Ekonomi dan Politik Dunia Yang Lagi Memanas...
Hari-hari ini harga emas dunia lagi rendah dipicu oleh membaiknya US$ terhadap mata uang lain khususnya terhadap Euro. Pada saat artikel ini saya tulis US$ berada pada angka 73.51.
Daya beli US$ yang tinggi ini seolah mengisyaratkan bahwa situasi ekonomi dan politik dunia lagi baik, benarkah demikian keadaannya ? Well , tidak sepenuhnya benar demikian.
Membaiknya daya beli US$ hari-hari ini lebih karena sentimen pasar yang dipicu oleh Rapat the Fed minggu ini yang diharapkan tidak mengubah suku bunga 2.0 %-nya. Membaiknya US$ terhadap Euro juga dipicu oleh memburuknya kinerja Euro. Jadi tidak ada hal yang secara fundamental membaik.
Di sisi lain, sebenarnya ada beberapa hal yang bersifat fundamental yang memburuk akhir-akhir ini di kancah ekonomi dan politik dunia, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
1) Amerika bersama sekutunya Israel nampaknya sedang menyiapkan sebuah aksi yang besar terhadap Iran. Serangan terhadap Iran dengan dalih kepemilikan senjata nuklir Iran bukan hal yang tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat. Latihan militar besar-besaran yang dilakukan Israel akhir-akhir ini nampaknya juga merupakan unjuk kekuatan terhadap lawan-lawannya.
2) Krisis kredit yang saat ini diperkirakan sudah menimbulkan kerugian yang mencapai US$ 1.3 trillion, akan banyak menyeret korban dalam skala luas.
3) Friksi antara the Fed dan European Central Bank seperti yang saya tulis akhir pekan lalu, akan meng-’;ekspor krisis’ dalam skala besar dari Amerika, ke Eropa dan selanjutnya ke seluruh negara yang perdagangannya terkait dengan keduanya – dan ini berarti boleh dibilang hampir seluruh dunia.
4) Harga minyak dan pangan Dunia yang kelewat tinggi di hampir seluruh negara – akan mudah sekali menyulut ketegangan-ketegangan di dalam masing-masing negara maupun antar negara yang satu dengan yang lainnya. Dalam sejarah Indonesia saja, beberapa rezim jatuh antara lain gara-gara harga kebutuhan yang tinggi (peristiwa 1965/1966 dan 1997/1998).
Apa dampaknya ini semua pada kita ?
Apabila benar-benar terjadi serangan terhadap Iran, oleh Israel dan sekutunya Amerika, maka harga minyak yang sudah sangat tinggi sekarang akan melambung lebih tinggi lagi. Ini saja sudah akan membuat beban hidup kita tambah berat.
Apalagi dampak tidak langsung dari serangan tersebut akan memecah konsentrasi banyak negara dari memperbaiki ekonominya kearah memenangkan perang.
Suatu negara yang sedang berperang – apalagi dalam kondisi ekonomi yang tidak baik – akan mengambil tindakan apa saja untuk memenangkan perang.
Dengan cara apa mereka membiayai perangnya ? mereka tentu tidak akan secara terang-terangan menarik kontribusi (pajak) dari rakyatnya untuk membiayai perangnya – tetapi mereka akan melakukannya secara diam-diam, Yaitu dengan mencetak uang secara lebih banyak- dan lebih banyak lagi. Pencetakan uang terus menerus ini akan menimbulkan hyper inflasi yang menyebabkan uang tidak berharga sama sekali – buntutnya rakyat jugalah yang akhirnya harus menanggungg perang ini meskipun tidak secara langsung. Lihat tulisan saya tanggal 30 Januari 2008 lalu untuk melihat contohnya dari pelajaran sejarah Perang Dunia I. Wallhu A’lam
Daya beli US$ yang tinggi ini seolah mengisyaratkan bahwa situasi ekonomi dan politik dunia lagi baik, benarkah demikian keadaannya ? Well , tidak sepenuhnya benar demikian.
Membaiknya daya beli US$ hari-hari ini lebih karena sentimen pasar yang dipicu oleh Rapat the Fed minggu ini yang diharapkan tidak mengubah suku bunga 2.0 %-nya. Membaiknya US$ terhadap Euro juga dipicu oleh memburuknya kinerja Euro. Jadi tidak ada hal yang secara fundamental membaik.
Di sisi lain, sebenarnya ada beberapa hal yang bersifat fundamental yang memburuk akhir-akhir ini di kancah ekonomi dan politik dunia, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
1) Amerika bersama sekutunya Israel nampaknya sedang menyiapkan sebuah aksi yang besar terhadap Iran. Serangan terhadap Iran dengan dalih kepemilikan senjata nuklir Iran bukan hal yang tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat. Latihan militar besar-besaran yang dilakukan Israel akhir-akhir ini nampaknya juga merupakan unjuk kekuatan terhadap lawan-lawannya.
2) Krisis kredit yang saat ini diperkirakan sudah menimbulkan kerugian yang mencapai US$ 1.3 trillion, akan banyak menyeret korban dalam skala luas.
3) Friksi antara the Fed dan European Central Bank seperti yang saya tulis akhir pekan lalu, akan meng-’;ekspor krisis’ dalam skala besar dari Amerika, ke Eropa dan selanjutnya ke seluruh negara yang perdagangannya terkait dengan keduanya – dan ini berarti boleh dibilang hampir seluruh dunia.
4) Harga minyak dan pangan Dunia yang kelewat tinggi di hampir seluruh negara – akan mudah sekali menyulut ketegangan-ketegangan di dalam masing-masing negara maupun antar negara yang satu dengan yang lainnya. Dalam sejarah Indonesia saja, beberapa rezim jatuh antara lain gara-gara harga kebutuhan yang tinggi (peristiwa 1965/1966 dan 1997/1998).
Apa dampaknya ini semua pada kita ?
Apabila benar-benar terjadi serangan terhadap Iran, oleh Israel dan sekutunya Amerika, maka harga minyak yang sudah sangat tinggi sekarang akan melambung lebih tinggi lagi. Ini saja sudah akan membuat beban hidup kita tambah berat.
Apalagi dampak tidak langsung dari serangan tersebut akan memecah konsentrasi banyak negara dari memperbaiki ekonominya kearah memenangkan perang.
Suatu negara yang sedang berperang – apalagi dalam kondisi ekonomi yang tidak baik – akan mengambil tindakan apa saja untuk memenangkan perang.
Dengan cara apa mereka membiayai perangnya ? mereka tentu tidak akan secara terang-terangan menarik kontribusi (pajak) dari rakyatnya untuk membiayai perangnya – tetapi mereka akan melakukannya secara diam-diam, Yaitu dengan mencetak uang secara lebih banyak- dan lebih banyak lagi. Pencetakan uang terus menerus ini akan menimbulkan hyper inflasi yang menyebabkan uang tidak berharga sama sekali – buntutnya rakyat jugalah yang akhirnya harus menanggungg perang ini meskipun tidak secara langsung. Lihat tulisan saya tanggal 30 Januari 2008 lalu untuk melihat contohnya dari pelajaran sejarah Perang Dunia I. Wallhu A’lam
Labels: Amerika Serikat, Iran, Israel











1 Comments:
Assalamualaikum
Pada intinya kalau AS berperang dg menggunakan Dollar membabi buta maka artinya Dollar yang dipegang seluruh dunia akan melorot nilainya...otomatis langsung atau tidak langsung seluruh dunia sedang "diperangi" oleh AS saat itu secara ekonomi....
Jika saja Iran mampu menahan dalam tempo lama peperangan ini sukur-sukur bisa menang , maka dampaknya akan dahsyat sekali......bukan begitu pak?
sellbuydinarmu
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home