Buah Ciplukan Sebesar Terong, Mungkinkah…?

Gerai Dinar

Sumber Daya Bebas Bea Untuk Pendidikan, Pelatihan dan Pendampingan Usaha dan Kewirausahaan.
Senin, 25 Maret 2019

Harga Dinar per 6 jam

Harga Dinar

Harga Dinar
  • Harga Dinar Emas per Mon, 25 Mar 2019 18:30:00 +0700 Jual Rp. 2,387,477 Beli Rp. 2,291,978

  • Harga Dinar Emas per Mon, 25 Mar 2019 12:30:00 +0700 Jual Rp. 2,387,477 Beli Rp. 2,291,978

  • Harga Dinar Emas per Mon, 25 Mar 2019 06:30:00 +0700 Jual Rp. 2,373,243 Beli Rp. 2,278,313

  • Harga Dinar Emas per Mon, 25 Mar 2019 00:30:00 +0700 Jual Rp. 2,371,447 Beli Rp. 2,276,589

  • Harga Dinar Emas per Sun, 24 Mar 2019 18:30:00 +0700 Jual Rp. 2,371,447 Beli Rp. 2,276,589

Buah Ciplukan Sebesar Terong, Mungkinkah…?

Waktu kecil di desa dahulu kami sering berburu buah liar yang tumbuh di tegalan atau sawah. Buah yang paling enak adalah buah ciplukan, tetapi buah ini sangatlah kecil – sehingga kami suka membayangkan alangkah indahnya kalau saja suatu saat ada buah ciplukan yang sebesar terong !. Sekitar 40 tahun kemudian, dalam sebuah perjalanan balik dari Thailand – di pesawat dibagikan  buah ciplukan yang besarnya sekitar 3 kali dari ciplukan liar yang dulu pernah kami makan, rasanya masih seperti yang dahulu tetapi ukurannya jauh lebih besar. Saya langsung membayangkan barangkali inilah perjalanan ciplukan menuju sebesar terong itu,  mungkin !.

 

Buah ciplukan sebesar terong itu kini insyaAllah akan bisa terwujud, tetapi bukan dalam arti harfiah melainkan menjadi arti kiasan – untuk sesuatu yang jauh lebih penting dari sekedar ciplukan. Peningkatan produksi pertanian dan peternakan dari sisi kwalitas maupun kwantitas, insyaAllah akan dapat diwujudkan antara lain oleh team pengembangan alfaafa kami  – yang dipimpin langsung oleh seorang Doktor peneliti lapangan.

 

Sejak kami mulai mendalami alfaafa dari surat An-Naba ayat 16 sembilan bulan lalu,  tidak henti-hentinya ‘berita besar’ demi ‘berita besar’ terus bermunculan. Semula kami hanya mengetahui bahwa alfaafa ini adalah tanaman yang bergizi sangat tinggi dan dengan produktifitas hasil yang juga sangat tinggi.

 

Belakangan melalui serangkaian percobaan dan penelitian, ternyata karakter alfaafa baik dari sisi kwalitas protein tinggi dan kwantitas hasilnya – insyaAllah dapat di - ‘tularkan’ ke tanaman  atau hasil pertanian lain, maka inilah ‘berita besar’ berikutnya itu.

 

Untuk kwalitas misalnya, team peneliti kami telah berhasil meningkatkan protein pakan ternak dari berbagai hasil pertanian (diluar alfaafa) untuk memiliki karakter kandungan protein mendekati alfaafa dengan bakteri yang dikembangkan dari Rhizobacteria alfaafa – sejumlah bacteria yang berkoloni secara simbiosis di akar tanaman alfaafa. Janggel ( bagian tengah putih dari buah jagung) yang selama ini menjadi sampah-pun kini bisa diubah menjadi bahan pakan ternak yang bergizi tinggi !.

 

Untuk kwantitas, team yang sama tersebut  telah dimudahkan Allah untuk mampu melipat gandakan anakan padi mendekati anakan alfaafa –  disebut alfaafa atau alif  lam fa (alf) dalam Al-Qur’an yang berarti ribuan something (guru tafsir kami-pun belum bisa menjelaskan alfaafa ini artinya ribuan apa…). Jumlah anakan yang sangat banyak ini tentu sangat menjanjikan, karena yang kami lakukan  ini full organic – tidak melibatkan pupuk kimia sama sekali. Artinya insyaAllah akan dimungkinkan memproduksi padi organic dalam jumlah banyak dengan cara yang murah.

 

Bukan hanya meningkatkan produktifitas dari sisi kwalitas dan kwantitas hasil pertanan, Microbacteria alfaafa (Microbacteria yang dikembangkan dari Rhizobacteria alfaafa) ini juga menunjukkan tanda-tanda kemampuannya untuk me-recovery kesuburan tanah. Tanah-tanah yang sebelumnya dirusak oleh pupuk kimia-pun, insyaAllah bisa kembali subur alami dengan bacteria ini. Begitu juga tanah-tanah yang semula gersang dari unsur-unsur hara, akan bisa menjadi lahan subur yang menjanjikan.

 

Hasil penelitian dan pengembangan yang kami hasilkan ini insyaAllah akan available bagi masyarakat yang membutuhkan dalam beberapa bulan kedepan, bisa dibeli dengan harga murah ataupun bahkan mungkin digratiskan bila kami berhasil memperoleh sponsor untuk memproduksinya secara massal.

 

Begitu besarnya peluang peningkatan kwalitas maupun kwantitas tersebut – begitu juga efek penyuburan lahan yang dihasilkan, sehingga kami tidak menemukan ungkapan yang tepat selain mensyukurinya dan menggambarkannya sebagai ‘buah ciplukan sebesar terong’ !.

 

Serangkaian penelitian dan percobaan ini juga membuktikan kebenaran janji Allah bahwa “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya…” (QS 11 :6). Meskipun tanah-tanah pertanian terus berkurang, meskipun seluruh permukaan bumi terus dipenuhi  manusia – ini semua tidak akan pernah bisa mengurangi kuasa Allah untuk menyediakan sumber-sumber ‘rezeki’ yang cukup antara lain berupa makanan bagi seluruh penghuninya.

 

Allah juga telah menjanjikan jumlah makanan yang cukup bagi penduduk bumi ini melalui ayatnya : “Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.” (QS 41:10)

 

 

Yang diperlukan hanyalah agar manusia itu berfungsi sebagaimana yang ditugaskannya, yaitu sebagai khalifah yang  memakmurkan bumi bukan sekedar untuk menguasainya sesaat : “…Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya…." (QS 11 :61)

 

Konsekwensi logis dari kebenaran ayat-ayat Allah tersebut diatas bila disandingkan dengan realita bahwa penduduk bumi yang terus bertambah dan lahan-lahan pertanian yang terus berkurang, adalah akan ada peningkatan produktifitas pertanian yang luar biasa di masa-masa mendatang. Hasil pertanian harus bisa melonjak kwalitas dan kwantitasnya agar lahan yang semakin sempit-pun tetap bisa mencukupi pangan bagi penduduk yang terus bertambah.

 

Tinggal masalahnya adalah apakah kita akan ikut berperan untuk menjadi khalifah yang memakmurkan tersebut, atau kita memilih tetap pasif sebagai pasar saja - kita bisa memilih untuk menjadi pemenang atau korbannya.

 

Melalui tulisan semacam inilah kami mengundang Anda yang ingin  ikut berperan dalam memakmurkan bumi Allah yang luas ini. Bila Anda memiliki atau bekerja di perusahaan-perusahaan yang memiliki lahan pertanian luas yang belum di produktifkan, bisa jadi itu menjadi kesempatan Anda untuk ikut bisa berperan memakmurkannya.

 

Bagi Anda yang bekerja mengelola dana-dana investasi, ini juga bisa menjadi peluang Anda untuk berperan mengarahkan (sebagian) dana-dana investasi Anda tersebut untuk investasi yang sesungguhnya, investasi sektor riil yang insyaAllah berdampak langsung pada kemakmuran penduduk bumi – kecukupan pangan bagi anak cucu kita semua.

 

Kami beserta team ahli kami dengan senang hati bersedia mempresentasikan segala sesuatunya di hadapan Anda, dan kami juga membuka diri untuk berbagai kemungkinan bentuk kerjasama yang saling memberi manfaat dengan Anda. Dengan mengumpulkan seluruh resources yang ada ini, dengan ijinNya semata –InsyaAllah kita akan bekerja untuk berusaha menghasilkan ‘ciplukan sebesar terong’ !.