Sekali Lagi Tentang Harga Minyak dan Kaitannya Dengan Harga Emas…
Untuk kesekian kalinya perjalanan menanjak harga emas dunia memecahkan rekor tertinggi baru. Jum’at pekan lalu harga minyak mencapai angka diatas US$ 126/barrel yang terus bertahan hingga pagi ini (karena pasar belum aktif).
Kenaikan ini antara lain dipicu oleh pernyataan sekjen OPEC Abdullah Al-Badri bahwa OPEC tidak akan menaikkan produksi minyaknya meskipun harga minyak di pasaran dunia naik sampai 100% ; bahkan bisa jadi harga minyak akan mencapai US$ 200/ barrel.
Jelas OPEC tidak mau disalahkan dalam krisis kenaikan harga minyak ini, karena sebenarnya supply di pasar cukup. Kenaikan sekarang lebih didorong oleh kekawatiran akan supply minyak, jadi bukan karena supply-nya sendiri.
Naiknya harga minyak – meskipun tidak selalu – pada umumnya diikuti dengan kenaikan harga emas dunia; ini nampaknya yang terjadi pagi ini – dalam beberapa jam perdagangan pertama di pasar emas Sydney maupun Hongkong – emas sudah naik sekitar US$ 4.5/troy oz dibandingkan dengan tingkat harga penutupan pada akhir perdagangan Jum’at lalu.
Gerai Dinar sendiri belum menaikkan harga Dinar-nya karena masih menunggu harga jual emas di Logam Mulia. Selain menggunakan rujukan harga emas internasional, Gerai Dinar menggunakan juga harga emas Logam Mulia sebagai dasar perhitungan harga jual Dinar. Dengan menggunakan rujukan harga emas Logam Mulia ini, maka insyaallah Gerai Dinar akan selalu memiliki kelangsungan ketersediaan stock dan selalu siap menjual pada harga yang kita sajikan di www.geraidinar.com. Jadi bukan harga teoritis semata.
Meskipun trend harga emas naik; saya tetap ingin mengingatkan agar kita juga sadar bahwa untuk jangka pendek harga emas bisa saja turun lagi secara significant. Untuk minggu ini potensi penurunan ini nyata – yaitu kunjungan Presiden Amerika Serikat George W. Bush ke Arab Saudi.
Pada tanggal 24 Maret 2008 lalu saya menulis penurunan harga minyak yang terjadi sehari setelah kunjungan wakil presiden Amerika Serikat Dick Cheney ke Arab Saudi; maka kemungkinan hal yang sama akan terjadi Setelah George W. Bush mengakhiri kunjungannya kesana minggu ini.
Terlepas dari suka nggak sukanya kita terhadap proses naik dan turunnya harga minyak dunia dan siapa yang bermain di dalamnya, paling tidak kita – rakyat kebanyakan di Indonesia – masih terus berharap harga minyak bisa turun. Tidak akan mudah bagi siapapun, baik pemimpin maupun rakyat , apabila harga minyak terus naik atau bertahan pada angka yang sangat tinggi seperti sekarang.
Bagi yang investasi di emas atau Dinar – pergerakan harga minyak ini menjadi hal yang penting untuk diketahui karena terkait langsung dengan naik turunnya harga emas juga.
Kenaikan ini antara lain dipicu oleh pernyataan sekjen OPEC Abdullah Al-Badri bahwa OPEC tidak akan menaikkan produksi minyaknya meskipun harga minyak di pasaran dunia naik sampai 100% ; bahkan bisa jadi harga minyak akan mencapai US$ 200/ barrel.
Jelas OPEC tidak mau disalahkan dalam krisis kenaikan harga minyak ini, karena sebenarnya supply di pasar cukup. Kenaikan sekarang lebih didorong oleh kekawatiran akan supply minyak, jadi bukan karena supply-nya sendiri.
Naiknya harga minyak – meskipun tidak selalu – pada umumnya diikuti dengan kenaikan harga emas dunia; ini nampaknya yang terjadi pagi ini – dalam beberapa jam perdagangan pertama di pasar emas Sydney maupun Hongkong – emas sudah naik sekitar US$ 4.5/troy oz dibandingkan dengan tingkat harga penutupan pada akhir perdagangan Jum’at lalu.
Gerai Dinar sendiri belum menaikkan harga Dinar-nya karena masih menunggu harga jual emas di Logam Mulia. Selain menggunakan rujukan harga emas internasional, Gerai Dinar menggunakan juga harga emas Logam Mulia sebagai dasar perhitungan harga jual Dinar. Dengan menggunakan rujukan harga emas Logam Mulia ini, maka insyaallah Gerai Dinar akan selalu memiliki kelangsungan ketersediaan stock dan selalu siap menjual pada harga yang kita sajikan di www.geraidinar.com. Jadi bukan harga teoritis semata.
Meskipun trend harga emas naik; saya tetap ingin mengingatkan agar kita juga sadar bahwa untuk jangka pendek harga emas bisa saja turun lagi secara significant. Untuk minggu ini potensi penurunan ini nyata – yaitu kunjungan Presiden Amerika Serikat George W. Bush ke Arab Saudi.
Pada tanggal 24 Maret 2008 lalu saya menulis penurunan harga minyak yang terjadi sehari setelah kunjungan wakil presiden Amerika Serikat Dick Cheney ke Arab Saudi; maka kemungkinan hal yang sama akan terjadi Setelah George W. Bush mengakhiri kunjungannya kesana minggu ini.
Terlepas dari suka nggak sukanya kita terhadap proses naik dan turunnya harga minyak dunia dan siapa yang bermain di dalamnya, paling tidak kita – rakyat kebanyakan di Indonesia – masih terus berharap harga minyak bisa turun. Tidak akan mudah bagi siapapun, baik pemimpin maupun rakyat , apabila harga minyak terus naik atau bertahan pada angka yang sangat tinggi seperti sekarang.
Bagi yang investasi di emas atau Dinar – pergerakan harga minyak ini menjadi hal yang penting untuk diketahui karena terkait langsung dengan naik turunnya harga emas juga.
Labels: Harga Minyak, OPEC











0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home