Gold Dinar to
ORDER FORM
 
Daftar Harga Gerai Dinar
   22 - Aug - 2008 Jam 01 : 00  
  (Rupiah/Unit)
Item Jual Beli
Dinar/Dirham
Dinar 1,143,670 1,097,923
Dirham 33,004 31,684
Emas *
24 K 265,008 254,407
22 K 242,924 228,348
20 K 220,840 203,173
18 K 198,756 178,880
   
*Diluar Biaya Cetak

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Tuesday, July 29, 2008

Prediksi Harga Dinar Hingga Akhir 2008...

Pertanyaan yang selalu sulit saya jawab dari para pembaca blog ini maupun peminat/pengguna Dinar yang menelpon kami, adalah akan kemana arah harga Dinar kedepan ?; jujur selalu saya katakan saya sendiri tidak tahu.

Paling banter kita hanya bisa membuat perkiraan-perkiraan berdasarkan statistik harga yang telah lewat; sedangkan pengetahuan masa depan hanyalah milik Allah semata.

 Gold Price Prediction Setelah saya jawab demikian umumnya penanya tetap penasaran, lantas bagaimana perkiraan statistiknya ?. Untuk menjawab pertanyaan lanjutan ini, berikut adalah penjelasan saya yang paling up-to-date.

Data harga Dinar yang dimiliki oleh Gerai Dinar sendiri baru untuk sekitar sepuluh bulan terakhir; namun karena data harga Dinar ini diolah langsung dari harga emas internasional – maka data-data untuk periode sebelumnya bisa diambilkan dari data harga emas internasional yang disajikan oleh banyak pihak seperti kitco, goldseek dlsb.

Grafik disamping misalnya menggambarkan trend harga emas tahunan sejak tahun 2001; trend ini saya ambilkan dari situsnya goldseek. Yang menarik dari grafik tersebut adalah nampaknya ada kenaikan harga emas yang bersifat musiman yaitu mulai bulan Agustus sampai Desember.

Dari data 7 tahun terakhir menunjukkan bahwa harga emas mulai Agustus sampai Desember secara umum selalu naik; kenaikan terendah terjadi di tahun 2001 dengan 2.8 % dan kenaikan tertinggi tahun lalu 2007 sebesar 26.7 %. Rata-rata kenaikan 7 tahun terakhir adalah sebesar 12.99%.

Pertanyaan berikutnya adalah mengapa ada kenaikan harga musiman ini ?.

Kita tahu bahwa harga emas secara umum mengikuti trend harga komoditi; kalau harga-harga komoditi naik, maka harga emas juga naik.

Menjelang akhir tahun yang juga bersamaan dengan musim dingin di negara-negara sub tropis; orang membutuhkan lebih banyak energy untuk memanaskan ruangan. Membutuhkan lebih banyak konsumsi juga untuk memanaskan suhu badan, demikian juga lebih banyak pakaian untuk memepertahankan diri dari kedinginan. Ini semua mendorong harga –harga untuk naik.

Tentu ini dengan asumsi hal-hal diluar energy, makanan dan pakaian adalah tetap. Apabila hal-hal lain ikut bergerak seperti situasi geo-politik, suku bunga perbankan dlsb, ikut bergerak – maka trend musiman tersebut akan ikut terpengaruh.

Tahun 2007 lalu trend musiman diperkuat oleh adanya beberapa kali keputusan the Fed -nya Amerika untuk menurunkan suku bunga – yang berdampak pada turunnya nilai Dollar dan naiknya harga emas.

Lantas bagaimana akhir tahun ini ?

Sangat banyak faktor yang masih akan berjalan bersama trend musiman tersebut. Diantaranya adalah faktor Iran , pemilihan presiden Amerika Serikat dlsb.

US$ Index vs Gold Price Untuk amannya paling gampang saya buat rata-rata saja; asumsinya adalah ada faktor yang memperkuat trend musiman, ada juga faktor yang mungkin melemahkannya seperti semangat pemerintahan Amerika untuk menahan laju inflasi yang sudah kelewat tinggi di negara tersebut.

Dari ini semua kita ambil angka rata-rata 7 tahun terakhir akan ketemu angka kenaikan harga emas internasional dikisaran 13 % (tepatnya (12.99%) untuk Agustus sampai Desember 2008 mendatang. Hasil prediksi ini saya sajikan dalam grafik di atas.

Sekali lagi masa depan hanya milik Allah semata, yang kita lakukan hanya berusaha memahami pola-pola dari fenomena yang sudah terjadi. Wallahu A’lam .

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels: ,

Monday, July 28, 2008

Harga Emas Dalam Perspective...

Setelah menulis sendiri lebih dari 160 artikel di blog ini sejak akhir Desember lalu...rasanya perlu juga sekali-kali saya menampilkan tulisan orang lain untuk memperluas wawasan kita semua...

Kali ini yang akan saya sarikan adalah tulisan James Turk di kitco.com. Beliau adalah pendiri dan chairman dari GoldMoney.Com, juga salah satu penulis (co-author) buku yang menghebohkan The Coming Collapse of the Dollar .

Berikut adalah ringkasan dari tulisan James Turk tersebut :

Kebanyakan orang membeli emas atas pertimbangan harga, tetapi sayangnya ini bukan alasan yang tepat. Harga hanya merupakan pertimbangan penting kedua. Pertimbangan yang lebih penting adalah :

1) Motivasi untuk strategi ketahanan financial ( bahasa saya adalah Yukhsinun, lihat tulisan – pentj. tanggal 25 Desember 2007 ). Emas sudah terbukti dan teruji dalam rentang waktu yang sangat panjang dalam melawan inflasi. Orang cenderung membeli emas apabila ia tahu inflasi akan memburuk.

2) Emas sebenarnya bukanlah alat investasi yang sesungguhnya (lihat juga tulisan saya – pentj. tanggal 25 desember 2007 bahwa sebagai ‘investasi’ emas hanya nomor 2). Untuk membeli minyak yang sama dibutuhkan emas yang relatif sama dalam enam puluh tahun terakhir. Jadi berinvestasi emas untuk mengharapkan dapat membeli jumlah barang yang lebih banyak dalam beberapa tahun mendatang – pada umumnya bukanlah alasan yang tepat. Tetapi dengan emas pula ada jaminan bahwa kita akan dapat membeli jumlah barang yang sama (tidak berkurang) dalam beberapa puluh tahun kedepan – jadi emas saja adalah alat untuk mempertahankan kemakmuran tetapi bukan untuk meningkatkannya.

3) Uang kertas hanya dapat menyimpan nilai sementara – kalau kelamaan kita menyimpannya, maka daya belinya pasti turun. Sebaliknya emas terbukti menjadi penyimpan nilai yang bersifat permanen – daya belinya tidak menurun dengan berlalunya waktu. ( dari khazanah Islam kita tahu harga kambing zaman Rasulullah SAW 1 Dinar, demikian pula saat ini).

Penjelasan diatas mengundang pertanyaan kritis kepada James Turk sebagai berikut :

“ Saya tertarik dengan penjelasan tersebut; tetapi kalau saya membeli emas 1 troy oz awal 2008 seharga US$ 1000 kemudian dua tahun lagi ternyata harganya tinggal US$ 500 mengapa saya tidak merasa nyaman dengan kondisi ini ?, tentu karena yang terjadi adalah sebaliknya, Anda membeli emas 1 troy oz US$ 280 pada tahun 2000 dan awal 2008 menjadi US$ 1000 maka Anda merasa nyaman, tetapi hidup kan tidak selalu demikian ?”

Jawaban yang menarik dari James Turk adalah sebagai berikut :

Anda berpendapat demikian karena Anda meliht emas dari perspective seorang pedagang, yaitu satu-satunya keuntungan Anda adalah ketika harganya naik. Padahal emas lebih dari sekedar ‘uang’, banyak manfaat lain dari kepemilikan emas secara fisik. – berikut hanyalah beberapa diantaranya :

1. Tidak ada counterparty risk dalam emas . Ketika Anda memegang emas, Anda memegang tangible asset yang tidak tergantung pada janji orang lain. Tangible asset dalam genggaman Anda ini menjadi semakin penting pada saat krisis keuangan melanda. Tanyakan pada orang yang menaruh uang di Northern Rock (Inggris) dan Bear Stearns (Amerika). Juga pada orang yang mengalami krisis finansial yang serius di negaranya ( contoh Zimbabwe dalam tulisan saya minggu lalu) – maka Anda akan tahu betapa pentingnya Tangible Asset berupa emas ini.

2. Konsistensi dalam daya beli . Katakanlah harga emas turun menjadi US$ 500 / troy oz dua tahun lagi, pastilah harga komoditi yang lain seperti gandum, minyak dlsb juga ikut turun. Statistik berabad- abad (dalam Islam sudah terbukti lebih dari 14 abad - pentj. ) menunjukkan adanya korelasi yang nyata antara harga emas dengan harga komoditi-komoditi yang dibutuhkan manusia. Jadi seandainya harga emas turun, Anda juga tidak mengalami penurunan dalam kemakmuran Anda , karena Anda akan tetap dapat membeli barang-barang kebutuhan Anda dengan jumlah emas yang sama.

3. Tidak tergantung pada kepututusan pemerintah . Beda dengan uang kertas yang nilainya tergantung dari keputusan pemerintah dan birokrat masing-masing negara, emas nilainya sama sekali tidak tergantung oleh mereka. Dengan memegang emas, Anda tidak perlu mencemaskan keputusan pemerintah Anda tentang suku bunga dan sejenisnya.

4. Asset yang berada diluar system perbankan . Dengan emas Anda berkesempatan untuk memiliki asset yang diluar pengaruh system perbankan sama sekali. Kita tahu bahwa perbankan di seluruh dunia tanpa terkecuali negara maju sekalipun selalu dihantui krisis dari waktu ke waktu – Di Indonesia kita mengalaminya yang paling parah 1997/1998 pentj. Dengan emas Anda akan terbebas dari pusaran krisis perbankan yang bisa muncul kapan saja dan dimana saja.

Bagi kita umat Islam yang rajin membaca kitab-kitab ulama kita berabad silam, apa yang diungkapkan oleh James Turk tersebut diatas sebenarnya sama sekali bukan hal baru.

Lebih dari 900 tahun lalu pun Imam Ghazali sudah mengingatkan bahwa hanya emas dan peraklah yang dapat menjadi hakim atau timbangan yang adil dalam bermuamalah. James Turk hanyalah mengungkapkan salah satu kebenaran yang fitrah sifatnya untuk keuangan di zaman modern ini. Wallahu A’lam.

Labels: , ,

Thursday, July 24, 2008

Turunnya Harga Emas Dunia dan Prediksinya Kedepan...

Dua hari terakhir harga emas dunia mengalami penurunan yang cukup tajam, penyebabnya sama dengan penyebab penyebab penurunan harga emas sebelumnya yaitu pamor daya beli Dollar Amerika yang lagi baik.

Daya beli Dollar ini tolok ukurnya adalah Dollar Index, yaitu nilai relatif Dollar terhadap sekelompok mata uang kuat dunia. Saat saya tulis artikel ini Dollar Index berada pada angka 72.80.

Sama dengan kejadian-kejadian sebelumnya, tidak (belum) ada yang fundamental yang menyokong kenaikan daya tarik Dollar dua hari terakhir ini. Yang ada hanyalah angin surga yang dihembuskan oleh Philadelphia Federal Reserve Bank President Charles Plosser dan Treasury Secretary Amerika Henry Paulson bahwa kebijakan moneter Amerika akan mendorong menguatnya Dollar – kemungkinan besar melalui kenaikan suku bunga the Fed.

Kenaikannya sendiri menjadi tidak terlalu penting karena issue-nya saja sudah cukup untuk menaikkan gengsi Dollar.

Ini mengingatkan kita pada pola yang ditempuh IMF dengan issue penjualan emas yang dihembuskannya dalam beberapa kali kesempatan. Penjualannya sendiri tidak terlalu masalah kalau tidak benar-benar dilaksanakan – yang penting issuenya saja sudah cukup untuk merusak harga emas.

Bagi kita yang menyadari bahwa daya beli riil hanya ada di emas/Dinar – bukan pada mata uang kertas, issue demikian menjadi waktu yang baik untuk membeli emas/Dinar karena lagi murah-murahnya.

Gold Price Prediction Kesempatan seperti ini bisa jadi tidak berlangsung lama – karena hanya akan seumur issue yang dihembuskan, selama issue ini masih dipercayai pasar maka selama itu pula harga emas dunia akan bertahan rendah.

Setelah itu akan kembali merangkak naik mengikuti trend dasarnya yang memang seharusnya naik.

Ini bukan hanya prediksi saya; saya mendapatkan referensi lain dari pembaca juga untuk mengunjungi situs www.nowandfutures.com yang kurang lebih memprediksi hal yang sama. Lihat grafik di atas untuk prediksi harga emas menurut mereka sampai akhir tahun ini.

Stock Exchange Prediction Mereka tidak hanya memprediksi harga emas, prediksi harga saham disamping juga hasil karya mereka.

Dari rangkaian prediksi-prediksi yang mereka buat ini, paling tidak dari kacamata statistik – hasilnya boleh dibilang cukup akurat.

Terlepas dari naik turunnya harga emas ini, pindah dari mata uang yang tidak adil (nilainya terus menyusut) ke mata uang yang adil (daya beli riilnya terus bertahan) tidak pernah salah baik pada saat harga lagi tinggi ataupun harga lagi rendah, kita nikmati saja gelombang ini karena kita insyaallah berada di perahu yang terus mengapung di permukaan. Wallahu A’lam .

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels:

Tuesday, July 22, 2008

Uang Kertas Dengan Nilai Nominal $ 100,000,000,000 – Opo Tumon... ?

Ketika menyaksikan tayangan televisi baik nasional maupun internasional bahwa kemarin masyarakat keuangan internasional dikejutkan dengan keluarnya uang kertas Dollar Zimbabwe yang bernominal Z $ 100,000,000,000 , ungkapan pertama saya adalah Opo Tumon... ? karena saya nggak ketemu ungkapan yang pas dalam bahasa Indonesia-nya. Dalam bahasa Inggris mungkin yang mirip ungkapan Opo Tumon... ini adalah What On Earth...? .

Intinya adalah keheranan kita untuk sesuatu yang tidak seharusnya terjadi atau ada, tetapi buktinya ada. Uang kertas yang nilainya tidak tanggung-tanggung ini terpaksa dikeluarkan pemerintah Zimbabwe karena negara itu benar-benar dalam kesulitan kredibilitas uang kertas yang sangat dasyat. Bayangkan uang kertas yang nilainya Z$ 100 Milyar ini hanya cukup untuk membeli empat butir jeruk atau setangkup roti.

Kalau mau ditukar dengan Dinar emas yang kita miliki, maka untuk setiap keping Dinar akan diperlukan Z$ 13,416,000,000,000,-. Jadi praktis negeri Zimbabwe ini tidak memiliki uang yang bernilai sebenarnya.

Z$ 50 billionTetapi ini bukan uang di dunia hiburan/permainan monopoli dan sejenisnya; ini uang nyata dari suau negeri yang berdaulat yang berlaku sejak Senin kemarin sampai 31 Desember 2008; setelah itu entah apa lagi yang akan terjadi.

Sayangnya saya belum mendapat gambar dari uang tersebut, yang saya peroleh adalah gambar uang yang bernilai nominal Z$ 50 Milyar yang dikeluarkan Zimbabwe bulan Mei lalu.

Ini mengingatkan apa yang saya tulis akhir Januari lalu untuk menceritakan kejadian di Jerman tahun 1923 - ketika orang disana lebih suka membakar uang untuk menghangatkan ruangan di musim dingin ketimbang membeli kayu bakar – karena harganya sama.

Cart With Full of MoneyJuga foto disamping yang diambil di Jerman pada tahun yang sama, jangan dikira Bapak yang mendorong uang dalam gerobak tersebut sedang memindahkan uang dari tempat penyimpanan di Bank Central.

Dia seorang buruh yang harus secepatnya membawa gaji yang baru diterimanya ke toko roti, karena kalau telat uang dalam gerobaknya tidak lagi cukup untuk membeli roti – saking cepatnya inflasi.

Apa yang dilakukan oleh toko roti setelah menerima uang ? secepatnya dia membeli gandum untuk bahan baku, dan secepatnya membeli emas untuk bagian keuntungannya.

Dari sini kita belajar dari realita lagi, bahwa suatu kepastian bahwa uang kertas akan mengalami penurunan nilai (karena tidak ada satu negarapun yang bisa mencegah inflasi dari uang kertasnya). Yang berbeda hanya tingkat kecepatannya.

Ketika inflasi menjadi terlalu cepat, maka memegang uang kertas seperti memegang bara api – secepatnya harus dilempar/dipindahkan ke orang lain – sebelum kita terbakar/bangkrut karena uang kita tidak dapat untuk membeli apa-apa lagi.

Semoga ini tidak terjadi pada kita. Naudzubillahi min dzalik.

Labels:

Saturday, July 19, 2008

Sebagai Instrumen Investasi , Mana Lebih Baik : Emas Lantakan atau Dinar Emas ?

Tepat seminggu sejak saya tampilkan harga emas real-time disamping harga Dinar real-time yang sudah lebih dahulu tampil; ada pro dan kontra dari penampilan ini.

Sebagiamana biasa yang pro tentu lebih banyak dari yang kontra; namun saya coba menjelaskan kepada yang kontra dengan penjelasan tambahan yang panjang lebar ini.

Argumen yang kontra adalah dikawatirkan penyajian harga emas real-time ini akan mengalihkan perhatian pembaca dari pengenalan dan penyebar luasan Dinar sebagai alat tukar yang adil; ke arah emas sebagai investasi semata.

Argumen saya untuk tetap menampilkan informasi yang insyaallah selalu up-todate dan akurat ini adalah karena transparansi informasi ini akan selalu baik dalam mendorong muamalah yang adil dengan kesetaraan informasi; kedua adalah pembaca blog ini tentu melihat isi blog ini secara menyeluruh – bukan hanya sajian tentang harga-harga ini.

Begitu banyak tulisan saya antara lain mengenai, harta yang seharusnya berputar , larangan menimbun dlsb. hendaklah juga dipandang menjadi satu kesatuan dari pesan yang ingin saya sampaikan.

Betul bahwa pengenalan Dinar sebagai alat muamalah/timbangan yang adil harus lebih diutamakan dari sekedar instrumen investasi dan alat untuk mengamankan hasil jerih payah kita dari kehancuran nilai. Meskipun demikian juga tidak salah apabila pembaca menggunakan blog ini – khususnya pada tampilan pergerakan harga - untuk rujukan investasi Emas dan Dinarnya.

Dalam kaitan dengan yang terakhir inilah (investasi) saya juga ingin mengingatkan pembaca untuk selalu ingat hak orang lain dalam harta kita – minimal dalam bentuk membayar zakat.

Kalau kita disiplin membayar zakat; otomatis dorongan untuk menimbun emas akan berkurang karena emas yang hanya ditimbun akan berkurang dari waktu ke waktu dipotong zakat. Belum lagi ancaman yang keras bagi penimbun harta, baik dalam bentuk emas maupun harta lainnya.

Betul zakat juga harus dibayar dari harta kita yang lain, termasuk Dinar yang di Qiradkan, saham, deposito dlsb. Zakat untuk harta benda orang modern zaman ini pernah saya tulis ketika saya mengenalkan Qirad ; namun harta yang berputar insyaallah akan cukup minimal mengimbangi zakat yang harus dibayar ini.

Investasi-investasi seperti saham, deposito dlsb. apabila dibandingkan dengan Dinar dan Emas lantakan akan langsung kehilangan daya tariknya karena hasil yang rendah dan tidak memiliki sifat proteksi nilai – lihat tulisan saya mengenai GeraiDinar’s Investment Guide .

Sementara itu kita juga akui bahwa investasi terbaik adalah investasi sektor riil, lihat tulisan saya tanggal 25 Desember 2007 yang menjelaskan bahwa Dinar hanya nomor dua setelah sektor riil.

Asumsinya dalam tulisan ini adalah kita belum bisa investasi di sektor riil sendiri, kemudian kita juga sudah tidak tertarik lagi dengan deposito, saham, reksa dana dan sejenisnya. Maka pilihan kita tinggal investasi emas lantakan atau Dinar ; dalam dua pilihan yang sama-sama baik dari sisi investasi ini, mana sekarang yang kita pilih ?.

Berikut saya berikan illustrasinya sehingga pembaca bisa menentukan pilihannya sendiri.

Ambil contoh kasus imaginer pada awal tahun 2000, Pak Fulan memiliki uang Rp 53, 650,241. Separuh dibelikan Dinar pada harga saat itu tepat mendapatkan 100 Dinar; separuh lagi dibelikan emas lantakan pada harga saat itu juga mendapatkan 428.54 gram.

100 Dinar yang dibeli Fulan tersebut di Qiradkan (asumsinya saat itu sudah ada Qirad),
sedangkan emas lantakan 428.54 gram disimpan saja karena emas lantakan sampai sekarang-pun belum bisa diQiradkan.

Dinar & Gold Price 2000-2008 Untuk membantu melihat lebih detil perbandingan ini, maka statistik harga Dinar dan emas sejak tahun 2000 sampai 2008 ini disajikan dalam tabel disamping.

Karena Pak Fulan yang sholeh ini taat pada syariat agama ini, maka baik Dinar yang di qiradkan maupun emas yang disimpannya dia bayar terus zakatnya setiap tahun. Pak Fulan membayar setiap bulan Desember sebesar 2.58% dari emas dan Dinarnya (karena tahun Syamsiah 365 hari sedangkan tahun Qomariah 354 hari rata-rata, maka zakat yang dibayar pada hitungan tahun syamsiah adalah 2.5% x 365/354= 2.58%).

Dinar vs Gold  Investment Apa yang terjadi setelah lebih dari delapan tahun berlalu ?.

Kita lihat grafik disamping. Emas yang semula 428.54 gram dan disimpan saja sejak tahun 2000, kini emas tersebut tinggal 338.71 gram setelah setiap tahun dibayar zakatnya 2.58%.

Sementara itu 100 Dinar yang di qiradkan (asumsi hasilnya 4 % per tahun atau Dinar berputar sekali dalam tiga bulan dengan bagi hasil 1 % setiap putaran), saat ini telah menjadi 113.53 Dinar – setelah dibayari zakatnya 2.58% per tahun.

Hasilnya akan lebih baik lagi apabila Dinar yang diQiradkan bisa berputar sekali dalam dua bulan atau memberikan hasil 6% per tahun. Apabila ini yang dicapai maka 100 Dinar Pak Fulan akan menjadi 135.34 Dinar saat ini setelah dibayari zakatnya 2.58% per tahun.

Inilah pentingnya Dinar harus bisa berputar, memang Qirad saat ini baru terbatas pada Qirad untuk pembiayaan pencetakan Dinar yang akan disebar luaskan ke masyarakat. namun insyaallah dalam waktu yang tidak terlalu lama Qirad juga akan diarahkan untuk sektor riil yang insyaallah bisa memberikan hasil yang lebih baik.

Dinar vs Gold  Investment Karena nilai emas/Dinar yang terus naik sepanjang 8 tahun terakhir, maka meskipun emas Pak Fulan turun jumlahnya setelah dikurangi zakat – nilainya dalam Rupiah tetap masih terus naik – hanya tidak sebaik kenaikan Dinar yang diqiradkan – lihat grafik disamping sebagai ilustrasi.

Jadi meskipun dari kacamata uang kertas emas dan Dinar sama-sama baik untuk investasi sejauh terus dibayari zakatnya; namun perlu diingat bahwa kalau kita hanya berinvestasi dalam bentuk emas yang disimpan saja – maka sesungguhnya emas tersebut (dari kacamata yang baku emas/Dinar) berkurang terus jumlahnya setiap tahun setelah dikurangi dengan zakatnya (asumsinya lagi emas tersebut masih melebihi nishab emas 20 Dinar atau 85 gram; setelah lebih kecil dari nishab baru berhenti berkurang).

Dari permasalahan inilah bentuk-bentuk investasi riil yang bisa dilakukan dengan emas dan Dinar harus digalakkan terus menerus. Qirad hanyalah awalnya, Program Emas Produktif , Muzaraah dan berbagai instrumen investasi yang adil berbasis emas dan Dinar insyaallah akan terus kita hasilkan. Amin.

Labels: , , , , ,

Thursday, July 17, 2008

Muzara’ah : Cara Islami Untuk Memproduktifkan Tanah dan Menghijaukan Bumi...

Bumi Gersang Dalam benak banyak orang kalau kita sebut kota Bandung, pertama yang terbayang kemungkinan besar adalah kota yang dingin (dibandingkan Jakarta) penuh pepohonan (karena dulu disebut kota bunga), hijau dlsb. Paling tidak itu yang selalu dibenak saya selama ini.

Persepsi ini berubah kemarin setelah kami amati secara lebih teliti sepanjang perjalanan dari mulai masuk tol Cipularang sampai masuk kota Bandung. Gersang, panas, kering, tidak produktif – inilah yang lebih banyak muncul di benak saya sekarang.

Kesan demikian mungkin wajar kalau kita habis melakukan perjalanan darat di padang pasir dari Mekah ke Medinah atau sebaliknya, namun mestinya ada yang salah apabila kesan ini timbul dari suatu perjalanan darat di negeri subur loh ji nawi – yang terkenal tongkat kayu dan batu-pun jadi tanamannya.

Namun alhamdulillah perjalanan kemarin adalah bersama Ustadz dan saudara-saudara saya se iman yang sholeh-sholeh, melihat kegersangan inipun kita bisa kembali ke tuntunan kita yang sempurna. Ketika saya tanyakan ke pak Ustadz adakah solusi Islam untuk memproduktifkan dan menghijaukan (kembali) bumi ini ?.

Pak Ustadz yang sangat resourcefull inipun langsung menjawab ada , yaitu antara lain dengan konsep Muzara’ah . Saya pun kemudian sempat menggali lebih jauh dari beliau tentang konsep ini, kemudian saya tambahkan bacaan dari kitab Fiqih Sunnah-nya Sayyid Sabiq dan Islamic Financial Jurisprudence-nya DR. Wahbah Zuhayli.

Hasilnya saya tulis disini sebagai konsep awal dan kemungkinan implementasinya di era teknologi informasi ini, siapa tahu ada pembaca yang bisa menyempurnakan dan kemudian mengamalkan konsep ini.

Secara etimologis, Muzara’ah adalah akad transaksi pengolahan tanah dan bagi hasil atas apa yang dihasilkannya.

Adapapun yang menjadi dorongan kita untuk menghidupkan Muzara’ah ini adalah hadits-hadits berikut :

“Tak ada bagi seorang muslim yang menanam tanaman atau membuka persawahan kemudian ada burung, atau manusia atau hewan ternak memakannya, kecuali baginya itu sedeqah” HR. Bukhari dan Muslim.

”Hendaknya seseorang diantara kalian memberikan tanahnya (untuk digarap), itu lebih baik daripada ia memungut bayaran tertentu”. HR Lima Perawi

Dalam kenyataan sehari-hari, banyak orang-orang ataupun institusi/perusahaan yang punya tanah-tanah yang luas tetapi tidak mau, tidak merasa butuh atau tidak mampu untuk mengolah tanahnya.

Bagi yang tidak mau dan tidak merasa butuh mengolah tanahnya, maka hendaklah dia sadar bahwa dalam pandangan Islam tanah tersebut bisa jadi sudah bukan miliknya lagi sebagaimana hadits sbb:

“Tanah-tanah lama yang pernah ditinggalkan maka menjadi milik Allah dan RasulNya, kemudian untuk kalian sesudah masa tersebut. Barang siapa yang membuka lahan (tanah) baru, maka tanah itu menjadi miliknya dan tidak memiliki hak lagi apabila selama tiga tahun diabaikannya” .

Jadi tanah-tanah menjadi gersang dan bumi menjadi tambah panas antara lain karena siapapun yang mengklaim memilikinya – telah mengabaikan tanah yang di klaimnya tersebut.

Lantas solusinya bagaimana agar dia tetap memilikinya ?; biarkanlah orang lain yang bisa mengolahnya – mengolah dengan bagi hasil. Muzara’ah inilah akad bagi hasilnya untuk pemilik tanah dan yang menggarapnya.

Praktek demikian dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat sesudahnya. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW mempekerjakan penduduk Khaibar dengan upah sebagian dari biji-bijian dan buah-buahan yang bisa dihasilkan dari tanah Khaibar.

Nah sekarang kita sudah ada contoh dan rujukannya, lantas bagaimana kita dapat menerapkan konsep Muzaraah ini sekarang ?.

Sebenarnya sederhana, lha wong nggarap tanah orang ini kan sudah biasa dilakukan di desa-desa oleh orang yang tidak memiliki tanah sendiri. Hanya kalau praktek ini dibiarkan berjalan secara tradisionil, sebagian besar tanah tetap gersang dan tetap tidak tergarap – seperti sekarang.

Jadi harus ada praktek-praktek manajemen modern dan integrasi informasi sehingga sejumlah besar sumber daya dapat digerakkan untuk menggarap sejumlah besar tanah yang masih gersang karena ditelantarkan oleh pemiliknya.

Untuk ini diperlukan sejumlah ahli statistik pertanian, ahli agronomi, kehutanan, perkebunan, pemasaran hasil pertanian/perkebunan/kehutanan, ahli pembiayaan, ahli ekonomi syariah, ahli komputer dlsb.dlsb. Semua sumberdaya ini sebenarnya tersedia berlimpah di negeri ini – tinggal kita merangkaikannya saja.

Juga dengan permodalan, dari pengalaman GeraiDinar memperkenalkan Qirad – banyak ternyata sumber pendanaan yang bisa diakses tanpa harus bersentuhan dengan kapitalism atau pembiayaan yang mengandung eksploitasi dan riba.

Dalam benak saya selanjutnya, Insyaallah apabila program Muzaraah ini jalan para investor di Jakarta dapat melihat lewat Google Earth perkembangan tanaman mereka, para investor mengenal betul siapa pemilik tanah yang menyediakan tanah untuk digarapnya – bahkan akadnya adalah antara investor dengan para pemilik tanah langsung. Sehinggal ada keterikatan dan saling percaya yang lebih dari sekedar akad diatas kertas.

Dengan teknologi informasi yang ada kini, data-data perkembangan tanaman dimanapun berada akan dapat diikuti oleh pemiliknya baik melalui internet atau teknologi lainnya.

Agar tidak sekedar menjadi ilmu dan wacana insyaallah dalam konteks ide ini saya akan fokus pada integrasi sumber daya dan informasi, seperti penyediaan data tanah-tanah yang bisa digarap, data pemiliknya, data tanaman yang cocok, data pemasaran, data pemodal dan pada waktunya insyaallah juga data progress tanaman dari waktu ke waktu.

Sama dengan ide-ide saya yang lain, yang alhamdulillah sebagian sudah menjadi nyata setelah mendapat dukungn pembaca – semoga ide inipun dapat kita implementasikan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Amin.

Labels: ,

Wednesday, July 16, 2008

Cerita Dari Uang-Uang Yang Gagal....

Kalau saya membahas kegagalan uang kertas dari abad sebelumnya baik di Amerika, Perancis, maupun Jerman selepas perang Dunia I dan Sanering Rupiah di Indonesia 1965/1966, sebagian kita mungkin beranggapan bahwa itu zaman dahulu – nggak mungkin lagi terjadi sekarang.

Tetapi coba kita belajar lebih jauh dari dunia modern abad 21 ini. Dalam sepuluh tahun terakhir saja, tidak sulit bagi kita untuk mencari contoh mata uang yang gagal dari negara-negara yang kita kenal – bukan negeri antah berantah. Berikut adalah beberapa diantaranya.

Rusia & Belarus (1998-2000)

Ketika krisis moneter melanda Asia sepuluh tahun lalu, salah satu negara yang terkena dampaknay adalah Rusia. Mirip dengan uang Rupiah kita, uang mereka Ruble mengalami penurunan nilai sampai 70 % (Rupiah saat itu kehilangan nilai sekitar 77%).

Bedanya bersamaan dengan krisis tersebut Rusia menggunakan kesempatan untuk merampingkan mata uangnya dengan membuang tiga angka nol dari mata uang Ruble sebelumnya (RUR), menjadi mata uang Ruble yang baru (RUB). Hal yang sama juga terjadi pada Ruble Belarus.

Bahasa kitanya Rusia dan Belarus melakukan ‘Sanering’ pada tahun 1998 tersebut – dan kita yang mengalami penurunan nilai yang sama kita tidak melakukannya dengan berbagai pertimbangan tentunya.

Kurs Dinar dalam Ruble pagi ini adalah 1 Dinar = 3,129.86 Rubles.

Italy (2000-2003)

Meskipun tergolong negara yang cukup maju, Italy juga negara yang kesulitan membuang angka nol yang terlalu banyak dari mata uangnya. Uang kertas terakhir yang mereka cetak tahun 1997 nilai nominalnya mencapai 500,000 Lira.

Beruntung negara itu ketika punya alasan baik untuk mengakhiri uang Lira-nya pada 28 Februari 2002 dan menggantinya dengan Euro. Saat digantikan oleh Euro tersebut nilai konversi terakhirnya adalah 1936.27 Lire (jamak dari Lira) untuk setiap Euro.

Kurs Dinar terhadap Euro pagi ini adalah 1 Dinar = 85.03 Euro


Turkey (1 Januari 2005)

Lira Turkey Tidak tanggung-tanggung, Turkey harus membuang 6 (enam) angka nol dari uang Lira-nya pada tanggal 1 Januari 2005. 1 Lira baru = 1,000,000,- Lira lama.

Langkah dramatis ini terpaksa mereka lakukan karena inflasi kronis yang berjalan puluhan tahun terus menggelembungkan angka dalam mata uang Lira mereka.

Bila pada tahun 1966 US$ 1 = 9 Lira; maka pada tahun 2004 US$ 1 = 1,350,000 Lira

Seandainya Turkey mau menggunakan Dinar, maka pada saat artikel ini di tulis 1 Dinar = 164.90 Turkey Yeni Lira (Yeni bahasa Turkey artinya baru).


Zimbabwe( 2006 -2008)

Zimbabwe DollarContoh paling mutakhir dan paling dramatis dari cerita kegagalan uang kertas dekade ini adalah Dollar Zimbabwe.

Pada tanggal 1 Agustus 2006 pemerintah negara ini mendevaluasi uangnya 60 % dan pada saat yang sama melakukan ‘Sanering’ dengan membuang tiga angka nol. Sebelumnya 1 US$ = ZWD 101,000 menjadi 1 US$= ZWD 250.

Setelah langkah inipun ternyata uang mereka tetap tidak selamat; pada tahun berikutnya pemerintah sampai harus mebuat peraturan yang aneh yaitu menyatakan bahwa inflasi adalah melanggar hukum negeri itu, artinya tidak ada pihak yang boleh menaikkan harga. Beberapa eksekutif perusahaan harus masuk bui gara-gara menaikkan harga produknya.

Langkah yang tidak biasa inipun tidak mempan juga; akhirnya pemerintah harus mendevaluasi lagi uangnya dengan ‘hanya’ dengan 11,900 % (sebelas ribu sembilan ratus percent !) menjadi 1 US$ = ZWD 30,000 – ini angka resmi; angka tidak resminya ada di pasar gelap yaitu 1 US$ = ZWD 600,000.

Apakah dengan demikian uang kertas tersebut dapat diselamatkan ?, tidak juga ; berita terakhir dari Zimbabwe Independent per Juni 08 lalu Zimbabwe mengalami inflasi 9,030,000 %( sembilan juta tiga puluh ribu percent !).

Saking hancurnya uang Zimbabwe Dollar ini sampai saya kesulitan mengetahui nilai tukar yang berlaku sekarang. kalau toh di internet ada kursnya, itu belum tentu daya beli riilnya karena harga ini berpuluh lipat dari hara di pasar gelapnya.

Ironinya alat pembanding yang dipakai mengalami inflasi yang significant juga ; betul US$ lebih baik dari Zimbabwe Dollar, tetapi tidak beratrti US$ dapat dipakai sebagai pembanding yang valid.

Dalam 10 tahun terakhir saja daya beli US$ terhadap emas trurun sekitar 70%; dan dalam empat puluh tahun terakhir daya belinya turun lebih dari 96 % - US Dollar sekarang hanya bernilai 4% (terhadap emas) dibandingkan dengan US Dollar 40 tahun lalu.

Kita memang bukan Zimbabwe, tetapi dibanding Rusia, Italy dan Turkey kita juga nggak hebat-hebat amat.

Bayangkan, kemarin untuk mengisi bensin mobil saya dalam perjalanan ke Bandung– saya harus membayar lebih dari Rp 500,000,- bukankah ini aneh ? Uang dengan angka yang sama waktu saya SD dapat untuk membeli 10 ekor sapi !.

Jadi minimal tiga angka nol di uang kita harusnya sudah ditiadakan sepuluh tahun lalu – karena tidak memberi manfaat hanya menambah beban memori komputer untuk mengalokasikan digit angka yang tiga kali lebih banyak dari rata-rata uang dunia.

Bahkan istilah jutawan di Indonesia yang dahulu berarti orang kaya – dalam arti harfiah bisa berarti orang miskin sekarang. Betapa tidak nishab zakat saja 20 Dinar atau saat ini setara sekitar Rp 24.7 juta; jadi kalau penghasilan kita Rp 2 juta sebulan – maka kita masuk kategori jutawan karena penghasilan kita sudah berjuta-juta – tetapi dalam pandangan Islam kita belum wajib bayar zakat, bahkan masih berhak menerima zakat.

Artinya dengan angka uang Rupiah kita yang seperti sekarang, kita bisa menjadi jutawan tapi pada saat yang bersamaan kita juga masih masuk kategori miskin. Wallahu A’lam.

Labels: , , ,

Monday, July 14, 2008

Apa Yang Terjadi Dengan Harga Emas Pekan Lalu ?...

Menarik untuk disimak apa yang terjadi terhadap harga emas dunia pekan lalu. Kita tahu awal pekan harga dibuka pada kisaran US$ 928/troy oz, kemudian turun dikisaran US$ 920/troy oz dan akhirnya pada perdagangan Jum’at melompat ke kisaran angka US$ 964/troy oz atau mengalami kenaikan lebih dari 3.6 % dalam sepekan.

Apa yang sesungguhnya terjadi ?. Ada dua hal yang paling menonjol dalam mendongkrak harga emas pekan lalu.

Pertama adalah Faktor Iran yang sudah saya tulis pada tanggal 10 Juli 2008 lalu. Kedua adalah faktor krisis keuangan dalam negeri Amerika Serikat yang semakin memburuk. Kali ini saya akan bahas yang kedua.

Akhir pekan lalu kepercayaan dunia terhadap US$ merosot seiring dengan (terancam ) runtuhnya dua lembaga keuangan besar yang lebih dikenal dengan sebutan Fannie Mae dan Freddie Mac, dua lembaga yang selama ini memiliki atau menjamin sekitar separuh dari sekitar US$ 12 trilyun pasar mortgage.

Fannie Mae yang tahun ini genap berusia 70 tahun (lahir tahun 1938), sebenarnya adalah sebutan untuk memudahkan lidah dalam mengucapkan nama yang panjang The Federal National Mortgage Association (FNMA) (NYSE: FNM), jadi sama sekali bukan pemain baru dalam bidangnya.

Demikian pula dengan Freddie Mac, penyederhanaan nama untuk The Federal Home Loan Mortgage Corporation ("FHLMC") NYSE: FRE. Meskipun lahir belakangan, saat ini usianya juga sudah 38 tahun (lahir tahun 1970).

Keduanya di Amerika masuk kategori perusahaan yang di sponsori pemerintah federal atau government-sponsored enterprise (GSE). Jadi melihat usianya, pangsa pasar yang dikelolanya serta dukungan yang dimilikinya – dalam benak investor tentu perusahaan semacam ini seharusnya sangat aman dan tidak seharusnya runtuh.

Memang sampai hari Ahad kemarin – yang seharusnya hari libur – para petinggi the US Treasury dan the Federal Reserve nampaknya terus memutar otak untuk menyelamatkan kedua lembaga tersebut yang berarti juga menyelamatkan kepercayaan dunia pada stabilitas keuangan Amerika Serrikat. Ahad kemarin juga mereka mengumumkan pinjaman untuk menyelamatkan dua gajah yang lagi semaput tersebut.

Upaya penyelamatan ini tentu saja akan menimbulkan banyak sikap dari pelaku pasar dalam pekan ini.

Bagi yang optimis dengan ekonomi Amerika mungkin akan bisa menjustifikasi keseriusan pemerintah federal dalam menyelamatkan ekonomi Amerika. Sebaliknya bagi yang kritis akan bisa melihat bahwa krisis Fannie Mae dan Freddie Mac hanyalah puncak gunung es dari krisis yang lebih besar – yang belum muncul di permukaan.

Saya cenderung pada pendapat yang kedua, dan perlu diingat diluar masalah Fannie Mae dan Freddie Mac ini tidak kalah seriusnya adalah (potensi) krisis Iran. Jadi pasar akan terus berguncang keras – dan emas yang berarti juga Dinar adalah proteksi yang aman untuk situasi yanmg demikian. Wallahu A’lam.

Labels: ,

Friday, July 11, 2008

Quantum Leap GeraiDinar : GoldCheck dan Program Emas Produktif

Alhamdulillah berkat kemudahan yang selalu diberikan olehNya, kemudian juga dari dukungan pembaca dan pengguna Dinar – ada dua lompatan baru dalam layanan kami pada masyarakat pengguna Dinar khususnya – dan masyarakat pengguna emas pada umumnya.

Lompatan layanan baru ini berawal dari keinginan kita semua untuk dapat setiap saat memastikan bahwa Dinar yang kita gunakan adalah Dinar dengan standar Karat dan Berat yang sangat akurat sesuai dengan yang disyariatkan dalam agama ini.

Oleh karenanya sejak awal pengenalan Dinar kami ingin ada alat ukur yang akurat ini, sampai-sampai kita sempat diskusikan penggunaan hukum Archimedes segala. Alhamdulillah di zaman modern ini sudah ada alat yang sangat akurat untuk mengetes kadar emas ( atau kadar logam apapun sebenarnya) antara lain dengan teknology sinar-x.

X-Ray Fluorescent Spectrometer Alat yang nama teknisnya X-Ray Fluorescent Spectrometer inilah yang sekarang sudah dimiliki oleh Gerai Dinar untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat pengguna Dinar. Alat sejenis juga dimiliki oleh Logam Mulia untuk keperluan pengetesan kadar emas.

GoldCheck Karena alat ini sangat mahal apabila hanya kita pakai secara pasif hanya untuk secara random mengecek Dinar yang beredar, maka alat ini juga kami sediakan bagi masyarakat yang ingin tahu kadar emas yang dimilikinya secara akurat. Layanan ini kita sebut layanan GoldCheck. Masyarakat yang ingin mengetes-kan emasnya dapat datang ke GeraiDinar dan tentu saja dikenakan biaya yang wajar – sekedar untuk ikut berkontribusi dalam membayar penyusutan nilai alat ini.

Emas Produktif Pengembangan berikutnya dari alat ini adalah mulai sekarang GeraiDinar – dengan dukungan Logam Mulia – PT. Aneka Tambang, Tbk. Juga memiliki program baru yang kita sebut sebagai Program Emas Produktif.

Dengan adanya alat yang akurat kita bisa secara adil membeli emas-emas yang ada di masyarakat yang selama ini tersimpan dan kurang dimanfaatkan. Seperti kalung gelang anak kita waktu kecil yang sekarang sudah tidak dipakai lagi. Perhiasan yang kehilangan matanya, putus dlsb. Semua dapat kita nilai kadar emasnya secara akurat untuk kemudian dimurnikan kembali dan dicetakkan menjadi Dinar atau emas batangan di Logam Mulia – melalui kami.

Hal lain lagi adalah dengan alat ini pula kita bisa membeli emas langsung dari tambang rakyat, untuk kemudian dimurnikan dan dicetak menjadi Dinar di Logam Mulia.

Harus kita akui bahwa yang bisa memurnikan emas dengan standar yang diakui internasional (LBMA) hanya Logam Mulia ; oleh karenanya alat yang kita miliki hanya kita gunakan untuk melakukan pengecekan emas secara mandiri dan akurat. Seluruh proses pemurnian dan pencetakan menjadi Dinar ataupun emas lantakan – hanya dilakukan di Logam Mulia.

Pada waktunya nanti insyaallah saya akan jelaskan lebih detil mengenai mekanisme layanan GoldCheck dan Program Emas produktif (EmasPro). Sementara itu bagai yang sudah tertarik dengan dua layanan baru tersebut, dapat langsung menghubungi kami. Semoga Allah terus memudahkan jalan kita yang ingin kembali ke ‘timbangan’ yang Adil dengan Dinr dan Dirham. Wallu A’lam.

Labels: , , , ,

Thursday, July 10, 2008

Faktor Iran Dalam Harga Emas Dunia...

Lebih dari seperempat abad lalu tepatnya tahun 1979 ketika terjadi krisis penyanderaan warga negara Amerika di Iran, harga emas dunia melompat 59 % dari harga tahun sebelumnya (1978) sebesar US$ 193.22 menjadi US$ 306.68 /troy oz (1979).

Ketika masalah ini berlarut sampai tahun berikutnya, dunia semakin kawatir terhadap ancaman krisis yang lebih besar lagi sehingga harga emas melompat dua kali-nya yaitu menjadi US$ 612.56/troy oz pada tahun 1980.

Hari- hari ini kekawatiran yang sama muncul. Tidak mau kalah dengan latihan perang-perangan dalam skala besar yang dilakukan oleh Israel beberapa minggu lalu; Iran melakukan hal yang sama untuk menggetarkan musuh-musuhnya.

Puncaknya adalah Rabu pagi kemarin waktu setempat ketika Iran menguji coba 9 peluru kendalinya, termasuk versi terakhir dari peluru kendali Shahab-3 yang diyakini para pengamat akan mampu menjangkau wilayah musuh bebuyutan kita semua yaitu Israel.

Karuan saja hal ini membuat banyak pelaku pasar panik – dan mulai berjaga-jaga kalau-kalau terjadi sesuatu di wilayah tersebut. Bentuk kepanikan ini hampir selalu arahnya ke harga minyak dan harga emas.

Pasar minyak yang tadinya sudah kearah penurunan, kini beranjak naik lagi. Pada saat artikel ini saya tulis harga minyak kembali ke angka diatas US$ 136 /barrel. Demikian pula harga emas, yang tadinya sempat turun dibawah US$ 920/troy oz – pagi ini angka tersebut sedang berada pada US$ 930 dengan trend keatas.

Krisis bisa saja berakhir, tetapi kemudian sekian tahun berikutnya muncul lagi dengan alasan lain atau tempat yang lain. Dampaknya selalu sama, harga minyak naik dan demikian pula dengan emas.

Lantas bagaimana sikap kita seharusnya terhadap krisis-krisis sejenis ?. Hal sederhana yang bisa kita lakukan adalah merubah default dari asset kita. Akan lebih aman apabila default asset kita sudah berupa benda fisik yang memang memiliki nilai intrinsik-nya sendiri; tetapi juga dibutuhkan yang likwid. Maka Emas atau Dinar-lah yang memenuhi kriteria keduanya.

Tentu kita masih butuh uang kertas Rupiah dan sejenisnya, tetapi ini secukupnya untuk memenuhi keperluan jangka pendek sampai 6 bulan misalnya.

Dengan cara demikian kita juga melakukan langkah-langkah untuk membangun ketahanan ekonomi kita (yukhsinun) seperti yang pernah saya tulis di blog ini akhir tahun lalu Bangun Ketahanan Ekonomi Keluarga Tetapi jangan Menimbun . Wallhu A’lam.

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels: , ,

Wednesday, July 9, 2008

9 Hal Yang Membuat Inflasi Bertahan...dan Satu Hal Yang Membuatnya Pergi Untuk Selamanya...

Ini untuk kesekian kalinya saya menulis tentang inflasi. Antara lain mulai dari tulisan-tulisan awal saya di blog ini seperti tulisan tanggal 12 Januari 2008 tentang “Inflasi yang Dhalim dan Naik Turunnya Harga yang Fitrah” ; tanggal 13 Januari 2008 tentang “Inflasi yang Menghanguskan Jerih Payah Kita...”; sampai tulisan akhir-akhir ini tanggal 13 Juni 2008 tentang “Perang Melawan Inflasi” dan tanggal 3 Juli 2008 dengan judul “Ketika Allah Berbicara Dengan Kita” .

Pesan dari seluruh tulisan-tulisan tersebut adalah senada yaitu inflasi itu buruk; karena inflasi menurunkan daya beli kita, menghanguskan nilai tabungan kita dan bahkan inflasi juga berjalan beriringan dengan bunga bank/ riba yang seharusnya sudah kita tinggalkan seluruhnya.

Sayangnya inflasi nampaknya belum akan menghilang dari negeri ini karena seluruh penyebabnya masih becokol di system perekonomian kita. Berikut adalah 9 hal dari sekian banyak hal yang menyebabkan inflasi akan tetap ada di negeri ini. Tulisan ini saya adopsi dari tulisan sejenis di situsnya Monty Guild, dengan beberapa perubahan yang saya pandang relevan untuk yang kita hadapi.

1) Ekspansi ekonomi yang tidak terencana dengan baik yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan barang dan jasa yang tidak diimbangi oleh ketersediaannya.

2) Ibarat penyakit, inflasi menggerogoti ekonomi secara perlahan tetapi pasti. pemerintah pada umumnya fokus pada hal-hal yang mendesak dan kurang fokus terhadap problem yang sifatnya menahun seperti inflasi ini. Baru menjadi perhatian serius setelah segala sesuatunya sangat terlambat – misalnya setelah terjadi hyper inflasi.

3) Subsidi pemerintah terhadap kebutuhan tertentu, misalnya bahan bakar minyak – maka akan terjadi lonjakan inflasi manakala subsidi tersebut dicabut. Dalam beberapa tahun kedepan rakyat Indonesia masih akan terus dikejutkan dengan lonjakan-lonjakan inflasi setiap saat pemerintah mengurangi subsidi bahan bakan minyak.

4) Tarif dan Pengendalian harga untuk komoditi tertentu; mirip dengan subsidi – maka inflasi akan melonjak sata penyesuian harga dilakukan.

5) Pertumbuhan permintaan komoditi secara global tidak dibarengi dengan pertumbuhan suplynya; mirip dengan poin 1) tetapi untuk komoditi yang kita berebut memperolehnya bersama dengan warga dunia lainnya seperti minyak, tepung terigu dlsb.

6) Infrastruktur transportasi yang buruk akan terus membayangi inflasi untuk berbagai daerah; mahalnya ongkos kirim barang dengan sangat mudah melonjakkan hara barang tersebut.

7) Kenaikan gaji pegawai; selalu menimbulkan inflasi di Indonesia bahkan sejak menjadi isu kenaikan gaji.

8) Uang yang dicetak terus seperti yang sering saya jelaskan di blog ini dengan formula MxV=PxQ ; Jumlah uang yang bertambah (M) namun tidak diputar dengan baik (V); tidak menghasilkan perumbuhan barang dan jasa (Q) – dampaknya harga (P) pasti naik.

9) Alat ukur yang bias sehingga kita selalu telat mendeteksi masalah. Mengukur nilai uang Rupiah kita dengan Dollar contohnya. Kita tidak sadar daya beli Rupiah kita turun karena kita membandingkannya dengan nilai tukar Dollar; dengan kacamata Dollar kita merasa lebih baik sekarang karena nilai tukar 1 Dollar ke Rupiah ‘hanya’; Rp 9,200 padahal waktu krisis 10 tahun lalu nilai tukar Dollar pernah mencapai Rp 16,000 – jadi apakah sekarang lebih baik ?. Tidak juga, karena Dollar-nya sendiri mengalami penyusutan lebih dari 60% terhadap emas selama 6 tahun terakhir saja.

Dengan adanya setidaknya sembilan masalah tersebut; inflasi nampaknya memang tidak akan mudah menghilang dari negeri ini sejauh yang bisa kita lihat dengan kacamata uang kertas Rupiah.

Tetapi tidak berarti tanpa solusi; mengatasi inflasi hanya masalah kemauan sebenarnya. Kalau kita mau saja menggunakan uang Dinar – maka insyaallah inflasi akan otomatis menghilang. Sulitkah ini ? – belum tentu sulit kalau kita mau berpikir out of the box.

Saya juga tidak mau reinvent the wheel dalam pemikiran mengganti uang kertas dengan Dinar dan Dirham. Ada yang sudah memikirknnya dengan cukup mendalam meskipun disampaikannya dengan jenaka, tinggal kita sempurnakan saja agar pas untuk kita. Pemikiran yang tidak biasa ini dapat Anda baca di kutipan buku saya yang saya sajikan di blog lama saya akhir tahun lalu tentang Pidato Presiden Amerika Serikat Untuk Pembubaran Dollar . Siapa thu bermanfaat. Wallhu A’lam.

Labels:

Monday, July 7, 2008

Update Harga Minyak Kaitannya Dengan Harga Emas...

Dalam tulisan saya hampir 2 bulan lalu tepatnya 19 Mei 2008 saya sudah bahas mengenai Gold Oil Ratio pada harga emas dan minyak saat itu.

Karena perkembangan harga minyak yang menggila akhir-akhir ini ( pagi ini pada angka US$ 144.13, lebih tinggi dibandingkan dengan harga dua bulan lalu yang berada pada US$ 125.65), maka rasanya saya perlu memperbarui tulisan saya sebelumnya tersebut.

Gold Oil RatioPer pagi ini rata-rata Gold Oil Ratio (GOR) berada pada angka terendahnya yaitu 6.83; lebih rendah dari dua bulan lalu yang masih berada pada angka 7.15; jauh lebih rendah dari rata-rata sejak tahun 2000 yang berada pada angka 10.36 – dan tentu saja amat jauh dari rata-rata 40 tahun terakhir yang berada pada kisaran angka 15.

‘Ketertinggalan’ harga emas dari harga minyak ini yang oleh sebagian pengamat pasar dianggap akan menjadi pendorong naiknya harga emas secara luar biasa ketika harga emas kembali ‘normal’.

Ian Williams, Charteris Treasury Portfolio Managers dalam tulisannya yang dimuat di The Telegraph London pekan lalu misalnya, mengungkapkan bahwa harga emas bisa mencapai US$ 2,500/troy oz kalau dibiarkan menyesuaikan dengan tingkat inflasi. Artinya harga yang sekarang (pagi ini US$ 925/troy oz) menurutnya adalah harga yang kelewat rendah dibandingkan harga teoritis emas.

Ian William mendasarkan perhitungannya pada harga emas tertinggi tahun 1980 yang mencapai US$ 650/troy oz, kemudian di adjust dengan tingkat inflasi sekarang dibandingkan dengan tahun 1980.

Kalau saya gunakan pendekatan yang beberbeda, misalnya dengan menggunakan GOR rata-rata sejak tahun 2000 maka harga emas teoritis saat ini adalah 10.36xUS$ 144.13 = US$ 1493.20.

Sedangkan apbila kalau saya gunakan angka GOR rata-rata 40 tahun terakhir, maka harga emas secara teoritis saat ini adalah 15xUS$144.13 = US$ 2,161.95.

Waktulah yang akan membuktikan benar/salahnya perhitungan saya ataupun perhitungan Ian William. Wallahu A’lam.

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels:

Friday, July 4, 2008

Ketika Allah Berbicara Kepada Kita....

Waktu saya ikut-ikutan nonton film Ayat-Ayat Cinta gara-gara nemani anak dan istri sekitar dua bulan lalu, ternyata ada juga hal yang baik yang bisa saya ambil meskipun dari film. Bukan filmnya sendiri, tetapi dari dialognya ketika sang tokoh di penjara. Dia dinasihati oleh teman setahanannya bahwa “Allah sedang berbicara sama kamu....”.

Ya betul, setiap saat Allah berbicara dengan sangat jelas loud and clear kepada kita baik secara qauliyah maupun secara qauniyah, hanya kita yang sering lalai tidak mau mendengarkatan pesan yang disampaikanNya tersebut.

Coba kita lihat, kurang jelas apa pesan Allah dalam dua ayat berikut misalnya;

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. (QS 2:276)

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. (QS 2:279)

Lantas secara qauniyah-nya betapa jelas pesan Allah bahwa ekonomi ribawi dunia sedang dimusnahkanNya (maaf saya gunakan bahasa dimusnahkan – karena inilah bahasa Al-Quran). Berikut dalah beberapa indikatornya untuk kita yang di Indonesia :

• Saat ini Indonesia (dan juga dunia) sedang dilanda inflasi yang sangat tinggi. Data dari BPS per Juni 2008 yang dikeluarkan tiga hari lalu menunjukkan inflasi kita tahun ini (year on year) sudah mencapai 11.03%.

Ini dampaknya luar biasa, karena kalau penghasilan kita naik 11% saja tahun ini, maka ini hanya cukup untuk mengimbangi naiknya harga-harga. Padahal mayoritas pegawai tidak naik penghasilannya, atau kalau toh naik - kenaikannya mayoritas lebih rendah dari angka inflasi tersebut. Artinya mayoritas kita – penduduk Indonesia, akan mengalami kemunduran dalam hal kemampuan ekonominya tahun ini.

• Sayangnya, karena kita tidak mendengar pesan-pesan Allah tersebut diatas, ketika kita dalam keterpurukan inflasi – langkah yang diambil pihak yang punya authority negeri ini justru akan membenamkan kita lebih jauh.

Bank Indonesia kemarin menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin dari 8.5% ke 8.75%. Artinya daya tarik riba bukannya dihilangkan malah ditingkatkan.

• Dengan iming-iming bunga yang lebih tinggi, maka uang yang seharusnya beredar untuk mendorong sektor riil – ditarik masuk ke SBI, Depossito dan sejenisnya.

Sektor riil yang sudah babak belur dihantam kenaikan biaya produksi yang di trigger oleh kenaikan bahan bakar bulan lalu – kini dihantam lagi dengan kenaikan cost of fund dan harus bersaing dengan bunga perbankan yang semakin tinggi.

• Inilah maju kena –mundur kena-nya ekonomi ribawi, langkah mana saja yang ditempuh – tidak akan bisa melawan kehendak Allah, sedangkan kehendak Allah sudah disampaikan ke kita secara loud and clear tersebut, yaitu tidak ada jalan lain selain meninggalkan ekonomi ribawi ini.

• Disisi lain Allah sudah bicara kepada kita pula melalui bukti sejarah yang sangat panjang. Bahwa lebih dari 1400 tahun ada pilihan mata uang yang tidak pernah terkena inflasi yaitu Dinar. Di Zaman Rasulullah SAW , satu Dinar cukup untuk membeli 1 – 2 kambing ; satu Dinar yang sama (saat tulisan ini dibuat sekitar Rp 1,2 juta) tetap dapat untuk membeli 1 – 2 ekor kambing.


Itulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya. (QS 45:6). Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

Labels: , ,

Thursday, July 3, 2008

Nilai Tukar Dinar Real-Time...

Ada best practice untuk berdagang yang sangat baik dari khasanah Islam, yaitu kesetaraan informasi antar pelaku pasar.

Kalau di dunia perdagangan barat dikenal istilah caveat emptor / let the buyer beware yaitu biarkan pembeli yang hati-hati (penjual bisa seenaknya); maka dalam Islam ada keharusan bagi penjual untuk menjelaskan secara detil kondisi barang yang akan dijualnya, termasuk cacat-cacatnya bila ada. Dalam istilah ekonominya yang cukup mendekati (meskipun tidak sepenuhnya benar) adalah caveat venditor / let the seller beware atau biarkan penjual yang hati-hati.

Dimasa-masa kejayaan perdagangan Islam, pedagang yang datang dari jauh ke suatu kota – dia dijamu sebagai tamunya kamum muslimin di kota tersebut. Kepadanya disediakan tempat tinggal untuk beberapa hari agar paham situasi pasar, tingkat harga dlsb. sebelum yang bersangkutan mulai berdagang.

Dalam era teknologi informasi ini, informasi tentang harga barang (apapun) di seluruh dunia dapat diketahui setiap saat dalam sekejap. Oleh karenanya baik pembeli maupun penjual bisa dengan mudah mengakses informasi yang sama sebelum transaksi jual beli – sehingga dapat terjadi transaksi yang adil berdasarkan kesetaraan informasi.

Dalam rangka mewujudkan kesetaraan informasi antara Gerai Dinar dan para nasabahnya, alhamdulillah mulai hari ini bisa kita sajikan harga Dinar yang dihitung berdasarkan harga emas dan nilai tukar mata uang besar dari hampir seluruh dunia secara real-time.

Semua data yang kita sajakan adalah data yang up-to-date karena secara otomatis terus menerus di up-date setiap 10 menit. Dengan data yang sangat up-to-date ini diharapkan calon pembeli Dinar dapat mengetahui secara lebih akurat trend harga yang sedang berjalan.

Grafik dan harga yang ter-up-date setiap 10 menit ini, tentu harus dilihat secara menyeluruh bersamaan dengan grafik bulanan, tahunan, 10 tahun dan bahkan 40 tahun yang sudah selama ini kami sajikan. Grafik-grafik yang kami sajikan ini adalah untuk mendukung keterbukaan informasi, dan tidak diharapkan menjadi alat untuk berspekulasi.

Kami di Gerai Dinar menggunakan grafik ini pula untuk mengambil harga jual dan beli kami. Hanya saja akan merepotkan para agen dan pembeli yang tidak setiap saat mengakses internet apabila kami gunakan harga real time-nya; untuk memudahkannya situs ini akan mengupdate secara otomatis pula Nilai Tukar Gerai Dinar pada titik waktu jam 7 pagi ; jam 13 siang ; jam 19 malam dan jam 1 dini hari BBWI. Dua titik terakhir diperuntukkan bagi pembaca yang di Eropa dan Amerika - yang selisih waktunya dengan kami antara 7 - 12 jam.

Harga jual dan harga beli kami tersebut kami sajikan di samping grafik Dinar dan kami beri keterangan Nilai Tukar Gerai Dinar (Saat Anda Baca Ini).

Untuk memenuhi harapan para pembaca gerai Dinar yang 18% -nya berasal dari luar negeri, Grafik juga kami sajikan dalam berbagai mata uang besar dunia – melalui drop down list . Dengan demikian pembaca kami yang di Amerika, UAE, Jepang, Iran, Swedia dlsb. dapat langsung mengetahui harga Dinar Emas dalam mata uang mereka.

Perlu kami sampaiakan bahwa harga Dinar disini dibangun berdasarkan harga emas dan nilai tukar mata uang, yang sedang berlaku saat engine kami mengakses data dari seluruh bank data yang ada. Dari harga emas dan nilai tukar yang sedang berlaku tersebut kemudian kami tambahkan biaya-biaya yang wajar untuk mencetak Dinar (di Indonesia). Biaya-biaya ini meliputi biaya cetak, transportasi, penglolaan, asuransi, pajak dan biaya lain yang terkait dengan pengadaan/pengelolaan Dinar.

Bagi pembaca yang lebih suka memantau harga emasnya dibandingkan dengan harga Dinar, grafik harga emas dalam berbagai mata uang juga dapat diakses di halaman khusus kami go.ldfor.us atau dibaca Gold For Us .

Berbeda dengan harga Dinar yang sudah memasukkan seluruh unsur biaya, harga emas yang kami sajikan belum termasuk unsur biaya cetak dlsb. Hal ini karena biaya cetak sangat bervariasi tergantung dengan ukuran keping emas yang dibuatnya. Semakin kecil keping emas, semakin mahal biaya cetak per gramnya.

Meskipun engine yang kami buat ini insyaallah cukup canggih dan reliable, untuk transaksi besar dengan Gerai Dinar (diatas 100 Dinar) kami tetap sarankan di konfirmasi dahulu sebelum transaksi dilakukan.

Selain itu karena orientasi kami menyediakan Dinar sebanyak mungkin yang dibutuhkan masyarakat, maka ketersediaan stock Dinar akan lebih kami prioritaskan dibandingkan dengan stock emas lantakan. Oleh karenanya seluruh pembelian emas lantakan berapapun ukurannya, harus dicek dahulu dengan kami ketersediaan stocknya.

Semoga hal kecil yang kami tambahkan ini dapat membawa manfaat. Amin.

Tulisan ini Juga sudah kita update tanggal 4 Agustus 2008 , silahkan baca juga update ini.