
25 Artikel Terbaru
- Solusi Dengan Berbagi…
- Saya ‘Bermimpi Lagi’ Pak Kyai Di Sidang Kabinet…
- Ketika Orange Florida Menjadi Pahit…
- Budidaya Tanaman Yang Penuh Berkah…
- Beijing Yang Mengambil Tempe Dari Piring Kita…
- Sustainable Development and Poverty Eradication…
- Entrepreneurship ‘Pak Ogah’…
- Ketahanan Pangan A La Nabi Yusuf ‘Alaihi Salam…
- Yang Berdampingan Dan Yang Diunggulkan...
- NEET : Penyakit Generasi Pemuda…
- Beyond AEC : Pelajaran Dari Kiwi…
- Kebunku Kebun Al-Qur’an…
- Pemerintah Selalu Bisa Menurunkan Harga BBM…
- Antara Marocco, California dan Jonggol…
- Ancaman (Peluang ?) Dari Negeri-Negeri Jiran…
- Mencari Kebahagiaan Dengan Membibit Sendiri Kurma...
- Kurma Untuk Pengentasan Kemiskinan…
- Lean Startup : Mulai Usaha Dengan Resiko Rendah…
- Memakmurkan Bumi Dengan Surat Yaasiin…
- Jalan (Tidak) Menyempit Di Ujung Cakrawala…
- Food, Energy & Water Dari Kurma…
- Menjadikan PetunjukNya Sebagai Panglima…
- ‘Wag The Dog’ Harga Emas…
- Land Grabs : Perburuan Lahan Pertanian Global…
- Harga Emas Dalam Perspektif Jangka Panjang…
Harga Dinar per 6 jam
Harga Dinar
Harga Dinar-
Harga Dinar
Harga Dinar Emas per Sat, 25 May 2013 06:30:00 +0700 adalah : Jual Rp. 1,927,859 Beli Rp. 1,850,745
-
Harga Dinar
Harga Dinar Emas per Sat, 25 May 2013 00:30:00 +0700 adalah : Jual Rp. 1,930,175 Beli Rp. 1,852,968
-
Harga Dinar
Harga Dinar Emas per Fri, 24 May 2013 18:30:00 +0700 adalah : Jual Rp. 1,929,749 Beli Rp. 1,852,559
-
Harga Dinar
Harga Dinar Emas per Fri, 24 May 2013 12:30:00 +0700 adalah : Jual Rp. 1,945,345 Beli Rp. 1,867,531
Fiksi
(Episod 011) Dinaria : Generasi Asset Bukan Generasi Liability…
- Details
- Kategori : Fiksi
- Published on Friday, 22 February 2013 05:50
- Oleh : Muhaimin Iqbal
Salah satu tantangan terbesar bagi pemimpin Dinaria adalah bagaimana me-restorasi generasi yang telah dirusak oleh peradaban sebelumnya. Peradaban sebelumnya ini dicirikan oleh banyaknya ilmu sedikitnya amal, sumber daya melimpah tetapi mayoritas penduduk negeri justru miskin, konsentrasi kemakmuran ke segelintir orang, pemimpin a la demokrasi yang lalai memperhatikan kepentingan rakyat serta krisis pemenuhan kebutuhan pokok berupa makanan, air dan energi.
(Episod 010) Dinaria : The Cave…
- Details
- Kategori : Fiksi
- Published on Thursday, 01 November 2012 07:43
- Oleh : Muhaimin Iqbal
Ketika kekufuran, kerusakan dan kedhaliman sudah begitu meluas di dunia, Sang Pemimpin berusaha membangun pertahanan bagi rakyatnya – agar mereka bisa mempertahankan keimanannya dan tetap bisa hidup di jalan yang lurus. Cara yang efektif adalah membangun komunitas-komunitas masyarakat yang bisa saling menjaga dan mencukupi. Komunitas ini tinggal dalam suatu lingkungan yang disebut The Cave , Al-Kahfi atau Gua, tempat yang kebal dari pengaruh luar !
(Episod 008) Dinaria : Membangun Karakter Melalui Makanan…
- Details
- Kategori : Fiksi
- Published on Thursday, 17 November 2011 07:45
- Oleh : Muhaimin Iqbal
Ketika negeri Dinaria terbentuk oleh keinginan bersama rakyat dunia, negeri-negeri geografis yang ada di dunia sedang berada pada puncak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologinya - tetapi mereka juga sedang berada dalam titik nadir dalam hal karakter rakyat dan para pemimpinnya. Kebrutalan, keserakahan, kecurangan, korupsi, ketidak adilan, jual beli hukum dan sejenisnya menjadi hal yang lumrah di masyarakat saat itu. Hadirnya Sang Pemimpin yang menerapkan Undang-Undang dari Sang Pencipta langsung menjadi harapan baru, tetapi dari mana mulai membangun kembali karakter umat yang lagi luluh lantak ini ?
(Episod 009) Dinaria : Memimpin Melalui Contoh…
- Details
- Kategori : Fiksi
- Published on Tuesday, 28 February 2012 08:14
- Oleh : Muhaimin Iqbal
Suatu hari Sang Pemimpin kedatangan utusan dari wilayah yang jauh yang tidak puas dengan pemimpin daerah atau gubernur-nya. Utusan-utusan daerah ini mengungkapkan kekesalannya : “Wahai Sang Pemimpin, kami mengadukan nasib kami yang didhalimi oleh gubernur kami. Dia mengambil lahan kami dengan alasan untuk pembangunan, dia tidak membayar kami kecuali dengan uang yang sedikit. Dia menerapkan pajak yang berlebihan kepada kami sehingga pendapatan kami selalu tidak cukup. Dia tidak membangun pasar untuk kami sehingga kami tidak bisa melakukan jual beli secara maksimal. Dia tidak membuat pengairan untuk lahan kami sehingga produktifitas pertanian kami sangat rendah. Dia tidak membuat sekolah-sekolah yang baik dan terjangkau sehingga anak-anak kami tidak terdidik. Dia tidak menjaga daerah kami sehingga banyak perampokan dan kejahatan di daerah kami…”.
(Episod 007) Dinaria : Mengurai Benang Kusut Kemiskinan…
- Details
- Kategori : Fiksi
- Published on Thursday, 13 October 2011 07:32
- Oleh : Muhaimin Iqbal
Setelah perjalanan panjang mengunjungi rakyatnya di lima benua, Sang Pemimpin merenung memikirkan apa saja yang baru ditemuinya. Dalam hatinya ia bertanya-tanya, mengapa dalam abad yang paling pesat kemajuannya sepanjang sejarah peradaban manusia – justru jumlah orang miskin di dunia juga meningkat sangat pesat ?. Mengapa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak mampu meredam kemiskinan ?. Mengapa piramida kemiskinan semakin membengkak kebawah, sementara kelompok makmur di paling atas semakin kecil persentasenya tetapi semakin luar biasa kemakmurannya ?.
More Articles...
Bagikan ke teman:
By A Web design Company