Dollar Yang Lagi Perkasa dan Peluangnya Bagi Kita...
Hari-hari ini bagi yang rajin ngamati US$ Index Gauge di blog ini akan melihat US$ Index di zone merah, tepatnya di angka 78.12 pada saat artikel ini saya tulis pagi ini.
Artinya US$ lagi perkasa-perkasanya. Lantas mengapa Gauge yang saya buat justru menunjukkan angka merah, bukankah menguatnya US$ baik untuk semuanya ? belum tentu – tergantung dari mana kita melihatnya. Bahkan untuk orang Amerika sekalipun – menguatnya Dollar tidak selalu baik bagi mereka.
Dollar yang terlalu kuat membuat export Amerika tidak competitive, sebaliknya import akan meningkat karena dengan jumlah uang Dollar yang sama – lebih banyak barang bisa didatangkan dari negeri lain.
Dari sini defisit perdagangan Amerika yang saat ini sudah buruk akan semakin memburuk. Defisit perdagangan juga berarti domestic saving lebih rendah dari domestic investment ; ini bisa berasal dari defisit pemerintah yang besar atau rendahnya tabungan masyarakat atau kombinasi keduanya.
Untuk menurunkan defisit tersebut yang paling masuk akal justru harusnya menurunkan nilai Dollar, karena dengan demikian export Amerika akan meningkat dan import menurun.
Seperti spedometer mobil, ketika gas kita injak kuat dan mobil melesat dengan kecepatan tinggi – situsai ini tidak lama, dan menuntut ekstra hati-hati kita pada kecepatan ini – inilah makna dari zone merah tersebut.
Tapi biarlah ini urusan mereka, bagi kita cukup sekedar tahu problem yang mereka hadapi dan mengambil manfaat dari situasi ini.
Apa yang kita bisa manfaatkan dari menguatnya Dollar sekarang ini ? .
Kalau dari skala makro Indonesia, mumpung Dollar lagi kuat dan Cadangan Devisa kita cukup besar dalam US$ sekitar US$ 60 milyar saat ini; ini menjadi kesempatan yang baik sebenarnya untuk menguarangi ketergantungan kita pada Dollar.
Memindahkan sebagian cadangan devisa dalam Dollar secara bertahap menjadi peningkatan cadangan emas yang saat ini hanya berkisar 96 ton di Bank Sentral akan menguatkan ketahanan ekonomi kita kedepan. Agar kelak kalau US$ nyungsep lagi, kita nggak ikut nyungsep. Bagaimanapun kekayaan riil (emas) akan lebih baik dari kekayaan yang hanya dalam bentuk angka-angka diatas kertas atau dalam memori komputer ( baca : uang kertas).
Tapi lagi-lagi biarlah ini jadi urusan para orang pinter di BI dan Departemen Keuangan untuk memikirkannya.
Yang paling sederhana dan dalam jangkuan kita sendiri untuk memutuskannya adalah yang jelas harga emas lagi murah, demikian pula Dinar – ini saat yang baik untuk membeli Dinar....Wallahu a’lam.
Disclaimer :
Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.
Artinya US$ lagi perkasa-perkasanya. Lantas mengapa Gauge yang saya buat justru menunjukkan angka merah, bukankah menguatnya US$ baik untuk semuanya ? belum tentu – tergantung dari mana kita melihatnya. Bahkan untuk orang Amerika sekalipun – menguatnya Dollar tidak selalu baik bagi mereka.
Dollar yang terlalu kuat membuat export Amerika tidak competitive, sebaliknya import akan meningkat karena dengan jumlah uang Dollar yang sama – lebih banyak barang bisa didatangkan dari negeri lain.
Dari sini defisit perdagangan Amerika yang saat ini sudah buruk akan semakin memburuk. Defisit perdagangan juga berarti domestic saving lebih rendah dari domestic investment ; ini bisa berasal dari defisit pemerintah yang besar atau rendahnya tabungan masyarakat atau kombinasi keduanya.
Untuk menurunkan defisit tersebut yang paling masuk akal justru harusnya menurunkan nilai Dollar, karena dengan demikian export Amerika akan meningkat dan import menurun.
Seperti spedometer mobil, ketika gas kita injak kuat dan mobil melesat dengan kecepatan tinggi – situsai ini tidak lama, dan menuntut ekstra hati-hati kita pada kecepatan ini – inilah makna dari zone merah tersebut.
Tapi biarlah ini urusan mereka, bagi kita cukup sekedar tahu problem yang mereka hadapi dan mengambil manfaat dari situasi ini.
Apa yang kita bisa manfaatkan dari menguatnya Dollar sekarang ini ? .
Kalau dari skala makro Indonesia, mumpung Dollar lagi kuat dan Cadangan Devisa kita cukup besar dalam US$ sekitar US$ 60 milyar saat ini; ini menjadi kesempatan yang baik sebenarnya untuk menguarangi ketergantungan kita pada Dollar.
Memindahkan sebagian cadangan devisa dalam Dollar secara bertahap menjadi peningkatan cadangan emas yang saat ini hanya berkisar 96 ton di Bank Sentral akan menguatkan ketahanan ekonomi kita kedepan. Agar kelak kalau US$ nyungsep lagi, kita nggak ikut nyungsep. Bagaimanapun kekayaan riil (emas) akan lebih baik dari kekayaan yang hanya dalam bentuk angka-angka diatas kertas atau dalam memori komputer ( baca : uang kertas).
Tapi lagi-lagi biarlah ini jadi urusan para orang pinter di BI dan Departemen Keuangan untuk memikirkannya.
Yang paling sederhana dan dalam jangkuan kita sendiri untuk memutuskannya adalah yang jelas harga emas lagi murah, demikian pula Dinar – ini saat yang baik untuk membeli Dinar....Wallahu a’lam.
Disclaimer :
Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.
Labels: cadangan devisa, US$ Index











0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home