Gold Dinar to
ORDER FORM
 
Daftar Harga Gerai Dinar
   22 - Aug - 2008 Jam 01 : 00  
  (Rupiah/Unit)
Item Jual Beli
Dinar/Dirham
Dinar 1,143,670 1,097,923
Dirham 33,004 31,684
Emas *
24 K 265,008 254,407
22 K 242,924 228,348
20 K 220,840 203,173
18 K 198,756 178,880
   
*Diluar Biaya Cetak

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Sunday, March 30, 2008

Dalam Jangka Panjang Dollar Akan Terus Melemah dan Emas Akan Terus Naik… (Tulisan 1 dari Insyallah 4 tulisan)

Ketika minggu lalu saya menulis persepsi yang mempengaruhi naik turunnya Dollar sesaat, saya menjanjikan akan menulis alasan yang lebih bersifat fundamental yang mempengaruhi trend daya beli Dollar terhadap emas. Perlu waktu beberapa hari untuk saya mengumpulkan referensi yang bisa diandalkan sehingga tulisan saya bisa dipertanggung jawabkan.

Alhamdulillah pencarian saya tidak sia-sia, karena setidaknya saya menemukan 12 alasan yang mendukung hipotesa saya bahwa Dollar akan jatuh - dan juga seluruh mata uang kertas lainnya yang tidak bisa dipisahkan dari system keuangan dunia yang didominasi oleh Dollar.

Berikut adalah ringkasan 3 dari 12 hal yang akan menghancurkan US Dollar dari dalam mereka sendiri. Sembilan yang lain masih perlu saya dalami dan cari supporting datanya agar saya tidak salah ngomong; pada waktunya insyaallah akan saya share 9 alasan lainnya.

1) The federal government’s fiscal exposures yaitu kewajiban/hutang langsung maupun tidak langsung pemerintah Federal Amerika terus membengkak sejak tahun 2000. Fiscal exposure ini ‘hanya’ US$ 20 trilyun tahun 2000; membengkak menjadi US$ 46 trilyun tahun 2005 ; dan membengkak lagi menjadi US$ 53 trilyun tahun 2007. Jadi kalau Anda warga negara Amerika, maka setiap diri Anda berhutang US$ 156,000 tahun 2005; dan membengkak menjadi US$ 175,000 tahun 2007 lalu. Apakah ini bukan gejala kehancuran ? Anda bisa telusuri sendiri datanya dari sumber resmi di link yang saya berikan tersebut. Anda tidak perlu ragu tentang data ini, karena sumbernya dapat dipercaya. Salah satunya malah pernyataan dari United States Government Accountability Office yaitu berupa surat dari Comptroller General of United States kepada Presiden Amerika – yang mengingatkan situasi yang tidak mengenakkan ini.

2) Apakah orang bisa menjadi tambah kaya dengan menambah hutang ?; yang ada malah sebaliknya – orang yang dari waktu kewaktu bertambah hutangnya – dia akan menuju kebangkrutan. Bagi kita umat Islam bahkan dianjurkan melalui doa yang matsur untuk berdoa pagi petang – agar dijauhkan dari lilitan hutang. Lagi-lagi di Amerika; random survey dari sekitar 3 juta konsumen Amerika, 51%-nya memiliki minimal 2 kartu kredit dan sekitar 14% memiliki lebih dari 10 kartu kredit. Dari yang memiliki 10 kartu kredit ini – mereka menggunakan lebih dari separuh masing-masing limit. Yang mengkawatirkan lagi, ternyata kartu kredit mereka bukan digunakan untuk keperluan darurat, tetapi untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Kersimpulan dari riset ini adalah dalam dua tahun terakhir warga negara Amerika lebih banyak menambah hutangnya dibandingkan waktu-waktu yang lampau.

USA Oil Production vs. Consumption3) Ketergantungan Amerika Serikat terhadap supply minyak dunia makin besar. Produksi minyak mereka menurun, Impor minyak makin hari makin membengkak tidak dibarengi dengan export secara memadai untuk membelinya. Saat ini 75% konsumsi minyak Amerika adalah Impor. Lihat grafik yang mencemaskan terlampir. Ketergantungan terhadap minyak impor inilah yang mendorong politik luar negeri mereka terhadap Negara-negara penghasil minyak. Dari sini pula kita bisa mudah paham inyaallah betapa kawatirnya mereka terhadap kenaikan harga minyak Dunia.

Dari tiga hal tersebut diatas, insyaallah kita dapat memahami akan kemana kira-kira ekonomi Amerika yang berarti juga US Dollar. Sedangkan US$ bergerak berlawanan arah dengan harga Emas atau Dinar; jadi bisa perkirakan akan kemana harga emas/Dinar kedepan.

Agar Anda tidak bingung; dalam jangka pendek bisa saja US$ menguat yang berarti harga emas dan Dinar menurun seperti yang terjadi dalam dua pekan terakhir; tetapi alasan-alasan yang lebih fundamental seperti 3 butir yang saya uraikan diatas-lah yang akan lebih dominan mempengaruhi daya beli US Dollar dalam jangka menengah dan panjang.

Sebagai upaya manusia biasa, tentu kajian untuk masa depan seperti ini bisa jadi salah karena hanya Allah-lah yang tahu apa yang belum terjadi. Namun mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan paceklik dimasa depan, juga dicontohkan dalam Al-Qur'an yaitu di Surat Yusuf 47-48 yang bahasannya saya muat di artikel tanggal 25 Desember 2007. Wallahu A'lam

Labels: , , , , ,

Thursday, March 27, 2008

Sungguh Menakjubkan Urusan Orang Mukmin....

Kali ini saya mau berbagi pandangan dalam menyikapi naik turunnya Dollar, Minyak dan Dinar – dari sudut pandang keIslaman.

Judul tulisan tersebut diatas saya ambil dari salah satu Hadits Rasulullah SAW dalam kitab Riyadhus Shalihin yang terjemahannya kurang lebih berbunyi :

Rasulullah SAW bersabda : “ Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin, sesungguhnya seluruh urusannnya baik baginya. Hal itu tidak akan dimiliki oleh seseorang, kecuali bagi seorang mukmin. Bila dia memperoleh kegembiraan, dia bersyukur dan itu adalah kebaikan baginya. Namun bila dia tertimpa penderitaan, dia sabar dan itu juga kebaikan baginya”. (HR. Muslim).

Diantara Sahabat Rasulullah SAW yang sangat menjiwai hadits tersebut bahkan mengibaratkan kegembiraan dan penderitaan itu adalah dua kuda, naik yang mana saja tidak masalah baginya. Di kala naik ‘kuda’ kegembiraan dia bersukur, sebaliknya dikala naik ‘kuda’ penderitaan dia bisa bersabar.

Nah apa kaitannya sikap syukur dan sabar tersebut dengan Dollar, Minyak dan Dinar ?.

Begini, untuk kepentingan seluruh umat saat ini – harga minyak yang rendah adalah baik. Kebutuhan kita semua akan lebih terjangkau bila harga minyak murah. Itulah sebabnya dalam tulisan saya dua hari lalu saya gembira melihat harga minyak ada kecenderungan turun; dan saat itu saya berharap penurunan ini akan berlangsung cukup lama. Kegembiraan saya melihat harga minyak turun insyaallah lebih tinggi dari ketidak sukaan saya melihat dollar perkasa, sayangnya dua hal ini terus berdampingan di pasar.

Sebaliknya hari-hari ini US Dollar terus melemah. Semalam US Dollar Index mengalami penurunan sampai 1.25%; bersamaan dengan itu harga minyak kembali naik menjadi US$ 106.12/ barrel. Bahkan situs perminyakan terkenal Oil-Price.Net mencantumkan 1 year forecast –nya pada angka US$ 137.96/barrel.

Kita tahu 1 barrel = 117.35 liter, artinya bahan minyak mentahnya saja harganya sudah = US$ 1.18/liter atau Rp 10,915/liter....Lantas pemerintah akan menghargai berapa untuk premium yang ada di pasar ?. Menyedihkan bukan...?.

Sebagai seorang muslim kita perlu tahu masalah-masalah ini agar kita bisa menyikapinya dengan benar dan syukur-syukur bisa menjadikannya sebagai lahan ibadah untuk bekal akhirat kelak.

Mumpung belum terjadi krisis energi yang mengerikan bersamaan dengan naiknya harga minyak, ayo mulai kita pikirkan bareng solusi energi alternatif yang bermanfaat bagi rakyat banyak. Sumber energi alternatif ini sangat banyak disediakan Allah dimuka bumi, dan pasti cukup sampai berakhirnya kehidupan di dunia. Salah satunya energi angin yang saya tulis di artikel tanggal 13/3/08.

Jadi insyaallah keprihatinan kita akan naiknya harga minyak; dapat menghasilkan amal ibadah baru bagi kita yaitu energi alternatif bagi seluruh umat sampai akhir zaman. Bagi pembaca yang kebetulan ada ilmu dan pengalaman khusus dibidang energi alternatif ini dapat membantu merealisasikan ide ini. Wallahu A’alm.

Labels: , ,

Wednesday, March 26, 2008

Dollar Kembali Melemah...

Setelah menunjukkan keperkasaannya hampir sepanjang minggu lalu, kemarin US$ kembali melemah. Index U$ Dollar yang merupakan tolok ukur Dollar terhadap sekumpulan mata uang kuat besar lainnya menunjukkan penurunan sampai 1.23 %.

Dampak melemahnya US$ ini , harga emas naik sampai hampir 2.5 % sampai akhir pedagangan semalam. Terus terang kenaikan ini lebih cepat dari perkiraan saya kemarin, karena saya tadinya berharap situasi harga emas yang rendah ini bisa bertahan beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan agar Dinar berkesempatan meluas dimasyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

Dalam jangka pendek melemahnya US Dollar ini memang lebih digerakkan oleh persepsi ketimbang hal yang bersifat fundamental. Melemahnya US$ kemarin dipicu oleh laporan yang dikeluarkan oleh the Conference Board sebuah Business Membership & Research Organization yang di kalangan pelaku business internasional terkenal dengan produknya the Consumer Confident Index.

Dalam laporan terakhirnya yang dikeluarkan kemarin 25/3/2008; the Consumer Confident Index yang merupakan hasil survey dari sample 5,000 rumah tangga di Amerika Serikat menunjukan angka 64.5 ( dari angka 100 untuk tahun 1985). Angka ini merupakan penurunan yang sangat serius dari angka bulan sebelumnya yang masih berada pada angka 76.4.

Rendahnya the Consumer Confident Index ini pada umumnya sejalan dengan melemahnya daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat yang berarti juga melemahnya ekonomi. Ketika ekonomi melemah, masyarakat perlu alternatif untuk mengamankan investasinya – dari sinilah emas sering menjadi pilihan yang aman; sehingga harga emas naik.

Persepsi yang mempengaruhi trend sesaat tersebut perlu kita pahami agar kita tahu apa yang sebenarnya terjadi di pasar; namun dalam proses pengambilan keputusan akan lebih aman apabila kita gunakan dasar-dasar yang lebih bersifat fundamental.

Karena kenaikan yang bersifat sementara ini lebih didorong persepsi, maka besok-besok kalau ada yang membalikkan arah persepsi tersebut maka akan kembali turun-lah harga emas ini.

Sebaliknya apabila yang menjadi pendorong naik/turunnya harga adalah alasan yang bersifat fundamental, maka akan diperlukan perubahan yang bersifat fundamental pula untuk membalik arahnya.

Paling tidak, menurut analisa saya sendiri – seluruh dasar yang bersifat fundamental cenderung akan mendorong harga emas atau Dinar naik terus dalam jangka panjang – meskipun dalam jangka pendek bisa naik turun seperti yang terjadi dalam dua pekan ini. Hasil analisa yang bersifat kwantitiatf, secara sederhana selalu saya tampilkan dalam bentuk trend harga Dinar dalam rentang waktu satu bulan, sampai empat puluh tahun.

Dengan penyajian trend tersebut, diharapkan masyarakat akan sangat well informed tentang harga Dinar ini sebelum memutuskan untuk berinvestasi didalamnya.

Selain data yang bersifat kwantitatif yang sudah saya sajikan, saya juga sedang berusaha menyiapkan analisa yang lebih bersifat kwalitatif untuk dapat lebih menjelaskan – mengapa harga Emas Dinar akan terus naik. Pada waktunya nanti insyaallah akan saya tampilkan di blog ini. Hanya Allah-lah Yang Maha Tahu, sedangkan kita tidak tahu kecuali apa yang Dia beritahu.

Labels: , , ,

Tuesday, March 25, 2008

Harga Minyak Mungkin Masih Akan Turun...

Dalam tulisan sebelumnya antara lain tanggal 9 Maret 2008 , saya menyajikan betapa erat kaitan antara naik turunnya emas dengan naik turunnya harga komoditi utama khususnya minyak.

Hari-hari ini harga minyak kemungkinan masih akan turun – sehingga demikian pula dengan harga emas. Pemicu penurunan harga minyak ini antara lain adalah hal-hal berikut ;

1) Negara pengkonsumsi energi terbesar dunia yaitu Amerika Serikat mengalamai penurunan pertumbuhan ekonomi, sehingga kebutuhan energinya juga turun. Laporan terakhir akhir pekan lalu menunjukkan tingkat konsumsi ini selama empat pekan terakhir turun 3.2% dibanding periode yang sama tahun lalu.
2) Timbunan stok minyak Amerika Serikat lagi tinggi-tingginya; selama tahun ini saja diperkirakan mereka berhasil menambah timbunannya sebesar 1.5 juta barrel menjadi sekitar 311.8 juta barrel.
3) Pernyataan dari King Abdullah – Arab Saudi Ahad lalu bahwa Arab Saudi akan bekerjasama dengan negara-negara OPEC maupun penghasil minyak diluar OPEC untuk menjamin kecukupan minyak dunia dalam upaya menghindari spekulasi yang merusak. Pernyataan ini dikeluarkan King Abdullah sehari setelah kunjungan wakil presiden Amerika Serikat Dick Cheney.

Bagi kita semua, penurunan harga minyak ini akan baik karena harga kebutuhan pokok kita sehari-hari juga sangat dipengaruhi harga minyak ini. Jadi kita berharap mudah-mudahan berlanjut sehingga beban biaya hidup kita berkurang.

Bagi penyebar luasan Dinar hal ini juga baik karena Dinar akan semakin terjangkau; saya melihat ada kenaikan pembelian Dinar beberapa hari terakhir sejak harga mengalami penurunan yang significant.

Yang sementara ini terkesan ‘rugi’ adalah bagi yang mulai membelinya pada saat harga tinggi khususnya dua minggu lalu; insyaallah tidak perlu kawatir karena Anda bisa perhatikan di grafik harga emas setahun terakhir, sepuluh tahun terakhir bahkan empat puluh tahun terakhir yang terus cenderung naik.

Jadi penurunan harga minyak, dan penurunan harga emas ini akan bersifat sementara, bisa seminggu- dua minggu, sebulan dua bulan, lalu selanjutnya harga minyak akan naik kembali mengikuti trend utamanya yaitu naik.

Demikian pula dengan emas, penurunan yang sifatnya sementara ini dapat kita manfaatkan secara optimal untuk menyebar luaskan Dinar ke masayarakat – sebelum harga emas akan kembali ke trend utamanya yang cenderung naik terus dalam rentang waktu yang panjang. Wallahu A’lam.

Labels: , ,

Monday, March 24, 2008

Apa Yang Terjadi Dengan Harga Emas Minggu Lalu...?

Sepanjang minggu lalu, hal yang luar biasa terjadi di harga emas internasional. Setelah awal minggu mencapai puncaknya dengan harga di mendekati US$ 1,030/troy oz. Pada akhir pekan libur panjang kemarin harga emas mencapai titik terendahnya US$ 910/troy oz atau berfluktuasi sebesar 12% dalam satu minggu !.

Dibenak kita tentu segudang pertanyaan yang terkait dengan turunnya harga emas ini.

Pertanyaan pertama yang paling lumrah adalah, apa yang sebenarnya menyebabkan hal ini ?

Seperti yang saya tulis tanggal 19/3/2008 minggu lalu, bahwa terapi the Fed lagi efektif kali ini . Bayangkan sejak September 2007, telah enam kali the Fed menghajar sampai hampir habis suku bunganya sehingga turun dari 5.25 % menjadi tinggal 2.25%.

Di benak mereka krisis ini di awali dari kegagalan di kredit perumahan, maka indikator penyembuhannya harus berhasil memulihkan sektor perumahan – caranya ? ya antara lain dengan menyediakan kredit bunga yang rendah tadi.

Banyak langkah lain yang juga dilakukan the Fed untuk memulihkan pasar; bahkan langkah ini kadang kontroversial seperti upayanya minggu lalu mendukung JP Morgan untuk mengambil alih Bear Stearns – investment bank raksasa yang terancam bankrut – dengan pinjaman US$ 30 milyar.

Langkah-langkah the Fed ini penting kita amati, karena di Amerika ada anggapan bahwa orang kedua paling kuasa disana setelah presiden adalah the Fed Chairman yang sekarang di jabat olen Ben Bernanke – merekalah yang berwenang ‘mencetak uang dari awang-awang’.

Pertanyaan berikutnya yang mungkin juga ada di benak Anda, adalah apakah penurunan ini aklan berlanjut terus atau balik naik ?.

Keduanya mungkin terjadi. Mirip dengan harga saham – untuk jangka pendek harga emas juga banyak dipengaruhi oleh persepsi ketimbang realitas, maka kalau sebagian pelaku pasar comfortable dengan perbaikan ekonomi di Amerika Serikat – maka harga saham akan naik – untuk sementara orang akan menjual emas dan memborong saham.

Kalau di persepsikan US$ membaik, orang akan kembali ke deposito dan produk-produk keuangan berbasis US$ - dan mengurangi portfolio emasnya. Semua ini berdampak pada turunnya harga emas.

Namun ada perbedaan yang mendasar di emas yang tidak dimiliki di kertas saham maupun uang kertas, yaitu nilai intrinsiknya sendiri yang tinggi – yang memiliki daya beli stabil terhadap segala kebutuhan manusia sepanjang zaman.
Emas atau Dinar adalah representasi yang dari kesejahteraan suatu bangsa. Sementara itu nilai uang kertas bersifat semu, naiknya angka tidak berarti mesti membawa kesejahteraan.

Ahad kemarin saya sempat membaca tulisan menarik dari kantor berita Amerika Associated Press yang menggambarkan ekonomi Amerika seperti kecemplung sumur yang tidak berdasar (abyss) – saking dalamnya. Team penulis yang memberi judul tulisannya dengan How Deep Is Economic Abyss?; mengungkap fakta-fakta kecil tetapi menarik seperti :

1. Sampai akhir 2007 lalu 36% pendapatan penduduk Amerika habis untuk makan, energy dan kesehatan. Persentase ini terbesar sejak data semacam ini dikumpulkan tahun 1960.
2. Orang semakin jarang makan di restaurant; di bulan Januari 2008 saja 54% restaurant mengalami penurunan omset
3. Orang semakin jarang membuang sampah – karena mengoptimalkan penggunaan/konsumsi dari barang yang dimilikinya !.
4. Total nilai hutang perumahan melebihi total nilai ekuitas seluruh pemilik rumah.

Dan masih banyak indikator lain yang mengindikasikan bahwa ekonomi belum menunjukkan tanda-tanda untuk pulih. Tidak mudah mengangkat ekonomi daru sumur yang sangat dalam.

Pertanyaan terakhir yang mungkin tidak kalah menariknya adalah – apakah sekarang waktu yang tepat untuk membeli Dinar ?

Jawabannya tergantung motif kita membeli Dinar. Apabila kita membeli Dinar lebih didorong faktor ekonomi, yaitu antara lain naik-turunnya harga – maka membeli Dinar sama rumitnya dengan membeli saham. Kadang kita membeli pada harga yang tinggi tetapi harga tetap naik – sehingga tetap untung; atau sebaliknya, kita membeli dengan harga yang rendah-pun; harga masih bisa terus turun – jadi tetap rugi.

Untuk yang mebeli dengan motif ini, ma’af saya tidak bisa memberi tips – bagaimana untuk pasti untung.

Motif lain yang selalu saya dorong umat untuk menggunakan Dinar adalah sebagai bentuk membangun ketahanan ekonomi (yukhsinun) ; agar harta umat tidak bisa dipermainkan oleh spekulan seperti tahun 1997/1998. Dan tentu yang sangat penting adalah mengembalikan umat pada sunnah Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang diberi petunjuk – yaitu menggunakan uang yang adil sepanjang zaman untuk bermuamalah. Kita tidak bisa bermuamalah dengan adil apabila alatnya itu sendiri – yaitu uang kertas – tidak adil.

Untuk pembeli dengan motif yang kedua - tidak ada waktu yang salah untuk pindah dari uang kertas yang tidak adil ke 'uang' yang adil sepanjang zaman. Wallahu A’lam.

Labels: , , ,

Sunday, March 23, 2008

Qirad Untuk Pengembangan Ekonomi Umat…

Pada tanggal 16 Januari 2008 lalu saya menulis tentang perintah untuk memutar harta secara luas sebagai implikasi dari larangan melakukan sebaliknya di Ayat Al-Quran 59:7 “….agar harta itu jangan hanya beredar diantara orang-orang kaya diantara kamu…”.

Di tulisan tersebut juga saya ungkapkan bagaimana teori kwantitas khususnya persamaan pertukaran atau equation of exchange M x V = P x Q (dimana M = jumlah uang, V= perputaran uang ; P = tingkat harga dan Q = jumlah barang dan jasa) apabila diterapkan dalam ekonomi yang bebas riba akan dapat memakmurkan umat.

Pada tulisan kali ini saya ingin memberikan contoh kecil bagaimana konsep harta berputar ini kita coba terapkan di System Qirad yang telah kita perkenalkan sebelumnya. Insyaallah kita akan dapat melihat betapa dasyatnya ayat-ayat Allah apabila benar-benar dapat kita terapkan - meskipun masih dalam skala kecil.

Mari kita gunakan persamaan pertukaran tersebut diatas untuk membandingkan dua kondisi berikut.

Pertama Anda memiliki uang satu Dinar (M=1) dan disimpan dalam satu tahun (V=1), anggap tingkat harga pada satu satuan (P=1), ekonomi yang berhasil Anda putar dengan 1 Dinar Anda dalam satuan ekonomi (barang atau jasa) juga bernilai satu (1 x 1 = 1 x M). Satu Dinar yang berputar sekali dalam satu tahun menggerakkan satu satuan ekonomi - yaitu produksi 1 keping Dinar itu sendiri.

Pada kondisi kedua mari kita ubah kecepatan perputarannya, V tidak lagi satu melainkan enam artinya satu Dinar Anda berputar sekali dalam 2 bulan. Maka satuan ekonomi yang berhasil diputar oleh uang Anda akan menjadi 6 (1 X 6 = 1 x M ) - yaitu produksi 6 keping Dinar.

I-Qirad : Dinar Minting Financed by QiradKarena program Qirad yang kita perkenalkan baru program Qirad terbatas yaitu untuk pengadaan Dinar, maka setiap keping Dinar yang Anda Qiradkan insyaallah dapat membantu tercetaknya 6 keping Dinar yang dibutuhkan orang lain. Lihat ilustrasi disamping untuk menggambarkan hal ini. Bagaimana kalau ada 1,000 Dinar di Qirad-kan ?, bagaimana pula apabila ada 1,000,000 Dinar di Qirad-kan ?. Hari-hari ini Dinar lagi murah, jadi insyaallah akan lebih banyak Dinar yang bisa kita produksi dari uang fiat kita yang kita pakai untuk memproduksi Dinar - selagi uang fiat kita masih bernilai tinggi.

Dari sini sebenarnya tidak terlalu sulit bagi kita untuk membayangkan (atau lebih tepatnya mem-visi-kan), bagaimana Dinar akan kembali berada di tengah umat bersamaan dengan kesadaran umat untuk mengamalkan tuntunan Agama ini dengan sungguh-sungguh. Jadi bukan jumlahnya yang penting, perputarannya-lah yang lebih penting. Perintah Allah juga bukan memperbanyak harta - tetapi perintah untuk memutarnya.

Tentu tidak hanya berhenti disini, dalam waktu yang tidak terlalu lama insyaallah kita akan dapat memilih program investasi riil yang dapat didanai dengan System Qirad ini. Sejak kita perkenalkan Qirad akhir bulan lalu, setidaknya saya sudah bertemu dengan dua kelompok usaha yang sangat mungkin didanai dengan system Qirad ini.

Kelompok usaha pertama adalah usaha dibidang pangan organik; ini produk masa depan karena masyarakat semakin concern terhadap kesehatan dan upaya untuk mempertahankannya.

Kelompok usaha kedua adalah terkait dengan tulisan saya tanggal 13/3 tentang Kenaikan Harga dan Kelangkaan…, yang antara lain mengulas potensi tenaga angin.

Atas scenario Allah juga, dalam kesempatan saya bertemu dengan salah satu gubernur negeri ini – saya ditemui bersama seorang pengusaha besar yang sudah memproduksi pembangkit listrik tenaga angin skala kecil dan menengah. Yang kita teorikan…bahkan ternyata sudah dibuat di negeri ini…!.

Meskipun dua usaha tersebut sangat potensial, saya tidak buru-buru untuk merekomendasikan untuk Anda Qirad-kan kesana dana Anda - sampai saya sendiri mengenal betul mereka dan usahanya. Saya akan me-review dahulu untuk beberapa lama sampai saya benar-benar yakin bahwa ini investasi yang baik – dunia akhirat- , baru setelah itu saya akan tawarkan dalam bentuk Qirad terbatas pada pembaca yang punya minta pada usaha-usaha tersebut. Begitu seterusnya insyaallah untuk usaha-usaha lain sampai Dinar benar-benar memutar ekonomi umat.

Jalan masih panjang, namun setelah kita melakukan apa yang kita tahu – Insyaallah Allah akan selalu membimbing kita dan memberi petunjuk atas hal yang kita belum tahu. Wallahu A’lam.

Labels: , ,

Thursday, March 20, 2008

Mengenal Lebih Jauh Tentang Qirad...

Diantara para ulama fiqih ada yang beranggapan dua hal ini sama namun ada juga yang beranggapan dua hal ini berbeda. Yang beranggapan sama antara lain Dr. Wahbah Al-Zuhayli dalam kitab Al-Fiqh Al-Islami Wa-Adillatuh dimana beliau menjelaskan bahwa Qirad dan Mudarabah hanya masalah perbedaan penyebutan dari asal daerah yang berbeda. Istilah Qirad berasal dari Hijaz sedangkan Mudarabah dari Iraq.

Qirad menekankan pada aspek pinjaman modal dan penyerahan sebagian keuntungan untuk si peminjam, sedangkan Mudharabah menekankan pembagian keuntungan antara pemilik modal dan pengusaha yang menerima modal.

Konsesnsus syahnya kontrak Qirad adalah berdasarkan ijma’ para ulama berdasarkan tradisi para sahabat Rasulullah SAW. Salah satunya adalah yang diriwayatkan oleh Malik dalam Al-Muwatta’ bahwa ; “ Abdullah dan Ubaydillah keduanya putra Umar bin Khattab RA. ketika dalam perjalanan bersama pasukannya di Iraq, mereka singgah menemui Abu Musa Al-Ashary yang merupakan salah satu pegawai dalam pemerintahan Umar bin Khattab RA. Ia menawarkan pada keduanya bantuan, tawarannya adalah ia akan memberikan uang yang terhutang ke perbendaharaan negara, mereka kemudian dapat menggunakan uang tersebut untuk membeli barang di Iraq untuk dijual di Madinah, mengambil untungnya, kemudian menyerahkan pokoknya kepada bapaknya. Mereka melakukan sesuai yang disarankannya, kemudian datang kepada bapaknya, kemudian Amirul Mukminin sangat marah. Ia bertanya apakah Abu Musa memberikan hal yang sama kepada anggota pasukan mereka berdua, mereka menjawab tidak. Ia kemudian marah dan berkata, “ Kalian adalah putra-putra Amirul Mukminin sehingga ia meminjami kalian uang untuk mendapatkan keuntungan ?”. Kemudian Ubaydillah berkata, “ Ya Amirul Mukminin, kalau uang tersebut habis kami tentu menjaminnya”. Tetapi Umar RA tetap tidak ingin mereka mengambil keuntungannya. Ketika Ubaydillah kembali mengungkapkan alasannya, salah satu yang hadir berkata, “ Ya Amirul Mukminin, mungkin engkau bisa menjadikannya Qirad (yaitu berikan separuh keuntungan untuk mereka, dan berikan separuh lagi ke perbendaharaan negara). Umar menyetujui pengaturan ini.

Selanjutnya saya akan lebih sering menggunakan istilah Qirad dibandingkan Mudarabah karena istilah Qirad ini yang juga sering dipakai dalam mazab Syafi’i.

Qirad atau Mudharabah akan menjadi solusi pembiayaan yang adil bagi pemilik modal dan para entrepreneur sekaligus menjadi alternatif dari sistem ribawi yang sudah seharusnya ditinggalkan umat ini.

Syarat utama Qirad atau Mudharabah adalah :

1. Modal harus tunai atau setara tunai seperti dalam bentuk Dinar dan Dirham atau uang kertas. (mengenai keharusan tunai atau setara tunai ini, ada perbedaan pendapat diantara empat mazab. Imam Shafi’i adalah satu-satunya yang berpendapat harus tunai. Imam Hanafi, Imam Malik dan Imam Hambali ketiganya berpendapat bahwa modal bisa berupa harta benda yang tidak bersifat tunai namun yang dihitung sebagai modal bukan harta benda tersebut melainkan nilai setara tunainya .)
2. Modal diketahui dengan jelas sehingga dapat dibedakan antara modal dan keuntungan.
3. Pembagian keuntungan harus jelas prosentasenya, untuk pihak penerima modal(entrepreneur) dan pemilik modal. Mudharabah atau Qirad batal apabila salah satu atau kedua pihak menentukan jumlah tertentu (bukan prosentase) dari bagi hasil.
4. Penerima modal adalah penerima amanah, wajib menjaga amanah sepenuhnya meskipun tidak ikut menanggung kerugian apabila kerugian bukan karena kesengajaannya.
5. Qirad dapat bersifat terbuka ataupun terbatas. Dalam Qirad terbuka, penerima modal tidak dibatasi dengan jenis usaha, pasar, tempat dlsb. Dalam qirad terbatas, penerima modal harus berusaha dalam batasan yang disepakati dengan pemilik modal.


Pembiayaan melalui Qirad atau Mudharabah akan memudahkan orang-orang yang jujur, adil, hati-hati dan memiliki kompetensi untuk bidang usaha yang ditekuninya untuk menerima amanah dari para pemilik modal – dan untuk ini tidak diperlukan jaminan yang sifatnya materi. Sebaliknya bagi orang yang tidak memiliki salah satu dari syarat tersebut akan kesulitan untuk memperoleh pembiayaan meskipun orang tersebut memiliki jaminan materi yang banyak jumlahnya.

Sistem pembiayaan semacam ini akan menciptakan lingkungan usaha yang berpegang pada tata-nilai atau values yang membentuk akhlaq yang luhur bagi para pelakunya. Orang-orang yang tidak bisa jujur, tidak bisa adil, tidak hati hati dan tidak pula memiliki kompetensi akan dengan sendirinya tersingkir dari lingkungan usaha. Sebaliknya dunia usaha akan didominasi oleh orang-oarng yang adil, jujur, hati-hati dan memiliki kompetensi yang tinggi. Generasi pengusaha yang semacam inilah nantinya yang akan memakmurkan umat Islam secara keseluruhan dan mengembalikan kejayaan Islam pada waktunya.

I-Qirad : Just Financing Ini teori dan dasar hukum produk Qirad yang kami kembangkan di GeraiDinar. Biar keren dizaman informasi ini produk qirad ini kami berinama I-Qirad; yang insyaallah apabila berkembang secara luas di pasar global akan memiliki domain sendiri yaitu www.i-qirad.com. Contoh aplikasi yang sudah jalan dan rencana pengembangannya insyaallah akan saya tulis berikutnya.

Labels: , ,

Selagi Uang Fiat Perkasa...

Ada yang aneh dalam pasar modal dan komoditi global selama perdagangan kemarin. Kita tahu bahwa sejak September 2007 sampai sekarang telah enam kali the Fed menurunkan suku bunganya.

Sampai lima kali penurunan rate sebelumnya dampak terhadap pasar modal dan komiditi sangat jelas dan mudah dipahami. Setiap kali Dollar menjadi kurang menarik , orang akan lari ke pasar modal atau ke komoditi – antara lain minyak, emas dan lain sebagainya. Artinya setelah the fed menurunkan suku bunga, biasanya harga saham naik demikian pula emas.

Ini dapat dilihat di grafik trend harga Dinar setahun terakhir seperti yang selalu saya sajikan di samping tulisan ini; sejak September 2007 sampai tiga hari lalu, harga emas yang berarti juga Dinar terus naik.

Penurunan suku bungan the Fed 0.75 basis points dua hari lalu ternyata reaksinya berlawanan dengan yang selama ini terjadi. US$ bukannya turun malah naik yang diindikasikan dengan naiknya US Dollar index kemarin sebesar 0.73%.

Sebaliknya saham bukannya naik malah turun secara significant, Dow Jones industrial Average (DJIA) turun 2.36 %, dan NYSE Composite Index turun 3.14%. Pasar komoditi lebih besar lagi penurunnannya, Minyak turun 6 % dan emas turun 4.8%.

Sementara para ahli sibuk berusaha menjelaskan anomali tersebut, saya jujur kali ini saya tidak bisa menjelaskannya. Yang saya tahu adalah daya beli emas/Dinar adalah stabil sepanjang zaman, seperti yang sudah terjadi lebih dari 1400 tahun ini, dan insyaallah juga akan stabil sampai akhir zaman. Menurunnya harga minyak sejalan dengan menurunnya emas tersebut diatas, sekali lagi membuktikan kebenaran teori stabilitas daya beli emas/Dinar ini.

Selagi uang fiat kita baik berupa US Dollar maupun Rupiah perkasa seperti sekarang ini, inilah waktu yang sangat baik untuk kita kembali ke ‘uang’ yang berdaya beli tetap sepanjang zaman tersebut yaitu Dinar dan Dirham. Dinar lagi 'murah' sekarang, di Gerai Dinar harga Dinar pagi ini 'hanya' Rp 1,202,200 atau turun 4.8% dari harga kemarin sore Rp 1,263,100.

Banyak hikmah dari penurunan harga minyak dan harga Dinar ini; pertama yang jelas kita semua dapat bernafas agak lega bahwa kenaikan harga bensin dan minyak tanah yang mengerikan – diharapkan dapat di rem. Kedua adalah masyarakat yang belum merngenal Dinar, insyaallah Dinar akan lebih terjangkau dalam beberapa hari atau minggu kedepan – mudah-mudahan cukup waktu sebelum akhirnya naik lagi.

Insyaallah pengenalan Dinar tidak hanya berhenti dengan sekedar orang pegang Dinar terus disimpan, program Qirad yang telah kita mulai tiga pekan terakhir telah membuka cakrawala penerapan Dinar yang Subhanallah...mumpung banyak waktu di liburan akhir pekan yang panjang ini, saya akan coba menulis lebih detil tentang program Qirad ini. Semoga Allah memudahkan jalanNya untuk kita semua.

Labels: , ,

Wednesday, March 19, 2008

Untuk Sementara Terapi Kali Ini Cukup Efektif...

Sepanjang tahun ini Federal Reserve Amerika Serikat telah berulang kali berusaha untuk membangkitkan ekonomi dan menjaga nilai uangnya (US$), lihat antara lain beberapa tulisan saya tanggal 23/1/08, 26/2/08 dan 12/3/08 .

Upaya penyelamatan yang bertubi tubi ini bisa dilihat dari dua sisi, pertama kita bisa melihat betapa seriusnya problem yang dihadapi Dollar sehingga perlu upaya begitu rupa untuk menyelamatkannya. Kedua bisa juga dilihat bahwa pemerintah Amerika Serikat sangat serius berupaya menyelamatkan uangnya.

Pandangan pertama yang nampaknya banyak dilihat pasar dalam upaya-upaya penyelamatan sebelumnya sehingga upaya the Fed tidak efektif; sedangkan tadi malam berbeda, pandangan kedua yang diambil banyak pelaku pasar sehingga penurunan suku bunga the Fed sebesar 0.75 basis points berhasil mengangkat US Dollar dan bursa saham sekaligus.

Di pasar uang, US$ menguat terhadap mata uang dari 15 negera eropa yaitu Euro dari 1 Euro setara US$1.5831 hari sebelumnya membaik menjadi US$ 1.5640 penutupan kemarin. Di bursa saham langkah terakhir the Fed juga berhasil mendongkrak saham-saham yang di perdagangkan di pasar secara significant. Dow Jones Industrial Average berhasil naik 3.51% dari hari sebelumnya, sedangkan NYSE Composite Index berhasil naik 3.97% dari hari sebelumnya.

Lantas apa artinya ini semua pada harga emas dan Dinar ?. Menariknya pasar saham sehari kemarin membuat pasar emas sementara memiliki pesaingnya. Bagi sebagian pelaku, harga emas yang sudah kelewat tinggi membuat mereka mengambil untung dan menggunakan dananya untuk membeli saham. Akibatnya harga emas turun menjadi tinggal US$ 985.0/ troy oz pagi ini.

Dampak dari penurunan harga emas dunia ini, tentu Dinar di GeraiDinar juga trurun cukup significant yaitu turun 2.25% dari harga kemarin sore sebesar Rp 1,289,200 menjadi Rp 1,260, 200.- pagi ini.

Dalam setiap penurunan harga baik itu saham maupun emas, pelaku pasar selalu bisa punya dua pandangan. Untuk penurunan emas misalnya, pelaku pasar bisa melihat bahwa penurunan ini akan terus berlanjut atau bisa juga penurunan ini bersifat sementara untuk kemudian naik lagi.

Yang melihat penurunan ini terus berlanjut mendasarkan realita bahwa harga emas ini menurut mereka sudah terlalu tinggi, karena per pagi ini saja harga emas dunia dalam US$ masih 51% lebih tinggi dari harga emas setahun yang lalu. Harga yang terlalu tinggi akan akan cenderung turun – ini pendapat mereka.

Sebaliknya saya melihat harga sekarang masih terlalu rendah. Dasar perhitungan saya adalah daya beli riil Dinar terhadap komoditi seperti minyak dlsb. Sejarah yang membuktikan bahwa daya beli Dinar tetap sepanjang zaman; jadi kalau dipakai untuk membeli minyak mentah misalnya – daya beli emas ini harusnya akan tetap pula.

Langkah-langkah yang ditempuh oleh the Fed semalam ternyata hanya mempengaruhi pasar uang dan pasar saham tetapi US$ tidak membaik daya belinya terhadap mayoritas komoditi baik itu minyak mentah, tembaga maupun hasil pertanian. Harga minyak mentah misalnya masih bertengger pada angka US$ 108.57/barrel pagi ini.

Jadi menurut saya sendiri cepat atau lambat harga emas akan naik kembali yang berarti juga Dinar. Namun sekali lagi ini hanya pendapat saya, bisa saja saya keliru dan pendapat saya tidak harus diikuti. Hanya Allah-lah yang Maha Tahu.

Labels: , , , ,

Tuesday, March 18, 2008

Sedia Payung Sebelum Hujan….

Ketika saya belajar mengenai manajemen risiko, saya belajar tentang sebuah istilah yang disebut Near Loss Incident. Orang kita menyebutnya….hampir saja…………………….

Intinya bencana besar tidak terjadi dengan sendirinya, selalu didahului dengan bencana-benaca kecil yang makin lama makin membesar dan puncaknya - ---bang----semuanya hancur.

Di pasar uang Dunia, inilah yang terjadi kemarin. Hampir saja seluruh system keuangan dunia collapse ketika sepanjang hari harga emas naik dari 1002/troy oz menjadi US$ 1029/troy oz sebelum akhirnya terkendali kembali ke kisaran US$ 1002 /troy oz pagi ini.

Pasar keuangan dunia memang baru mencapai taraf….hampir saja….collapse. Tetapi apakah kebayang di benak kita bahwa system keuangan dunia bisa benar-benar collapse.

Bagaimana kalau sesuatu seperti yang terjadi di Indonesia tahun 1965 dan 1998, atau seperti di Jerman tahun 1923 atau the Great Depression yang diawali jatuhnya bursa saham di Amerika 29 Oktober 1929 terulang ?. Apa yang akan kita lakukan ?.

Selain blog ini, ada baiknya anda baca buku Mindset-nya John Naisbitt, bagi ‘dewa’-nya futurolog barat tersebut uang masa depan adalah komoditi riil yang memiliki nilai intrinsik. Artinya kalau system keuangan global collapse yang anda perlu perlu pegang saat itu adalah sesuatu yang memang memiliki nilai, bukan kertas yang diberi nilai.

Ini memang tidak harus emas atau Dinar, bisa berupa hasil tambang, hasil pertanian, peternakan, property atau bentuk-bentuk kekayaan lainnya yang bersifat riil. Dari ini semua yang paling praktis dan sudah ada barangnya yang mudah diperoleh saat ini adalah Dinar.

Hari ini dan hari-hari kedepan…harga emas cenderunng turun demikian pula tentu dengan Dinar - mudah-mudahan; ini kesempatan yang baik untuk membeli payung sebelum hujan yang lebat yang hampir-hampir tak tertahankan seperti kemarin. Wallahu A’lam.

Labels: , ,

Monday, March 17, 2008

Bisa Jadi Solusi Yang Fitrah Itu Awalnya Bikin Sakit Perut Dulu...

Judul tulisan ini saya ambil dari Hadits Rasulullah, S.A.W. yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al- Kudri : Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah S.A.W. dan berkata, “ Saudaraku sedang mengalami sakit perut” kemudian Rasulullah, S.A.W berkata kepada laki-laki tersebut, “Suruh dia minum madu”, Laki-laki tersebut kembali kepada Rasulullah, S.A.W dan beliau
berkata kembali “Suruh dia minum madu”, Laki-laki tersebut kembali untuk ketiga kalinya dan Rasulullah tetap berkata “Suruh dia minum madu” , kemudian laki-laki itu kembali dan berkata “ Sudah saya lakukan ya Rasulallah”, kemudian Rasulullah S.A.W. bersabda “Allah telah menyampaikan yang benar, tetapi perut saudaramu berbohong, suruh dia minum madu”.
Kemudian laki-laki itu meminta saudaranya untuk kembali minum madu dan dia sembuh.

Memang hadits tersebut berkenaan dengan madu dan pengobatan, namun sejatinya kita bisa mengambil pelajaran yang tersirat didalamnya yaitu...Allah telah menyampaikan yang benar, namun situasi yang kita hadapi-lah yang lagi menipu kita....

Sepanjang minggu lalu adalah minggu yang luar biasa kacaunya bagi perekonomian Dunia. Minggu dimana pemerintah Amerika harus menerapkan terapi dosis tingginya untuk menyelamatkan Dollar ( lihat tulisan saya tanggal 12/3/08 ), namun kemudian dalam dua hari terbukti gagal ( lihat tulisan tanggal 14/3/03 ). Kegagalan ini akan kita saksikan lagi hari ini karena ketika tulisan ini saya buat pasar emas Sydney sudah berjalan selama dua jam, dan dalam dua jam pertama perdagangan harga emas langsung melonjak sangat tinggi.

Kegagalan ini juga diakui sendiri oleh Presiden Amerika Serikat George W Bush seperti yang dikutip The New York Times edisi 14/03/2008 dengan judul Bush Acknowledges Economic Troubles. Dalam sebuah pidato di the Economic Club of New York Bush antara lain mengatakan bahwa “ekonomi sedang sulit (tough time),.... dalam situasi seperti ini Anda tidak bisa melakukan koreksi yang berlebihan (overcorrect), kalau Anda melakukan ini maka Anda akan berakhir di selokan (ditch)... “.

Kalau saya banyak menulis dan mengomentarai ekonomi dan uang Dollar Amerika, ini sama sekali bukan karena saya suka atau sebaliknya dengan Amerika, ini realita dimana kita hidup zaman sekarang.

Naik turunnya Rupiah, naik turunnya saham di Indonesia Stock Exchange masih lebih banyak dipengaruhi oleh apa yang terjadi dengan US$ ketimbang apa yang diputuskan para pemegang otoritas moneter Indonesia.

Kalau Amerika sedang di selokan...kitapun demikian; dan untuk ini kita sebenarnya sudah diingatkan oleh Rasulullah SAW 1400 tahun lalu dengan hadits beliau, “ Sedikit-demi sedikit kalian akan mengikuti sunnah-sunnah umat terdahulu. Sampai-sampai, andaikata mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kalian juga ikut mereka memasukinya.” Ada yang bertanya , “ Wahai Rasululah, apakah mereka yang dimaksud adalah Nasrani dan Yahudi ?” Beliau menjawab, “Lalu siapa lagi ?” HR. Bukhari Muslim.

Jadi kita sekarang berada di selokan atau lubang biawak (karena biawak tempatnya memang di selokan !)...karena kita mengikuti uang dan system ekonomi mereka...

Lantas solusinya bagaimana ?, ayo kita kembali ke solusi Islam yang fitrah. system uang Dinarnya yang Adil, permodalan yang bebas Riba dan hilangkan perilaku ekonomi yang spekulatif penuh dengan Gharar dan Maisir.

Namun untuk berubah kesana kita akan sakit perut dahulu seperti di hadits diatas..., nggak apa asal penyakit kita bener-bener bisa sembuh.

Solusi ini bukan hanya milik umat Islam; umat yang lain asal tulus ingin mencari solusi akan ketemu solusi yang sama. Lihat keinginan GATA untuk mengganti uang US$ dengan emas dan perak seperti yang pernah saya kutip proposalnya pada tulisan saya tanggal 12 Desember 2007 di blog lama saya.. Wallahu A’lam.

Labels: , , , ,

Sunday, March 16, 2008

Bagaimana Mengatur Komposisi Tabungan Antara Uang Fiat Dengan Dinar...?

Tulisan ini saya angkat dari pertanyaan seorang Ibu yang ingin mengoptimalkan tabungannya. Sebagian dia sudah menabung dalam Dinar dan sebagian dipertahankan dalam Rupiah. Pertanyaannya adalah bagaimana mengatur komposisi yang optimal antara keduanya agar memberikan hasil yang terbaik sekaligus juga aman.

Ketika saya memperkenalkan Dinar Investment Yield lewat artikel tanggal 3 Januari 2008 lalu , saya mengungkap data statistik 40 tahun bahwa appresiasi Dinar terhadap Rupiah rata-rata adalah 30.04%/tahun.

Kita juga tahu di pasar perbankan rata-rata deposito hanya memberikan hasil sekitar 7.5%/ tahun, dan tabungan lebih rendah lagi yaitu sekitar 6 % /tahun. Lantas apakah berarti seluruh tabungan dipindahkan ke Dinar saja yang memberikan hasil 4 sampai 5 kali hasil Deposito atau Tabungan dalam Rupiah ?.

Jawabannya adalah tidak juga, karena berbeda dengan pencairan deposito atau tabungan yang boleh dibilang tanpa biaya; pencairan tabungan Dinar memerlukan biaya yaitu selisih antara harga jual dan harga beli Dinar.

Average Dinar Increase Against Rupiah in The Last 40 YearsDi Gerai Dinar selisih ini adalah 4 %, karena 2 % dicadangkan untuk membayar pajak netto; yang 2 % lagi dipakai untuk margin Gerai Dinar. Illustrasi disamping menggambarkan perbedaan-harga jual dan harga beli dengan mengambil rata-rata appresiasi Dinar terhadap Rupiah 30 %/tahun (dibulatkan dari 30.04%). Untuk menutupi perbedaan yang 4% ini, perlu waktu rata-rata 1.6 bulan.

Artinya kalau Anda membutuhkan tabungan Anda dalam waktu dekat ( kurang dari 1.6 bulan) menukarnya dalam Dinar kemudian mencairkannya lagi akan lebih mahal ongkosnya dibandingkan dengan tetap mempertahankan dalam Rupiah. Sebaliknya untuk Dana yang dibutuhkan lebih dari 1.6 bulan kedepan, maka menukarnya dengan Dinar dan mencairkannya kembali pada saat dibutuhkan akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan tabungan atau deposito Rupiah.

Composition Dinar- RupiahAngka 1.6 bulan ini adalah angka rata-rata selama 40 tahun terakhir. Realita di lapangan bisa berbeda. Lihat grafik disamping yang menggambarkan appresiasi Dinar terhadap Rupiah selama 12 bulan terakhir. Terlihat bahwa angkanya mencapai 46.25% yaitu angka yang sangat tinggi dibandingkan rata-rata 40 tahun, penyebabnya sudah sangat banyak saya tulis di blog ini yaitu kehancuran uang kertas sperti US Dollar, Rupiah dlsb..

Di grafik yang kedua tersebut kita dapat melihat realitanya, dalam satu waktu bisa saja kenaikan Dinar terasa lambat dan break even point (BEP) hanya terjadi kalau Dinar dilepas lebih dari 2 bulan setelah dibeli. Sebaliknya ada waktu juga yang appresiasi Dinar sangat cepat, kurang dari 1 bulan sudah BEP kalau dijual.

Jadi dari dua grafik tersebut gampangnya begini; kalau dana Anda akan dibutuhkan dalam waktu kurang dari 3 bulan – insyaallah akan cukup aman dipertahankan dalam Rupiah sedangkan yang akan dibutuhkan lebih lama dari tiga bulan – insyaaallah akan lebih aman dipertahankan dalam Dinar.

Untuk mengatur komposisi tabungan Anda tinggal dihitung, berapa kebutuhan dalam 3 bulan kedepan – maka inilah yang dipertahankan dalam Rupiah sedangkan sisanya dalam Dinar.

Perlu diingat bahwa menyimpan harta dalam bentuk apapun apakah Rupiah perhiasan maupun Dinar, apabila berlebihan dan tidak dinafkahkan di Jalan Allah terkena ancaman menimbun. Konteks yang kita sarankan diatas adalah mengamankan harta secukupnya agar kita, anak-anak kita dan orang tua kita (bagi yang masih punya) tercukupi kebutuhannya yang wajar dan terjaga kehormatannya. Lebih detilnya silahkan lihat tulisan saya tanggal 25 Desember 2007 .

Diluar kebutuhan yang wajar tersebut, Gerai Dinar juga tidak henti-hentinya melakukan riset dan pengembangan agar harta kita semua dapat berputar secara produktif. Yang sudah mulai tersedia adalah program Qirad yang sudah berjalan sejak kita umumkan tanggal 29 Februari 2008 lalu. Insyallah diwaktu-waktu yang akan datang akan lebih banyak lagi pilihan investasi berbasis Dinar sehingga harta umat dapaat terjaga keamanannya dan pada saat yang bersamaan juga berputar secara luas – tidak hanya pada golongan yang mampu. Amin.

Labels: , , , ,

Saturday, March 15, 2008

Kesempatan Untuk Berperan Lebih Dalam Mengembalikan Kemakmuran Islam...

Ketika saya menulis buku “Mengembalikan Kemakmuran Islam Dengan Dinar dan Dirham” sekitar setahun yang lalu, jujur saat itu saya lebih banyak mengandalkan studi literatur dari berbagai sumber – sedangkan aplikasi lapangannya boleh dibilang masih nol besar.

Alhamdulillah setelah setahun berjalan, mulai nampak jelas bagaimana Dinar ini insyaallah akan kembali menjadi alat untuk memakmurkan Islam. Indikasi mikro-nyapun sudah jelas. Waktu buku tersebut terbit 1 Dinar setara dengan Rp 877,000,-; pembaca yang langsung mengaplikasikan isi buku tersebut telah mendapatkan keuntungan 46 % sampai sekarang kalau dilihat dari kaca mata uang Rupiah, karena pagi ini harga Dinar telah mencapai Rp 1,282,600,-.

Atau dari sudut pandang lain, pembaca yang hijrah ke Dinar telah menyelamatkan hartanya dari penurunan nilai sebesar 32 % dalam setahun terakhir.

Namun Dinar harusnya menjadi mata uang yang hakiki bagi seluruh umat, bukan hanya yang bekesempatan membaca buku-buku Dinar dan tentu juga bukan hanya untuk kita yang bisa mengakses internet setiap hari sehingga selalu ter – update dengan berbagai peluang investasi.

Dinar harus dan bisa meluas ke seluruh umat agar kemakmuran ini merata, oleh karenanya upaya mengembalikan Dinar ini sudah harus menjadi program besar yang melibatkan sebanyak mungkin umat yang peduli terhadap kemakmuran umat kedepan.

Untuk tujuan inilah saya ingin mengajak pembaca yang berkelonggaran waktu ataupun dana, untuk dapat mulai ikut membantu menyebarluaskan Dinar di masyarakat. Berikut adalah beberapa yang antara lain bisa kita lakukan bersama :

• Seperti yang sudah kita kita lakukan di beberapa Masjid dan Perkantoran di Jakarta, ceramah-ceramah terntang Dinar mestinya bisa juga dilakukan di kota-kota lain di Indonesia.
• Mahasiswa-mahsiswa S1, S2 dan S3 terutama yang tertarik mendalami ekonomi Islam dapat mulai mendalami masalah Dinar ini secara serius untuk skripsi atau thesisnya.
• Perlu banyak buku-buku yang diterbitkan yang menjelaskan masalah penggunaan Dinar sehari-hari di masyarakat.
• Perlu dikembangkan terus teknologi yang memungkinkan penggunaan Dinar secara praktis dan modern namun tidak menginggalkan prinsip dasar muamalah sesuai ketentuan syariah.
• Perlu dididik dan dilatih pengusaha-pengusaha muslim yang amanah dan professional; merekalah yang akan menjadi para mudharib masa depan dimana para shahibul mal bisa meng-qirad-kan Dinarnya pada sektor ekonomi dan perdagangan yang riil.
• Ekonomi Islam umumnya, dan tentang Dinar khususnya perlu juga mulai dikenalkan ke siswa-siwa SMP dan SMA agar generasi akan yang datang mengenal uangnya yang Adil dan menjauhi riba.

Agar program-program tersebut berjalan secara luas yang diluar kemampuan kami untuk melakukannya sendiri, kami membuka partisipasi pembaca yang ingin berkontribusi dalam pengembangan Dinar di Indonesia. Apabila sumbangan tersebut berupa tenaga, silahkan hubungi kami via email. Apabila berupa Dana, di sisi kanan blog ini telah kita buka donasi Dana Penelitian, Pengembangan dan Pendidikan Dinar melalui berbagi kartu kredit maupun paypal.

Dengan adanya kontribusi dari para pembaca tersebut, pengenalan Dinar ke daerah-daerah misalnya dapat kami lakukan secara lebih sering tanpa harus membebani daerah yang mengundang kami.

Semoga langkah ini dapat menambah berat catatan amal kita bersama di akhirat kelak.

Wassalam.

Labels: , , , ,

Friday, March 14, 2008

Terapi Terhadap US Dollar Gagal – Emas Nyaris Menembus Angka US$ 1,000/troy oz !

Dalam tulisan saya dua hari yang lalu saya meragukan terapi dosis tinggi yang dilakukan oleh the Fed untuk menyelamatkan US Dollar. Keraguan saya tersebut terjawab tadi malam – bahwa terapi yang dilakukan oleh the Fed bersama empat bank sentral negara maju lainnya – gagal menyelamatkan US Dollar.

kegagalan US Dollar - US $ failureIndikasi kegagalan ini akan sangat jelas terlihat apabila kita gunakan kaca mata daya beli yang stabil dan timbangan muamalah yang adil sepanjang zaman yaitu emas atau Dinar. Harga emas di pasar internasional nyaris mencapai angka US$ 1,000/troy oz semalam. Lihat grafik disamping yang memotret perdaganmgan emas dunia sejak the Fed melakukan program penyelamatan ekonomi Amerika Serikat – yang juga berarti US Dollar. Lihat titik yang saya beri tanda panah di garis angka 1000.

Kegagalan terhadap US Dollar juga berarti kegagalan seluruh mata uang fiat lainnya termasuk Rupiah. Betapa tidak karena kita menggunakan US dollar untuk mengukur kekuatan mata uang Rupiah kita. Kalau ukurannya anjlog – maka nilai uang kita ikut anjlog.

Bersamaan anjlognya nilai Rupiah yang mengikuti anjlognya US Dollar, ikut anjlog pula-lah nilai kekayaan negeri ini. Coba Anda bayangkan berapa besar penyusutan nilai (daya beli riil) kekayaan negeri ini yang sebagian berupa cadangan devisa yang nilainya mencapai US$ 57.125 Milyar akhir bulan lalu.

Penyusutan daya beli ini tidak akan dapat kita lihat apabila kacamata yang kita gunakan adalah uang fiat seperti US$ , Rupiah atau mata uang lainnya. Penyusutan daya beli hanya akan bisa kita lihat dengan membandingkannya dengan harga-harga komoditi riil seperti minyak bumi, beras, gandum dan yang paling universal adalah emas.

Saya mencoba memahami, mengapa IMF dalam Article of Agreement-nya (Article IV section 2) mengijinkan negara-negara anggotanya mengkaitkan mata uangnya terhadap mata uang manapun di dunia – tetapi melarangnya untuk mengkaitkan dengan emas. Rupanya ternyata hanya dengan ukuran emas-lah kerusakan system keuangan dunia disa dilihat dengan sangat jelas.

Kegagalan mata uang US Dollar kemarin ( yang juga berarti Rupiah), sekali lagi menjadi bukti kebenaran kehancuran mata uang kertas seperti yang saya tulis akhir tahun lalu dalam Teori Fibonacci.

Beruntunglah Anda yang mempercayai tulisan saya 2.5 bulan lalu tersebut kemudian menyelamatkan hasil jerih payah Anda bertahun-tahun dengan mengkonversi kekayaan uang kertas Anda menjadi kekayaan riil Dinar.

Pada saat saya menulis Teori Fibonacci tersebut 1 Dinar setara dengan Rp 1,090,100,-. Pagi ini 1 Dinar setara dengan Rp 1,272,600,-. Artinya dari kacamata uang Rupiah, Anda mengalami keuntungan 16.74% dalam 2.5 bulan !.

Dari kacamata uang Dinar, Anda telah menyelamatkan kekayaan Anda dari penyusutan nilai sebesar 14.34 % ! dalam 2.5 bulan terakhir !. Kok berbeda angkanya ? Iya, karena matematika sederhana (a/b-1)% berbeda dengan (b/a-1)%..

Teori dan tulisan saya bisa salah dan semoga Allah mengampuni dosa saya apabila ada yang salah dalam memahami ilmuNya, yang Maha Benar hanya Allah semata.

Labels: , , , ,

Thursday, March 13, 2008

Kenaikan Harga-Harga dan Kelangkaan...

Pagi ini ketika artikel saya tulis, harga minyak mentah internasional berada pada angka US$ 110/ barrel. Oleh karenanya Harga Dinar ikut tertarik keatas. Tapi kali ini saya ingin menulis sesuatu yang lain yaitu masalah kelangkaan.

Kelangkaan selalu menjadi dalih para ekonom konvensional untuk menjustifikasi kenaikan harga yang terus menerus. Kalau selepas perang dunia kedua harga minyak mentah dunia hanya kurang lebih US$ 1.5/ barrel dan pagi ini US$ 110/barrel - maka kelangkaan sumber daya alam berupa minyak-lah yang dikambing hitamkan.

Konsep ekonomi Islam berdasarkan Kemaha-kayaan Allah dan Keluasan IlmuNya. Allah menyediakan kebutuhan kita secara cukup sampai hari kiamat, tugas kita-lah untuk mencari karuniaNya tersebut. Untuk mencari karuniaNya tersebut, kita tidak boleh berhenti mencari ilmu dan terus membaca ayat-ayatNya baik yang qauliyah maupun yang qauniyah. Keterbatasan ilmu-lah yang membuat para ekonom konvensional mengkambing hitamkan kelangkaan dalam menjelaskan fenomena kenaikan harga-harga. Ilmu seluruh profesor ekonomi ditambah ilmuwan dari seluruh bidang - hanya setitik air dilautan bila diabandingkan ilmu Allah.

Dalam bidang energi misalnya, keterbatasan ilmu manusia sering mengakibatkan krisis energi yang seolah tidak terpecahkan pada zamannya. Baru setelah dilihat sekian puluh tahun atau ratus tahun kemudian manusia bisa belajar betapa konyolnya krisis tersebut. Di Inggris antara tahun 1500-1650 harga kayu bakar dan produk turunannya (maksudnya arang !) mengalami kenaikan sampai 8 kali karena ilmu pengetahuan mengenai energi saat itu di Inggris baru sampai pada kayu bakar dan produk turunannya. Ketika hutan-hutan di Inggris dibabat habis untuk kayu bakar, maka mulailah mereka mengimpor kayu bakar dari negara lain yang berakibat meroketnya harga kayu bakar. Energi dalam bentuk lain belum sampai ilmunya kepada mereka waktu itu.

Manusia di zaman inipun mengalami krisis energi yang serius. Harga minyak mentah yang naik lebih dari 70 kali lipat sejak enam puluh tahun terakhir -sejak berakhirnya perang dunia kedua- dari sekitar US$ 1.5 /barrel menjadi diatas US$ 110/barrel. Berapa harga minyak mentah dalam sepuluh tahun mendatang ? 10 kali dari harga sekarang ? mungkin-mungkin saja.

Dalam beberapa tahun kedepan yang lebih mendasar sebenarnya bukan masalah harga minyak ini, tetapi adalah apakah minyak masih tersedia sebagai sumber energi utama saat itu ? kalau minyak sudah tidak ada, lantas apa yang kita gunakan sebagai energi utama saat itu ?.

Ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu sudah beberapa puluh tahun terakhir ini melakukan berbagai riset dan pengembangan untuk memberikan sumber energi alternatif bagi kelangsungan peradaban manusia kedepan. Meskipun demikian sampai sekarang ilmuwan-ilmuwan diseluruh dunia belum bersepakat sehingga belum memiliki arah yang pasti kemana pengembangan sumber energi alternatif dikembangkan.

Begitu banyak sumber daya dikerahkan untuk mencari sumber energi alternatif mulai dari sinar matahari, gelombang laut, angin, panas bumi, bio disel sampai minyak jelantah, semuanya dicoba untuk dikembangkan – namun adakah cara pencarian yang lebih baik dan lebih efisien dari sekedar mengandalkan ilmu pengetahuan semata ?.

Disinilah letak pentingnya petunjuk itu, kita tidak akan menemukan jawaban yang kita cari kecuali bila Allah menghendaki. Berarti selain berusaha kita harus mohon petunjuk itu. Dan petunjuk inipun sebenarnya bukan sesuatu misteri yang hanya diberikan kepada orang-orang tertentu, petunjuk ini diberikan kepada siapa saja yang bertakwa dan ber sungguh-sungguh berusaha mencarinya. Lantas dimanakah petunjuk itu ? dimana lagi kalau bukan di Al-Quran !, bahkan Allah sendiri yang memperkenalkannya bahwa “Al Qur’an ini tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa” (QS 2:2).

Sebagai petunjuk bagi umat akhir zaman, maka kita yakini seyakin-yakinnya bahwa kebenaran Al-Qur’an adalah berlaku sampai akhir zaman. Dengan demikian maka petunjuk yang ada di dalamnya tentu juga berlaku sampai akhir zaman. Segala sesuatu yang disebut di dalam Al-Qur’an tidak akan pernah out of date sampai akhir zaman. Kemudian karena Al-Qur’an adalah petunjuk bagi manusia maka tidak ada satu arusan-pun yang lepas dari petunjuknnya, apalagi untuk urusan besar yang memenuhi hajat hidup umat seperti urusan energi ini.

Sekarang mudah-mudahan kita sudah yakin bahwa petunjuk itu ada di Al-Qur’an, petunjuk itu pasti benarnya sampai akhir zaman, petunjuk itu tersedia untuk seluruh urusan kehidupan manusia; maka sekarang saatnya kita mencari petunjuk Allah dibidang energi ini. Dari penelusuran saya di ayat-ayat Al-Qur’an; nampaknya energi angin di beberapa ayat secara sangat dominan diindikasikan sebagai sumber Energi. Berikut adalah ayat-ayat tersebut :

• Tuhan-mu adalah yang melayarkan kapal-Kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu.(QS 17:66)

• Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya; mudah-mudahan kamu bersyukur. (QS 30:46)

• Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) -Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur. (QS 31:31)

• Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (QS 54:15)

• Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS 21:81)

• Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. (QS 34:12)

• Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, (QS 25:48)

• Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan ke luar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira. (30:48)