Gerai Dinar


 
Dinar & Dirham
03 - Sep - 2010 Jam 06 : 30  
Item Jual (Rp) Beli (Rp)
Dinar 1,556,760 1,494,490
Dirham 37,000 35,520
 
Emas
Rp/Gr 369,959 355,161
US$/Oz 1,250.21
 
Valuta
USDX 82.37
IDRX 63.81
Rp/US$ 9,005

Kami hanya menangani Dinar Emas  yaitu  emas seberat 4.25 gram dengan kadar 22 Karat, dan Dirham Perak  yaitu  perak murni seberat 2.975 gram. 

 Selama Ramadhan

Jam Kerja : 9.00 - 16.00 (BBWI)

Hari Kerja : Senin - Jum'at (kecuali hari libur nasional)

Telpon    : (62.21) 871 8762

Fax         : (62.21) 871 9139

Mobile     : 021.93 300300 

 


               

Teras
Modified Misery Index : Kesengsaraan Rakyat Karena Riba dan Inflasi… PDF Print E-mail
Oleh Muhaimin Iqbal   
Senin, 21 December 2009 07:11
Indonesia Misery

Misery Index (Index Kesengsaraan) adalah indikator ekonomi yang diperkenalkan oleh Professor Arthur Melvin Okun ekonom dari Yale University. Index ini awalnya sederhana saja yaitu menjumlahkan antara tingkat  inflasi dan tingkat pengangguran di suatu negara – dua hal yang mencerminkan biaya ekonomi dan sosial suatu negara.

 

Index ini kemudian diubah oleh Professor Robert Joseph Barro dari Harvard University dengan menambahkan unsur tingkat bunga bank dan Gross Domestic Product (GDP) untuk melihat dinamika kesengsaraan masyarakat dari waktu ke waktu. Index yang sudah diubah ini kemudian disebut Modified Misery Index.

 

Di Amerika, Index ini dengan mudah dipakai untuk menilai secara kwantitatif apakah seorang presiden bisa memakmurkan rakyat selama pemerintahannya atau sebaliknya. Ronald Reagan pada masa pemerintahannya yang pertama misalnya tercatat sebagai presiden yang paling bisa memakmurkan rakyatnya (Index =  – 4.90), sedangkan Jimmy Carter tercatat sebagai presiden yang paling menyengsarakan rakyatnya (index  = + 9.40).

 

Untuk Indonesia, ekonom dunia yang secara khusus nampak punya ‘kepentingan’ di Indonesia adalah Prof . Steve H. Hank yang di akhir masa pemerintahan Orde Baru 1998 dulu berbicara intensif dengan presiden Indonesia waktu itu dengan ide Currency Board System-nya.

 

US Misery

Dalam pengamatan dan data dua dasa warsa yang dikumpulkan oleh  ekonom yang satu ini, rakyat Indonesia sampai sekarang masih sama sengsaranya dengan kondisi tahun 80-an dan 90-an. Memang kita pulih dari puncak krisis moneter yang terkenal dengan  Krismon  tahun 1998; tetapi kepulihan ini tidak membuat Indonesia lebih baik dari sebelum Krismon.

 

Grafik diatas yang merepresentasikan penjumlahan tingkat suku bunga, tingkat inflasi, dan tingkat pengangguran kemudian dikurangi perubahan GDP year on year – menggambarkan tingkat kesengsaraan rakyat Indonesia dari waktu ke waktu. Semakin tinggi Index, semakin sengsara rakyat.

 

Teori Modified Misery Index ini sesungguhnya juga menggambarkan bahwa semakin tinggi tingkat bunga (riba) dan inflasi yang berlaku dalam suatu negara, semakin sengsara rakyat di negara tersebut. Sebaliknya semakin rendah tingkat suku bunga (riba) dan semakin rendah inflasi – maka akan semakin makmur rakyat di negara tersebut.

 

Jadi jelas bukan ?, bahwa untuk memakmurkan rakyat tingkat suku bunga (riba) harus ditekan serendah mungkin – dan ini hanya bisa dilakukan bila suatu negeri meninggalkan riba.

 

Demikian pula halnya bahwa inflasi juga harus ditekan serendah mungkin, dan ini hanya bisa terjadi bila uang di suatu negara tidak mudah dicetak begitu saja – karena inflasi terjadi oleh sebab uang yang dicetak terus menerus tidak sepadan dengan transaksi riil yang memerlukan keberadaan uang tersebut. Hanya uang emas (Dinar) dan perak (Dirham) yang telah terbukti selama ribuan tahun tidak mengalami inflasi, karena Dinar maupun Dirham adalah uang dari benda riil – harus benar-benar ada emas untuk mencetak Dinar dan ada perak untuk mencetak Dirham.

 

Bila dua dari empat unsur dalam Modified Misery Index yaitu tingkat bunga dan inflasi sudah teratasi dengan ditinggalkannya riba dan digunakannya Dinar dan Dirham; maka tugas pemerintah tinggal dua saja untuk meciptakan kemakmuran – yaitu menciptakan lapangan kerja dan fokus pada pertumbuhan ekonomi (GDP).

 

Jadi diuji dari teori ekonomi manapun, system Islam yang lahir dari petunjuk Yang Maha Tahu – terbukti paling sesuai dan mudah untuk menciptakan kemakmuran bagi  umat sepanjang zaman. Masihkah kita meragukannya ?. Wa Allahu A’lam.

Di-update pada Jum'at, 28 May 2010 06:37
 



Powered by GeraiDinar.Com ©2010. All rights reserved.