Menyelesaikan Masyalah Dengan Istighfar…
Suatu saat 4 orang laki-laki datang kepada Hasan Al Basri secara bergantian dengan masalahnya sendiri-sendiri :
Orang Pertama datang mengadukan kekeringan yang melanda karena hujan tidak turun dari langit; Hasan Basri memberi nasihat kepada orang tersebut untuk beristigfar.
Orang Kedua datang mengadukan kemiskinan yang dideritanya; Hasan Basri-pun memberi nasihat kepada orang kedua ini untuk beristigfar.
Orang Ketiga datang mengadu karena istrinya mandul - tidak memiliki keturunan ; lagi-lagi Hasan Basri memberi nasihat kepada orang ketiga ini-pun untuk beristigfar.
Orang Keempat datang mengeluhkan kebunnya yang gersang – tidak dapat menumbuhkan tanaman ; yang terakhir inipun diberi nasihat untuk beristigfar.
Maka penasaran-lah orang yang hadir menyaksikan Hasan Basri memberi solusi yang sama untuk berbagai permasalahan yang berbeda; berkata mereka “ Kamu ini aneh Hasan Basri, semua orang yang datang, meskipun problemnya berbeda-beda solusi yang kamu berikan sama yaitu Istigfar ?.”
Hasan Basri menjawab : “Apakah kamu tidak membaca Firman Allah Ta’ala berikut”. Yang dibacanya adalah Surat Nuh Ayat 10 -12 yang artinya :
“Maka aku berkata “Mohonlah ampunan kepada tuhanmu sesungguhnya dia maha pengampun ;Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit ; Dan dia memperbanyak harta dan anak-anakmu; dan mengadakan kebuin-kebuh untukmu; dan mengadakan sungai-sungai untukmu “. (QS Nuh 10 - 12)
Cerita tersebut diatas rasanya perlu kita renungkan; mumpung ini bulan ramadhan – bulan penuh ampunan, istigfar banyak-banyak ternyata tidak hanya mendatangkan ampunan, tetapi juga dapat menyelesaikan seluruh permasalahan.
Masing-masing kita punya masalah sendiri-sendiri; solusinya sama yaitu beristigfar. Ini baru awalnya, tetapi awalan yang amat sangat penting. Bangsa inipun perlu istigfar besar-besaran untuk menyelesaikan seluruh permasalahan yang ada.
Ibarat kita bekerja dalam satu perusahaan – kalau atasan kita lagi marah sama kita maka apapun yang kita lakukan serba salah, kita kerja baikpun salah apalagi kerja buruk.
Demikianpula nampaknya yang terjadi di negeri ini, negeri yang subur gemah ripah loh jinawi – tetapi kita sekarang berada pada perangkap pangan atau food trap dari negara-negara maju.
Tujuh komponen utama pangan non beras harus diimpor dari negara maju, bahkan empat diantaranya sudah pada tahap kiritis yaitu gandum, kedelai, daging ayam ras dan telur ayam ras. Bayangkan negeri miskin harus membeli bahan makanan dari negeri kaya !; apa jadinya anak cucu kita nanti bila kita tidak mulai bergerak sekarang.
Kita tidak bisa menunggu pemerintah dan politikus berbuat, sampai tahun depan mereka akan sibuk kampanye pemilu legislatif dan eksekutif ; setelah itu mereka akan sibuk negosiasi kursi kabinet. Katakanlah kita akan mendapatkan presiden yang baik dan menteri-menteri yang baik; maka mereka baru bekerja efektif paling dua tahun dari sekarang.
Setelah itupun Presiden dan menteri-menteri yang baik inipun hanya akan bekerja efektif paling banter 3 tahun, karena sesudah itu mereka akan sibuk lagi mempersiapkan pemilu berikutnya dan berikutnya lagi.
Maka beristigfarlah banyak-banyak kita semua…kemudian setelah itu kita berbuat apa yang kita bisa, insyaallah kita bisa menjadi batu bata yang baik dalam bangunan Islam yang indah…. Amin.
Orang Pertama datang mengadukan kekeringan yang melanda karena hujan tidak turun dari langit; Hasan Basri memberi nasihat kepada orang tersebut untuk beristigfar.
Orang Kedua datang mengadukan kemiskinan yang dideritanya; Hasan Basri-pun memberi nasihat kepada orang kedua ini untuk beristigfar.
Orang Ketiga datang mengadu karena istrinya mandul - tidak memiliki keturunan ; lagi-lagi Hasan Basri memberi nasihat kepada orang ketiga ini-pun untuk beristigfar.
Orang Keempat datang mengeluhkan kebunnya yang gersang – tidak dapat menumbuhkan tanaman ; yang terakhir inipun diberi nasihat untuk beristigfar.
Maka penasaran-lah orang yang hadir menyaksikan Hasan Basri memberi solusi yang sama untuk berbagai permasalahan yang berbeda; berkata mereka “ Kamu ini aneh Hasan Basri, semua orang yang datang, meskipun problemnya berbeda-beda solusi yang kamu berikan sama yaitu Istigfar ?.”
Hasan Basri menjawab : “Apakah kamu tidak membaca Firman Allah Ta’ala berikut”. Yang dibacanya adalah Surat Nuh Ayat 10 -12 yang artinya :
“Maka aku berkata “Mohonlah ampunan kepada tuhanmu sesungguhnya dia maha pengampun ;Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit ; Dan dia memperbanyak harta dan anak-anakmu; dan mengadakan kebuin-kebuh untukmu; dan mengadakan sungai-sungai untukmu “. (QS Nuh 10 - 12)
Cerita tersebut diatas rasanya perlu kita renungkan; mumpung ini bulan ramadhan – bulan penuh ampunan, istigfar banyak-banyak ternyata tidak hanya mendatangkan ampunan, tetapi juga dapat menyelesaikan seluruh permasalahan.
Masing-masing kita punya masalah sendiri-sendiri; solusinya sama yaitu beristigfar. Ini baru awalnya, tetapi awalan yang amat sangat penting. Bangsa inipun perlu istigfar besar-besaran untuk menyelesaikan seluruh permasalahan yang ada.
Ibarat kita bekerja dalam satu perusahaan – kalau atasan kita lagi marah sama kita maka apapun yang kita lakukan serba salah, kita kerja baikpun salah apalagi kerja buruk.
Demikianpula nampaknya yang terjadi di negeri ini, negeri yang subur gemah ripah loh jinawi – tetapi kita sekarang berada pada perangkap pangan atau food trap dari negara-negara maju.
Tujuh komponen utama pangan non beras harus diimpor dari negara maju, bahkan empat diantaranya sudah pada tahap kiritis yaitu gandum, kedelai, daging ayam ras dan telur ayam ras. Bayangkan negeri miskin harus membeli bahan makanan dari negeri kaya !; apa jadinya anak cucu kita nanti bila kita tidak mulai bergerak sekarang.
Kita tidak bisa menunggu pemerintah dan politikus berbuat, sampai tahun depan mereka akan sibuk kampanye pemilu legislatif dan eksekutif ; setelah itu mereka akan sibuk negosiasi kursi kabinet. Katakanlah kita akan mendapatkan presiden yang baik dan menteri-menteri yang baik; maka mereka baru bekerja efektif paling dua tahun dari sekarang.
Setelah itupun Presiden dan menteri-menteri yang baik inipun hanya akan bekerja efektif paling banter 3 tahun, karena sesudah itu mereka akan sibuk lagi mempersiapkan pemilu berikutnya dan berikutnya lagi.
Maka beristigfarlah banyak-banyak kita semua…kemudian setelah itu kita berbuat apa yang kita bisa, insyaallah kita bisa menjadi batu bata yang baik dalam bangunan Islam yang indah…. Amin.











0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home