Gold Dinar to
Buy Dinar etc.
Dinar & Dirham
03 - Sep - 2010 Jam 06 : 30  
Item Jual (Rp) Beli (Rp)
Dinar 1,556,760 1,494,490
Dirham 37,000 35,520
 
Emas
Rp/Gr 369,959 355,161
US$/Oz 1,250.22
 
Valuta
USDX 82.40
IDRX 63.83
Rp/US$ 9,005

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Thursday, September 18, 2008

Turbulensi Finansial Yang Sedang Terjadi...

Sebenarnya pagi ini saya lagi buru-buru untuk mengejar pesawat..., dan tulisan saya yang kemarin-pun mengisyaratkan saya tidak nulis lagi sampai lebaran, namun karena ada gejolak yang luar biasa di financial market semalam maka saya ingin menulis sepatah dua patah kata saja.

Pertama adalah seluruh keluhan nasabah Dinar yang saya tulis dua hari lalu, terjawab sudah oleh kenaikan harga emas dunia yang melambung sampai US$ 860 pada saat artikel ini saya tulis, atau naik sebesar US$ 85 dalam 24 jam terakhir.

Kedua adalah krisis ini seperti kartu domino, tidak hanya berlaku di Amerika – mereka hanya penyebab, seluruh pasar dunia akan ikut terguncang – pasar Jakarta kemungkinan besar baru akan mendapatkan gilirannya pagi ini.

Ketiga adalah ini semua menunjukkan kebenaran ajaran yang kita anut, dimana Maisir, Gharar dan Riba sangat dilarang antara lain karena dampaknya akan menyengsarakan pelakunya sendiri.

Jadi kedepan pasar masih akan terus bergejolak...., bagi yang sudah sempat hijrah ke Dinar, enjoy sajalah... Bagi yang belum tidak ada kata terlambat untuk pindah dari alat tukar dan investasi yang tidak adil – menuju alat tukar dan investasi yang adil, yang tidak pernah kehilangan daya belinya.... Wallahu A’lam.

Labels: , ,

Wednesday, September 17, 2008

Kegiatan Gerai Dinar Pertengahan Ramadhan Sampai Idul Fitri.......

Sehubungan dengan keinginan kami untuk lebih khusuk beribadah Ramadhan khususnya pada hari-hari i'tikaf yang akan datang beberapa hari lagi; maka mohon para pembaca blog GeraiDinar.Com dan nasabah-nasabah memaklumi untuk beberapa pengumuman berikut ini ;

1) Selama perjalanan i'tikaf yang akan saya mulai insyaallah besuk Kamis 18/09/08 maka saya prei dulu untuk tidak menulis artikel baru, meresponse coment maupun menjawab email s/d 02/10/2008.

2) Transaksi dengan GeraiDinar tetap dapat dilayani oleh team kami melalui nomor-nomor telepon yang ada di heading dari blog ini. GeraiDinar insyaallah hanya tutup tidak melayani transaksi pada hari-hari libur resmi (tanggal merah).

3) Daftar harga Dinar, grafik-grafik dan indikator-indikator yang ada di blog ini, insyaallah akan terus terupdate secara otomatis; meskipun demikian secanggih-canggih system otomatis bisa saja sekali waktu error juga. Oleh karenanya kami menganjurkan untuk selalu mengconfirm dahulu (melalui telpon) sebelum melakukan transaksi/transfer dana.

4) Meskipun secara maksimal team kami akan melayani Bapak/ibu sekalian selama saya tinggal Itikaf, namun harus kami akui pula bahwa beberapa jenis layanan mungkin tidak sebaik kalau team kami full ada di tempat. Oleh karenanya kami sebelumnya mohon maaf dahulu yang sebesar-besarnya apabila ada kekurang nyamanan selema kurang lebih 2 minggu kedepan.

Semoga amal ibadah kita semua diterima oleh Allah swt. dan selamat I'dul Fitri, Taqaballahu Minna wa Minkum.




Wassalam,


GeraiDinar

Tuesday, September 16, 2008

Memahami Keuntungan/Kerugian Yang Direalisir Dan Yang Tidak Direalisir...

Ada beberapa pembeli Dinar yang mengeluhkan penurunan harga Dinar akhir-akhir ini pada saya, beberapa dari mereka sudah merasa ‘merugi’ cukup besar. ‘Kerugian’ besar misalnya diderita oleh pembeli Dinar bulan maret lalu pada saat harga tinggi-tingginya.

Kita tahu bahwa harga Dinar pada tanggal 17 Maret 2008 mencapai titik tertinggi pada angka Rp1,299,000/Dinar. Kalau pada pagi ini ketika artikel ini saya tulis harga Dinar berada pada angka Rp 1,124,570/ Dinar maka pembeli Dinar bulan maret lalu telah mengalami ‘kerugian’ sekitar 13%.

Tentu ini angka yang besar, dan wajar kalau ada pembeli Dinar yang panik. Namun selalu saya jelaskan bahwa kerugian ini hanya hitungan kerugian diatas kertas; Anda tidak perlu mengalami kerugian bila kerugian tersebut tidak Anda realisir dengan menjual Dinar Anda pada saat harga lagi rendah seperti sekarang ini.

Berbagai indikator ekonomi yang saya pasang di blog ini mengisyaratkan Dinar akan naik, atau minimal jauh lebih baik dari investasi lainnya. Jadi justru sekarang waktu yang baik untuk memulai berinvestasi dengan Dinar karena waktu-waktu ini Dinar menunjukkan keperkasaannya. Lho Kok Bisa ?

Coba Anda lihat indikator Bursak Efek Indonesia atau Indonesia Stock Exchange (IDX), pagi ini IDX/Gold Ratio berada pada angka 2.20. Awal tahun ini angka tersebut berada pada angka 3.22. Sejak Januari lalu IHSG telah mengalami penurunan 37 % yaitu dari angka 2,731.51 ke angka 1,717.29. Artinya rendahnya harga Dinar sekarang masih jauh lebih baik dari hasil investasi Anda di saham dan produk-produk turunannya seperti reksadana dlsb.

Itu situsai di Indonesia, bagaimana dengan situasi internasionalnya ?.

Kita tahu harga emas di pasar internasional di hargai dengan US$ sehingga pergerakannya berlawanan arah dengan pergerakan US$; menurunnya harga emas akhir-akhir ini karena US$ sempat menjadi sangat perkasa. US$ Index bahkan sempat berada di atas angka 80 pekan lalu, namun pagi ini US$ Index mulai menunjukkan gejala penurunan – yaitu berada pada angka 78.58 pada saat artikel ini saya tulis.

Banyak faktor yang akan mendorong melemahnya US$ kedepan dan sudah saya tulis di berbagai artikel di blog ini. Bukti paling mutakhir tentu berita hancurnya satu lagi raksasa keuangan Amerika Lehman Brothers, perusahaan sekuritas no 4 terbesar di AS ini menyatakan diri bangkrut kemarin. Pada saat yang bersamaan Merryll Lynch – raksasa lainnya – diambil alih oleh Bank of Amerika.

Kegagalan-kegagalan tersebut hanyalah puncak gunung es dari keroposnya system ekonomi kapitalis ribawi nan spekulatif yang mereka bangun. Kita jangan tertarik dalam pusaran kebangkrutan mereka. Dengan apa ?, Ya dengan Dinar inilah kita memisahkan diri dari system ekonomi mereka yang dijadikan idola dan dicontoh pula oleh negeri ini. Wallhu A’lam.

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Monday, September 15, 2008

Produk Yang ‘Dijual’ dan Produk Yang ‘Dibeli’....

Sebelum saya memutuskan ‘pensiun’ sekitar 6 bulan lalu, dua puluh tahun lebih saya bergelut di industri asuransi mulai dari yang konvensional sampai hijrah ke yang syariah. Industri asuransi ini kata kawan-kawan saya dulu adalah kawah ‘condro dimuko’-nya para penjual.

Betapa tidak, lewat berbagai teknik penjualan yang canggih-canggih salesman atau salesgirl asuransi dapat meyakinkan nasabahnya untuk membeli sebuah janji – yang akan dipenuhi perusahaannya sekian (belas) tahun yang akan datang atau pada saat terjadi sesuatu pada diri Anda.

Hebat bukan ?...atas kehebatan ‘menjual janji’ inilah mereka sering diberi reward yang fantastis. Tidak jarang perusahaan-perusahaan besar asuransi Indonesia (khususnya jiwa) rela mencarter sejumlah pesawat untuk menerbangkan ribuan agen-agen yang berprestasi untuk sekedar pelesir.

Satu hal yang bisa kita pelajari dari industri asuransi ini adalah kehebatannya dalam menjual produk mereka; produk mereka yang biasa-biasa saja atau bahkan tidak terlalu dianggap penting oleh sebagian masyarakat – ternyata dengan kepandaian menjual para agennya – bisa dijual dengan sangat sukses.

Produk asuransi adalah produk yang harus ‘dijual’ – bukan produk yang ‘dibeli’ , artinya si ‘penjual’ harus aktif, proaktif dan persistent mengejar prospeknya sampai benar-benar terjadi transaksi jual beli. Sangat jarang terjadi produk ini ‘dibeli’ masyarakat dengan suka rela, yaitu masyarakat sendiri yang sengaja secara aktif mencari produk asuransi untuk dibelinya.

Sangat berbeda dengan produk asuransi, Dinar adalah produk yang ‘dibeli’ oleh masyarakat. Lebih dari 80 % pembeli Dinar di GeraiDinar adalah orang-orang yang secara aktif mencari alternatif investasi/proteksi nilai di Internet. Sisanya adalah orang-orang yang mendengar ceramah saya langsung, melalui teman, getok tular dlsb. kemudian mereka tertarik dan membelinya.

Saya sendiri tidak pernah secara aktif ‘menjual’ Dinar ini, apalagi mem-persuade orang untuk membelinya. Bahkan kepada para agen-pun kita larang untuk melakukan penjualan Dinar secara persuasive karena persuasive ini berkonotasi membujuk – dan membujuk ini dilarang dalam Islam.

Yang kita lakukan adalah menceritakan apa adanya tentang Dinar ini; lebih dari 180 artikel sekarang sudah saya tulis di blog ini untuk bercerita tentang Dinar ini dari berbagai sudut, dari berbagai situasi. Bahkan dalam berbagai tulisan saya juga mengingatkan pembaca bahwa sebagai investasi, Dinar ini hanya nomor dua – karena yang nomor 1 adalah bisnis riil yang berjalan baik.

Lebih jauh di beberapa tulisan yang saya perkirakan dapat mempengaruhi orang untuk ‘membeli’-pun saya beri disclaimer ; maksudnya adalah agar orang tidak hanya membaca satu artikel saya saja untuk mengambil keputusannya – saya anjurkan untuk mencari informasi lain baik dari blog saya ini maupun blognya orang lain sebelum mengambil keputusan untuk membeli.

Dengan demikian saya memiliki portfolio klien orang-orang yang memang mantab membeli Dinar ini sebagai produk investasi dan proteksinya; bagi klien yang masih ragu – saya selalu anjurkan untuk menggali dahulu informasi yang lebih banyak, mengikuti trend harga dlsb yang semua kita sediakan secara cukup di blog ini..

Bagi pembaca yang tertarik untuk menjadi enterpreneur , pengalaman saya yang saya share dalam memilih barang dagangan ini mudah-mudahan berguna.

Meskipun kompetensi dan pengalaman saya yang lebih dari 20 tahun di Industri asuransi, saya tidak memilih produk asuransi sebagai dagangan saya ketika menjadi enterpreneur karena produk asuransi adalah produk yang masih harus ‘dijual’. Ini akan cukup berat bila saya lakukan sekarang di usia 40 tahun keatas.

Saya memilih Dinar sebagai salah satu barang dagangan saya – karena produk ini adalah produk-produk yang ‘Dibeli’ oleh orang – artinya tidak harus saya bersusah payah jualan, orang tetap membelinya. Saya bersyukur kepada Allah untuk pilihan produk ini. Wallhu A’lam.

Thursday, September 11, 2008

Keperkasaan US Dollar dan Bagaimana Memanfaatkannya ...

Hari-hari ini US$ luar biasa perkasa. US$ Index yang enam bulan lalu sempat jatuh ke kisaran angka 71, saat artikel ini saya tulis US$ Index bertengger pada angka 79.85 atau naik lebih dari 12 % dalam sekitar 6 bulan terakhir.

Demikian perkasanya kah US$ ? atau demikian terpuruknya kah sekelompok mata uang besar lainnya yang digunakan sebagai pembanding ? ternyata tidak mudah mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyan ini.

Dari berbagai analisa yang dibuat oleh para pengamat, sulit menemukan jawabannya yang meyakinkan dan mudah diterima untuk fenomena keperkasaan US$ ini.

Di antara sedikit yang nampaknya dapat diterima (mungkin secara subjektif karena sejalan dengan alur pemikiran utama di geraidinar.com) adalah tulisan James Conrad dari Seeking Alpha dalam artikel panjang dengan judul The Great Dollar Pump of 2008 : A Doomed Central Bank Intervention .

Menurut si penulis, naiknya US$ akhir-akhir ini ternyata hanyalah penggelembungan nilai yang dilakukan secara tidak wajar oleh the Fed dan Bank Sentral negara-negara sekutunya. Beberapa alasannya antara lain adalah :

1) Fundamental ekonomi Amerika tidak bisa dikatakan lagi baik – kalau tidak malah sebenarnya lagi buruk. Beberapa kali pemangkasan rate oleh the Fed yang dilakukan sejak setahun terakhir juga sebenarnya lebih berdampak pada penurunan nilai US$ bukan sebaliknya.
2) Defisit neraca perdagangan yang mencapai US$ 750 milyar dan terus naik, juga bukan mengindikasikan ekonomi yang lagi baik. US$ yang perkasa sekarang ini akan mendorong kenikan defisit ini secara lebih cepat lagi.
3) Perbankan Amerika kondisinya lebih buruk dibandingkan negara-negara kuat lainnya – yang mata uangnya dijadikan pembanding US Dollar.
4) The Fed Balance Sheet yang seharusnya menjadi back up US Dollar ternyata kondisinya memprihatinkan; didalamnya terdapat US$ 450 milyar mortgage yang rawan default.

Dengan hal-hal buruk tersebut, lantas mengapa US$ bisa kelihatan perkasa ?.

Sama dengan politik dimana-mana; nilai US$ juga tidak terlepas dari pengaruh politik. Pemerintahan (Republik) yang sekarang perlu citra baik untuk menyongsong pemilu yang tinggal dua bulan lagi – habis-habisan mencari cara memoles citra untuk melawan citra dari calon Demokrat yang sangat populer.

US Dollar yang perkasa sangat efektif untuk mencitrakan (seolah-olah) keberhasilan pemerintahan Republik yang sekarang.

Orang-orang politik tentu bisa berbuat apa saja untuk mencapai tujuannya tersebut. Bulan Maret lalu misalnya ketika US$ lagi terpuruk-terpuruknya, sejumlah bank sentral besar dunia bersekongkol dengan the Fed untuk rame-rame menyelamatkannya dengan memborong US$.

Berbagai hal lain tentu bisa dilakukan suatu pemerintahan untuk memoles citranya, dan hal-hal demikian bisa saja dianggap benar berdasarkan tata nilai yang mereka anut.

Yang menjadi masalah adalah jangan sampai kita menjadi korban dari makar negara-negara besar yang sedang memoles citra tersebut hanya karena ketidak tahuan kita.

Keperkasaan US Dollar akan menelan banyak korban di seluruh dunia termasuk didalam negeri mereka sendiri; Kita di Indonesia juga mulai terimbas dengan jatuhnya Rupiah dan jatuhnya IHSG yang kemarin memasuki perdagangan hari ketiga dengan penrurunan nilai yang signifikan secara terus menerus. Pagi ini Rupiah bahkan sudah mendekati Rp 9,500 (tepatnya 9480) per US Dollar-nya dan IHSG ketika ditutup perdagangan kemarin sore berada jauh dibawah angka psikologis 2000 yaitu 1885.

Lantas bagaimana dengan Emas /Dinar ?. Tergantung bagaimana kita melihat dan mensikapinya.

Kalau kita melihat Dinar semata-mata sebagai just another investment ...dan berorientasi jangka pendek, tentu sudah banyak diantara kita yang merugi. Terutama mereka yang membeli di bulan Maret lalu ketika harga Dinar lagi tinggi-tingginya dan menjualnya sekarang.

Sebaliknya apabila kita berorientasi jangka panjang, baik membeli Dinar untuk investasi, mengamankan asset dari penghancuran nilai (seperti yang pernah terjadi tahun 1998), apalagi mempersiapkan Dinar sebagai alat muamalah yang adil kedepan – maka inilah kesempatan terbaik untuk mengamankan asset kita (proteksi nilai) sehingga kalau krisis semacam 1998 terjadi – kita tidak ikut terpuruk.

Lebih jauh lagi kalau kita lihat Dinar /Emas akan kembali sebagai mata uang yang adil bagi kita dan anak cucu kita kedepan, maka saat ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk memperluas penetrasi Dinar di masyarakat – karena makar orang lain Dinar menjadi sangat murah sekarang.

Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (QS 3 : 54)

Wallahu A’lam.

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels:

Monday, September 8, 2008

Dinar Untuk Education Plan...

Tulisan ini saya sarikan dari presentasi salah satu pembaca setia GeraiDinar.Com yaitu Pak Rifo Rinaldi. Beliau adalah seorang Financial Planner yang kini lebih suka menyebut dirinya Dinar Planner setelah menemukan berbagai keunggulan Dinar bila digunakan sebagai instrumen perencanaan keuangan.

Berikut adalah salah satu contoh ilustrasi yang dibuat beliau :

Dinar Education Plan Anda saat ini memiliki anak usia 5 tahun dan 13 tahun lagi insyaallah akan masuk perguruan tinggi pada usia 18 tahun; Pada tingkat nilai uang sekarang biaya masuk perguruan tinggi, SPP per semester, buku dlsb dibutuhkan misalnya Rp 42,946,000.

Dengan asumsi tingkat inflasi per tahun 9 %, maka pada saat Anak Anda masuk perguruan tinggi 13 tahun yang akan datang biaya ini akan menjadi Rp 120, 792,702,-

Bila Anda menabung dalam tabungan Rupiah dengan tingkat bagi hasil rata-rata 6 %/tahun, dengan nilai tabungan per bulan Rp 774,312 – maka Anda akan memerlukan waktu 10 tahun untuk mencapai jumlah yang dibutuhkan tersebut.

Dinar Education Plan Tetapi bila Anda menabung dalam Dinar, dengan asumsi appresiasi nilai 20% /tahun (statistik 40 tahun menunjuukan appresiasi sekitar 30%/tahun – namun digunakan angka yang konservatif saja 20%/tahun) , maka hanya dibutuhkan waktu 7 tahun untuk mencapai nilai tabungan yang dibutuhkan.

Dinar Education Plan Lebih jauh Pak Rifo juga membuat perkiraan kebutuhan biaya pendidikan tersebut dalam Dinar. Bila saat ini Rp 42,946,000,- setara dengan 38 Dinar, maka 13 tahun lagi saat anak Anda masuk perguruan tinggi dan memerlukan biaya Rp 120,792,702 saat itu nilai uang ini hanya akan setara dengan sekitar 12 Dinar saja.

Jadi membuat perencanaan keuangan keluarga dengan Dinar selain lebih terjamin kepastian nilainya, juga sebenarnya akan jauh lebih ringan – karena apa yang Anda tabung tidak tergerus oleh inflasi. Sebaliknya tabungan Anda yang dalam Rupiah (asumsi tingkat hasil bersih 6%/tahun) akan tergerus oleh inflasi karena rata-rata inflasi akan lebih tinggi dari hasil tabungan Anda tersebut.

Bila Anda tertarik masalah perencanaan keuangan menggunakan Dinar ini, silahkan komunikasi langsung dengan Pak Rifo Rinarldi (Dinar Planner) di (021) 9971 0169.


Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels: ,

Friday, September 5, 2008

Rupiah (Akan) Jatuh...?

Seperti terbang dalam cockpit pesawat dengan berbagai instrumen yang canggih, kita dapat melihat awan jauh kedepan ketika secara visual mata kita belum dapat melihatnya.

Ini yang terjadi di cockpit emas kita sejak semalam sampai pagi ini. Secara visual sampai pagi ini saya belum melihat berita kejatuhan Rupiah di berbagai koran yang saya baca , bahkan situs resmi BI masih menujukkan kurs Dollar terhadap Rupiah kemarin siang yaitu US$ 1 = Rp9,208,- . Padahal indikator US$ to Rupiah GeraiDinar sejak tadi malam smpai pagi ini sudah menunjukkan angka US$ 1= 9,358.

Gold Price Anomaly in Rupiah Di grafik harga emas di samping kita juga melihat anomali yang jarang terjadi, yaitu sepanjang hari kemarin harga emas dalam Rupiah menunjukkan trend yang berlawanan arah dengan trend grafik dalam US$ .

Pada umumnya yang terjadi sejalan yaitu ketika emas naik dalam US$, maka demikian pula dalam Rupiahnya. Sebaliknya ketika dalam US$ turun demikian pula dalam Rupiahnya.

Gold Price Anomaly in Rupiah Trend berlawanan arah ini mirip yang terjadi 10 tahun lalu ketika Indonesia berada di puncak krisis – lihat grafik disamping.

Bagimana ini bisa terjadi ? fenomena ini hanya terjadi bila daya beli Rupiah jatuh melebihi penurunan harga emas dunia. Dalam 24 jam terakhir Rupiah mengalami penurunan nilai sebesar 1.63%, sedangkan emas dunia dalam US$ mengalami penurunan 1.14 %.

Naik turunnya daya beli mata uang ini sebenarnya hal yang biasa, namun kalau terjadinya berlawanan arah dengan trend global dan regional ini yang perlu di waspadai; lebih-lebih kalau penurunan ini pada waktu yang salah – yang seharusnya naik malah turun.

Kita ketahui bahwa kemarin Bank Indonesia menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 9.25%. Dalam teori mereka seharusnya kenaikan suku bunga ini akan menaikkan nilai tukar Rupiah. Ketika yang terjadi adalah sebaliknya, maka ini cukup mengkawatirkan karena berarti pasar merespon negatif – alias kurang percaya dengan apa yang dilakukan oleh Bank Indonesia.

Bagi saya sendiri ini merupakan bukti bahwa instrumen bunga tidak dapat digunakan untuk memperbaiki negeri ini; Allah dan RasulNya tetap marah dan menyatakan perang selama negeri ini tidak meninggalkan riba (QS 2 : 279).

Untuk meredakan kemurkaan Allah, salah satu jalannya adalah istigfar - baru setelah itu membuat langkah-langkah konkrit dalam sektor riil untuk meningkatkan produksi dan lapangan kerja. Wallhu A’lam.

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels: , ,

Wednesday, September 3, 2008

Dollar Yang Lagi Perkasa dan Peluangnya Bagi Kita...

Hari-hari ini bagi yang rajin ngamati US$ Index Gauge di blog ini akan melihat US$ Index di zone merah, tepatnya di angka 78.12 pada saat artikel ini saya tulis pagi ini.

Artinya US$ lagi perkasa-perkasanya. Lantas mengapa Gauge yang saya buat justru menunjukkan angka merah, bukankah menguatnya US$ baik untuk semuanya ? belum tentu – tergantung dari mana kita melihatnya. Bahkan untuk orang Amerika sekalipun – menguatnya Dollar tidak selalu baik bagi mereka.

Dollar yang terlalu kuat membuat export Amerika tidak competitive, sebaliknya import akan meningkat karena dengan jumlah uang Dollar yang sama – lebih banyak barang bisa didatangkan dari negeri lain.

Dari sini defisit perdagangan Amerika yang saat ini sudah buruk akan semakin memburuk. Defisit perdagangan juga berarti domestic saving lebih rendah dari domestic investment ; ini bisa berasal dari defisit pemerintah yang besar atau rendahnya tabungan masyarakat atau kombinasi keduanya.

Untuk menurunkan defisit tersebut yang paling masuk akal justru harusnya menurunkan nilai Dollar, karena dengan demikian export Amerika akan meningkat dan import menurun.

Seperti spedometer mobil, ketika gas kita injak kuat dan mobil melesat dengan kecepatan tinggi – situsai ini tidak lama, dan menuntut ekstra hati-hati kita pada kecepatan ini – inilah makna dari zone merah tersebut.

Tapi biarlah ini urusan mereka, bagi kita cukup sekedar tahu problem yang mereka hadapi dan mengambil manfaat dari situasi ini.

Apa yang kita bisa manfaatkan dari menguatnya Dollar sekarang ini ? .

Kalau dari skala makro Indonesia, mumpung Dollar lagi kuat dan Cadangan Devisa kita cukup besar dalam US$ sekitar US$ 60 milyar saat ini; ini menjadi kesempatan yang baik sebenarnya untuk menguarangi ketergantungan kita pada Dollar.

Memindahkan sebagian cadangan devisa dalam Dollar secara bertahap menjadi peningkatan cadangan emas yang saat ini hanya berkisar 96 ton di Bank Sentral akan menguatkan ketahanan ekonomi kita kedepan. Agar kelak kalau US$ nyungsep lagi, kita nggak ikut nyungsep. Bagaimanapun kekayaan riil (emas) akan lebih baik dari kekayaan yang hanya dalam bentuk angka-angka diatas kertas atau dalam memori komputer ( baca : uang kertas).

Tapi lagi-lagi biarlah ini jadi urusan para orang pinter di BI dan Departemen Keuangan untuk memikirkannya.

Yang paling sederhana dan dalam jangkuan kita sendiri untuk memutuskannya adalah yang jelas harga emas lagi murah, demikian pula Dinar – ini saat yang baik untuk membeli Dinar....Wallahu a’lam.

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels: ,

Tuesday, September 2, 2008

Menyelesaikan Masyalah Dengan Istighfar…

Suatu saat 4 orang laki-laki datang kepada Hasan Al Basri secara bergantian dengan masalahnya sendiri-sendiri :

Orang Pertama datang mengadukan kekeringan yang melanda karena hujan tidak turun dari langit; Hasan Basri memberi nasihat kepada orang tersebut untuk beristigfar.

Orang Kedua datang mengadukan kemiskinan yang dideritanya; Hasan Basri-pun memberi nasihat kepada orang kedua ini untuk beristigfar.

Orang Ketiga datang mengadu karena istrinya mandul - tidak memiliki keturunan ; lagi-lagi Hasan Basri memberi nasihat kepada orang ketiga ini-pun untuk beristigfar.

Orang Keempat datang mengeluhkan kebunnya yang gersang – tidak dapat menumbuhkan tanaman ; yang terakhir inipun diberi nasihat untuk beristigfar.

Maka penasaran-lah orang yang hadir menyaksikan Hasan Basri memberi solusi yang sama untuk berbagai permasalahan yang berbeda; berkata mereka “ Kamu ini aneh Hasan Basri, semua orang yang datang, meskipun problemnya berbeda-beda solusi yang kamu berikan sama yaitu Istigfar ?.”

Hasan Basri menjawab : “Apakah kamu tidak membaca Firman Allah Ta’ala berikut”. Yang dibacanya adalah Surat Nuh Ayat 10 -12 yang artinya :

“Maka aku berkata “Mohonlah ampunan kepada tuhanmu sesungguhnya dia maha pengampun ;Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit ; Dan dia memperbanyak harta dan anak-anakmu; dan mengadakan kebuin-kebuh untukmu; dan mengadakan sungai-sungai untukmu “. (QS Nuh 10 - 12)

Cerita tersebut diatas rasanya perlu kita renungkan; mumpung ini bulan ramadhan – bulan penuh ampunan, istigfar banyak-banyak ternyata tidak hanya mendatangkan ampunan, tetapi juga dapat menyelesaikan seluruh permasalahan.

Masing-masing kita punya masalah sendiri-sendiri; solusinya sama yaitu beristigfar. Ini baru awalnya, tetapi awalan yang amat sangat penting. Bangsa inipun perlu istigfar besar-besaran untuk menyelesaikan seluruh permasalahan yang ada.

Ibarat kita bekerja dalam satu perusahaan – kalau atasan kita lagi marah sama kita maka apapun yang kita lakukan serba salah, kita kerja baikpun salah apalagi kerja buruk.

Demikianpula nampaknya yang terjadi di negeri ini, negeri yang subur gemah ripah loh jinawi – tetapi kita sekarang berada pada perangkap pangan atau food trap dari negara-negara maju.

Tujuh komponen utama pangan non beras harus diimpor dari negara maju, bahkan empat diantaranya sudah pada tahap kiritis yaitu gandum, kedelai, daging ayam ras dan telur ayam ras. Bayangkan negeri miskin harus membeli bahan makanan dari negeri kaya !; apa jadinya anak cucu kita nanti bila kita tidak mulai bergerak sekarang.

Kita tidak bisa menunggu pemerintah dan politikus berbuat, sampai tahun depan mereka akan sibuk kampanye pemilu legislatif dan eksekutif ; setelah itu mereka akan sibuk negosiasi kursi kabinet. Katakanlah kita akan mendapatkan presiden yang baik dan menteri-menteri yang baik; maka mereka baru bekerja efektif paling dua tahun dari sekarang.

Setelah itupun Presiden dan menteri-menteri yang baik inipun hanya akan bekerja efektif paling banter 3 tahun, karena sesudah itu mereka akan sibuk lagi mempersiapkan pemilu berikutnya dan berikutnya lagi.

Maka beristigfarlah banyak-banyak kita semua…kemudian setelah itu kita berbuat apa yang kita bisa, insyaallah kita bisa menjadi batu bata yang baik dalam bangunan Islam yang indah…. Amin.

Labels: ,

Monday, September 1, 2008

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Mohon Maaf Lahir Batin....

Di awal bulan puasa yang penuh rahmat dan ampunan ini, kami keluarga besar Gerai Dinar mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh pembaca blog kami GeraiDinar.com.

Tak lupa kami juga mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan-kesalahan kami baik ucapan maupun tindakan.

Semoga puasa kita, sholat kita, tadarus kita dan berbagai ibadah yang lain semua diterima Allah SWT sehingga kita kembali fitri dan mencapai kemenangan yang sesungguhnya pada akhir Ramadhan nanti.

Wassalam,


GeraiDinar.