Gold Dinar to
ORDER FORM
 
Daftar Harga Gerai Dinar
   22 - Aug - 2008 Jam 01 : 00  
  (Rupiah/Unit)
Item Jual Beli
Dinar/Dirham
Dinar 1,143,670 1,097,923
Dirham 33,004 31,684
Emas *
24 K 265,008 254,407
22 K 242,924 228,348
20 K 220,840 203,173
18 K 198,756 178,880
   
*Diluar Biaya Cetak

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Friday, June 27, 2008

Gejolak Mata Uang dan Kehancuran Riba...

Emas mencatatkan lonjakan tertinggi dalam perdagangan di New York Mercantile Exchange (NYMEX) kemarin, lonjakan ini mencapai US$ 32.8 /troy oz ; dari US$ 882.3 ke US$ 915.10.

Sama ketika bergejolak turun, gejolak naik inipun sebenarnya bukan didorong oleh sesuatu yang riil. Pasalnya adalah pengumuman the Fed sehari sebelumnya yang memicu kenaikan ini. Inti dari pengumuman the Fed tersebut sebenarnya datar-datar saja yaitu tidak merubah tingkat suku bunga-nya yang saat ini berada pada angka 2.0%.

Namun pasar menterjemahkan pesan yang datar tersebut sebagai kebimbangan yang sangat dari the Fed untuk memilih antara dua simalakama yaitu pilih resesi atau inflasi, keduanya menakutkan bagi pasar. Apabila the Fed menaikkan suku bunga, inflasi mungkin bisa sedikit di rem tetapi resesi akan serius mengancam.

Sebaliknya, apabila suku bunga diturunkan – maka inflasi yang sudah tinggi sekarang akan semakin menjadi-jadi. Harga minyak yang sudah selangit saat ini (US$ 138.8/barrel saat artikel ini saya tulis) akan terus melangit, demikian pula harga bahan pangan.

Dalam dua kebimbangan yang sangat tersebutlah langkah status quo mempertahankan tingkat bunga tetap pada tempatnya yang sekarang dipandang the Fed sebagai langkah yang paling aman bagi mereka sendiri, tetapi tidak bagi pasar dunia.

Bagi kita bukan naik turunnya sesaat harga emas – yang berarti juga harga Dinar – ini yang penting, selama ekonomi kita mengandalkan mekanisme bunga (baca : Riba , yang masih mengkikuti pola ekonomi ribawi ala barat) maka ekonomi kita akan selalu terombang-ambing antara satu kehancuran ke kehancuran yang lain.

Mengapa demikian ?, karena ini janji Allah : Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. (QS 2 :276).

Kalau ayat yang inipun belum cukup, dan kita tidak juga segera meninggalkan system ribawi ini, maka beranikah kita berperang melawan Allah ? karena Allah sudah menyatakan perangnya dalam ayat : Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. (QS 2: 279). Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNya.

Labels: ,

Thursday, June 26, 2008

Belajar Dari Kehidupan Bebek Liar...

Ketika saya mulai menulis tentang Netpreneur beberapa minggu lalu, ternyata banyak response dari pembaca yang serius ingin melakukan hal yang sama atau mirip dengan apa yang saya lakukan.

Dari response-response tersebut, saya dapat memahami bahwa apa yang dulu saya rasakan tentang kebosanan dan kejenuhan di tempat kerja – juga dialami oleh sekian banyak orang lain. Tidak peduli dia di perusahaan besar atau kecil, perusahaan bonafid atau tidak, sebagai karyawan biasa atau eksekutif – selalu ada (dan banyak) yang mersa bosan, jenuh, stuck , merasa di dhalimi dan berbagai perasaan tidak mengenakkan lainnya.

Lantas pertanyaannya, meskipun sekian banyak orang tidak bahagia dengan pekerjaannya selama ini – mengapa sebagian besar mereka tetap bertahan sampai pensiun?. Macam-macam jawabannya, tetapi apapun jawabannya yang jelas mereka tidak (berani) memulai segera untuk berubah…

Berikut adalah 3 hal yang paling sering menjadi mental block yang mengunci kita dalam ‘penjara’ pekerjaan dan bagaimana cara melepaskan diri darinya.

1). Tidak memiliki bekal/modal untuk mulai berusaha : Tidak semua usaha memerlukan modal. Pengetahuan kita, pengalaman, jaringan pergaulan dlsb. bisa menjadi modal yang tidak kalah berdaya-nya dengan modal uang.

2) Tidak memiliki ide untuk usaha : Ide yang orisinil memang paling baik dalam usaha, tetapi kita tidak harus memulai ide tersebut dari nol. Kita dapat menerapkan teori 3 N dari khasanah kearifan jawa yaitu Namatke atau memperhatikan, Nirokke atau menirukan , dan Nambahi . Kita dapat nyontek bisnis lain yang sudah jalan, mungkin di negeri lain, mungkin di bidang lain, mungkin dengan komiditi/barang dagangan yang lain – tetapi kalaupun harus nyontek, maka nyonteklah yang pinter. Paling tidak itu tadi, jangan nyontek mentah-mentah tetapi setidaknya bisa Nambahi. Bukankan 3 N pula yang dilakukan Jepang sampai menguasai pasar mobil dan elektronik dunia dewasa ini ?.

3) Job Security : Banyak orang yang rela bersusah-susah bekerja dengan perasaan yang tidak enak sekalipun karena berpendapat bahwa dengan bekerja (di tempat bekerjanya yang sekarang) – lah jaminan pekerjaan dan kelangsungan masa depannya terjaga, bahkan ada pensiun, biaya kesehatan dst.

Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena persentase pensiunan yang bisa mempertahankan kwalitas kehidupannya sama dengan semasa belum pensiun adalah sangat sedikit. Yang sedikit inipun karena mereka tidak mengandalkan uang pensiunannya semata.

Ilusi job security ini juga terjadi pada karyawan-karyawan di perusahaan besar. Dalam realitanya berapa banyak karyawan atau bahkan eksekutif perusahaan besar yang harus kehilangan pekerjaan dan segala fasilitasnya oleh berbagai sebab.

Dengan menjadi entrepreneur juga tidak ada akan mudah, tetapi juga tidak sesulit yang dibayangkan kebanyakan orang.

Ada pelajaran yang sangat menarik dari alam yang mendorong saya melompat menjadi entrepreneur pada usia yang sebenarnya ‘agak telat’ menurut hitungan saya sendiri. Pelajaran ini saya ambil dari salah satu episod televisi yang menyajikan kehidupan spesies bebek liar tertentu.

Induk bebek-bebek ini bersarang pada ketinggian 4 – 20 m di atas air – tempat mereka mencari makan. Bayi-bayi bebek spesies ini umumnya menetas pada malam hari dan tentu juga menetasnya pada sarang tersebut – yang sekian meter diatas air.

Pada pagi hari pertamanya melihat dunia, bebek-bebek kecil ini menyaksikan induknya melompat dari sarang terjun ke air untuk mencari makan. Tanpa berfikir panjang – bisa berenang atau tidak, beresiko atau tidak – bebek-bebek kecil tersebut langsung terjun ke air mengikuti induknya untuk mencari makan.

Bayangkan ! betapa maha kuasanya Allah dalam memberi rizky ke bebek-bebek yang baru umur sehari ini, sekaligus menyelamatkannya dalam lompatan yang menurut pikiran manusia sebenarnya sangat berbahaya.

Atas kehendak Allah, bebek-bebek kecil ini tidak dibekali otak yang canggih seperti kita manusia. Namu justru karena itu, mereka berani melompat mengikuti instingnya untuk langsung terjun, berenang dan mencari rizky.

Kita manusia, Alhamdulillah selain insting kita juga dibekali otak yang canggih. Dengan otak ini insyaallah kita akan lebih mampu untuk survive dalam ‘lompatan’ kita pada kesempatan pertama. Wallahu A’lam

Labels: , ,

Tuesday, June 24, 2008

Ekonomi dan Politik Dunia Yang Lagi Memanas...

Hari-hari ini harga emas dunia lagi rendah dipicu oleh membaiknya US$ terhadap mata uang lain khususnya terhadap Euro. Pada saat artikel ini saya tulis US$ berada pada angka 73.51.

Daya beli US$ yang tinggi ini seolah mengisyaratkan bahwa situasi ekonomi dan politik dunia lagi baik, benarkah demikian keadaannya ? Well , tidak sepenuhnya benar demikian.

Membaiknya daya beli US$ hari-hari ini lebih karena sentimen pasar yang dipicu oleh Rapat the Fed minggu ini yang diharapkan tidak mengubah suku bunga 2.0 %-nya. Membaiknya US$ terhadap Euro juga dipicu oleh memburuknya kinerja Euro. Jadi tidak ada hal yang secara fundamental membaik.

Di sisi lain, sebenarnya ada beberapa hal yang bersifat fundamental yang memburuk akhir-akhir ini di kancah ekonomi dan politik dunia, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

1) Amerika bersama sekutunya Israel nampaknya sedang menyiapkan sebuah aksi yang besar terhadap Iran. Serangan terhadap Iran dengan dalih kepemilikan senjata nuklir Iran bukan hal yang tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat. Latihan militar besar-besaran yang dilakukan Israel akhir-akhir ini nampaknya juga merupakan unjuk kekuatan terhadap lawan-lawannya.

2) Krisis kredit yang saat ini diperkirakan sudah menimbulkan kerugian yang mencapai US$ 1.3 trillion, akan banyak menyeret korban dalam skala luas.

3) Friksi antara the Fed dan European Central Bank seperti yang saya tulis akhir pekan lalu, akan meng-’;ekspor krisis’ dalam skala besar dari Amerika, ke Eropa dan selanjutnya ke seluruh negara yang perdagangannya terkait dengan keduanya – dan ini berarti boleh dibilang hampir seluruh dunia.

4) Harga minyak dan pangan Dunia yang kelewat tinggi di hampir seluruh negara – akan mudah sekali menyulut ketegangan-ketegangan di dalam masing-masing negara maupun antar negara yang satu dengan yang lainnya. Dalam sejarah Indonesia saja, beberapa rezim jatuh antara lain gara-gara harga kebutuhan yang tinggi (peristiwa 1965/1966 dan 1997/1998).


Apa dampaknya ini semua pada kita ?

Apabila benar-benar terjadi serangan terhadap Iran, oleh Israel dan sekutunya Amerika, maka harga minyak yang sudah sangat tinggi sekarang akan melambung lebih tinggi lagi. Ini saja sudah akan membuat beban hidup kita tambah berat.

Apalagi dampak tidak langsung dari serangan tersebut akan memecah konsentrasi banyak negara dari memperbaiki ekonominya kearah memenangkan perang.

Suatu negara yang sedang berperang – apalagi dalam kondisi ekonomi yang tidak baik – akan mengambil tindakan apa saja untuk memenangkan perang.

Dengan cara apa mereka membiayai perangnya ? mereka tentu tidak akan secara terang-terangan menarik kontribusi (pajak) dari rakyatnya untuk membiayai perangnya – tetapi mereka akan melakukannya secara diam-diam, Yaitu dengan mencetak uang secara lebih banyak- dan lebih banyak lagi. Pencetakan uang terus menerus ini akan menimbulkan hyper inflasi yang menyebabkan uang tidak berharga sama sekali – buntutnya rakyat jugalah yang akhirnya harus menanggungg perang ini meskipun tidak secara langsung. Lihat tulisan saya tanggal 30 Januari 2008 lalu untuk melihat contohnya dari pelajaran sejarah Perang Dunia I. Wallhu A’lam

Labels: , ,

Friday, June 20, 2008

Peringatan Dini Dari Morgan Stanley dan Royal Bank of Scotland...

Minggu ini para pengamat dan pelaku pasar dunia disuguhi oleh berita yang tidak mengenakan dari dua lembaga besar yang kajian dan prediksinya selama ini sangat didengar pasar.

Peringatan pertama datang dari Morgan Stanley (17/6/08) yang mengungkapkan kemungkinan kejadian katastropik di pasar financial dunia sebagai akibat dari perseteruan antara Europian Central Bank (ECB) dengan US Federal Reserve (the Fed).

Perseteruan ini menyangkut perbedaan cara mengatasi krisis kredit dan inflasi yang melanda dunia saat ini. The Fed yang mengandalkan pemotongan suku bunga sebagai senjatanya, bertolak belakang dengan ECB yang justru telah menaikkan de facto interest rate - Euribor sebesar 100 basis poin sejak krisis kredit melanda.

Perbedaan pendekatan tersebut mengacaukan perdagangan ekspor-impor antar keduanya, yang dampaknya juga tentu terhadap perdagangan dunia secara keseluruhan.

Kejadian yang mirip dengan yang diingatkan oleh Morgan Stanley ini benar-benar pernah terjadi tahun 1992 yang berdampak pada resesi dan krisis mata uang yang serius di Eropa saat itu.

Dua hari setelah Morgan Stanley menyampaikan peringaatan dininya tersebut; hal yang senada dikeluarkan oleh Royal Bank of Scotland (RBS) . Bob Janjuah - Credit Strategist bank tersebut yang menjadi bintang tahun lalu karena keakuratannya dalam memprediksi krisis kredit, kali ini memberi peringatan ke nasabah-nasabah RBS dengan prediksi yang tidak kalah mengerikannya : "A very nasty period is soon to be upon us - be prepared," katanya.

Peringatan RBS ini didasarkan pada hasil research-nya yang antara lain memprediksikan bahwa dalam tiga bulan mendatang akan terjadi crash terhadap pasar modal dan bursa saham secara global. S&P 500 Index di Wall Street akan jatuh lebih dari 300 points yang kemudian akan menyeret pasar Eropa dan lainnya ke jurang yang sama.

Ben Bernanke Kusutnya masa depan ekonomi dunia ini tercermin dengan akurat lewat wajah Ben Bernanke – Cairman of United States Federal Reserve dalam suatu acara resmi mereka.

Indonesia tentu tidak juga lepas dari ancaman krisis global ini, selain pasar saham dan pasar modal kita yang terkait langsung dengan pasar global; kekayaan kita dalam bentuk cadangan devisa juga tersimpan dalam mata uang Dollar Amerika. Dengan cadangan devisa saat ini yang sekitar US$ 57.5 Milyar –kalau terjadi krisis terhadap US $ maka akan terseretlah kita kedalam pusaran krisis yang sama.

Lantas persiapan apa yang perlu kita lakukan untuk menghadapi krisis yang diprediksi oleh dua institusi kompetent tersebut ?.

Menghadapi masa paceklik modern ini, kita tetap relevan mengikuti apa yang dicontohkan dalam Al-Qur’an seperti dalam surat Yusuf 47-48 berikut :

“Dia (Yusuf) berkata:’Agar kamu bercocok tanam tujuh tahun (berturut-turut) sebagaimana biasa; kemudian apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di tangkainya kecuali sedikit yang kamu makan. Kemudian setelah itu akan datang tujuh tahun yang sangat sulit yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit). kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang kamu simpan”.

Gandum yng dibiarkan ditangkainya adalah gandum yang tidak mudah busuk dan kan tetap menjadi benih yang baik untuk bisa ditanam kembali kapan saja diperlukan.

Paceklik di zaman modern ini tentu bukanlah secara harfiah hanya diantisipasi dengan gandum yang dibiarkan dalam tangkainya, tetapi analoginya adalah diantisipasi dengan asset kita yang tidak menyusut nilainya dalam krisis. Penggunaan Dinar adalah salah cara yang efektif untuk membangun ketahanan ekonomi (yukhsinun) dan proteksi nilai ini.

Bentuk antisipasi kedua adalah mempesiapkan diri dan keluarga dari ketergantungan terhadap lapangan pekerjaan atau tempat kerja tertentu. Dalam masa krisis seperti yang terjadi pada tahun 1997-1998 banyak sekali perusahaan tutup dan harus mem-PHK karyawannya.

Untuk mengantisipasi ancaman kehilangan pekerjaan ini, membangun ketrampilan berniaga adalah merupakan hal yang dicontohkan dalam Islam, bahkan kita dianjurkan untuk menyiapkan anak-anak kita agar mampu berniaga ini sejak kecil.

Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu diselamatkan Allah di dunia maupun di akhirat. Amin.

Labels: ,

Thursday, June 19, 2008

Undangan ke Pembaca Untuk Me- Redesign GeraiDinar.Com...

Alhamdulillah dalam waktu kurang dari 6 bulan sejak GeraiDinar.Com ini tampil, per pagi ini telah lebih dari 100,000 halaman dibaca oleh lebih dari 51,000 pengunjung.

Sejak pembuatan awalnya yang tidak disengaja dari sebuah warnet di Jogjakarta, sampai saat ini GeraiDinar.Com memang masih tampil seadanya; yang penting bisa menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh para pengunjung.

Namun bersamaan dengan semakin banyaknya pengunjung dan banyaknya halaman yang dibaca, saya ingin mengundang para pembaca – terutama yang memiliki keahlian dalam hal design blog - untuk mendesign ulang GeraiDinar.Com ini.

Target saya tetap dalam bentuk blog dan content management-nya tetap menggunakan blogger ; karena ini yang saya familiar untuk mengoperasikannya.

Visiting HourAudience dari blog ini dapat dilihat dari dua grafik yang saya sajikan disamping; grafik pertama menunjukkan bahwa pengunjung blog ini mayoritas adalah pegawai kantoran yang umumnya membuka GeraiDinar.Com antara jam 8-9 pagi dan jam 1 siang.

Useful InformationGrafik kedua menunjukkan apa yang dicari oleh pembaca dari blog ini, yaitu lebih dari 61 % pengunjung yang membuka blok ini adalah untuk mengetahui informasi harga Dinar.

Jadi redesign dalam bentuk apapun, diharapkan tidak menghilangkan grafik-grafik dan data harga Dinar seperti yang selama ini selalu saya tampilkan.

Selain dari informasi yang tidak boleh hilang tersebut, berikut adalah wish list saya untuk hasil design ulang GeraiDinar.Com ini :

• Archive artikel tertata rapi dan mudah di cari oleh pembaca
• Lay out yang informatif sesedikit mungkin pembaca perlu klik atau menggeser cursor
• Modern & Hitech...
• Islami
• Orisinal, tidak boleh mencontek dari manapun...

Atas jerih payah pembaca yang membantu proses redesign ini, saya menyediakan award sebesar 5 (lima) Dinar untuk sekedar mengganti ongkos lelahnya. Tapi award ini hanya akan diberikan kepada satu pembaca yang design-nya saya pakai. Design yang saya pakai menjadi property right saya dan tidak boleh dipakai lagi untuk keperluan lain.

Kepada pembaca yang design-nya saya pakai, saya juga akan minta tolong untuk proses implementasinya sampai jadi.

Jika Anda berminat, silahkan publish design Anda di blogspot dengan nama apa saja kemudian saya diberi link-nya melalui email ke iqbal@geraidinar.com .

Target saya, design baru ini sudah akan tampil pada awal bulan Ramadhan Insyaallah; jadi saya akan menutup kesempatan ini tanggal 20 Agustus 2008.

Atas bantuan pembaca yang berminat, sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

Labels:

Wednesday, June 18, 2008

Pemilihan Presiden Amerika Serikat, Kinerja US$ dan Harga Emas Dunia...

Obama MuslimKurang dari 5 bulan mendatang, tepatnya tanggal 4 November 2008 akan ada pemilihan presiden di Amerika Serikat.

Sebenarnya ini bukan urusan kita, namun karena pemilihan presiden Amerika berdampak pada nilai US$ dan nilai US$ berbanding terbalik secara langsung dengan harga Emas dunia – maka kali ini saya ulas sedikit mengenai hal ini.

Sama dengan euphoria politik dimanapun, menjelang pemilu akan diwarnai oleh banyak spekulasi tentang siapa yang akan menang, perubahan apa yang akan dilakukan, akankah ada perbaikan disana-sini atau malah memburuk dst..dst...

Nah dari perkembangan yang saya ikuti dari jauh, untuk pemilu presiden Amerika Serikat kali ini terus terang saya menjagokan Barack Obama. Bukan hanya karena dia memiliki latar belakang Islam dan pernah tinggal di Indonesia, tetapi kebijakan ekonomi-nya – paling tidak yang dia janjikan - akan lebih make a sense , khususnya kebijakannya tentang nilai US Dollar.

Bila team ekonomi pemerintahan Amerika yang sekarang cenderung manipulatif dalam kebijakan moneter dan fiskal-nya, maka Obama sudah menyatakan ketidak setujuannya pada cara-cara (manipulatif) demikian dalam mengatasi gejolak US Dollar.

Berikut pernyataan Obama seperti dikutip oleh Reuters di Washington kemarin (17/6) :

"The dollar is both a problem by itself, but it's also a symptom of underlying problems,"

”"I'm not somebody who thinks that we should spend a lot of time manipulating our monetary or fiscal policy simply to strengthen the dollar. What I want to do, though, is strengthen the economic fundamentals in such a way that the dollar, of its own accord, ends up being strong," he said. "I do think we should have a dollar policy."

Apa ini artinya ?. Kalau janji Obama selama kampanye ini dia penuhi nantinya, maka pemerintahan Amerika tidak akan sibuk memanipulasi suku bunga the Fed dan lain sebagainya; sebagai gantinya mereka akan fokus melakukan perbaikan-perbaikan ekonomi yang lebih bersifat fundamental.

Kalau ini yang dilakukan, maka naik /turun-nya harga Dollar akan lebih landai dan diharapkan tidak terjadi fluktuasi yang tajam. Diharapkan tidak ada (tidak banyak) kejutan-kejutan yang tidak menyenangkan terjadi di pasar.

Kalau naik turunnya US Dolar terjadi secara gradual oleh perubahan ekonomi yang lebih bersifat fundamental, maka perubahan terhadap harga emas dunia juga akan terjadi secara gradual – artinya akan lebih bisa di prediksi.

Kalau tidak ada manipulasi dalam nilai US Dollar, maka harga emas juga akan menunjukkan nilai riilnya.

Naik turunnya harga emas (dan akhirnya Dinar) yang gradual juga akan memudahkan penggunaan Emas/Dinar sebagai alat investasi dan proteksi nilai dalam perencanaan keuangan keluarga.

Semoga Anda terpilih Pak Obama; dan kalau terpilih jangan lupa dengan janji-janji Anda semasa kampanye. Jangan diikuti kebiasaan buruk pemimpin negara lain yang suka memanfaatkan rakyat untuk mendukungnya, tetapi setelah benar-benar terpilih- janjinya terhadap rakyat dilupakannya.

Aslim taslam , masuk (kembali) –lah kepada Islam pak Obama, maka Anda akan selamat.

Labels:

Tuesday, June 17, 2008

Dampak (Rencana) Kenaikan Suku Bunga The Fed Terhadap Harga Emas....

Dalam tulisan saya minggu lalu tentang Perang Melawan Inflasi saya ungkapkan bahwa menaikkan suku bunga menjadi senjata pamungkas yang dipakai bank-bank sentral dunia untuk melawan inflasi.

Karena harga emas lebih banyak ditentukan oleh pergerakan pasar secara internasional, maka apa yang dilakukan oleh Bank Indonesia 5 Juni lalu dengan menaikkan suku bunganya sebesar 25 bps menjadi 8.5% , memang tidak banyak pengaruhnya terhadap harga emas di Indonesia sekalipun.

Tidak demikian halnya apabila yang melakukan (rencana) kenaikan suku bunga ini adalah The Fed-nya Amerika; baru isunya saja mereka akan menaikkan suku bunga – harga emas dunia sudah terpengaruh.

Jangan heran apabila hari-hari ini harga emas cenderung bergejolak, karena isu kenaikan suku bunga the Fed akan terus dihembuskan dalam beberapa hari mendatang. Kenaikannya sendiri Wallahu A’lam bisa terjadi bisa juga tidak, kalau toh terjadi bisa dalam waktu dekat atau menunggu pemilu presiden di Amerika November mendatang, atau bahkan menunggu tahun depan.

Jadi ini mirip dengan isu penjualan emas IMF ; penjualannya sendiri tidak harus terjadi – tetapi isu-nya sudah cukup untuk menekan harga emas dalam berbagai kesempatan. Lihat tulisan saya tentang Hikayat IMF dan Rencana Penjualan Emasnya untuk melihat kesamaan polanya.

Lantas bagaimana kita bersikap dengan permainan harga oleh kekuatan yang sangat besar tersebut ...?, bahasa iklannya enjoy saja....

US$ Index vs Gold Price Tip-nya yang pertama adalah fokus pada hal yang bersifat fundamental dan tidak ikut dipermainkan oleh isu.

Kedua adalah gunakan Dinar/Emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka menengah/panjang, sedangkan untuk kebutuhan jangka pendek (kurang dari 6 bulan) cukup aman untuk tetap menggunakan medium uang kertas.

Beberapa hal yang bersifat fundamental yang akan sangat kuat mendorong kenaikan harga Emas dunia dalam jangka panjang adalah antara lain hal-hal sebagai berikut ;

1). Emas bergerak berlawanan dengan gerakan US Dollar Index, lihat tulisan saya tentang Perilaku US$ Terhadap Emas ; dalam jangka pendek ketika suku bunga The Fed naik maka US$ Index akan naik dan berarti harga emas turun; namun karena jangka panjangnya lebih banyak faktor yang akan mendorong US$ Index turun ketimbang naik, maka dalam jangka panjang lebih besar kemungkinan emas naik ketimbang turun. Alasan-alasan ini pernah saya tulis dalam setidaknya empat tulisan ber seri tentang Mengapa Dollar Akan Terus Melemah .

US$ Index vs Gold Price2). Menurut pengakuan Federal Reserve uang US$ hanya dicetak dengan pertumbuhan 2 – 3 % yaitu suatu tinggat pertumbuhan yang moderat untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi mereka; kenyataannya mereka sebenarnya mencetak uang (secara digital) dengan laju pertumbuhan 16-17% (lihat grafik diatas) yang jelas tidak seimbang dengan pertumbuhan ekonomi mereka yang hanya 0.52% untuk tahun ini (sumber data IMF seperti grafik disamping).

3). Dalam rumus Equation of Exchange yang saya perkenalkan di blog ini dalam beberapa tulisan MxV=PxQ maka jika M-nya naik 16-17% per tahun sedangkan Q-nya hanya tumbuh 0.52%/tahun ; dengan asumsi V relatif tetap , P akan melonjak sekitar 16% . Daya beli US$ Amerika tahun ini akan turun sekitar 13.79% , lebih buruk dari penurunan daya beli US$ rata-rata selama 40 tahun terakhir yang sebesar 11.29 %/tahun – lihat Dinar Investment Yield . !

Angka-angka inilah yang secara fundamental akan mempengaruhi daya beli Dollar terhadap komoditi dalam jangka panjang– termasuk daya beli US$ tergadap Emas. Wallahu A’lam.

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels: , ,

Sunday, June 15, 2008

Bad Money : Pesimisme Mantan Orang Dalam Gedung Putih Tentang Masa Depan (Dollar) Amerika...

US$ Index vs Gold PriceDalam perjalanan pulang dari sosialisasi Dinar di Jawa Timur Jum’at kemarin, di lapangan terbang saya tertarik dengan sebuah buku yang diberi judul pendek BAD MONEY . Tanpa berpikir panjang dengan melihat judul buku dan penulisnya KEVIN PHILLIPS langsung saya beli buku yang baru terbit (2008) tersebut.

Dari judul buku dan illustrasi sampulnya yang menggambarkan orang terjungkal setelah menaiki tangga Dollar, saya merasa mendapatkan pembenaran dari pandangan saya tentang Dollar Amerika....karena memang seperti itulah visi saya tentang Dollar Amerika selama ini.

Kalau kesamaan pandangan ini datang dari teman-teman saya tentulah ini bukan sesuatu yang aneh; tetapi kemudian ketika pandangan saya terhadap Dollar Amerika tersebut mendapatkan pembenaran dari mantan orang dalam Gedung Putih – tentu ini menarik.

Penulis buku ini KEVIN PHILIPS, mantan White House Senior Strategist dari era Presiden Nixon. Dari pengalamannya tersebut dan beberapa buku yang ditulis sebelumnya, diantaranya yang menghebohkan adalah American Theocracy (2006) , tentu ini bukanlah buku yang ditulis tanpa dasar yang kuat. bahkan saking banyaknya data yang diungkap di buku tersebut, buku ini terasa ‘berat’ untuk membaca dan mencernanya.

Berikut adalah beberapa informasi penting yang diungkap di buku ini ;

• Bahwa data-data ekonomi yang diungkap pemerintah Amerika ke publik selama ini adalah mengandung banyak official understatement and misstatement .
• Kekacauan financial akan terjadi di Amerika, bisa dalam waktu yang pendek dan menyakitkan (1 – 2 tahun) atau secara perlahan-lahan selama dekade mendatang. Apabila yang kedua-pun yang terjadi maka dampaknya pada pasar dan rumah tangga juga akan sangat menyakitkan menyerupai dekade stagflation 1973-1980.
• Ada dua penyebab kekacauan tersebut yaitu yang pertama adalah ketidak wajaran pertumbuhan sektor financial (dibandingkan dengan sektor riil) dan kedua adalah kerawanan yang timbul dari ketergantungan Amerika pada minyak (yang sebagian besar diproduksi orang lain).
• Ekonomi Amerika adalah balon yang siap meletus. Sektor riilnya yang seharusnya berperan penting dalam GDP dari waktu – ke waktu terus menurun. Pada tahun 1950 persentase GDP dari sektor riil berada pada angka 29.3%, pada 2005 lalu angka ini tinggal 12%. Sebaliknya kontribusi sektor financial naik dua kali lipat pada periode yang sama.
• Semakin banyak negara yang meninggalkan US$ sebagai denominasi dalam sektor keuangannya. Jepang misalnya lebih suka menggunakan Yen untuk peneribitan bond-nya; Malaysia lebih suka menggunakan Ringgit dlsb.
• Pertumbuhan pesat pada instrumen investasi Islam seperti Sukuk, tidak dapat dinikmati oleh Wall Street. Sementara negara –negara lain bukan hanya negara dimana penduduk mayoritasnya Muslim (seperti Indonesia, Malaysia, Pakistan) mulai menjadikan instrumen investasi Islam sebagai keunggulan baru di pasar. Negara-negara seperti Singapura, Hongkong, Jepang dan bahkan Inggris-pun mulai menggarap pasar investasi Islami ini secara sangat serius.
• Dominasi Capitalism Amerika akan tenggelam mengikuti sejarah tenggelamnya dua kekutan besar tiga abad sebelumnya yaitu Spanyol pada abad 17, Belanda pada abad 18, Inggris pada abad 19 (dan awal abad 20) ....dan Amerika pada abad 20 atau awal abad 21 ini.

Suramnya masa depan Amerika – menurut penulis buku ini – bukan hanya nampak dari banyaknya negara yang meninggalkan Dollar Amerika. Tetapi juga dalam arti harfiah meningkatnya jumlah warga negara Amerika yang ingin meninggalkan negerinya Seperti yang terungkap dari survey yang dilakukan oleh Zogby/New Global Initiatives.

Hasil survey tersebut mengungkapkan bahwa, tidak pernah terjadi sebelumnya – 1.5 juta warga negara Amerika sudah memutuskan untuk meninggalkan negerinya; dan 1.8 juta lagi sedang sedang berpikir serius untuk kemungkinan besar akan meninggalkan negerinya.

Exodus ini pun mengulang sejarah abad sebelumnya ketika pada abad 17 orang-orarng Spanyol beramai-ramai pergi ke Amerika ; Pada abad 18 orang Belanda beramai-ramai pergi ke negeri-negeri yang menjadi koloninya, dan pada abad 19/20 warga Inggris beramai ramai pindah ke Australia, Amerika dan negeri-negeri dominion-nya.

Apa ini semua dampaknya pada kita ? Bisa menjadi ancaman atau peluang - tergantung bagaimana kita menyikapinya. Apabila kita tetap menjadikan amerika panutan kita, maka ancamannya adalah kita akan ikut tenggelam bersama Amerika. Hal inipun sudah diingatkan oleh Uswatun Hasanah kita Rasulullah SAW 1400 tahun lalu dengan hadits beliau, “ Sedikit-demi sedikit kalian akan mengikuti sunnah-sunnah umat terdahulu. Sampai-sampai, andaikata mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kalian juga ikut mereka memasukinya.” Ada yang bertanya , “ Wahai Rasululah, apakah mereka yang dimaksud adalah Nasrani dan Yahudi ?” Beliau menjawab, “Lalu siapa lagi ?” HR. Bukhari Muslim.


Sebaliknya, seperti kemerdekaan kita 63 tahun silam – kita Merdeka antara lain karena penjajah kita - waktu itu Jepang- kalah perang dengan sekutu. Barangkali sekarangpun kita baru bisa merdeka dari penjajahan ekonomi Amerika, IMF dlsb setelah mereka ditundukkan oleh kekuatan ekonomi baru. Wallahu A’lam.

Labels: ,

Friday, June 13, 2008

Perang Melawan Inflasi…

Dalam tulisan saya tanggal 9 Juni 08 lalu saya mengungkapkan data yang dikeluarkan oleh BPS bahwa inflasi per Mei 2008 telah memasuki angka double digit yaitu 10.53%. Dalam pernyataan minggu lalu pula Bank Indonesia memeprediksi bahwa inflasi tahun ini diperkirakan akan mencapai 11.5% - 12.5%.

Lantas apa yang dilakukan para petinggi bank sentral di seluruh dunia untuk melawan inflasi ? Ini yang aneh paling tidak dari sudut pandang ke Islaman kita. Dalam perangnya melawan inflasi, Bank Sentral berupaya menaikkan suku bunga.

Bank Indonesia misalnya dalam siaran persnya tanggal 5 Juni lalu telah menaikkan suku bungan BI sebesar 25 bps menjadi 8.5%. Kenaikan ini tentu akan memicu naiknya suku bunga perbankan secara umum yang artinya juga akan menarik dana yang ada di masyarakat dengan iming-iming bunga tinggi untuk disimpan saja di bank.

Kalau jumlah uang yang beredar untuk kegiatan produktif berkurang (karena disedot bunga tinggi perbankan), maka jumlah keluaran produk barang dan jasa akan berkurang. Bila supply (barang dan jasa) berkurang sedangkan kebutuhan masyarakat tetap tinggi, maka dampaknya harga akan tetap atau malah semakin tinggi.

Disinilah maju kena –mundur kenanya system ekonomi yang berbasis riba. Supply uang di masayarakat dibesarkan berdampak pada nilai daya beli uang yang turun – yang disebut inflasi. Ketka supply ini di rem dengan iming-iming bunga tinggi seperti yang sudah dipicu oleh kenaikan suku bunga BI tersebut, produk barang dan jasanya yang terganggu – yang dampaknya juga bisa menaikkan harga barang dan jasa tersebut.

Sebenarnya bukan hanya BI yang melakukan hal ini; Federal Reserve Amerika saat- saat ini juga sedang mengkondisikan pasar untuk rencana penaikan suku bunga the Fed. Karena isu inilah maka US$ Index dalam perdagangan kemarin sempat mencapai angka tertingginya diatas 74.

Dampaknya ke harga emas apa ?; tentu harga emas akan menurun setiap saat US$ Index naik. Saat-saat ini harga emas cenderung rendah, menjadi waktu yang baik bagi kita untuk membangun kekuatan ekonomi berbasis Dinar.

Tidak ada jalan lain bagi umat Islam selain meninggalkan Riba; sedangkan Riba tidak bisa benar-benar ditinggalkan selama system perbankan dan ekonomi kita mengandalkan mekanisme tarik ulur suku bunga dalam mengatasi masalah harga (inflasi).

Lantas apa solusi Islam untuk mengatasi naik turunnya harga ?; sederhana saja pakai teori ekonomi yang dasar – harga terbentuk dari supply dan demand. Kalau harga-harga tinggi – maka supply-nya digedekan sehingga dengan sendirinya harga turun.

Lho untuk menggedekan supply kan perlu uang yang banyak berarti jumlah uang harus dicetak lebih banyak ? Tidak juga, karena dalam Islam supply uang yang banyak tidak dihasilkan melalui pencetakan uang yang banyak – tetapi melalui perputarannya yang cepat. Inilah mengapa ada perintah …jangan sampai harta itu hanya berputar di segolongan kamu yang kaya…. QS – Al Hasyr :7.

Contoh kecil yang kita lakukan dengan pencetakan Dinar yang kita lakukan bersama-sama dengan para peserta program Qirad. Untuk bisa menghasilkan produk riil (berupa keeping Dinar Logam Mulia) yang banyak, kita tidak mengandalkan uang yang banyak – modal bersama kita ya segitu-gitunya; tetapi setelah menjadi Dinar – Dinar tersebut juga tidak kita diamkan dalam simpanan – terus kita putar untuk mencetak Dinar berikutnya – berikutnya lagi dan seterusnya.

Putaran inilah yang penting…bukan jumlah uang dan apalagi bukan uang yang ditarik dalam simpanan dengan iming-iming bunga tinggi. Wallhu A’lam.

Labels: ,

Thursday, June 12, 2008

Peluang Baru Bernama Long Tail Business…

Ini masih merupakan kelanjutan dari tulisan saya dua hari lalu tentang Netpreneur ; kali ini saya ingin melengkapinya dengan peluang pasar yang disebut Long Tail Business . Bagi yang ingin mendalaminya ada buku terkenal dengan judul Long Tail ini dan bahkan kalau nggak salah sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

Long Tail BusinessRingkasnya begini , Long Tail adalah istilah untuk ujung paling belakang dari sebaran statistik seperti dalam gambar disamping. Dalam setiap usaha ada Long Tail -nya ini ; yaitu bagian pasar yang mungkin tidak dilirik orang karena kecilnya – tetapi kalau kita bisa menggarapnya – ini masih bisa menjadi bisnis yang sangat besar….

Ambil contoh misalnya di dunia musik, pasar yang besar saat ini mungkin musik pop, musik rock dan kalau di Indonesia juga musik dangdut ; tetapi bukan berarti musik keroncong dan musik melayu deli tidak ada penggemarnya – ada juga meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit dan menyebar. Dalam contoh ini, musik keroncong dan musik melayu deli inilah yang disebut Long Tail Business tadi.

Karena musik pop, rock dan dangdut pasarnya besar, yang terjun kesini juga banyak; pesaing ketat baik dari yang professional , yang amatiran , yang ikut-ikutan dan bahkan juga para pembajak yang banyak. Sebaliknya karena kecil dan menyebarnya pasar musik keroncong dan melayu deli, tidak banyak yang tertarik – dan kalau toh ada yang tertarik haruslah yang sangat paham tentang kedua musik ini dan paham betul siapa dan dimana penggemarnya.

Karena persentase penggemarnya kecil dan menyebar, pebisnis musik yang menerjuni keroncong dan melayu deli harus mampu mengintegrasikan pasar yang menyebar berserakan di seluruh penjuru negeri – tentu hal ini tidak mudah, maka dibutuhkanlah pemain yang serius dan benar-benar memahami pasarnya tadi.

Disinilah antara lain peluang Netpreneur untuk meng-integrasikan Long Tail Business tadi dengan teknologi digital dunia internet ; minat-minat sekelompok kecil orang yang menyebar di seluruh dunia dapat diintegrasikan dengan mudah dan menjadi suartu bisnis yang sizeable.

Dengan memahami konsep Long Tail Business ini , Anda tidak harus menggarap pasar yang nge-pop ; karena disitu akan banyak pesaing kuat sampai para pembajaknya; Anda dapat menjadi pebisnis musik keroncong ataupun melayu deli kalau Anda tahu betul musik ini dan para penggemarnya….

Menariknya lagi, Long Tail Business ini bukan seperti PILKADA yang lagi semarak di negeri ini. Kalau Anda mencalonkan jadi Bupati Di PILKADA ; Anda harus menguasai suara mayoritas, kalau tidak mayoritas maka dengan modal berapapun Anda tidak akan menjadi Bupati.

Sebagai Netpreneur di Long Tail Business ini, dengan suara minoritas pun Anda bisa sukses. Kok bisa ?.

Inilah contoh perhitungannya dari lapangan yang kita ambilkan dari statistik GeraiDinar.

Sejak GeraiDinar online akhir Desember lalu (lima setengah bulan), alhamdulillah hit GeraiDinar pada saat artikel ini ditulis telah mencapai 93,000 ; dengan pengunjung 48,300. Katakanlah dari setiap 100 pengunjuang hanya 10 yang menjadi klien GeraiDinar – maka ini sudah berarti 4830 klien; kalau hanya 5%-pun ini berarti 2815 klien ; bahkan kalau hanya 2.5%-pun maka ini berati 1408 klien

Disinilah indahnya Long Tail Business ini; kita tidak harus memenangkan seluruh hati – dengan 2.5% hati pembaca yang tergerak kemudian mendukung gerakan Dinar yang kami rintis inipun sudah menjadi pasar yang sangat besar bagi kami.

Kalau musik keroncong atau melalyu deli kami bernama Dinar, Anda bisa menemukan musik keroncong Anda dalam bentuk yang bermacam-macam. Bisa berupa pengobatan cara nabi, bisa berupa software handphone untuk orang buta, bisa berupa mukena yang sejuk dipakai, bisa berupa sampo khusus untuk rambut berjilbab …bisa apa saja. Nah selamat menemukan musik keroncong atau musik melayu deli Anda. Wallahu A’lam.

Labels:

Tuesday, June 10, 2008

Profesi Baru Bernama Netpreneur...

Waktu saya masih aktif sebagai eksekutif, saya sering merasa seperti sandwich yang terjepit di tengah antara karyawan dan pemegang saham. Sementara menyadari betul kebutuhan karyawan untuk peningkatkan kesejahteraannya secara berkelanjutan, saya juga harus memenuhi kebutuhan pemegang saham yang amanah atas hartanya yang diserahkan ke saya harus saya jaga baik-baik agar minimal nilainya tidak berkurang dari waktu ke waktu. Dua kepentingan ini tidak selalu bisa disatukan.

Tugas-tugas menjaga kepentingan yang kadang tidak sejalan tersebut menjadi semakin berat pada saat inflasi tinggi. Tugas teman-teman saya yang masih aktif di eksekutif saat sekarang ini pastilah sangat berat.

Bayangkan per akhir bulan Mei kemarin, berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik (BPS) yang di release awal pekan lalu inflasi (year on year) di Indonesia sudah memasuki double digit yaitu pada angka 10.53%. Pada periode yang sama tahun lalu angka ini ‘hanya’ 6.01%. Sepanjang tahun lalu inflasi kita ‘hanya’ 6.59%.

Apa artinya inflasi tinggi ini bagi karyawan ?; kalau gaji mereka hanya naik 10% saja tahun ini misalnya – pastilah beban hidup terasa semakin berat bagi mereka. Sebaliknya bagi pemegang saham, kalau kenaikan ekuitas bersih mereka dibawah 10 % artinya kekayaan mereka sebenarnya menurun.

Situasi yang sulit ini sering hanya menjadi keluhan bagi semua orang. Karyawan mengeluh gajinya tidak cukup. Pemegang saham mengeluh karena investasinya tidak mendapatkan hasil yang seharusnya. Si eksekutif pun mengeluh menjadi sandwich seperti yang dulu saya rasakan diatas. Semua merasa ketidak adilan menimpa dirinya. Lantas siapa yang untung ? , tidak ada yang untung apabila semua hanya di response dengan keluhan. Jalan keluarlah yang harus dicari.

Salah satu dari jalan keluar itu adalah keluar dari sistem lingkaran setan yang ada – dalam arti harfiah benar-benar keluar dari lingkungan kerja yang ada – kan Allah hanya mengubah nasib suatu kaum kalau kaum itu sendiri yang berusaha mengubahnya ?.

Kalau Anda merasa sudah suntuk dengan lingkungan yang ada dan nggak mungkin merubahnya, mungkin jalan keluarnya memang Anda harus keluar dari lingkungan tersebut. Namun jangan salah, rumput tetangga sering kelihatan lebih hijau ...ketika Anda keluar dari perusahaan Anda sekarang dan masuk ke perusahaan lain, sangat bisa jadi Anda akan temui hal yang sama.....jadi pikirkan baik baik sebelum memutuskan untuk pindah ke perusahaan atau instansi lain.

Lantas apa dong solusinya ?. Salah satu yang barang kali berharga untuk Anda coba adalah berwiraswasta sesuai keahlian yang Anda miliki. Sebgai entrepreneur Anda tidak bisa menyalahkan siapa-siapa atas apapun yang Anda hadapi. Kalau Anda bekerja dengan baik insyaallah hasil Anda akan baik. Kalau Anda bermalas-malasan, Anda juga jangan mengeluh kalau rizky tidak kunjung datang.

Di era teknology ini ada new breed of entrepreneur yang layak Anda coba yaitu apa yang disebut Netpreneur. Netpreneur adalah manusia-manusia pengusaha yang menciptakan produk atau jasa untuk atau melalui jaringan dunia digital.

Apa kelebihan seorang Netpreneur dibandingkan dengan bekerja di perusahaan/institusi lain ?.

1) Netpreneur tidak memiliki kendala batas teritory, batas sumber daya, batas ukuran perusahaan besar kecil...
2) Pasar baru yang terus berkembang dengan pesat diluar paradigma pasar konvensional
3) Infomediaries yang menjadi new distribution channel yang sebelumnya tidak ada...
4) Intelektual asset Anda bisa menjadi kekayaan dan modal yang nyata..
5) Quality time karena anda bisa bekerja dimana saja yang Anda inginkan...
6) Muslimin dan Muslimah bisa lebih menjaga diri karena bisa memilih lingkungan yang kondusif untuk melaksanakan tugas-tugasnya sebagai hamba Allah...
7) dlsb...dlsb...

Teorikah ini ?; Insyaallah tidak hanya teori. GeraiDinar adalah salah satu contoh nyata dari konsep Netpreneur ini.

Pengunjung GeraiDinar saat ini berasal dari 48 negara, ditangani sendiri oleh hanya dua orang tenaga inti (saya sendiri dan istri) plus 3 orang staff untk berbagai keperluan. 24 Jam kami bisa berkumpul keluarga ( well nggak sepenuhnya karena anak-anak pergi sekolah siang hari)...dan yang lebih menggembirakan adalah saya bisa bergegas ke Masjid setiap mendengar suara adzan...tidak ada rapat yang mengganggunya, dan kalau toh ada tamu ...maka tamu tersebut saya ajak sekalian ikut ke Masjid.....

Lantas apa modalnya ?, modal utamanya ya ide kita tadi – kekayaan intelektual yang ada pada diri kita....plus tentu peralatan secukupnya. Untuk GeraiDinar peralatan ini meliputi beberapa komputer dan jaringan internet yang memadai.....

Ruang Kerja Netpreneur Kantornya ?...bisa di salah satu sudut ruangan di rumah kita yang kita paling comfortable; saya sampai perlu memindah-mindahkan ruangan kerja ini 3 kali sebelum akhirnya merasa comfortable.

Anda tertarik dengan ‘iklan’ Netpreneur ini ?; now available untuk ditiru...bahkan Anda bisa magang ditempat kami kalau perlu. Program penyebar luasan kewirausahaan modern ini sekarang di organisir melalui CIED (Center for Islamic Entrepreneurship Development) dan bisa di hire oleh perusahaan-perusahaan yang ingin menyiapkan karyawannya untuk pensiun dini dslb. Mudah-mudahan bermanfaat.

Labels:

Friday, June 6, 2008

Emas Tetap Menjadi ‘Timbangan’ Yang Adil Dalam Situasi Resesi Sekalipun...

Mengenai timbangan yang adil ini pernah saya tulis dalam beberapa tulisan saya, antara lain tulisan tanggal 30 April 2008 ; demikian pula masalah resesi juga pernah saya tulis antara lain pada tulisan tanggal 01 Mei 2008 .

Kali ini saya akan menggabungkan keduanya untuk menjawab pertanyaan : tetap adilkah emas untuk menentukan harga barang dalam situasi resesi ?. Pertanyaan ini mengemuka karena istilah resesi bahkan stagflasi (stagnasi dan inflasi – lihat tulisan saya tanggal 27 Feb 2008 ) ramai dibicarakan para pelaku usaha di dunia saat ini.

Secara teknis sebenarnya definisi resesi adalah apabila terjadi pertumbuhan negatif dari GDP suatu negara dalam dua kwartal berturut-turut. Namun karena indikator GDP ini tidak sepenuhnya akurat maka berbagai pihak berusaha untuk mendeteksi resesi ini secara lebih akurat/ dini; agar dapat mengambil langkah-langkah perbaikan sebelum semuanya menjadi terlalu sulit.

Salah satunya adalah apa yang dilakukan oleh National Bureau of Economic Research (NBER) yang mendifinisikan bahwa resesi adalah ” Penurunan aktifitas ekonomi secara significant yang menyebar secara luas dan berlangsung beberapa bulan..” ; maka menurut definisi ini bisa saja saat ini kita sedang berada dalam kondisi resesi.

Dengan menggunakan definisi resesi dari NBER ini, World Gould Council (WGC) dua hari lalu mengeluaarkan hasil risetnya tetang perilaku harga emas pada masa-masa resesi.

Berdasarkan kriteria resesi dari NBER, dunia telah mengalami 5 kali resesi (6 kali apabila yang sekarang juga dimasukkan sebagai resesi) sejak tahun 1971 – tahun dimana dunia melepaskan diri dari emas sebagai standar mata uang.

US$ Index vs Gold Price Dari penelitin harga emas yang dilakukan WGC selama masa-masa resesi yang terjadi antara Nov 73- Maret 73 ; Jan 80- Jul 80; Jul 81-Nov 82 ; Jul 90- Nov 91 dan Mar 01-Nov 01 ; ternyata terbukti harga emas secara global tidak terpengaruh oleh resesi-resesi tersebut.

Hasil penelitian menguatkan keyakinan kita bahwa sebagai ‘hakim’ yang adil, emas tetap berperilaku adil sebagai pengukur nilai barang-barang dalam situasi apapun – termasuk dalam situasi resesi dunia.

Menurut Imam Ghazali, Emas ibarat cermin – dirinya sendiri tidak memiliki nilai tetapi dapat dengan akurat mencerminkan nilai dari benda-benda lainnya. Wallhu A’lam.

Labels: ,

Thursday, June 5, 2008

Likwiditas Dinar : Dimana Anda Bisa Menukarkan Dinar Anda …?

four layers Dinar Liquidity Pertanyaan yang paling sering muncul dari masyarakat yang baru mengenal atau membeli Dinar adalah dimana menukarnya kembali ke Rupiah bila dibutuhkan dananya. Berikut adalah jawaban yang hampir selalu saya berikan – tergantung apakah penanya puas dengan jawaban pendek atau jawaban panjang.

Kita tahu (lewat penjelasan sebelumnya) bahwa Dinar adalah emas 22 karat seberat 4.25 gram, yang di Indonesia diproduksi langsung oleh produsen emas paling terpercaya yaitu Unit Bisnis Logam Mulia – PT. Aneka Tambang, Tbk (BUMN). Jadi baik bendanya maupun siapa yang memproduksinya sangat dapat dipercaya.

Sejak ribuan tahun lalu sampai sekarang seluruh peradaban manusia di muka bumi mengakui tingginya nilai emas ini. Beda dengan uang kertas yang hanya berlaku di negara/wilayah tertentu dalam kurun waktu tertentu. Emas berlaku secara universal dan tidak mengenal istilah kadaluwarsa.

Karena sifatnya yang universal inilah emas/koin emas juga dahulu dipakai sebagai perbekalan dalam perjalanan perang, pengembaraan, da’wah dan perjalanan menuju negeri yang baru lainnya.

Dewasa inipun koin emas masih digunakan sebagai salah satu perbekalan survival kit bagi pilot tempur negara modern apabila mereka mulai perjalanan on mission -nya. Bekal mereka bukan uang kertas negaranya, melainkan koin emas yang bisa di -‘uang’-kan di manapun mereka mendarat atau tertembak jatuh.

Meskipun sifat koin emas yang universal tadi, tentu ada tempat-tempat terbaik untuk menjualnya. Berikut adalah urut-urutan tempat menjual terbaik apabila Anda membutuhkan uang kertas tunai dari Dinar Anda.

1) Sesama Pengguna : Karena tidak memerlukan biaya operasi, pajak dlsb. maka jual beli Dinar antar sesama pengguna adalah yang paling menguntungkan kedua belah pihak. Penjual dapat menikmati harga yang baik, pembeli pun dapat memperoleh Dinar dengan harga yang baik. Tepatnya berapa ? tergantung kesepakatan diantara keduanya – yang cukup sering terjadi sekitar pertengahan antara harga jual/beli Gerai Dinar.

2) Gerai Dinar : Karena secara resmi Gerai Dinar beroperasi dengan Ijin (SIUP) toko emas, maka GeraiDinar terkena peraturan perpajakan untuk toko emas – yaitu pajak netto 2% (pajak keluaran dikurangi pajak masukan). Pajak netto ini ikut menjadi factor dalam menentukan harga jual dan harga beli Gerai Dinar. Terdapat perbedaan harga 4 % antara harga jual dan harga beli Gerai Dinar . 2 % dipakai untuk alokasi pajak, dan 2 % untuk fee Gerai Dinar.

3) Logam Mulia : Bila sesama pengguna dan Gerai Dinar menghargai Dinar sebagai Dinar – termasuk ongkos-ongkos cetak/pengadaan dan unsur pajaknya; tidak demikian dengan Logam Mulia. Sebagai produsen Dinar mereka tentu mau membeli Dinar dari masyarakat kembali, tetapi karena kemungkinan Dinar tersebut akan dilebur kembali menjadi emas – maka ongkos cetak dan pajak yang merupakan komponen pembentuk harga awal Dinar tidak termasuk dalam harga pembelian kembali mereka.

4) Toko/Tukang Emas : Sama halnya dengan Logam Mulia; Toko atau tukang emas akan melihat Dinar sebagai emas biasa. Mereka akan bersedia membeli Dinar Emas karena melihat emasnya bukan karena bentuk Dinarnya. Dengan demikian ongkos pembuatan, pajak dan lain sebagainya tidak menjadi bagian dari perhitungan harga beli mereka.

Dengan urut-urtan tersebut, Insyaallah Anda akan selalu dapat meng-‘uang’-kan Dinar Anda dimanapun berada. Hanya akan lebih baik harganya apabila Anda meng-‘uang’-kannya ke sesama pengguna, atau kalau tidak ketemu ke Gerai Dinar/Agennya; nggak ketemu juga ke Logam Mulia ---baru alternatif terakhir ke toko atau tukang emas. Wallahu A’lam.

Labels:

Monday, June 2, 2008

Ekonomi Amerika, US$ dan Emas....

Akhir pekan lalu saya menulis tentang perilaku US$ yang selalu bergerak berlawanan arah dengan harga emas. Kalau US$ yang diindikasikan dengan US$ Index naik, maka harga emas yang turun, dan sebaliknya kalau US$ Indexnya turun maka harga emas yang naik.

Pertanyaan berikutnya tentu, lantas apa yang mempengaruhi naik turunnya US$ ?. Sangat banyak faktor yang mempengaruhi naik turunnya US$ ini dan tidak terbatas pada faktor ekonomi saja, Issue-issue politik, keamanan dan lain sebagainya ikut mempengaruhi US$.

Kali ini saya hanya menyoroti satu issue saja yaitu ekonomi Amerika; untuk memahami kira-kira akan kemana ekonomi Amerika saya menggunakan data perumahan dan pengangguran.

Data dari pasar perumahan efeknya riil seperti krisis sub-prime mortgage yang sudah terjadi selama hampir dua tahun terakhir, awalnya adalah krisis di kredit perumahan – namun dampaknya kemana-mana.

Disamping perumahan tersebut, tentu data pengangguran juga saya gunakan karena data pengangguran ini yang sangat mudah menggambarkan kondisi ekonomi suatu negara.

Dari sisi perumahan, data kwartalan terakhir House Price Index yang dikeluarkan oleh sumber yang sangat dipercaya di negeri itu yaitu Case-Shiller menunjukkan penurunan hingga 14.1%. Ini merupakan penurunan yang paling tajam sepanjang sejarah – bahkan lebih tajam dibandingkan dengan penurunan pada masa great depression tahun 1930-an.

Disisi pengangguran, saat ini pengangguran di Amerika telah mencapai angka diatas 5%. Bukan angkanya yang mengkawatirkan banyak pihak, tetapi trendnya yang terjadi selama tiga tahun terakhir yang mengkawatirkan.

Dari dua indikator tersebut saja, analyst di the Telegraph – UK dengan menggunakan data dari Thomson Datstream sudah dapat menggambarkan bahwa ekonomi Amerika dalam situasi maju kena mundur kena.

Langkah stimulasi ekonomi yang dilakukan Ben Bernanke (chairman the Fed sekarang) dengan terus memotong suku bunga the Fed terus dikritisi oleh pendahulunya sendiri Alan Greenspan dengan mengatakan bahwa “ Bila dibiarkan inflasi terus tumbuh, pertumbuhan akan turun, rakyat akan menderita dengan penurunan taraf hidup dan Amerika sangat mungkin menghadapi stagflation...”. Lebih jauh tentang stagflation ini pernah saya tulis pada tanggal 27 Februari 2008 lalu.

US EConomy BangLantas apa yang akan terjadi dengan emas dan otomatis Dinar ?. Kalau ekonomi Amerika meledak seperti yang diilustrasikan disamping oleh Thomson Datstream dan di publikasikan di the Telegraph – UK terbitan kemarin (01/06/08) tersebut benar-benar terjadi, maka US$ akan hancur bersamaan dengan hancurnya ekonomi Amerika.

Ketika US$ hancur, maka seperti di tulisan saya sebelumnya bahwa emas yang selalu bergerak berwalanan dengan gerakan US$ akan melejit dan diburu orang sebagai sarana untuk penyimpan nilai – store of value – dan melindungi diri dari krisis yang tidak terbayangkan.

Tetapi tentu saja pemerintah Amerika tidak akan membiarkan hal ini terjadi begitu saja; dengan berbagai cara mereka akan berusaha menyelamatkan ekonomi dan US$-nya. Jadi dalam jangka pendek sampai menengah – bisa saja US$ akan kelihatan perkasa seperti yang terjadi hari-hari ini. Namun dalam panjang seperti yang selalu saya gambarkan dalam berbagai statistik di blog ini, US$ maupun uang kertas lainnya akan menuju kehancurannya. Lebih jauh lihat tulisan saya tanggal 30 Januari 2008 lalu. Wallahu A’lam.

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels: