Gold Dinar to
ORDER FORM
 
Daftar Harga Gerai Dinar
   22 - Aug - 2008 Jam 01 : 00  
  (Rupiah/Unit)
Item Jual Beli
Dinar/Dirham
Dinar 1,143,670 1,097,923
Dirham 33,004 31,684
Emas *
24 K 265,008 254,407
22 K 242,924 228,348
20 K 220,840 203,173
18 K 198,756 178,880
   
*Diluar Biaya Cetak

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Friday, May 30, 2008

Perilaku US $ Terhadap Emas....

Sudah tiga hari ini emas dunia cenderung menurun, tentu saya dapat banyak pertanyaan mengenai hal ini. Sebagian bisa saya jawab, sebagaian yang lainnya tidak – ini manusiawi.

Jawaban umum saya adalah harga emas dunia dalam US$ turun karena US$-nya yang lagi perkasa. Kalau US$ lagi bernilai tinggi tentu barang-barang yang dihargai dengan US$ kelihatannya rendah.

Lantas bagaimana mengetahu kalau US$ lagi tinggi atau lagi rendah ?, para ahli ekonomi dari New York Board of Trade (NYBOT) mengenalkn apa yang disebut US$ Index. US$ Index ini memantau nilai US$ relatif terhadap sekelompok mata uang kuat dunia lainnya.

Saat ini yang dipakai sebagai pembanding adalah Euro (57.6%); Yen (13.6%), Pound Sterling (11.9%), Canadian $ (9.1%), Sweden Krona (4.2%) dan Swish Franc (3.6%).

US$ Index vs Gold PriceGerakan berlawanan arah antara US$ Index terhadap emas ini akan lebih mudah diikuti dari grafik-grafik yang saya sajikan di tulisan ini. Baik dalam jangka bulanan, tahunan maupun data 8 tahun terakhir. Nampak jelas bahwa hampir setiap saat US$ naik harga emas dunia turun, dan sebaliknya US$ Index turun setiap saat harga emas naik.

Dari tiga grafik yang saya sajikan kita juga bisa melihat lebih jelas bahwa penurunan harga emas (atau naiknya US$ Index) yang terjadi hari-hari atau bulan -bulan ini berlawanan dengan trend yang lebih panjang yaitu setahun atau bahkan delapan tahun terakhir. Artinya kalau kita berinvestasi untuk jangka menengah dan panjang - trend jangka panjang inilah yang menjadi fokus kita, bukan harga sesaat seperti sekarang ini.

US$ Index vs Gold PriceKarena sifatnya yang berlawanan arah dengan US$ inilah maka selalu ada upaya-upaya pihak tertentu untuk menekan harga emas – supaya US$nya kelihatan baik. Bahkan karena diduga berupaya menekan harga emas secara tidak adil ini pemerintah Amerika Serikat pernah diajukan ke meja hijau oleh warganya sendiri yaitu oleh para aktifis GATA (Gold Anti Trust Action Committee).

Sampai saat ini mereka masih terus mengungkap berbagai kecurangan yang terjadi dalam pengendalian harga emas dunia yang dilakukan oleh pemerintah dan lembaga-lembaga internasional lainnya. Bagi yang tertarik mengikuti pemikiran mereka dan apa yang mereka lakukan dapat mengunjungi situs mereka langsung karena terlalu panjang apabila saya ceritakan disini.

US$ Index vs Gold PriceJadi upaya mengingatkan masyarakat akan ketidak adilan uang kertas (atau uang lain yang bernilai rendah) selain selalu dilakukan oleh ulama-ulama Islam sejak berabad silam seperti yang dilakukan Imam Ghazali 900 tahun lalu; sekarang juga dilakukan oleh para ekonom yang berpikiran jernih – dari alangan non-muslim sekalipun.

Di antara mereka ini bahkan ada yang sudah menganjurkan masyarakat barat untuk menggunakan Emas dan Perak sebagai parasut karena helicopter-nya paman Ben Bernanke (the Fed Chairman) sedang oleng. Tulisan lengkapnya dapat dibaca di situs mereka www.321gold.com . Wallahu A’lam.

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels: , ,

Tuesday, May 27, 2008

Gerai Dinar Investment Guide....

Terkait dengan tulisan saya pada pertengahan bulan ini mengenai positioning Gerai Dinar yaitu memperkenalkan Dinar sebagai alat Investasi dan Proteksi Nilai - selain sebagai ‘uang’ dalam pengertian yang luas tentunya, maka kali ini saya ingin berbagi pandangan dan pengalaman mengenai bagaimana sih posisi Dinar dibandingkan dengan alat investasi yang lain ?.

Karena tulisan ini sangat dipengaruhi oleh pengalaman pribadi saya di industri keuangan 20 tahun dan 6 tahun diantaranya di perusahaan publik, maka bisa jadi ini lebih merupakan pengalaman pribadi dibandingkan dengan teori investasi yang proper.

Gerai Dinar Investment GuideAnyway saya tulis disini barangkali berguna untuk pembaca. Dalam hal investasi saya hanya akan membandingkan Dinar dengan 4 produk yang menjadi pesaing terdekatnya yaitu Deposito, Saham, Reksadana dan Investasi langsung di Sektor Riil. Asumsinya semua yang sesuai syariah – karena yang nggak syariah sudah harus ditinggalkan betapapun menariknya produk tersebut.

Parameter yang saya bandingkan juga saya batasi yang mudah dipahami masyarakat umum yaitu parameter hasil investasi, risiko, tingkat kesulitan, proteksi nilai dan likwiditas. Hasil perbandingan ini dapat dilihat di tabel disamping.


Tingkat Hasil

Tingkat hasil dibawah 15 % saya kategorikan rendah karena hanya cukup melawan inflasi; dari 15% s/d 50% saya kategorikan sedang dan peluang hasil investasi diatas 50% saya kategorikan tinggi.

Dengan kriteria ini, maka deposito di bank manapun jatuh ke tingkat hasil yang rendah – karena rata-rata hasil depositio tidak cukup untuk mengimbangi inflasi.

Saham, reksadana dan Dinar emas masuk kategori sedang karena investasi di produk-produk ini dapat mencapai hasil yang lumayan menarik. Dinar sendiri dapat memberikan hasil berupa appresiasi nilai terhadap Rupiah rata-rata sebesar lebih dari 30%/ tahun selama 40 tahun terakhir.

Hasil yang masuk kategori tinggi menurut penilaian saya hanya mungkin dicapai oleh investasi di sektor riil. Inilah sebabnya saya mendorong kita semua untuk menggerakkan sektor riil ini. Investasi sektor riil sangat mungkin memberikan hasil diatas 50% - lihat tulisan saya tanggal 24 Desember 2007.

Tingkat Risiko

Dalam hal tingkat risiko (kemungkinan bangkrut ) investasi di saham dan sektor riil saya kategorikan beresiko tinggi; artinya kalau kita tidak kuasai bener – maka investasi di dua sektor ini bener-bener bisa membuat kita bangkrut.

Deposito dan Dinar Emas sebaliknya merupakan investasi yang risikonya rendah; aman untuk dilakukan oleh orang awam sekalipun.

Reksadana saya kategorikan sedang soalnya meskipun dengan bantuan tangan-tangan yang ahli meminimissasi risiko, investasi reksadana ini dalam beberapa tahun terakhir juga mencatatkan statistik yang tidak sepenuhnya aman.


Tingkat Kesulitan

Tingkat kesulitan ini sejalan dengan tingkat risiko; Untuk sektor riil misalnya – masuk risiko tinggi dan kesulitan tinggi untuk terjun didalamnya.

Bagi yang bisa mengatasi dengan skills dan pengalamannya, maka kesulitan dan risiko yang tinggi ini tentu akan memberikan peluang hasil yang baik/tinggi – karena tidak banyak yang bisa melakukannya.


Proteksi Nilai

Ini aspek yang sangat penting dalam investasi tetapi jarang yang memperhatikannya. ,Ambil contoh kejadian tahun 1997/1998. Saat itu saya sudah bekerja 10 tahun dan tentu memiliki tabungan yang lumayan – investasi saya saat itu adalah Deposito dan Saham.

Sampai pertengahan 1997 semuanya berjalan mulus, hasil investasi deposito ok, saham pun ok. 6 bulan sampai 1 tahun berikutnya yang memilukan. Seluruh hasil investasi deposito dan saham menjadi hancur nilainya berkeping-keping karena semua tinggal angka Rupiah – sedangkan Rupiah nilainya hancur menjadi kurang dari seperempatnya.

Disinilah perlunya proteksi nilai itu...; deposito, saham, reksadana dan berbagai produk investasi ‘kertas’ atau ‘janji; yang dinilai dengan mata uang kertas – tidak memiliki proteksi nilai untuk melindungi investor dari kehancuran nilai mata uang yang bersangkutan.

Proteksi Nilai ini otomatis ada di Investasi Dinar/Emas , demikian pula investasi di sektor Riil karena pada umumnya memiliki objek investasi yang sifatnya membawa proteksi nilai (benda riil barang dagangan dlsb nilainya otomatis naik pada saat nilai uang turun).



Likwiditas

Likwiditas ini menyangkut seberapa mudah kita menarik investasi kita dan mencairkannya menjadi dana yang siap pakai apabila kita membutuhkannya untuk keperluan lain.

Dari aspek ini, investasi sektor riil tentu pada umumnya yang paling sulit dicairkan karena bisa jadi investasi kita berupa pabrik, bahan baku, tanaman yang sedang tumbuh dan lain sebagainya yang tidak serta merta dapat kita uangkan setiap saat.

Deposito sebenarnya relatif mudah cair tetapi karena kemungkinan kita akan terkena penalti apabila menarik deposito sebelum jatuh temponya – maka saya kategorikan sebagai sedang dari sisi likwiditas.

Saham dan Reksadana juga saya masukan kaegori sedang karena belum tentu dana kita bisa cair/dijual setiap saat pada harga yang proper ketika dana kita butuhkan.

Dinar atau Emas selalu mudah dicairkan menjadi uang karena sifat barangnya yang bisa dijual kemana saja. Bisa dijual ke sesama pengguna, bisa dijual ke Gerai Dinar atau perantara penjualannya, bisa dijual ke Logam Mulia – bahkan bisa dijual di toko emas pinggir jalan.

Kesimpulan...

Dengan perbandingan tersebut, secara kseseluruhan investasi mana yang paling baik ?

Sangat tergantung dari target kita dalam berinvestasi, sikap kita terhadap risiko dan faktor-faktor lain yang tidak sepenuhnya bisa dibandingkan.

Kalau orientasi kita hasil investasi misalnya, maka tidak ada yang lebih baik daripada bisnis di sektor riil . Memang investasi sektor riil ini bukan tanpa kelemahan yaitu antara lain di aspek risiko yang tinggi dan likwiditas yang sering tidak baik – tetapi ini semua bisa diatasi apabila kita memang ada skills yang dibutuhkan.

Aspek lain dari investasi adalah penyebaran risiko – jangan menaruh seluruh telor pada satu keranjang yang sama.



Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels: ,

Sunday, May 25, 2008

Ikan, Kail dan Perahu (Mungkin) Tidak Cukup....

Kemarin saya tertarik memelototi iklan pemerintah besar-besaran di berbagai media masa tentang pengurangan subsidi BBM. Bukan hanya naiknya harga bahan bakar dan berbagai kebutuhan lain yang menjadi perhatian saya tetapi juga cara-cara pemerintah memerangi kemiskinan.

Dalam iklannya tersebut pemerintah nampaknya sudah merasa puas dengan program pengentasan kemiskinan yang dsisebutnya sebagai “Program Sistemtis dan Simultan Untuk Masyarakat Miskin”. Program ini di-design dengan istilah awam mungkin maksudnya adalah untuk mudah dipahami yaitu : “Diberi Ikan” maksudnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) ; “Diajari Mancing” maksudnya pemberdayaan masyarakat dan “Dibantu untuk punya pancing dan perahu sendiri” maksudnya adalah Kredit Usaha rakyat (KUR).

Cukup lama saya merenung kok rasanya ada yang kurang dari program yang disebut “Sistematis” dan “Simultan” ini, orang awam-pun tahu rasanya ini tidak cukup. Banyak sekali hal lain yang harus dilakukan agar rakyat makmur.

Pasar Sebai Roda Penggerak KemakmuranMenurut saya sendiri yang paling mendasar yang kurang adalah ketersediaan pasar bagi rakyat kecil.

Pasar ini sangat penting bahkan dalam Islam dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW bagaimana pasar ini didirikan dan di kelola. Pasar juga merupakan salah satu roda penggerak kemakmuran bagi rakyat seperti dalam ilustrasi disamping. Tulisan pagi ini saya akan fokus di pasar – karena pentingnya masalah pasar ini.

Meskipun ada Hadits Rasulullah SAW. Yang diriwayatkan oleh Ibnu Majjah menyatakan bahwa "Sembilan dari sepuluh pintu rizki umatku ada di perdagangan ", kenyataannya karena keterbatasan akses pasar hanya sebagian kecil saja rakyat Indonesia yang dapat bergerak leluasa di sektor perdagangan. Jadi pasar adalah kunci untuk membuka 9 dari 10 pintu rizky tersebut. Kalau pemerintah bener-bener mau memakmurkan rakyat, maka pemerintah tidak dapat mengabaikan masalah pasar ini.

Apabila saat ini Anda tinggal di Jakarta cobalah Anda keluar dari rumah Anda dan berjalan 1 km; lihatlah dikiri kanan – jalan yang Anda lalui. Anda akan terkejut dengan yang Anda temukan. Anda akan melihat warung-warung kecil yang sepi pembeli, dan tidak jauh dari situ para pemilik wara laba dari jaringan konglomerasi besar perlahan tetapi pasti mengambil alih sebagian besar belanja masyarakat.

Kemudian apabila para pemilik warung tersebut, berusaha ganti usaha, mau jualan kemana ia ?. Untuk bisa berdagang di Jakarta orang harus kaya dahulu karena menyewa tempat di mall, trade center, town square dlsb. mahal sekali. Apabila ingin berdagang di tempat-tempat umum pinggir jalan, tidak akan pernah bisa tenang berdagang karena setiap saat pihak ketertiban kota akan siap mengangkat dan mengobrak-abrik dagangan kita. Akhirnya timbul jurang pemisah yang semakin menganga, yang kaya semakin kaya dan yang miskinpun semakin miskin.

Apakah Islam punya solusi untuk masalah semacam ini ?. Jawabannya pasti punya !. Sebagai agama yang diturunkan untuk umat akhir zaman, tidak mungkin Islam tidak memiliki solusi bagi problem apapun yang terjadi saat ini maupun yang akan datang sampai hari kiamat. Kalau selama ini solusi tersebut belum ketemu, itu tentu karena kelemahan kita sendiri untuk memahami petunjuk Allah yang tertulis maupun yang tidak tertulis.

Untuk masalah ekonomi, khususnya masalah pendirian dan pengelolaan pasar-pun kita harus kembali ke Sunnah Rasulullah SAW dan sunnah Kulafa ur- Rasidhin. Lalu seperti apakah pasar yang ada di zaman Rasulullah SAW dan zaman-zaman keemasan Islam sesudahnya dikelola ?.

Rasulullah SAW sebagai uswatun khasanah kita, telah memberikan contoh kongkrit bagaimana beliau menyiapkan pasar khusus bagi kaum muslimin meskipun saat itu sebenarnya sudah ada pasar yang dikuasai oleh kaum yahudi yaitu pasar Banu Qaynuqa’. Akan sulit prinsip-prinsip Islam ditegakkan dalam perdagangan apabila pasar ini dikuasai oleh umat yang lain. Pasar yang disiapkan oleh Rasulluah SAW ini termasuk hal-hal yang diprioritaskan di awal pembentukan sistem masyarakat Islam di Madinah agar kaum Muslimin bisa bermuamalah dan memenuhi kebutuhannya secara baik.

Rasulullah SAW juga terlibat langsung dengan mengajarkan perdagangan secara Islam di pasar, beliau memberi peringatan dan teguran apabila ada yang tidak mentaati aturan Islam dalam berdagang, beliau juga melakukan pengawasan langsung bahkan juga mengajarkan etika dalam perdagangan.

Rasullah SAW terlibat langsung dalam melindungi pedagang kecil atau pedagang dari desa dari cengkeraman tengkulak atau pedagang besar dari kota. Diriwayatkan oleh Tawus : Ibn Abbas berkata , ” Rasulullah bersabda, ”Jangan pergi menemui kafilah perdagangan dalam perjalanan (untuk membeli barang sbelum kafilah perdagangan tersebut mengetahui harga pasar). Penduduk kota tidak boleh menjualkan barang milik penduduk desa ” . saya bertanya kepada Ibn Abbas, ”Apa maksudnya penduduk kota tidak boleh menjualkan barang penduduk desa ?” ia berkata, ”Dia tidak boleh menjadi perantara”. HR. Bukhari.

Setelah menyiapkan pasar untuk umatnya, pemimpin Islam juga harus membentuk lembaga yang mengawasi pasar (Hisbah) dan menunjuk petugas khusus (Muhtasib) untuk maksud tersebut. Bahkan di awal-awal Islam Muhtasib ini diperankan langsung oleh Rasulullah SAW yang kemudian karena kesibukan beliau akhirnya menunjuk Sa’id bin al-As bin Umayyah untuk menjadi Muhtasib di Mekah, dan menunjuk Umar bin Khattab menjadi Muhtasib di Madinah. Hal ini untuk menjaga agar prinsip perdagangan Islam dan larangan-larangannya benar-benar ditaati. Diantara prinsip-prinsip tersebut adalah :

1. Menjamin akses pasar yang bebas bagi siapa saja di dalam sistem ekonomi Islam sehingga terbuka kesempatan yang sama bagi para pelaku pasar, hal ini sejalan dengan larangan mencegat kafilah perdagangan di jalan sesuai hadits shahih Bukhari tersebut diatas. Untuk akses pasar agar tebuka seluasnya ini Umar bin Khattab berkata ” Pasar itu menganut ketentuan Masjid, barangsiapa datang dahulu di tempat duduk, maka tempat itu untuknya sampai ia berdiri dari situ atau pulang ke rumahnya atau selesai jual belinya”.

2. Dipasar Islam tidak boleh menimbun barang melebihi kebutuhan sendiri. Diriwayatkan dari Yahya dari Malik bahwa dia mendengar Umar bin Khattab berkata : ” Tidak ada yang boleh menimbun di pasar kita, barang siapa yang memiliki uang lebih ditangannya tidak boleh membeli lebih dari yang Allah tentukan lalu menimbunnya untuk mengambil keuntungan dari kita. Barang siapa yang dengan susah payah mendatangkan barang dari jauh (import) untuk kepentingan dirinya di musim dingin dan musim panas, dia itu tamunya Umar. Biarlah dia menjual atas kehendak Allah atau memakainya sendiri atas kehendak Allah ”.

3. Tidak boleh membanting harga untuk merusak pasar. Diriwayatkan dari Malik dari Yunus bin Yusuf dari Said Ibn al-Musayyab bahwa Umar bin Khattab melewati Hatab ibn Abi Baltaa yang sedang menjual barang dagangannya dibawah harga. Umar bin Khattab berkata kepadanya. ”Naikkan harga atau tinggalkan pasar kami”.

4. Tida boleh menipu atau berkhianat sesuai Hadits Rasulullah SAW, ”Barang siapa menipu (mengecoh) bukanlah dari golongan kami” HR. Muslim dan lainnya.

5. Tidak boleh ada campur tangan yang mempengaruhi harga baik menurunkan harga ataupun menaikkannya – kecuali ada kedhaliman yang nyata. Dalam hal larangan mempengaruhi pasar untuk menurunkan harga ada Hadits Ashabus Sunan dengan perawi yang shahih, telah meriwayatkan dari Anas RA., ia berkata :” Orang-orang berkata kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, harga-harga barang naik (mahal), tetapkanlah harga untuk kami. Rasulullah SAW lalu menjawab, ‘Allahlah Penentu harga, Penahan, Pembentang, dan Pemberi rizki. Aku berharap tatkala bertemu Allah, tidak ada seorangpun yang meminta padaku tentang adanya kezaliman dalam urusan darah dan harta”. Kemudian untuk larangan menaikkan harga ada Hadits yang diriwayatkan oleh Ma’qil bin Yasar ketika menjelang ajalnya menyampaikan kepada orang-orang disekelilingnya, “Dudukkanlah aku agar aku bisa ceritakan kepada kalian sesuatu dari Rasulullah SAW”. Lalu mereka mendudukkannya, kemudian Ma’qil berkata “Saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa ikut campur tentang harga-harga masyarakat Islam untuk meninggikannya, maka menjadi ketentuan Allah untuk mendudukkan dia pada tulang dari api mereka pada hari kiamat kelak” Kemudian Ma’qil ditanya, “Apakah engkau mendengar hal ini dari Nabi SAW ?”. Dia menjawab “Bukan hanya sekali dua kali” (HR. Ahmad, Thabrani, dan Hakim).

6. Pemenuhan kebutuhan pokok harus dijaga. Termasuk pendatangan barang dari negeri lain apabila memang diperlukan.

7. Semua proses perdagangan harus dilakukan secara terbuka, tidak boleh ada perjanjian-perjanjian rahasia dalam perdagangan.

8. Apabila ada barang yang sifatnya memang harus di supply secara monopoli (sekarang misalnya pasokan listrik dan minyak), maka penentuan harga harus pada tingkat keuntungan yang marginal.

9. Pedagang dari jauh harus dihormati karena mereka adalah tamunya kaum muslimin, mereka diberi kesempatan untuk mengetahui harga pasar yang wajar untuk barang dagangannya sebelum mulai jualan.

10. Tidak boleh menyembunyikan cacat barang.

11. Tidak boleh ada upaya-upaya pencegahan pemain baru masuk ke pasar, dan tidak boleh pula ada upaya untuk mendorong pemain pasar yang ada untuk keluar dari pasar – kecuali ada kecurangan yang terbukti.

Jadi mendirikan pasar untuk rakyat kemudian mengelolanya dengan adil inilah yang dibutuhkan oleh pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Dan untuk ini tidak harus dibutuhkan team ekonom yang bergelar serenceng untuk menyiapkan strategi pengentasan kemiskinan; cukup mengambil contoh saja dari Uswatun Khasanah kita yaitu Rasulullah SAW.

Sulitkah ini ?, atau tidak cukupkah solusi Islam untuk zaman modern ini ? ataukah kita tidak yakin dengan solusi Islam ini ?.

Kalau kita mengaku Muslim tetapi meragukan solusi Islam – jangan-jangan kita yang dimaksud Allah dalam firmanNya berikut :

"Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah (kepada mereka): "Kamu belum beriman, tetapi katakanlah: "Kami telah tunduk", karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar"
(QS 49 :14-15) . Wallahu A’lam.

Labels: , ,

Thursday, May 22, 2008

Ada Yang Salah Dengan Harga Minyak...

Hari-hari ini bumi pertiwi lagi kepanasan disengat (rencana) kenaikan harga minyak. Sebagai rakyat kecil - sebagaimana kebanyakan rakyat Indonesia - sulit rasanya kepada siapa saya memihak. Kalaupun diberi kesempatan untuk ikut pemungutan suara dalam menentukan naik atau tidaknya harga minyak ini, saya akan abstain.

Sebagai rakyat tentu saya sangat tidak mengharapkan harga minyak naik, hidup sekarang sudah berat apalagi kalau seluruh kebutuhan (sudah) merangkak naik dipicu oleh (rencana) kenaikan harga minyak...weleh ,..weleh...seperti apa jadinya.

Namun sebagai rakyat, saya juga tidak kebayang pusingnya pemimpin-pemimpin negeri ini mencari solusi. Betapa tidak, tadi malam harga minyak mencapai titik tertinggi baru diatas US$ 134/barrel, dan nampaknya akan terus merangkak naik. Lantas dari mana mereka akan memperoleh uang untuk mensubsidi perbedaan harga yang begitu jauh, antara harga jual minyak di dalam negeri dengan harga bahan baku minyak mentah yang konon (sebagian) masih harus diimpor dengan harga internasional ?.

Karena pemicu kontroversi kenaikan harga minyak dalam negeri ini adalah harga minyak mentah di pasar internasional; maka untuk memahami situasinya secara lebih mendalam kita harus melongok ke pasar internasional juga.

Di ilhami komentar oleh salah satu pengunjung setia blog ini, maka saya udeg-udeg data yang dimiliki oleh OPEC. Dan hasilnya ?, Subhanallah ! Allah masih menyediakan cadangan minyak yang cukup untuk kita.

Oil DemandDua tabel disamping adalah menggambarkan kebutuhan minyak dunia sampai lebih dari dua dasawarsa kedepan (sampai 2030) dan sumber-sumber yang akan dapat memenuhi kebutuhan tersebut pada periode waktu yang sama.

Estimasi sumber minyak tersebut berdasarkan definisi US Geological Survey (USGS) terhadap Ultimate Recoverable Reserve (URR). Perlu juga diketahui bahwa URR ini mengalami peningkatan hampir dua kali sejak tahun 1980-an dari 1,700 milyar barrel menjadi 3,300 milyar barrel. Peningkatan lebih lanjut masih dimungkinkan dengan dikembangkan nya berbagai teknologi eksplorasi yang lebih canggih.

Oil SupplyApabila supply cukup untuk memenuhi demand dalam beberapa dekade kedepan, lantas mengapa harga minyak harus naik begitu tinggi sekarang?. Menurut saya ada dua hal mendasar yang salah.

Pertama adalah perilaku menimbun minyak oleh negara-negara kaya, sehingga minyak yang semestinya cukup tersedia untuk semua orang – malah menghilang dari pasaran. kalau perilaku menimbun yang didorong oleh nafsu serakah ini tidak dihilangkan – maka produksi dan cadangan minyak berapapun akan tetap tidak terjangkau oleh si miskin karena minyak keburu diborong kemudian ditimbun oleh si kaya.

Kedua adalah solusi favorit saya, yaitu masalah uang yang dipakai di dunia saat ini yang memang mengalami penyusutan nilai terus menerus sepanjang zaman. Barang yang dibeli tetap tetapi harganya terus melonjak – bukan semata barangnya yang tambah mahal, tetapi lebih banyak karena uang-nyalah yang semakin tidak ada nilainya.

Oil priceCoba perhatikan grafik disamping; selama empat puluh tahun terakhir harga minyak mentah dunia dalam US Dollar mengalami kenaikan lebih dari 4000% ; padahal kalau dibeli dengan mata uang yang adil yaitu Dinar ; naik turunnya harga minyak relatif stabil pada angka rata-rata 0.50 Dinar/barrel. Pada saat harga tertinggi sekarang saja, harga minyak mentah dunia hanya 0.96 Dinar/barrel atau mengalami kenaikan hanya 76% dari harga minyak mentah 40 tahun silam yang berada pada 0.55 Dinar/barrel !.

Perilaku menimbun hanya bisa dihilangkan dengan keimanan; demikian pula dengan pilihan mata uang yang adil – hanya bisa timbul dari keimanan kita dan pemimpin-pemimpin kita. Jadi solusi dari segala permasalahan ini satu yaitu kembali kepada Iman, kembali kepada Islam. Barang siapa bertakwa kepada Allah, akan dijadikan baginya jalan keluar. Dan Diberi Rizky dari Sumber yang Tidak Diduga. Barang Siapa bertakwa kepada Allah Akan dimudahkan Urusannya. Wallahu A’lam.

Labels: , ,

Wednesday, May 21, 2008

Krisis Harga Pangan Dunia & Perlunya Mata Uang Yang Adil...

Kalau kari-hari ini kita rakyat Indonesia pada umumnya menjerit dengan harga-harga kebutuhan pokok yang selangit, ternyata kita tidak sendirian dalam hal ini – mayoritas masyarakat seluruh dunia merasakan hal yang sama.

FAO Food Price IndexRealita ini dapat kita lihat dari data FAO disamping yang menjelaskan krisis harga pangan dunia yang melambung 86% selama 3 tahun terakhir dan 135% selama 8 tahun terakhir.

Apakah ini karena kelangkaan pangan ? menurut saya tidak, karena Allah menciptakan segala kebutuhan manusia secara cukup di bumi. Ini lebih merupakan distribusi yang tidak adil dan bentuk-bentuk ketidak adilan lainnya.

Sebagian kecil dari penduduk dunia dengan mudah membeli pangan meskipun harga selangit; sementara sebagian terbesar lainnya menjerit karena kemahalan.

Selain masalah distribusi, penyebab ketidak adilan lain adalah system uang yang dipakai untuk membeli pangan tersebut. Lihat persamaan yang saya ungkapkan dalam tulisan ....Agar Harta Itu Jangan Hanya Berputar Diantara Orang-orang Kaya... . Persamaan tersebut adalah M x V = P x Q dimana M = jumlah uang, V= Perputaran uang ; P = Harga dan Q = produk barang dan jasa.

Dari persamaan ini insyaallah kita dapat memahami bahwa kalau uang kertas (M) dicetak terus (uang kertas bisa dicetak kapan saja karena bahannya murah) melebihi pertumbuhan produksi (Q) , dan uang tidak beredar luas di masyarakat (V), maka harga pasti naik (P).

Penyebab ketidak adilan lain yang bersifat bawaan atau inherent dari system uang kertas adalah proses penciptaan ‘uang bank’ atau money creation dengan apa yang disebut Fracttional Reserve System .

Dengan system yang diadopsi oleh seluruh perbankan dunia ini bank komersial hanya diwajibkan memiliki sejumlah cadangan tertentu – misalnya di Indonesia yang disebut Giro Wajib Minimum 5 % dari dana pihak ketiga yang dikelola oleh bank yang bersangkutan. Jadi misalnya Bank A yang menerima dana masyarakat sebesar Rp 20 milyar hanya wajib memiliki cadangan Rp 1 Milyar, sisanya sebesar Rp 19 Milyar dapat dipinjamkan ke pihak lain, kemudian diputar lagi ke bank lain lagi dst.

Dana yang 95% inilah yang menjadi ’uang bank’ yang hanya bisa di akses oleh segelintir orang. Orang kebanyakan kayak kita-kita tidak memiliki akses yang mudah terhadap ’uang bank’ ini. Dampak dari Fractional Reserve System ini, sebagian orang menjadi sangat kaya (dengan ’uang bank’) dan mayoritas terbesar lainnya menjadi sangat miskin – karena uangnya tidak dapat tetapi dampak naiknya harga (P) kita semua terkena.

Fractional Reserve System tidak bisa terjadi dengan system Dinar, karena pemegang uang Dinar juga pemilik fisik dari uang tersebut – bukan hanya catatan angka dan bukan ’uang bank’ yang hanya bereder di golongan yang kaya.

Karena tidak bisa digandakan seenaknya, daya beli Dinar tetap bertahan sepanjang masa. Jadi kalau ada yang ingin tahu ke-Islam-an uang Dinar, salah satunya adalah di aspek ke-adilan- inilah uang Dinar sangat Islami, disamping berbagai aspek lain yang sudah dan insyaallah akan terus saya ungkapkan di Blog ini.

FAO Food Price Index Butkti yang paling up-to-date adalah grafik disamping. Di kala harga pangan dunia melonjak lebih dari dua kalinya dalam 8 tahun terakhir. harga Dinar baik dalam Rupiah maupun dalam US$ menyesuaikan dengan harga pangan dunia tersebut dengan sendirinya. Koefisien Korelasi antara harga pangan dunia dengan harga Dinar dalam US$ adalah 0.98 ; sedangkan koefien korelasi-nya dengan harga Dinar dalam Rupiah adalah 0.96. Artinya harga Dinar dapat dikatakan berjalan seiring dengan perjalanan harga pangan Dunia.

Mahalnya harga pangan Dunia adalah karena pangan harus dibeli dengan uang kertas yaitu US$, Rupiah dan uang kertas sejenisnya. Kalau pangan dapat kita beli dengan uang Dinar – maka kecenderungannya stabil atau bahkan bisa turun apabila supply-nya melebihi demand.

FAO Food Price IndexBahwasanya grafik disamping menujukkan harga pangan dunia yang sedikit menurun bila dibeli dengan Dinar – ini akan memerlukan kajian lebih lanjut – sementara ini dugaan saya karena sebenarnya supply pangan dunia – lebih dari demand tadi – artinya mesti cukup untuk seluruh umat manusia seperti yang dijanjikan Allah. Wallahu A’lam.

Labels: ,

Monday, May 19, 2008

Mencermati Perkembangan Harga Emas Dengan Harga Minyak....

Akhir tahun lalu saya menulis tentang Bukti Kestabilan Daya Beli Dinar Terhadap Minyak Mentah. Rasanya saya perlu memperbarui tulisan tersebut dengan perkembangan terakhir terhadap harga emas dan harga minyak mentah dunia.

Tulisan-tulisan saya semacam ini sama sekali tidak bermaksud meramalkan apa yang akan terjadi, melainkan hanya sebatas upaya memahami apa yang sedang terjadi. Dengan memahami fenomena apa yang sedang terjadi ini insyaallah kita akan dapat membangun ketahanan ekonomi yang lebih baik.

Gold/Oil RATIO Kali ini saya akan gunakan statistik harga emas selama empat puluh tahun terakhir 1968-2008 (dalam US$ /troy oz) dibagi dengan harga minyak mentah dunia pada periode yang sama (dalam US$/ barrel). Hasilnya saya sajikan dalam bentuk grafik disamping yang kita sebut saja Gold Oil Ratio (GOR).

Dari grafik di atas kita bisa tahu bahwa angka GOR terendah dalam 40 tahun terkahir terjadi saat ini yaitu pada angka 7.15 ; sebelum ini angka terendah tercapai hampir 30 tahun lalu yaitu tahun 1979 pada angka 8.05.

Angka GOR 8.05 yang terjadi pada tahun 1979 kita tahu penyebabnya yaitu krisis Amerika vs. Iran yang puncaknya terjadi penyanderaan warga negara Amerika di Teheran. Arti angka ini adalah saat itu harga minyak sangat mahal, atau sebaliknya harga emasnya yang sangat murah, masing-masing harga relatif terhadap yang lain.

Nah sekarang angka GOR itu berada pada angka 7.15 yaitu angka yang bahkan jauh lebih rendah dari angka tahun 1979. Apapula artinya ?; sama dengan kejdian tahun 1979 diatas – bahwa saat ini harga minyak yang kelewat mahal atau harga emas yang kelewat murah.

Kalau kita lihat rata-rata 40 tahun terakhir angka GOR ini berada pada angka 15; maka apa yang akan terjadi apabila angka GOR yang sekarang 7.15 akan terkoreksi kembali ke angka rata-rata 15 tersebut ? . Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi ;

1) Karena harga minyaknya yang ketinggian, kita berharap angka minyaknya yang terkoreksi turun. Dengan harga emas sekarang US$ 905/troy oz ; maka kalau mengikuti kaidah rata-rata 40 tahun ini harga minyak harusnya ‘cuma’ US$ 60 /barel.

2) Kalau harga emasnya yang dianggap kerendahan, maka pada tingkat harga minyak yang US$ 126.65/ barrel sekarang , harga emas rata-rata dapat mencapai US$ 1,900/troy oz. Kalau ini yang terjadi maka harga 1 Dinar dapat mencapai Rp 2,400,000.

Kita tentu berharap kemungkinan yang pertama yang terjadi ; namun rasanya tidak realistis kita mengharapkan harga minyak turun menjadi kurang dari separuh dari yang sekarang.

Sebaliknya kalau kemungkinan yang kedua yang terjadi - karena emas merepresentasikan harga-harga komoditi lain – maka kita perlu waspadai ancaman lonjakan harga-harga kebutuhan kita.

Masih ada juga kemungkinan ketiga; yaitu bercerainya harga minyak dengan harga emas – artinya keduanya tidak lagi saling terkait. Kalau ini yang terjadi berarti minyak sedang menuju kepunahan, untuk yang inipun kita harus antisipasi dengan berbagai energy alternatif.

Kemungkinan keempat adalah kombinasi dari ketiganya – artinya kita tetap harus siap menghadapi apapun yang terjadi. Wallahu A’lam.

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels:

Thursday, May 15, 2008

Dinar Sebagai Instrumen Investasi dan Proteksi Nilai...

Meskipun sudah saya gunakan sebagai tag line situs ini selama lebih dari empat bulan sejak saya tampilkan, ada yang luput dari artikel saya mengenai makna dari tag line Investasi dan Proteksi Nilai. Saya baru sadar setelah menjelaskan hal ini di lingkungan orang-orang sholeh yang kritis dalam dua pertemuan kemarin.

Karena beliau-beliau yang saya temui kemarin adalah orang-orang yang punya pengaruh dan akses yang baik terhadap penguasa negeri ini, maka sungguh saya berharap gaung penyebaran Dinar ini akan bertambah luas dan tidak mengalami hambatan apapun di negeri ini.

Fokus saya memperkenalkan Dinar di situs ini memang belum sebagai uang dalam arti sempit yaitu sebagai alat tukar saja. Namun seperti yang saya jelaskan di tulisan tanggal 6 Maret 2008 lalu, bahwa fungsi uang dalam arti luas sudah dengan amat sangat baik dapat diperankan oleh Dinar ini.

Dari tiga fungsi uang dalam arti luas yaitu sebagai alat tukar (medium of exchange), fungsi satuan pembukuan ( unit of account), dan fungsi penyimpan nilai (store of value), setidaknya saat inipun Dinar sudah dapat memerankan dua dari tiga fungsi tersebut yaitu sebagai unit of account maupun store of value.

Karena belum berfungsinya satu dari tiga fungsi uang tersebutlah, maka Gerai Dinar (dan ini juga sejalan dengan kedudukan emas/Dinar dalam hukum Indonesia), memperkenalkan Dinar sebagai instrumen Investasi dan Proteksi Nilai.

Kelak insyaallah setelah Dinar menyebar, seperti prediksi ‘dewa’-nya futurolog barat John Naisbitt orang akan dengan sendirinya menggunakan Dinar sebagai uang dalam arti sesungguhnya.

dalam kaitan dengan investasi, memang banyak sekali instrumen investasi di pasar, mulai dari deposito, reksa dana , SBI, saham dan lain-lain sejenisnya. Menurut hemat saya, instrumen-instrumen investasi tersebut hanya sebagi investasi – tidak menjadi proteksi nilai.

Ambil contoh misalnya, bisa saja uang kita memberikan bagi hasil 6%/tahun di Deposito, atau nilai saham kita mengalami kenaikan nilai diatas 20 %/tahun - kemudian terjadi krisis moneter seperti tahun 1997/1998 dimana Rupiah nilainya tinggal seperempatnya – lantas apa artinya hasil yang 6 % atau kenaikan yang 20% dalam nilai uang kertas tersebut dibandingkan dengan penyusutan nilai uang kertas yang tinggal ¼-nya ?.

Disinilah alasannya mengapa investasi Anda yang dinilai dalam mata uang kertas (Rupiah, US$ ataupun mata uang kertas lainnya) tidak memiliki proteksi terhadap kehancuran nilai uang kertas – atau kadang ‘penghancuran nilai’ karena ada pihak-pihak yang kadang sengaja melakukannya.

Sebaliknya emas atau Dinar; fungsi Proteksi Nilai tersebut berjalan dengan sangat baik seperti ketika krisis moneter 1997/1998 uang Rupiah tinggal ¼ nilainya ; emas/Dinar secara otomatis menyesuaikan nilainya ke nilai pasar internasional yang wajar saat itu. Sebelum krisis harga emas di kisaran Rp 25,000/ gram, di puncak krisis harga ini mencapai Rp 160,000/gram. Sebelum krisis Dinar nilainya setara sekitar Rp 100,000,-/Dinar pada puncak krisis nilai Dinar saat itu mencapai Rp 626,000/Dinar.

Selain sebagai proteksi nilai yang sangat efektif; sebagai investasi, Dinar juga terbukti memberikan hasil rata-rata diatas 30%/tahun dalam statistik selama 40 tahun terakhir. Meskipun Dinar saat ini berada pada nilai yang rendah (pagi ini ‘hanya’ Rp 1,158,200/Dinar) – bila dibandingkan dengan harga Dinar setahun yang lalu (Rp 835,000/Dinar) – Dinar saat ini masih mengalami kenaikan lebih dari 38% dalam setahun terakhir.

Jadi mau Investasi yang hasilnya rendah dan tidak memiliki Proteksi Nilai, atau mau Investasi yang hasilnya tinggi dan terproteksi pula nilainya ?

Eh, tetapi nanti dahulu.....

Lihat tulisan saya tanggal 25 Desember 2007 , bahwa sesungguhnya ada investasi yang lebih baik dari Dinar yaitu bisnis sektor riil yang dijalankan dengan baik. Maka meskipun kita semangat memperkenalkan Dinar, kita harus lebih bersemangat lagi memperkenalkan juga investasi di sektor riil.

Ada lagi yang jauh lebih baik...

Yaitu sedeqah yang ikhlas yang balasannya bisa mencapai lebih dari 700 kali....

Ini serius. Maknanya adalah dalam semangat kita berinvestasi – membangun kekuatan ekonomi umat – kita harus juga sangat mementingkan infaq, sedeqah , wakaf dan seterusnya. Untuk yang terakhir ini saya pernah menulis prinsip 1/3.

Secara keseluruhan inilah yang kita maksud dengan Investasi dan Proteksi Nilai dalam arti luas – mencakup dimensi dunia dan akhirat – yang kita perkenalkan dalam gerakan Dinar ini. Wallhu A’lam.

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels: , , , ,

Tuesday, May 13, 2008

Menyiasati Kenaikan Bahan Bakar Dengan Perubahan Pola Kerja...

Hari-hari ini suasana Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya terasa semakin panas; bukan hanya Pilkada yang membuat daerah-daerah bergantian kepanasan- tetapi sekarang ada isu yang lebih luas dan mendasar dampaknya yaitu masalah bahan bakar.

Pihak pemerintah yang ngotot akan menaikkan harga bahan bakar punya alasan yang kuat . Kalau hari-hari ini harga minyak mentah dunia terus berkisar diatas US$ 120/ barrel – artinya bahan minyak mentah-nya saja sudah lebih dari US$ 1/ liter, lantas duit siapa yang bisa dipakai untuk nalangi separuhnya untuk bisa jual bahan bakar pada harga sekarang ?.

Sebaliknya rakyat juga punya alasan kuat untuk menolaknya; sekarang saja beban hidup sudah sangat berat – apa lagi kalau ditambah beban kenaikan bahan bakar yang juga akan berdampak pada naiknya barang-barang kebutuhan lainnya. Di lain pihak kepada rakyat masih disuguhkan berbagai tontonan kemewahan, iring-iringan pejabat, deretan mobil mewah ber-cc kelewat besar dan lain sebagainya.

Perdebatan mengenai naik tidaknya harga bahan bakar ini selalu terulang dari waktu-ke waktu; hasil akhirnya hampir selalu sama – bahan bakar tetap naik, dan meskipun ngedumel penuh rasa kejengkelan dan kemarahan – rakyat akhirnya terpaksa harus menerimanya.

Lantas apa solusinya ?, nampaknya kita harus mencari solusi diluar minyak sekarang. Kalau tidak kita lakukan sekarang, maka perdebatan ini akan terus berulang. Tidak bisa dibanyangkan betapa beratnya anak-anak dan cucu kita nanti kalau solusi tersebut tidak kita mulai rintis dari sekarang.

Dua solusi yang saya tawarkan disini paling tidak cukup efektif untuk saya dan keluarga, sengaja saya berbagi disini barangkali bermanfaat untuk para pembaca.

Solusi pertama adalah merubah pola kerja yang juga berarti pola kebutuhan energy. Sebelum ini saya 20 tahun bekerja di Jakarta, 19 tahun diantaranya pakai mobil pribadi yang hanya saya naiki sendiri atau bersama sopir. Sehari rata-rata saya menempuh jarak 60km pulang pergi. Kalau 19 tahun lalu rata-rata hanya 1.5 jam di jalan (pulang pergi) – beberapa tahun terakhir untuk jarak yang relatif sama perlu waktu tempuh antara 3 – 4 jam pulang pergi. Betapa banyak energy terbuang, energy dalam arti harfiah – bahan bakar – maupun energy pikiran.

Sebulan terakhir saya bekerja dari rumah; hanya sekali-kali saja ke Jakarta diluar jam sibuk. Saya hanya perlu bekerja dari selesai sholat subuh sampai sholat dhuhur – sudah menyamai total waktu efektif saya ketika saya masih ngantor di Jakarta. Untuk hasil ? relatif tergantung dengan jenis pekerjaan yang kita pilih.

Atas rasa syukur terhadap alternatif pekerjaan yang saya pilih ini – saya tidak keberatan untuk berbagi pengalaman dengan perusahaan atau karyawan-karyawan untuk menyiapkan alternatif pekerjaannya yang lebih hemat dari sisi energy, waktu, biaya dan lebih memberikan quality time pada keluarga.

Pola bekerja dari rumah ini tidak harus dilakukan oleh yang berusaha sendiri, tetapi bisa juga untuk mayoritas jenis pekerjaan yang berorientasi hasil. Untuk yang bergerak dibidang pemasaran, penjualan, customer services dan pekerjaan sejenis misalnya – saat ini ada salesforce.com yaitu suatu CRM on Demand yang mulai popular dipakai oleh perusahaan-perusahaan besar maupun kecil. Layanan CRM on Demand sejenis juga ditawarkan oleh SAP maupun Oracle. Untuk salesforce.com saya sudah pakai sendiri – jadi kalau ada yang ingin tahu atau berbagi pengalaman dibidang ini dapat menghubungi saya.

Selain perubahan pola kerja tersebut, solusi kedua adalah menyangkut pengembangan energy alternatif. Ini sudah saya ulas beberapa kali di blog ini. Insyaallah akan saya tulis lagi progress-nya di tulisan mendatang.

Labels: ,

Monday, May 12, 2008

Sekali Lagi Tentang Harga Minyak dan Kaitannya Dengan Harga Emas…

Untuk kesekian kalinya perjalanan menanjak harga emas dunia memecahkan rekor tertinggi baru. Jum’at pekan lalu harga minyak mencapai angka diatas US$ 126/barrel yang terus bertahan hingga pagi ini (karena pasar belum aktif).

Kenaikan ini antara lain dipicu oleh pernyataan sekjen OPEC Abdullah Al-Badri bahwa OPEC tidak akan menaikkan produksi minyaknya meskipun harga minyak di pasaran dunia naik sampai 100% ; bahkan bisa jadi harga minyak akan mencapai US$ 200/ barrel.

Jelas OPEC tidak mau disalahkan dalam krisis kenaikan harga minyak ini, karena sebenarnya supply di pasar cukup. Kenaikan sekarang lebih didorong oleh kekawatiran akan supply minyak, jadi bukan karena supply-nya sendiri.

Naiknya harga minyak – meskipun tidak selalu – pada umumnya diikuti dengan kenaikan harga emas dunia; ini nampaknya yang terjadi pagi ini – dalam beberapa jam perdagangan pertama di pasar emas Sydney maupun Hongkong – emas sudah naik sekitar US$ 4.5/troy oz dibandingkan dengan tingkat harga penutupan pada akhir perdagangan Jum’at lalu.

Gerai Dinar sendiri belum menaikkan harga Dinar-nya karena masih menunggu harga jual emas di Logam Mulia. Selain menggunakan rujukan harga emas internasional, Gerai Dinar menggunakan juga harga emas Logam Mulia sebagai dasar perhitungan harga jual Dinar. Dengan menggunakan rujukan harga emas Logam Mulia ini, maka insyaallah Gerai Dinar akan selalu memiliki kelangsungan ketersediaan stock dan selalu siap menjual pada harga yang kita sajikan di www.geraidinar.com. Jadi bukan harga teoritis semata.

Meskipun trend harga emas naik; saya tetap ingin mengingatkan agar kita juga sadar bahwa untuk jangka pendek harga emas bisa saja turun lagi secara significant. Untuk minggu ini potensi penurunan ini nyata – yaitu kunjungan Presiden Amerika Serikat George W. Bush ke Arab Saudi.

Pada tanggal 24 Maret 2008 lalu saya menulis penurunan harga minyak yang terjadi sehari setelah kunjungan wakil presiden Amerika Serikat Dick Cheney ke Arab Saudi; maka kemungkinan hal yang sama akan terjadi Setelah George W. Bush mengakhiri kunjungannya kesana minggu ini.

Terlepas dari suka nggak sukanya kita terhadap proses naik dan turunnya harga minyak dunia dan siapa yang bermain di dalamnya, paling tidak kita – rakyat kebanyakan di Indonesia – masih terus berharap harga minyak bisa turun. Tidak akan mudah bagi siapapun, baik pemimpin maupun rakyat , apabila harga minyak terus naik atau bertahan pada angka yang sangat tinggi seperti sekarang.

Bagi yang investasi di emas atau Dinar – pergerakan harga minyak ini menjadi hal yang penting untuk diketahui karena terkait langsung dengan naik turunnya harga emas juga.

Labels: ,

Friday, May 9, 2008

Qirad Dalam Al-Sharf...

Tulisan ini saya khususkan pada saudari saya yang beranggapan jual beli uang adalah haram; karena manfaat tulisan ini untuk banyak pembaca yang lain naka lebih baik jawaban saya atas pertanyaannya saya ungkapkan untuk umum.

Pertama adalah mengenai jual beli uangnya dahulu; atau dalam Islam disebut Al- sharf . Banyak sekali dasar hukum yang menguatkan bahwa jual beli uang ini boleh dalam Islam - dengan syarat-syarat tertentu. Dewan Syariah Nasional (DSN) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan telah mengeluarkan fatwanya yaitu fatwa no: 28/DSN-MUI/III/2002, tentang Jual Beli Mata Uang (Al-Sharf).

Dalam fatwa tersebut DSN-MUI menghalalkan jual beli uang dengan dasar antara lain sbb:

Firman Allah, QS. Al-Baqarah[2]:275: "...Dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba..."

Hadis nabi riwayat al-Baihaqi dan Ibnu Majah dari Abu Sa’id al-Khudri:Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya jual beli itu hanya boleh dilakukan atas dasar kerelaan (antara kedua belah pihak)’ (HR. al-baihaqi dan Ibnu Majah, dan dinilai shahih oleh Ibnu Hibban).

Hadis Nabi Riwayat Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibn Majah, dengan teks Muslim dari ‘Ubadah bin Shamit, Nabi s.a.w bersabda: “(Juallah) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya’ir dengan sya’ir, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam (denga syarat harus) sama dan sejenis serta secara tunai. Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.”.

Hadis Nabi riwayat Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad, dari Umar bin Khattab, Nabi s.a.w bersabda: “(Jual-beli) emas dengan perak adalah riba kecuali (dilakukan) secara tunai.”

Hadis Nabi riwayat Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri, Nabi s.a.w bersabda: Janganlah kamu menjual emas dengan emas kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagian atas sebagian yang lain; janganlah menjual perak dengan perak kecuali sama (nilainya) dan janganlah menambahkan sebagaian atas sebagian yang lain; dan janganlah menjual emas dan perak tersebut yang tidak tunai dengan yang tunai.

Hadis Nabi riwayat Muslim dari Bara’ bin ‘Azib dan Zaid bin Arqam : Rasulullah saw melarang menjual perak dengan emas secara piutang (tidak tunai).

Hadis Nabi riwayat Tirmidzi dari Amr bin Auf: “Perjanjian dapat dilakukan di antara kaum muslimin, kecuali perjanjian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram; dan kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram.”

Ijma. Ulama sepakat (ijma’) bahwa akad al-sharf disyariatkan dengan syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat tersebut antara lain :
1).Tidak untuk spekulasi (untung-untungan).

2).Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan).

3).Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).

4).Apabila berlainan jenis maka harus dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dan secara tunai.


Nah sekarang kita sudah tahu bahwa jual beli uang - asal dilakukan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan yang syar'i tersebut diatas adalah hukumnya boleh - atau halal.

Inilah indahnya agama ini, bayangkan kalau jual beli uang haram hukumnya - bagaimana kita bisa belanja di Arab Saudi waktu pergi haji atau umrah kalau ini dilarang ?.

Sesuatu hal yang halal diperdagangkan oleh seseorang, maka akan halal pula apabila dilakukan secara kerjasama oleh beberapa orang.

Contoh kerjasama ini adalah yang satu memiliki modal tetapi nggak tahu bagaimana memutarnya, yang lain memiliki kemampuan usaha tetapi modalnya terbatas - apa tidak boleh mereka bekerja sama untuk tujuan hal yang dihalalkan tersebut diatas ? tentu boleh. Bahkan dicontohkan dalam Islam antar lain dalam bentum Qirad atau Mudharabah.

Contoh sederhananya kalau saya membuka AL-Sharf di Mekkah dan Madinah untuk melayani jemaah haji/umrah dari Indonesia agar mereka mendapatkan layanan yang baik dan adil ketika menukarkan uangnya disana , apakah ini halal ? Insyaallah halal - kalau nggak halal tentu penukaran uang disana sudah pada ditutup oleh pemerintah Arab Saudi. Kemudian kalau modal saya terlalu sedikit untuk melaksanakan niat tersebut, kemudian saudara-saudara saya yang lebih banyak modalnya memodali saya dengan bagi hasil (Qirad/Mudharabah) - apakah ini tidak boleh ? tentu insyaallah juga boleh.

Demikian pula halnya dengan pencetakan Dinar; saat ini sudah sangat besar kebutughan masyarakat untuk memiliki mata uang yang adil - yaitu Dinar dan Dirham; tetapi upaya mencetak Dinar dan Dirham dalam jumlah besar ini terkendala oleh modal. Nah apakah tidak boleh saya mengumpulkan sedikit demi sedikit kekuatan modal umat - untuk secara bersama-sama mencetak uang Dinar dan Dirham kita ?. Tentu insyaallah inipun boleh, karena siapa yang berani mengharamkan apa yang di halalkan Allah melalui ayat dan hadits-hadits tersebut diatas ?.

Selain dasar hukum tersebut diatas, manfaat program Qirad untuk pencetakan Dinar ini sudah subhanallah dampaknya. Kalau sebelum ada program ini, pembeli satu Dinar hanya menggerakkan satu satuan ekonomi - yaitu tercetaknya satu keping Dinar. Maka dengan program Qirad, satu keping Dinar yang dijual ke Rupiah, kemudian Rupiahnya dipakai untuk mencetak keping Dinar berikutnya, dijual lagi ke Rupiah, dipakai mencetak keping Dinar berikutnya --- maka modal yang tadinya hanya cukup untuk mencetak satu keping Dinar - sekarang menjadi cukup untuk mencetak 6 sampai 12 Dinar lainnya...; inilah salah satu hikmahnya mengapa dalam Islam kekayaan harus berputar --jangan sampai harta itu hanya berputar di segolongan yang kaya diantara kamu.. (QS Al Hasyr : 7).

Meskipun Qirad untuk modal pencetakan Dinar seperti tersebut diatas jelas boleh; tentu kita juga harus mengembangkan Qirad untuk membiayai usaha-usaha sektor riil yang lain. Insyaallah kedepannya kita akan juga tawarkan program-program Qirad untuk business riil yang sangat dibutuhkan untuk umat saat ini yang menyangkut pangan, pengobatan, energi dan lain-lain.

Semoga setiap langkah yang kita tempuh selalu dalam petunjuk dan hidayahNya

Labels:

Wednesday, May 7, 2008

Hikayat IMF Dan Rencana Penjualan Emasnya….

Setidaknya dua kali saya menulis tentang IMF dan rencana penjualan emasnya yaitu tulisan tanggal 11/02/2008 dan 25/02/2008 .

Kembali kali ini saya menulis hal yang sama sekali lagi; bukan karena saya suka sama IMF – tetapi justru saya ingin kita aware akan perilakunya. Dengan emas yang mereka miliki, mereka bisa mempengaruhi harga emas dunia – bahkan sebelum mereka benar-benar menjualnya – cukup dengan berita demi berita tentang rencana penjualan emas mereka pasar sudah terpengaruh.

Berita terakhir dari mereka yang ditebar ke pasar dua hari lalu adalah persetujuan dewan gubernur IMF bahwa mereka sudah setuju untuk melepas 403.3 ton atau sekitar 12% dari cadangan emas yang dimilikinya.

Lantas para pemain pasar berhitung, pada tingkat harga sekarang sekitar US$ 875/troy oz; penjualan emas IMF tersebut akan bernilai sekitar US$ 11.33 milyar – suatu angka yang tentu bisa cukup serius mempengaruhi pasar.

Yang kita perlu cermati adalah bahwa inilah realita pasar; isunya cuma satu – yaitu rencana penjualan 403.3 emas IMF – tetapi verkali-kali bisa dipakai untuk mempengaruhi harga emas dunia. Dugaan saya kalau tidak kepepet mereka tentu tidak perlu benar-benar menjual emasnya – cukup isunya saja yang dipermainkan.

Kali ini kita berharap mereka benar-benar menjualnya, agar sedikit-demi sedikit kemampuan mereka mengendalikan pasar berkurang sampai habis sama sekali akhirnya. Hal ini mungkin terjadi karena saat ini IMF lagi kesulitan likwiditas. Untuk tahun ini sampai akhir bulan April 2008 saja mereka sudah mengalami shortfall mendekati US$ 140 juta.

Bagi umat Islam yang mampu, hari-hari ini kalau melihat harga emas turun antara lain karena IMF melepas cadangannya – baik untuk kita beli karena dengan demikian sedikit-demi sedikit kendali ekonomi ini akan berpindah – dan tentu kita ingin perpindahan kekuatan ini ke kita; bukan ke negeri China atau India seperti yang selama ini terjadi.

Karena harga minyak mentah dunia lagi tinggi-tingginya (US$ 122.11/barrel) pada saat artikel ini saya tulis, tidak tertutup kemungkinan bahwa harga emas yang rendah sekarang lebih merupakan permainan ketimbang realita. Bagi yang tertarik mendalami teori konspirasi harga emas ini - silahkan baca langsung di blognya Gold Anti Trust Action Committee (GATA) . Banyak artikel menarik disana.

Labels: , , ,

Tuesday, May 6, 2008

Harga Minyak Yang Terus Naik...

Minggu lalu saya menulis tentang kenaikan harga minyak yang mengkhawatirkan . Dalam tulisan tersebut saya perkirakan bahwa bahan bakar baru akan dinaikkan apabila pemerintah benar-benar tidak mampu menahannya lagi; atau sesudah dua pemilu tahun depan – mana saja yang terjadi lebih dahulu.

Nampaknya prediksi pertama yang akan dijalankan oleh pemerintah, karena harga minyak mentah dunia tidak menunjukkan tanda-tanda untuk menurun. Malah sebaliknya, lebih banyak faktor yang muncul dan menjadi penyebab kenaikan harga minyak mentah lebih lanjut.

Kemarin harga minyak mentah di the New York Mercantile Exchange sempat menyentuh harga US$ 120/barrel. Bahkan pengamat pasar berjangka John Person, president of National Futures Advisory Service memperkerakan dalam waktu dekat (90 hari kedepan) harga minyak mentah akan mencapai angka US$ 125/barrel, kemudian naik menjadi US$ 130/barrel dan berlanjut ke angka US$ 150/barrel.

Perkiraan ini tidak aneh mengingat kenaikan year to date minyak mentah dunia dari Januari sampai sekarang telah mencapai 28%. Faktor yang juga akan ikut mendorong kenaikan harga minyak lebih cepat adalah kekawatiran pasar akan terganggunya supply.

Kejadian di Nigeria dimana Movement for the Emancipation of the Niger Delta atau MEND yang menyerang Shell Flow Station di Bayelsa dan antara lain menghacurkan 3 well heads Sabtu lalu (03/05), menjadi pemicu utama yang menimbulkan kecemasan pasar pada perdagangan Senin kemarin.

Terlepas dari perkiraan para pengamat tersebut, kita masih berharap mudah-mudahan harga minyak masih bisa turun. Mumpung pemerintah kita belum ketok palu untuk menentukan berapa kenaikan harga bahan bakar yang akan kita tanggung dalam hari –hari kedepan. Harapan ini mungkin tidak ada dasarnya yang kuat, namun mengingat daya beli kita yang rata-rata rendah saat ini - tidak ada salahnya kita berharap dan berdo'a.

Terkait dengan harga minyak ini, tentu juga harga emas/Dinar juga naik. Namun meskipun harga emas dunia ikut naik sampai US$ 871/troy oz dalam perdagangan kemarin (kenaikan sekitar US$ 20/troy oz) dari harga terendah pekan lalu; saya tetap mengajurkan agar para pengguna Dinar sepenuhnya aware akan sifat berfluktuasinya harga emas dunia ini. Grafik-grafik trend harga Dinar disamping diharapkan dapat membantu. Wallhu A’lam.

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels: ,

Monday, May 5, 2008

Berpacu Dengan Inflasi…

Pada tanggal 13 Januari 2008 lalu saya menulis tentang inflasi yang menghanguskan jerih payah kita bertahun-tahun; kali ini saya ingin mengupdate tulisan mengenai inflasi ini sesuai data terakhir.

Akhir pekan lalu Biro Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan laporan bulanannya yang lumayan lengkap dan dapat dilihat di situs mereka . Yang menarik perhatian saya adalah angka inflasi year on year yang mencapai angka 8.96% .

Apa ini artinya bagi kita ?, kalau tabungan kita atau bentuk investasi apapun yang kita lakukan tidak bisa mencapai angka 8.96% tersebut, berarti secara riil investasi kita telah menyusut nilainya.

Demikian pula bagi kita kaum pekerja, kalau penghasilan kita tidak mampu tumbuh diatas angka 8.96% tersebut maka kesejahteraan kita yang menurun karena barang dan jasa yang mampu kita beli dengan uang kita menjadi berkurang.

Bagaimana kalau situasi ini berlangsung tidak hanya tahun ini tetapi terus menerus ? inilah proses spiral pemiskinan yang karena terjadi secara bertahap – kita tidak ujug-ujug miskin – yang kita rasa hanya beban hidup yang semakin hari semakin berat.

Betapa tidak semakin berat - periode yang sama pada tahun lalu - kita ‘hanya’ mengalami angka inflasi year on year 6.29% , dengan angka inflasi tahun ini yang 8.96% maka dalam dua tahun terakhir saja barang-barang dan jasa yang kita butuhkan akan mengalami kenaikan harga rata-rata diatas 15 %.

Apakah kita yakin, bulan-bulan mendatang, tahun- tahun mendatang situasi ini akan berubah ? dari pada berspekulasi dengan waktu, akan lebih baik apabila kita bisa/mau berbuat sedini mungkin untuk mengalahkan inflasi ini – yang berarti juga mengalahkan proses pemiskinan bertahap.

Lantas apa yang dapat kita lakukan ? berikut adalah beberapa diantaranya:

1) Kalau asset Anda mayoritas berupa uang kertas di tabungan/deposito; periksa apakah selama beberapa tahun terakhir hasilnya pernah mengalahkan inflasi ? Kalau tidak berarti waktunya Anda pikirkan alternatif investasi yang lain.
2) Kalau Anda bisa berdagang atau berusaha di sector riil – ini yang ideal karena insyaallah anda akan relatif mudah mengalahkan invesatsi. Lihat tulisan saya tanggal 25 desember 2007 .
3) Kalau Anda belum terbiasa berdagang atau berusaha di sector riil, investasi di Dinar merupakan salah satu option terbaik. Pada tingkat harga yang relatif rendah sekarang saja – harga emas dunia dalam US Dollar pada saat artikel ini saya tulis masih berada 25.67% lebih tinggi dibandingkan harga emas setahun yang lalu. Harga dinar mengikuti harga emas – artinya mengalami kenaikan yang sama dengan kenaikan emas ini. Jadi diamnya Dinar Anda saja bisa mengalahkan inflasi – apalagi kalau Dinar ini juga diinvestasikan/diputar – maka hasilnya akan lebih baik lagi.
4) Butir 1, 2 dan 3 menyangkut investasi dari harta yang sudah Anda miliki, bagaimana dengan penghasilan rutin yang sekarang sedang Anda cari ?. Sekali lagi tes-nya relatif mudah – paling tidak dari sisi materi. Kalau rata-rata kenaikan penghasilan Anda dapat mengalahkan inflasi, maka insyaallah kesejahteraan Anda meningkat dari waktu ke waktu. Kalau tidak ?, Anda dapat mulai untuk merintis usaha Anda di sector riil atau perdagangan – insyaallah kesejahteraan Anda lebih terjamin disini sebagaimana hadits Ibnu Majjah " sembilan dari sepuluh pintu rizky adanya di perniagaan ."

Bumi Allah luas, rizky dariNya cukup untuk setiap makhluk sampai akhir hayatnya. Jadi inflasi-pun tidak akan mampu menyempitkan rizky kita. Wallahu A’lam.

Labels:

Saturday, May 3, 2008

Formulir Pemesanan Dinar & Proposal Kerjasama

Dalam upaya memberikan response yang lebih baik kepada klien dan calon klien atau calon mitra, mulai sekarang kami menggunakan Formulir Pemesanan Dinar dan Proposal Kerjasama seperti dibawah ini.

Diluar pemesanan Dinar dan proposal kerjasama, silahkan tetap menggunakan email langsung ke alamat yang tercantum di blog ini. InsyaAllah kami akan berusaha meresponse seluruh email, namun akan diprioritaskan komunikasi yang menggunakan formulir ini atau lewat