Ekonomi Amerika, US$ dan Emas....
Akhir pekan lalu saya menulis tentang perilaku US$ yang selalu bergerak berlawanan arah dengan harga emas. Kalau US$ yang diindikasikan dengan US$ Index naik, maka harga emas yang turun, dan sebaliknya kalau US$ Indexnya turun maka harga emas yang naik.
Pertanyaan berikutnya tentu, lantas apa yang mempengaruhi naik turunnya US$ ?. Sangat banyak faktor yang mempengaruhi naik turunnya US$ ini dan tidak terbatas pada faktor ekonomi saja, Issue-issue politik, keamanan dan lain sebagainya ikut mempengaruhi US$.
Kali ini saya hanya menyoroti satu issue saja yaitu ekonomi Amerika; untuk memahami kira-kira akan kemana ekonomi Amerika saya menggunakan data perumahan dan pengangguran.
Data dari pasar perumahan efeknya riil seperti krisis sub-prime mortgage yang sudah terjadi selama hampir dua tahun terakhir, awalnya adalah krisis di kredit perumahan – namun dampaknya kemana-mana.
Disamping perumahan tersebut, tentu data pengangguran juga saya gunakan karena data pengangguran ini yang sangat mudah menggambarkan kondisi ekonomi suatu negara.
Dari sisi perumahan, data kwartalan terakhir House Price Index yang dikeluarkan oleh sumber yang sangat dipercaya di negeri itu yaitu Case-Shiller menunjukkan penurunan hingga 14.1%. Ini merupakan penurunan yang paling tajam sepanjang sejarah – bahkan lebih tajam dibandingkan dengan penurunan pada masa great depression tahun 1930-an.
Disisi pengangguran, saat ini pengangguran di Amerika telah mencapai angka diatas 5%. Bukan angkanya yang mengkawatirkan banyak pihak, tetapi trendnya yang terjadi selama tiga tahun terakhir yang mengkawatirkan.
Dari dua indikator tersebut saja, analyst di the Telegraph – UK dengan menggunakan data dari Thomson Datstream sudah dapat menggambarkan bahwa ekonomi Amerika dalam situasi maju kena mundur kena.
Langkah stimulasi ekonomi yang dilakukan Ben Bernanke (chairman the Fed sekarang) dengan terus memotong suku bunga the Fed terus dikritisi oleh pendahulunya sendiri Alan Greenspan dengan mengatakan bahwa “ Bila dibiarkan inflasi terus tumbuh, pertumbuhan akan turun, rakyat akan menderita dengan penurunan taraf hidup dan Amerika sangat mungkin menghadapi stagflation...”. Lebih jauh tentang stagflation ini pernah saya tulis pada tanggal 27 Februari 2008 lalu.
Lantas apa yang akan terjadi dengan emas dan otomatis Dinar ?. Kalau ekonomi Amerika meledak seperti yang diilustrasikan disamping oleh Thomson Datstream dan di publikasikan di the Telegraph – UK terbitan kemarin (01/06/08) tersebut benar-benar terjadi, maka US$ akan hancur bersamaan dengan hancurnya ekonomi Amerika.
Ketika US$ hancur, maka seperti di tulisan saya sebelumnya bahwa emas yang selalu bergerak berwalanan dengan gerakan US$ akan melejit dan diburu orang sebagai sarana untuk penyimpan nilai – store of value – dan melindungi diri dari krisis yang tidak terbayangkan.
Tetapi tentu saja pemerintah Amerika tidak akan membiarkan hal ini terjadi begitu saja; dengan berbagai cara mereka akan berusaha menyelamatkan ekonomi dan US$-nya. Jadi dalam jangka pendek sampai menengah – bisa saja US$ akan kelihatan perkasa seperti yang terjadi hari-hari ini. Namun dalam panjang seperti yang selalu saya gambarkan dalam berbagai statistik di blog ini, US$ maupun uang kertas lainnya akan menuju kehancurannya. Lebih jauh lihat tulisan saya tanggal 30 Januari 2008 lalu. Wallahu A’lam.
Disclaimer :
Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.
Pertanyaan berikutnya tentu, lantas apa yang mempengaruhi naik turunnya US$ ?. Sangat banyak faktor yang mempengaruhi naik turunnya US$ ini dan tidak terbatas pada faktor ekonomi saja, Issue-issue politik, keamanan dan lain sebagainya ikut mempengaruhi US$.
Kali ini saya hanya menyoroti satu issue saja yaitu ekonomi Amerika; untuk memahami kira-kira akan kemana ekonomi Amerika saya menggunakan data perumahan dan pengangguran.
Data dari pasar perumahan efeknya riil seperti krisis sub-prime mortgage yang sudah terjadi selama hampir dua tahun terakhir, awalnya adalah krisis di kredit perumahan – namun dampaknya kemana-mana.
Disamping perumahan tersebut, tentu data pengangguran juga saya gunakan karena data pengangguran ini yang sangat mudah menggambarkan kondisi ekonomi suatu negara.
Dari sisi perumahan, data kwartalan terakhir House Price Index yang dikeluarkan oleh sumber yang sangat dipercaya di negeri itu yaitu Case-Shiller menunjukkan penurunan hingga 14.1%. Ini merupakan penurunan yang paling tajam sepanjang sejarah – bahkan lebih tajam dibandingkan dengan penurunan pada masa great depression tahun 1930-an.
Disisi pengangguran, saat ini pengangguran di Amerika telah mencapai angka diatas 5%. Bukan angkanya yang mengkawatirkan banyak pihak, tetapi trendnya yang terjadi selama tiga tahun terakhir yang mengkawatirkan.
Dari dua indikator tersebut saja, analyst di the Telegraph – UK dengan menggunakan data dari Thomson Datstream sudah dapat menggambarkan bahwa ekonomi Amerika dalam situasi maju kena mundur kena.
Langkah stimulasi ekonomi yang dilakukan Ben Bernanke (chairman the Fed sekarang) dengan terus memotong suku bunga the Fed terus dikritisi oleh pendahulunya sendiri Alan Greenspan dengan mengatakan bahwa “ Bila dibiarkan inflasi terus tumbuh, pertumbuhan akan turun, rakyat akan menderita dengan penurunan taraf hidup dan Amerika sangat mungkin menghadapi stagflation...”. Lebih jauh tentang stagflation ini pernah saya tulis pada tanggal 27 Februari 2008 lalu.
Lantas apa yang akan terjadi dengan emas dan otomatis Dinar ?. Kalau ekonomi Amerika meledak seperti yang diilustrasikan disamping oleh Thomson Datstream dan di publikasikan di the Telegraph – UK terbitan kemarin (01/06/08) tersebut benar-benar terjadi, maka US$ akan hancur bersamaan dengan hancurnya ekonomi Amerika.Ketika US$ hancur, maka seperti di tulisan saya sebelumnya bahwa emas yang selalu bergerak berwalanan dengan gerakan US$ akan melejit dan diburu orang sebagai sarana untuk penyimpan nilai – store of value – dan melindungi diri dari krisis yang tidak terbayangkan.
Tetapi tentu saja pemerintah Amerika tidak akan membiarkan hal ini terjadi begitu saja; dengan berbagai cara mereka akan berusaha menyelamatkan ekonomi dan US$-nya. Jadi dalam jangka pendek sampai menengah – bisa saja US$ akan kelihatan perkasa seperti yang terjadi hari-hari ini. Namun dalam panjang seperti yang selalu saya gambarkan dalam berbagai statistik di blog ini, US$ maupun uang kertas lainnya akan menuju kehancurannya. Lebih jauh lihat tulisan saya tanggal 30 Januari 2008 lalu. Wallahu A’lam.
Disclaimer :
Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.
Labels: US Economy Bang











2 Comments:
Pak Iqbal, bagaimana mengkonversi harga emas internasional dlm satuan troy.oz (kalo tdk salah 31.1 gram) ke harga dinar? Apakah persentase naik/turunnya harga emas linier dgn naik/turunnya dinar?
terima kasih
Waalaykum salam pak Totok;
Secara teori perhitungannya sederhana pak
yaitu Harga Dinar= Harga Emas (Rp/gr)x 22/24 x 4.25 + biaya + margin.
Harga Emasnya secara teori dapat menggunakan harga emas yang berlaku internasional saat itu; namun karena GeraiDinar membeli emas dari Logam Mulia - maka selain memperhatikan harga emas dunia , kita juga harus memperhitungkan harga beli kita di Logam Mulia.
Prinsipnya harga di Gerai dinar adalah harga riil dimana bapak bisa benar-benar mendapatkan Dinar pada saat harga tersebut kita cantumkan. Jangan sampai kita mengeluarkan harga hanya secara teoritis tetapi barangnya nggak ada misalnya.
Biaya produksi adalah biaya pencetakan Dinar di logam mulia plus ongkos angkut, penimpanan dan proteksi asuransi syariah.
Tentu disamping biaya kita juga butuh margin yang wajar untuk sustainability operasi GeraiDinar.
Demikian pak, mudah-mudahan jelas.
Wassalam
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home