Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed
Sepuluh tahun menjelang due date SDGs 2030, semua negara akan jungkir balik berusaha memenuhi target kontribusi yang telah dikomit dalam apa yang disebut Nationally Determined Contribution (NDC).
Untuk Indonesia target penurunan emisi dalam NDC itu adalah 29% dengan kamampuan sendiri, dan 41% bila dengan dukungan internasional.
Yang ini belum tentu bisa dicapai, sudah muncul buzz word baru yang mencuat seiring dengan akan diadakannya UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) November mendatang di Glasgow - Inggris. Buzz word baru yang akan digaungkan adalah Net Zero (Carbon Emissions) yang ditargetkan untuk dicapai tahun 2050.
Apapun istilahnya, benang merahnya tetap sama - dunia ingin bumi yang lebih hijau, emisi carbon disadari tetap akan ada tetapi siapapun yang mengeluarkan emisi tersebut harus bertanggung jawab untuk serapannya yang sepadan.
Jauh sebelum target SDGs 2030 apalagi Net Zero 2050, kita di Indonesia sangat mungkin untuk membuat gerakan yang meaningful yang serba hijau.
Minyak yang saya tampilkan di bawah misalnya, dia adalah instrumen hijau yang sangat komprehensif. Pohonnya (Tamanu atau Nyamplung) bisa ditanam di lahan-lahan kritis dan sangat kritis kita dimana tanaman lain enggan tumbuh. Kita memiliki 14 juta hektar lahan seperti ini, yang bila ditanami Nyamplung, akan memiliki dampak penghijauan yang sangat masif.
Bukan hanya hijau pepohonan yang paling efektif dalam upaya menyerap CO2, tetapi juga industri hijau yang bisa dihadirkan oleh minyak-minyak yang diperas dari daging biji buah (kernel) tamanu tersebut.
Apapun bahan baku industri yang Anda butuhkan saat ini yang masih berasal dari fossil hydrocarbon, akan dapat segera digantikan oleh renewable hydrocarbon dari minyak tamanu yang kami sebut Nu Oil ini.
Mulai dari diesel, jet fuel, bensin, LPG, bahan baku industri kimia, farmasi, kosmetik, plastik dan segala jenis hydrocarbon material lainnya, semua dapat digantikan oleh green hydrocarbon yang tentu saja renewable ini.
Hal ini relatif mudah dilakukan karena esensi dari minyak nabati yang diperas dari biji tamanu ini adalah triglyceride atau kumpulan rantai panjang hydrogen dan carbon. Dengan catalytic cracking ataupun dengan proses yang lebih hijau lagi menggunakan enzim, triglyceride tersebut dapat dipecah-pecah menjadi rantai hydrocarbon yang kita butuhkan - untuk apapun.
Selamat datang di bumi yang insyaAllah akan hijau kembali.