Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Mobil listrik didorong kehadirannya di negeri ini, karena dia dianggap lebih bersih dan ini memang penting untuk target penurunan emisi kita yang harus sampai 29% dari Business As Usual tahun 2030.


Yang perlu disadari adalah seberapa bersih mobil listrik ini tidak terlepas dari sebersih apa listrik yang digunakan untuk mengisi batereinya.
Di Indonesia, dimana sekitar 85% listrik masih dari fosil, mobil listrik yang nantinya kita pakaipun baru akan menurunkan emisi sekitar 50% dari emisi mobil yang menggunakan BBM fosil.
Sebagai ilustrasi, mobil BBM bensin kelas 200-an HP, butuh bensin sekitar 12 liter per 100 km perjalanan. Mobil listrik dengan kelas yang sama butuh listrik sekitar 15 KWh untuk 100 km. Yang BBM bensin mengeluarkan emisi sekitar 27 kg CO2, yang pakai listrik mengeluarkan emisi sekitar 13.5 kg CO2 dari daya listrik yng digunakannya.
Tetapi ada cara untuk membuat emisi mobil listriknya mendekati nol. Yaitu bila listrik yang kita pakai mengisi batereinya memiliki emisi nol atau carbon neutral. Solar energy bisa dianggap nol emisinya - sedangkan drop-in biofuel masuk kategori carbon neutral, emisi yang keluar saat pembakaran ter-offset oleh CO2 yang diserap tanamannya ketika tumbuh dan berproduksi.
Emisi nol dari solar energy atau carbon neutral dari drop-in biofuel atau untuk diesel disebut juga green diesel - ini bukan hanya lebih hijau, tetapi juga bisa menjadi lebih murah di era Net Zero. Karena biaya listrik untuk mobil listrik Anda - sejauh menggunakan Green Electricity dari solar energy ataupun dari 100% green diesel generator set, akan bisa mendapatkan carbon credit yang cukup untuk membayar tagihan-tagihan listrik tersebut.
Orang lain bisa membuat mobil-mobil listriknya, tetapi kita bisa membuatnya lebih hijau. Sementara exercise ini akan kami uji cobakan untik solusi listrik industri dahulu, yang berminat sudah bisa menghubungi kami untuk detilnya.