terhadap barang-barang yang bernilai stabil – atau memiliki daya beli tetap sepanjang zaman, yaitu emas (Dinar) dan perak (Dirham). |
|
Di-update pada Jum'at, 28 May 2010 06:38 |
|
Lanjutnya...
|
|
Gaza dan Palestina Tidak Butuh Kita, Kitalah Yang Butuh Mereka... |
|
|
|
|
Oleh Muhaimin Iqbal
|
|
Minggu, 30 May 2010 16:06 |
|
Tulisan berikut adalah up date terakhir yang saya peroleh dari Kafilah Freedom Flotilla menuju Gaza yang dikirim oleh seorang Ibu Rumah Tangga yang juga wartawan - yang saat ini berada di salah satu kapal-kapal tersebut bersama suaminya. Di tengah ancaman serangan Israel yang berseliweran setiap saat , sisi-sisi kemanusiaan wajar menggoda para penumpang kapal-kapal tersebut. Namun saya kagumi cara Bu Santi dan Suaminya Pak Dzikrullah menjaga keikhlasan niat di jalan Allah ini, saya share di sini bukan karena mereka ingin kisahnya disebar luaskan - tetapi kitalah yang perlu belajar dari keihkhlasan keluarga ini. |
|
Di-update pada Minggu, 30 May 2010 16:22 |
|
Lanjutnya...
|
|
|
Tulisan-tulisan sebelumnya...
|
|
|
Page 4 of 75 |