Gold Dinar to
Buy Dinar etc.
 
Daftar Harga Gerai Dinar
   03 - Sep - 2010 Jam 06 : 30  
  (Rupiah/Unit)
Item Jual Beli
Dinar/Dirham
Dinar 1,556,760 1,494,490
Dirham 21,000 20,160
Emas *
24 K 360,728 346,299
22 K 330,667 310,827
20 K 300,606 276,558
18 K 270,546 243,491
   
*Diluar Biaya Cetak

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Thursday, October 16, 2008

Memahami Sunatullah Produk Investasi Anda...

Sunatullah dalam bahasa sekulernya kurang lebih adalah apa yang akan berjalan dengan sendirinya apabila tidak ada upaya manusia untuk merekayasanya. Dalam bahasa keimanan sebenarnya tidak ada yang berjalan dengan sendirinya ini, semua terjadi sesuai kehendak Allah.

Untuk lebih mudah memahami saya ambilkan contoh balon gas yang biasa diikat dengan benang dan menjadi mainan anak-anak kita. Kalau benangnya dilepas dari pegangan kita, apa yang terjadi ? – dengan sendirinya balon akan naik tanpa batas – atas Ijin Allah. Sunatullah balon gas adalah naik karena masa jenis isi balon tersebut lebih rendah dari udara.

Sebaliknya kalau kita pegang batu bata dan coba kita lepas pegangan kita, apa yang terjadi ? dengan sendirinya batu bata akan jatuh....awas hati-hati kalau mencobanya karena bisa kena kaki !. Sunatullah batu bata dan benda-benda lainnya yang memiliki masa jenis lebih tinggi dari udara akan jatuh bila dilepas.

Hari-hari ini nilai Rupiah jatuh, bursa saham di seluruh dunia juga jatuh meskipun berbagai upaya untuk mengangkatnya telah diupayakan oleh otoritas yang canggih-canggih.

Mengapa demikian ? Uang kertas, kertas saham, bond dlsb. asalnya bernilai sangat rendah mendekati nol (seharga kertas). Kemudian ada pihak yang menjanjikan nilai pada kertas yang asalnya hampir tidak bernilai tersebut. Untuk uang kertas yang menjanjikan nilai tersebut adalah pemerintah; untuk kertas saham dan sejenisnya bisa perusahaan swasta.

Apa yang terjadi kalau pihak yang berjanji tersebut dikawatirkan tidak atau kurang mampu memenuhi janjinya ? uang, saham , bond dan sejenisnya akan dengan sendirinya berjatuhan nilainya. Jadi dapat kita katakan sunatullah uang kertas, saham dan sejenisnya adalah jatuh.

Sebaliknya emas; dalam peradaban manusia manapun – emas selalu memiliki nilai yang tinggi. Tidak ada peradaban manapun dimana manusia menganggap emas tidak berharga. Bahkan emas juga termasuk jenis barang yang akan ada di surga.

Nilai emas hanya turun apabila ada rekayasa untuk menekannya. Lho kok ada pihak yang menghendaki nilai emas turun ?. Menurut para pelaku perdagangan emas di Amerika manusia semacam ini ada dan mereka menyebutnya the Nice Government Men mungkin sejenis juga dengan Men in Black kali ya :)

Konon menurut mereka kalau harga emas dapat ditekan rendah, US$ akan tetap kelihatan perkasa. Sebaliknya kalau harga emas kembali ke sunatullah-nya, maka dengan sendirinya uang US$ meluncur menjadi tidak berharga. Kalau tertarik Anda bisa elaborate analisa mereka ini antara lain di www.gata.org atau www.goldprice.org.

Dengan memahami Sunatullah produk-produk investasi yang ada di pasaran...insyaallah kita tidak akan terkaget-kaget dengan trend-trend jangka pendek, karena kita akan paham betul akan kemana hasil investasi kita dalam jangka panjang.

Dalam berinvestasi (dan juga dalam segala aspek kehidupan kita) insyaallah semuanya akan menjadi mudah kalau bisa kita selaraskan dengan kehendak Allah. Kehendak Allah pasti terjadi, jadi kita tinggal ‘menumpang’ pada scenario Allah tersebut.

Sebaliknya semua akan menjadi sulit kalau kita melawan kehendak Allah, apapun yang kita lakukan akan hancur karena tidak akan ada yang kuasa melawan kehendakNya.

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.
(QS 2 : 276 & 279)

Maha benar Allah dengan segala firmanNya.

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home