|
  |
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
    |
    |
    |
    |
Kategori Artikel
Artikel Terbaru
- Collective Intelligence Untuk Membangun Pasar ...
- Libur lebaran
- Emphaty dan La Défense a la Indonesia...
- Antisipasi Quantitative Easing 2 : Belajar Sampai Negeri China...
- Setelah Masjid Dari Pelepah Kurma dan Tatal, InsyaAllah Akan Ada Masjid Dari Gedebog Pisang...
- Pisang : Tanaman Surga Untuk Memakmurkan Negeri...
- Investasi di Era Competitive Devaluation : Jangan Mau Jadi Pelanduk...
- Antara Hamburger dan Sate Balibul...
- 7 "I" Untuk Para (Calon) Entrepreneur...
- Sawu Sufufakum : Membangun Business Ecosystem Untuk Ekonomi Umat...
- Penggunaan Emas/Dinar Dalam Pengelolaan Risiko ...
- Belajar Dari Orang Hebat Di Sekitar Kita...
- Inspirasi Usaha : Menu Lezat Tanpa Batas Ruang dan Waktu...
- Target Puasa Tahun Ini : Ketakwaan dan Kemakmuran...
| Quantitative Easing : Cara Baru Bank-Bank Sentral Dunia Mencetak Uang… |
|
|
|
| Oleh Muhaimin Iqbal |
| Kamis, 12 March 2009 07:48 |
![]() Dalam tulisan saya tanggal 12 Desember 2008 lalu saya mengutip pendapat Ibnu Taimiyyah tentang bagaimana seharusnya penguasa negeri mencetak fulus : “Jumlah fulus ( uang yang lebih rendah dari Dinar dan Dirham seperti tembaga) hanya boleh dicetak secara proporsional terhadap jumlah transaksi sedemikian rupa sehingga terjamin harga yang adil. Penguasa tidak boleh mencetak fulus berlebihan yang merugikan masyarakat karena rusaknya daya beli fulus yang sudah ada di mereka”. Andai saja pemikiran Ibnu Taimiyyah tersebut dijadikan rujukan oleh para pemegang otoritas moneter dan keuangan dunia; Insyaallah berbagai krisis yang mendera umat seluruh dunia ini tidak akan terjadi. Karena kesombongan manusia, mereka enggan mencari petunjuk yang benar – alih-alih belajar dari kekeliruan sebelumnya – mereka malah membenamkan umat manusia ke potensi krisis yang lebih besar lagi. Saya ambilkan bukti nyatanya dari apa yang dilakukan oleh pemerintah Inggris akhir-akhir ini. Ketika upaya penyelamatan ekonomi melalui pengendalian suku bunga yang saat ini sudah mencapai 0.5% - terendah dalam 315 tahun terakhir ! – dirasa belum juga menyembuhkan krisis yang ada, mereka mulai mencari akal (-akal-an) untuk memoles ekonomi mereka. Maka diketemukanlah caranya yang diberi nama keren Quantitative Easing – yang terkesan canggih, sehingga tidak mudah dipahami rakyat. Apa sih Quantitative Easing ini sebenarnya ?; berikut adalah pemahaman saya yang awam – mohon ma’af kepada para ekonom karena saya berusaha menyederhanakan ilmu Anda yang canggih. Quantitative Easing adalah salah satu cara bank sentral – di Inggris berarti Bank of England – ‘mencetak’ sejumlah besar ‘uang baru’ di Balance Sheet-nya. Tidak perlu report-report mencetak secara fisik uang kertas atau koin-nya – tetapi semata-mata hanya menambahkan angka baru secara elektronik di neraca bank sentral tersebut. Setelah terbentuk, lalu untuk apa ‘catatan’ uang ini ?, untuk membeli asset-asset bermasalah dari dunia perbankan (seperti kredit perumahan), surat utang negara dlsb. Dengan cara ini ‘uang’ yang tadinya hanya khayalan yang hanya diketikkan di neraca bank sentral, kini telah memasuki system keuangan negeri itu. Karena setiap bank memiliki account di bank sentral, maka bank sentral juga tidak perlu repot-repot memindahkan uang fisik (yang memang nggak ada fisiknya) ke bank-bank tersebut, semua hanya entry di data komputer. Di Inggris ada komite yang disebut The Bank’s Monetary Policy Committee yang memiliki otoritas untuk mencetak ‘tambahan uang’ dalam khayalan tersebut. Saat ini komite ini memiliki ijin untuk menambah ‘uang’ di balance sheet bank sentral sampai sejumlah 150 milyar pounsterling atau US$ 207 milyar !. Dari batas yang diijinkan tersebut, saat ini komite telah menggunakan separuh dari jatah yang ada. Lantas apa dampaknya bagi rakyat Inggris ?; sementara solusi ini belum tentu bisa menyelamatkan mereka dari krisis – yang sudah jelas adalah sebaliknya yaitu nilai uang yang ada di masyarakat akan terus turun – inilah yang dilarang oleh Ibnu Taimiyyah tersebut diatas. Teknik-teknik canggih dalam mengatasi krisis semacam ini, sangat mungkin dilakukan oleh negara-negara lain juga; oleh karenanya rakyat atau melalui wakil-wakilnya hendaknya memiliki akses terhadap para pengambil kebijakan-kebijakan publik sehingga ada yang memahami dan mengawasi mereka. Kalau kita tidak yakin tentang pengawasan ini, rakyat tetap bisa berbuat mengamankan hasil jerih payahnya yaitu dengan mempertahankan asset fisik atau uang dengan nilai intrinsik yang bisa berupa Dinar, Dirham, kebun, ternak dlsb. Wallahu A’lam.
|
| Di-update pada Jum'at, 28 May 2010 07:40 |
Daftar Agen
- Usaha Dinar - Jabotabek (I)
- Dinar Emas Bogor & Cibubur
- Sunardi's Gerai Dinar
- NurDinar
- GeraiDinar Palembang (I)
- Prospek Dinar
- Salma Dinar
- GeraiDinar Surabaya (I)
- Zahra Dinar
- Surabaya Dinar (II)
- Dinar Bandung (I)
- Distro Dinar
- Putri Dinar
- Avee Siena Dinar
- Artha Dinar - Jakarta Pusat
- Prospek Dinar - P.Baru (I)
- Investasi Dinar - Yogya (I)
- Mahmud Dinar - Bogor (II)
- Jepara Dinar
- Dinar Semarang (I)
- Dinar Islam
- Gerai Dinar Taiwan
- Al Fabby Dinar Bandung (II)
- Gerai Dinar Japan
- Gerai Dinar - Mulia (Bekasi)
- Batam Cahaya Dinar
- Nilai Dinar - Bintaro
- Dinar Busana
- Shafiyah Dinar
- Sunardi's :Dinar Emasku
- AChWan Dinar
- Syarifah Dinar
- Luhung Dinar
- Mata Uang Dinar
- Dinar Online
- Gerai Dinar Pekalongan
Artikel Populer
- M-Dinar : Bagaimana Mulai Menggunakannya…
- Mengelola Uang Berdasarkan Fungsinya…
- ‘Pesantren Wirausaha’ : Training, Coaching & Mentoring Untuk Menghasilkan Qowiyyun Amin…
- Tes Keaslian Dinar Yang Mudah dan Murah….
- Inovasi Gerai Dinar : Tes Kadar Emas Melalui Handphone…!
- Emas Cukup Untuk Seluruh Umat Manusia, Tetapi…
- Menabung Dinar Menjadi Semakin Mudah Dengan M-Dinar Saving Account…
- Harga Emas Dunia, Prediksi Jangka Pendek Dan Jangka Panjang…
- Pilihan Investasi : Tanah Atau Dinar…?
- Dinar dan Teknologi, Bagaimana Status Hukumnya…?



