Gold Dinar to
Buy Dinar etc.
 
Daftar Harga Gerai Dinar
   03 - Sep - 2010 Jam 06 : 30  
  (Rupiah/Unit)
Item Jual Beli
Dinar/Dirham
Dinar 1,556,760 1,494,490
Dirham 21,000 20,160
Emas *
24 K 360,728 346,299
22 K 330,667 310,827
20 K 300,606 276,558
18 K 270,546 243,491
   
*Diluar Biaya Cetak

Catatan:
1. Penjelasan Harga Emas/Dinar di Gerai Dinar

2. Jam Transaksi : 07:00 - 17:00 BBWI (Kecuali Hari Libur)

GoldCheck; Emas Pro Pastikan dan Produktifkan

Wednesday, April 9, 2008

Sekali Lagi Tentang Kenaikan Harga Barang dan Jasa….

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah. (QS 51:49)

Dalam tulisan saya 14/01 saya menjelaskan mana kenaikan harga yang fitrah dan mana kenaikan harga karena inflasi yang dhalim.

Kali ini saya ingin sedikit memperdalam tulisan tersebut dan memberi contoh dari statistik yang ada; lagi-lagi saya gunakan statistik Amerika Serikat – karena mata uangnya yaitu US$ masih digunakan untuk mengukur kinerha ekonomi dunia.

Tulisan ini terinspirasi oleh pengalaman teman yang sekian belas tahun bekerja sebagai teknisi di Amerika Serikat. Dia memutuskan pulang ke Indonesia karena merasa biaya hidup semakin hari semakin berat disana – meskipun dia sudah bekerja ekstra keras – sampai 16 jam sehari.

Masih ingat formula persamaan pertukaran M x V = P x Q . Dimana M = jumlah uang, V= kecepatan berputar; P= Tingkat harga dan Q = Jumlah Produksi Barang dan Jasa ?; kita akan gunakan rumus ini sekarang untuk menjelaskan ‘terdhalimi’-nya pekerja di Amerika Serikat seperti yang dialami oleh teman tersebut diatas.

Saya akan berangkat dari data PxQ yang ter-ejawantah-kan dalam bentuk GDP. Grafik terlampir saya ambil dari sumber resmi pemerintah Amerika serikat yaitu dari U.S. Department of Commerce
Bureau of Economic Analysis mellalui web site-nya yang saya akses bersamaan dengan saya menulis artikel ini.

Kalau hanya melihat grafik tersebut, nampak GDP Amerika Serikat masih tumbuh. Tetapi coba lihat kalau grafik tersebut kita olah sedikit - alhamdulillah data mentahnya bisa kita akses – dengan membuat grafik pertumbuhan GDP sejak tahun 2000, kita akan mulai melihat masalahnya yaitu pertumbuhan GDP yang menurun.

Trend penurunan GDP ini makin nampak jelas bila kita buatkan trend polynomial nya (garis lurur melengkung); dan menjadi lebih buruk lagi kalau nilai US$-nya kita gunakan nilai tahun 2000.
Sampai disini Anda mungkin belum melihat, apa hubungannya dengan beban hidup yang tambah berat yang dialami kawan tersebut diatas ?.

Memang belum, karena saya baru sajikan sisi kanan dari persamaan pertukaran yaitu P x Q atau GDP.

Sekarang kita lihat persamaan sisi kirinya yaitu M x V; atau jumlah uang dan perputaran-nya. Kita tahu jumlah uang ada tiga jenis yaitu M0 untuk jumlah uang fisik ; M1 untuk M0 + demand deposit ; M2 untuk M1 + All time deposit, saving deposit dan non-institutional money-market funds. Dan yang paling luas disebut M3 yaitu M2 + semua large time deposits, institutional money-market funds, short-term repurchase agreements, dan termasuk segala bentuk larger liquid assets lainnya.

M3 inilah yang digunakan oleh para ekonom untuk memperkirakan seluruh supply uang dalam ekonomi.

Masalahnya data M3 ini sekarang tidak dipublikasikan lagi secara resmi oleh pemerintah Amerika Serikat sejak tahun 2006 ; Anda bisa mengira-ngira sendiri kenapa alasannya…(?).

Untungnya di Amerika Serikat-pun ada orang-orang cerdas yang ingin melihat segala sesuatu lebih dari sekedar apa yang nampak di permukaan atau-pun pernyataan resmi pemerintah. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh SGS (Shadow Government Statistic) . Data M3 yang tidak lagi dikeluarkan oleh pemerintah-pun, bisa kita peroleh bedasarkan data ‘perkiraan’ mereka seperti grafik disamping.

Kita tahu sejak kita belajar berhitung di SD bahwa namanya persamaan – sisi kanan kudu sama dengan sisi kiri. Implikasinya bila sisi kiri tumbuh sangat cepat (m3) ; sisi kanan juga akan mengikuti. Tetapi karena salah satu dari dua komponen di sisi kanan yaitu Q (jumlah produksi barang dan jasa) tumbuh sangat kecil dan cenderung menurun, maka untuk mengimbangi sisi kiri (khususnya M) yang tumbuh pesat – komponen lain yaitu P yang harus sangat pesat naik. P inilah harga barang-barang dan jasa.

Jadi jelas bukan bahwa harga barang dan jasa akan terus naik, dan kalu sudah naik tidak bisa turun. Pernah kah kita bayangkan harga bensin kita akan turun kembali ke Rp 4,000,- misalnya ?....

Lantas gimana kita menghindarkan diri dari kenaikan harga barang yang dholim ? – kembali ke Dinar dan Dirham-lah jawabannya. Wallahu A’lam.

Labels: , , , , , ,

2 Comments:

Blogger Arief said...

Assalamualaikum Pak Iqbal,

Saya selalu mengikuti tulisan Bapak di blog ini, sangat inspiratif dan membuka perpective kita sebagi umat untuk dapat mengambil pelajaran serta bagaimana bersikap untuk kedepannya.
Saya kemarin sempat membaca bahwa IMF akan segera mencairkan sekitar 400ton cadangan emas untuk mengantisipasi iklim keuangan yang kurang mendukung terutama US Dollar , lalu dan teringat akan artikel Bpak mengenai rencana tersebut. bagaiamana kira2 hal ini akan berpengaruh secara makro ataupun specific dalam Dinar sendiri.
Mohon pencerahaanya.

Teriam kasih & wasaalam

April 9, 2008 8:26 AM  
Blogger M. Iqbal said...

Terima kasih pak Arief;

Untuk jangka panjangnya hal ini akan baik bagi umat karena semakin sedikit suatu negara (misalnya AS) atau institusi semacam IMF memiliki emas; semakin kecil kekuatannya untuk mendiktekan kemauannya pada perekonomian Dunia.

Dalam jangka pendek, terutama saat-sata emas dia dilepas atau diisukan untuk dilepas ; harga emas/Dinar akan terkoreksi - lagi-lagi ini bersifat sementara.

Wassalam

April 9, 2008 12:12 PM  

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home