Gold Dinar to
Buy Dinar etc.
 
Daftar Harga Gerai Dinar
   09 - Feb - 2010 Jam 18 : 30  
  (Rupiah/Unit)
Item Jual Beli
Dinar/Dirham
Dinar 1,401,660 1,345,594
Dirham 32,969 31,650
Emas *
24 K 324,788 311,797
22 K 297,723 279,859
20 K 270,657 249,004
18 K 243,591 219,232
   
*Diluar Biaya Cetak

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Wednesday, May 21, 2008

Krisis Harga Pangan Dunia & Perlunya Mata Uang Yang Adil...

Kalau kari-hari ini kita rakyat Indonesia pada umumnya menjerit dengan harga-harga kebutuhan pokok yang selangit, ternyata kita tidak sendirian dalam hal ini – mayoritas masyarakat seluruh dunia merasakan hal yang sama.

FAO Food Price IndexRealita ini dapat kita lihat dari data FAO disamping yang menjelaskan krisis harga pangan dunia yang melambung 86% selama 3 tahun terakhir dan 135% selama 8 tahun terakhir.

Apakah ini karena kelangkaan pangan ? menurut saya tidak, karena Allah menciptakan segala kebutuhan manusia secara cukup di bumi. Ini lebih merupakan distribusi yang tidak adil dan bentuk-bentuk ketidak adilan lainnya.

Sebagian kecil dari penduduk dunia dengan mudah membeli pangan meskipun harga selangit; sementara sebagian terbesar lainnya menjerit karena kemahalan.

Selain masalah distribusi, penyebab ketidak adilan lain adalah system uang yang dipakai untuk membeli pangan tersebut. Lihat persamaan yang saya ungkapkan dalam tulisan ....Agar Harta Itu Jangan Hanya Berputar Diantara Orang-orang Kaya... . Persamaan tersebut adalah M x V = P x Q dimana M = jumlah uang, V= Perputaran uang ; P = Harga dan Q = produk barang dan jasa.

Dari persamaan ini insyaallah kita dapat memahami bahwa kalau uang kertas (M) dicetak terus (uang kertas bisa dicetak kapan saja karena bahannya murah) melebihi pertumbuhan produksi (Q) , dan uang tidak beredar luas di masyarakat (V), maka harga pasti naik (P).

Penyebab ketidak adilan lain yang bersifat bawaan atau inherent dari system uang kertas adalah proses penciptaan ‘uang bank’ atau money creation dengan apa yang disebut Fracttional Reserve System .

Dengan system yang diadopsi oleh seluruh perbankan dunia ini bank komersial hanya diwajibkan memiliki sejumlah cadangan tertentu – misalnya di Indonesia yang disebut Giro Wajib Minimum 5 % dari dana pihak ketiga yang dikelola oleh bank yang bersangkutan. Jadi misalnya Bank A yang menerima dana masyarakat sebesar Rp 20 milyar hanya wajib memiliki cadangan Rp 1 Milyar, sisanya sebesar Rp 19 Milyar dapat dipinjamkan ke pihak lain, kemudian diputar lagi ke bank lain lagi dst.

Dana yang 95% inilah yang menjadi ’uang bank’ yang hanya bisa di akses oleh segelintir orang. Orang kebanyakan kayak kita-kita tidak memiliki akses yang mudah terhadap ’uang bank’ ini. Dampak dari Fractional Reserve System ini, sebagian orang menjadi sangat kaya (dengan ’uang bank’) dan mayoritas terbesar lainnya menjadi sangat miskin – karena uangnya tidak dapat tetapi dampak naiknya harga (P) kita semua terkena.

Fractional Reserve System tidak bisa terjadi dengan system Dinar, karena pemegang uang Dinar juga pemilik fisik dari uang tersebut – bukan hanya catatan angka dan bukan ’uang bank’ yang hanya bereder di golongan yang kaya.

Karena tidak bisa digandakan seenaknya, daya beli Dinar tetap bertahan sepanjang masa. Jadi kalau ada yang ingin tahu ke-Islam-an uang Dinar, salah satunya adalah di aspek ke-adilan- inilah uang Dinar sangat Islami, disamping berbagai aspek lain yang sudah dan insyaallah akan terus saya ungkapkan di Blog ini.

FAO Food Price Index Butkti yang paling up-to-date adalah grafik disamping. Di kala harga pangan dunia melonjak lebih dari dua kalinya dalam 8 tahun terakhir. harga Dinar baik dalam Rupiah maupun dalam US$ menyesuaikan dengan harga pangan dunia tersebut dengan sendirinya. Koefisien Korelasi antara harga pangan dunia dengan harga Dinar dalam US$ adalah 0.98 ; sedangkan koefien korelasi-nya dengan harga Dinar dalam Rupiah adalah 0.96. Artinya harga Dinar dapat dikatakan berjalan seiring dengan perjalanan harga pangan Dunia.

Mahalnya harga pangan Dunia adalah karena pangan harus dibeli dengan uang kertas yaitu US$, Rupiah dan uang kertas sejenisnya. Kalau pangan dapat kita beli dengan uang Dinar – maka kecenderungannya stabil atau bahkan bisa turun apabila supply-nya melebihi demand.

FAO Food Price IndexBahwasanya grafik disamping menujukkan harga pangan dunia yang sedikit menurun bila dibeli dengan Dinar – ini akan memerlukan kajian lebih lanjut – sementara ini dugaan saya karena sebenarnya supply pangan dunia – lebih dari demand tadi – artinya mesti cukup untuk seluruh umat manusia seperti yang dijanjikan Allah. Wallahu A’lam.

Labels: ,

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home