Hari ini adalah hari istimewa bagi saya pribadi. Setelah dua puluh satu tahun menempuh karir di perbagai perusahaan (milik orang lain), dalam RUPS salah satu Perusahaan Public di Indonesia Stock Exchange – inyaallah pengunduran diri saya dari posisi Direktur Utama akan disetujui para pemegang saham hari ini
Insyaallah tercapailah cita-cita saya untuk ’pensiun’ lebih awal pada usia 45 tahun. Ini sebenarnya 5 tahun terlambat dibandingkan cita-cita saya ketika mulai bekerja, saat itu saya mencita-citakan untuk ’pensiun’ pada usia 40 tahun.
Alhamdulillah saya sangat gembira menyambut ’pensiun’ ini, karena saya bisa melepaskan diri dari tugas-tugas yang mikro – membangun kemakmuran diri dan perusahaan – menjadi mengambil bagian (sebagi salah satu batu bata) dalam membangun kemakmuran umat secara luas.
Secara pribadi saya sangat optimis bahwa umat ini akan berkuasa dan membawa kemakmuran di muka bumi sekali lagi sebelum kiamat datang, dasar optimisme saya adalah ayat berikut :
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS 24:55)
Kemudian juga Hadits Rasulullah SAW yang sungguh menjanjikan akan datangnya zaman kemakmuran Islam kembali, dalam bentuk sistem kekhalifahan yang mengikuti manhaj Nabi sebagai berikut :
Diriwatkan oleh Imam Ahmad dan lain sebagainya, dari Hudzaifah, Rasulullah SAW bersabda,
”Kenabian ada pada kalian, dan jika Allah berkehendak, Dia akan mengangkatnya. Setelah itu, kekhalifahan yang meneladani manhaj Nabi. Maka, hal itu akan terjadi atas kehendak Allah. Kemudian jika Allah berkehendak, Dia akan mengangkatnya. Setelah itu, raja yang zhalim. Maka, hal itu akan terjadi atas kehendak Allah. Kemudian, jika Allah berkehendak, Dia akan mengangkatnya. Setelah itu, raja yang diktator(paksaan dan kekuasaannya terhadap makhluk Allah lebih dasyat dari seorang raja yang zhalim). Maka, hal itu akan terjadi atas kehendak Allah. Kemudian jika Allah berkehendak, Dia akan mengangkatnya. Setelah itu, kekhalifahan yang meneladani manhaj nabi” Setelah bersabda demikian Rasulullah Diam. HR. Ahmad.
Sebagian orang berpendapat bahwa kekhalifahan yang meneladani manhaj Nabi yang disebut di hadits tersebut adalah kekhalifahan yang terjadi pada zaman Umar bin Abdul Aziz, namun menurut Syaikh Al-Qaradhawi, Umar bin Abdul Aziz datang setelah penguasa yang zhalim, bukan setelah penguasa yang diktator, baik dalam hukum militer, maupun hukum yang tidak mengindahkan hak dan kebebasan umat manusia, hukum yang justru menodai kehormatan manusia.
Jadi kita masih dalam zaman yang belum datang kepada kita zaman kekhalifahan yang meneladani manhaj Nabi tersebut. Zaman tersebut masih akan datang, dan apabila zaman tersebut datang – wallahu a’lam kita tidak tahu kapan – apa yang akan terjadi ?, ikut berperankah kita dalam mewujudkannya ?.
Lantas dimana peran kita ketika kekhalifahan yang meneladani manhaj nabi tersebut terwujud ?. Sementara untuk urusan politik dan lain sebagainya ada batu bata lain yang berusaha mempersiapkannya, berikut bayangan saya apa yang bisa kita lakukan sekarang untuk mempersiapkan kekhalifahan yang menteladani manhaj nabi tersebut dari sisi batu bata ekonomi :
1.
Permodalannya adalah Qirad : Saat itu ekonomi tidak lagi didominasi Riba , maka solusi-solusi pembiayaan bebas Riba seperti Qirad yang kita perkenalkan insyaallah akan menjadi batu bata dalam pembiayaan dan pembangunan ekonomi yang adil.
2.
Uangnya adalah Dinar dan Dirham : Karena hanya uang Dinar dan dirham inilah yang bisa adil dahulu, sekarang dan yang akan datang.
3.
Pasarnya Adalah Untuk Semua Orang: Akses pasar harus bisa dimiliki oleh semua orang agar kemakmuran merata.
4.
Musibahnya Dihadapi Dengan Taawun : Semua musibah di masyarakat dalam menghadapi musibah penyakit, bencana alam dlsb. diatasi bersama oleh umat seluruh dunia dengan model Taawun.
5.
Energynya Tersedia Untuk Seluruh Umat dengan Murah : Tidak ada lagi monopoly energy, Allah menyediakan sumber energy yang melimpah dan cukup untuk semua makhluk antara lain energy matahari dan angin.
6.
Makanannya Adalah Yang Baik-Baik : Makanan yang merusak dan menghancurkan kesehatan umat akan ditinggalkan, makanan yang asli dari Alam – Makanan organic salah satunya akan menjadi harapan.
7.
Pengobatannya Mengikuti Pengobatan Nabi : Pengobatan yang dicontohkan Nabi seperti Madu, Habatus Sauda dan Bekam akan menjadi solusi pengobatan murah bagi semua orang; Menggantikan pengobatan pabrik yang mencekik leher umat saat ini.
8.
Sarana Public Dibangun Dari Wakaf : Tidak ada lagi jalan yang kita lalui harus dengan membayar, pasar yang hanya terjangkau oleh orang yang sudah kaya dslb.
9.
Intelectual Property Menjadi Amal Yang Berkelanjutan: tidak ada Ilmu yang lebih baik dari Ilmu yang bermanfaat, orang-orang berilmu tidak akan menggunakan ilmunya untuk membangun kemakmurannya sendiri – melainkan untuk diambil manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
10.
Umat Yang Satu menjadi Kekuatan Ekonomi Yang Sangat Besar : Saat ini saja ada +/-1.5 milyar penduiduk Muslim dunia, entah berapa milyar penduduk muslim akan ada saat kekalifahan manhaj nabi terbentuk. Kekuatan ekonomi yang dasyat akan timbul apabila umat ini berhasil disatukan – dan hanya pada zaman kekhalifahan-lah hal ini bisa terjadi.
11. dlsb...dlsb...dlsb.
Banyak lagi deretan panjang – batu bata- batu bata yang bisa kita perankan dalam membangun bangunan Islam yang Indah dan Utuh; tinggal kitanya sendiri – pilih batu bata mana yang paling baik bisa kita perankan. Wallahu A’lam.
Labels: Bekam, Habatus Sauda, Kekhalifahan, Madu, Makanan Organic, Manhaj Nabi, Qirad