Agar Kita Tidak Menjadi Koidun...
Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar. (QS 4:95)
Koidun adalah sebutan Al-Qur’an untuk orang yang duduk-duduk (saja) tidak mau melibatkan diri dalam berjihad di jalan Allah. Meskipun mereka bisa jadi juga orang beriman, tetapi Allah membedakan derajat mereka dengan orang-orang beriman yang mau berjihad dengan harta dan jiwanya.
Bangsa ini khususnya dan umat manusia di seluruh dunia umumnya, saat ini sedang dilanda begitu banyak krisis, krisis energy, krisis pangan, krisis keuangan dan berbagai krisis-krisis lainnya.
Tanpa bermaksud berpihak atau membenarkan apa yang dilakukan pemerintah saat ini, tetapi memang tidak ada pemerintahan di dunia yang mampu mengatasi seluruh persoalan yang diahadapi rakyatnya apabila tanpa didukung oleh rakyatnya itu sendiri.
Bahkan dalam hal-hal tertentu ketika pemerintah tidak berbuat sesuatu untuk kepentingan rakyatnya, Kita sebagai rakyat tetap bisa berbuat untuk kepentingan kita dan anak cucu kita kedepan.
Ketika terjadi krismon tahun 1997/1998, harta rakyat terpangkas lebih dari 75 % dari standar nilai sebelumnya hanya karena mata uang kita nilainya jatuh dibandingkan mata uang lain di dunia. Karena krisis mata uang ini bukan tidak mungkin bisa berulang, dan tidak ada langkah pemerintah yang cukup untuk memberikan proteksi nilai terhadap tabungan masyarakat – maka penyebaran Dinar adalah salah satunya yang kita bisa lakukan untuk melindungi asset rakyat dari kehancuran nilai.
Begitu pula ketika krisis (harga) bahan bakar melanda negeri ini seperti yang kita hadapi sekarang, kita juga tidak yakin pemerintah mampu mengatasi masalah ini sendirian. Secara konstruktif rakyat yang mampu dengan harta, pengetahuan dan pengaruhnya dapat turut serta mencari solusi dari segala permasalahan ini.
Dalam konteks mencari solusi masalah energy ini, seperti yang saya tulis tanggal 16 April lalu; alhamdulillah proyek pengembangan energy alternatif " s.olar.us " yang kita tangani terus berlanjut. Proof Concept pertama alhamdulillah sudah bisa saya nikmati untuk riwa-riwi ke Masjid dengan kendaraan solar cell seperti dalam foto disamping.
Memang Proof Concept ini belum sempurna terutama dari sisi design , tetapi nddak apalah kan kita harus memulai somewhere . Bersamaan dengan kemajuan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi solar cell , teknologi material yang memungkinkan membuat mesin yang ringan dan efisien – maka insyaallah dalam beberapa tahun mendatang – generasi anak-cucu kita sudah tidak perlu lagi berdemo untuk penurunan harga minyak – yang nggak kebayang tingginya saat itu....
Dan yang dikendarai pun bukan mobil solar cell kayak gerobak seperti dalam percobaan saya tersebut, tetapi sudah mobil masa depan seperti salah satu design disamping.
Sebagaimana Dinar yang saat ini sudah menyebar di masyarakat luas sebagai solusi dalam mengantisipasi krisis finansial, energy matahari insyaallah juga menjadi salah satu energy alternatif yang akan segera bisa dinikmati (bahkan saya sudah benar-benar menikmatinya !). Insyaallah kita siap mengantisipsi krisis energy yang lebih dasyat kedepan.
Sekalian promosi; bagi yang berminat mobil golf bertenaga surya ini dapat mulai pesan ke president@s.olar.us . Kegunaanya sendiri sudah banyak, selain untuk golf bisa juga menjadi kendaraan lingkungan, kendaraan pesantren, bisa untuk tempat wisata, hotel, cottage bahkan untuk kendaraan istana. Harganya memang masih agak mahal karena solar cell yang baik masih harus kita impor dari luar.
Ini semua bisa terwujud kalau kita tidak menjadi koidun , kita mulai apa yang bisa kita lakukan dengan harta dan jiwa kita – Insyaallah Allah akan menyempurnakan upaya kita. Amin.
Koidun adalah sebutan Al-Qur’an untuk orang yang duduk-duduk (saja) tidak mau melibatkan diri dalam berjihad di jalan Allah. Meskipun mereka bisa jadi juga orang beriman, tetapi Allah membedakan derajat mereka dengan orang-orang beriman yang mau berjihad dengan harta dan jiwanya.
Bangsa ini khususnya dan umat manusia di seluruh dunia umumnya, saat ini sedang dilanda begitu banyak krisis, krisis energy, krisis pangan, krisis keuangan dan berbagai krisis-krisis lainnya.
Tanpa bermaksud berpihak atau membenarkan apa yang dilakukan pemerintah saat ini, tetapi memang tidak ada pemerintahan di dunia yang mampu mengatasi seluruh persoalan yang diahadapi rakyatnya apabila tanpa didukung oleh rakyatnya itu sendiri.
Bahkan dalam hal-hal tertentu ketika pemerintah tidak berbuat sesuatu untuk kepentingan rakyatnya, Kita sebagai rakyat tetap bisa berbuat untuk kepentingan kita dan anak cucu kita kedepan.
Ketika terjadi krismon tahun 1997/1998, harta rakyat terpangkas lebih dari 75 % dari standar nilai sebelumnya hanya karena mata uang kita nilainya jatuh dibandingkan mata uang lain di dunia. Karena krisis mata uang ini bukan tidak mungkin bisa berulang, dan tidak ada langkah pemerintah yang cukup untuk memberikan proteksi nilai terhadap tabungan masyarakat – maka penyebaran Dinar adalah salah satunya yang kita bisa lakukan untuk melindungi asset rakyat dari kehancuran nilai.
Begitu pula ketika krisis (harga) bahan bakar melanda negeri ini seperti yang kita hadapi sekarang, kita juga tidak yakin pemerintah mampu mengatasi masalah ini sendirian. Secara konstruktif rakyat yang mampu dengan harta, pengetahuan dan pengaruhnya dapat turut serta mencari solusi dari segala permasalahan ini.Dalam konteks mencari solusi masalah energy ini, seperti yang saya tulis tanggal 16 April lalu; alhamdulillah proyek pengembangan energy alternatif " s.olar.us " yang kita tangani terus berlanjut. Proof Concept pertama alhamdulillah sudah bisa saya nikmati untuk riwa-riwi ke Masjid dengan kendaraan solar cell seperti dalam foto disamping.
Memang Proof Concept ini belum sempurna terutama dari sisi design , tetapi nddak apalah kan kita harus memulai somewhere . Bersamaan dengan kemajuan teknologi yang dapat meningkatkan efisiensi solar cell , teknologi material yang memungkinkan membuat mesin yang ringan dan efisien – maka insyaallah dalam beberapa tahun mendatang – generasi anak-cucu kita sudah tidak perlu lagi berdemo untuk penurunan harga minyak – yang nggak kebayang tingginya saat itu....
Dan yang dikendarai pun bukan mobil solar cell kayak gerobak seperti dalam percobaan saya tersebut, tetapi sudah mobil masa depan seperti salah satu design disamping.
Sebagaimana Dinar yang saat ini sudah menyebar di masyarakat luas sebagai solusi dalam mengantisipasi krisis finansial, energy matahari insyaallah juga menjadi salah satu energy alternatif yang akan segera bisa dinikmati (bahkan saya sudah benar-benar menikmatinya !). Insyaallah kita siap mengantisipsi krisis energy yang lebih dasyat kedepan.Sekalian promosi; bagi yang berminat mobil golf bertenaga surya ini dapat mulai pesan ke president@s.olar.us . Kegunaanya sendiri sudah banyak, selain untuk golf bisa juga menjadi kendaraan lingkungan, kendaraan pesantren, bisa untuk tempat wisata, hotel, cottage bahkan untuk kendaraan istana. Harganya memang masih agak mahal karena solar cell yang baik masih harus kita impor dari luar.
Ini semua bisa terwujud kalau kita tidak menjadi koidun , kita mulai apa yang bisa kita lakukan dengan harta dan jiwa kita – Insyaallah Allah akan menyempurnakan upaya kita. Amin.
Labels: koidun, solar cell










0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home