24 hours international gold price to understand gold Dinar price trend
Current Gold & Silver Price to Calculate Dinar and Dirham Price
Harga Dinar emas Sekarang - Current Gold Dinar Price ENGLISH VERSION

Dinar Islam adalah Emas 22 Karat seberat 4.25 gram.

Dirham Islam adalah Perak Murni seberat 2.975 gram.
Harga Dinar Sebulan Terakhir - Gold Dinar Price in the Last 30 days Trend harga Dinar 1 bulan terakhir.

Mengenal Dinar dan Dirham Islam

Peluang Investasi Dengan Dinar Anda
Harga Dinar Islam 2 Bulan Terakhir - The Last 60 days gold Dinar Price Qirad/Mudharabah Untuk Dinar Anda

Trend harga Dinar 2 bulan terakhir.

Dinar di Kota-Kota Besar Indonesia

Saturday, April 5, 2008

Maintenance Test

test test test

Friday, April 4, 2008

Dalam Jangka Panjang Dollar Akan Terus Melemah dan Emas Akan Terus Naik…(Tulisan ke 3 dari Insyaallah 4 tulisan)

Melanjutkan dua tulisan saya sebelumnya yang sudah membahas enam alasan, saya akan teruskan bahasan saya tentang alasan-alasan berikutnya yang akan menyebabkan penurunan terus menerus daya beli US Dollar dalam jangka panjang – yang berarti juga akan kenaikan harga emas.

Tiga alasan berikutnya tersebut adalah :

Declining US 10 Years Treasury Yield1) US Ten Years Treasury Yield sejak 1996 sampai sekarang terus menunjukkan trend yang menurun seperti yang ditunjukkan dalam grafik disamping. Yield yang semakin rendah menurunkan daya tarik Dollar dan menurunkan kemampuan the Fed untuk bermanufer dalam upaya menyelamatkan ekonomi Amerika Serikat/ Dollar.

2) Mortgage Equity Withdrawal (MEW) Syndrome , yaitu penyakit masyarakat yang mengkonsumsi equity rumahnya seperti yang saya jelaskan di alasan ke 6 yang menjangkiti masyarakat Amerika sejak awal tahun 90-an; dua tahun terakkhir mulai menurun. Namun penurunan ini bukan berarti mereka sudah sehat – tetapi karena bank-bank yang memberikan fasilitas kredit demikian mulai menghadapi masalah, disamping juga equity yang dikonsumsi mulai habis nilainya.

3) Real Estate Negative Return menjadi momok baru yang menggerogoti asset masyarakat. Berlawanan dengan asumsi masyarakat bahwa real estate adalah investasi yang baik, ternyata beberapa tahun terakhir justru sebaliknya. Setiap Dollar yang dikeluarkan masyarakat untuk membangun rumahnya, apabila dijual setelah itu nilainya tinggal separuhnya. Tentu masyarakat tidak ingin menjul dalam keadaan rugi, atau tetap menjualnya dalam harga yang tinggi – namun pembelinya yang tidak ada. Gejala ini mengakibatkan kenaikan jumlah rumah kosong yang hendak dijual tetapi tidak laku dijual.

Tiga alasan tersebut menambah panjang daftar masalah di ekonomi Amerika, yang kait mengkait sehingga tidak akan mudah diatasi. Lebih jauh lagi, ini adalah model ekonomi yang tidak harus kita contoh. Kita idak perlu mengikuti mereka masuk lubang biawak – Insyaallah kita punya solusi sendiri, yaitu system ekonomi yang lebih adil yang bebas riba . Wallahu A’lam.

Labels: ,

Wednesday, April 2, 2008

Untuk Sementara US Dollar Masih Perkasa...

Di tengah-tengah saya menyiapkan serangkaian tulisan yang menjelaskan Dollar yang akan cenderung turun terus dalam jangka panjang, dua pekan terakhir trend US$ menunjukkan arah sebaliknya yaitu menguat berarti Emas dan Dinar menurun.

Agar pembaca tidak bingung, sejenak saya akan membahas masalah trend sesaat ini.

Saya jelaskan sebelumnya bahwa trend jangka panjang dipengaruhi oleh berbagai hal yang bersifat fundamental; kajian kita menemukan setidaknya ada 12 alasan fundamental yang akan menyebabkan US$ terus menurun; 6 diantaranya sudah saya bahas pada tulisan tanggal 31/03 dan 01/04 - enam lain insyaallah menyusul dalam dua tulisan berikutnya.

Sebaliknya gejala naik turunnya Dollar sesaat bisa dipengaruhi persepsi pasar – yang penyebabnya bisa apa saja. Dalam tulisan saya 26/03 misalnya menjelaskan US$ melemah waktu itu karena dipicu oleh laporan yang dikeluarkan oleh the Conference Board sebuah Business Membership & Research Organization yang di kalangan pelaku business internasional terkenal dengan produknya the Consumer Confident Index.

Laporan-laporan dari berbagai sumber yang kadang tidak terlalu penting sekalipun cukup untuk mendongkrak atau-pun sebaliknya meruntuhkan daya beli US$; Ini pula yang terjadi semalam. Hanya karena ISM Index ( Institute for Supply Management's manufacturing index) naik dari 48.3% (Feb) menjadi 48.6% (Mar), maka pasar mempersepsikan bahwa ternyata krisis tidak seburuk yang diduga. Dari sisni-lah pamor US$ terdongkrak dan naik 1.2 % dari angka 71.749 (31/3) menjadi 72.615 (01/04) Selasa.

Dari dua laporan yang hanya selang satu minggu tetapi berdampak sangat berbeda tersebut, kita dapat pahami bahwa betapa gampang berfluktuasinya daya beli US$ sesaat. Dari sini kita juga tahu bahwa apa saja bisa mempengaruhi daya beli Dollar sesaat. Karena alasan ini pula-lah, kita anjurkan untuk tidak mengambil keputusan berdasarkan gejala sesaat tersebut.

US$ IndexTrend yang bersifat jangka panjang dan disebabkan oleh alasan-alasan yang sifatnya fundamental seperti dalam tulisan yang saya sebut diatas, dapat menjadi alasan yang lebih baik sebagai dasar pengambilan keputusan. Daya beli US$ dalam satu tahun terakhir saja sudah menunjukkan penurunan yang drastis seperti dalam Grafik US$ Index disamping – apalagi dalam jangka yang lebih panjang.

Lebih penting dari semua alasan tersebut diatas, kita mulai menggunakan Dinar bukan untuk mencari keuntungan semata – tetapi dalam rangka mencari keadilan ekonomi melalui mata uang yang adil sepanjang zaman. Wallhu A’lam.

Labels: ,

Tuesday, April 1, 2008

Dalam Jangka Panjang Dollar Akan Terus Melemah dan Emas Akan Terus Naik…(Tulisan ke 2 dari Insyaallah 4 tulisan)

Hari-hari ini Dollar masih menguat dan harga emas masih meneruskan trend menurunnya yang sudah dimulai selama dua pekan terakhir. Namun berlawanan dengan realita dua pekan terakhir tersebut, saya ingin terus melanjutkan argumentasi saya bahwa gejala penurunan harga emas ini sementara; Setelah melalui masa-masa konsolidasi – harga emas akan naik kembali, begitu seterusnya.

Dalam tulisan ini saya akan membahas tiga alasan fundamental lagi, lanjutan dari tulisan yang kemarin.

1). Ingat equation of exchange M x V = P x Q yang banyak saya tulis di blog ini, antara lain di tulisan Agar Harta Itu Jangan Hanya berputar di Golongan Yang Kaya…. P x Q atau Harga x Jumlah Barang dan Jasa yang diproduksi oleh suatu Negara akan merepresentasikan GDP Negara itu. Apabila Q realtif tetap (atau hanya tumbuh dalam beberapa persen saja), V juga relatif tetap; dan juga apabila M tumbuh besar (bahkan sangat besar),; maka P-lah yang akan naik sangat besar.

Berdasarkan data yang berasal dari Flow of Fund Accounts of the United States, Federal Reserve Jun 7, 2007; dan data GDP dari Bureau of Economic Analysis, Amerika Serikat menambahkan 5 Dollar dalam hutang untuk setiap Dollar dalam GDP. Hal ini juga nampak dari kenaikan yang sangat tinggi pada devisa negara lain dalam bentuk Dollar Amerika. Cadangan Devisa China Misalnya Naik dari US$ 200 Milyar tahun 2001 menjadi sekitar US$ 1,400 Milyar tahun 2007. Cadangan Devisa Rusia, naik dari sekitar US$ 50 Milyar tahun 2003 menjadi sekitar US$ 400 Milyar tahun 2007.

Artinya apa ?, harus sangat banyak tersedia Dollar ketimbang harga produk dan jasa yang diproduksi Amerika. Artinya harga-harga akan melambung sangat tinggi - yang berarti juga uang Dollar menjadi tidak berarti nilainya.

2) Rumah menjadi sumber bencana, inipun terjadi di Amerika dalam arti yang sesungguhnya. Betapa tidak sepanjang tahun lalu saja dan sampai sekarang krisis ekonomi yang melanda Amerika serikat dan mempengaruhi hampir seluruh belahan dunia lain dimulai antara lain dari krisis kredit perumahan disana.

Dari masalah yang tadinya bersumber di kredit perumahan tersebut, dua pekan lalu korban raksasa-nya sudah jatuh yaitu salah satu pelaku kunci di Wall Street – Bear Stearns. Kalau pemain raksasa dengan pengalaman lebih dari 85 tahun saja bisa rontok dengan krisis semacam ini. Siapa yang bisa menjamin bahwa korban-korban berikutnya tidak akan berjatuhan ?.


3) Tumbuhnya masyarakat pemakan rumah dengan berbagai nama seperti interest –only- mortgages , adjustable-rate mortgages, pick-a payment mortgages dan berbagai nama-nama indah lainnya. Hakikatnya ini semua adalah bentuk kebangkrutan baru, dimana orang sebenarnya tidak mampu untuk memiliki rumah yang didiaminya – tetapi memaksakan dirinya. bahkan banyak diantara mereka menjadikan rumahnya untuk mendanai konsumsi kebutuhan mereka sehari-hari melalui berbagai produk mortgage dengan cicilan rendah tersebut.

Dengan hanya membayar bunga pinjaman, atau cicilan yang sangat rendah dibandingkan yang seharusnya. Maka hutang mereka sebenarnya makin lama makin naik bersamaan dengan naiknya harga rumah....dan mereka semakin kehilangan ekuitasnya yang utama bagi keluarga yaitu rumah.

Dari sisi bank atau lembaga keuangan yang memberikan pinajaman demikian, untuk sesaat mungkin tidak menjadi masalah – tetapi akumulasi dari hutang yang tidak tertagih makin lama makin membengkak. Di beberapa daerah di Amerika misalnya, gagal bayar ini meningkat sampai diatas 160% tahun lalu.

Tiga fakta tersebut diatas menambah fakta-fakta lain yang sudah saya ungkapkan di tulisan I. Intinya adalah apa yang nampak di permukaan Indah – seperti yang selalu digambarkan di tontonan-tontonan yang berasal dari Amerika, sebenarnya keropos di dalamnya. Dalam kaitan dengan investasi dan keuanganpun demikian, sepintas kelihatan indah dalam bentuk kinerja bursa saham, dan daya beli Dollar yang masih baik - namun masalah-masalah besar sedang mengancam mereka . Wallahu A’lam.

Labels: , ,