Peluang Baru Bernama Long Tail Business…
Ini masih merupakan kelanjutan dari tulisan saya dua hari lalu tentang Netpreneur ; kali ini saya ingin melengkapinya dengan peluang pasar yang disebut Long Tail Business . Bagi yang ingin mendalaminya ada buku terkenal dengan judul Long Tail ini dan bahkan kalau nggak salah sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.
Ringkasnya begini , Long Tail adalah istilah untuk ujung paling belakang dari sebaran statistik seperti dalam gambar disamping. Dalam setiap usaha ada Long Tail -nya ini ; yaitu bagian pasar yang mungkin tidak dilirik orang karena kecilnya – tetapi kalau kita bisa menggarapnya – ini masih bisa menjadi bisnis yang sangat besar….
Ambil contoh misalnya di dunia musik, pasar yang besar saat ini mungkin musik pop, musik rock dan kalau di Indonesia juga musik dangdut ; tetapi bukan berarti musik keroncong dan musik melayu deli tidak ada penggemarnya – ada juga meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit dan menyebar. Dalam contoh ini, musik keroncong dan musik melayu deli inilah yang disebut Long Tail Business tadi.
Karena musik pop, rock dan dangdut pasarnya besar, yang terjun kesini juga banyak; pesaing ketat baik dari yang professional , yang amatiran , yang ikut-ikutan dan bahkan juga para pembajak yang banyak. Sebaliknya karena kecil dan menyebarnya pasar musik keroncong dan melayu deli, tidak banyak yang tertarik – dan kalau toh ada yang tertarik haruslah yang sangat paham tentang kedua musik ini dan paham betul siapa dan dimana penggemarnya.
Karena persentase penggemarnya kecil dan menyebar, pebisnis musik yang menerjuni keroncong dan melayu deli harus mampu mengintegrasikan pasar yang menyebar berserakan di seluruh penjuru negeri – tentu hal ini tidak mudah, maka dibutuhkanlah pemain yang serius dan benar-benar memahami pasarnya tadi.
Disinilah antara lain peluang Netpreneur untuk meng-integrasikan Long Tail Business tadi dengan teknologi digital dunia internet ; minat-minat sekelompok kecil orang yang menyebar di seluruh dunia dapat diintegrasikan dengan mudah dan menjadi suartu bisnis yang sizeable.
Dengan memahami konsep Long Tail Business ini , Anda tidak harus menggarap pasar yang nge-pop ; karena disitu akan banyak pesaing kuat sampai para pembajaknya; Anda dapat menjadi pebisnis musik keroncong ataupun melayu deli kalau Anda tahu betul musik ini dan para penggemarnya….
Menariknya lagi, Long Tail Business ini bukan seperti PILKADA yang lagi semarak di negeri ini. Kalau Anda mencalonkan jadi Bupati Di PILKADA ; Anda harus menguasai suara mayoritas, kalau tidak mayoritas maka dengan modal berapapun Anda tidak akan menjadi Bupati.
Sebagai Netpreneur di Long Tail Business ini, dengan suara minoritas pun Anda bisa sukses. Kok bisa ?.
Inilah contoh perhitungannya dari lapangan yang kita ambilkan dari statistik GeraiDinar.
Sejak GeraiDinar online akhir Desember lalu (lima setengah bulan), alhamdulillah hit GeraiDinar pada saat artikel ini ditulis telah mencapai 93,000 ; dengan pengunjung 48,300. Katakanlah dari setiap 100 pengunjuang hanya 10 yang menjadi klien GeraiDinar – maka ini sudah berarti 4830 klien; kalau hanya 5%-pun ini berarti 2815 klien ; bahkan kalau hanya 2.5%-pun maka ini berati 1408 klien
Disinilah indahnya Long Tail Business ini; kita tidak harus memenangkan seluruh hati – dengan 2.5% hati pembaca yang tergerak kemudian mendukung gerakan Dinar yang kami rintis inipun sudah menjadi pasar yang sangat besar bagi kami.
Kalau musik keroncong atau melalyu deli kami bernama Dinar, Anda bisa menemukan musik keroncong Anda dalam bentuk yang bermacam-macam. Bisa berupa pengobatan cara nabi, bisa berupa software handphone untuk orang buta, bisa berupa mukena yang sejuk dipakai, bisa berupa sampo khusus untuk rambut berjilbab …bisa apa saja. Nah selamat menemukan musik keroncong atau musik melayu deli Anda. Wallahu A’lam.
Ringkasnya begini , Long Tail adalah istilah untuk ujung paling belakang dari sebaran statistik seperti dalam gambar disamping. Dalam setiap usaha ada Long Tail -nya ini ; yaitu bagian pasar yang mungkin tidak dilirik orang karena kecilnya – tetapi kalau kita bisa menggarapnya – ini masih bisa menjadi bisnis yang sangat besar….Ambil contoh misalnya di dunia musik, pasar yang besar saat ini mungkin musik pop, musik rock dan kalau di Indonesia juga musik dangdut ; tetapi bukan berarti musik keroncong dan musik melayu deli tidak ada penggemarnya – ada juga meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit dan menyebar. Dalam contoh ini, musik keroncong dan musik melayu deli inilah yang disebut Long Tail Business tadi.
Karena musik pop, rock dan dangdut pasarnya besar, yang terjun kesini juga banyak; pesaing ketat baik dari yang professional , yang amatiran , yang ikut-ikutan dan bahkan juga para pembajak yang banyak. Sebaliknya karena kecil dan menyebarnya pasar musik keroncong dan melayu deli, tidak banyak yang tertarik – dan kalau toh ada yang tertarik haruslah yang sangat paham tentang kedua musik ini dan paham betul siapa dan dimana penggemarnya.
Karena persentase penggemarnya kecil dan menyebar, pebisnis musik yang menerjuni keroncong dan melayu deli harus mampu mengintegrasikan pasar yang menyebar berserakan di seluruh penjuru negeri – tentu hal ini tidak mudah, maka dibutuhkanlah pemain yang serius dan benar-benar memahami pasarnya tadi.
Disinilah antara lain peluang Netpreneur untuk meng-integrasikan Long Tail Business tadi dengan teknologi digital dunia internet ; minat-minat sekelompok kecil orang yang menyebar di seluruh dunia dapat diintegrasikan dengan mudah dan menjadi suartu bisnis yang sizeable.
Dengan memahami konsep Long Tail Business ini , Anda tidak harus menggarap pasar yang nge-pop ; karena disitu akan banyak pesaing kuat sampai para pembajaknya; Anda dapat menjadi pebisnis musik keroncong ataupun melayu deli kalau Anda tahu betul musik ini dan para penggemarnya….
Menariknya lagi, Long Tail Business ini bukan seperti PILKADA yang lagi semarak di negeri ini. Kalau Anda mencalonkan jadi Bupati Di PILKADA ; Anda harus menguasai suara mayoritas, kalau tidak mayoritas maka dengan modal berapapun Anda tidak akan menjadi Bupati.
Sebagai Netpreneur di Long Tail Business ini, dengan suara minoritas pun Anda bisa sukses. Kok bisa ?.
Inilah contoh perhitungannya dari lapangan yang kita ambilkan dari statistik GeraiDinar.
Sejak GeraiDinar online akhir Desember lalu (lima setengah bulan), alhamdulillah hit GeraiDinar pada saat artikel ini ditulis telah mencapai 93,000 ; dengan pengunjung 48,300. Katakanlah dari setiap 100 pengunjuang hanya 10 yang menjadi klien GeraiDinar – maka ini sudah berarti 4830 klien; kalau hanya 5%-pun ini berarti 2815 klien ; bahkan kalau hanya 2.5%-pun maka ini berati 1408 klien
Disinilah indahnya Long Tail Business ini; kita tidak harus memenangkan seluruh hati – dengan 2.5% hati pembaca yang tergerak kemudian mendukung gerakan Dinar yang kami rintis inipun sudah menjadi pasar yang sangat besar bagi kami.
Kalau musik keroncong atau melalyu deli kami bernama Dinar, Anda bisa menemukan musik keroncong Anda dalam bentuk yang bermacam-macam. Bisa berupa pengobatan cara nabi, bisa berupa software handphone untuk orang buta, bisa berupa mukena yang sejuk dipakai, bisa berupa sampo khusus untuk rambut berjilbab …bisa apa saja. Nah selamat menemukan musik keroncong atau musik melayu deli Anda. Wallahu A’lam.
Labels: Long Tail











0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home