GeraiDinar.com

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Jumat, 14 Desember 2018

Harga Dinar per 6 jam

Harga Dinar

Harga Dinar
  • Harga Dinar Emas per Sat, 15 Dec 2018 00:30:00 +0700 Jual Rp. 2,309,178 Beli Rp. 2,216,811

  • Harga Dinar Emas per Fri, 14 Dec 2018 18:30:00 +0700 Jual Rp. 2,307,803 Beli Rp. 2,215,491

  • Harga Dinar Emas per Fri, 14 Dec 2018 12:30:00 +0700 Jual Rp. 2,306,818 Beli Rp. 2,214,545

  • Harga Dinar Emas per Fri, 14 Dec 2018 06:30:00 +0700 Jual Rp. 2,303,515 Beli Rp. 2,211,374

  • Harga Dinar Emas per Fri, 14 Dec 2018 00:30:00 +0700 Jual Rp. 2,303,122 Beli Rp. 2,210,997

Gold Wars : Perang Terhadap Emas Dari Kacamata Swiss Banker...

 

Namun sejak tahun 1992, Swiss juga menjadi anggota IMF, dan sebagai anggota IMF mereka wajib tunduk pada aturan-aturan IMF yang antara lain melarang anggota IMF mengkaitkan uangnya dengan emas. Uang boleh dikaitkan dengan hasil-hasil peternakan, pertanian dan lain sebagainya atau apapun tetapi tidak boleh dikaitkan terhadap emas.

 

Lantas mengapa bank-bank sentral dunia dalam koordinasi IMF ini memerangi emas ?. Menurut Ferdinand Lips ini adalah karena emas merupakan barometer standar yang dengan mudah dapat mendeteksi bila ada yang salah dalam system keuangan yang ada di dunia – dan para otoritas keuangan dunia tentu tidak suka kesalahannya mudah dibaca hanya dengan melihat harga emas !.

 

Dia mencontohkan apa yang terjadi di Amerika pada tahun 1960-an. Awal kesalahan system keuangan negeri itu terbaca dari naiknya harga emas dari US$ 35/Ounce ke US$ 40/Ounce pada masa pemerintahan Kennedy. Situasi kemudian memburuk pada akhir dasawarsa 60-an tersebut ketika Amerika terjerumus dalam perang yang tidak pernah bisa dimenangkannya yaitu perang Vietnam.

 

Puncaknya tahun 1971 ketika Amerika benar-benar tidak bisa mengendalikan system keuangannya dan terpaksa melepaskan kaitan antara US$ dengan emas. Hari-hari yang mencekam dalam system keuangan Amerika yang belakangan menular keseluruh dunia ini – terekam dari cerita para pelaku langsung yang ditulis oleh Ferdinand Lips ini sebagai berikut :

 

Pada tanggal 10 Agustus 1971 sekolompok bankers dan economist berkumpul membicarakan krisis moneter yang genting di negeri itu, termasuk diantara yang hadir adalah Paul Volker yang saat itu menjabat Under-secretary of the Treasury for Monetary Affairs.

 

Ada dua opsi solusi yang saat itu dibicarakan; pertama menaikkan suku bunga atau menaikkan harga emas – namun nampaknya Paul Volker tidak mengambil salah satunya. Dia mengambil solusi yang tidak terbayangkan waktu itu yaitu meninggalkan emas sama sekali dari referensi uang US$ Amerika. Sepekan kemudian keputusan ini dimumumkan oleh presiden AS saat itu Nixon yang kemudian menimbulkan kejadian yang mengguncang dunia yang dikenal sebagai Nixon Shock 1971.”

 

Sejak saat itu perang terhadap emas semakin hari semakin meningkat yang digambarkan digambarkan oleh Lips (meninggal 2005, konon meninggal tidak wajar karena terlalu banyak tahu !) antara lain sebagai berikut :

 

Dengan bantuan pemerintahan-pemerintahan dunia, di tahun 1990-an, perang terhadap emas memasuki fase yang sangat destructive. Bank-bank central menjual atau meminjamkan emasnya untuk menghancurkan harga emas...”.

 

Bila ‘perang’ yang diungkapkan oleh Ferdinand Lips tersebut benar adanya –  kemungkinannya memang begitu karena sebagai ‘orang dalam’ dari system perbankan dunia tentu apa yang ditulisnya memiliki dasar yang kuat – maka dalam ‘perang’ ini hanya ada dua pihak, yaitu system uang yang adil berbasis emas dan system uang yang destructive yang berbasis uang kertas.  Hati kecil kitalah yang bisa menjawab, system yang mana yang seharusnya kita bela...Wa Allahu A’lam.