Gold Dinar to
Buy Dinar etc.
 
Daftar Harga Gerai Dinar
   09 - Feb - 2010 Jam 12 : 30  
  (Rupiah/Unit)
Item Jual Beli
Dinar/Dirham
Dinar 1,404,750 1,348,560
Dirham 32,978 31,659
Emas *
24 K 325,504 312,484
22 K 298,379 280,476
20 K 271,254 249,553
18 K 244,128 219,715
   
*Diluar Biaya Cetak

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Friday, August 8, 2008

Diluar Sektor Riil, Pilihan Investasi Kita Memang Tidak Banyak...

Dalam sebuah diskusi di kelompok pengajian ibu-ibu di Cibubur kemarin, ada pertanyaan menarik dari seorang ibu yang nampaknya banyak pengalaman dibidang investasi baik saham, reksadana maupun emas.

Intinya pertanyaannya adalah saat-saat sekarang ini investasi saham dan reksadana lagi tidak baik; demikian pula dengan emas – lantas apa yang harus kita lakukan ?.

Pertanyaan ini sekarang mungkin di alami oleh mayoritas investor pribadi di negeri ini dan juga di seluruh dunia ; apa yang harus kita pilih ?.

Deposito dan tabungan menurut saya sendiri adalah opsi terakhir dari pilihan investasi kita kalau kita sudah tidak ketemu hal-hal yang lebih menarik. Betapa tidak hasil bersih deposito saat ini yang rata-rata berada pada kisaran 6% - setelah potong pajak, kurang lebih hanya separuh dari perkiraan tingkat inflasi negeri ini untuk tahun 2008 yang bisa mencapai 12 %. Artinya uang kita tumbuh, tetapi kalah cepat dengan penurunan nilai daya beli riilnya yang menurun karena inflasi yang lebih tinggi.

Pilihan pertamanya menurut saya tetap pada bisnis di sektor riil; pilihannnya banyak tergantung minat, pengetahuan dan pengalaman kita.

Tiga hari lalu saya ketemu salah satu dari sekelompok temen-temen kuliah saya yang sekarang rata-rata telah menjadi milyarder. Padahal tahun 2001 ketika mereka berkumpul di kantor saya di Kuningan – mereka belum punya ide mau berbuat apa, justru pertemuan tahun 2001 tersebutlah awal niatnya untuk berbuat sesuatu secara berjamaah sesama alumni.

Apa yang mereka lakukan ? sekali lagi adalah sektor riil. Mereka mengelola tanah perkebunan yang sekarang telah menjadi milik mereka sendiri dengan luas lebih dari 1000 ha di Jawa Timur. Dari perkebunan yang ditanami pohon karet dan kayu untuk industri inilah asset masing-masing kawan saya tersebut menggelembung menjadi puluhan milyar hanya dalam tujuh tahun.

Karena keberhasilan kawan-kawan yang terjun di sektor riil tanaman perkebunan dan industri ini, insyaallah pada waktunya nanti pembaca yang berminat dapat mengikuti langkah mereka dengan konsep muzara’ah yang sudah saya perkenalkan sebelumnya.

Deposito dan sektor riil adalah dua ekstrem, diantara keduanya ada saham, reksadana, dan emas. Diantara yang tengah-tengah ini mana yang kita pilih ?.

Sekitar empat bulan lalu saya menulis tentang Dow/Gold Ratio atau saya sebut DGR, yang intinya membandingkan harga saham di Dow dengan harga emas dunia. Saat saya menulis tersebut DGR masih berada pada angka 13.96; pagi ini DGR berada pada angka 13.17 jauh lebih rendah dibandingkan empat bulan lalu.

Dow Jones Index  vs Gold PriceApa artinya ini ? Pada saat DGR berada pada angka 13.96; Dow Jones Index (DJI) berada pada angka 12 850 dan harga emas berada pada angka US$ 920/ troy oz. Pagi ini DGR berada pada angka 13.17 karena DJI berada pada angka 11 431 dan harga emas pada US$ 867.60./troy oz. Trend jangka panjang dari DGR ini dapat dilihat disamping, sehingga kita bisa menduga kearah mana kiranya harga saham dan emas akan bergerak.

Jadi meskipun harga emas saat ini lagi rendah-rendahnya, emas masih berkinerja jauh lebih baik dari saham karena ternyata saham secara glogal turun lebih cepat ketimbang emas dalam empat bulan terakhir. Perbandingan ini memang tidak kita buat terhadap kinerja saham di Indonesia Stock Exchange (IDX), tetapi karena kinerja IDX pada umumnya juga sejalan dengan kinerja bursa saham secara global, maka indikasi ini bisa jadi juga merefleksikan kondisi di IDX.

Jadi saya sendiri sebelum bisa mengikuti jejak-jejak kawan saya yang sukses di sektor rill, emas dan khusunya Dinar tetap menjadi pilihan saya. Wallahu A’lam.


Disclaimer :

Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.

Labels: ,

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home