Cerita Dibalik Rendahnya Harga Emas...
Cerita menarik ini bukan karangan saya, saya hanya mengambil intisari pelajarannya dari tulisan David Bond di Wall Street Journal terbitan kemarin 18/08/08.
Tokoh-tokohnya nyata yaitu Hunt bersaudara dari kisah yang nyata pula yang terjadi sekitar 30 tahun lalu – di negeri yang disamarkan olerh penulis cerita sebagi negeri United Snakes (betul, penulis David Bond menggunakan istilah United Snakes !).
Pada tahun 1977, Hunt bersaudara dan beberapa orang Arab mitranya melihat hal yang aneh di pasar perak. Di pasar komoditi, diatas kertas perak diperdagangkan pada harga US$ 3.5 per ounce. Padahal dari survey di pasar fisik, mereka tahu betul bahwa tidak ada satu ounce-pun perak yang dijual dengan harga ini secara fisik.
Mengetahui bahwa harga perak di bursa komoditi (COMEX) sangat murah dibandingkan harga fisik kalau ada di pasaran, maka Hunt bersaudara bersama mitranya yang dari Arab mulai membeli perak di bursa secara bertahap dalam dua tahun.
Bulan October 1979, jumlah perak yang mereka beli bertahap tersebut telah mencapai 192 juta ounces dan tiba saatnya mereka menagih janji barang yang dibelinya. Wajar bukan ?, orang membeli jeruk mendapatkan jeruknya. Demikian pula pikir Hunt bersaudara plus temannya yang Arab, beli perak harus mendapatkan perak.
Pikiran yang wajar dan benar ini ternyata dilihat oleh pasar komoditi berjangka sebagai suatu malapetaka; seluruh pasar tidak siap memenuhi permintaan yang wajar dan benar ini.
Beberapa perusahaan bangkrut dan kegoncangan pasarpun terjadi, sampai-smpai presiden United Snakes saat itu harus turun tangan menggelontorkan cadangan peraknya ke pasar untuk menyelamatkan pasar perak dunia saat itu.
Situasi yang dimanfaatkan oleh Hunt bersaudara 30 tahun lalu tersebut sebenarnya tidak berbeda dengan situasi sekarang; harga emas dan perak diats kertas di bursa komoditi jatuh – tetapi kita tahu emas dan perak di pasar fisik harganya jauh lebih tinggi dari harga di atas kertas di bursa – inipun kalau barangnya ada..
Berbeda dengan kertas saham, obligasi, uang kertas dan sejenisnya – hanya berharga ketika pihak yang berjanji masih bisa memenuhi janjinya; ketik mereka tidak mampu memenuhi janjinya maka benda-benda ini menjadi tidak berharga sama sekali.
Emas dan perak berharga bukan karena janji dari pihak tertentu, berharganya emas dan perak karena bendanya itu sendiri yang berharga. Jadi mau dijual dengan cara apapun, bendanya harus ada dan bisa diperoleh dengan harga yang ada.
Cerita mengenai Hunt 30 tahun lalu seharusnya menjadi pelajaran bagi para pelaku pasar di bursa komoditi; jangan menjual barang ketika Anda belum memiliki barang yang Anda (akan) jual tersebut. Ini termasuk hal sederhana yang diatur di syariah yang kalau kita ikuti akan menjadi praktek perdagangan yang prudent.
Semoga kita dapat selalu berjalan diatas syariatNya....
Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. (QS 45 : 18)
Tokoh-tokohnya nyata yaitu Hunt bersaudara dari kisah yang nyata pula yang terjadi sekitar 30 tahun lalu – di negeri yang disamarkan olerh penulis cerita sebagi negeri United Snakes (betul, penulis David Bond menggunakan istilah United Snakes !).
Pada tahun 1977, Hunt bersaudara dan beberapa orang Arab mitranya melihat hal yang aneh di pasar perak. Di pasar komoditi, diatas kertas perak diperdagangkan pada harga US$ 3.5 per ounce. Padahal dari survey di pasar fisik, mereka tahu betul bahwa tidak ada satu ounce-pun perak yang dijual dengan harga ini secara fisik.
Mengetahui bahwa harga perak di bursa komoditi (COMEX) sangat murah dibandingkan harga fisik kalau ada di pasaran, maka Hunt bersaudara bersama mitranya yang dari Arab mulai membeli perak di bursa secara bertahap dalam dua tahun.
Bulan October 1979, jumlah perak yang mereka beli bertahap tersebut telah mencapai 192 juta ounces dan tiba saatnya mereka menagih janji barang yang dibelinya. Wajar bukan ?, orang membeli jeruk mendapatkan jeruknya. Demikian pula pikir Hunt bersaudara plus temannya yang Arab, beli perak harus mendapatkan perak.
Pikiran yang wajar dan benar ini ternyata dilihat oleh pasar komoditi berjangka sebagai suatu malapetaka; seluruh pasar tidak siap memenuhi permintaan yang wajar dan benar ini.
Beberapa perusahaan bangkrut dan kegoncangan pasarpun terjadi, sampai-smpai presiden United Snakes saat itu harus turun tangan menggelontorkan cadangan peraknya ke pasar untuk menyelamatkan pasar perak dunia saat itu.
Situasi yang dimanfaatkan oleh Hunt bersaudara 30 tahun lalu tersebut sebenarnya tidak berbeda dengan situasi sekarang; harga emas dan perak diats kertas di bursa komoditi jatuh – tetapi kita tahu emas dan perak di pasar fisik harganya jauh lebih tinggi dari harga di atas kertas di bursa – inipun kalau barangnya ada..
Berbeda dengan kertas saham, obligasi, uang kertas dan sejenisnya – hanya berharga ketika pihak yang berjanji masih bisa memenuhi janjinya; ketik mereka tidak mampu memenuhi janjinya maka benda-benda ini menjadi tidak berharga sama sekali.
Emas dan perak berharga bukan karena janji dari pihak tertentu, berharganya emas dan perak karena bendanya itu sendiri yang berharga. Jadi mau dijual dengan cara apapun, bendanya harus ada dan bisa diperoleh dengan harga yang ada.
Cerita mengenai Hunt 30 tahun lalu seharusnya menjadi pelajaran bagi para pelaku pasar di bursa komoditi; jangan menjual barang ketika Anda belum memiliki barang yang Anda (akan) jual tersebut. Ini termasuk hal sederhana yang diatur di syariah yang kalau kita ikuti akan menjadi praktek perdagangan yang prudent.
Semoga kita dapat selalu berjalan diatas syariatNya....
Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. (QS 45 : 18)











4 Comments:
Yth. Pak Iqbal. Dari dashboard, adakah penjelasan kenapa skala US$ index merah mulai pada level 77. Demikian pula Gold Oil Ratio (kuning mulai level 5 dan merah mulai level 17). Dan DGR (kuning mulai level 13). Thanks
US$ Index dibuat merah mulai angka 77 karena Ekonomi Amerika yang berarti juga Dollar tidak bertahan lama di kondisi ini, dengan Dollr yang terlalu kuat mereka kan kehilangan daya saing ekspor.
Unuk Gold Oil Ratio; beli emas/Dinar cocok kapan saja - lebih lebih ketika GOR dibawah level 5 ( di level hijau) - yang berarti emas sangat-sangat murah; ketika level ini menjadi 17 (merah) - saat itu emas baru kemahalan - relatif terhadap harga komoditi. Level kuning ( 5-17) adalah range normalnya- kita bisa beli atau tidak tidak masalah.
DGR kuning artinya membeli saham harus hati-hati; DGR hijau membeli perusahan yang baik (dalam arti pengambil alihan manajemen dan pengelolaan) kalau kita punya duit akan baik karena saat DGR Hijau nilai perusahaan bisa jadi jauh dibawah nilai yang sesungguhnya; saat itu kita bisa membeli perusahaan perkebunan dengan luas tanah ratusan atau ribuan hektare dengan murah misalnya.
Yth Pak Iqbal,
Saya sudah sering membaca geraidinar (walaupun tidak semua artikel) dan baru kali ini memberi komen.
Mau memberi masukan pak, gadget2 barunya bagus juga tuh pak, dan sangat berguna. Sayangnya untuk pengguna internet kantor (yang koneksinya lambat) seperti saya, jadi agak lama loadingnya. Bahkan beberapa gadget di sidebar tidak bisa dibuka sama sekali. Padahal mayoritas internet di indonesia kan koneksinya masih lambat.
Solusinya...saya sendiri kurang tahu hehehe tapi menurut saya gadget2 itu sangat berguna untuk bantuan rencana investasi. thanks
Terima kasih mBak AlwaysAlia atas masukannya....
Gadget-gadget ini saya buat sendiri dengan paduan dua teknologi yang saya tahu yaitu Flash dan XML; Flash untuk menampilkan informasi secara dinamis, XML untuk mencari datanya dari berbagai bankdata dunia yang menyediakan data yang kita butuhkan.
kalau ada para pembaca yang bisa kasih tahu teknologi lain untuk mempercepatnya (memperkecil filenya) tanpa mengorbankan tampilan dynamis dari data realtime-nya, saya akan sangat berterima kasih...
Wassalam,
Iqbal
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home