Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Meskipun kita punya 60-an tanaman penghasil minyak, dan diantaranya ada yang nyaris sempurna untuk candidate sustainable biofuel seperti Tamanu/Nyamplung dalam unggahan saya kemarin, tetap saja semua ini tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kita.



Setidaknya sampai 50 tahun kedepan, kebutuhan bahan bakar cair tetap akan dominan, terutama untuk mesin berat seperti kapal dan pesawat terbang yang vital untuk transportasi utama negeri kepulauan ini.

Lantas apa tambahan solusinya selain dari minyak nabati? Yang bahannya melimpah dan ada di seluruh pelosok Nusantara adalah minyak dari biomasa atau yang disebut bio-oil.

Bio-oil ini ada perbagai tingkatan tergantung prosesnya, semuanya dapat saya rangkai dalam rangkaian proses di bawah.

Yang paling sederhana diproses melalui pyrolysis, maka dia juga disebut pyrolysis-oil, kwalitasnya lebih rendah dari ethanol. Yang kedua adalah selain pyrolysis dia diproses lebih lanjut melalui catalytic reforming suhu tinggi, maka minyaknya disebut TCR ( Thermo Catalytic Reforming) Bio-Oil, kwalitasnya mendekati biodiesel.

Dan yang paling baik disempurnakan lagi, bisa dengan catalytic cracking atau bisa juga melalui hydrodeoxygenation, hasilnya adalah HDO Bio-Oil yang kwalitasnya mendekati diesel dari fosil yang paling banyak kita pakai sekarang.

Kearifan lokal kita dari dulu - tidak ada rotan akar-pun jadi, insyaAllah tetap berguna disaat kita perlu kreatifitas dan inovasi yang maksimal dalam mengatasi perbagai persoalan bangsa.