Gold Dinar to
Buy Dinar etc.
Info Harga Dinar
16 - Mar - 2010 Jam 18 : 30  
Item Jual (Rp) Beli (Rp)
Dinar 1,417,960 1,361,242
Dirham 36,174 34,727
Emas *
24 K 336,974 323,495
*Diluar Biaya Cetak
US$/Oz 1,122.30
USD Index 79.97
Rupiah Index 61.27

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Friday, August 29, 2008

Kapan Dinar Akan Menjadi Mata Uang Umat Sepenuhnya....?

....Wa maa ra maita idz romaita wa laakinnallaha ra maa.... (QS 8 : 17)


Pertanyaan dalam judul tulisan ini sering muncul dari kawan-kawan yang semangat memperkenalkan Dinar Islam sebagai uang yang sesungguhnya. Saya sendiri yakin hal ini akan terjadi, tetapi waktunya kit serahkan pada Allah semata.

Dalam tataran usaha memperkenalkan Dinar sebagai uang sesungguhnya, saat ini tembok-tembok besar mernghadang di depan. Tembok besar ini bisa berupa Undang-Undang negeri ini; Articles of Agreement IMF ; Dominasi ilmu keuangan sekuler yang lagi berkuasa dlsb.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia no 23 tahun 1999 misalnya; pasal 2. Ayat 3 mengatur bahwa “Setiap perbuatan yang menggunakan uang atau mempunyai tujuan pembayaran atau kewajiban yang harus dipenuhi dengan uang jika dilakukan di wilayah negara Republik Indonesia wajib menggunakan uang Rupiah, kecuali apabila ditetapkan lain dengan Peraturan Bank Indonesia.”

Undang-Undang ini lahir dari kesepakatan Pemerintah RI dengan IMF 1998. Saat itu Pemerintah Indonesia dalam posisi kejepit diharuskan membuat Undang-Undang Bank Indonesia yang otonom

Dengan Undang-undang tersebut Bank Indonesia mendapatkan otonominya yang penuh, tidak ada siapapun di Indonesia yang bisa mempengaruhinya (Pasal 4 ayat 2) termasuk Pemerintah Indonesia sendiri.

Tetapi ironisnya adalah setelah lepas dari pengaruh siapapun di Indonesia, Bank Indonesia justru masuk genggaman yang lebih erat di tangan IMF - BI tidak bisa lepas dari pengaruh IMF karena harus tunduk pada Articles of Agreement of the IMF seperti yang diatur antara lain dalam beberapa contoh pasal-pasal berikut :

a. Article V Section 1, menyatakan bahwa IMF hanya berhubungan dengan bank sentral (atau institusi sejenis) dari negara anggota .
b. Article IV Section 2, menyatakan bahwa sebagai anggota IMF harus mengikuti aturan IMF dalam hal nilai tukar uangnya, termasuk didalamnya larangan menggunakan emas sebagai patokan nilai tukar.
c. Article IV Section 3.a. , menyatakan bahwa IMF memiliki hak untuk mengawasi kebijakan moneter yang ditempuh oleh anggota, termasuk mengawasi kepatuhan negara anggota terhadap aturan IMF.
d. Article VIII Section 5 , menyatakan bahwa sebagai anggota harus selalu melaporkan ke IMF untuk hal-hal yang menyangkut cadangan emas, produksi emas, export import emas, neraca perdagangan internasional dan hal-hal detil lainnya.

Inilah tembok-tembok besar itu, masih ditambah lagi pemahaman umum para ilmuwan dan ekonom yang ada di negeri ini – yang ilmunya rata-rata dari negeri barat – bahwa inilah yang benar. Pemikiran lain diluar ini dinggap tidak maju, dianggap kemunduran dst.

Meskipun dengan tembok besar menghadang tersebut, bagaimana saya bisa tetap yakin bahwa Dinar Emas Islam akan menjadi uang kita kelak ?.

Begini alasan saya ; ada dua pendapat yang satu IMF yang mengatakan bahwa uang tidak boleh emas (jadi referensi-pun tidak boleh – apalagi sebagai uang). Sementara itu Ulama besar Imam Ghazali (1058 M—1111 M) yang tidak kita ragukan ke-Ikhlasan-nya berpendapat uang yang Adil hanyalah emas dan perak – siapa yang lebih kita percaya kira-kira ? IMF atau Al – Ghazali ? Jujur saya tentu lebih percaya Al-Ghazali.

Secara Ilmiah-pun emas sebagai uang masa lampau dan masa depan sudah pernah saya tulis di Blog ini dari buku Gold : Once and Future Money. Insyaallah kalau ada waktu akan saya elaborate isi buku ini dalam tulisan lain.

Hal akan kembalinya uang emas, sebagai salah satu uang bernilai intrinsik ini bahkan juga diprediksi oleh futurolog – dewa-nya – ekonom barat yaitu John Naisbitt, apa katanya ? . Dalam bukunya - Mind Set John Naisbitt menyatakan bahwa monopoly terakhir yang akan segera ditinggalkan oleh umat manusia adalah monopoly uang kertas yang dikeluarkan oleh suatu negara.

Masyarakat tidak akan lagi mempercayai mata uang kertas yang dikeluarkan negaranya dan berpindah ke apa yang dia sebut sebagai mata uang privat. Apa itu mata uang privat ? yaitu benda-benda riil yang memang memiliki nilai intrinsik.

Benda riil yang memiliki nilai intrinsik yang paling bersifat universal tidak mengenal waktu, lokasi dan kaum adalah emas dan perak – maka inilah uang masa depan itu.

Lantas bagaimana langkah kecil yang kita lakukan sekarang – dengan memperkenalkan Dinar sebagai alat investasi dan proteksi nilai ini akan bisa menuju penggunaan Dinar dan Dirham sebagai uang sesungguhnya ?.

Dinar as Real Money Kita serahkanlah kepada Allah semata jalannya; karena dari sejauh yang bisa kita lihat dan upayakan – kita tidak bisa memperkenalkannya langsung sebagai uang karena membentur tembok raksasa diatas; namun kita bisa melakukan bidikan melingkar yaitu dengan menyebar Dinar sebanyak mungkin di genggaman umat; dan menguasai perdagangan bahan bakunya (emas & perak) , maka ketika Dinar diperlukan sebagai uang – Dinar itu sudah ada di tengah-tengah umat.

Katakanlah lemparan kecil kita hanya berhasil memperkenalkan Dinar sebagai alat investasi dan proteksi nilai, namun karena kita niatkan sedari awal untuk mengembalikan Dinar dan Dirham ini sebagai alat muamalah yang adil bagi umat – insyaallah lemparan kecil ini akan diteruskan dengan lemparan yang sangat besar oleh tangan Allah yang Maha Besar...
“.... dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar......”. (QS 8 : 17). Wallahu A’lam bi Showab.

Labels: , ,

Wednesday, August 27, 2008

Ironi di Pasar Emas...

Dalam teori penawaran dan permintaan (Supply and Demand), bila barang yang ditawarkan lebih banyak tersedia di bandingkan permintaan maka harga akan turun; sebaliknya bila barang yang ditawarkan sedikit namun permintaannya banyak maka harga akan naik. Dengan catatan bahwa semua hal diluar penawaran dan permintaan tersebut sama – ceteris paribus .

Teori ini berlaku di barang apapun baik di pasar benda riil seperti beras, jagung , kedelai – maupun di pasar modal dan pasar uang.

Teori inipun harusnya berlaku di pasar emas. Kalau permintaan emas tetap tinggi sedangkan supply-nya tidak bertambah atau malah berkurang, mestinya harga emas naik. Mengapa kok kenyataannya tidak ? . Banyak yang berusaha merumuskan teori-nya tentang ini, termasuk teori saya sendiri sebagai berikut ;

Pertama; naiknya permintaan dan tidak tersedia dengan cukupnya supply ini nampaknya benar adanya, setidaknya hal ini tercermin dari situs pedagangan emas besar di Amerika yaitu Kitco.Com dan BullionDirect.Com yang keduanya membuat pengumuman resmi di halaman utamanya bahwa supply mereka kemungkinan terganggu oleh permintaan yang tinggi – mereka minta kliennya bersabar untuk ini.

Kedua adalah adanya indikasi lain dari sempat dihentikannya penjualan koin emas American Eagle oleh US Mint karena alasan tidak tersedianya supply emas yang cukup. Penghentian penjualan yang untuk pertama kalinya dilakukan oleh US Mint sejak 20 tahun terakhir ini aneh; mengingat US Mint adalah bagian dari US Treasury – kalau mereka sampai sempat kesulitan stock – lantas dimana atau siapa yang pegang emas yang katanya lagi murah ini ?. Bukankah stock emas mereka banyak ?, lantas mengapa mereka tidak menjualnya ? mungkinkah sebenarnya mereka tahu bahwa harga emas tidak serendah yang di bursa ?..

Dari dua poin diataslah teori saya tentang harga emas adalah sederhana : Permana adalah Harga Emas secara fisik sebenarnya tetap bernilai tinggi, dan ini sejalan dengan sejarah peradaban manusia. Tidak pernah dalam peradaban manusia dimanapun dan kapanpun dimana emas dianggap barang yang tidak berharga. Bahkan ketika barang lain dianggap tidak berharga, emas dan perak tetap dianggap berharga.

Sampai-sampai ada Hadits Rasulullah SAW tentang hal ini yang diriwayatkan oleh Abu Bakar ibnu Abi Maryam bahwa beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda, ”Masanya akan tiba pada umat manusia, ketika tidak ada apapun yang berguna selain Dinar dan Dirham.” (Masnad Imam Ahmad Ibn Hanbal).

Kedua adalah rendahnya harga emas di bursa karena memang hampir keseluruhan transaksi di bursa hanya diatas kertas belaka, sangat-sangat sedikit yang berujung pada transaksi riil atau fisik. Inilah ilusi bursa dmanapun dan untuk komoditi apapun.

Harga di bursa tidak harus mencerminkan harga riil dari barang yang diperdagangkan di bursa tersebut.

Dari 21 tahun karir saya di industri financial - 6 tahun diantaranya sebagi direksi di perusahaan public – kita ngalami betul masa-masa dimana perusahaan kita lagi baik tetapi harganya di lantai bursa jatuh karena adanya sentimen pasar tertentu; sebaliknya pas lagi buruk harga di bursa bisa saja membaik karena adanya sentimen tertentu pula.

Jadi informasi harga di bursa baik dan perlu kita pantau agar kita tahu business environment kita secara keseluruhan; namun keputusan business harus tetap berdasarkan kinerja riil kita di lapangan. Wallahu A’lam.

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels: , ,

Monday, August 25, 2008

Mengapa Harga Emas Fisik Bisa Berbeda Dengan Harga Diatas Kertas...

Pada saat saya menulis artikel ini pagi 25/8/08; harga jual emas di geraidinar.com menunjukkan angka Rp 260,193 / gram; Harga di Logam Mulia (update terakhir 25/08/08 jam 9) Rp 264,000/ gram; harga emas internasional yang sedang terjadi di bursa Sydney dan Hongkong yang saat ini sedang buka adalah US$ 819.95/oz atau Rp 241,423 / gram.

Pertanyaannya adalah mengapa terjadi perbedaan-perbedaan tersebut ?

Harga emas di bursa sangat dipengaruhi oleh perdagangan diatas kertas yang hampir tidak melibatkan transaksi fisik sama sekali. Seharusnya harga-harga di bursa ini juga mewakili harga emas secara fisiknya, namun kenyataannya tidak demikian akhir-akhir ini yang disebabkan oleh beberapa faktor.

Faktor pertama adalah realita di pasar fisik bahwa pemegang emas secara fisik tahu betul bahwa harga emas mereka bernilai tinggi, tidak serta merta turun bersamaan dengan turunnya harga emas di bursa. Ini terjadi di Indonesia maupun di pasar emas fisik di seluruh dunia.

Hari-hari ini situs Kitco.Com – referensi andalannya para pedagang emas dunia, bahkan membuat pernyataan minta maaf yang tertulis merah di halaman muka bahwa mereka meminta maaf kepada para pembeli emas fisik atas kelambatan penyerahan barang karena melonjaknya permintaan emas secara fisik ini.

Faktor kedua adalah semakin sadarnya para pedagang emas dunia, bahwa harga di bursa sangat mungkin dimanipulasi untuk kepentingan tertentu. Ini misalnya diungkapkan oleh Thed Butler pelaku perdagangan komoditi perak dan emas kawakan dari SilverSeek.com.

Thed Butler mengungkapkan data dari COMEX, bahwa sepanjang bulan Juli dan Agustus ini setidaknya ada dua bank besar Amerika yang aktif melakukan sejumlah besar transaksi short terhadap perak. Transaksi short adalah menjual barang yang belum dimiliki pada harga rendah, dengan spekulasi bahwa harga akan lebih rendah lagi untuk kemudian mengambil untung dari selisihnya.

Terhadap emas juga demikian halnya, bahkan ada setidaknya 3 bank besar Amerika yang menurut Thed Butler aktif memainkan harga emas dengan transaksi short -nya.

Para pemain pasar yang tahu bahwa rendahnya harga perak dan emas ini sangat bisa jadi tidak riil, mereka berburuh emas fisik meskipun harganya jaug lebih tinggi. Berbeda dengan harga perak dan emas di bursa yang bisa dipermainkan dengan transaksi short ini, transaksi emas fisik tidak bisa dipermainkan karena bendanya sendiri harus bener-bener ada dan berpindah tangan pada saat transaksi - Inilah mengapa di Islam transaksi emas harus bersifat tunai.

Faktor ketiga adalah faktor lokasi atas ketersediaan emas/perak secara fisik; bisa saja harga emas dunia turun tetapi kalau emas dan perak yang dibutuhkan secara fisik di lokasi kita tidak ada – maka tidak ada artinya harga yang rendah tersebut; emas dan perak tetap saja mahal.

Faktor ketiga tersebut yang dominan mempengaruhi harga Dinar/Emas di GeraiDinar.Com dan demikian pula nampaknya di Logam Mulia.

Harga Dinar di GeraiDinar.Com adalah harga fisik, Anda bisa benar-benar memperoleh Dinar secara fisik pada harga yang kami sajikan. Oleh karenanya harga di GeraiDinar.Com tidak selalu sejalan dengan harga emas di bursa emas internasional, meskipun demikian bursa emas internasional tersebut perlu terus kita pantau setiap saat agar kita semua tetap up-to-date dalam pasar emas yang menuntut keakuratan informasi ini.

Labels:

Wednesday, August 20, 2008

Batu Bata Bangunan (Ekonomi) Islam...

Mujahid besar Mesir Imam Al-Syahid Hasan Al Banna (1906 – 1949) membuat istilah yang pas pada target pembentukan pribadi muslim, yaitu agar kita menjadi batu-bata yang kokoh dalam membentuk bangunan Islam.

Kita bisa jadi batu-bata apa saja, guru , petani, pegawai, dokter, insinyur, politisi semua sama pentingnya asal kita benar-benar berfungsi secara optimal di tempat kita berada.

Sebagaimana batu-bata yang menjadi unit terkecil dari suatu bangunan; diri kitapun merepresentasikan unit terkecil dari bangunan Islam keseluruhan.

Kalau setiap diri kita baik, kokoh dan berfungsi maka akan indahlah bangunan Islam yang terbentuk – demikian pula sebaliknya – karena batu-bata batu-bata yang ada selama ini belum terbentuk secara baik – maka masih carut marutlah bangunan Islam saat ini.

Konsep bangunan yang dimulai dari batu-bata yang kokoh ini bisa diterapkan dalam bidang apa saja dan dalam skala seberapa saja. Saya akan memberi ilustrasi yang kecil dan sederhana untuk konsep batu-bata yang kokoh ini.

Contoh konsep yang saya pakai adalah contoh yang kita lakukan dengan Gerai Dinar dalam memperkenalkan Dinar dan Dirham di masyarakat.

Konsep Batu Bata Yang Kokoh Dalam Bangunan IslamPerhatikan gambar disamping, gambar kotak yang yang diatas adalah ‘Bangunan Islam’ berupa ekonomi berbasis Dinar yang akan kita bangun – saya sederhanakan dalam dua dimensi saja yaitu modal dan waktu agar mudah dipahami, realitanya multi dimensi yang kita hadapi, tetapi insyaallah akan mudah memahaminya kalau kita sudah kuasai konsepnya.

Dari pandangan dua dimensi modal dan waktu, upaya memperkenalkan Dinar secara luas di masyarakat akan dibutuhkan modal yang banyak dan waktu yang panjang. Kalau kita hanya bayangkan modal yang banyak dan waktu yang panjang ini, maka yang terlihat adalah bangunan kotak yang besar diatas. Karena membayangkan sesuatu yang besar, diluar kemampuan kita , maka kita tidak bergerak kemana-mana – bahasa jawanya awang-awangen.

Akan beda ceritanya apabila bangunan yang besar tersebut kita pecah-pecah menjadi unit-unit kecil yang kita sebut batu-bata tadi. Kebutuhan modal yang besar menjadi ringan karena bisa kita pecah-pecah menjadi unit-unit Qirad yang masing-masing di modali oleh para shahibul mal dari berbagai kalangan sesuai dengan kekuatn masing-masing.

Banyaknya umat yang terlibat juga insyaallah akan menjamin kelangsungan upaya gerakan Dinar ini dalam waktu yang panjang; tidak ada rahasia dalam pengetahuan dan system Dinar ini – pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukannya sederhana sehingga dengan mudah dikuasai oleh siapa saja yang berminat.

Konsep batu-bata ini juga bisa kita terapkan dalam projek besar lainnya yang insyaallah akan kita garap bersama yaitu konsep Muzara’ah .

Setidaknya ada tiga kapling perkebunan swasta di Jawa Barat dan Banten yang insyaallah pas untuk projek percontohan Muzara’ah kita. Dibutuhkan modal yang tidak sedikit (puluhan milyar Rupiah) dan waktu yang lama untuk bisa mengembalikan ribuan hektar tanah-tanah perkebunan yang terbengkalai ini menjdi bumi subur dan produktif seperti yang seharusnya.

Kalau hanya kita bayangkan besarnya dana yang kita butuhkan dan waktu, maka bisa jadi kita tidak bergerak kemana-mana; ide Muzara’ah tinggallah ide. Tetapi ini insyaallah akan menjadi ringan kalau kita terapkan konsep batu-bata tadi.

Tanah ribuan hektare bisa kita kapling-kapling dalam satuan 1 sampai 10 ha misalnya. Untuk menanam kayu Industri dibutuhkan investasi sekitar Rp 30 juta/ha dari tanam sampai panen. Untuk tanaman jati spesies baru dibutuhkan sekitar Rp 100 juta/ ha dari tanam sampai panen dst.

Dengan pemecahan ini, hanya dibutuhkan beberapa ratus orang dari kita untuk bisa menghijaukan ribuan hektar tanah perkebunan yang sekarang terlantar. Bagaimana dari sisi waktu ? kan menanam pohon butuh waktu lama ?.

Insyaallah tidak masalah juga; menjual pohon atau kebun adalah boleh dalam Islam asal jelas apa yang ada di kebun tersebut. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW meminta salah seorang sahabat menilai kebunnya dengan menjelaskan didalamnya ada pohon ini itu dan ada puing bangunannya. Bahkan Asbabun Nuzhul surat Al-Lail adalah antara lain cerita jual beli pohon yang disaksikan oleh Rasulullah SAW.

Yang tidak boleh adalah jual beli yang mengandung Gharar (ketidak pastian atau untung-untungan) seperti menjual buah ketika masih muda ditandan. Ini sangat berbeda dengan jual beli kebun atau pohon tersebut diatas. Jual beli buah objeknya adalah buah yang bisa saja menjadi tua dan mateng atau bisa juga rontok sebelum mateng. Jual beli kebun atau pohon objeknya adalah kebun beserta isinya secara detil, atau pohon sesuai kondisi pohon saat jual beli.

Lantas apa kaitannya ini dengan rencana Muzara'ah kita ?; kaitannya adalah kemudahan investasi di tanaman kayu industri atau jati.

Contohnya adalah apabila kita punya anak yang di SMP kelas 2 sekarang, 5 tahun lagi kita akan butuh dana untuk anak kita masuk perguruan tinggi. Karena kita baru menanam kayu industri sekarang, maka panenan kayu kita paling cepat baru terjadi 6 tahun lagi. Maka kita bisa menjual kebun kayu kita sebelum masa panennya untuk keperluan anak masuk perguruan tinggi.

Sebaliknya, kita mungkin telat investasi di kayu ini. Kita mau invest yang sudah mulai nampak hasilnya, maka bisa saja kita membeli kebun dimana didalamnya sudah tumbuh kayu-kayu industri berumur 3, 4 tahun dst.

Kebun yang luas, dengan tanaman jangka panjangnya – tetap bisa dipecah-pecah menjadi unit investasi yang relatif kecil dengan time-frame yang fleksibel sehingga bisa cocok dengan profil investasi dari siapa saja. Dengan demikian kita punya alternatif instrumen investasi lain di sektor riil yang jauh dari riba dan sejenisnya.

Inilah inti dari konsep batu bata tadi; masing-masing batu-bata cocok dan berfungsi secara optimal di tempatnya.

Konsep ekonomi modern yang digandrungi barat saat ini ada yang mirip dengan konsep batu-bata ini yaitu yang disebut Wikinomics mengikuti sukses Wikipedia , bahkan ada buku laris best seller tahun lalu dengan judul Wikinomics ini. Insyaallah kalau ada waktu saya akan tulis ulasan tentang kemiripan prinsip-prinsip Wikinomics yatitu Keterbukaan (Opennes), Berbagi (Sharing) , Kesetaraan (Peering) dan mendunia (Global) dengan prinsip-prinsip Islam. Wallahu A’lam.

Labels:

Tuesday, August 19, 2008

Cerita Dibalik Rendahnya Harga Emas...

Cerita menarik ini bukan karangan saya, saya hanya mengambil intisari pelajarannya dari tulisan David Bond di Wall Street Journal terbitan kemarin 18/08/08.

Tokoh-tokohnya nyata yaitu Hunt bersaudara dari kisah yang nyata pula yang terjadi sekitar 30 tahun lalu – di negeri yang disamarkan olerh penulis cerita sebagi negeri United Snakes (betul, penulis David Bond menggunakan istilah United Snakes !).

Pada tahun 1977, Hunt bersaudara dan beberapa orang Arab mitranya melihat hal yang aneh di pasar perak. Di pasar komoditi, diatas kertas perak diperdagangkan pada harga US$ 3.5 per ounce. Padahal dari survey di pasar fisik, mereka tahu betul bahwa tidak ada satu ounce-pun perak yang dijual dengan harga ini secara fisik.

Mengetahui bahwa harga perak di bursa komoditi (COMEX) sangat murah dibandingkan harga fisik kalau ada di pasaran, maka Hunt bersaudara bersama mitranya yang dari Arab mulai membeli perak di bursa secara bertahap dalam dua tahun.

Bulan October 1979, jumlah perak yang mereka beli bertahap tersebut telah mencapai 192 juta ounces dan tiba saatnya mereka menagih janji barang yang dibelinya. Wajar bukan ?, orang membeli jeruk mendapatkan jeruknya. Demikian pula pikir Hunt bersaudara plus temannya yang Arab, beli perak harus mendapatkan perak.

Pikiran yang wajar dan benar ini ternyata dilihat oleh pasar komoditi berjangka sebagai suatu malapetaka; seluruh pasar tidak siap memenuhi permintaan yang wajar dan benar ini.

Beberapa perusahaan bangkrut dan kegoncangan pasarpun terjadi, sampai-smpai presiden United Snakes saat itu harus turun tangan menggelontorkan cadangan peraknya ke pasar untuk menyelamatkan pasar perak dunia saat itu.

Situasi yang dimanfaatkan oleh Hunt bersaudara 30 tahun lalu tersebut sebenarnya tidak berbeda dengan situasi sekarang; harga emas dan perak diats kertas di bursa komoditi jatuh – tetapi kita tahu emas dan perak di pasar fisik harganya jauh lebih tinggi dari harga di atas kertas di bursa – inipun kalau barangnya ada..

Berbeda dengan kertas saham, obligasi, uang kertas dan sejenisnya – hanya berharga ketika pihak yang berjanji masih bisa memenuhi janjinya; ketik mereka tidak mampu memenuhi janjinya maka benda-benda ini menjadi tidak berharga sama sekali.

Emas dan perak berharga bukan karena janji dari pihak tertentu, berharganya emas dan perak karena bendanya itu sendiri yang berharga. Jadi mau dijual dengan cara apapun, bendanya harus ada dan bisa diperoleh dengan harga yang ada.

Cerita mengenai Hunt 30 tahun lalu seharusnya menjadi pelajaran bagi para pelaku pasar di bursa komoditi; jangan menjual barang ketika Anda belum memiliki barang yang Anda (akan) jual tersebut. Ini termasuk hal sederhana yang diatur di syariah yang kalau kita ikuti akan menjadi praktek perdagangan yang prudent.

Semoga kita dapat selalu berjalan diatas syariatNya....

Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. (QS 45 : 18)

Labels: ,

Friday, August 15, 2008

How Low Can You Go...?

Kembali semalam harga emas dunia terkorekasi secara significant. Penyebabnya tidak lain adalah semakin perkasanya US$ yang dipakai untuk membeli emas saat ini.

Bagi Anda yang browsernya memiliki minimum flash player-6 akan dapat menyaksikan US$ index speedometer yang mendekati red zone . Saat saya tulis artikel ini angkanya menunjukkan 76.87 ; saat Anda baca kemungkinan besar angkanya berbeda karena speedometer bekerja real time, akan selalu mengambil angka paling mutakhir saat Anda membukanya.

Lantas pertanyaan yang sering sampai ke saya dalam situasi ini adalah sampai berapa rendah harga emas akan turun.... How Low can You Go...? . Jujur ini adalah pertanyan yang tidak pernah bisa saya jawab; pengetahuan masa depan hanya milik Allah semata.

Yang saya tahu hanyalah sejarah, dimana dalam peradaban manusia zaman apapun di belahan dunia manapun – belum pernah terjadi emas dan perak menjadi barang yang tidak berharga.

Bila uang kertas dari waktu ke waktu ada mencatatkan sejarah kegagalannya seperti di Indonesia (1965/1966 dan 1997/1998); Jerman 1923; Zimbabwe 2008 dan berbagai cerita kegagalan lainnya; maka tidak ditemukan sejarah kegagalan uang emas atau perak.

Jadi, bisa saja harga Emas/Dinar turun sampai ke Angka yang rendah seperti sekarang ini atau bahkan lebih rendah lagi; namun Emas/Dinar tidak akan kehilangan nilai tukar atau daya belinya terhadap komoditi yang dibutuhkan manusia.

Bila sudah terbukti dari hadits Rasulullah SAW bahwa semasa beliau hidup harga kambing adalah dalam kisaran 1 Dinar; sekarang setelah lebih dari 1400 tahun 1 Dinar tetap dapat untuk membeli 1 kambing yang besar – maka tidak ada alasan yang sifatnya ilmiah apapun yang akan bisa membantah realita ini.

Disamping keyakinan kita, berangkat dari fakta-fakta tersebut saya secara pribadi tetap memilih Emas/Dinar sebagai pilihan investasi maupun sebagai uang masa depan kita. Harga emas internasional yang lagi rendah dapat kita manfaatkan sebaik mungkin untuk menyebar luaskan Dinar secara lebih merata – karena Dinar lagi sangat murah sekarang.

Selain emas/Dinar, tentu investasi sektor riil tetap menjadi pilahan saya dan akan terus saya elaborate kemungkinan menyebar luaskannya. Sebaliknya investasi saham dan deposito sudah 10 tahun saya tinggalkan setelah kapok dengan peristiwa 1997/1998.

Mungkin juga ini yang dimaksud oleh hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakar ibnu Abi Maryam bahwa beliau mendengar Rasulullah SAW bersabda, ”Masanya akan tiba pada umat manusia, ketika tidak ada apapun yang berguna selain Dinar dan Dirham.” (Masnad Imam Ahmad Ibn Hanbal).

Wallahu A'lam bi Showab.



Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Wednesday, August 13, 2008

Nilai Tukar Riil (Bukan Teoritis) Dinar Dari Gerai Dinar...

Beberapa minggu terakhir harga emas Dunia terus berfluktuasi dengan hebat, kadang fluktuasi ini terlalu tinggi dan terlalu cepat sehingga banyak yang bertanya-tanya apakah harga yang kita sajikan riil atau sebatas teoritis semata.

Pada kesempatan ini saya jelaskan bahwa harga Dinar dan emas di Gerai Dinar adalah riil; artinya kita bisa benar-benar menjual dan membeli dengan harga yang ada di blog ini.

Saat ini yang kita tidak ada stok hanya emas lantakan karena memang bukan fokus kita; namun kadang ada yang menitipkan untuk dijual – dalam hal ini kita menggunakan harga yang ada di blog ini juga. Sedangkan Dinar, Dirham (Khamsa) insyaallah selalu tersedia dengan harga yang ada di blog ini

Karena sifatnya adalah harga riil, maka kadang fluktuasi yang ada di grafik kita tidak sepenuhnya sama dengan fluktuasi harga emas internasional; dari waktu ke waktu kita perlu melakukan adjustment untuk menyesuaikan harga kita dengan harga ‘kulakan’ Dinar kita di Logam Mulia.

Harga emas Logam Mulia ini lebih ‘landai’ perubahannya dibandingkan dengan pasar internasional – maka ini ikut mewarnai grafik dan harga-harga kita secara keseluruhan.

Disamping harga riil yang tersaji dan ter-update setiap enam jam untuk kepentingan transaksi, kami juga menyajikan harga teoritis tetapi sebatas untuk informasi yang terupdate setiap saat (real time).

Sebagai contoh pada kesempatan ini juga saya perkenalkan komponen satu lagi yang berguna untuk memantau harga Dinar GeraiDinar , khususnya appresiasi nilainya terhadap Rupiah dan US$ setahun terakhir – grafiknya yang bersifat realtime seperti termometer ada di sidebar.

Komponen baru ini akan sangat berguna bagi yang ingin tahu setiap saat appresiasi nilai Dinar setahun terakhir. Angka yang dibandingkan adalah harga jual Dinar dalam Rupiah dan US$ setahun lalu, dengan harga jual Dinar dalam Rupiah dan US$ yang berlaku detik ini juga.

Harga yang sifatnya masa lalu, adalah harga riil di statistik kita, sedangkan harga detik ini adalah harga teoritis yang kita ambil secara otomatis dari pasar internasional yang sedang berjalan pada saat browser anda membuka situs geraidinar.com ini.

Semoga bermanfaat.

Labels: ,

Monday, August 11, 2008

Komponen Baru di Dashboard Dinar...

Pengetahuan seluk beluk tentang emas dan Dinar sudah seharusnya tidak dimonopoli oleh sekelompok orang tertentu; tidak ada pihak yang bisa mengaku lebih tahu dari yang lain karena pengetahuan ini milik Allah semata.

Benar seperti ungkapan saudara saya yang tidak hentinya secara ‘lemah lembut’ ‘menyindir’ saya sebagai ‘anak kemarin sore’ dibidang ini, karena kenyataannya memang begitu – maka saya tidak membalas ‘sindiran’nya.

Setiap saat saya berusaha belajar dan memahami ilmu yang dibutuhkan oleh umat ini, dan setiap saat saya mendapatkan sesuatu yang baru saya teruskan ke umat pula secepatnya melalui media ini – sehingga posisinya seperti air yang permukaannya selalu menuju ke sama tinggi, air dari tempat yang lebih tinggi akan selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah dalam upaya untuk mencapai keseimbanngan permukaan ini.

Hari ini saya belajar hal baru yaitu belajar bagimana menyajikan informasi-informasi yang njlimet dengan alat dan cara yang sederhana sehingga mudah ditangkap oleh semua orang.

Ilmunya para konsultan Balance Score Card Implementer ini sering dijual mahal ke perusahaan-perusahaan besar, padahal intinya sederhana saja – asal kita tahu masalahnya, tahu business process-nya, tahu driver-nya – maka selebihnya hanyalah masalah penyajian.

Dalam hal Dinar misalnya, kita tahu daya beli Dinar sebenarnya tetap sepanjang zaman. Namun karena di pasar internasional Emas diperdagangkan utamanya dalam US $ - maka kinerja US$ menjadi driver yang sangat penting dalam ‘mempengaruhi’ harga Emas yang berarti juga Dinar.

Lantas bagaimana megetahui kekuatan US$ ini ?, banyak cara dilakukan orang, namun yang sudah luas digunakan dan relatif akurat adalah dengan menggunakan US$ Index – yaitu nilai daya beli relatif US$ terhadap sekelompok mata uang kuat dunia. Biarlah para statistician pasar uang yang mengumpulkan datanya, kita tinggal ambil saja data mereka dari berbagai bank data yang ada di dunia. Agar mudah dibaca gerak geriknya secara menarik, maka data-data tersebut saya sajikan real-time dalam bentuk komponen dashboard disamping.

Apa artinya ini ?, sederhana saja – kalau US$ kuat – maka harga emas kemungkinan besar akan ‘kelihatan’ rendah. Tetapi US$ tidak bisa terlalu kuat – karena untuk menguatkannya the Fed mereka perlu menaikkan suku bunga , sedangkan kalau ini dilakukan terus menerus ekonomi mereka akan berhenti tumbuh dan dampaknya US$ akan kembali merosot.

Jadi berdasarkan kajian statistik kita, bisa saja US$ yang lagi kuat sekarang (US$ Index berada pada 76) akan menguat lagi dalam waktu dekat, mungkin akan sampai 77 – 80 (zone merah di dashboard), tetapi kalau toh ini terjadi – insyaallah tidak akan lama karena industri mereka akan menjerit.

Satu lagi komponen dashboard yang ingin saya perkenalkan adalah Dow/Gold Ratio atau DGR yang sudah juga saya bahas dua kali yaitu tulisan tanggal 21/04/08 dan tanggal 08/08/08 .

DGR ini membandingkan kinerja saham (yang direpresentasikan dalam Dow Jones Index) dengan harga emas dunia dalam troy oz. Pada saat tulisan ini saya buat DGR berada pada angka 13.64 dengan kecenderungan menurun.

Dalam beberapa bulan kedepan berdasarkan berbagai kajian analisa pasar yang saya baca angka ini akan terus menurun ke angka dibawah 13 – 10 bahkan bisa lebih rendah lagi ?, apa artinya kalau ini bener-bener terjadi ?, Harga saham perusahaan menjadi sangat murah apabila dibeli dengan Dinar.

Bagi yang punya duit banyak dalam bentuk Dinar, bisa jadi saat itu menjdi saat yang baik untuk membeli perusahaan-perusahaan yang sebenarnya masih bernilai tinggi, tetapi karena terbawa oleh kehancuran pasar saham – maka harganya akan menjadi sangat murah apabila dibeli dengan uang Dinar kita.

Jangan salah paham, saya tidak menganjurkan membeli saham untuk di spekulasikan– tetapi membeli perusahaan untuk dikembangkan demi kemakmuran umat.

Dua komponen dashboard Dinar yang saya tambahkan ini mudah-mudahan dapat menambah wawasan kita tentang emas, Dinar dan lingkungan yang melingkupinya.

Mohon maaf apabila dashboard ini tidak muncul di browser Anda, kemungkinan Anda perlu mend-download flash atau meng-updrade flash Anda ke tingkat yang lebih tinggi. Dibutuhkan minimal Flash Player-6 untuk dapat menampilkan dua komponen baru ini di browser Anda.

Mohon maaf pula bila tampilannnya kadang tidak sepenuhnya stabil, karena dampak peng-update-an data terus menerus dari sumber lain dengan teknologi XML – kadang harus mengorbankan stabilitas-ini; sederhana saja – kadang data yang sehrusnya diambil tidak ada. Wallahu A’lam.

Labels: ,

Friday, August 8, 2008

Diluar Sektor Riil, Pilihan Investasi Kita Memang Tidak Banyak...

Dalam sebuah diskusi di kelompok pengajian ibu-ibu di Cibubur kemarin, ada pertanyaan menarik dari seorang ibu yang nampaknya banyak pengalaman dibidang investasi baik saham, reksadana maupun emas.

Intinya pertanyaannya adalah saat-saat sekarang ini investasi saham dan reksadana lagi tidak baik; demikian pula dengan emas – lantas apa yang harus kita lakukan ?.

Pertanyaan ini sekarang mungkin di alami oleh mayoritas investor pribadi di negeri ini dan juga di seluruh dunia ; apa yang harus kita pilih ?.

Deposito dan tabungan menurut saya sendiri adalah opsi terakhir dari pilihan investasi kita kalau kita sudah tidak ketemu hal-hal yang lebih menarik. Betapa tidak hasil bersih deposito saat ini yang rata-rata berada pada kisaran 6% - setelah potong pajak, kurang lebih hanya separuh dari perkiraan tingkat inflasi negeri ini untuk tahun 2008 yang bisa mencapai 12 %. Artinya uang kita tumbuh, tetapi kalah cepat dengan penurunan nilai daya beli riilnya yang menurun karena inflasi yang lebih tinggi.

Pilihan pertamanya menurut saya tetap pada bisnis di sektor riil; pilihannnya banyak tergantung minat, pengetahuan dan pengalaman kita.

Tiga hari lalu saya ketemu salah satu dari sekelompok temen-temen kuliah saya yang sekarang rata-rata telah menjadi milyarder. Padahal tahun 2001 ketika mereka berkumpul di kantor saya di Kuningan – mereka belum punya ide mau berbuat apa, justru pertemuan tahun 2001 tersebutlah awal niatnya untuk berbuat sesuatu secara berjamaah sesama alumni.

Apa yang mereka lakukan ? sekali lagi adalah sektor riil. Mereka mengelola tanah perkebunan yang sekarang telah menjadi milik mereka sendiri dengan luas lebih dari 1000 ha di Jawa Timur. Dari perkebunan yang ditanami pohon karet dan kayu untuk industri inilah asset masing-masing kawan saya tersebut menggelembung menjadi puluhan milyar hanya dalam tujuh tahun.

Karena keberhasilan kawan-kawan yang terjun di sektor riil tanaman perkebunan dan industri ini, insyaallah pada waktunya nanti pembaca yang berminat dapat mengikuti langkah mereka dengan konsep muzara’ah yang sudah saya perkenalkan sebelumnya.

Deposito dan sektor riil adalah dua ekstrem, diantara keduanya ada saham, reksadana, dan emas. Diantara yang tengah-tengah ini mana yang kita pilih ?.

Sekitar empat bulan lalu saya menulis tentang Dow/Gold Ratio atau saya sebut DGR, yang intinya membandingkan harga saham di Dow dengan harga emas dunia. Saat saya menulis tersebut DGR masih berada pada angka 13.96; pagi ini DGR berada pada angka 13.17 jauh lebih rendah dibandingkan empat bulan lalu.

Dow Jones Index  vs Gold PriceApa artinya ini ? Pada saat DGR berada pada angka 13.96; Dow Jones Index (DJI) berada pada angka 12 850 dan harga emas berada pada angka US$ 920/ troy oz. Pagi ini DGR berada pada angka 13.17 karena DJI berada pada angka 11 431 dan harga emas pada US$ 867.60./troy oz. Trend jangka panjang dari DGR ini dapat dilihat disamping, sehingga kita bisa menduga kearah mana kiranya harga saham dan emas akan bergerak.

Jadi meskipun harga emas saat ini lagi rendah-rendahnya, emas masih berkinerja jauh lebih baik dari saham karena ternyata saham secara glogal turun lebih cepat ketimbang emas dalam empat bulan terakhir. Perbandingan ini memang tidak kita buat terhadap kinerja saham di Indonesia Stock Exchange (IDX), tetapi karena kinerja IDX pada umumnya juga sejalan dengan kinerja bursa saham secara global, maka indikasi ini bisa jadi juga merefleksikan kondisi di IDX.

Jadi saya sendiri sebelum bisa mengikuti jejak-jejak kawan saya yang sukses di sektor rill, emas dan khusunya Dinar tetap menjadi pilihan saya. Wallahu A’lam.


Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels: ,

Wednesday, August 6, 2008

Harga Emas Turun Terus...Sampai Kapan ?

Pekan ini adalah pekan kedua harga emas mengalami serangkaian penurunan yang cukup tajam; sejak pekan lalu banyak pembaca yang menanyakan hal ini ke saya. Sebagian sudah saya response langsung, sebagian lain saya respon secara umum melalui tulisan ini.

Saya tidak membuat respon umum lebih awal tentang penurunan ini karena ingin mendahulukan tampilan dashboard harga Dinar dari serangkaian grafik mingguan, bulanan, tahunan dan sepuluh tahunan. Grafik-grafik ini saya pentingkan untuk didahulukan tampilnya karena dengan grafik ini pembaca dapat memperoleh wawasan yang lebih luas tentang posisi harga emas/Dinar saat ini.

Sebagai contoh, betul per pagi ini harga Dinar telah mengalami penurunan sampai 3.09% dibanding minggu lalu, atau 3.7 % dibandingkan sebulan lalu – namun kalau kita lihat jangka yang lebih panjang harga Dinar sekarang masih 22.33% dibandingkan dengan harga setahun lalu dan 279.67 % dibandingkan harga sepuluh tahun lalu !.

Ok, realitanya untuk jangka pendek harga emas dan otomatis Dinar saat ini lagi rendah-rendahnya. Pertanyaan pertama, “Mengapa Demikian ?” ; menurut saya setidaknya ada tiga penyebab untuk ini :

Pertama adalah karena emas secara umum di pasar international dihargai dalam US$, harga emas berbanding terbalik dengan kekuatan US$ . Hari-hari ini US$ lagi perkasa yang diindikasikan dari US$ Index mencapai 73.92.

Kedua adalah kaitanya dengan harga komoditi lainnya yang terutama terwakili dengan harga minyak mentah dunia. Sejak pekan lalu pula harga minyak mentah dunia turun, saat saya menulis artikel ini harga minyak mentah dunia berada pada angka US$ 118.47 per barrel.

Ketiga adalah situasi geopolitik dunia terutama terkait dengan perkembangan di Iran ; situasi yang lebih kondusif hari-hari ini ikut menurunkan kecemasan pasar terhadap harga-harga komoditi minyak dlsb.

Tiga hal tersebutlah yang sekali lagi menurut saya menjadi pendorong utama turunnya harga emas dan Dinar sejak pekan lalu.

Lantas pertanyaan selanjutnya adalah “Sampai Kapan ?” . Ini pertanyaan yang lebih sulit untuk dijawab karena tidak ada seorangpun yang tahu masa depan. Kalau berdasarkan statistik beberapa tahun terakhir seharusnya bulan ini sudah mulai naik lagi – lihat tulisan saya pekan lalu untuk ini. Jadi bisa-bisa saja emas naik kembali dalam satu dua bulan kedepan atau bahkan lebih cepat.

Namun saya bisa saja keliru, posisi harga emas dan Dinar yang rendah bisa saja berlangsung lebih lama dari yang dapat saya perikirakan melalui statistik.

Kalau toh yang terakhir ini yang terjadi; kita dapat melihatnya dari dua sudut pandang.

Dari sudut pandang penyebaran Dinar di masyarakat luas akan baik, karena Dinar akan murah cukup lama – selagi uang kertas masih berharga baik; ini menjadi kesempatan yang baik pula untuk menukarnya dengan Dinar.

Kedua dari sudut pandang investasi; emas ditimbang dengan emas sebenarnya bukan investasi karena harganya akan tetap. Emas ditimbang dengan Rupiah bisa dianggap investasi karena harganya bisa naik (tetapi tentu bisa juga turun).

Meskipun demikian berbeda dengan uang kertas yang nilainya bisa habis sama sekali seperti yang terjadi di Zimbabwe baru-baru ini – dalam sejarah manusia emas selalu tetap berharga; tidak pernah terjadi dalam sejarah manusia dimana emas menjadi barang yang tidak berharga. Jadi dengan daya beli riil yang stabil ‘investasi’ emas insyaallah juga tidak pernah keliru. Wallhu A’lam.

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Monday, August 4, 2008

Dashboard Untuk Memantau Harga Dinar...

Dalam upaya untuk terus menyempurnakan layanan ke masyarakat pengguna Dinar, mulai hari ini GeraiDinar.Com menambah feature informasi berupa grafik-grafik otomatis untuk memantau harga Dinar selama seminggu terakhir, sebulan terakhir, setahun terakhir sampai sepuluh tahun terakhir.

Tambahan feature ini juga merupkan respon dari survey yang kami adakan ke pengunjung blog ini dengan pertanyaan “Informasi apa yang paling bermanfaat bagi Anda dari situs ini ?” . 61.9 % dari 860 reponden yang menyempatkan diri untuk memberi masukan menyatakan bahwa Data Harga Dinar adalah yang paling bermanfaat.

Dengan tampilan baru ini, maka setiap saat Anda membuka blog ini, yang akan langsung kelihatan tanpa perlu klik dan menggeser scroll bar adalah :

1) Grafik Harga Dinar yang di-update secara otomatis dengan engine pelacak harga emas yang sedang berlaku di dunia setiap 10 menit.

2) Garfik Trend Harga Dinar Mingguan, Bulanan, Tahunan dan Sepuluh Tahunan yang di update juga secara otomatis berdasarkan poin 1, tetapi hanya dilakukan setiap enam jam yaitu jam 7 , jam 13 , jam 19 dan jam 1 dini hari. Pada empat grafik ini juga disajikan persentase kenaikan/penurunannya dalam masing-masing rentang waktu.

3) Daftar Harga Jual/Beli Dinar, Dirham, dan Emas dalam beberapa tingkat karat . Daftar harga ini juga di update otomatis setiap enam jam seperti di poin 2.

Dengan serangkaian informasi yang langsung kelihatan setiap membuka GeraiDinar.Com tersebut diharapkan mayoritas pembaca dapat langsung mendapatkan informasi yang memadai seperti harapan mereka yang tercermin dari hasil survey.

Daftar harga-harga yang kami sajikan dalam angka maupun grafik, bisa saja berbeda dengan harga dari sumber lain dan banyak pembaca yang mempertanyakan hal ini.

Penjelasan saya untuk hal ini adalah sebagai berikut :

1) Harga di GeraiDinar.Com adalah harga yang secara otomatis dihitung berdasarkan harga emas internbasional yang sedang berlaku tepat setiap jam 7, 13, 19 dan 1 dini hari. Harga Dinar di sumber lain di update pada jam yang berbeda ( saya tidak tahu tepatnya jam berapa karena tidak disebutkan jam update-nya). Kita tahu harga emas bergerak setiap detik, jadi perbedaan jam update tentu berdampak pada perbedaan harga.

2) Meskipun harga bahan bakunya sama (Dinar Emas Logam Mulia), struktur biaya bisa saja berbeda. Perbedaan struktur biaya, bisa membuat perbedaan harga.

Bagi pembaca yang tertarik untuk mengetahui lebih detil mengenai berapa seharusnya Harga Dinar yang lebih akurat, dapat melakukan kajiannya sendiri secara lebih dalam dengan menghitung berdasarkan harga emas (sumbernya bisa Logam Mulia, Kitco.Com, GeraiDinar.Com dlsb), kemudian juga memasukkan unsur biaya cetak ( bisa nanya ke Logam Mulia) dan biaya yang wajar untuk pengelolaannya.

Dari kajian-kajian tersebut, kemudian dibandingkan dengan harga Dinar yang ada di pasaran baik dalam negeri maupun luar negeri maka insyaallah pembaca akan tahu bahwa harga Dinar GeriDinar.Com akan berada kurang lebih di tengah – bukan yang paling murah (karena ada yang lebih murah) dan juga bukan yang paling mahal (karena ada yang lebih mahal).

Tentu kami tidak berharap informasi-informasi yang komprehensif yang kami sajikan menjadi alat untuk spekulasi emas/Dinar, sebaliknya dengan menyajikan informasi harga Dinar yang komprehensif ini kami berharap pembaca dapat membuat keputusan-keputusannya secara well informed .

Semoga bermanfaat.