GeraiDinar.com

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Ahad, 9 Agustus 2020

Harga Dinar per 6 jam

Harga Dinar

Harga Dinar
  • Harga Dinar Emas per Mon, 10 Aug 2020 00:30:00 +0700 Jual Rp. 3,804,313 Beli Rp. 3,652,140

  • Harga Dinar Emas per Sun, 09 Aug 2020 18:30:00 +0700 Jual Rp. 3,804,313 Beli Rp. 3,652,140

  • Harga Dinar Emas per Sun, 09 Aug 2020 12:30:00 +0700 Jual Rp. 3,804,313 Beli Rp. 3,652,140

  • Harga Dinar Emas per Sun, 09 Aug 2020 06:30:00 +0700 Jual Rp. 3,804,313 Beli Rp. 3,652,140

  • Harga Dinar Emas per Sun, 09 Aug 2020 00:30:00 +0700 Jual Rp. 3,804,313 Beli Rp. 3,652,140

Dialog Penghuni Surga Dengan Penghuni Neraka…

Lantas tugas siapa untuk mengentaskan kemiskinan ini ?, tentu yang paling bertanggung jawab adalah pimpinan tertinggi negeri ini. Terus turun ke level dibawahnya dan seterusnya – termasuk kita semua mempunyai tanggung jawab untuk mengentaskan kemiskinan yang dalam Al-Qur’an diistilahkan dengan ‘memberi makan orang miskin’ ini.

 

Tugas mengentaskan kemiskinan ini sekarang lagi jadi komoditi kampanye para Capres, mudah-mudahan saja mereka ingat janjinya ketika mereka nanti benar-benar terpilih. Namun dari pengalaman lapangan, kita belum bisa melihat praktek mengentaskan kemiskinan ini dijalankan dengan sungguh-sungguh – yang saya lihat justru cenderung sebaliknya.

 

Ambil contoh berita-berita di koran beberapa hari terakhir. Dikala para capres mempromosikan program-program ekonominya – yang semua ingin popular dimata rakyat kecil, pemerintah daerah yang sudah berkuasa di DKI misalnya lagi sibuk merazia atau merencanakan untuk merazia perumahan-perumahan di Jakarta yang dijadikan tempat kerja.

 

Ketika pemerintah tidak mampu menyediakan lapangan kerja yang mencukupi, usaha swasta untuk menciptakan lapangan kerja dari rumah-rumah mereka ini bukankah harus didukung ?. Tidak semua usaha bisa langsung jalan dan besar sehingga mampu menyewa tempat khusus untuk kantor atau tokonya. Jadi bekerja atau berjualan dari rumah justru harus didorong, kalau perlu dilatih masyaralat untuk rame-rame melakukannya – bukan malah di razia.

 

Ok yang sudah di razia memang rumah-rumah orang kaya yang dipakai usaha, tetapi yang bekerja disana kan mayoritas orang miskin ?. Apa jadinya kalau tempat-tempat kerja mereka ditutup ?, mereka kembali tidak bekerja – artinya pemerintah menambah jumlah kemiskinan bukan menguranginya.

 

Perlu juga kita belajar, bahwa perusahaan-perusahaan raksasa dunia seperti Microsoft, Apple dlsb, dulunya lahir di garasi-garasi rumah pendirinya. Industri kreatif yang saat ini juga digadang-gadang para kontestan pemilu, juga rata-rata justru tumbuh dari rumah-rumah.

  

Mudah-mudahan (calon) pemimpin-pemimpin kita ingat janjinya pada saat kampanye yang membujuk rakyak kecil untuk memilih mereka; semoga kita semua bisa menjadi orang yang ‘bertanya’ di akhirat kelak, bukan orang yang ‘ditanya’ seperti dalam ayat tersebut diatas. Amin.