Faktor Iran Dalam Harga Emas Dunia...
Lebih dari seperempat abad lalu tepatnya tahun 1979 ketika terjadi krisis penyanderaan warga negara Amerika di Iran, harga emas dunia melompat 59 % dari harga tahun sebelumnya (1978) sebesar US$ 193.22 menjadi US$ 306.68 /troy oz (1979).
Ketika masalah ini berlarut sampai tahun berikutnya, dunia semakin kawatir terhadap ancaman krisis yang lebih besar lagi sehingga harga emas melompat dua kali-nya yaitu menjadi US$ 612.56/troy oz pada tahun 1980.
Hari- hari ini kekawatiran yang sama muncul. Tidak mau kalah dengan latihan perang-perangan dalam skala besar yang dilakukan oleh Israel beberapa minggu lalu; Iran melakukan hal yang sama untuk menggetarkan musuh-musuhnya.
Puncaknya adalah Rabu pagi kemarin waktu setempat ketika Iran menguji coba 9 peluru kendalinya, termasuk versi terakhir dari peluru kendali Shahab-3 yang diyakini para pengamat akan mampu menjangkau wilayah musuh bebuyutan kita semua yaitu Israel.
Karuan saja hal ini membuat banyak pelaku pasar panik – dan mulai berjaga-jaga kalau-kalau terjadi sesuatu di wilayah tersebut. Bentuk kepanikan ini hampir selalu arahnya ke harga minyak dan harga emas.
Pasar minyak yang tadinya sudah kearah penurunan, kini beranjak naik lagi. Pada saat artikel ini saya tulis harga minyak kembali ke angka diatas US$ 136 /barrel. Demikian pula harga emas, yang tadinya sempat turun dibawah US$ 920/troy oz – pagi ini angka tersebut sedang berada pada US$ 930 dengan trend keatas.
Krisis bisa saja berakhir, tetapi kemudian sekian tahun berikutnya muncul lagi dengan alasan lain atau tempat yang lain. Dampaknya selalu sama, harga minyak naik dan demikian pula dengan emas.
Lantas bagaimana sikap kita seharusnya terhadap krisis-krisis sejenis ?. Hal sederhana yang bisa kita lakukan adalah merubah default dari asset kita. Akan lebih aman apabila default asset kita sudah berupa benda fisik yang memang memiliki nilai intrinsik-nya sendiri; tetapi juga dibutuhkan yang likwid. Maka Emas atau Dinar-lah yang memenuhi kriteria keduanya.
Tentu kita masih butuh uang kertas Rupiah dan sejenisnya, tetapi ini secukupnya untuk memenuhi keperluan jangka pendek sampai 6 bulan misalnya.
Dengan cara demikian kita juga melakukan langkah-langkah untuk membangun ketahanan ekonomi kita (yukhsinun) seperti yang pernah saya tulis di blog ini akhir tahun lalu Bangun Ketahanan Ekonomi Keluarga Tetapi jangan Menimbun . Wallhu A’lam.
Disclaimer :
Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.
Ketika masalah ini berlarut sampai tahun berikutnya, dunia semakin kawatir terhadap ancaman krisis yang lebih besar lagi sehingga harga emas melompat dua kali-nya yaitu menjadi US$ 612.56/troy oz pada tahun 1980.
Hari- hari ini kekawatiran yang sama muncul. Tidak mau kalah dengan latihan perang-perangan dalam skala besar yang dilakukan oleh Israel beberapa minggu lalu; Iran melakukan hal yang sama untuk menggetarkan musuh-musuhnya.
Puncaknya adalah Rabu pagi kemarin waktu setempat ketika Iran menguji coba 9 peluru kendalinya, termasuk versi terakhir dari peluru kendali Shahab-3 yang diyakini para pengamat akan mampu menjangkau wilayah musuh bebuyutan kita semua yaitu Israel.
Karuan saja hal ini membuat banyak pelaku pasar panik – dan mulai berjaga-jaga kalau-kalau terjadi sesuatu di wilayah tersebut. Bentuk kepanikan ini hampir selalu arahnya ke harga minyak dan harga emas.
Pasar minyak yang tadinya sudah kearah penurunan, kini beranjak naik lagi. Pada saat artikel ini saya tulis harga minyak kembali ke angka diatas US$ 136 /barrel. Demikian pula harga emas, yang tadinya sempat turun dibawah US$ 920/troy oz – pagi ini angka tersebut sedang berada pada US$ 930 dengan trend keatas.
Krisis bisa saja berakhir, tetapi kemudian sekian tahun berikutnya muncul lagi dengan alasan lain atau tempat yang lain. Dampaknya selalu sama, harga minyak naik dan demikian pula dengan emas.
Lantas bagaimana sikap kita seharusnya terhadap krisis-krisis sejenis ?. Hal sederhana yang bisa kita lakukan adalah merubah default dari asset kita. Akan lebih aman apabila default asset kita sudah berupa benda fisik yang memang memiliki nilai intrinsik-nya sendiri; tetapi juga dibutuhkan yang likwid. Maka Emas atau Dinar-lah yang memenuhi kriteria keduanya.
Tentu kita masih butuh uang kertas Rupiah dan sejenisnya, tetapi ini secukupnya untuk memenuhi keperluan jangka pendek sampai 6 bulan misalnya.
Dengan cara demikian kita juga melakukan langkah-langkah untuk membangun ketahanan ekonomi kita (yukhsinun) seperti yang pernah saya tulis di blog ini akhir tahun lalu Bangun Ketahanan Ekonomi Keluarga Tetapi jangan Menimbun . Wallhu A’lam.
Disclaimer :
Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.
Labels: harga emas, Harga Minyak, Iran











0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home