Kelapa Dua Raya 189 Depok, Jawa Barat 16951 Indonesia
+(62) 856-93-010101 admin@geraidinar.com
Mon - Fri 8.30 - 16.00 National Holiday Closed

Energi yang terjangkau dan energi yang bersih adalah goal no 7 dari 17 Sustainable Development Goals (SDGs). Masalahnya adalah dua hal tersebut selama ini sulit disatukan. Energi yang terjangkau adalah fosil, maka lebih dari 85% energi kita dari sana, dan itu bukan energi yang bersih.


Sebenarnya ada banyak jalan untuk energi bersih dan terjangkau, bila kita mengikuti petunjuk langsung dari Sang Pencipta. Di surat An-Nabaa saja misalnya, saya temukan setidaknya ada 7 jenis energi, yang semua bersih dan bisa terjangkau.

Tiga diantaranya sangat jelas, pertama siraajan wahhaajan - sinar (matahari) yang sangat terang. Tantangannya adalah di energy storage, karena dia menjadi redup ketika mendung dan gelap ketika malam.

Kedua adalah maa’an syajjaajan - air yang mencurah, tantangannya adalah untuk daerah yang sumbar daya airnya tidak banyak.

Ketiga adalah habban wa nabaatan - biji-bijian dan tanaman. Di Indonesia khususnya ini melimpah di seluruh 17,500-an pulau. Tantangannya adalah untuk menemukan teknologi pengolahannya yang paling efektif dan efisien.

Gambar di bawah adalah contoh sumber BBM murah, yang saya pegang ini adalah limbah, yaitu ampas dari biji tamanu atau nyamplung yang sudah saya ambil VTO-nya ( Virgin Tamanu Oil). Karena limbah, pasti dia murah, padahal dia masih mengandung sekitar 50% minyak trigliserid yang relatif mudah untuk diubah menjadi drop-in biofuel, baik berupa diesel, bensin bahkan juga LPG.

Dengan karuniaNya yang begitu melimpah tersebut, apakah kita akan terus memilih energi yang kotor dan belum sepenuhnya terjangkau?