Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Tahun ini kita memasuki dekade SDG, tahun pertama dari 10 tahun menuju taget SDG 2030. Diantara yang sudah kita komitmen-kan kepada dunia adalah menurunkan emisi 29% tanoa syarat dan 41% bila mendapatkan dukungan dari luar.



Selain adanya komitmen yang tertuang dalam Nationally Determined Contribution (NDC) tersebut, bisa jadi minyak bumi kita juga sudah habis saat itu. Jadi, apapun alasannya - kita kudu dapat sumber bahan bakar baru yang benar-benar ramah lingkungan, sustainable dan juga harus ekonomis.

Tidak boleh berebut dengan bahan pangan, berebut lahan pertanian dan tidak boleh membabat hutan. Meskipun harus ekonomis, dia juga harus mensejahterakan para petani yang menanamnya. Apa pilihannya?

Dari kajian kami, yang memenuhi semua kriteria tersebut adalah Tamanu atau Nyamplung. Tidak berebut dengan pangan karena memang tidak enak dimakan, bisa ditanam di 14 juta ha lahan yang paling gersang, lahan kritis negeri ini - yang tidak digunakan oleh petani maupun perhutani.

Buah Tamanu bernilai ekonomi tinggi karena sebelum diambil minyak bahan bakarnya, bisa diambil dahulu kandungan polyphenols dan virgin tamanu oil-nya untuk industri farmasi dan wellness. Sehingga meskipun minyak bahan bakarnya dijual murah, pendapatan petaninya tetap tinggi.

MInyaknya yang untuk bahan bakar-pun sangat fleksibel, dengan pengaturan suhu cracking pada proses yang kami rancang di bawah, kita bisa fokuskan hasil dari minyak Tamanu ini menjadi diesel atau bensin, LPG atau berbagai bahan bakar lainnya sesuai kebutuhan.