Gold Dinar to
Buy Dinar etc.
 
Daftar Harga Gerai Dinar
   15 - Mar - 2010 Jam 12 : 30  
  (Rupiah/Unit)
Item Jual Beli
Dinar/Dirham
Dinar 1,407,220 1,350,931
Dirham 36,195 34,747
Emas *
24 K 326,077 313,034
22 K 298,904 280,969
20 K 271,731 249,992
18 K 244,558 220,102
   
*Diluar Biaya Cetak

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Friday, November 14, 2008

Buku Baru : Dinar Solution !.

Dinar SolutionAlhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah SWT atas perkenan dan bimbinganNya buku saya yang ke 5 sudah terbut dan mulai hari ini diedarkan.

Buku ini diterbitkan oleh Gema Insani Press (GIP), dan insyallah akan segera ada di toko-toko buku besar di seluruh Indonesia.

Ketika saya tulis buku ini semula berjudul PERENCANAAN FINANSIAL BERBASIS DINAR, namun karena isi di dalamnya sangat relevan dengan bagaimana kita mengantisipasi situasi krisis finansial seperti yang melanda dunia dewasa ini – saya sepakat dengan usulan penerbit untuk menerbitkannya dengan judul DINAR SOLUTION atau Dinar Sebagi Solusi.

Kita bisa bayangkan apabila saat ini Kita berusia 40-an tahun dan sedang berada di puncak karir, belasan tahun yang akan datang Kita akan ’pensiun’ dari pekerjaan Kita yang sekarang. Berapa biaya hidup Kita saat itu ?, berapa biaya kesehatan Kita ? bagaimana Kita membiayai hidup Kita dan keluarga saat itu ? dan berbagai pertanyaan lain yang kemungkinan Kita tidak siap menjawabnya sekarang. Menjadi semakin sulit di jaman dimana uang kertas tidak menentu nilainya seperti yang kita alami sekarang.

Disinilah masalahnya, karena mayoritas kita kaum pekerja, kaum eksekutif dan professional tidak siap menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti tersebut diatas pada saat kita masih berjaya di puncak karir, pada saatnya nanti kita ’pensiun’, sangat sedikit dari kita yang bisa mempertahankan kwalitas hidup kita. Selain kurangnya perencanaan, hal ini juga diperburuk dengan realita mayoritas asset kita saat itu berupa uang fiat (dalam bentuk pencairan dana pensiun, jaminan hari tua, pesangon dlsb.) yang nilainya terus mengalami penurunan.

Penurunan kwalitas kehidupan di akhir usia ini tidak sejalan dengan ajaran Islam, karena Islam mengajarkan kita untuk mencapai akhir usia yang paling baik, akhir amal yang paling baik dan hari terbaik ketika bertemu Allah SWT sebagaimana do’a yang dicontohkan berikut : “Allhummaj’al khaira ‘umry aakhirahu wa khaira ‘amaly khawaatimahu wa khaira ayyaami yauma alqooka fiih” yang artinya , “Ya Allah jadikanlah yang terbaik dari umurku adalah akhirnya, dan yang terbaik dari amal perbuatanku adalah penutupnya, dan yang terbaik dari hariku adalah hari ketika aku bertemu denganMu.”

Itulah sebabnya buku ini saya tulis sebagai panduan bagaimana merencanakan dan mengelola urusan finansial jangka panjang, lebih dari itu perencanaan tersebut juga kami buat dalam bentuk Dinar yaitu uang emas Islam yang sudah terbukti lebih dari 1400 tahun berhasil mempertahankan daya belinya.

Karena harta bagi seorang muslim hanyalah sebagai alat untuk menunjang tujuan hidupnya yang lebih utama yaitu mencari Ridla Allah semata, maka dalam mencari dan mengelola kekayaan finansial tersebut tidak boleh keluar dari aturan yang syar’i.

Harta juga berguna bagi muslim bukan hanya untuk kehidupan di dunia tetapi juga berguna untuk kehidupannya yang abadi di akhirat kelak, apabila selama di dunia pemiliknya bisa memanfaatkan harta tersebut di jalanNya. Apabila tidak, maka harta justru akan menjadi beban.

Perspektif manfaat harta yang tidak terbatas pada kehidupan duniawi membuat perencanaan finansial bagi seorang muslim juga harus mencakup hal-hal yang terkait dengan hidup sesudah mati tersebut. Oleh karena alasan ini, maka bagian yang tidak terpisahkan dari perencanaan finansial bagi seorang muslim juga mencakup masalah-masalah yang terkait dengan sadaqah, zakat, wakaf, hibah, wasiat dan tidak kalah pentingnya adalah masalah warisan.

Untuk bisa mencakup seluruh aspek tersebut diatas, susunan buku ini saya tulis sejalan dengan garis waktu (timeline) dari kehidupan kita.

Anggap sebelum ini kita belum membuat perencanaan finansial yang Islami, maka buku ini mulai dari Bab I menjelaskan pentingnya membuat perencanaan keuangan yang Islami ini. Kemudian menuntun kita memasuki proses pembuatan perencanaan finansial di Bab II. Bab III sampai dengan Bab VI membahas detil perencanaan finansial itu sendiri.

Bab VII khusus membahas masalah pilihan usaha yang bisa kita persiapkan dan bangun sedini mungkin, agar secara ekonomi kita tetap berjaya sampai akhir hayat

Dengan asumsi insya Allah sukses dalam mengimplementasikan rencana finansial kita, maka Bab VIII mulai kita bahas pemanfaatan harta untuk akhirat kita dalam bentuk Zakat. Di Bab IX dibahas hal-hal yang sangat penting dalam kaitan pemanfaatan harta untuk tujuan yang abadi yaitu dalam bentuk wakaf, hibah dan wasiat.

Bab I sampai Bab IX menyangkut apa yang kita bisa lakukan dengan harta kita selama kita masih hidup, sesudah wafat tentu juga kita tidak ingin harta yang kita tinggalkan menjadi musibah bagi ahli waris, disinilah pentingnya ilmu waris yang kami bahas secara khusus di Bab X.

Dengan target pembahasan yang begitu luas, rasanya tidak mungkin pula bisa membuatnya terlalu detail dalam satu buku ini. Oleh karenanya kami prioritaskan pembahasan hal-hal yang menurut kami essensial seperti masalah Dinar dan perencanaan finansial itu sendiri, sedangkan hal lain yang sangat penting tetapi banyak sudah buku yang bisa dijadikan referensi seperti zakat dlsb. kami hanya bahas pokok-pokoknya. Kami sangat menganjurkan pembaca buku ini juga mendalami masalah-masalah yang terkait dengan zakat, wakaf, hibah, wasiat dan ilmu waris dari perbagai literatur yang mudah diperoleh di toko-toko buku Islam.

Semoga Allah selalu membimbing hambaNya yang bodoh dan fakir ini; semoga pula buku ini bisa menjadi bagian dari Ilmu yang bermanfaat bagi penulisnya sendiri maupun pembacanya.

Per hari ini buku ini sudah bisa dibeli di DinarWorld.Com

Labels:

3 Comments:

Blogger masnoor said...

assalamualaikum, selamat atas peluncuran buku terbarunya pak... semoga dengan hadirnya buku ini dinar bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas. :-)

November 14, 2008 8:49 AM  
Blogger alfiqih said...

Pak Iqbal, ini ada pertanyaan dari milis :
sekadar sharing juga nih..ttg maraknya dinar emas ..mengutip pendapat salah satu peneliti ekonomi syariah :

"bukankah sebaiknya emas digunakan sebagai uang bukan barang yang ditimbun dengan dalih investasi untuk diambil profitnya jika harga jualnya lebih tinggi dari harga beli. coba renungkan lagi, sebaiknya emas memang menjadi uang, tetapi aplikasi itu membutuhkan lingkungan sistem yang mendukung, yaitu tidak ada
riba dan spekulasi. lihat bagaimana beberapa kali sejarah menunjukkan rezim emas runtuh akibat praktek kapitalisme tersebut. jadi kita wujudkan kondisi yang satu itu dulu."

dari kutipan diatas saya jadi menyimpulkan...ketika semua muslim mempunyai pendapat emas sebagai alat penyimpan nilai...dan cenderung untuk disimpan...dan bukan untuk digunakan sebagai hanya sekedar pelumas ekonomi yaitu sebagai alat tukar...maka akan ada kekeringan dalam sumber pembiayaan produktif dong ya ? padahal ketika sumber daya dikerahkan untuk kerja2 produktif itu sangat membantu lho membantu saudara2 kita yg masih menganggur.......

November 14, 2008 12:34 PM  
Blogger M. Iqbal said...

Waalaykum salam Pak alFiqih;

Betul sekali bahwa Emas targetnya menjadi uang yang sesungguhnya; yang memerankan tiga fungsi sekaligus yaitu sebagai alat tukar (medium of exchange), sebagai penyimpan nilai (store of value) dan sebagai unit of account (istilah Al Ghazali hakim atau timbangan yang adil).

Hanya karena sebagai alat tukar ini memerlukan otoritas pemerintahan/kekhalifahan, maka oarang seperti saya tidak bisa memaksakannya.

Tetapi kalau menggunakan Dinar sebagai penyimpan nilai, mengamankan asset kita dari permainan spekulator mata uang - agar asset kita tidak terpangkas tinggal 1/4nya seperti tahun 1998 - maka sejauh tidak berlebihan ini malah dicontohkan dengan konsep ketahanan ekonomi (Yukhsinun) di Surat Yusf.

Lebih jauh menggunakan Dinar sebagai timbangan (muamalah) yang adil seperti pemikirannya Ghazali, ini juga paling tidak lebih benar ketimbang pelarangan penggunaan emas seperti yang dilakukan IMF terhadap seluruh anggotanya.

Kaidah Amal dalam Islam adalah memulainya dari diri kita yang kita bisa (ibda' bi nafsih); kita nggak bisa menunggu dunia bebas Riba dan bebas spekulasi - justru kita yang harus memulai melawannya.

Riba ada di zaman Rasulullah - maka timbullah larangan terhadapnya, demikian juga perdagangan yang mengandung Gharar (spekulasi) maka juga timbul larangan terhadapnya.

Jadi kalau untuk kembali ke system uang yang adil ini menunggu Riba atau spekulasi hilang menghilang, maka ini kayak ayam dan telur.

Jadi mulai yang kita bisa untuk melawan system uang yang tidak adil.

Apa yang kita lakukan dengan GeraiDinar memperkenalkan Dinar sebagai 2 dari tiga fungsi uang, kemudian memperkenalkan pula DinarWorld untuk melengkapinya dan menjadikan dinar sebagai 'uang' yang sesungguhnya; adalah langkah kecil umat manusia, melawan hegemoni system keuangan spekulatif yang ribawi.

Langkah ini masih sangat-sangat kecil dan awal, namun inilah ibda' binafsih dibidang ekonomi itu, mulai dari diri kita dengan apa yang kita bisa.

Wallahu A'lam.

November 14, 2008 1:00 PM  

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home