Gold Dinar to
Buy Dinar etc.
 
Daftar Harga Gerai Dinar
   03 - Sep - 2010 Jam 06 : 30  
  (Rupiah/Unit)
Item Jual Beli
Dinar/Dirham
Dinar 1,556,760 1,494,490
Dirham 21,000 20,160
Emas *
24 K 360,728 346,299
22 K 330,667 310,827
20 K 300,606 276,558
18 K 270,546 243,491
   
*Diluar Biaya Cetak

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Thursday, May 1, 2008

Resesi dan Apa Yang Harus Kita Lakukan...

Secara teknis saat ini kita tidak atau belum dalam kondisi resesi karena GDP kita mestinya masih tumbuh. Para pelaku ekonomi pada umumnya menyederhanakan indikator resesi dengan GDP ini, apabila GDP menurun dua kwartal berturut-turut maka barulah itu disebut resesi. kalau masih tumbuh maka resesi belum atau tidak terjadi.

Masalahnya sebenarnya lebih komplek dari sekedar ukuran GDP; kalau mengikuti definisi dari National Bureau of Economic Research bahwa resesi adalah ” Penurunan aktifitas ekonomi secara significant yang menyebar secara luas dan berlangsung beberapa bulan..” ; maka bisa saja saat ini kita sedang berada dalam kondisi resesi.

Resesi dalam pengertian yang lebih luas tersebut tidak hanya menggunakan indikator GDP melainkan juga digunakan indikator pertumbuhan lapangan pekerjaan, pertumbuhan pendapatan pekerja, pertumbuhan output industri dan penjualannya, dlsb.

Saat ini lapangan pekerjaan sulit, penghasilan rata-rata pekerja relatif tetap dan pada saat bersamaan harga barang-barang kebutuhan cenderung meninggi, dampaknya tentu jumlah barang/jasa yang bisa dinikmati oleh kebanyakan penduduk menurun.

Produksi bisa saja tinggi – artinya GDP masih naik, tetapi kalau produksi ini menumpuk di gudang atau hanya sebagian kecil yang menyebar di masyarakat – maka naiknya GDP juga tidak membawa kemakmuran bagi mayoritas rakyat.

Bagi kita-kita rakyat keebanyakan, indikator lapangan pekerjaan tingkat penghasilan dan kemampuan kita membeli barang/jasa yang kita butuhkan akan lebih terasa langsung dampaknya ketimbang sekedar angka-angka GDP.

Apapun sebutannya atau indikatornya, inipun tidak terlalu penting. Justru yang penting bagi kita adalah bagaimana kita bisa menyiapkan diri kita dan keluarga kita menghadapi situasi ekonomi yang tidak selalu menyenangkan.

Atau dalam skala luas, bagaiamana kita bisa membebaskan umat ini dari krisis ekonomi atau ketidak adilan ekonomi yang terjadi secara systematik dan bersifat global selama beberapa puluh tahun terakhir.

Untuk ini kita telah dibekali dengan dua pegangan, kita tidak akan tersesat selama kita berpegang pada keduanya – yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits. Insyaallah di kesempatan berikutnya saya akan menulis lebih bnyak mengenai solusi dari Al-Qur’an dan Al Hadits ini.

Labels: , ,

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home