Gold Dinar to
Buy Dinar etc.
 
Daftar Harga Gerai Dinar
   03 - Sep - 2010 Jam 06 : 30  
  (Rupiah/Unit)
Item Jual Beli
Dinar/Dirham
Dinar 1,556,760 1,494,490
Dirham 21,000 20,160
Emas *
24 K 360,728 346,299
22 K 330,667 310,827
20 K 300,606 276,558
18 K 270,546 243,491
   
*Diluar Biaya Cetak

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Monday, July 28, 2008

Harga Emas Dalam Perspective...

Setelah menulis sendiri lebih dari 160 artikel di blog ini sejak akhir Desember lalu...rasanya perlu juga sekali-kali saya menampilkan tulisan orang lain untuk memperluas wawasan kita semua...

Kali ini yang akan saya sarikan adalah tulisan James Turk di kitco.com. Beliau adalah pendiri dan chairman dari GoldMoney.Com, juga salah satu penulis (co-author) buku yang menghebohkan The Coming Collapse of the Dollar .

Berikut adalah ringkasan dari tulisan James Turk tersebut :

Kebanyakan orang membeli emas atas pertimbangan harga, tetapi sayangnya ini bukan alasan yang tepat. Harga hanya merupakan pertimbangan penting kedua. Pertimbangan yang lebih penting adalah :

1) Motivasi untuk strategi ketahanan financial ( bahasa saya adalah Yukhsinun, lihat tulisan – pentj. tanggal 25 Desember 2007 ). Emas sudah terbukti dan teruji dalam rentang waktu yang sangat panjang dalam melawan inflasi. Orang cenderung membeli emas apabila ia tahu inflasi akan memburuk.

2) Emas sebenarnya bukanlah alat investasi yang sesungguhnya (lihat juga tulisan saya – pentj. tanggal 25 desember 2007 bahwa sebagai ‘investasi’ emas hanya nomor 2). Untuk membeli minyak yang sama dibutuhkan emas yang relatif sama dalam enam puluh tahun terakhir. Jadi berinvestasi emas untuk mengharapkan dapat membeli jumlah barang yang lebih banyak dalam beberapa tahun mendatang – pada umumnya bukanlah alasan yang tepat. Tetapi dengan emas pula ada jaminan bahwa kita akan dapat membeli jumlah barang yang sama (tidak berkurang) dalam beberapa puluh tahun kedepan – jadi emas saja adalah alat untuk mempertahankan kemakmuran tetapi bukan untuk meningkatkannya.

3) Uang kertas hanya dapat menyimpan nilai sementara – kalau kelamaan kita menyimpannya, maka daya belinya pasti turun. Sebaliknya emas terbukti menjadi penyimpan nilai yang bersifat permanen – daya belinya tidak menurun dengan berlalunya waktu. ( dari khazanah Islam kita tahu harga kambing zaman Rasulullah SAW 1 Dinar, demikian pula saat ini).

Penjelasan diatas mengundang pertanyaan kritis kepada James Turk sebagai berikut :

“ Saya tertarik dengan penjelasan tersebut; tetapi kalau saya membeli emas 1 troy oz awal 2008 seharga US$ 1000 kemudian dua tahun lagi ternyata harganya tinggal US$ 500 mengapa saya tidak merasa nyaman dengan kondisi ini ?, tentu karena yang terjadi adalah sebaliknya, Anda membeli emas 1 troy oz US$ 280 pada tahun 2000 dan awal 2008 menjadi US$ 1000 maka Anda merasa nyaman, tetapi hidup kan tidak selalu demikian ?”

Jawaban yang menarik dari James Turk adalah sebagai berikut :

Anda berpendapat demikian karena Anda meliht emas dari perspective seorang pedagang, yaitu satu-satunya keuntungan Anda adalah ketika harganya naik. Padahal emas lebih dari sekedar ‘uang’, banyak manfaat lain dari kepemilikan emas secara fisik. – berikut hanyalah beberapa diantaranya :

1. Tidak ada counterparty risk dalam emas . Ketika Anda memegang emas, Anda memegang tangible asset yang tidak tergantung pada janji orang lain. Tangible asset dalam genggaman Anda ini menjadi semakin penting pada saat krisis keuangan melanda. Tanyakan pada orang yang menaruh uang di Northern Rock (Inggris) dan Bear Stearns (Amerika). Juga pada orang yang mengalami krisis finansial yang serius di negaranya ( contoh Zimbabwe dalam tulisan saya minggu lalu) – maka Anda akan tahu betapa pentingnya Tangible Asset berupa emas ini.

2. Konsistensi dalam daya beli . Katakanlah harga emas turun menjadi US$ 500 / troy oz dua tahun lagi, pastilah harga komoditi yang lain seperti gandum, minyak dlsb juga ikut turun. Statistik berabad- abad (dalam Islam sudah terbukti lebih dari 14 abad - pentj. ) menunjukkan adanya korelasi yang nyata antara harga emas dengan harga komoditi-komoditi yang dibutuhkan manusia. Jadi seandainya harga emas turun, Anda juga tidak mengalami penurunan dalam kemakmuran Anda , karena Anda akan tetap dapat membeli barang-barang kebutuhan Anda dengan jumlah emas yang sama.

3. Tidak tergantung pada kepututusan pemerintah . Beda dengan uang kertas yang nilainya tergantung dari keputusan pemerintah dan birokrat masing-masing negara, emas nilainya sama sekali tidak tergantung oleh mereka. Dengan memegang emas, Anda tidak perlu mencemaskan keputusan pemerintah Anda tentang suku bunga dan sejenisnya.

4. Asset yang berada diluar system perbankan . Dengan emas Anda berkesempatan untuk memiliki asset yang diluar pengaruh system perbankan sama sekali. Kita tahu bahwa perbankan di seluruh dunia tanpa terkecuali negara maju sekalipun selalu dihantui krisis dari waktu ke waktu – Di Indonesia kita mengalaminya yang paling parah 1997/1998 pentj. Dengan emas Anda akan terbebas dari pusaran krisis perbankan yang bisa muncul kapan saja dan dimana saja.

Bagi kita umat Islam yang rajin membaca kitab-kitab ulama kita berabad silam, apa yang diungkapkan oleh James Turk tersebut diatas sebenarnya sama sekali bukan hal baru.

Lebih dari 900 tahun lalu pun Imam Ghazali sudah mengingatkan bahwa hanya emas dan peraklah yang dapat menjadi hakim atau timbangan yang adil dalam bermuamalah. James Turk hanyalah mengungkapkan salah satu kebenaran yang fitrah sifatnya untuk keuangan di zaman modern ini. Wallahu A’lam.

Labels: , ,

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home