Harga Minyak Yang Terus Naik...
Minggu lalu saya menulis tentang kenaikan harga minyak yang mengkhawatirkan . Dalam tulisan tersebut saya perkirakan bahwa bahan bakar baru akan dinaikkan apabila pemerintah benar-benar tidak mampu menahannya lagi; atau sesudah dua pemilu tahun depan – mana saja yang terjadi lebih dahulu.
Nampaknya prediksi pertama yang akan dijalankan oleh pemerintah, karena harga minyak mentah dunia tidak menunjukkan tanda-tanda untuk menurun. Malah sebaliknya, lebih banyak faktor yang muncul dan menjadi penyebab kenaikan harga minyak mentah lebih lanjut.
Kemarin harga minyak mentah di the New York Mercantile Exchange sempat menyentuh harga US$ 120/barrel. Bahkan pengamat pasar berjangka John Person, president of National Futures Advisory Service memperkerakan dalam waktu dekat (90 hari kedepan) harga minyak mentah akan mencapai angka US$ 125/barrel, kemudian naik menjadi US$ 130/barrel dan berlanjut ke angka US$ 150/barrel.
Perkiraan ini tidak aneh mengingat kenaikan year to date minyak mentah dunia dari Januari sampai sekarang telah mencapai 28%. Faktor yang juga akan ikut mendorong kenaikan harga minyak lebih cepat adalah kekawatiran pasar akan terganggunya supply.
Kejadian di Nigeria dimana Movement for the Emancipation of the Niger Delta atau MEND yang menyerang Shell Flow Station di Bayelsa dan antara lain menghacurkan 3 well heads Sabtu lalu (03/05), menjadi pemicu utama yang menimbulkan kecemasan pasar pada perdagangan Senin kemarin.
Terlepas dari perkiraan para pengamat tersebut, kita masih berharap mudah-mudahan harga minyak masih bisa turun. Mumpung pemerintah kita belum ketok palu untuk menentukan berapa kenaikan harga bahan bakar yang akan kita tanggung dalam hari –hari kedepan. Harapan ini mungkin tidak ada dasarnya yang kuat, namun mengingat daya beli kita yang rata-rata rendah saat ini - tidak ada salahnya kita berharap dan berdo'a.
Terkait dengan harga minyak ini, tentu juga harga emas/Dinar juga naik. Namun meskipun harga emas dunia ikut naik sampai US$ 871/troy oz dalam perdagangan kemarin (kenaikan sekitar US$ 20/troy oz) dari harga terendah pekan lalu; saya tetap mengajurkan agar para pengguna Dinar sepenuhnya aware akan sifat berfluktuasinya harga emas dunia ini. Grafik-grafik trend harga Dinar disamping diharapkan dapat membantu. Wallhu A’lam.
Disclaimer :
Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.
Nampaknya prediksi pertama yang akan dijalankan oleh pemerintah, karena harga minyak mentah dunia tidak menunjukkan tanda-tanda untuk menurun. Malah sebaliknya, lebih banyak faktor yang muncul dan menjadi penyebab kenaikan harga minyak mentah lebih lanjut.
Kemarin harga minyak mentah di the New York Mercantile Exchange sempat menyentuh harga US$ 120/barrel. Bahkan pengamat pasar berjangka John Person, president of National Futures Advisory Service memperkerakan dalam waktu dekat (90 hari kedepan) harga minyak mentah akan mencapai angka US$ 125/barrel, kemudian naik menjadi US$ 130/barrel dan berlanjut ke angka US$ 150/barrel.
Perkiraan ini tidak aneh mengingat kenaikan year to date minyak mentah dunia dari Januari sampai sekarang telah mencapai 28%. Faktor yang juga akan ikut mendorong kenaikan harga minyak lebih cepat adalah kekawatiran pasar akan terganggunya supply.
Kejadian di Nigeria dimana Movement for the Emancipation of the Niger Delta atau MEND yang menyerang Shell Flow Station di Bayelsa dan antara lain menghacurkan 3 well heads Sabtu lalu (03/05), menjadi pemicu utama yang menimbulkan kecemasan pasar pada perdagangan Senin kemarin.
Terlepas dari perkiraan para pengamat tersebut, kita masih berharap mudah-mudahan harga minyak masih bisa turun. Mumpung pemerintah kita belum ketok palu untuk menentukan berapa kenaikan harga bahan bakar yang akan kita tanggung dalam hari –hari kedepan. Harapan ini mungkin tidak ada dasarnya yang kuat, namun mengingat daya beli kita yang rata-rata rendah saat ini - tidak ada salahnya kita berharap dan berdo'a.
Terkait dengan harga minyak ini, tentu juga harga emas/Dinar juga naik. Namun meskipun harga emas dunia ikut naik sampai US$ 871/troy oz dalam perdagangan kemarin (kenaikan sekitar US$ 20/troy oz) dari harga terendah pekan lalu; saya tetap mengajurkan agar para pengguna Dinar sepenuhnya aware akan sifat berfluktuasinya harga emas dunia ini. Grafik-grafik trend harga Dinar disamping diharapkan dapat membantu. Wallhu A’lam.
Disclaimer :
Meskipun seluruh tulisan dan analisa di blog ini adalah produk dari kajian yang hati-hati dan dari sumber-sumber yang umumnya dipercaya di dunia bisnis, pasar modal dan pasar uang; kami tidak bertanggung jawab atas kerugian dalam bentuk apapun yang ditimbulkan oleh penggunaan analisa dan tulisan di blog ini baik secara langsung maupun tidak langsung.
Menjadi tanggung jawab pembaca sendiri untuk melakukan kajian yang diperlukan dari sumber blog ini maupun sumber-sumber lainnya, sebelum mengambil keputusan-keputusan yang terkait dengan investasi emas, Dinar maupun investasi lainnya.
Labels: MEND, the New York Mercantile Exchange











0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home