|
Muzara'ah : Revolusi Hijau Yang Insyaallah Segera Kita mulai |
|
|
|
|
Written by Muhaimin Iqbal
|
|
Friday, 21 November 2008 08:22 |
|
Sejak krisis finansial global memuncak pertengahan Ramadhan lalu, saya sibuk mencari buku-buku yang ditulis penulis barat tentang situasi yang sedang terjadi. Penasaran saja, saya ingin tahu apa yang mereka pikirkan tentang ekonomi dunia yang selama ini mereka agung-agungkan.
Belum banyak memang buku yang keluar semenjak puncak krisis meletus tersebut, mungkin mereka lagi mulai nulis atau bisa jadi lagi bengong melihat apa yang sedang terjadi yang ternyata tidak sesuai dengan teori mereka.
Yang cukup relevan dan up-to-date dengan situasi yang ada adalah buku yang ditulis oleh Thomas L. Friedman dengan judul Hot, Flat, and Crowded . Penulis ini sangat terkenal karena sebagai columnist di The New York Time , tiga kali dia mendapatkan Pulitzer Price. Tiga bukunya terdahulu selalu menjadi best seller dunia, diantaranya buku yang berjudul The World is Flat (2005). Nampaknya buku yang terakhir ini merupakan semacam lanjutan dari buku sebelumnya, The World is Flat tersebut.
Apa yang menarik tentang isi buku ini ?; Friedman menggambarkan dunia ini sekarang sebagai dunia yang panas, datar dan penuh sesak. Dunia yang panas , datar dan penuh sesak ini akan menggerakkan lima masalah besar berikutnya yaitu : |
|
Last Updated on Friday, 21 November 2008 09:02 |
|
Read more...
|
|
|
Tantangan Untuk Negeri Dengan Rangking 122... ! |
|
|
|
|
Written by Muhaimin Iqbal
|
|
Tuesday, 09 February 2010 07:40 |
 Kemarin sore saya tersentak dengan acara di salah satu TV swasta nasional yang lagi menyoroti kinerja 100 hari pemerintahan RI yang menghadirkan nara sumber ketua BKPM. Dalam acara tersebut antara lain disajikan data dari World Bank terakhir yang menyatakan bahwa Indonesia berada pada ranking 122 dalam hal kemudahan berusaha. Begitu burukkah negeri kita ini dalam memfasilitasi para pengusaha/investor ?. Setengah tidak percaya saya cari laporan lengkapnya dari World Bank dan alhamdulillah bisa saya peroleh gratis dalam bentuk laporan lengkap yang dapat di download di www.doingbusiness.org . Laporan yang paling mutakhir diberi judul Doing Business 2010, berdasarkan data yang dikumpulkan dari 183 negara sampai Mei 2009. Laporan ini pertama kali diterbitkan tahun 2003 lalu yang saat itu hanya mendasarkan pada 5 indikator. Laporan terakhir menggunakan 10 indikator kemudahan usaha yang terdiri dari : kemudahan memulai usaha, ijin konstruksi, tenaga kerja, pendaftaran property, kredit, perlindungan investor, pajak, perdagangan lintas batas, penegakan hukum kontrak dan penutupan usaha. Dari 10 indikator tersebutlah Indonesia jatuhnya berada di ranking 122 dari 183 negara yang di Survey. Di negeri ASEAN saja, Indonesia hanya lebih baik dari Philippine yang berada di urutan 144. Sementara Singapore adalah ranking 1, Thailand 12, Malaysia 23 dan Vietnam 93. |
|
Last Updated on Tuesday, 09 February 2010 07:49 |
|
Read more...
|
|
Harga Emas Dunia Jatuh, Mengapa…? |
|
|
|
|
Written by Muhaimin Iqbal
|
|
Friday, 05 February 2010 08:00 |
 Meskipun sudah saya prediksikan dalam serangkaian tulisan pekan ini tanggal 01/02/10 ; 02/02/10 ; 04/02/10 ; penurunan harga emas yang tajam semalam terus terang juga mengejutkan saya sendiri. Memang di tulisan-tulisan tersebut saya estimasikan harga emas dalam jangka pendek bisa turun hingga kisaran US$ 975/Oz; saya sendiri tidak menduga bahwa harga emas bisa turun diatas 4% ke angka US$ 1,057.40 semalam. Diluar kebiasaan pula, pada umumnya bila harga emas turun – harga saham naik karena dana dari penjualan emas dipasar sebagian lari ke saham. Tidak demikian yang terjadi semalam, harga saham dunia juga jatuh. Semua dana untuk sementara nampaknya lari ke US$. Apa yang menjadi penyebab kejadian yang tidak biasa ini ?, saya coba telusuri penyebabnya ternyata bermuara di krisis hutang beberapa negara Eropa. Kekhawatiran yang meluas atas krisis hutang dan defisit Yunani, Spanyol, Portugal dan beberapa negara kecil di Eropa Timur telah membuat seluruh pasar dunia mengkawatirkan likuiditas. Ini yang disebut systemic yang sesungguhnya; bila ada negara yang gagal – maka akan sangat cepat merembet ke negara-negara lain atau institusi keuangan dunia karena piutang mereka yang tidak tertagih, likuiditas yang tersedot dan seterusnya. Kekawatiran akan likuiditas inilah yang membuat orang memborong US$. Terlepas bahwa US$ sebenarnya juga memiliki masalahnya sendiri – bagaimanapun sampai sekarang US$ masih dianggap sebagai World’s Reserve Currency. |
|
Read more...
|
|
|
Perang Dingin Antara China dan Amerika, Apa Dampaknya Pada Harga Emas…? |
|
|
|
|
Written by Muhaimin Iqbal
|
|
Monday, 08 February 2010 08:10 |
 Tulisan ini saya sarikan dari tulisan Lawrence Williams di Mineweb yang muncul ditengah terpuruknya harga emas dunia sejak pekan lalu. Dalam kondisi harga emas yang rendah seperti sekarang ini, banyak pemain pasar yang serius mengkaji kemungkinan pilihan – apakah ini waktu yang baik untuk membeli (bila ada rospek harga emas kembali tinggi), atau justru menjual (bila trend penurunan diperkirakan akan berlanjut). Lawrence Williams adalah salah satunya yang melihat kemungkinan harga emas akan naik dari sudut pandang politik ekonomi, khususnya yang terkait dengan perkembangan terakhir mengenai memburuknya hubungan China dan Amerika. Meskipun para pemimpin kedua negara ini sering bertemu untuk berbagai perundingan, permusuhan diantara keduanya juga tidak bisa disembunyikan. Perseteruan ini mulai dari isu kekuatan mata uang, masalah Tibet, masalah Taiwan, masalah HAM, Hacker, Google dan berbagai masalah lain yang nampaknya sepele tetapi bisa memicu ‘perang’ antara keduanya – setidaknya perang dingin. |
|
Last Updated on Monday, 08 February 2010 08:18 |
|
Read more...
|
|
Trend Polynomial Harga Emas… |
|
|
|
|
Written by Muhaimin Iqbal
|
|
Thursday, 04 February 2010 08:05 |
 Dalam beberapa tulisan saya sebelumnya saya sudah gunakan pendekatan rata-rata bergerak (moving average) untuk mengetahui trend harga emas jangka pendek maupun jangka panjang. Kali ini saya akan gunakan pendekatan trend lainnya yang disebut trend atau regresi Polynomial untuk memprediksi kearah mana harga emas akan bergerak. Meskipun formulanya njlimet (y=b+c1x+c2x2+c3x3…), namun fungsi trend Polynomial ini sama dengan trend Moving Average yang termasuk disediakan di aplikasi standar excel – jadi mudah bagi Anda untuk membuat analisa-nya sendiri. Caranya sederhana, dari kumpulan data yang Anda miliki – baik mengumpulkan sendiri atau mengambil dari data yang tersedia di internet seperti dari Kitco.com, tampilkan data tersebut di excel kemudian buat grafiknya. Arahkan mouse pada garis grafiknya (pas pada garis yang naik turun) dan klik kanan – maka Anda akan melihat menu Add Trendline; setelah Anda klik akan muncul beberapa pilihan trend/regression type – untuk contoh ini pilihlah Polynomial. Setelah Anda klik OK , maka garis trend akan muncul otomatis di grafik Anda. Untuk contoh analisa trend Polynomial ini saya ambilkan dari harga emas harian tiga bulan terakhir sejak 1 November 2009 untuk memprediksi trend jangka pendek; dan rata-rata bulanan 10 tahun terakhir sejak Januari 2000 untuk memprediksi trend harga emas jangka panjang. |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 52 |