Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Bila hingga kini bahan bakar yang ramah lingkungan, yang carbon neutral - karena emisi CO2-nya pada saat pembakaran tergantikan oleh CO2 yang diserap produksi tanamannya, cenderung lebih mahal dibandingkan BBM dari fosil, bisa jadi karena kita mencari di tempat yang salah.


Kita mencari bahan bakar dengan menanam pohon energi seperti jarak, kemiri sunan dlsb. yang kemudian biji buahnya diolah menjadi minyak untuk BBM. Kalau minyaknya diminta bersaing dengan minyak fosil, lantas dibayar berapa petaninya? Hal yang sama yang membuat bahan bakar dari microalgae belum menarik petani untuk menanamnya.
Pencarian bahan bakar bersih yang kami gunakan di Nu Oil berbeda konsepnya. Kami ajak masyarakat untuk menanam tanaman yang bernilai tinggi, karena bijinya akan diproses menjadi VTO (Virgin Tamanu Oil), yaitu bahan baku aktif untuk industri kosmetik, perawatan, farmasi, perfumery dlsb. Karenanya dia bernilai tinggi, sehingga petani yang terlibat juga mendapatkan penghasilan yang sesuai.
Adapun limbah dari proses pemerasan VTO yang menjadi tamanu oil cake (TOC) seperti pada foto di bawah, dialah ampas yang masih akan memberikan setidaknya tiga produk turunan.
Pertama adalah crude tamanu oil (CTO) yang murah karena dari limbah, ketika diolah lebih jauh menjadi BBM berupa diesel, bensin atau LPG menggunakan reaktor FCC (Fluid Catalytic Cracking) - dia akan menjadi BBM yang murah karena diolah dari limbah VTO tadi.
Dari sini masih juga menyisakan dua produk turunan lainnya yaitu karbohidrat yang bisa diolah menjadi ethanol ataupun pakan ternak, dan berikutnya konsentrat protein untuk pakan ternak.
Overal biofuels yang dihasilkan akan bersaing karena ungkos produksi utama sudah diserap oleh VTO, biaya pengolahan tamanu oil cake (TOC)-nya masih juga bisa di-spread ke produk lain yaitu karbohidrat dan protein.
Selamat datang low cost biofuel!