Gold Dinar to
ORDER FORM
 
Daftar Harga Gerai Dinar
   22 - Aug - 2008 Jam 01 : 00  
  (Rupiah/Unit)
Item Jual Beli
Dinar/Dirham
Dinar 1,143,670 1,097,923
Dirham 33,004 31,684
Emas *
24 K 265,008 254,407
22 K 242,924 228,348
20 K 220,840 203,173
18 K 198,756 178,880
   
*Diluar Biaya Cetak

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Wednesday, April 30, 2008

Makna Emas Sebagai Timbangan Yang Adil...

Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan) .Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu . Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu . (QS Ar-Rakhman 7-9)


Hari-hari ini harga emas turun significant karena US$ yang masih terus menguat (pagi ini US$ Index berada pada 72.83) dan harga minyak mulai menurun ke angka US$ 115.4/barrel. Penurunan ini juga didorong oleh spekulasi hasil pertemuan para petinggi the Fed yang akan diumumkan malam ini waktu kita.

Sebagaimana saya tulis sebelumnya bahwa fluktuasi harga emas yang terus terjadi di pasar akan terus berlangsung, tetapi yang perlu diingat adalah fungsi emas sebagai alat ukur atau timbangan yang adil dalam bermuamalah akan terus terjaga.

Seperti yang diungkapkan ulama besar Imam Ghazali (1058 M—1111 M) dalam bukunya yang legendaris Ihya Ulumuddin bahwa Allah menciptakan emas dan perak agar keduanya menjadi ‘Hakim’ yang adil dalam memberikan nilai atau harga, dengan emas dan perak pula manusia bisa memperoleh barang-barang yang dibutuhkannya.

Allah-pun memerintahkan kita untuk menegakkan timbangan/keadilan antara lain seperti dalam ayat tersebut diatas, maka tidak mungkin Allah tidak membekali kita dengan sarananya. Dan dalam hal bermuamalah sarana apalagi yang lebih Adil selain emas ?.

Dari konteks timbangan yang adil inilah batasan fluktuasi harga emas bisa kita antisipasi sampai sejauh mana naik/turunnya. Harga emas bisa naik terus atau turun terus – tetapi harga satu Dinar akan tetap setara dengan satu ekor kambing seperti yang sudah terbukti selama lebih dari 14 Abad terakhir.

Jadi naiknya harga emas tidak akan menjadikannya satu Dinar setara dengan seekor sapi atau seekor unta. Demikian pula sebaliknya turunnya harga emas seperti yang sekarang sedang terjadi, tidak akan menjadikannya satu Dinar setara dengan seekor ayam atau sebutir telur.

Hal ini sangat berbeda dengan uang kertas; ketika nilainya hancur – bisa benar-benar hancur – sehingga uang kertas bisa-bisa saja turun nilainya tinggal fisiknya yang setara kayu bakar seperti yang terjadi di Jerman tahun 1923. Wallhu A’lam bi Showab.

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels: ,

Tuesday, April 29, 2008

Alternatif Untuk Harga Minyak Yang Terus Mengkawatirkan...

Tanpa terasa, sudah sebulan ini harga minyak terus beranjak diatas US$ 100/barrel, bahkan sudah 2 minggu berada diatas US$ 110/barrel, dan seminggu berada diatas US$ 115/barrel. Terus terang saya belum melihat tanda-tanda penurunannya sampai saat ini.

Besuk malam kemungkinan akan ada pengumuman the Fed tentang pemotongan suku bunga, namun karena tidak banyak lagi yang bisa dipotong – kemungkinan juga dampaknya terhadap harga minyak tidak akan significant.

Bisa jadi yang terjadi malah sebaliknya, sudah seminggu ini US$ menguat; pada saat tulisan ini saya buat US$ Index berada pada angkja 72.57; bila the Fed menurunkan suku bunga – tergantung berapa basis point penurunannya – kemungkinan US Dollar akan melemah lagi dan harga minyak bis jadi akan bertambah mahal.

Apabila mengikuti statistik tahun-tahun sebelumnya emas mungkin masih akan turun sampai Mei atau bahkan June, sebelum diharapkan naik lagi semester kedua tahun 2008 ini.

Elemen yang juga sangat penting dari membangun ketahan ekonomi (yukhsinun) untuk masa depan kita dan anak-anak agar menjeadi generasi yang kuat; adalah mempersiapkan kelangsungan hidup generasi yang akan datang.

Salah satunya yang sangat mendasar adalah masalah energi ini; kalau sekarang saja bahan baku untuk minyak sudah diatas US$ 1 per liternya (pagi ini harga US$ 118/barrel ; sedangkan 1 barrel = 117.347765 liters), maka pada generasi anak kita atau cucu kita akan berada pada angka berapa harga minyak ini ?. Itupun kalau minyaknya masih ada, bagaimana kalau minyak benar-benar habis ?.

Paling tidak sampai tahun depan, kita di Indonesia mungkin belum perlu terlalu kawatir dengan harga bahan bakar kita. Karena tahun depan akan ada dua pemilu – yaitu Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden – maka siapapun yang berkuasa saat ini, akan ekstra hati-hati dalam menaikkan bahan bakar.

Disisi lain berbagai kekuatan di DPR akan beradu pamor dalam ‘memperjuangkan’ agar harga bahan bakar tidak naik. Apapun niat perjuangan mereka, rakyat mendapatkan manfaatnya dengan diurungkannnya kenaikan harga bahan bakar.

Bahan bakar baru akan dinaikkan apabila pemerintah benar-benar tidak mampu menahannya lagi; atau sesudah dua pemilu tahun depan – mana saja yang terjadi lebih dahulu.

Dari sudut pandang rakyat seperti kebanyakan kita, sebenarnya bukan solusi sementara naik atau tidaknya harga minyak yang kita butuhkan. Kita lebih butuh solusi yang lebih mendasar yang tidak hanya mengatasi masalah sesaat tetapi juga membangun kekuatan untuk masa depan. Untuk anak kita, cucu kita dan generasi penerus kita – kehidupan seperti apa yang kita siapkan untuk mereka...? .

Untuk yang terakhir inipun kita tidak bisa hanya berharap pada pemerintah atau penguasa – sipapaun mereka sekarang dan para pemenang pemilu tahun depan - sulit bagi kita untuk hanya berharap pada pada mereka; sebagai rakyat kita perlu berperan proaktif menyiapkan generasi yang akan datang.

Seperti yang pernah saya ungkapkan sebelumnya, ada projek energi kecil-kecilan yang kita harapkan besar dampaknya yaitu proyek tenaga surya dan tenaga bayu (angin); insyaallah projek ini akan segera jalan.

Selain proyek lifestyle seperti tenaga surya untuk perumahan dan kendaraan eksperimental, produk pertama yang akan kita luncurkan untuk rakyat banyak insyaallah adalah kompor tenaga surya ; agar bangsa ini tidak hanya bisa mengantri minyak atau memperdebatkan peralihannya ke gas; bangsa ini harus bisa memanfaatkan energi matahari yang melimpah di halaman kita – di negeri yang memiliki khatulistiwa ini. Wallahu A’lam.

Labels: ,

Friday, April 25, 2008

Fitrah Naik Turunnya Harga Emas Dunia, dan Dinar Tentunya...

Kemarin saya mendapatkan pertanyaan dari salah satu pengunjung Blog ini mengapa harga emas terus turun...?., memang tidak ada jawaban yang pasti untuk ini, karena dalam dunia perdagangan komoditi seperti emas ini, semua faktor bisa mempengaruhi minat orang untuk membeli emas.

Diantara faktor-faktor tersebut tentu saja yang paling berpengaruh adalah kekuatan alat tukar yang dipakai untuk membeli emas tersebut. Karena sampai sekarang harga emas dunia masih didominasi dengan alat tukar US$, maka naik turunnya US$ berpengaruh langsung terhadap harga emas dunia.

Sebagai contoh yang terjadi di pasar kemarin, US$ Index melejit 1.2% mencapai 72.65 maka emas bisa turun lebih besar dari persentase kenaikan US$ Index ini, dalam kaitan ini harga emas dunia kemarin turun sekitar 2 %.

Mengapa penurunan emas bisa lebih besar dari kenaikan US$ Index ? Karena di setiap kenaikan US$ Index tersebut juga diikuti oleh berbagai persepsi ataupun spekulasi pasar yang bisa mendorong perpindahan dari investasi emas ke bentuk investasi lain yang lebih beresiko namun berpeluang memberikan hasil yang lebih baik.

Karena fluktuasi harga emas ini akan terus berlanjut, maka bagi yang berinvestasi Emas/Dinar dengan tujuan mengambil untung - tidak salah – tetapi sebaiknya memahami fitrah harga dalam perdagangan yang tergantung dari supply & demand ini.

Itulah sebabnya maka di blog ini saya sajikan trend harga dalam bulanan, dua bulanan, setahun, sepuluh tahun dan bahkan sampai 40 tahun. Semua yang terjadi dalam pola trend tersebut dalam jangka pendek maupun jangka panjang – mungkin-mungkin saja terulang di masa yang akan datang.

Sebagai contoh kalau trend setahun terakhir yang terjadi, maka penurun harga emas yang sekarang bisa saja berlanjut sampai bulan depan (Mei), sebelum akhirnya naik kembali selama enam bulan berikutnya – lihat trend sepanjang 2007 kemarin seperti grafik disamping.

Intinya harga emas tidak selamanya naik, dalam jangka pendek bisa naik turun – meskipun dalam jangka panjang trendnya akan cenderung terus naik seperti yang ditunjukkan dalam sejarah 40 tahun terakhir.... Wallahu A’lam.

Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels: ,

Thursday, April 24, 2008

IHSG/Dinar Ratio dan Dinar Index...

Tiga hari lalu saya menulis tentang Dow/Gold Ratio (DGR) yang menggambarkan perbandingan harga saham di Dow Jones dengan harga emas.

Agar lebih dekat dengan yang kita hadapi sehari-hari, pada tulisan ini saya perkenalkan rasio sejenis tetapi tidak menggunakan Indek Dow Jones dibandingkan dengan harga emas dalam US Dollar , melainkan menggunakan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) dari Indonesia Stock Exchange (IDX) dibandingkan dengan Harga Dinar dalam Rupiah. Untuk memudahkannya rasio baru ini sebut saja IHSG/Dinar Ratio.

IHSG/DINAR RATIOKarena IHSG dalam angka ribuan sedangkan harga Dinar dalam angka Jutaan Rupiah , maka IHSG/Dinar Ratio disajikan dalam angka per mill sehingga dapat lebih mudah dilihat seperti pada grafik disamping.

Makna dari grafik disamping adalah dibandingkan dengan posisi 6 bulan lalu (Oktober 2007) ketika IHSG mencapai puncaknya, posisi IHSG sekarang ini - dalam ukuran Dinar - telah mengalami penurunan nilai 25%. Dibandingkan IHSG 12 bulan lalu, IHSG sekarang mengalami penurunan sekitar 12% - bila dibandingkan dengan nilai Dinar.

Dinar IndexUntuk mempermudah lagi dalam memahami perbandingan kinerja investasi emas ini dibandingkan dengan investasi saham; maka IHSG/Dinar Ratio – kita balik rumusnya menjadi DINAR/IHSG Ratio atau sebut saja Dinar Index. Apabila hal ini kita lakukan maka grafik akan menjadi seperti disamping. Harga Dinar saat ini 32% lebih tinggi dibandingkan dengan harga saham yang terwakili di IHSG selama 6 buan terakhir. Posisi ini juga masih 14 % lebih tinggi dibandingkan dengan posisi 1 tahun lalu.

Jadi meskipun Emas atau Dinar saat ini berada pada harga yang rendah, dibandingkan kinerja investasi saham dalam enam bulan ataupun setahun terakhir – Dinar masih jauh lebih unggul. Hal ini juga senada dengan posisi globalnya seperti yang tercermin dalam Dow/Gold Ratio tersebut diatas.

Labels: , ,

Wednesday, April 23, 2008

Hyperinflationary Depression...

Kemarin saya menulis tentang kemungkinan resesi di depan mata. Ternyata tanpa janjian – salah satu komentator di Kitco, Howard Ruff, pada waktu yang kurang lebih bersamaan menulis analisa yang senada dengan menggunakan data-data dan argumen yang berbeda.

Howard Ruff menggunakan data-data dari news letter “Shadow Government Statistic” atau SGS – nya John Williams. yang terakhir ini adalah seorang konsultan dan akademisi yang klien-kliennya adalah bank-bank dan perusahaan besar dunia. Shadow Goverment Statistic merupakan kajian kritis atas data-data yang disajikan pemerintah, yang kemudian dibuat analisa historisnya.

Tulisan Howard Ruff yang diberi judul Hyperinflation Deppression dapat Anda baca langsung dari sumbernya. Namun kalau nggak sempat baca, inti isinya adalah sebagai berikut :

• Dengan inflasi yang cenderung sangat tinggi sekarang (harga minyak pagi ini sudah diata US$ 18 /barrel), maka ada dua kemungkinan skenario yang akan terjadi.
• Skenario pertama adalah pemerintah bisa mengendalikan inflasi (seperti yang dilakukan Ronald Reagen awal tahun 1980-an)
• Skenario kedua pemerintah gagal mengendalikannya, sehingga akan terjadi hyperinflation
• Berdasarkan data-data yang di olah SGS tersebut, penulis – Howard Ruff berpendapat bahwa skenario yang kedua-lah yang lebih besar kemungkinannya untuk terjadi.
• Apabila skenario kedua yang terjadi, maka uang kertas manapun tidak akan bernilai lagi.
• Karena uang kertas tidak bernilai lagi, maka barter system akan kembali berlaku di masyarakat.
• Tentu saja emas dan perak akan menjadi alat tukar yang paling efektif untuk barang-barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.

Saya sangat menganjurkan pembaca blog ini juga membaca tulisan Howard Ruff yang lengkap melalui link yang saya berikan tersebut diatas, karena akan bagus untuk menambah wawasan kita tentang masa depan uang dan perekonomian dunia.

Selain tentu saja menambahkan kesiapan kita dalam memberikan alternatif masa depan yang lebih baik berdasarkan ajaran Islam yang kita yakini kebenarannya. Wallahu A’alm.

Labels: , ,

Tuesday, April 22, 2008

Resesi Mungkin Di Depan Mata....

Tanggal 28/2 lalu saya menulis tentang stagflation yaitu kombinasi antara stagnation dan inflation. Hari hari ini kondisi ini nampaknya semakin terasa kebenarannya.

Betapa tidak, minggu ini memasuki minggu ketiga dimana harga minyak marathon naik. Pagi ini harga minyak masih bertengger pada angka US$ 116.64/barrel. Kemarin bahkan sempat diatas harga US$ 117/barrel. Karena 1 barrel = 117.347765 liter, maka praktis 1 liter minyak mentah sudah mendekati U$ 1 – atau mendekati Rp 9200/liter. Sekali lagi pertanyaannya adalah kalau bahan mentahnya saja seperti ini, lantas mau dihargai berapa bahan bakar yang kita butuhkan sehari-hari ?.

Tidak berhenti disini, naiknya harga bahan bakar juga melambungkan biaya produksi dan distribusi bahan pokok yang kita butuhkan, artinya biaya hidup yang kita harus pikul akan tambah berat.

Disisi lain pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan sulit diharapkan pada situasi seperti ini karena investor akan cenderung mengurungkan investasinya – karena kalau segala sesuatunya menjadi lebih mahal – maka akan banyak feasibility investasi yang akan memerlukan kajian ulang.

Jadi bahasa sederhananya mencari uang menjadi sangat sulit dan setelah kita peroleh uang tersebut nilainya (daya belinya) sangat rendah.

Jumlah uang yang ada di perbankan dan bank sentral bisa jadi sangat banyak, demikian pula uang dalam arti luas M1, M2, dan M3 – seperti yang saya jelaskan pada tanggal 09/04/08 lalu. Namun karena uang ini tidak berputar, maka uang tidak menjadi manfaat malah menjadi beban – karena harga-harga menjadi tinggi.

Long Term M3 in US and the RecessionsIngat persamaan pertukaran M x V = P x Q (antara lain saya jelaskan dalam dalam tulisan tanggal 04/03/08 ) , kalau M tinggi , V dan Q stabil maka P yang akan naik mengikuti M. Tingginya M ini lah yang sekarang menggejala secara luas.

Dalam sejarah perekonomian dunia, tingginya M selalu menjadi awal dari terjadinya resesi. lihat grafik disamping yang menunjukkan data M3 di Amerika dan tingkat pertumbuhannya. Lihat pula tanda di sumbu x yang mewakili angka tahun, tanda merah untuk sumbu x adalah tahun-tahun dimana resesi terjadi.

Broad Money SupplyMungkin Anda berpendapat bahwa toh data tersebut di Amerika tidak akan mempengaruhi kita ?, tidak juga, karena data M3 ini secara global juga mirip dengan data yang ada di Amerika tersebut. Lihat grafik disamping.

Artinya kalau terjadi resesi di Amerika, maka sangat besar kemungkinannnya belahan dunia yang lain termasuk kita yang di Indonesia akan terkena dampaknya.

Bukan bermaksud pesimis atau menakut-nakuti karena sebagai muslim kita harus selalu optimis (lihat tulisan saya tanggal 17/04/08 lalu), tetapi memahami situasi yang mungkin akan terjadi ini juga dicontohkan dalam Al-Qur’an agar kita bisa melakukan langkah-langkah antisipasinya - dan membangun ketahan ekonomi - Yukhsinun - sebelum masa paceklik tiba. Wallhu A’lam.

Labels: , , , ,

Monday, April 21, 2008

Dow/Gold Ratio – Cara Lain Untuk Melihat Nilai Investasi Emas/Dinar Anda...

Dalam berbagai kesempatan saya sering mendapatkan pertanyaan seputar investasi di saham; penjelasan saya mungkin subjektif tetapi memang saya secara pribadi menghentikan investasi di Saham sejak 10 tahun yang lalu ketika terjadi krisis moneter di Indonesia.

Investasi di saham – masih terlalu sulit bagi kita-kita yang awam di bidang per-sahaman. Belakangan memang ada cara lain yang lebih mudah yaitu menggunakan reksa dana, Tahun lalu saya-pun hampir tergiur juga tetapi tidak saya teruskan karena tidak terlalu mudah untuk memilih reksadana yang mana.

Dari belasan reksa dana yang saya review tahun lalu saya hanya menemukan satu reksa dana yang kinerjanya melebihi appresiasi emas terhadap Rupiah dalam lima tahun terakhir.

Ada cara lain yang lebih baku dalam membandingkan kinerja saham dengan emas, cara ini sudah sangat luas diketahui dan dipakai di dunia yaitu menggunakan apa yang disebut Dow/Gold Ratio sebut saja DGR untuk mudahnya. DGR membandingkan harga saham-saham di Dow dengan harga Emas, atau dengan cara lain menghitung berapa ounces emas dibutuhkan untuk membeli satu saham-saham Dow. DGR diperkenalkan karena memang diakui secara luas bahwa sebenarnya emas-lah satu-satunya timbangan (uang) yang tidak bias sepanjang sejarah peradaban manusia.

Sebagai contoh apabila Dow pada angka 10,000 dan emas US$ 500/troy oz maka DGR = 20. Pagi ini Dow berada pada kisaran angka 12850 dan emas berada pada US$ 920/troy oz. Jadi DGR=13.96, lebih rendah ketimbang angka GDR diawal terjadinya Great Deppression 1929 (DGR saat itu 18.4) dan the 1966 Financial Crisis (GDR saat itu =27.9).

Grafik disamping menunjukkan trend penurunan DGR terus menerus sejak tahun 2001; artinya apa ? artinya dengan jumlah emas yang sama kita bisa membeli jumlah saham yang semakin banyak – atau sebaliknya, dengan jumlah saham yang sama apabila ditukar dengan emas akan mendapatkan jumlah emas yang semakin sedikit.

Makna kedua adalah, apabila kita percayai bahwa emaslah yang nilainya stabil (sebenarnya diakui atau tidak pelaku ekonomi dunia mengakui keadilan timbangan emas ini – kalau tidak mengapa mereka repot-repot memperkenalkan DGR) , maka kita tahu bahwa untuk rata-rata pasar , apabila Anda memiliki saham, portfolio saham Anda saat ini nilai sebenarnya mungkin jauh lebih rendah dari yang Anda duga.

Dow/Gold Ratio memang bukan untuk mengukur saham yang ada di Indondonesia Stock Exchange (IDX), tetapi kita tahu bahwa IHSH di IDX-pun sangat dipengaruhi oleh gerakan pasar saham Global. Jadi seandainya DGR kita buat pula untuk saham-saham yang ada di IDX, maka hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan yang terjadi di pasar lain di Dunia.
Dengan mengatakan ini, tidak berarti juga bahwa seluruh investasi di bursa saham akan memberikan hasil yang lebih buruk daripada emas, mungkin-mungkin saja Anda beruntung memilih saham atau reksa dana yang sangat baik sehingga bisa mengungguli emas. Tetapi untuk ini, Anda perlu memiliki proefsionlisme da pengalaman yang sangat baik atau Anda sangat beruntung.

Sedangkan investasi emas, nenek-nenek kitapun melakukannya dengan aman sejak zaman baheula , kita yang hidup di zaman sekarang tentu akan dengan mudah bisa mengikutinya dengan baik dan dengan cara yang sangat modern – karena informasi harga emas bisa kita peroleh kapan saja dimana saja for free – seperti yang kita sajikan di blog ini. Wallahu A’lam.


Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels: , , ,

Friday, April 18, 2008

Harga Minyak Semakin Tidak Terjangkau, So What...?

Kalau Anda sempat perhatikan dashboard harga minyak mentah di sidebar blog ini , coba Anda arahkan cursor Anda ke tulisan 1M agar grafik menunjukkan trend harga minyak 1 bulan, maka Anda akan lihat pada pagi ini (18/04/08) separuh dari grafik yang kanan menunjukkan angka yang menanjak terus menerus.

Ini menunjukkan bahwa harga minyak yang terus naik selama dua pekan terakhir yang sampai pagi ini masih bertengger di angka US$ 115/barrel.

Sekarang coba Anda gerakkan lagi mouse sehingga cursor menunjuk ke tulisa 1Y, maka Anda akan lihat grafik harga minyak 1 tahun yang dimulai tanggal 17/04/07 (iya, tanggal 17 karena ketika tulisan ini saya buat waktu New York masih tanggal 17 – waktu Anda membaca tulisan ini tentu sudah berubah). Dari grafik tersebut Anda akan tahu harga minyak saat ini US$ 115/barrel, menunjukkan angka kenaikan sekitar 70% dibandingkan dengan harga minyak setahun lalu yang berkisar pada US$ 68/barrel.

Sekarang Anda coba perhatikan grafik harga Dinar disamping yang antara lain menunjukkan trend harga Dinar satu tahun terakhir. Setahun lalu harga Dinar berada pada kisaran Rp 880/Dinar. Saat tulisan ini saya buat harga Dinar adalah Rp 1,209,300 atau mengalami kenaikan sekitar 37 % dalam setahun terakhir.

Berdasarkan argumen yang saya bangun dalam blog ini bahwa daya beli Dinar atau emas tetap terhadap komoditi, maka harusnya harga Dinar sekarang berada pada kisaran angka Rp 1,500,000/dinar...agar tetap cukup membeli minyak dengan hraga (dalam Dinar) yang kurang lebih sama dengan harga tahun lalu.

Mengapa kenyataannya tidak demikian ? , berikut adalah dua kemungkinannya :

1. Kemungkinan pertama harga Dinar/emas yang masih terlalu rendah. kalau ini yang terjadi maka harga Dinar akan terdorong keatas sampai dalam jangka panjangnya akan terus memiliki daya beli yang stabil terhadap minyak mentah.

2. Kemungkinan kedua harga minyak yang sudah terlalu tinggi. kalau ini yang terjadi maka harga minyak dapat diharapkan turun dalam waktu yang tidak terlalu lama. Hal ini mungkin-mungkin saja dalam jangka pendek tetapi rasanya tidak mungkin diharapkan dalam jangka panjang.

Saya sendiri berpendapat kombinasi keduanya yang akan terjadi; yaitu harga Dinar akan terus terdorong keatas dalam jangka panjang, harga minyak juga demikian (meskipun dalam jangka pendek bisa saja turun dahulu sebentar/sedikit). Harga minyak sangat mungkin akan naik lebih cepat dari emas dan akhirnya nanti bahkan dibeli dengan emas/Dinar-pun menjadi sangat mahal atau tidak ekonomis lagi.

Lho kok demikian ? berarti teori daya beli Dinar akan tetap sepanjang zaman batal - karena Dinar-pun tidak cukup untuk membeli minyak akhirnya ?

Tidak demikian juga. Daya beli Dinar tetap untuk kebutuhan pokok manusia. Kebutuhan pokok manusia ini tidak terbatas pada jenis atau barang tertentu.

Untuk energy misalnya kita tidak harus menggunakan minyak terus sepanjang zaman. Bahkan minyak yang kita gunakan sekarang ini, baru secara luas dipakai dalam skala besar sejak
Edwin Drake melakukan pengeboran pertamanya di Western Pennsylvania tahun 1859. Negara-negara Arab yang menjadi super kaya karena minyak seperti sekarang, bahkan baru mulai menggali minyaknya selepas Perang Dunia ke 2.

Jadi minyak belum lama, dan kemungkinan besar juga tidak akan bertahan lama.

Tetapi rizky Allah dibidang energy-pun tidak akan pernah habis sampai akhir zaman. Apabila minyak tidak lagi terjangkau, lebih cepat lebih baik kita mulai pikirkan energy alternatifnya. Insyaallah ‘uang’ Dinar kita akan selalu cukup untuk membeli energy yang kita butuhkan – meskipun ini tidak berarti harus selalu minyak. Wallahu A’lam.

Labels: ,

Thursday, April 17, 2008

Optimisme Yang Tetap Harus Dimiliki Oleh Umat Ini....

Hari ini adalah hari istimewa bagi saya pribadi. Setelah dua puluh satu tahun menempuh karir di perbagai perusahaan (milik orang lain), dalam RUPS salah satu Perusahaan Public di Indonesia Stock Exchange – inyaallah pengunduran diri saya dari posisi Direktur Utama akan disetujui para pemegang saham hari ini

Insyaallah tercapailah cita-cita saya untuk ’pensiun’ lebih awal pada usia 45 tahun. Ini sebenarnya 5 tahun terlambat dibandingkan cita-cita saya ketika mulai bekerja, saat itu saya mencita-citakan untuk ’pensiun’ pada usia 40 tahun.

Alhamdulillah saya sangat gembira menyambut ’pensiun’ ini, karena saya bisa melepaskan diri dari tugas-tugas yang mikro – membangun kemakmuran diri dan perusahaan – menjadi mengambil bagian (sebagi salah satu batu bata) dalam membangun kemakmuran umat secara luas.

Secara pribadi saya sangat optimis bahwa umat ini akan berkuasa dan membawa kemakmuran di muka bumi sekali lagi sebelum kiamat datang, dasar optimisme saya adalah ayat berikut :

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS 24:55)

Kemudian juga Hadits Rasulullah SAW yang sungguh menjanjikan akan datangnya zaman kemakmuran Islam kembali, dalam bentuk sistem kekhalifahan yang mengikuti manhaj Nabi sebagai berikut :

Diriwatkan oleh Imam Ahmad dan lain sebagainya, dari Hudzaifah, Rasulullah SAW bersabda, ”Kenabian ada pada kalian, dan jika Allah berkehendak, Dia akan mengangkatnya. Setelah itu, kekhalifahan yang meneladani manhaj Nabi. Maka, hal itu akan terjadi atas kehendak Allah. Kemudian jika Allah berkehendak, Dia akan mengangkatnya. Setelah itu, raja yang zhalim. Maka, hal itu akan terjadi atas kehendak Allah. Kemudian, jika Allah berkehendak, Dia akan mengangkatnya. Setelah itu, raja yang diktator(paksaan dan kekuasaannya terhadap makhluk Allah lebih dasyat dari seorang raja yang zhalim). Maka, hal itu akan terjadi atas kehendak Allah. Kemudian jika Allah berkehendak, Dia akan mengangkatnya. Setelah itu, kekhalifahan yang meneladani manhaj nabi” Setelah bersabda demikian Rasulullah Diam. HR. Ahmad.

Sebagian orang berpendapat bahwa kekhalifahan yang meneladani manhaj Nabi yang disebut di hadits tersebut adalah kekhalifahan yang terjadi pada zaman Umar bin Abdul Aziz, namun menurut Syaikh Al-Qaradhawi, Umar bin Abdul Aziz datang setelah penguasa yang zhalim, bukan setelah penguasa yang diktator, baik dalam hukum militer, maupun hukum yang tidak mengindahkan hak dan kebebasan umat manusia, hukum yang justru menodai kehormatan manusia.

Jadi kita masih dalam zaman yang belum datang kepada kita zaman kekhalifahan yang meneladani manhaj Nabi tersebut. Zaman tersebut masih akan datang, dan apabila zaman tersebut datang – wallahu a’lam kita tidak tahu kapan – apa yang akan terjadi ?, ikut berperankah kita dalam mewujudkannya ?.

Lantas dimana peran kita ketika kekhalifahan yang meneladani manhaj nabi tersebut terwujud ?. Sementara untuk urusan politik dan lain sebagainya ada batu bata lain yang berusaha mempersiapkannya, berikut bayangan saya apa yang bisa kita lakukan sekarang untuk mempersiapkan kekhalifahan yang menteladani manhaj nabi tersebut dari sisi batu bata ekonomi :

1. Permodalannya adalah Qirad : Saat itu ekonomi tidak lagi didominasi Riba , maka solusi-solusi pembiayaan bebas Riba seperti Qirad yang kita perkenalkan insyaallah akan menjadi batu bata dalam pembiayaan dan pembangunan ekonomi yang adil.
2. Uangnya adalah Dinar dan Dirham : Karena hanya uang Dinar dan dirham inilah yang bisa adil dahulu, sekarang dan yang akan datang.
3. Pasarnya Adalah Untuk Semua Orang: Akses pasar harus bisa dimiliki oleh semua orang agar kemakmuran merata.
4. Musibahnya Dihadapi Dengan Taawun : Semua musibah di masyarakat dalam menghadapi musibah penyakit, bencana alam dlsb. diatasi bersama oleh umat seluruh dunia dengan model Taawun.
5. Energynya Tersedia Untuk Seluruh Umat dengan Murah : Tidak ada lagi monopoly energy, Allah menyediakan sumber energy yang melimpah dan cukup untuk semua makhluk antara lain energy matahari dan angin.
6. Makanannya Adalah Yang Baik-Baik : Makanan yang merusak dan menghancurkan kesehatan umat akan ditinggalkan, makanan yang asli dari Alam – Makanan organic salah satunya akan menjadi harapan.
7. Pengobatannya Mengikuti Pengobatan Nabi : Pengobatan yang dicontohkan Nabi seperti Madu, Habatus Sauda dan Bekam akan menjadi solusi pengobatan murah bagi semua orang; Menggantikan pengobatan pabrik yang mencekik leher umat saat ini.
8. Sarana Public Dibangun Dari Wakaf : Tidak ada lagi jalan yang kita lalui harus dengan membayar, pasar yang hanya terjangkau oleh orang yang sudah kaya dslb.
9. Intelectual Property Menjadi Amal Yang Berkelanjutan: tidak ada Ilmu yang lebih baik dari Ilmu yang bermanfaat, orang-orang berilmu tidak akan menggunakan ilmunya untuk membangun kemakmurannya sendiri – melainkan untuk diambil manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
10. Umat Yang Satu menjadi Kekuatan Ekonomi Yang Sangat Besar : Saat ini saja ada +/-1.5 milyar penduiduk Muslim dunia, entah berapa milyar penduduk muslim akan ada saat kekalifahan manhaj nabi terbentuk. Kekuatan ekonomi yang dasyat akan timbul apabila umat ini berhasil disatukan – dan hanya pada zaman kekhalifahan-lah hal ini bisa terjadi.
11. dlsb...dlsb...dlsb.

Banyak lagi deretan panjang – batu bata- batu bata yang bisa kita perankan dalam membangun bangunan Islam yang Indah dan Utuh; tinggal kitanya sendiri – pilih batu bata mana yang paling baik bisa kita perankan. Wallahu A’lam.

Labels: , , , , , ,

Wednesday, April 16, 2008

Harga Minyak Melambung Tinggi, Lantas Apa Yang Kita Lakukan...?

Kemarin pasar minyak dunia dikejutkan dengan melambungnya harga minyak mentah atau crude-oli yang mencapai US$ 113.93 per barrel. Kita tahu 1 barrel sama dengan 117.347765 liter, artinya harga minyak mentah dunia sudah mencapai US$ 0.93 /liter atau Rp 8,932 /liter.

Mudah-mudahan harga minyak yang selangit ini tidak bertahan lama, karena bisa dibayangkan berapa kita harus beli bensin/liternya kalau bahan bakunya saja sudah mencapai Rp 8,932/liter. ?

Untuk sementara kita bisa berharap bahwa harga ini mudah-mudahan turun, nggak kebayang dampaknya apabila harga ini bertahan atau bahkan naik lagi. Mudah-mudahan pemimpin-pemimpin dunia yang menguasai harga minyak mengambil keputusan yang masih berpihak pada kebanyakan umat, bukan berpihak pada segelintir pihak yang diuntungkan dengan naiknya harga minyak ini.

Dalam jangka panjang, kita tidak bisa berharap banyak pada turunnya harga minyak. Cepat atau lambat minyak akan segera habis, otomatis harganya akan cenderung mahal. Anak- anak apalagi cucu kita jelas tidak bisa berharap pada ketersediaan minyak bumi – apalagi dengan harga yang murah.

Tetapi Allah Maha Kaya, Allah menjamin kecukupan kebutuhan kita (rizky kita) sampai akhir hayat kita. Bahkan saya pernah baca tetapi lupa di mana – malaikat yang paling dahulu tahu kapan kita akan meninggal bukanlah malaikat maut, tetapi malaiikat pembagi rizky. Karena urutan perintah Allah adalah pertama ke malaikat pembagi riszky dahulu untuk menghentikan rizky kita, baru kedua setelah itu malaikat maut diperintahkan untuk mencabut nyawa kita.

Hikmahnya adalah kita tidak pernah perlu kawatir tentang rizky ini, selama kita hidup pasti diberi rizky.

Nah kembali dalam hal energy ini, minyak memang akan habis – tetapi energy kan bukan hanyak minyak. Ada angin yang saya tulis panjang lebar pada tulisan tanggal 13/03/08 . Ada matahari, ada bio gas, ada panas bumi, ada gelombak laut...dst.

Masalahnya adalah kita membutuhkan pemimpin yang bisa mengarahkan kita semua untuk kemana energy pengganti ini akan kiita cari. Kita butuh pemimpin yang mempunyai visi tentang ke-energi-an ini . Tanpa visi ini, kita setiap saat hanya akan dikejutkan oleh kenaikan-demi kenaikan harga minyak.

Namun kita juga tidak bisa hanya berharap pada pemimpin – yang belum tentu ada ini. Kita harus mulai juga bertindak yang kita bisa.

Dalam konteks ini ada dua projek ke-energi-an yang saya terlibat didalamnya; yaitu projek solarus (Insyaallah nantinya ada di http:// s.olar.us) untuk energy matahari, dan winlab (Insyaallah akan ada di http:// www.windlaboratory.com) untuk pengembangan energy angin. Barangkali ada pembaca yang kebetulan bergerak atau memiliki minat dibidang ini dapat juga bergabung. Atau minimal mohon do’a para pembaca agar dua project ini berjalan lancar ---- Agar anak-anak dan cucu-cucu kita nanti Insyaallah siap dengan energy yang mereka butuhkan pada zamannya. Wallhu A’lam.

Labels: , , ,

Tuesday, April 15, 2008

Prediksi Citigroup Tentang Harga Emas...

Alhamdulillah saya bisa menulis lagi untuk blog ini setelah minggu lalu agak terganggu karena dalam perjalanan Dinas.

Waktu yang paling baik bagi saya untuk menulis adalah pagi hari, karena selain lebih fresh, juga pasar emas dunia lagi tenang. Pasar besar yang paling mempengaruhi harga emas dunia yaitu New York dan London sedang tutup. New York ditutup beberapa jam lalu, sedangkan London baru akan buka sekitar tujuh jam lagi. Pagi ini yang sudah buka beberapa jam adalah pasar Sydney dan yang pas baru buka adalah pasar Hongkong.

Karena yang pengaruhnya kuat adalah Pasar London dan New York, biasanya tulisan saya mengacu pada berita-berita pasar disana. Namun pagi ini saya ingin berbagi berita dari Sydney.

The Sydney Morning Herald (SMH) pagi ini antara lain memuat prediksi Citigroup untuk harga emas jangka panjang. Tidak jauh berbeda dengan prediksi-prediksi yang saya banyak tulis di blog ini, Citigroup juga memprediksi bahwa harga emas jangka panjang akan terus naik. Menurut prediksi tersebut tahun depan emas akan diperdagangkan pada harga rata-rata US$ 950/troy oz dan tahun berikutnya pada rata-rata harga US$ 1,000 /troy oz. Grafik terlampir diolah dari data-data yang di muat di SMH pagi ini.

Meskipun angka prediksi resminya sangat konservatif dibandingkan dengan berbagai prediksi yang sering saya ulas (antara lain tulisan saya tanggal 10/03 ), Analyst Citigroup sendiri mengakui bahwa sangat mungkin harga emas akan mencapai dua kali dari sekarang selepas tahun 2010.

Alasannya adalah, kemakmuran yang terbangun di China dan India akan mendorong kebuthan emas dunia – disamping mengalirnya dana petro dollar dari Rusia dan negara-negara Arab.

Kenaikan harga emas secara mendadak jauh diatas prediksi Citigroup juga diakui mungkin terjadi , terutama apabila ancaman resesi besar -full-blown US recession – menjadi kenyataan. Wallahu A’lam.


DIsclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels: ,

Friday, April 11, 2008

Consumer Price Index (CPI) vs. Dinar

Kali ini saya ingin melengkapi tulisan saya Januari lalu tentang biaya hidup yang semakin mahal . Harapan saya sederhana saja, yaitu kita mempunyai alternatif informasi dalam melihat fenomena yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Di media masa kita selalu mendapat data inflasi yang selalu ‘menggembirakan’ – pada umumnya ‘hanya’ single digit. Tetapi realitas yang ada, mengapa istri-istri kita di rumah dan juga pada umumnya masyarakat luas sering mengeluhkan kenaikan kebutuhan sehari-hari yang naiknya ‘nggak ketulungan’; bisa dua kali, bisa tiga kali – tergantung jenis barangnya, minyak goreng kah, terigu kah…dst.

Lantas siapa yang salah; apakah pemerintah yang berbohong tentang inflasi – ataukah pedagang di pasar yang mengambil untung berlebihan ?. Saya berprasangka baik saja bahwa pemerintah tidak berbohong dan pedagang di pasar tidak mengambil keuntungan yang berlebihan – sebab kalau mereka lakukan toh barang dagangannya tidak laku sendiri.

Lantas apanya yang salah ? Yang salah ada dua yaitu objek yang diukur nilainya dan alat ukurnya sendiri.

Nah agar tidak ada yang tersinggung disini, saya gunakan statistik di Amerika Serikat untuk dua alasan. Pertama karena statistik mereka relatf lebih komplit, kedua adalah mata uang mereka masih dijadikan rujukan oleh berbagai Negara lain di dunia.

Untuk mengukur tingkat kenaikan harga dari barang-barang dan jasa yang kita butuhkan, para ekonom antara lain memperkenalkan konsep yang disebut Consumers Price Index (CPI). Ide dasarnya sebenarnya CPI ini untuk mengukur tingkat biaya hidup dari waktu-ke waktu.

Masalahnya mulai timbul ketika menentukan apa yang harus diukur untuk mewakili tingkat biaya hidup tersebut. Di Amerika misalnya yang diukur adalah sekelompok barang dan jasa yang terdiri dari perumahan (42.4%); pangan (15%); transportasi (17.4%); biaya kesehatan (6.2%); sandang (3.8%); rekreasi (5.6%); pendidikan dan komunikasi (6.0%) ; lain-lain (3.5%). *

Dari melihat apa yang diukur tersebut, kita dengan mudah bisa tahu bahwa ternyata yang tersaji dalam pengukuran CPI memang kemungkinan besar tidak mewakili harga barang-barang dan jasa yang menjadi keprihatinan masyarakat. Jadi objek yang diukur oleh pemerintah belum tentu wewakili kebutuhan masyarakat.

Dari sisi alat ukurnya, kita pernah belajar fisika di SMP; bahwa mengukur kecepatan suatu benda bergerak, harus dilakukan dari satu benda yang diam. Kalau kita mengukur kecepatan benda bergerak dari benda lain yang juga bergerak, maka yang kita hitung bukan kecepatan absolut, tetapi kecepatan relatif.

Dalam hal uang; benda yang diam tidak lain adalah emas dan perak sedangkan Dollar dan berbagai uang kertas lainnya adalah benda yang juga bergerak – sehingga kalau toh digunakan untuk mengukur biaya-biaya hidup, maka yang terukur juga relatif.

Sebagai contoh grafik disamping. Kenaikan CPI di Amerika Serikat rata-rata dalam 40tahun terakhir ‘hanya’ 4.7% / tahun. Tepi emas/Dinar dalam US$ mengalami kenaikan rata-rata 11% /tahun dalam periode 40 tahun yang sama. Padahal kita tahu emas/Dinar lah yang terbukti memiliki daya beli stabil sepanjang zaman – jadi mestinya emas/Dinar inilah yang lebih adil/akurat untuk menghitung harga-harga barang lainnya.


*Bagi pembaca yang tahu dimana data-data statistik ekonomi Indonesia mudah saya peroleh tolong saya dikasih tahu; saya coba situs BPS kok nggak user friendly ; situs BI jug tidak terlalu update.

Labels:

Thursday, April 10, 2008

Harga Minyak Kembali Naik & US Dollars Melemah....

Harga minyak kembali melonjak dalam perdagangan dunia kemarin, bahkan sempat mencapai angka US$ 112.21 /barrel sebelum akhirnya ditutup pada angka US$ 110.87/barrel (1 barrel = 117.347765 liter). Pemicu dari lonjakan ini adalah kabar menurunnya stock minyak dunia.

US$ Index yang berberak berlawanan dengan harga minyak dunia, kemarin melemah 0.52% menjadi 71.86. Sebaliknya harga emas dunia yang selalu bergerak sejalan dengan gerakan harga komoditi khususnya minyak, ikut melonjak dan sempat mencapai angka US$ 937.5/troy oz; sebelum akhirnya ditutup pada angka US$ 935/troy oz (1 troy oz = 31.1034768 grams).

Fluktuasi semacam ini akan terus terjadi dengan berbagai pemicu. Sehari sebelumnya misalnya harga emas turun karena IMF sedang mencari ijin untuk melepaskan sebagian cadangan emasnya sebesar 14.2 juta troy oz atau sekitar 442 ton.

Pasar emas kemarin juga sedikit banyak dipengaruhi oleh keluarnya hasil riset GFMS Consultant, ltd. yang berbasis di London yang intinya memprediksi harga emas akan mencapai US$ 1,100/troy oz akhir tahun ini atau awal tahun depan. Konsultan ini cukup didengar suaranya di pasar karena mereka pula yang selalu mensupply data ke World Gould Council atau Dewan Emas Dunia. Hasil riset GFMS Consultant, ltd. juga sejalan dengan berbagai alasan fundamental yang saya tulis dalam 4 tulisan saya minggu lalu dan awal minggu ini.

Terlepas dari berbagai penyebab fluktuasi harga emas tersebut, kita tidak perlu terlalu terpengaruh dengan gejolak sesaat demikian; yang lebih perlu kita perhatikan adalah trend jangka panjang yang disebabkan oleh alasan-alasan yang sifatnya fundamental. Lebih penting dari ini semua adalah niat kita untuk membebaskan diri dari system mata uang yang tidak adil, menuju mata uang yang adil sepanjang zaman. (Imam Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin). Wallahu A'alam.

Labels: ,

Wednesday, April 9, 2008

Sekali Lagi Tentang Kenaikan Harga Barang dan Jasa….

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah. (QS 51:49)

Dalam tulisan saya 14/01 saya menjelaskan mana kenaikan harga yang fitrah dan mana kenaikan harga karena inflasi yang dhalim.

Kali ini saya ingin sedikit memperdalam tulisan tersebut dan memberi contoh dari statistik yang ada; lagi-lagi saya gunakan statistik Amerika Serikat – karena mata uangnya yaitu US$ masih digunakan untuk mengukur kinerha ekonomi dunia.

Tulisan ini terinspirasi oleh pengalaman teman yang sekian belas tahun bekerja sebagai teknisi di Amerika Serikat. Dia memutuskan pulang ke Indonesia karena merasa biaya hidup semakin hari semakin berat disana – meskipun dia sudah bekerja ekstra keras – sampai 16 jam sehari.

Masih ingat formula persamaan pertukaran M x V = P x Q . Dimana M = jumlah uang, V= kecepatan berputar; P= Tingkat harga dan Q = Jumlah Produksi Barang dan Jasa ?; kita akan gunakan rumus ini sekarang untuk menjelaskan ‘terdhalimi’-nya pekerja di Amerika Serikat seperti yang dialami oleh teman tersebut diatas.

Saya akan berangkat dari data PxQ yang ter-ejawantah-kan dalam bentuk GDP. Grafik terlampir saya ambil dari sumber resmi pemerintah Amerika serikat yaitu dari U.S. Department of Commerce
Bureau of Economic Analysis mellalui web site-nya yang saya akses bersamaan dengan saya menulis artikel ini.

Kalau hanya melihat grafik tersebut, nampak GDP Amerika Serikat masih tumbuh. Tetapi coba lihat kalau grafik tersebut kita olah sedikit - alhamdulillah data mentahnya bisa kita akses – dengan membuat grafik pertumbuhan GDP sejak tahun 2000, kita akan mulai melihat masalahnya yaitu pertumbuhan GDP yang menurun.

Trend penurunan GDP ini makin nampak jelas bila kita buatkan trend polynomial nya (garis lurur melengkung); dan menjadi lebih buruk lagi kalau nilai US$-nya kita gunakan nilai tahun 2000.
Sampai disini Anda mungkin belum melihat, apa hubungannya dengan beban hidup yang tambah berat yang dialami kawan tersebut diatas ?.

Memang belum, karena saya baru sajikan sisi kanan dari persamaan pertukaran yaitu P x Q atau GDP.

Sekarang kita lihat persamaan sisi kirinya yaitu M x V; atau jumlah uang dan perputaran-nya. Kita tahu jumlah uang ada tiga jenis yaitu M0 untuk jumlah uang fisik ; M1 untuk M0 + demand deposit ; M2 untuk M1 + All time deposit, saving deposit dan non-institutional money-market funds. Dan yang paling luas disebut M3 yaitu M2 + semua large time deposits, institutional money-market funds, short-term repurchase agreements, dan termasuk segala bentuk larger liquid assets lainnya.

M3 inilah yang digunakan oleh para ekonom untuk memperkirakan seluruh supply uang dalam ekonomi.

Masalahnya data M3 ini sekarang tidak dipublikasikan lagi secara resmi oleh pemerintah Amerika Serikat sejak tahun 2006 ; Anda bisa mengira-ngira sendiri kenapa alasannya…(?).

Untungnya di Amerika Serikat-pun ada orang-orang cerdas yang ingin melihat segala sesuatu lebih dari sekedar apa yang nampak di permukaan atau-pun pernyataan resmi pemerintah. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh SGS (Shadow Government Statistic) . Data M3 yang tidak lagi dikeluarkan oleh pemerintah-pun, bisa kita peroleh bedasarkan data ‘perkiraan’ mereka seperti grafik disamping.

Kita tahu sejak kita belajar berhitung di SD bahwa namanya persamaan – sisi kanan kudu sama dengan sisi kiri. Implikasinya bila sisi kiri tumbuh sangat cepat (m3) ; sisi kanan juga akan mengikuti. Tetapi karena salah satu dari dua komponen di sisi kanan yaitu Q (jumlah produksi barang dan jasa) tumbuh sangat kecil dan cenderung menurun, maka untuk mengimbangi sisi kiri (khususnya M) yang tumbuh pesat – komponen lain yaitu P yang harus sangat pesat naik. P inilah harga barang-barang dan jasa.

Jadi jelas bukan bahwa harga barang dan jasa akan terus naik, dan kalu sudah naik tidak bisa turun. Pernah kah kita bayangkan harga bensin kita akan turun kembali ke Rp 4,000,- misalnya ?....

Lantas gimana kita menghindarkan diri dari kenaikan harga barang yang dholim ? – kembali ke Dinar dan Dirham-lah jawabannya. Wallahu A’lam.

Labels: , , , , , ,

Monday, April 7, 2008

Dalam Jangka Panjang Dollar Akan Terus Melemah dan Emas Akan Terus Naik…(Tulisan Terakhir dari 4 tulisan)

Sejauh ini sudah ada 9 alasan yang saya ungkap dalam tiga tulisan sebelumnya yaitu tanggal30/03; 01/04; dan 04/04 , yang seluruhnya menunjang prediksi bahwa US$ akan terus menurun.

Pada kesempatan kali ini saya ingin menggenapkan alasan-alasan tersebut dengan tiga alasan lagi, sehingga lengkaplah selusin alasan yang saya janjikan.

1) US trade balance deficit yang terus membengkak selama hampir dua dasawarsa terakhir merupakan sinyal buruk bagi perekonomian dan lapangan kerja di Amerika Serikat. Gambar disamping menunjukkan betapa dalamnya masalah defisit neraca perdagangan ini bagi Amerika Serikat.

Semakin besar defisit ini, semakin banyak Dollar harus dikeluarkan untuk membayar defisit tersebut – semakin banyak Dollar dikeluarkan semakin rendah daya belinya.

2) Pertumbuhan perusahaan-perusahaan besar Amerika yang dibanggakan banyak yang tidak didukung oleh kinerja nyata, tetapi lebih bersifat ‘financial engineering’ dan digerakkan oleh hutang. Saya ambil contoh disini adalah kejadian setahun lalu ketika berusahaan komputer besar meminjam uang dengan bunga rendah kemudian menggunakan uang tersebut untuk aksi korporasi buying back sampai 10 % sahamnya yang ada dipasar, pada hari hal ini dilakukan harga saham perusahaan tersebut dipasar naik 4%. Hal ini juga terjadi ketika perusahaan besar dibidang consumer goods melakukan hal yang sama.

Point-nya adalah, kekayaan orang/perusahaan bisa tiba-tiba bertambah bukan karena hasil kerja nyata, tetapi lebih karena hasil rekayasa keuangan. Karena hal ini dianggap lumrah dan jamak dilakukan maka kekayaan bangsa itu membesar dalam angka – tetapi esensinya keropos didalamnya; kalau sudah demikian tinggal menuggu waktu untuk mengempisnya.

3) Dan yang tidak kalah penting dalam mendorong US$ akan terus melemah terhadap emas adalah realita bahwa supply emas memang terbatas, sedangkan supply US$ Dollar boleh dibilang tidak terbatas – dapat dicetak kapan saja diperlukan. Yang terbatas tentu akan terus naik harganya, sebaliknya yang tidak terbatas akan terus turun harganya.

Dengan tulisan ini maka lengkaplah sudah 12 alasan yang saya pakai untuk menunjang prediksi saya bahwa dalam jangka panjang US$ akan terus turun dan emas akan terus naik.

Meskipun saya sndiri sangat yakin dengan prediksi ini, namun tentu saya bisa saja keliru. Untuk ini saya tidak menyatakan bertanggung jawab apabila ada kerugian yang timbul dari penggunaan analisa ini. Hanya Allah-lah yang Maha Tahu.

Labels: , ,

Sunday, April 6, 2008

Satu Lagi Bukti Kebesaran Islam dari Khasanah Keuangan...

Kemarin saya mendapatkan kiriman yang menarik dari saudara saya keluarga Muslim yang sangat taat diluar negeri, berupa dua artikel dari BBC News London dan
The Local dari Swedia.

Dua artikel tersebut memberitakan penemuan besar yang diumumkan oleh para arkeolog Swedia, yaitu berupa sejumlah besar koin perak yang bertuliskan Arab. Kumpulan koin ini diyakini ditimbun oleh bangsa Viking sekitar tahun 850-an Masehi.

Dirham Finding in SwedenMeskipun aspek ke-Islaman-nya tidak diungkap sama sekali oleh kedua pemberitaan tersebut, dari gambar disamping sangat jelas apa yang tertulis di koin-koin tersebut yaitu kalimat tauhid – La Ilaha Illa Allah.

Dari sejarah Islam kita tahu bahwa uang Dirham dicetak dengan tulisan Arab pertama kali pada tahun ke 8 dari pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab (tahun 20 H atau sekjitar tahun 640 M). Lebih setengah Abad kemudian pada zaman Khalifah Abdul Malik bin Marwan (77 H atau sekitar 694 Masehi), Dinar juga dicetak dengan teks Islam menggunakan khath Arab Kufi, dan sejak saat itulah Dinar zaman Byzantium ditinggalkan.

Bersamaan dengan diperkenalkannya uang Islam – Dinar dengan kalimat Islam; Bahasa Arab juga menjadi bahasa dunia saat itu berdampingan dengan bahasa Yunani dan Persia. Puncaknya Islam mencapai jangakuan wilayah terluasnya juga terjadi pada zaman-zaman itu, tepatnya sekitar setengah abad berikutnya.

Kalau benar bangsa Viking menimbun Dirham yang ditemukan tersebut pada pertengahan abad 9; maka kemungkinan besar Dirham tersebut berasal dari kejayaan Kekhalifaah Islam abad itu yang diawali oleh Harun al-Rasyid kemudian dilanjutkan oleh Ma'mun Ar-Rasyid dan khalifah-khalifah sesudahnya. Zaman itulah Islam antara lain mencapai zaman keemasan kembali – The Golden Age of Islam - sesudah zaman nabi dan Khalifah ur Rasyidin.

Penemuan ini sangat tepat waktunya - Allah Maha Besar dan Dia-lah sebaik-baik pembuat skenario; ditengah kekacauan system keuangan Dunia ; ditunjukkan oleh Allah bahwa (Dinar & Dirham) inilah system keuangan yang tidak rusak oleh waktu. Ditengah Islam dipojokkan dimana-mana oleh dunia barat, ditunjukkanlah ke mereka bahwa mereka perlu belajar dari Islam sebagaimana mereka lakukan lebih dari seribu tahun lalu.

Dari penemuan ini pula kita bisa belajar, bahwa kejayaan Islam itu komprehensif; tidak hanya satu aspek kehidupan – tetapi menyeluruh dari seluruh system kehidupan di masyarakat. Bangunan Islam akan terbangun tegak kembali apabila seluruh batu batanya telah siap di posisi masing-masing. Batu bata politik, sama pentingnya – tetapi tidak lebih penting - dari batu-bata ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah berkelanjutan dan lain sebagainya – dan sebaliknya.

Kita semua berkesempatan untuk menjadi batu bata terbaik untuk bangunan Islam itu - dari bidang kita masing-masing. Fastabikhul Khairat...

Labels: , , , ,

Friday, April 4, 2008

Dalam Jangka Panjang Dollar Akan Terus Melemah dan Emas Akan Terus Naik…(Tulisan ke 3 dari Insyaallah 4 tulisan)

Melanjutkan dua tulisan saya sebelumnya yang sudah membahas enam alasan, saya akan teruskan bahasan saya tentang alasan-alasan berikutnya yang akan menyebabkan penurunan terus menerus daya beli US Dollar dalam jangka panjang – yang berarti juga akan kenaikan harga emas.

Tiga alasan berikutnya tersebut adalah :

Declining US 10 Years Treasury Yield1) US Ten Years Treasury Yield sejak 1996 sampai sekarang terus menunjukkan trend yang menurun seperti yang ditunjukkan dalam grafik disamping. Yield yang semakin rendah menurunkan daya tarik Dollar dan menurunkan kemampua